TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . ..REMAJATENIS JAKARTA-76 TGL 21-23 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS MARINIR CILANDAK JAKARTA SELATAN .,,,,..REMAJATENIS BANTUL -VIII TGL 27-29 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS SULTAN AGUNG, BANTUL D.I.Y ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Usulan Pembubaran PON Perlu dikaji

REMAJA-TENIS.COM – Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng mengatakan, usulan pembubaran Pekan Olahraga Nasional (PON) perlu dikaji dengan hati-hati. Demikian disampaikannya saat menghadiri Halal Bi Halal dan silaturahim Pemuda Indonesia di Jakarta, Jumat (7/9/2012) malam.

Halal Bi halal dan Silaturahim Pemuda Indonesia tersebut diselenggarakan oleh Perhimpunan Organisasi Kepemudaan Nasional (Poknas) dan dihadiri oleh 100 perwakilan ormas kepemudaan. Hadir pada acara tersebut Menpora, Deputi Satu Pemberdayaan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Al Fitra Salam, Kepala BNP2TKI Jumhur Hidayat, Ketum DPP KNPI Taufan Rotorasiko dan berbagai ketua organisasi kepemudaan nasional.
Sebelumnya Wakil Ketua Komisi X DPR Utut Adianto mengusulkan agar PON ditiadakan saja. Sebagai gantinya, Utut mengusulkan pembentukan kejuaraan nasional single event, berbeda dengan PON yang multi event seperti saat ini.
Menurut Utut, ajang PON justru memberatkan APBD dan pasca-PON seluruh gedung atau venue PON beserta pernak pernik di dalamnya tidak dapat dipelihara oleh daerah tempat berlangsungnya PON tersebut.
Lebih lanjut Andi menjelaskan, sebelum reformasi maka pelaksanaan PON selalu dilaksanakan di Jakarta. Namun, tambahnya, hal ini membuat sarana dan prasarana olahraga di daerah menjadi tidak berkembang.
“Nah sejak reformasi pelaksanaan PON dilakukan bergilir ke daerah-daerah. Karena itu ada pemerataan pembangunan sarana dan prasarana olahraga,” kata Andi.

Menanggapi usulan pembubaran PON , oleh August Ferry Raturandang selaku pengamat olahraga tenis, keberatan karena ini ajang penunjukan prestasi dari daerah. “Yang perlu dilakukan adalah pembatasan jumlah cabang olahraganya. Dan juga pembatasan usia peserta, sehingga bisa memotivasi daerah membina atletnya sendiri. Ini yang lebih penting.” ujarnya. Disinilah ujian bagi Pemerintah sebagai tanggung jawabnya terhadap dunia olahraga. “Sudah ada Undang Undang Sistem Keolahragaan Nasional.”(kompas.com)

Comments are closed.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media