TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ..DAVIS CUP INDONESIA VS SRI LANKA 5-0........KEJURNAS AFR REMAJATENIS JAKARTA -56 TGL 5-7 AGUSTUS 2016 DI CILANDAK JAKARTA...........KEJURNAS AFR REMAJATENIS SULSEL-7 TGL 5-7 AGUSTUS 2016 DI MAKASSAR ...JUARA KEJURNAS REMAJATENIS JAKARTA-54 ADALAH RAINER SCHESTAK (KU 10 PA ASAL DKI), CYCLOVA ZULEYKA HUKMASABIYYA (KU 10 PI ASAL SERANG), M.NUR AL FACHRY (KU 12 PA ASAL CIANJUR),NURHADANAH S RINWAR (KU 12 PI ASAL MAKASSAR), CLAUDIO RENARDI LUMANAUW ((KU 14 PA ASAL DKI) , NAILAH SAFINA (KU 14 PI ASAL MAKASAR), AZMI JANUARSYAH (KU 16 PA ASAL JAMBI ),, ANA KAWENGIAN (KU 16 PI ASAL MANADO). ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0813 1031 1045..................... KEJURNAS TENIS REMAJA PELTI CILEGON TGL 19-21 AGUSTUS 2016 DI CILEGON, BANTEN MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Mutasi Atlet Bermanfaatkah ?


REMAJA-TENIS.COM, Pekan Olahraga Nasional XIX th 2016 sudah dekat yaitu tepatnya tanggal 17 September 2016 dilakukan Pembukaan di Bandung. Entry by Name sudah lewat yaitu 19 Juli 2016. Daftar nama peserta yang ikuti Pekan Olahraga Nasional XIX cabang olahraga tenis telah dterbitkan oleh KONI Pusat. Sehingga setiap Provinsi yang masuk babak utama yaitu 12 Provinsi baik putra dan Putri terdiri dari maksimum 4 pemain karena ada kuota dari KONI untuk cabor tenis maksimum 96 atlet.

Sebelumnya Nopember 2015 telah dilakukan babak kualifikasi PON di Tarakan Kalimantan Utara. Perpindahan atletpun sudah mulai terlihat disaat Kualifikasi PON. Ada daerah yang berhasil lolos ke PON 2016 dengan menggunakan atlet “baru” pindah, tetapi ada juga daerah walaupun sudah menggunakan atlet pindahan tetapi gagal lolos ke PON, ya itu nasib jeleknya saja.

Perpindahan petenis antar Provinsi jelas kurang bermanfaat selama dikaitkan dengan multi event seperti Pekan Olahraga Nasional maupun Pekan Olahraga Daerah atau {provinsi).

Perpindahan atlet jelas bermanfaat bagi si atlet sendiri bukan bagi daerah domisili barunya, karena perpindahan ini bertujuan mencari dana pembinaan bagi si atlet tersebut jika murni tujuan awalnya. Tetapi yang jadi masalah saat ini keterlibatan mutasi atlet ini justru banyak dimanfatkan oleh “calo calo” yang termotivasi mendapatkan keuntungan semata.

Namun , penting dipahami, mobilitas atlet bukan dikendalikan oleh regulator atau induk organisasi, yang sebenarnya sudah memiliki Kartu Tanda Anggota Pelti. Tetapi sejak 2013 tidak diberlakukan secara informal. Ketentuan Turnamen Diakui Pelti jelas mencantumkan ada ketentuan peserta adalah Kartu Tanda Anggota Pelti (yang saat itu sudah mencapai sekitar 5.000 anggota). PON sebelumnya sudah dimasukan ketentuan peserta PON adalah KTP dan KTA Pelti, tetapi kali ini hanya dicantumkan KTP saja.

Dampaknya sekarang makin semrawutnya atlet tenis pindah tidak melalui mekanisme organisasi olahraga. Indikasi muncul keterlibatan Pelti Pusat karena sudah membentuk tim keabsahan atlet yang tidak diketahui oleh Pengda Pengda Pelti. Muncul indikasi lebih jahat lagi ada permainan “oknum” dari tim keabsahan tersebut seperti yang disampaikan berbagai info dari masyarakat tenis.

Yang jadi pertanyan saat ini adalah, kenapa sampai terjadi perpindahan atlet begitu makin semarak dibandingkan sebelumnya. Awalnya setiap tuan rumah selalu melakukan hal hal seperti ini. Mendahulukan prestise daripada prestasi. Bedanya kali ini justru provinsi Jawa Timur secara demonstrasi membeli atlet dari luar daerahnya sedangkan stok atletnya sendiri cukup banyak. Pengda Pelti Jatim telah memiliki Pelatda sewaktu persiapan PON 2012, tetapi kali ini seperti sudah tidak berfungsi, padahal dana yang dikeluarkan cukup besar pembinaan melalui Pelatda tersebut.

Kali ini untuk PON Jabar 2016, jumlah provinsi yang membeli atlet dari luar provinsinya dua kali lipat dibandingkan PON 2012.
Kenapa bisa demikian? Jawabannya, akibat tidak ada program pembinaan yang jelas didaerah daerah tersebut kecuali Jawa Timur. Baru kali ini terjadi atlet DKI Jakarta dibajak oleh Jawa Timur.

Kondisi seperti ini jika dibiarkan maka olahraga khususnya tenis di Indonesia sulit berkembang . Harus diakui jika pembinaan atlet tenis butuh modal besar yang harus dilakukan oleh para orangtua atletnya. Bagi yang mempunyai modal besar bukanlah suatu masalah, tetapi bagi yang kurang mampu maka mutasi atlet ini bisa dimanfaatkan yang seharusnya untuk pembinaan atletnya. Tapia apa lacur, justru dana yang didapat digunakan untuk kepentingan pribadi baik orangtua maupun pelatih ataupun “ calo calo” nya.
Maka berbagai cara dilakukan sehingga ada kecendrungan terjadi “ manipulasi” untuk mensukseskan tujuan prestise tersebut.

Dana yang didapat dari hasil mutasi ini sebenarnya cukup jika digunakan untuk beaya try out atlet ikuti turnamen internasional diluar negeri. Karena beaya pembinaan yang mahal adalah beaya try outnya. Tetapi ternyata kenyataan terbalik. Ikut try out hanya bisa dihitung jari disalah satu tangan saja, hanya formalitas saja.

Coba kita flashback ke PON sebelumnya yaitu PON XVI 2004 Sumsel, PON XVII 2008 Kaltim , PON XVIII 2012 Riau. Ketiga tuan rumah menggunakan atlet mutasi. Apakah saat ini ketiga provinsi tersebut mempunyai atlet yang mencuat kedalam pertenisan nasional apalagi internasional? Apalagi atlet binaan sendiri sepertinya kurang bergairah . Jadi apa gunanya PON kalau cuma menghasilkan sarana sarana besar alias stadion stadion yang lebih banyak menjadi museum belaka. Betapa pedihnya Tenis Indonesia. Jadi jangan kaget kalua ada yang bertanya siapa petenis lapis kedua Indonesia setelah Christopher Rungkat cs? Dan sulit untuk dijawab. (penulis August Ferry Raturandang,pengamat tenis)

Samantha Gagal ke Semifinal di Singapore


REMAJA-TENIS.COM, SINGAPORE. Petenis potensial asal Bandung Samantha C Nanere terhenti langkahnya dikuarterfinal oleh andalan tuan rumah Charmaine Shi Yi Sean dalam 2 set 4-6 5-7. Sebelumnya Samantha berhasil lolos kebabak ketiga setelah kalahkan petenis India J Pateh 6-3 6-2.
Petenis tuan rumah Charmaine Shi Yi Sean berhasil lolos ke semfinal dan tidak ada satupun petenis muda Indonesia yang berlaga disemifinal turnamen internasional yunior ITF Gr 5 dikota Singapore. Demikian pula ditunggal putra, hanya tersisa Odeda Muhamad Araza yang berhasil lolos kebabak ketiga tetapi ternyata Odeda terhenti dan gagal lolos kekuarterfinal oleh petenis asal Nepal Samrahjhak Bajracharya 3-6 2-6.

10 petenis muda Indonesia telah lakukan try out ikuti ajang internasional di Singapore , tetapi hanya 2 petenis yang lolos kebabak ketiga dan hanya 1 yang sampai ke kuarterfinal .

Menanggapi prestasi petenis yunior ini, August Ferry Raturandang selaku pengamat tenis kemukakan perlu ditingkatkannya kualitas pelatih pelatih di Indonesia. ” Kualitas pelatih Indonesia perlu mendapatkan perhatian. Dihimbau agar Pelti lakukan penataran penataran pelatih lebih banyak sehingga bisa memajukan petenis yunior kita. ” ujar August Ferry Raturandang kepada Remaja-Tenis.com. Hal ini diakui pula oleh mantan pelatih nasional Deddy Prasetyo.

Ada indikasi pelatih Indonesia orientasinya sudah berubah, seharusnya menciptakan petenis handal lebih diutamakan. Ironisnya saat ini tercatat kurang lebih 12 pelatih dengan bersertifikat ITF Level-2 tetapi ada beberapa justru tidak memiliki atlet asuhan. Hal yang sama tercatat sekitar ratusan pelatih bersertifikat ITF Level-1 yang tersbar diseluruh Indonesia. (Foto Samantha Nanere)

Odeda M Arazza dan Samantha Nanere Lolos Ke Babak Ketiga


REMAJA-TENIS.COM, SINGAPORE. Hanya 2 petenis Indonesia yang berhasil lolos kebabak ketiga turnamen internasional yunior Singapore ITF Gr 5 di Singapore. Kedua petenis Indonesia yaitu petenis putra Odeda Muhamad Arazza dan putri Samantha Nanere. Dibabak kedua 5 petenis yunior Indonesia yang berlaga yaitu Odeda M Arazza dan Daniel Gunawan untuk putra sedangkan untuk putri Samantha Nanere , Nadhila Safira dan Jeovanne C Pernomo.

Odeda M Araza berjuang sejak babak kualifikasi dan berhasil menembus babak ketiga setelah melalui perjuangan cukup ketat dan dibabak kedua menumbangkan ungulan 13 asal Malaysia Sean Patrick Hanity 7-5 6-4. Sedangkan rekannya Daniel Gunawan gagal mengalahkan unggulan 10 asal Malaysia Darrshan Suresh 6-2 4-6 4-6.

Putri asal Bandung Samantha Nanere berhasil lolos setelah kalahkan petenis tuan rumah Tammy Tan 6-1 6-2. Rekannya Nadhila Safira tertahan langkahnya dari ungulan 6 asal Hongkong Justine Leong 4-6 2-6, Begitu pula Jeovanny C Poernomo tertahan dari petenis Aaria Chakraborthy 2-6 2-6.

Dibabak ketiga Odea M Arazza menantang unggulan 2 asal Singapore Shaheed Alam untuk masuk kebabak kuarterfinal. Sedangkan Samantha Nanere ditantang oleh petenis India Jamvi Patel. (Foto Odeda MA)

” Saya Ingin Membangun Tim Yang Tangguh, Jadi Menerapkan Latihan Berat”


REMAJA-TENIS.COM, SOLO. “Saya ingin membangun tim yang tangguh, jadi menerapkan latihan berat. Setiap pemain kondisinya berbeda, peningkatan fisik yang dibutuhkan juga berbeda. Saya meningkatkan kondisi fisik Christo [Christopher], David, Sunu, secara masing-masing karena tiap orang berbeda,” jelas Kapten Tim Indonesia, Andrian Raturandang, dalam jumpa pers seusai mengalahkan Sri Lanka di Manahan, Minggu (17/7/2016).

Sejauh ini, hanya Christopher dan David yang telah tercatat memiliki peringkat dunia. Christopher menduduki peringkat ke-605 dunia untuk nomor single dan 370 untuk nomor ganda. Sementara itu, David menempati peringkat 923 dunia di nomor single.

“Saya memotivasi Christo untuk kembali track record kemenangan, kalau ditingkatkan lagi dia bisa tembus peringkat 100 besar. Kalau David harus program khusus untuk diet supaya performa dia lebih bagus ke depannya,” ujar Andrian.

Menurut Andrian, David sebenarnya tidak mengalami kelebihan berat badan. Hanya, dia harus menjaga asupan nustrisi ke tubuhnya untuk mendapatkan stamina yang lebih bagus saat bertanding.

“Sebenarnya bukan soal fisik, tapi nutrisi yang dia konsumsi selama hidup yang harus dibenahi. David harus menjaga asupan makanan,” imbuh mantan petenis Indonesia itu.

Dengan tim yang dia miliki saat ini, Andrian optimistis Indonesia mampu meraih hasil lebih bagus di Davis Cup tahun depan. Kendati demikian, dia tidak menutup pintu bagi petenis-petenis muda lainnya untuk bergabung bersama tim sebagai langkah regenerasi. “Secara pribadi saya senang dengan tim ini, tapi tidak menutup kemungkinan untuk pemain lain bergabung di turnamen-turnamen selanjutnya,” kata dia.

Indonesia telah 10 kali bermain di Grup II zona Asia/Oceania dalam 11 tahun terakhir. Indonesia pernah berhasil tampil di Grup Dunia Davis Cup pada 1983 dan 1989, serta di play off Grup Dunia pada 1994. Di Davis Cup tahun depan, Indonesia bakal kembali bersaing di Grup II zona Asia/Oceania bersama Kuwait, Vietnam, Filipina, serta tim yang gagal meraih promosi ke Grup I antara Thailand atau Taiwan.(solopos.com)

Amin Syam Sayangkan Hanya 9 Daerah di Sulsel Ikut Kejuaraan Tenis Yunior


REMAJA-TENIS.COM, MAKASSAR — Gubernur Sulsel Periode 2003-2008, Mayjen (Purn) Amin Syam (71), menyatakan, Pemprov Sulsel harusnya memberikan penghargaan kepada para pembina olahraga yang berprestasi.

Menurut Bupati Enrekang Periode 1988-1993 tersebut sudah waktunya pembina olahraga Sulsel yang berprestasi mendapat tanda jasa seperti yang didapat para budayawan Sulsel.

“Nanti kami dari Peltha menyurat ke Koni, Koni yang menyuruat ke provinsi. Kenapa ada tanda jasa untuk budayawan? Kenapa tidak ada untuk pembina olahraga di Sulsel? Kalau pusat tentu ada,” kata Amin Syam dalam sambutannya saat membuka kejuaraan nasional tenis yunior Piala Peltha ke-XXI 2016, Minggu (17/7/2016).

Piala Peltha ke XXII digelar di Lapangan Tenis Peltha, Karebosi, Jl Kajaolalido, Kota Makassar. Kegiatan itu dilaksanakan dari tanggal 17-23 Juli nanti dan dari Sulsel sendiri diikuti sembilan Kabupaten kota.

“Saya juga heran saat ini, kenapa semakin tinggi persaingan, animo putra-putri kita (Sulsel) semakin menurun, dari 24 kabupaten kota di Sulsel hanya sembilan kabupaten kota yang mengikutkan atletnya,” kata Amin Syam.(tribunnews.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media