TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . REMAJATENIS BANTUL--7 TGL 3-5 AGUSTUS 2018 DI BANTUL....REMAJATENIS JAKARTA-72 TGL 17-19 AGUSTUS 2018 DI JAKARTA..........REMAJATENIS BANDUNG TGL 24-26 AGUSTUS 2018.......... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

” Sebaiknya Kerjasama Dengan Pengcab Pelti “

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Sebaiknya kerjasama dengan Pelti.” Itu himbauan yang saya terima dari salah satu Pengcab Pelti sewaktu akan selenggarakan RemajaTenis dikotanya.
Apa yang saya lakukan karena idea ini yang paling tepat atau benar.? Kenapa demikian ? Karena selama ini banyak Pelti khususnya Pengda maupun Pengcab yang kurang aktip. Himbauan seperti itu mengandung makna yaitu sebagai starting point agar Pengcab Pelti mulai aktip karena sebagian besar setelah dilantik terbuai dengan seremonial tapi ” do nothing”.

Tapi jangan dulu dipersalahkan mereka. Karena selama ini yang terjadi miskomunikasi dengan Pengda dan lebih gawat tidak ada komunikasi antara PP Pelti dengan Pengda. Akibatnya program kerja PP Pelti sebagai pedoman kerja tidak sampai sasarannya ke Pengcab. Ini masalah besar yang harus dibenahi.

Menjawab himbauan pengcab diatas maka saya sikapi dengan mengajak kerjasama juga dan pengcab tidak tahu kira kira bentuk kerjasama tersebut. Jadi lebih cenderung keinginan Pengcab sebagai pelaksana tapi bukan menanggung beaya pelaksanaannya. Karena tidak berikan jawaban maka inisiatip datang dari saya dengan berikan pilihan2 .

Pilihan pertama saya tawarkan untuk sama sama cari sponsor kemudian jika ada dana lebih maka dibagi dua. Atau pilihan kedua yaitu sanction fee untuk Pengcab (padahal sanction fee ke PP Pelti sudah ada). Ternyata tidak dapat tanggapan. Artinya dugaan saya mereka tidak mau bertanggung jawab atas dana. Wah ini yang tidak sehat. Tidak ada upaya untuk sama sama bertanggung jawab terhadap salah satu program Pelti sendiri.

Masalah keterlibatan Pengda maupun Pengcab menurut saya alangkah indahnya bisa terealiser. Dan selalu saya lakukan di Indonesia karena untuk memotivasi mereka kalau turnamen ini milik mereka juga. Tapi paling tidak selaku penyelenggara kulo nuwon dengan Pelti setempat.

Belum lama ini saya terima keluhan dari sekretaris Pengda Pelti karena terjadi perbedaan pendapat dengan penyelenggara TDP. Dimana kedudukan Pengda disepelekan karena penyelenggara sudah terima SK TDP dari PP Pelti. Tanpa diketahui oleh Pengda. Sikap ini saya sayangkan. Karena Pelti sendiri menerbitkan SK TDP disebutkan sepengetahuan Pengda Pelti.
Cara terbaik adalah, jika penyelenggaraan di kabupaten atau kota yang bukan tempat pengda maka cukuplah dihubungi lebih awal dengan Pengcab dan Pengdapun diberitahu. Hal seperti ini saya selalu lakukan walaupun kadabg kala Pengdanya tidak ambil pusing. Saat ada kerjasama dengan Pengcab dan saya selalu anjurkan Pengcab kirim surat pemberitahusn resmi ke Pengda . Memang kendala yang muncul karena miskomunikasi antara kedua individu bukan institusi. Ini yang harus dihindarkan.

Anjuran tetap lakukan komunikasi dengan Pengda dan Pengcab sekalipun, wajib dilaksanakan.
Harus diakui kadangkala komunikasi dengan klub ataupun pelatih lebih mulus dibandingkan dengan institusi. Karena kadangkala rekan di institusi suka berlagak sebagai penguasa yang seharusnya sebagai pelayan masyarakat tenis. Ini yang lebih tepat. ( penulis August Ferry Raturandang )

Comments are closed.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media