TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... .....SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1439 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN..........REMAJATENIS BANDUNG 22-24 JUNI 2018........REMAJA TENIS SUMSEL XVI 22-24 JUNI 2018......REMAJATENIS JAKARTA-71 TGL 29 JUNI-1 JULI 2018.............. MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Joleta Budiman Lolos ke Babak Kedua di Singapore

REMJA-TENIS.COM,SINGAPORE. Lima petenis putri anggota pelatnas Asian Games 2018 berlaga di Singapore dalam rangka try out persiapan menghadapi Asian Games 2018 di Palembang.

Dua dari lima petenis putri yaitu Joleta Budiman dan Jessy Rompies yang hari ini berlaga di babak kualifikasi turnamen Singapore ITF Women’s Circuit dengan prize money USD 25,000, sukses mencatatkan hasil yang positif dengan berhasil menghempaskan lawan-lawan mereka. Sedangkan Beatrice Gumulya dan Aldila Sutjiadi dijawalkan bertanding besok.

Joleta Budiman, petenis Indonesia paling muda yang turut ambil bagian di turnamen yang digelar di Kallang, Singapura tersebut, hari ini (2/6) berhasil menorehkan kemenangan atas petenis asal negeri jiran Malaysia, Wena Tsan dengan kemenangan telak dua set langsung 6-1 dan 6-1.

Kemenangan Joleta ini cukup menggembirakan mengingat ini adalah turnamen level 25K pertama yang diikuti oleh putri dari pasangan Dewi dan David Budiman tersebut asal Bandung

Joleta cukup gembira dengan hasil kemenangan yang diperolehnya hari ini, kendati Joleta mengaku belum tahu cara bermain Wena Tsan, namun Joleta berusaha fokus dan bermain sebaik mungkin.

“Tadi menghadapi Wena Tsan, saya belum tahu tentang cara bermain dia. Tapi saya coba berusaha fokus dari awal dan bisa bermain lebih baik dari dia.” kata Joleta usai bertanding hari ini.

Namun sedikit disayangkan pada partai final kualifikasi besok, Joleta Budiman harus melawan seniornya di tim nasional, Beatrice Gumulya. Sedangkan Beatrice Gumulya langsung lolos ke babak final kualifikasi karena mendapatkan bye. Dengan demikian siapapun pemenang partai final kualifikasi ini, satu tiket babak utama telah dipastikan menjadi milik salah satu petenis kita.

Menghadapi seniornya besok, Joleta tidak punya strategi khusus. ” Saya tidak ada strategi khusus, tapi saya akan main lepas sehinga tidak ada beban karena dia pebih kuat dari saya.: ujar Joleta merendah.

3 Cabor di Asian Para Games 2018 Terdampak Renovasi Stadion Manahan Solo

REMAJA-TENIS.COM, KARANGANYAR — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta National Paralympic Committee (NPC) Indonesia segera mencarikan solusi terkait atlet dari tiga cabor yang akan tampil di Asian Games 2018 harus pindah latihan dari kompleks Stadion Manahan Solo. Hal itu karena Stadion Manahan bakal direnovasi.

Tiga cabor olahraga itu adalah menembak, tenis meja dan tenis lapangan. Para atlet dari tiga cabor ini harus ancang-ancang meninggalkan kompleks Stadion Manahan Solo mengingat proyek renovasi senilai Rp300 miliar rencananya dimulai pada Juni 2018 mendatang.

“Ya nanti segera dicarikan solusi. Tidak masalah bila harus bergeser ke tempat lain. Kalau tidak bisa di Solo, bisa bergeser ke kota lain. Mungkin di Jakarta juga bisa,” kata Imam Nahrawi saat ditemui wartawan usai menggelar buka bersama dengan atlet Asian Para Games 2018 di Hotel Lor In Colomadu, Karanganyar, Jumat (25/5/2018).

Untuk kali pertama NPC Indonesia mengelola dana guna mempersiapkan atlet menghadapi Asian Para Games 2018 pada Oktober mendatang. Menpora pun meminta NPC Indonesia berpedoman pada petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) terkait pembelanjaan anggaran itu.

“Kalau ada peralatan yang kurang, silakan dibeli. Itu tergantung NPC. Dana sudah ada, juklak dan juknisnya juga sudah turun. Kami sudah meminta tolong Debuti IV [Kemenpora] Mulyana untuk mengirimkan tenaga SDM untuk membantu NPC. Tidak perlu khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, selama kita benar ya teruskan saja. Masih ada waktu tiga bulan untuk menyiapkannya,” ujar Imam Nahrawi.

Dalam kesempatan itu, Chief de Mission (CdM) Asian Para Games 2018, Arminsyah, ikut hadir di lokasi. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung ini datang ke Solo untuk membicarakan segala permasalahan yang dihadapi para atlet NPC Indonesia dalam menyongsong Asian Para Games 2018.

“Soal cabor yang terkena dampak renovasi Stadion Manahan, nanti kami bahas bersama mereka. Yang jelas, tugas saya di sini adalah memberikan dorongan motivasi kepada seluruh atlet untuk meraih prestasi,” ujar Arminsyah. (solopos.com)

Dua Turnamen Bidikan Christopher Rungkat: Asian Games 2018 dan Wimbledon

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA – Christopher Rungkat terus menggeber persiapannya menuju Asian Games 2018. Dia juga tengah menggeber persiapan menuju turnamen tenis grand slam Wimbledon.

Christo menjadi satu dari 12 atlet yang dipersiapkan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) ke Asian Games 18 Agustus-2 September. Petenis berperingkat 96 ATP World Tour di nomor ganda itu menjalani latihan mandiri bersama pelatih pribadinya, Robert Davis. Selama berada di Tanah Air, Christopher menggeber persiapan di lapangan tenis Gedung BNI, Senayan.

Selain menyongsong Asian Games 2018, Christopher, juga tengah mengejar peringkat dunia. Dia juga tengah menyiapkan diri untuk tampil di Wimbledon.

“Bukan hanya Asian Games, tapi untuk jangka pendek akan ada Wimbeldon, jadi satu satu pekan ini persiapan sebelum berangkat ke Eropa dan Asian Games 2 sampai 3 bulan dari sekarang,” kata Christopher, Jumat (31/5/2018).

“Jadi masih ada step menuju ke sana karena target Wimbeldon juga menjadi peran yang cukup besar untuk target jangka pendek saya,” ujarnya kemudian.

“Selain juga menargetkkan rangking dan poin. Pertandingan ini saya jadikan juga sebagai pertandingan pemanasan, uji coba,” dia menegaskan.

Untuk persiapan uji coba ini, Christo memang tak ingin setengah-setengah. Dia rela panas-panasan terkena debu karena bermain di lapangan beralas tanah liat. Menurutnya, ini penting untuk mengasah kemampuan sebelum ke Eropa.

“Sebelum Wimbledon rencananya akan mengikuti turnamen di Eropa. Itu menggunakan lapangan tanah liat, jadi saya mau spesifik di sana, karena kalau di Hotel Sultan lapangan hard court. Kebetulan pelatnas putranya sedang berada di Singapura. Jadi saya persiapan di sini sebelum berangkat ke Eropa,” ujarnya.

“Kami juga banyak waktu untuk fisioterapi untuk memastikan badan yang tak ada cedera, kemudian sorenya lebih memoleskan saja,” dia menambahkan.

Dia juga mengomentari soal targetnya di Asian Games. Menurutnya, dia akan ada peluang ganda campuran dan ganda putra. Di Asian Games, Christo dkk harus bersaing dengan petenis Korea Selatan, India, Jepang, dan Taiwan.

“Sampai sekarang spesialis diganda, pasti saya targetkan di ganda campuran atau ganda putra,” kata Christo menyoal target di Asian Games.(sport.detik.com)

Kata Pelatih soal Peluang Christopher Rungkat di Asian Games 2018

Jakarta – Christopher Rungkat menjadi salah satu andalan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) di Asian Games 2018. Christo dianggap punya peluang merebut medali.

Prediksi itu disampaikan oleh pelatih pribadi Christopher, Robert Davis, saat ditemui usai melatih anak asuhnya tersebut di Gedung BNI, Senayan, Jakarta, Kamis (31/5/2018). Davis berkata demikian karena Christo mampu mengalahkan pemain-pemain Eropa.

“Tentu saja dia punya peluang itu, dengan siapa saja dia bertanding, di benua mana saja, dia selalu menang. Tidak berarti semua yang di Eropa selalu bermain bagus, tapi dia telah (pernah) mengalahkan pemain-pemain bagus Eropa dan bahkan Amerika serta Australia,” kata Davis.

“Hanya saja, (untuk lebih mewujudkan itu) maka (perlu) diberikan kesempatan untuknya bermain 25-30 pekan setiap tahun,” dia menambahkan.

Menurutnya, Christo punya peluang di sektor ganda. Christo sendiri saat ini menempati peringkat 96 ATP di nomor ganda.

“Dia telah berganti pasangan saat ini karena sistem pendaftaran yang harus disesuaikannya, dan sedikit partner yang dia bisa bersama. Jadi dia tidak punya partner yang sama pada setiap turnamen,” katanya.

Davis pun berharap PP Pelti bersama pelatih kepala timnas Asian Games bisa membuat strategi untuk mewujudkan hal tersebut.

“Hal yang menjadi fokus, itu tergantung pada Pelti dan pelatih kepala timnas. Saya hanya pelatih pribadi. Saya kira mereka punya ide, saya kira mereka juga sudah berdiskusi dengan Christo, dan akan ada skenario terbaik,” dia mengharapkan. (sport.detik.com)

Dukungan bagi Atlet Berprestasi untuk Miliki Rumah Sendiri

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA- Atlet Indonesia yang memiliki prestasi akan dimudahkan dalam memiliki rumah sendiri melalui program dari Bank Tabungan Negara (Bank BTN). Program yang dimaksud adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) BTN Khusus Atlet. Terobosan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan mereka terhadap penyelenggaraan Asian Games 2018.

Direktur Utama Bank BTN Maryono mengatakan, para atlet nasional perlu didukung sehingga dapat memiliki rumah layak dengan mudah, murah, dan cepat.
“Mereka para atlet butuh dukungan dan hanya kita yang dapat ikut membesarkan para atlet di dalam negeri,” kata Maryono pada acara buka puasa di Jakarta, Rabu (30/5/2018) kemarin. “Produk ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan para atlet untuk memiliki tempat hunian yang layak sehingga bisa terus mengharumkan nama baik bangsa,” tutur dia.

Ada berbagai manfaat yang dapat diperoleh para atlet nasional dari produk baru tersebut. Salah satu di antaranya suku bunga murah mulai dari 5 persen. Bank BTN juga menawarkan promosi berupa uang muka (down payment/DP) mulai dari 5 persen. Selain itu, melalui Program KPR BTN Khusus Atlet, debitur juga bisa memiliki hunian tanpa biaya administrasi, provisi, dan appraisal. Dengan program tersebut, para atlet juga bisa mengangsur hingga 30 tahun. Adapun produk KPR biasa pada umumnya hanya berjangka waktu paling panjang 20 tahun.

“Itulah salah satu kelebihan yang kami maksud sebagai bentuk dukungan kepada atlet Indonesia, untuk bagaimana mereka kesejahteraannya juga terjamin dari sisi terpenuhinya kebutuhan hunian mereka,” ujar Maryono.

Bank BTN sendiri telah melakukan kerja sama dengan Panitia Pelaksana Asian Games 2019 (Inasgoc) untuk mendukung pesta olahraga Asia ke-18 tersebut. Kerja sama itu ditandai dengan penandatangan perjanjian kerja sama terkait sponsorship Asian Games 2018 antara Bank BTN dan Inasgoc. Sebagai bentuk kepedulian kepada para atlet, Bank BTN juga memberikan bantuan berupa dana pembinaan kepada Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). (kompas.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media