TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . ..REMAJATENIS JAKARTA-73 TGL 14-16 SEPTEMBER 2018 DI LAP TENIS MARINIR CILANDAK..........REMAJATENIS BANDUNG TGL 21-23 SEPT DI LAP TENIS CARINGIN BANDUNG.....ASIAN PARA GAMES 2018 ,MULAI 6-13 OKTPOBER 2018......... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Asian Para Games 2018: Inapgoc Gelar Media Gathering Di Solo

REMAJA-TENIS.COM,SOLO: Puluhan wartawan perwakilan media dalam dan luar negeri ambil bagian pada acara Media Gathering Asian Para Games III/2018 di Hotel Best Western Solo, 4-6 September 2019. Panitia Penyelenggara Asian Para Games (Inapgoc) menggelar acara untuk media cetak, online dan elektronik itu untuk mensukseskan pelaksanaan Asian Para Games III di Jakarta, 6-13 Oktober 2018.
“Alangkah indahnya jika euforia Asian Games XVIII bisa dilengkapi dengan euforia Asian Games 2018. Makanya, INAPGOC butuh dukungan rekan-rekan media untuk mensukseskannya,” kata Direktur Media Public and Relation (PR) INAPGOC, M Farhan kepada 60 wartawan peserta Media Gathering di Hotel Best Western Solo, Selasa (4/9/2018).

Tidak seperti Asian Games yang pelaksanaannya untuk yang kedua kalinya di Indonesia, Asian Para Games merupakan yang pertama kali. Makanya, peran media sangat penting dalam rangka mensosialisasikan pelaksanaan Asian Para Games 2018.

“Melalui pemberitaan media kami ingin masyarakat datang dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Asian Para Games 2018. Sebab, ini merupakan sejarah pertama kalinya Indonesia sebagai tuan rumah Asian Para Games,” kata Farhan.

Selain mensukseskan pelaksanaan, kata Farhan, pemberitaan media juga diharapkan dapat memicu semangat atlet para games Indonesia meraih prestasi puncak sekaligus mengikuti kesuksesan Kontingen Indonesia yang secara mengejutkan menembus peringkat 4 pada Asian Games 2018.

“Marilah kita dukung atlet para games Indonesia untuk mengibarkan Merah Putih sebanyak-banyaknya. Mereka adalah pahlawan olahraga yang berjuang mengangkat nama bangsa dan negara di forum Asia. Dan, kita berharap mereka bisa mengikuti kesuksesan yang diraih atlet Indonesia pada Asian Games 2018,” tambahnya,” ujarnya.

“Saya yakin dengan dukungan media dan masyarakat bisa terukir sejarah manis saat menjadi tuan rumah pertama kali Asian Para Games 2018. Baik itu untuk pelaksanaan maupun prestasi Kontingen Asian Para Games Indonesia,” ucapnya.

Media Gathering Asian Para Games III yang digelar hingga 6 September 2018 menjelaskan secara rinci mengenai persiapan penyelenggaraan pertandingan dan acara tourch relay yang akan digelar di sembilan kota. (suarakarya.id)

Inapgoc Bicara soal Konsep Upacara Pembukaan Asian Para Games 2018

REMAJA-TENIS.COM,SOLO. – Asian Games 2018 berhasil memukau seluruh Asia dengan upacara pembukaan dan penutupan yang luar biasa. Asian Para Games 2018 yang digelar di Jakarta pada 6-13 Oktober 2018 pun akan melaksanakan upacara pembukaan dan penutupan.

Bagaimana konsep dua seremoni itu?

“Untuk upacara pembukaan dan penutupan, konsep kami berbeda,” ucap Presiden Inapgoc, Raja Sapta Oktohari, pada Media Gathering Asian Para Games 2018 di Solo, Selasa (4/9/2018).

“Asian Games 2018 mengusung konsep nasional pada pembukaan, sedangkan Asian Para Games 2018 akan mengangkat konsep internasional. Dalam penutupan, Asian Games menjadikan seremoni itu dalam bentuk konser, Asian Para Games akan membawa konsep pagelaran,” kata Raja.

Kemanusiaan akan menjadi hal utama yang ditunjukkan dalam kedua upacara itu. “Yang pasti, tak akan kalah seru dari Asian Games 2018,” ucap Raja Sapta Oktohari lagi. Dalam pelaksanaan Asian Para Games 2018, Indonesia memang tak sekadar ingin meraih prestasi. Indonesia ingin menunjukkan bahwa negara ini juga ramah untuk para penyandang disabilitas. (kompas.com)

Penyandang Disabilitas Bisa Nonton Asian Para Games secara Gratis

REMAJA-TENIS.COM,SOLO.- Penyandang disabilitas yang ingin menyaksikan secara langsung pertandingan Asian Para Games 2018 di Jakarta pada 6-13 Oktober mendatang tidak akan dikenakan biaya alias gratis bayar tiket masuk. Hal ini merupakan terobosan terbaru dari Inapgoc selaku panitia penyelenggara Asian Para Games 2018 seperti yang disampaikan Ketua Inapgoc, Raja Sapta Oktohari, di sela Media Gathering Asian Paragames 2018 di Solo, Jawa Tengah, Selasa (4/9/2018).

“Kami ada kebijakan khusus untuk menggratiskan penyandang disabilitas,” ujar Okto. Okto mengakui Asian Games 2018 memberikannya banyak pelajaran dalam mengelola masalah tiket Asian Para Games nanti. Ia tidak ingin permasalahan yang terjadi dalam Asian Games mengenai penjualan tiket hingga distribusinya terjadi juga di pelaksanaan kejuaraan empat tahunan khusus untuk atlet difabel itu.

“Kami juga akan membatasi pembelian tiket untuk menghindari calo. Yang jelas kami akan memamfaatkan euforia Asian Games 2018 lalu,” kata pria yang juga Ketua Umum PB ISSI itu. Nantinya, tiket Asian Para Games akan dibagi dalam empat kategori, yaitu untuk pembukaan dan penutupan, masuk kawasan Gelora Bung Karno (GBK), masuk lokasi pertandingan dan tiket untuk melihat pertandingan final semua cabang olahraga yang dipertandingkan pada Asian Para Games ketiga ini.

Okto berharap Asian Para Games bisa sesukses Asian Games baik dari segi pelaksanaan, prestasi yang nanti akan dicapai, hingga dukungan yang diberikan masyarakat Indonesia kepada para atlet.

“Kami ingin Asian Para Games sukses prestasi, administrasi, dan legacy,” kata pria yang juga seorang promotor tinju profesional itu. Saat ini, Inapgoc sedang merampungkan persiapan venue pertandingan yang akan disesuaikan dengan kebutuhan atlet. “Untuk lokasi pertandingan menembak di Senayan, renovasi akan dilakukan pekan depan. Kami akan melakukan penyesuaian sesuai dengan masukan technical delegate,” ujar Direktur Sport Inapgoc Fanny Riawan. Asian Para Games 2018 akan diikuti sebanyak 2.888 atlet dari 42 negara. Sebanyak 568 medali emas akan diperebutkan dan ada 18 cabang olahraga dipertandingkan.(kompas.com)

Pengambilan Api Abadi Mrapen Awali Kirab Obor Asian Para Games 2018

REMAJA-TENIS.COM,GROBOGAN. – Rangkaian perhelatan Asian Para Games 2018 resmi dimulai dengan pengambilan api obor di sumber api abadi Mrapen, Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Rabu (5/9/2018).
Pengambilan api abadi dilakukan Panitia Penyelenggara Asian Para Games 2018 atau INAPGOC.

Perwakilan Keraton Solo, Kanjeng Mas Ayu Arum berkesempatan menyulutkan kayu ke sumber api abadi Mrapen. Nyala api di kayu itu lantas disalurkan ke tinderbox yang telah disediakan. Kanjeng Mas Ayu Arum selanjutnya menyerahkan tinderbox kepada Bupati Grobogan, Sri Sumarni. Sri Sumarni kemudian memberikan tinderbox itu kepada Sekjen INAPGOC, Bayu Rahardian. Api abadi Mrapen yang menyala di dalam tinderbox itu selanjutnya diboyong ke Solo oleh Bayu Rahardian dengan menumpang kendaraan roda empat diikuti rombongan INAPGOC.

Meski ada sumber api abadi di daerah lain, obyek wisata Api Abadi Mrapen dipilih sebagai lokasi pengambilan api obor Asian Para Games 2018 karena menyimpan nilai historis tinggi. Api abadi Mrapen menjadi langganan pengambilan api obor beberapa agenda nasional dan internasional sejak era Presiden Soekarno hingga saat ini. Api abadi Mrapen kali pertama diambil untuk upacara pembukaan Pesta Olahraga Negara-Negara Berkembang atau Games of the New Emerging Forces (Ganefo) I pada 1 November 1963. Obor PON juga mengambil api abadi Mrapen sejak perhelatan PON XVI pada 23 Agustus 1996.

“Mengapa Api diambil di Mrapen? Tentunya ini adalah kesetaraan dengan kegiatan Asian Games 2018 yang juga mengambil api di Mrapen. Api abadi Mrapen adalah contoh semangat yang tak pernah padam. Jadi mulai hari ini adalah tahap akhir persiapan. Asian Para Games 2018 sudah dimulai pawai obor,” kata Sekjen INAPGOC, Bayu Rahardian. Setelah diarak di Solo, obor Asian Para Games 2018 akan dibawa ke Ternate. Dari Ternate, obor akan dibawa ke Makassar, Bali, Pontianak, Medan, Pangkal Pinang, dan terakhir Jakarta. Asian Para Games 2018 Jakarta akan mempertemukan 42 negara Asia anggota Asian Paralympic Committee pada 18 cabang olahraga.(kompas.com)

Tak Hanya Hadiah, Kemenpora Juga Beri Hukuman untuk Cabor Asian Games

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA. – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) bakal memberikan reward and punishment kepada cabang olahraga (cabor) yang berlaga di Asian Games 2018. Penghargaan maupun hukuman disesuaikan dengan hasil yang dicapai masing-masing cabor dalam memenuhi target di Asian Games 2018.

Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto, mengatakan Kemenpora masih menyusun aturan mengenai reward and punishment tersebut. “Penghargaan dan hukuman untuk cabang olahraga yang berhasil atau tidak berhasil mencapai target pasti ada. Sekarang masih kami godok aturannya,” ucap Gatot saat ditemui di Jakarta, Selasa (4/9/2018).

Gatot menyampaikan penghargaan dan hukuman ini diberikan supaya setiap cabor dapat menanamkan sikap kejujuran sekaligus meningkatkan daya juang memenuhi target yang telah ditentukan. “Intinya, kami ingin mengajarkan setiap cabang olahraga untuk jujur. Target harus dibuat sesuai dengan kemampuan. Kalau tidak ada reward and punishment, pengurus akan enak saja, padahal sudah ditargetkan sekian emas, nyatanya tidak terpenuhi,” ujar Gatot.

Beberapa cabor yang tidak dapat memenuhi target di Asian Games 2018 diantaranya bridge dan kano. Bridge yang ditargetkan memperoleh dua medali emas hanya mampu mendapatkan empat perunggu.

Sementara itu, kano yang menargetkan satu medali emas hanya berhasil meraih tiga perak dan dua perunggu. Lain halnya dengan cabor atletik yang mengubah target dari satu medali emas menjadi tanpa emas setelah menakar kemampuan atlet. “Awalnya, atletik menargetkan satu medali emas. Tapi kemudian mereka (pengurus PASI) mengubah targetnya menjadi zero emas. Ternyata benar dan hasilnya adalah dua perak dan satu perunggu,” ucap Gatot.(kompas.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media