TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . REMAJATENIS BANTUL--7 TGL 3-5 AGUSTUS 2018 DI BANTUL....REMAJATENIS JAKARTA-72 TGL 17-19 AGUSTUS 2018 DI JAKARTA..........REMAJATENIS BANDUNG TGL 24-26 AGUSTUS 2018.......... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Penertiban Turnamen

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Insan tenis Indonesia boleh bangga dengan terpilihnya mantan atlet tenis menjadi Ketua Umum PP Pelti periode 2017-2022. Tentunya penuh asa agar banyak perbaikan akibat mismanagement kepengurusan sebelumnya sehingga dampaknya yang terungkap adalah degradasi prestasi tenis Indonesia.

Banyak hal yang terjadi tanpa disadari langsung masyarakat karena yang terungkap hanyalah prestasi petenis nasional dengan melupakan dasar dari organisasi justru terabaikan seperti kinerja induk organisasi mulai dari pusat kemudian pengda dan terakhir pengcab pelti yang jumlahnya sekitar 500.

Keberhasilan yang menonjol justru di turnamen nasional khusus kelompok yunior tetapi melupakan turnamen kelompok umum atau setelah yunior atau kelompok diatas 18 tahun.

Pokok tulisan disini adalah perlu diperhatikan justru turnamen turnamen yang jumlahnya ditahun 2017 puluhan turnamen nasional yunior.
Akibat makin membludaknya turnamen yang khas 3 hari sebagai solusi terhadap kendala kendala dalam menjalankan turnamen seminggu.

Sangat penting dilakukan PP Pelti yang fungsinya sebagai fasilitator, regulator, supervisor dalam menjalankan fungsi organisasinya.
Khususnya turnamen seperti dugaan awal jika makin banyak maka Pelti sudah harus siapkan khususnya SDM dan juga ketentuan turnamen nya. Sebenarnya ketentuan turnamen nasional sudah ada dikenal dengan ketentuan TDP atau Turnamen Diakui Pelti. Yang sejak tahun 1990 sudah lahir kemudian dilakukan revisi disesuaikan dengan ketentuan ITF sebagai acuan turnamen. Terakhir kali ketentuan TDP direvisi tahun 2010.

Akibat dari kinerja induk organisasi PELTI yang sangat buruk maka sampai saat ini banyak pelanggaran pelanggaran ketentuan TDP tersebut.

Sebagai contoh pelanggaran dalam system pertandingannya sebagai inti turnamen. Begitu juga petugas pertandingan yang ditunjuk berdasarkan SK PP Pelti bertugas di TDP tersebut yaitu Referee sebagai acuan.

Jelasnya yang sangat menonjol adalah pertandingan menggunakan sistem the best of 3 tie breaker sets. Artinya pertandingan 2 kali 6 games dengan tie break setiap setnya tetapi jika terjadi kedudukan set 1-1 maka kemenangan ditentukan di set ke 3 dengan 6 gamesnya. Tapi kenyataannya disetiap turnamen set ketiga dilakukan super tie break. Sebagai pelaksana turnamen lebih efisien.

Kenapa dilakukan perubahan tersebut. Ini akibat meniru turnamen internasional. Turnamen Nasional dalam ketentuan nya mengacu ke aturan TDP bukan ITF. Ini salah satu program dari PP Pelti yang harus segera dilakukan.

Berikutnya adalah pelanggaran dilakukan ada satu atlet bisa ikuti 2 turnamen sejenis didua kota diwaktu yang sama. Selain tidak mungkin juga ada ketentuan yang melarangnya.

Yang tidak kalah penting dilakukan penyelenggara TDP Nas yunior adalah pemberian hadiah dalam bentuk prize money yang sebenarnya tidak diperbolehkan dan sudah baku dan tidak berubah sejak diperkenalkan oleh ITF ditiru oleh PP Pelti. Kenyataannya banyak pelanggaran dimana kucing kucingan dilakukan oleh penyelenggara TDP Nasional menyiasati dengan menghalalkan larangan ketentuan TDP

Kelengahan sejak 2012-2017 sehingga makin marak kejadian ini tanpa dikontrol oleh PP Pelti.
Kepengurusan 2002-2012 pernah mencabut pengakuan TDP Nasional akibat terjadi pelanggaran tersebut. Yang rugi adalah peserta dalam hal ini atlet yuniornya yang telah mekuangkan waktunya untuk mengejar prestasi bukan mengejar hadiah uangnya.

Sebagai kelanjutan tangan PP Pelti adalah Pengda atau Pengcab Pelti seharusnya bisa mengawasinya. Bahkan referee sendiri juga bisa dimanfaatkan memantau Ketentuan TDP Nasional.

Saat ini masih banyak petugas Pelti baik di Pengda atau Pengcab yang belum tahu adanya ketentuan TDP ini karena munculnya muka muka baru dipertenisan Indonesia.

Ini tugas PP Pelti untuk segera mensosialisasikan ketentuan TDP tersebut. Keberadaan website resmi PP Pelti antara ada dan tiada sehingga tidak bisa dipakai sebagai acuan masyarakat tenis Indonesia

Masalah SDM turnamen mulai dari wasit Referee dan ofisial turnamen juga makin berkembang. Workshop turnamen selama ini praktis minim karena baru Nopember 2017 dilakukan Workshop dalam rangka persiapan Asian Games 2018 di Palembang.

Makin banyak turnamen makin banyak keluhan dari peserta khususnya orangtua dan pelatih yang mendampingi. Terutama TDP Nasional yunior yang seminggu pelaksanaannya justru dilakukan oleh pelaksana TDP Nasional yang sudah bertahun tahun pelaksanaannya. Boleh terbuai dengan nama besar karena jumlah TDP Nas yunior ini bisa dihitung jumlahnya. Tapi kesan positip terhadap turnamen itu untuk atlet bisa terabaikan karena kepentingan atlet terabaikan oleh kepentingan pelaksana turnamen. Karena kesalahan yang dibuat adalah kesalahan yang sama. Sebenarnya keputusan itu by design bukan by accident seperti selama ini terjadi. Bahkan sering berubah ubah. Kesannya seperti tidak dilakukan perencanaan dengan baik. Hal ini bisa terjadi karena kadang kala penanggung jawab turnamen adalah Direktur Turnamen nya sering gonta ganti tanpa mengevaluasi pekerjasn sebelumnya bahkan jabatan ini hanyalah formalitas sehingga bukanlah manager on duty.

Perencanaan ditangan Direktur Turnamen sedangkan Referee bertanggung jawab dalam menjalankan pertandingannya dengan menggunakan fasilitas yang disiapkan Direktur Turnamen. Tetapi seringkali akibat minimnya knowledge dari Direktur Turnamen sehingga tanpa perencanaannya semua diserahkan ke Referee belaka.
Yang lebih gawat adalah TDP Nas yunior bisa berjalan tanpa keberadaan seorang Referee karena Direktur Turnamen yang ambil alih peran Referee. Inipun sering tidak diketahui oleh PP Pelti. Pelanggaran seperti ini juga harus mendapatkan perhatian PP Pelti kedepan. Memang banyak PR alias pekerjaan rumah PP Pelti.(Penulis August Fery Raturandang)

Comments are closed.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media