TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . ..REMAJATENIS JAKARTA-76 TGL 21-23 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS MARINIR CILANDAK JAKARTA SELATAN .,,,,..REMAJATENIS BANTUL -VIII TGL 28-30 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS SULTAN AGUNG, BANTUL D.I.Y ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Aldila Sutjiadi Gagal di Final

REMAJA-TENIS.COM, HUA HIN. Petenis nasional Aldila Sutjiadi tampil sebagai runner up pada turnamen Cal-Comp and XYZ Printing ITF Pro Circuit Series 2018 pekan keempat yang berlangsung di kota Hua Hin, Thailand
Aldila Sutjiadi , menjadi runner up turnamen berhadiah total 15.000 dolar AS tersebut setelah di laga final yang berlangsung di lapangan 2 Paradorn True Arena, Hua Hin, Sabtu dan Minggu (7 – 8 Desember 2018) takluk pada petenis tuan rumah, Nudnida Luangnam.

Di partai final yang harus mengalami penundaan akibat hujan yang mengguyur kota Hua Hin, Aldila Sutjiadi yang pada turnamen ini sebagai unggulan ketiga, harus mengakui keunggulan Nudnida Luangnam yang menempati seeded 4 melalui pertarungan rubber set yang berkesudahan dengan skor 6-3, 1-6 dan 6-1.

Hasil yang diraih oleh Aldila Sutjiadi ini sama dengan hasilnya pada pekan sebelumnya. Di turnamen Cal-Comp and XYZ Printing ITF Pro Circuit Series 2018 pekan ketiga, Aldila Sutjiadi juga tampil sebagai runner up menyusul kekalahan yang dialaminya atas lawan yang sama, Nudnida Luangnam. Kala Dila juga takluk setelah bertanding rubber set, 1-6, 6-3 dan 3-6.

Kendati belum berhasil menjadi juara di nomor tunggal, namun Aldila Sutjiadi yang berpasangan dengan sahabatnya, Nadia Ravita, sukses menyabet gelar juara di nomor ganda.

Aldila/Nadia tampil sebagai juara berkat kemenangan yang mereka bukukan atas duet gado-gado, Joanna Garland (China Taipei)/ Mananchaya Sawangkaew (Thailand).

Bertanding di lapangan 2 Paradorn True Arena, Hua Hin, Jumat (7 Desember 2018) sore waktu setempat, Aldila/Nadia melibas pasangan gado-gado itu dalam dua set langsung 6-2 dan 6-4.

Aldila Sutjiadi
Setelah selama dua pekan menuai hasil bagus di Hua Hin, yaitu runner up nomor tunggal dan ganda di pekan ketiga serta runner up nomor tunggal dan juara nomor ganda di pekan keempat, berikutnya Dila rencananya bakal berlaga di Hong Kong dan Singapura.

“Mungkin akhir tahun ke HK 25K 2 minggu, kemudian lanjut Sing 25K juga 2 minggu. Tapi tergantung masuk di acceptance list apa ngga?” tulis Indriatno Sutjiadi, ayah Aldila, dalam pesan singkatnya kepada arayanaNews usai laga final, Minggu (9 Desember 2018).

“Karena pada tahun 2019 ada 2 peringkat yaitu WTA Ranking dan ITF World Ranking (transition from Junior to Pro).” imbuh Indriatno Sutjiadi.

Beatrice Gumulya dan Jessy Rompies Lolos di India

REMAJA-TENIS.COM, PUNE INDIA Petenis putri Beatrice Gumulya dan Jessy Rompies berhasil lolos ke babak perempat final turnamen ITF Womens Circuit bertajuk “NECC-DECCAN $25K ITF WOMENS TOURNAMENT” yang berlangsung di kota Pune, India.

Beatrice Gumulya yang berduet dengan petenis Montenegro, Ana Veselinovic, menggapai babak 8 besar turnamen berhadiah total 25.000 dolar AS tersebut setelah secara menyakinkan berhasil membekuk pasangan unggulan ketiga, Jia-Jing Lu (China)/ Ekaterina Yashina (Rusia), straight set 6-3 dan 6-3.

Sementara Jessy Rompies yang berpasangan dengan petenis Turki, Berfu Cengiz, menjejakkan kaki ke babak kuarterfinal menyusul kemenangan yang mereka bukukan atas pasangan gado-gado, Emerald Able (Amerika Serikat)/Saumya Vig (India). Jessy Rompies/Berfu Cengiz yang pada turnamen ini ditempatkan sebagai unggulan kedua, melibas pasangan wild card tersebut dalam dua set langsung 7-5 dan 6-1.

Di babak perempat final, Beatrice Gumulya/Ana Veselinovic akan ketemu pemenang laga antara Mariam Bolkvadze (Georgia)/ Albina Khabibulina (Uzbekistan) melawan Snehal Mane (India)/ Priyanka Shah (Amerika Serikat).

Sedangkan Jessy Rompies/Berfu Cengiz menanti lawan dari hasil pertandingan antara Jaqueline Adina Cristian (Rumania)/ Valeriya Strakhova (Ukraina) melawan Nika Kukharchuk (Rusia)/ Pei-Chi Lee (China Taipei).

Di nomor tunggal, Beatrice Gumulya , tampil di babak utama nomor tunggal setelah lolos dari babak kualifikasi.

Di babak kualifikasi, adik mantan petenis nasional Sandy Gumulya itu, berhasil membekuk dua unggulan babak kualifikasi yang menghadangnya, yaitu Anna Morgina asal Rusia yang diunggulkan ditempat kesembilan dan petenis dari Slovenia, Pia Cuk yang merupakan unggulan ketujuh.

Beatrice Gumulya mengalahkan Anna Morgina rubber set 3-6, 6-3 dan 6-2, kemudian mendepak Pia Cuk 2-6, 7-5 dan 7-5.

Berikutnya di laga perdana babak utama turnamen yang digelar mulai 10 hingga 16 Desember 2018 itu, Bea akan menghadapi petenis asal Rumania, Jaqueline Adina Cristian.

Aldial Sutjiadi Lolos kebabak Kedua

REMAJA-TENIS.COM, HUA HIN. Petenis andalan Indonesia. Aldila Sutjiadi mulai bergerak aktif kedunia tenis internasional sebagai bentuk pertanggung jawabannya terhadap komitmennya dengan tenis dunia.
Setelah itu Aldila berhasil menyisihkan Liu Y dalam dua set langsung 6-2 6-0

Berpasangan dengan Nadia Ravita , bermain ganda dibabak pertama.

Perjalanan Aldila tidak semudah diperkirakan, karena harus mulai dari babak kualifikasi, berhasil menjejakkan kakinya ke babak utama turnamen Cal-Comp and XYZ Printing ITF Pro Circuit Series 2018 pekan keempat, yang berlangsung di kota Hua Hin, Thailand.
Petenis kelahiran 2 Mei 1995 itu melaju ke babak utama menyusul kemenangan yang ditorehkannya atas petenis Australia, Madison Frahn pada babak final kualifikasi yang berlangsung di lapangan 2 Paradorn True Arena, Hua Hin, Minggu (2 Desember 2018).Aldila menang Madison Frahn, straight set 6-0 dan 6-4.

Musi Banyuasin Memetik Buah Pembinaan

REMAJA-TENISCOM, PALEMBANG Pembinaan yang simbang dengan adanya fasilitas latihan memadai , regenerasi yang berkelanjutan dengan keikutsertaan di turnamen yang rutin, membawa Tenis Musi Banyuasin memiiki pembinaan tenis terbaik di Sumatera Selatan.
Keberadaan atlt tenis Musi Banyuasin diajang turnamen nasional mulai terlihat diakhir tahun 2018. Disaat membela Sumsel diajang POPWIL 2018 di Solo , tim Sumsel berhasil mengalahkan tim DKI Jakarta 2-1 kemudian diajang Kejurnas Piala Tugu Muda 2018 di Ambarawa minggu lalu atlet Muba berhasil lolos ke final tunggal putra 16 tahun dengan mengalahkan beberapa unggulan. Sejarah mencatat untuk pertama kalinya Sumsel menumbangkan DKI Jakarta patut mendapatkan jempol bagi tim Sumsel dengan tulang pungung atlet Muba.

Buah pembinaan tenis Muba terlihat juga diajang Kejurnas RemajaTenis Sumsel XVII di lapangan tenis Pemkot Palembang 23-25 Nopember 2018 , 10 gelar diperebutkan, 6 gelar diambil atlet Muba.

Pelatih Sarwoko yang telah merintis pembinaan tenis di Sekayu, Musi Banyuasin, telah menargetkan keluar sebagai juara umum di Kejurnas SRemajaTenis Sumsel XVII lalu. Diakuinya pembinaan berhasil berkat dukungan Pemda Kabupaten Musi Banyuasin dengan program PPLP.
Menurut Sarwoko, Pengcab Pelti Muba dan pemerintah daerah kabupaten Muba serius mengembangkan cabang tenis.

Pembinaan di Muba sepatutnya merupakan contoh yang baik bagi Pengcab Pelti lainnya khususnya didaerah Sumatera Selatan lainnya. Beberapa tahun silm beberapa daerah di Sumsel sudah memiliki kegiatan pembinaan seperti Lahat, Baturaja, Lubulingau dan Palembang. Tetai saat ini yang menonjol adalah Muba, sedangkan daerah ;ainnya menurun prestasinya. Palembang mulai tergerak pembinaannya dengan atlet atet mudanya

Petenis MUBA Borong gelar Juara di RemajaTenis Sumsel XVII

REMAJA-TENIS.COM, PALEMBANG. Petenis yunior Musi Banyuasin (Muba) berhasil keluar sebagai juara umum pada kejuaraan nasional (kejurnas) RemajaTenis Sumsel XVII yang berlangsung sejak 23 hingga 25 November 2018 di lapangan tenis Pemkot Palembang.
Enam gelar juara diborong oleh petenis Muba yaitu pada nomor Tunggal putra kelompok umur (KU) 10 tahun, tunggal putra KU 12 tahun, tunggal putri KU 12 tahun, tunggal putra KU 16 tahun, khusus nomor tunggal putra dan putri KU 18 tahun semua gelar disapu bersih oleh para petenis yunior Muba. Suatu kebanggaan bagi pelatih asal Muba Sarwoko atas preestasi atletnya yang juga mewakili Sumsel diajang POPWIL 2018 di Solo beberapa minggu lalu.

Sebagai penutup acara disuguhkan babak final tunggal putra 18 tahun yang mempertandingkan antara Jones Pratama (Muba) kontra petenis Baturaja, Irvan Fadli. Partai pamungkas tersebut dimenangkan oleh Jones Pratama, straight set 7-6(2) dan 6-2.

Diawal laga Jones tampil cukup agresive sehingga mampu unggul 4-2. Tetapi Irvan berusaha tetap tampil tenang dan sabar sehingga bisa mengatasi bola-bola tanggung yang dilesakkan oleh Jones. Keuletan Irvan membuahkan hasil dengan membalikkan keadaan jadi 6-5 untuk dirinya.

Namun sayangnya Irvan kurang didukung dengan stamina yang bagus sehingga Jones Pratama mampu kembali memegang kendali pertandingan dan sekaligus menutup set pertama dengan skor 7-6(2).

Pada set kedua, Jones yang sudah diatas angin langsung melesat memimpin perolehan poin hingga 5-0. Akan tetapi Irvan tak tinggal diam dan berusaha untuk bangkit. Irvan sempat mencuri dua set untuk mengejar ketertinggalan. Namun Jones segera bangkit dan menghentikan laju lawannya itu. Petenis Muba itu segera menuntaskan set yang kedua dengan skor 6-2 untuk sekaligus merengkuh gelar juara dan mendapatkan piala, piagam serta hadiah istimewa berupa raket Wilson yang merupakan bantuan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI).

Petenis Muba lainnya, Rizky Mubaraq juga tampil sebagai juara di KU 10 tahun putra setelah dirinya memenangi laga bertajuk all Muba’s final kontra rekan sedaerahnya, Fidel Castro dengan skor 8-1.

Gelar juara KU 10 tahun putri disabet oleh petenis asal Bengkulu, Raden Ayu Deva Kusuma Ningrum yang membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan teratas, Sherena Valencia dari Muba, 8-1.

Muhammad Nabil dari Muba keluar menjadi juara KU 12 tahun putra setelah di laga final menaklukkan petenis tuan rumah, Rei Dafi Putra, 8-1. Sementara gelar juara KU 12 putri direngkuh oleh Naiila Putri Fakhira asal Muba setelah di laga all Muba’s final lainnya, Naiila membukukan kemenangan atas Raisya Fayyaza Azzahra, 8-5.

Kejutan terjadi di KU 14 tahun putra dengan munculnya petenis Lahat, Wong Ara Dewanata sebagai juara. Wong jadi yang terbaik menyusul kemenangan yang dipetiknya pada laga final melawan Rafael Ramadhan asal Lubuklinggau, straight set 7-5 dan 6-4.

Tiara Regita menyelamatkan muka tuan rumah setelah berhasil tampil sebagai juara KU 14 tahun putri. Tiara menjadi juara berkat kemenangan yang diraihnya atas rekannya asal Palembang, Dwi Rahmasari, dalam dua set langsung 6-3 dan 6-0.

Gelar Juara KU 16 tahun putra juga dibawa pulang ke kabupaten Musi Banyuasin setelah Syahrul Ramadhan keluar sebagai juara. Di babak final, Syahrul mengandaskan asa petenis tuan rumah Rido Dwi Julianto, straight set 6-4 dan 6-2.

Finasti Kusuma Dewi melengkapi kedigdayaan kabupaten Musi Banyuasin di kejurnas RemajaTenis Sumsel XVII dengan berhasil menjadi juara di kelompok umur 18 tahun putri. Finasti menyabet gelar juara menyusul kemenangan yang ditorehkannya atas petenis tuan rumah, Kannaya Firla Putri dengan skor telak, 6-1 dan 6-0.

Tampak hadir di final Kejurnas RemajaTenis Sumsel XVII , H.Asnawi yang merupakan Ketua Harian Pengda PELTI Sumatera Selatan, beliau ikut menyemarakkan turnamen ini.

“Kami tetap mendukung kegiatan RemajaTenis. Semoga tenis di Sumsel bisa berkembang.” ujar H.Asnawi kepada Promotor RemajaTenis August Ferry Raturandang.

Disamping itu Pengcab PELTI Kota Palembang yang diwakili oleh Bambang Harsono, dalam acara ini menyampaikan dukungannya pada kegiatan RemajaTenis di Palembang. “Salam dari Ketua Pengcab PELTI Palembang yang sedang berada diluar kota.” kata Bambang Harsono.

Hal yang menarik di kejurnas RemajaTenis Sumsel XVII adalah setiap juara mendapatkan hadiah khusus berupa raket tenis Wilson yang merupakan sumbangan dari PP PELTI.

“Kami kira bercanda ada hadiah raket” ujar salah satu orangtua peserta disela-sela penyerahan hadiah bagi para juara.

Oleh August Fery Raturandang dijanjikan akan kembali ke Palembang ditahun 2019. Memang diakuinya tahun 2018 tersendat pelaksanaannya di Palembang. ” Kerjasama dengan Pengcab Pelti Palembang dan Dispora Kota Palembang akan diteruskan ditahun 2019.” ujar August Ferry Raturandang


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media