TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . ..REMAJATENIS JAKARTA-76 TGL 21-23 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS MARINIR CILANDAK JAKARTA SELATAN .,,,,..REMAJATENIS BANTUL -VIII TGL 28-30 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS SULTAN AGUNG, BANTUL D.I.Y ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Musi Banyuasin Memetik Buah Pembinaan

REMAJA-TENISCOM, PALEMBANG Pembinaan yang simbang dengan adanya fasilitas latihan memadai , regenerasi yang berkelanjutan dengan keikutsertaan di turnamen yang rutin, membawa Tenis Musi Banyuasin memiiki pembinaan tenis terbaik di Sumatera Selatan.
Keberadaan atlt tenis Musi Banyuasin diajang turnamen nasional mulai terlihat diakhir tahun 2018. Disaat membela Sumsel diajang POPWIL 2018 di Solo , tim Sumsel berhasil mengalahkan tim DKI Jakarta 2-1 kemudian diajang Kejurnas Piala Tugu Muda 2018 di Ambarawa minggu lalu atlet Muba berhasil lolos ke final tunggal putra 16 tahun dengan mengalahkan beberapa unggulan. Sejarah mencatat untuk pertama kalinya Sumsel menumbangkan DKI Jakarta patut mendapatkan jempol bagi tim Sumsel dengan tulang pungung atlet Muba.

Buah pembinaan tenis Muba terlihat juga diajang Kejurnas RemajaTenis Sumsel XVII di lapangan tenis Pemkot Palembang 23-25 Nopember 2018 , 10 gelar diperebutkan, 6 gelar diambil atlet Muba.

Pelatih Sarwoko yang telah merintis pembinaan tenis di Sekayu, Musi Banyuasin, telah menargetkan keluar sebagai juara umum di Kejurnas SRemajaTenis Sumsel XVII lalu. Diakuinya pembinaan berhasil berkat dukungan Pemda Kabupaten Musi Banyuasin dengan program PPLP.
Menurut Sarwoko, Pengcab Pelti Muba dan pemerintah daerah kabupaten Muba serius mengembangkan cabang tenis.

Pembinaan di Muba sepatutnya merupakan contoh yang baik bagi Pengcab Pelti lainnya khususnya didaerah Sumatera Selatan lainnya. Beberapa tahun silm beberapa daerah di Sumsel sudah memiliki kegiatan pembinaan seperti Lahat, Baturaja, Lubulingau dan Palembang. Tetai saat ini yang menonjol adalah Muba, sedangkan daerah ;ainnya menurun prestasinya. Palembang mulai tergerak pembinaannya dengan atlet atet mudanya

Petenis MUBA Borong gelar Juara di RemajaTenis Sumsel XVII

REMAJA-TENIS.COM, PALEMBANG. Petenis yunior Musi Banyuasin (Muba) berhasil keluar sebagai juara umum pada kejuaraan nasional (kejurnas) RemajaTenis Sumsel XVII yang berlangsung sejak 23 hingga 25 November 2018 di lapangan tenis Pemkot Palembang.
Enam gelar juara diborong oleh petenis Muba yaitu pada nomor Tunggal putra kelompok umur (KU) 10 tahun, tunggal putra KU 12 tahun, tunggal putri KU 12 tahun, tunggal putra KU 16 tahun, khusus nomor tunggal putra dan putri KU 18 tahun semua gelar disapu bersih oleh para petenis yunior Muba. Suatu kebanggaan bagi pelatih asal Muba Sarwoko atas preestasi atletnya yang juga mewakili Sumsel diajang POPWIL 2018 di Solo beberapa minggu lalu.

Sebagai penutup acara disuguhkan babak final tunggal putra 18 tahun yang mempertandingkan antara Jones Pratama (Muba) kontra petenis Baturaja, Irvan Fadli. Partai pamungkas tersebut dimenangkan oleh Jones Pratama, straight set 7-6(2) dan 6-2.

Diawal laga Jones tampil cukup agresive sehingga mampu unggul 4-2. Tetapi Irvan berusaha tetap tampil tenang dan sabar sehingga bisa mengatasi bola-bola tanggung yang dilesakkan oleh Jones. Keuletan Irvan membuahkan hasil dengan membalikkan keadaan jadi 6-5 untuk dirinya.

Namun sayangnya Irvan kurang didukung dengan stamina yang bagus sehingga Jones Pratama mampu kembali memegang kendali pertandingan dan sekaligus menutup set pertama dengan skor 7-6(2).

Pada set kedua, Jones yang sudah diatas angin langsung melesat memimpin perolehan poin hingga 5-0. Akan tetapi Irvan tak tinggal diam dan berusaha untuk bangkit. Irvan sempat mencuri dua set untuk mengejar ketertinggalan. Namun Jones segera bangkit dan menghentikan laju lawannya itu. Petenis Muba itu segera menuntaskan set yang kedua dengan skor 6-2 untuk sekaligus merengkuh gelar juara dan mendapatkan piala, piagam serta hadiah istimewa berupa raket Wilson yang merupakan bantuan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI).

Petenis Muba lainnya, Rizky Mubaraq juga tampil sebagai juara di KU 10 tahun putra setelah dirinya memenangi laga bertajuk all Muba’s final kontra rekan sedaerahnya, Fidel Castro dengan skor 8-1.

Gelar juara KU 10 tahun putri disabet oleh petenis asal Bengkulu, Raden Ayu Deva Kusuma Ningrum yang membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan teratas, Sherena Valencia dari Muba, 8-1.

Muhammad Nabil dari Muba keluar menjadi juara KU 12 tahun putra setelah di laga final menaklukkan petenis tuan rumah, Rei Dafi Putra, 8-1. Sementara gelar juara KU 12 putri direngkuh oleh Naiila Putri Fakhira asal Muba setelah di laga all Muba’s final lainnya, Naiila membukukan kemenangan atas Raisya Fayyaza Azzahra, 8-5.

Kejutan terjadi di KU 14 tahun putra dengan munculnya petenis Lahat, Wong Ara Dewanata sebagai juara. Wong jadi yang terbaik menyusul kemenangan yang dipetiknya pada laga final melawan Rafael Ramadhan asal Lubuklinggau, straight set 7-5 dan 6-4.

Tiara Regita menyelamatkan muka tuan rumah setelah berhasil tampil sebagai juara KU 14 tahun putri. Tiara menjadi juara berkat kemenangan yang diraihnya atas rekannya asal Palembang, Dwi Rahmasari, dalam dua set langsung 6-3 dan 6-0.

Gelar Juara KU 16 tahun putra juga dibawa pulang ke kabupaten Musi Banyuasin setelah Syahrul Ramadhan keluar sebagai juara. Di babak final, Syahrul mengandaskan asa petenis tuan rumah Rido Dwi Julianto, straight set 6-4 dan 6-2.

Finasti Kusuma Dewi melengkapi kedigdayaan kabupaten Musi Banyuasin di kejurnas RemajaTenis Sumsel XVII dengan berhasil menjadi juara di kelompok umur 18 tahun putri. Finasti menyabet gelar juara menyusul kemenangan yang ditorehkannya atas petenis tuan rumah, Kannaya Firla Putri dengan skor telak, 6-1 dan 6-0.

Tampak hadir di final Kejurnas RemajaTenis Sumsel XVII , H.Asnawi yang merupakan Ketua Harian Pengda PELTI Sumatera Selatan, beliau ikut menyemarakkan turnamen ini.

“Kami tetap mendukung kegiatan RemajaTenis. Semoga tenis di Sumsel bisa berkembang.” ujar H.Asnawi kepada Promotor RemajaTenis August Ferry Raturandang.

Disamping itu Pengcab PELTI Kota Palembang yang diwakili oleh Bambang Harsono, dalam acara ini menyampaikan dukungannya pada kegiatan RemajaTenis di Palembang. “Salam dari Ketua Pengcab PELTI Palembang yang sedang berada diluar kota.” kata Bambang Harsono.

Hal yang menarik di kejurnas RemajaTenis Sumsel XVII adalah setiap juara mendapatkan hadiah khusus berupa raket tenis Wilson yang merupakan sumbangan dari PP PELTI.

“Kami kira bercanda ada hadiah raket” ujar salah satu orangtua peserta disela-sela penyerahan hadiah bagi para juara.

Oleh August Fery Raturandang dijanjikan akan kembali ke Palembang ditahun 2019. Memang diakuinya tahun 2018 tersendat pelaksanaannya di Palembang. ” Kerjasama dengan Pengcab Pelti Palembang dan Dispora Kota Palembang akan diteruskan ditahun 2019.” ujar August Ferry Raturandang

Janice Tjen Juara

REMAJA-TENIS.COM, MANILA.Petenis asal Jakarta, Janice Tjen mengukir prestasi gemilang dengan berhasil tampil sebagai juara nomor tunggal putri turnamen ITF yunior bertajuk “Phinma-PSC International Juniors 2″ yang berlangsung di Filipina.
Janice Tjen berhasil menjadi yang terbaik di turnamen grade 4 itu menyusul kemenangan yang dipetiknya atas petenis tuan rumah, Alexandra Eala pada laga final yang dihelat pada Minggu (25 November 2018). Janice yang pada turnamen ini didapuk sebagai unggulan teratas, melibas petenis Filipina itu melalui pertarungan ketat rubber set yang berkesudahan dengan skor 6-3, 2-6 dan 7-5.

Gelar juara di nomor tunggal ini melengkapi gelar juara nomor ganda yang sudah disabet oleh Janice Tjen sehari sebelumnya. Berpasangan dengan petenis asal China Taipei, Chao Yi Wang, Janice merengkuh juara nomor ganda putri setelah di final mendepak seeded 4 dari Jepang pasangan, Erika Matsuda/ Kokomi Koyama.

Duet Janice Tjen/ Chao Yi Wang yang pada turnamen ini didaulat menjadi unggulan pertama, menghempaskan ganda asal negeri Sakura tersebut melalui pertarungan dua set langsung, 6-4 dan 6-3.

Jika ingin keberhasilan petenis Indonesia ditingkat dunia, diwajibkan rajin bertanding keluar negeri seperti yang dilakukan oleh Janice Tjen. Kendala dana merupakan kedala klasik sehingga tidak sedikit atlet potensial Indonesia itu tidak bisa berkembang. Demikian menurut August Ferry Raturandang selaku pengamat tenis nasional

Ketika ditanyakan dimana peranan Pelti dalam pembinaan atlet tenis potensial tersebut. ” Ini masalah jika kedua belah pihak tidak bisa bekerjasama dengan baik, antara orangtua atlet dan Pelti. Karena Pelti tidak punya kewajiban untuk mengirimkan atlet tenis ke luar negeri. tetapi yang harus dipikirkan atau diprogramkan PP Pelti adalah beda perlakuan dilakukan untuk atlet masuk tim nasional termasuk yunior. Itu wajib Pelti mendanainya karena masuk dalam pemusatan latihannya.” ujarnya di Palembang

All Muba’s Final Di Kejurnas RemajaTenis Sumsel XVII

REMAJA-TENIS.COM, PALEMBANG.. All Muba’s Final tercipta di kelompok umur 12 tahun putri pada ajang kejuaraan nasional (kejurnas) RemajaTenis Sumsel XVII yang digelar di lapangan tenis Pemkot Palembang.
Dua petenis Musi Banyuasin (Muba) yang saling bentrok di laga final tersebut adalah Raisya Fayyaza Axahra kontra Naila Putri Fakhira. Keduanya melangkah ke babak final setelah masing-masing menaklukkan petenis tuan rumah, Miranda Syifa Iwanovic dan Karina Ashilla Putri.

Raisya dengan kesabarannya berhasil menahan laju lawannya kendati sempat tertinggal terlebih dahulu 4-7, namun akhirnya dia bisa membalikan keadaan dan berbalik unggul sekaligus menyudahi laga dengan skor 9-7. Sedangkan Naila memetik kemenangan 8-4 atas Karina.

Ketika ditanya kunci keberhasilannya, Raisya mengatakan “Sabar saja. Sedangkan lawan marah-marah mainnya sehingga kalah.” ujar Raisya ditepi lapangan tenis Pemkot Palembang.

Petenis Muba lainnya, Rizky Mubaroq melenggang ke semifinal kelompok umur 10 tahun putra setelah mengalahkan petenis tuan rumah M. Akbar Suwandi 8-3. Diikuti rekannya Fidel Castro juga lolos ke babak 4 besar setelah mengalahkan Alvino Krisna Chandra asal Palembang 8-5.

Petenis tuan rumah yang lolos ke semifinal adalah M. Alfatih Agung dan Vincent Leonard Yang. Alfatih melibas Dimas Prathama asal Palembang, 8-4 sedangkan Vincent menyingkirkan Aufa Taufiqilah asal Bengkulu. Di semifinal Rizki Mubaroq akan ditantang oleh Alfatih sementara Vincent akan menghadapi Fidel Castro.

Di nomor tunggal kelompok umur 12 tahun putra, petenis Muba, M. Nabil menjejakkan kakinya ke final setelah menyisihkan Revalino asal Palembang dengan kemenangan telak. Lawannya di final adalah Rei Dafi Putra asal Palembang yang meraih tiket babak final setelah menumbangkan unggulan kedua asal Palembang, Alvito Dewa Chandra, 8-6.

Pada kelompok umur 16 tahun putra, unggulan utama asal Muba, Syahrul Ramadhan memastikan diri melaju ke babak final setelah menyingkirkan M. Razan Nadin asal Lahat, straight set 6-1 dan 6-2. Lawannya di final adalah petenis tuan rumah, Rido Dwi Jukianto yang membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan kedua asal Riau, Alfito Harmoko dua set langsung 6-3 dan 6-2.

Petenis Muba lainnya yang juga memijakkan kakinya di final adalah Jones Pratama yang bertanding di kelompok umur 18 tahun. Jones melangkah ke final menyusul kemenangan ng dibukukannya atas petenis Baturaja, Farrel Ramadhany. Di partai puncak, Jones ditantang oleh petenis Baturaja lainnya, Irvan Fadli yang berhasil menumbangkan seeded kedua, M. Alfath Ridho dengan skor telak 6-0 dan 6-1. Petenis Muba lainnya di kelompok umur 18 tahun putri, Finasti Kusuma Dewi memastikan diri ke final setelah menumbangkan petenis tuan rumah, Izyana Afiqah dua set langsung 6-0 dan 6

Turunnya hujan di kota Palembang menghambat pertandingan semifinal yang sedang berlangsung di kelompok umur 14 tahun putra antara Achmad Zidan (Palembang) melawan Rafael Ramadhan (Lubuklinggau) dan antara Wong Ara Dewanata (Lahat) kontra M. Fattah Alkautsar (Muba).

Janice Tjen Ke Semifinal Tunggal Dan Final Ganda ITF Phinma

REMAJA-TENIS.COM, MANILA. Petenis putri yunior Indonesia, Janice Tjen ndonesia berhasil melaju ke babak 4 besar menyusul kemenangan yang dipetiknya atas seeded 8 asal China Taipei, Wei Ning Fang melalui pertarungan rubber set yang berakhir dengan skor 3-6, 6-0 dan 6-3.

Selanjutnya di babak semifinal turnamen grade 4 itu, Janice yang ditempatkan sebagai unggulan teratas, akan ditantang oleh petenis asal negeri Tirai Bambu, Xuanjin Li yang merupakan unggulan keempat. Xuanjin Li melangkah ke babak semifinal setelah di perempat final mencatatkan kemenangan straight set 6-4 dan 6-3 atas unggulan ke 6, Kokomi Koyama dari Jepang.

Selain gemilang di nomor tunggal, berpasangan dengan petenis China Taipei, Chao Yi Wang, mereka berdua berhasil lolos ke babak puncak setelah di semifinal menyisihkan duet asal China Taipei, Hsuan Huang/ Jie Xin Zheng dalam dua set langsung, 6-2 dan 7-5.

Di babak final, Janice Tjen/ Chao Yi Wang yang pada turnamen ini didaulat sebagai unggulan pertama, akan berjibaku melawan pasangan Jepang, Kokomi Koyama/Erika Matsuda yang merupakan unggulan keempat. Duet asal negeri Sakura itu meraih tiket final setelah menundukkan pasangan gado-gado Alexandra Eala (Filipina)/ Dasha Plekhanova (Kanada), straight set 6-4 dan 6-4.

Minggu lalu Janice Tjen/ Chao Yi Wang berhasil menjadi juara Phinma-PSC International Juniors 1 setelah melibas Erika Matsuda/ Kokomi Koyama dengan skor 6-0 dan 7-6(2). Semoga di laga final nanti Janice Tjen/ Chao Yi Wang kembali mampu menggulung Erika Matsuda/ Kokomi Koyama dan menjadi juara berturut-turut.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media