TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... .KEJURNAS AFR REMAJATENIS JAKARTA-58 TGL 16-18 DESEMBER 2016 ...JUARA KEJURNAS AFR REMAJATENIS SUMSEL-XVI ADALAH JACKQUILYNN ZAVIO AUDREY YOZA ASAL MUBA(10 PA), ALIFIANA ARIFATUSSARIA ASAL MUBA( 10 PI), M.PAUZAN ASAL BATANGHARI JAMBI( 12 PA), NURIN NABILA WAHYU AGUSTIN ASAL BATANGHARI JAMBI( 12 PI), PANJI ANESTESIAWAN SUSILO ASAL PALEMBANG( 14 PA), YASMINE KAYLA JUDITHA ASAL PALEMBANG( 14 PI), JONES PRATAMA ASAL MUBA (16 PA), DHIMAS RIZKI PRATAMA ASAL MUBA( 18 PA), ALYA AMALIA ASAL MUBA( 18 PI).......... ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Deria Nurhaliza dicoret dari Pelatnas SEA Games 2017


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Nasib apes dialami oleh petenis putri Deria Nurhaliza ( 19 tahun) didalam Pelatnas sejak tahun 2013 sampai saat ini. Diawali dengan pemotongan hak Deria sebagai anggota pelatnas SEA Games 2013 yang akhirnya oleh Wakil Ketua Bidang Binpres PP Pelti diberikan juga hak tersebut walaupun tidak penuh setelah diberitakan di Remaja-Tenis.com,

Sebagai pelatih Deria Nurhaliza, Deddy Prasetyo kembali mempertanyakan masalah dicoretnya nama Deria untuk pelatnas SEA Games 2017 mendatang. Menurut pelatih tim nasional putri Sri Utaminigsih tim pelatnas saat ini adalah Beatrice Gumulya ( 25 th), Jessy Rompies (26 tahun), Lavinia Tananta ( 29 tahun) dan Aldila Sutjiadi ( 21 tahun). Masuknya Aldila sebagai pengganti Deria dikatakan karena prestasi Aldila lebih baik setelah diamati diajang PON XIX Bandung.
PON XIX 2016 lalu Deria kalah dari Aldila. Alasan lain yang diberikan adalah karena Prima dananya tidak berlebihan sehingga banyak yang dikurangi dan juga SEA Games 2017 tidak mempertandingkan event beregu. “ Jadi kami menyeleksi yang betul betul bisa menghasilkan medali. Tetapi kesempatan bagi Deria masih terbuka jika bisa menunjukkan prestasi.”
Ada alasan lain yang tidak bisa diterima adalah Deria tidak ikut latihan dengan tim saat dilatih oleh pelatih Suresh Menon, dan tidak permisi/bilang kalau tidak gabung latihan lagi.

Dikatakan juga kalau Oktober nanti akan dimasukkan nama Deria sehingga tim menjadi 5 anggota. Ketika ditanyakan kalau SEA Games sendiri itu jatuhnya bulan September 2017, sedangkan nama Deria baru dimasukkan bulan Oktober 2017, Sri Utaminngsih tidak memberikan jawabannya.

Sedangkan Wakil Sekjen PP Pelti, Goenawan Tedja ketika diminta konfirmasi masalah tim nasional SEA Games 2017, katakan kalau belum dipastikan karena akan dilihat performance tim inti dan tim potensial sampai dekat waktunya. Artinya tim nasional sekarang ada 2 tim yaitu tim inti dan tim potensial. Menurut informasi yang didapat , tim potensial itu nama Deriapun tidak tercantum sedangkan nominasinya diberikan atlet2 yang jauh ebih muda dari dirinya. Wakil Sekjen PP Pelti sendiri tidak berikan nama2 tim inti dan tim potensial yang dimaksud, ketika ditanyakan kembali.

Ketidak transparannya PP Pelti sangat merugikan atlet tenis sendiri, demikian menurut Deddy Prasetyo. Yang jadi pertanyaan sekarang adalah dimasukkannya nama Lavinia Tananta ( 29 tahun) yang baru menikah dan sudah aktip menjadi pelatih. “ Kalau besok dia hamil, apakah terus dipakai? Apakah bisa menjamin atlet Pelatnas sekarang menghasilkan medali sedangkan usia mereka jauh lebih tua” ujar Deddy Prasetyo.

Disinggung pula selama 3 tahun pelatnas yang ditangani pelatih Sri Utaminingsih bukannya menghasilkan prestasi bagi negara. Sebagai contoh tim Fed Cup Indonesia bisa kalah sama Singapore dan Malaysia. Sehingga timbullah pertanyaan apakah ini prestasinya.
Saat ini PP Pelti sudah tidak memperhatikan regenerasi atlet atletnya. “Siapa yang bertanggung jawab terhadap pembinaan tim nasional?” Ini akibat dari Kabid Pembinaan Prestasi bersama wakil kabid Binpres sudah tidak aktip lagi dikepengurusan PP Pelti 2012-2017 akibat salah urus tim nasional putra dan putri yang timbulkan masalah khususnya keuangan yang belum dipertanggung jawabkan.

SK PP Pelti tertangal 17 Oktober 2016 yang ditanda tangani oleh Ketua Umum PP Pelti WS Wirjawan tercantum nama Deria masih ada sedangkan nama tim potensial terdiri dari Vita Taher, Rifanty Dwi Kahfiani, Septiana Nur Zahoroh, Joletta Budiman, Fadona Titalyana Kusumawati, Fitriani Sabatini dan Fitriana Sabrina.

Combiphar Tennis Open 2016: Tunggal Indonesia pada Rontok


REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA - Selesai sudah perjalanan wakil tuan rumah di sektor tunggal turnamen internasional Combiphar Tennis Open 2016. Bertanding di lapangan tenis Hotel Sultan Jakarta, Rabu (30/11).

Anthony Susanto (18) harus mengakhiri langkah di babak awal kejuaraan kategori ITF Men’s Futures berhadiah total 30.000 dollar AS atau sekitar Rp 400 juta ini.

Anthony, pemuda kelahiran Semarang, 23 Mei 1997 takluk di tangan unggulan kedelapan asal Belgia, Julien Cagnina (594). Peraih tiga medali emas PON 2016 itu kalah straight set, 2-6 2-6.

“Saya sudah berusaha maksimal, namun lawan memang bermain lebih baik sepanjang pertandingan,” tutur Anthony, seusai laga.
“Saya tidak berkecil hati karena saya memang baru memulai karier tenis sedangkan lawan memiliki jam terbang turnamen jauh lebih banyak. Ini pelajaran berharga dan saya tetap optimistis bisa menambah poin peringkat dunia dari turnamen seri berikutnya, minggu depan,” lanjut petenis peringkat 1960 dunia ini.

Sementara itu Wisnu Adi Nugroho (22) juga gagal memanfaatkan peluang sebagai petenis lucky loser. Menggantikan posisi Maciej Smola yang mundur karena sakit, Wisnu tak mampu membendung wakil Tiongkok, Lingxi Zhao 2-6 4-6.

Wisnu pun kandas di nomor ganda berpasangan dengan petenis senior, Sunu Wahyu Trijati. Duet Merah Putih ini menyerah dari pasangan gado-gado Rio Noguchi (Jepang) dan Lingxi Zhao (China). Wisnu/Sunu kalah melalui pertarungan super tie break 6-2 0-6 (5-10).

“Bingung juga bisa kalah seperti ini. Padahal kami pegang kendali dan menang mudah di set pembuka,” tutur Wisnu yang baru pertama kali berpasangan dengan Sunu, seusai pertandingan.

“Titik baliknya ada di dua game awal set kedua. Kami selalu memimpin tapi tidak bisa mengambil game tersebut. Setelah itu, kami hilang fokus,” lanjutnya.

Dengan demikian, dari kubu tuan rumah hanya tersisa ganda bersaudara, Anthony dan David Agung Susanto. Pasangan kakak beradik itu akan menantang unggulan teratas, Yunseong Chung (Korea Selatan) dan Shintaro Imai (Jepang) di babak perempat final.

“Kami coba yang terbaik. Semoga bisa tetap menjaga peluang Indonesia di turnamen ini,” kata sang kakak, David Agung yang merupakan petenis Pelatnas SEA Games 2017 ini.(tribunnews.com)

Hasil Rabu (30/11)
Babak Pertama
Tunggal
1-Makoto Ochi (Jepang) v Chengze Lyu (China) 7-6(2) 6-3
Cing Yang Meng (Taipei) v Yunseong Chung (Korsel) 7-6(6) 6-4
Yecong He (China) v Jui Chen Hung (Taipei) 6-4 6-4
5-Sasi Kumar Mukund (India) v Renta Tokuda (Jepang) 6-4 6-2
4-Enzo Couacaud (Prancis) v Jeson Patrombon (Filipina) 6-4 6-2
Kelsey Stevenson (Kanada) v Roy Hobbs (Singapura) 6-1 6-1
Lingxi Zhao (China) v LL-Wisnu Adi Nugroho 6-2 6-4
7-Kento Takeuchi (Jepang) v Kazuma Kawachi (Jepang) 6-7(4) 6-1 6-4
Karol Drzewiecki (Polandia) v 3-Yusuke Takahashi (Jepang)
8-Julien Cagnina (Belgia) v Anthony Susanto 6-2 6-2
Shintaro Imai (Jepang) v Issei Okamura (Jepang) 5-5 ret
Thien Nguyen Hoang (Vietnam) v LL-Tan Li Wei (Taipei) 6-2 7-6(2)

Ganda
Rio Noguchi (Jepang)/Lingxi Zhao (China) v Wisnu Adi Nugroho/Sunu Wahyu Trijati 2-6 6-0 (10-5)
Rishab Agarwal/Sidarth Rawat (India) v LL-Cing Yang Meng/Tan Li Wei (Taipei)

Jadwal Kamis (1/12)
Tunggal Babak Kedua
1-Makoto Ochi (Jepang) v Cing Yang Meng (Taipei
Yecong He (China) v 5-Sasi Kumar Mukund (India)
4-Enzo Couacaud (Prancis) v Kelsey Stevenson (Kanada)
Lingxi Zhao (China) v Rishab Agarwal (India)
7-Kento Takeuchi (Jepang) v Kittiphong Wachiramanowong (Thailand)
Sidarth Rawat (India) v Karol Drzewiecki (Polandia) v 3-Yusuke Takahashi (Jepang)
8-Julien Cagnina (Belgia) v Chan Yeong Oh (Korsel)
Shintaro Imai (Jepang) v Thien Nguyen Hoang (Vietnam)

Ganda Perempat Final
1-Yunseong Chung (Korsel)/Shintaro Imai (Jepang) v Anthony Susanto/David Agung Susanto
4-Roy Hobbs (Singapura)/Kittiphong Wachiramanowong (Thailand) v Viktor Filipenko (Hungaria)/Kelsey Stevenson (Kanada)
Julien Cagnina (Belgia)/Enzo Coauacaud (Perancis) v Kazuma Kawachi/Masato Shiga (Jepang)

Argentina taklukkan Kroasia untuk raih gelar piala Davis


REMAJA-TENIS.COM, ZAGREB – Argentina meraih gelar Piala Davis untuk pertama kalinya setelah Juan Martin Del Potro dan Federico Delbonis memenangi pertandingan-pertandingan kategori tunggal pada Minggu, untuk melengkapi kebangkitan negara Amerika Selatan itu dengan skor 3-2 atas tuan rumah Kroasia pada final.

Del Potro bangkit dari ketinggalan dua set untuk menang 6-7(4), 2-6, 7-5, 6-4, 6-3 atas Marin Cilic sebelum Delbonis menang 6-3, 6-4, 6-2 atas Ivo Karlovic pada pertandingan penentuan, memicu kegembiraan besar di antara sejumlah penggemar tim tamu yang bertandang ke Zagreb Arena.

Argentina bergabung dalam daftar juara Piala Davis setelah kalah pada keempat final sebelumnya, dan rekor buruk mereka di ajang ini terlihat akan terus menghantui ketika Cilic hanya terpaut satu set lagi untuk mengunci gelar kedua Kroasia.

Sang juara 2005 terlihat telah membentangkan karpet merah, bagaimanapun, Del Potro menorehkan kebangkitan dan bermain pada set kelima dengan kondisi jari yang patah pada tangan kirinya.

“Hal itu terjadi ketika saya berusaha untuk menangkap bola pada set kelima,” kata Del Potro, yang diganggu sejumlah cedera pada beberapa tahun terakhir, pada konferensi pers sebelum kembali ke lapangan untuk menyaksikan Delbonis bertanding melawan Karlovic.

“Ini merupakan pertandingan yang menguras emosi dan salah satu kemenangan terbesar dalam karir saya. Terima kasih untuk semua orang yang mencegah saya pensiun, saya sangat dekat dengan tidak lagi kembali bermain dan, di sinilah saya.”

Setelah mengunci tiebreak pada set pertama Cilic melaju ke set kedua sebelum Del Potro, yang mempertajam rekornya dengan petenis Kroasia itu menjadi 9-2 di semua kompetisi, memulai kebangkitannya dengan tembakan di sela-sela kakinya.

Ia mematahkan serve Cilic pada game kesembilan set keempat dan kemudian menahan servenya untuk menyamakan kedudukan, namun kembali tertingga pada awal set kelima, membuat sang favorit publik tuan rumah kembali mendapat angin.

Sekali lagi Del Potro memperlihatkan tekad baja dan hati bak singa ketika ia balik mematahkan serve lawannya, dan memaksakan akhir yang menyenangkan untuk menyelesaikan pertandingan dalam waktu empat menit 53 menit, membuka jalan bagi Delbonis untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Rekan setimnya itu melakukan pekerjaan dengan sempurna, menahan serve pada pertandingan yang berlangsung berat sebelah melawan Karlovic, ketika ia terus memaksa petenis Kroasia itu mengejar bola dengan tembakan-tembakan baseline.

Tim Argentina memberi hormat kepada para penggemarnya yang menciptakan atmosfer fantastis di Zagreb Arena.(antaranews.com)

Combiphar Tennis Open 2016: David Tumbang, Christo Cedera


REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA – Kubu tuan rumah harus rela kehilangan wakilnya di babak pertama Combiphar Tennis Open 2016 yang berlangsung di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (29/11).
David Agung Susanto, petenis peringkat 743 dunia itu dipaksa mengakui keunggulan petenis Thailand, Kittiphong Wachiramanowong (1129). David tumbang straight set 2-6 2-6.

“Sebetulnya saya sangat percaya diri mengahadapi pertandingan ini, namun karakter permukaan lapangan yang cepat lebih menguntungkan gaya bermain lawan. Saya kesulitan mengantisipasi laju bola Kittiphong yang menjadi demikian cepat,” tutur David seusai laga yang berdurasi satu jam 20 menit.

Terhenti di nomor tunggal, David yang berpasangan dengan Anthony Susanto berhasil melaju di sektor ganda. Duet kakak beradik itu tampil sangat perkasa menyingkirkan duo gado-gado Jeson Patrombon (Filipina) dan Thien Nguyen Hoang. Hanya dalam waktu 39 menit, David/Anthon unggul telak 6-0 6-1.

Sementara sang adik, Anthony (1960) akan menjajal ketangguhan seeded kedelapan dari Belgia , Julien Canigna (594) di laga perdana yang dijadwalkan berlangsung Rabu (30/11).

“Target saya bisa dapat poin peringkat dunia, jadi harus bisa melewati babak pertama dulu,” tekad Anthony yang menyabet tiga medali emas tenis di PON 2016, dua bulan lalu.

Andalan Indonesia, Christopher Rungkat (442) yang menempati unggulan kedua harus menyingkir dari persaingan. Christo menarik diri dari turnamen berhadiah total 30.000 dollar AS atau sekitar Rp 400 juta ini karena mengalami cedera.

“Ini cedera lama di rotator bahu kanan, kambuh lagi sepulang dari turnamen di Jepang, seminggu lalu. Sore ini terasa sakit kembali. Saya putuskan mundur minggu ini, dan semoga bisa ikut turnamen minggu depan,” papar Christo seusai latihan di arena pertandingan, Selasa (29/11).

Sesuai aturan kejuaraan Federasi Tenis Internasional (ITF), posisi Christo akan digantikan oleh petenis lucky loser.

“Yang berhak mendaftar adalah petenis yang kalah di babak final kualifikasi,” kata Puneet Gupta, referee turnamen level ITF Men’s Futures ini.(foto Anthony Susanto/tribunnews.com)

Hasil Selasa (29/11)
Babak Pertama
Tunggal
Rishab Agarwal (India) v Masato Shiga (5/Jepang) 7-6(5) 6-2
Sidharth Rawat (India) v Ryota Tanuma (Jepang) 7-5 2-6 6-2
Kittiphong Wachiramanowong (Thailand) v David Agung Susanto 6-2 6-2
Chan Yeong Oh (Korsel) v Viktor Filipenko (Hungaria) 7-6(2) 6-3
Ganda
Julien Cagnina (Belgia)/Enzo Couacaud (Prancis) v Bryan Husin/Adyasmaka Wibawa 6-0 6-2
1-Yunseong Chung (Korsel)/Shintaro Imai (Jepang) v Yusuke Takahashi/Renta Tokuda (Jepang) 6-4 6-2
Kazuma Kawachi/Masato Shiga (Jepang) v Karol Drzewiecki/Maciej Smola (Polandia) Walk Over
Viktor Filipenko (Hungaria)/Kelsey Stevenson (Kanada) v Yecong He (China)/Ryota Tanuma (Jepang) 6-3 6-4
Anthony Susanto/David Agung Susanto v Thien Nguyen Hoang (Vietnam)/Jeson Patrombon (Filipina) 6-0 6-1
4-Roy Hobbs (Singapura)/Kittiphong Wachiramanowong (Thailand) v Jui Chen Hung (Taipei)/Sasi Kumar Mukund (India) 6-4 2-6 (11-9)

Jadwal Rabu (30/11)
Tunggal
1-Makoto Ochi (Jepang) v Chengze Lyu (China)
Cing Yang Meng (Taipei) v Yunseong Chung (Korsel)
Jui Chen Hung (Taipei) v Yecong He (China)
Renta Tokuda (Jepang) v 5-Sasi Kumar Mukund (India)
4-Enzo Couacaud (Prancis) v Jeson Patrombon (Filipina)
Roy Hobbs (Singapura) v Kelsey Stevenson (Kanada)
Maciej Smola (Polandia) v Lingxi Zhao (China)
7-Kento Takeuchi (Jepang) v Kazuma Kawachi (Jepang)
Karol Drzewiecki (Polandia) v 3-Yusuke Takahashi (Jepang)
8-Julien Cagnina (Belgia) v Anthony Susanto
Issei Okamura (Jepang) v Shintaro Imai (Jepang)
Thien Nguyen Hoang (Vietnam) v 2-Christopher Rungkat

Ganda
Rio Noguchi (Jepang)/Lingxi Zhao (China) v Wisnu Adi Nugroho/Sunu Wahyu Trijati
Rishab Agarwal/Sidarth Rawat (India) v 2-Issei Okamura/Kento Takeuchi (Jepang)

Christo Berambisi Ikut Turnamen Grand Slam


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. – Petenis putra andalan Indonesia Christopher Rungkat membidik tiga turnamen tingkat Grand Slam 2017 yaitu Australia Terbuka, Prancis Terbuka, dan Wimbledon setelah mengikuti sekitar 25 turnamen sepanjang 2016.

“Target saya masuk kualifikasi Australia Terbuka 2016. Saya menargetkan juara dalam tiga seri turnamen Indonesia Men’s Future akhir tahun ini untuk menambah poin ke Grand Slam,” kata Christo seusai mencoba lapangan pertandingan Combiphar Tennis Open 2016 di Jakarta, Senin.

Christo bersama dua petenis lain Indonesia David Agung Susanto dan Anthony Susanto masuk babak utama turnamen tenis berhadiah total 10 ribu dolar AS itu.

“Pesaing dalam turnamen akhir tahun seperti ini cukup berat yaitu pemain-pemain yang menempati peringkat 400-500an dunia. Mereka juga mencoba menambah poin demi masuk kualifikasi Grand Slam 2017,” kata Christo yang menempati unggulan dua dalam seri pertama rangkaian turnamen tenis Indonesia Men’s Future pada 28 November – 18 Desember itu.

Christo mengaku optimistis meraih gelar juara dalam tiga seri turnamen tingkat ProCircuit penutup musim turnamen 2016 di Indonesia itu setelah menjalani 25 turnamen pada 2016.

“Saya telah terbiasa dengan beban target dan target ini memang dari saya sendiri,” kata Christo sembari menyebut sejumlah pesaing berat dalam Indonesia Men’s Future itu seperti Makoto Ochi dan Enzo Couacaud.

Tiga seri turnamen Indonesia Men’s Future itu, lanjut Christo, sekaligus menjadi ajang pemanasan Tim Davis Indonesia sebelum berlaga dalam pertandingan putaran pertama Piala Davis 2017 pada Februari 2017 di Filipina.

Christo yang menempati unggulan dua akan melawan petenis Vietnam Thien Nguyen Hoang. Sedangkan David akan menghadapi petenis Thailand yang masuk ke babak utama dengan “wild card” yaitu Kittiphong Wachiramanowong. Adik David, Anthony, akan melawan petenis Belgia Julien Cagnina yang menempati unggulan delapan.

Sementara, empat petenis tuan rumah gagal melaju ke babak utama turnamen setelah kalah pada putaran final babak kualifikasi turnamen ITF Men’s Future itu. Empat petenis Merah-Putih itu adalah Iswandaru Kusumo Putra, Wisnu Adi Nugroho, Aditya Hari Sasongko, dan Arief Rahman.(kompas.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media