TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ... ...SELAMAT TAHUN BARU 1 JANUARI 2018. ................REMAJATENIS JAKARTA-68 TGL 19-21 JANUARI 2018...........REMAJATENIS TGL 9-11 FEBR DI BANTUL D,I,Y........ ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Prasetyo Edi Marsudi Menilai Sebaiknya Wagub DKI Langsung Pimpin KONI

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA.Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menilai sebaiknya Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno langsung menjadi Ketua Umum KONI Provinsi DKI. Langkah ini dianggap perlu karena Wagub diyakini bisa mempermudah upaya pendanaan olahraga di DKI.

Hal itu disampaikan Prasetyo Edi kepada sejumlah wartawan di Lantai II Gedung Pengelola Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Kamis, (28/12).

Menurut Prasetyo Edi, adanya dualisme kepengurusan di KONI DKI akan berdampak kurang baik terhadap pembinaan olahraga bukan saja di DKI juga secara nasional.

”DKI ini kan barometer pembinaan olahraga prestasi secara nasional. Jadi kalau KONI DKI bergejolak seperti sekarang, yang rugi bukan hanya pembinaan olahraga di Jakarta tetapi juga secara nasional,”kata pria yang hobi main tenis itu.

Seperti diketahui polemik KONI DKI sudah berlangsung hampir setahun. Dodi Rafli Amar yang terpilih melalui Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI DKI di salah satu hotel berbintang di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara digugat oleh kubu pendukung Yudi Suyoto yang sebetulnya hanya didukung oleh 7 cabang olahraga.

Pertikaian ini akhirnya di bawah ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI). Namun upaya ini gagal membuahkan hasil sampai akhirnya KONI Pusat mengambil alih kasus ini dengan membentuk caretaker yang diketuai Suwarn

Suwarno yang juga Wakil Ketua Umum I KONI Pusat ditugaskan untuk membentuk panitia pemilihan melalui Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub).

Prasetyo Edi juga mengatakan jika polemik KONI DKI berkepanjangan dikhawatirkan akan berdampak pada persiapan DKI menuju PON 2020 di Papua.

Pada PON ke-20 itu, DKI seperti dikatakan Prasetyo Edi harus merebut kembali gelar juara umum yang di PON ke-19 tahun 2016 lalu lepas ke tangan tuan rumah Jabar .

”Target merebut kembali gelar juara umum pada PON 2020 sudah menjadi harga mati bagi KONI DKI. Masyarakat Ibukota tentu juga memiliki harapan dan keinginan yang sama,”tambahnya.

Menanggapi pejabat publik memimpin KONI melanggar Undang-Undang Sistim Keolahragaan Nasional (UUSKN) No.3 Tahun 2005, Prasetyo Edi mengatakan di Provinsi lain ada Gubernur menjadi Ketua Umum KONI.

Ia kemudian menyebut di Provinsi Sulut, Gubernur-Nya Olly Dodokambey menjadi Ketua Umum KONI. Di Provinsi Sumsel juga sama di mana Gubernur Alex Nurdin memimpin KONI Sumsel.

”Pejabat publik menjadi Ketua Umum KONI di daerah tak usah diperdebatkan asalkan pejabat tersebut memiliki komitmen dan kesungguhan untuk memajukan olahraga,”papar Prasetyo Edi. TOR-08

Comments are closed.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media