TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ... ...SELAMAT TAHUN BARU 1 JANUARI 2018...... .....REMAJATENIS BANTUL TGL 9-11 FEBRUARI 208 DI BANTUL, D.I.Y,................REMAJATENIS JAKARTA-69 TGL 16-18 FEBRUARI 2018 2018...........REMAJATENIS SULSEL TGL 23-25 FEBRUARI 2018........ ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Tim Davis Cup Indonesia Berbagi Angka Sama 1-1 Dengan Filipina

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Tim tenis Indonesia berbagi angka sama 1-1 dengan Filipina pada hari pertama Piala Davis Zona Asia-Oceania Grup II yang dimainkan di Lapangan Tenis Terbuka Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Sabtu (3/2)

Tim Indonesia yang dipimpin kapten tak bermain Feby Widhyanto itu ketinggalan 0-1 setelah AlthafDhaiffullah yang turun di partai pertama menyerah mudah 2-6, 3-6 atas petenis nomor satu Filipina, Alberto Lim.

Beruntung penampilan prma David Agung di partai kedua mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1. David menekuk petenis nomor dua Filipina, Mendoza.

Pada Ahad (4.2) besok, Indonesia akan menjalani laga penentuan di satu nomor ganda dan dua nomor tunggal. Ke tiga laga tersebut terdiri dari:

– Justin Barki/David Agung Susanto (Indonesia) vs Francis Casey Alcantara/Jurence Zosimo Mendoza (Filipina)
– David Agung Susanto (Indonesia) vs Alberto Lim (Filipina)
– Althaf Dhailfullah (Indonesia) vs Jeson Petrombon (Filipina).

Menanggapi tiga laga tersebut, manajer tim Davis Indonesia Didiek Edhie mengaku bahwa mereka optimistis untuk dapat menghadapi tim Filipina dalam laga esok. “Kalau dilihat dari pemain, kami tetap optimistis lah untuk bisa mengatasi Filipina,” ujarnya saat ditemui seusai pertandingan.

Meski begitu, Didiek tidak memungkiri bahwa timnya telah tertinggal dari sisi kesiapan menjelang ajang Davis Cup. Karenanya, kata Didiek, hal tersebut telah menyebabkan tim Davis Indonesia sempat kalah di laga awal kala petenis Indonesia, Althaf Dhaifullah harus rela ditekuk oleh petenis Filipina, Alberto Lim.

“Mereka memiliki waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan diri di Davis Cup. Sedangkan waktu kami hanya satu bulan untuk mempersiapkan ini,” ujar Didiek. “Tapi secara keseluruhan kami tetap optimistis untuk menghadapi tim Filipina di Davis Cup.”

Adapun kapten tim Piala Davis Indonesia Febi Widhiyanto mengatakan, di dua laga hari pertama ini, para petenis Indonesia memang mengalami sejumlah tekanan karena harus bermain di hadapan pendukungnya sendiri. Namun untuk laga esok, dirinya meyakini para pemainnya akan lebih bisa beradaptasi dengan atmosfer tersebut.

“Mungkin di hari ke dua besok kami sudah bisa paham dengan atmosfernya. Main di tempat sendiri dengan dukungan penonton yang seperti ini,” ujar Febi. “Saya rasa, di hari ke dua anak-anak akan lebih rileks.( tribunolahraga.com)

Stadion Tenis Gelora Bung Karno Diresmikan oleh Presiden Joko Widodo setelah direnovasi

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA – Presiden Joko Widodo meresmikan stadion tenis Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada Sabtu (3/2/2018).

Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadi Mulyono, melaporkan fasilitas lapangan tenis ini baru, mulai dari tempat duduk, lighting, sound system, CCTV, hingga AC, yang merupakan salah satu program persiapan Asian Games 2018 dengan merenovasi stadion tenis GBK yang telah berdiri sejak Asian Games 1962

“Tempat duduknya juga berubah. Itu kan ada tempat duduknya karena ini heritage, juga ada tempat duduk yang masih lama jadi single tempat duduk. Kalau di Indoor semua casingnya berubah dari tahun 1993,” ujar Basuki di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (3/2/2018).

Sehingga ujar Basuki, fasiltas bangku penonton yang berubah itu dapat menampung lebih dari 3.900 penonton.

“Makanya jadi 3.900 bangku ( lapangan outdoor), di sini 3.800 (indoor). Lighting juga berubah, sound system berubah. CCTV AC juga berubah,” jelas Basuki.

Tepat hari ini pula, lapangan yang menghabiskan anggaran hingga 92,8M ini, menggelar pertandingan perdana Davis Cup a by BNP Paribas ntara Indonesia vs Fillipina. Renovasi lapangan Tenis ini dilakukan sejak September 2016 dan selesai pada Desember 2017 lalu.

Peresmian stadion tenis GBK dilakukan distadion outdor disaksikan utusan Pengda Pelti yang sedang melakukan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2018 di hotel Sultan Jakarta, dan juga petenis tuan rumah beserta tim Filipina yang kemudian akan dilanjutkan dengan oertandingan ditempat yang sama. Mantan petenis Indonesia yang telah membawa nama harum Indonesia ikut hadir, seperti Yayuk Basuki, Lita Soegiarto, Lanny Lumanauw Kaligis, Angelique Widjaja, Wyne Prakusya, Yustejo Tarik, Atet Wiyono.

Diselingi dengan acara penyerahan raket oleh Yayuk Basuki kepada Presiden Joko Wododo dan dibalas juga penyerahan sepeda oleh Presiden Joko Widodo kepada Yayuk Basuki dan Yustedjo Tarik.

Cedera Atlet Yang Masih Sering Diremehkan

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA, Kompas.com – Penanganan cedera yang dialami seorang atlet bila ditangani dengan keliru akan berakibat fatal dan bahkan mengakhiri karir si atlet selamanya.

Hal ini diungkap oleh dr Bobby Nelwan SpOT dari tim dokter Royal Sports Medicine Center, Jakarta dalam percakapan dengan jurnalis olahraga di Jakarta, Selasa (30/01/2018). “Seringkali cedera otot yang dialami seorang atlet profesional akan berakibat fatal pada pemulihan dirinya karena ditangani seperti cedera pada orang awam,” kata Dr Nelwan.

Ia menunjuk pada perbedaan cara pembedahan apabila terjadi cedera otot pada seorang atlet. “Dengan cara pembedahan pada seorang awam yang dilakukan pada seorang atlet, justru berisiko merusak jaringan otot yang dibutuhkan seorang atlet untuk tampil maksimal,” katanya.

Ia mengakui pemulihan cedera atlet memang biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama. “Yang kita lakukan adalah membenarkan kerusakan yang terjadi pada cedera dan kemudian mendampingi si atlet agar ia secara perlahan-lahan timbul keyakinan dan kepercayaan diri secara fsik dan mental akan mampu tampil maksimal seperti sebelum cedera.”

Ia menunjuk pada cedera yang dialami penjaga gawang timnas U-19, Mohammad Riyandi. Ia mengalmai cedera ACL tear dan juga tear meniscus yang dideritanya saat mengikuti Piala AFF U-18 pada 2017 lalu. “Saya katakan kepada keluarga untuk bersabar, karena pemulihannya memakan waktu, tetapi apabila ia mengikuti prosesnya termasuk menjalani terapi, ia akan mampu pulih dan bermain seperti sebelum cedera,” kata dr Nelwan.

Dr Nelwan memperkirakan pemulihan Riyandi akan memakan waktu hingga 9 bulan. “Bulan keenam, ia baru pegang bola dan melakukan adaptasi lapangan selama 3 bulan. Bahkan nanti bila sudah mulai diijinkan turun, pada pertandingan pertama saya sarankan pelatih dia hanya boleh turun selama lima menit,” lanjutnya.

“Untungnya anaknya tertib mengikuti tahapan penyembuhan. Ia bahkan memilih mencari kos di dekat rumah sakit Royal Progress agar dapat memudahkan mengikuti proses penyembuhan,” lanjutnya.

Dengan persaingan pemain profesional yang sangat tinggi, cedera akan sangat berpengaruh. “Ini terjadi pada kasus pemain Brasil, Ricardo Kaka. Saat masih berada di persaingan papan atas, ia mengalami cedera. Meski kemudian pulih dan tidak kehilangan skill-nya, cedera ini langsung membuat Kaka sulit mengimbangi pemain-pemain yang masih bugar.”

Pihak Royal Sports Medicine Center memang bertekad untuk menjadi satu pusat kesehatan atlet tingkat lokal mau pun nasional. “Saat ini kami bekerjasama dengan PSSI untuk menangani timnas serta Indonesian Basketball League (IBL),” kata Aditya dari manajemen RS Royal Progress. “Bahkan kemarin para pemain asing yang bermain di IBL melakukan medical check up di tempat kami.”

Sementara untuk timnas sepakbola Indonesia, pihak RSMC ikut dalam uji coba yang dilakukan timnas saat menghadapi timnas Islandia di Gelora Bung Karno Senayan, Minggu (14/1/2018) lalu. “Ketika itu kami menurunkan satu tim yang terdiri dari 25 orang, termasuk tim dokter sampai tim pembawa tandu,” kata dr Nelwan.

Untuk mengantisipasi tingginya tingkat cedera pada para atket, RSMC berusaha menambah jajaran tenaga medis dengan bregabungnya DR. dr Rika Haryono SpKO. Bergabung sejak Desember 2017 lalu, dokter lulusan kedokteran olahraga Universitas Indonesia ini langsung turun bersama tim saat pertandingan uji coba timnas Indonesia melawan Islandia, Minggu (14/1/2018) lalu.(kompas.co)

Indonesia dan Filipina Yakin Menangi Laga

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA - Baik tuan rumah maupun tim tamu sama-sama optimistis mampu memenangi laga babak pertama Piala Davis Grup II Zona Asia/Oseania di Stadion Tenis Gelora Bung Karno, Jakarta, 3-4 Februari.

“Kami optimistis, petenis-petenis muda yang ada di tim Indonesia ini akan memberikan penampilan terbaik mereka ketika menghadapi Filipina,” tutur non-playing captain Merah Putih, Febi Widhiyanto dalam Pre-Drawing Press Conference di tempat pertandingan, Kamis (1/2/2018).

Tim Indonesia memang dihuni mayoritas petenis muda berusia di bawah 20 tahun, yakni Anthony Susanto (20), Rifqi Fitriadi (19) serta Justin Barki dan Althaf Dhaifullah (17).

David Agung Susanto yang berusia 26 tahun menjadi petenis paling senior pada skuad yang dipilih melalui Seleksi Nasional sebulan silam.

“Ini waktunya petenis muda unjuk gigi. Hanya David dan Anthony yang telah memiliki jam terbang bermain di ajang Piala Davis,” tutur Febi yang mempunyai rekor kalah-menang 15-8 saat aktif bermain membela Indonesia pada ajang perebutan lambang supremasi tenis beregu putra dunia itu.

Tentang kekuatan lawan, ayah dua orang putri itu juga tak terlalu merisaukannya.

“Seperti tim Indonesia, Filipina juga datang dengan mayoritas petenis muda. Namun mereka memang sedikit lebih unggul karena tiga diantaranya lebih berpengalaman di pertarungan beregu,” tuturnya.

“Target realistis, masing-masing tim akan berusaha mengambil angka kemenangan dari tunggal pertama. Meskipun demikian, kami berharap tunggal kedua juga mampu menyumbangkan kemenangan pada hari pertama,” tambahnya.

Sementara itu, tim Filipina menyimpan asa untuk memenangi laga ke-12 menghadapi Indonesia pada ajang ini.

Menurutnya, tim tuan rumah tetap kuat walau hanya mengandalkan pemain muda dan tidak mudah dikalahkan

“Soal cuaca tak masalah karena Jakarta dan Manila hampir sama kondisinya. Sementara lapangan pertandingan yang baru direnovasi memang memerlukan sedikit adaptasi karena berkarakter lebih lambat. Kami yakin petenis kami mampu mengatasi tekanan penonton,” tutur non-playing captain Filipina, Chris Cuarto.

“Masing-masing petenis telah menjalani persiapan dengan baik. Alberto Lim mengikuti beberapa turnamen Mens Future di China, Francis Alcantara berlatih di Melbourne, Jurence Mendoza menjalani kompetisi antar mahasiswa di Amerika. Mereka siap bertanding akhir pekan ini,” lanjut Chris.

Laga Piala Davis Zona tahun ini menjajal aturan baru yang lebih singkat, dimana hanya berlangsung dalam dua hari dengan sistem best of three.

Hari pertama (Sabtu, 3/2) akan mempertemukan single pertama tuan rumah meladeni tunggal kedua regu tamu, sedangkan pemain nomor dua Indonesia bakal menghadapi petenis terbaik Filipina. Partai ganda akan mengawali hari kedua, Minggu (4/2) disusul dengan dua pertarungan tunggal.

Undian yang akan dilakukan Jumat (2/2) siang bertujuan untuk menentukan siapa yang akan tampil sebagai laga pembuka pertemuan ke-12 antara kedua negara kawasan Asia Tenggara ini pada ajang Piala Davis ini.

Dalam catatan pertemuan itu, Indonesia sementara unggul 6-5, tetapi kalah dalam perjumpaan terakhir di babak yang sama pada musim kompetisi tahun lalu.(tribunnews.com)

Tim Piala Davis Indonesia Memasuki Masa Pemulihan

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA - Tim Piala Davis Indonesia mulai memasuki recovery week atau masa pemulihan.

David Agung Susanto dan kawan-kawan hanya menjalani latihan ringan di outdoor center court Stadion Tenis Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu (31/1) sore.

“Yang dikurangi adalah volume latihan menjadi hanya sekitar 40-45% dari pekan sebelumnya namun dengan intensitas yang tetap tinggi,” ucap pelatih Deddy Prasetyo.

Di atas lapangan tenis berpermukaan acrylic yang baru direnovasi itu, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP Pelti itu, menciptakan beberapa game situation untuk memberi tekanan kepada masing-masing petenis.

Justin Barki yang diproyeksikan bermain di nomor ganda, lebih banyak melakukan servis sementara David Agung, Anthony Susanto, Althaf Dhaifullah dan Rifqi Fitriadi mengasah pengembalian servis.

Masa pemulihan ini menurut pemilik Detec alias Deddy Prasetyo Tennis Club itu menjadi tahapan penting untuk mengantar atlet menuju puncak penampilan saat menghadapi Filipina pada laga babak pertama Piala Davis Grup II Zona Asia Oceania di Stadion Tenis Gelora Bung Karno Jakarta, 3-4 Februari.

Filipina Jajal Lapangan

Sementara itu, tim Filipina yang baru tiba di Jakarta, Rabu (31/1) siang, langsung mencoba lapangan pertandingan pada sore hari. Tim negeri jiran itu menyertakan lima petenis dalam ajang perebutan piala lambang supremasi tenis beregu putra ini. Mereka adalah Francis Casey Alcantara, Alberto Lim, Jeson Patrombon, John Bryan Decasa Otico dan Jurence Zozimo Mendosa serta Chris Cuarto sebagai non-playing captain.(tribunnews.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media