TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . ..REMAJATENIS JAKARTA-73 TGL 14-16 SEPTEMBER 2018 DI LAP TENIS MARINIR CILANDAK..........REMAJATENIS BANDUNG TGL 21-23 SEPT DI LAP TENIS CARINGIN BANDUNG.....ASIAN PARA GAMES 2018 ,MULAI 6-13 OKTPOBER 2018......... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Soal Kontroversi Kasus Serena Williams vs Naomi Osaka di US Open 2018, ITF Bela Keputusan Wasit

REMAJA-TENIS.COM – Kontroversi kasus petenis Amerika Serikat, Serena Williams setelah kalah dari wakil Jepang, Naomi Osaka tampaknya belum berhenti.

Federasi Tenis Internasional yaitu ITF dikabarkan membela umpire yang bertugas pada partai final US Open 2018 atau Amerika Serikat Terbuka itu.

Sebelumnya, Carlos Ramos selaku umpire yang bertugas di partai final itu dianggap sebagai pembohong dan pencuri poin oleh Serena William

“Carlos Ramos adalah salah satu umpire paling berpengalaman dan terhormat di tenis,” tulis ITF seperti yang dilansir BolaSport.com dari Malaymail.

“Keputusan Ramos sudah berdasarkan peraturan yang tertulis dan ditegaskan dengan memberi Serena Williams tiga pelanggaran,” kata ITF lagi.

Lebih lanjut ITF juga sudah menilai bahwa Carlos Ramos sudah bekerja secara profesional di partai final itu.

“Pada saat yang sama, penting untuk diingat bahwa Ramos menjalankan tugasnya sebagai ofisial (umpire) sesuai dengan buku peraturan yang relevan,” tulis ITF.

“Dan dia sudah bertindak dengan profesionalisme dan integritas,” ucap ITF.

Sebelumnya, sebuah drama sempat terjadi di tengah pertandingan antara Naomi Osaka versus Serena Williams di Arthur Ashe Stadium, New York, Amerika Serikat, Minggu (9/9/2018) dini hari WIB.

Serena Williams sempat terlibat perselisihan dengan umpire yang memimpin pertandingan yaitu Carlos Ramos.

Petenis Amerika Serikat tersebut dituduh menerima instruksi dari pelatih di luar lapangan padahal hal tersebut sangat dilarang di Grand Slam.

Serena Williams yang kecewa dengan tuduhan tersebut kemudian membanting raket dan justru mendapat penalti

Meski kecewa dan sempat marah kepada umpire, Serena Williams tetap sportif dan memeluk Naomi Osaka yang menang dengan skor 6-2, 6-4 di akhir pertandingan.(tribunnews.com)

Masyarakat Ternate Antusias Sambut Pawai Obor Asian Paragames III

REMAJA-TENIS.COM,TERNATE : Pemilihan Ternate sebagai kota yang mengawali perjalanan Obor Api Asian Games III sangat tepat. Ratusan masyarakat memadati upacara sakral penyerahan Obor Api Asian Games yang disemayamkan di Kedaton Kesultanan Ternate, Kota Ternate, Maluku Utara, bersamaan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-53, Minggu, 9 September 2018.
Penyerahan obor api dan lentera dilakukan Jou Ngopa, Firman Mudafar Syah kepada Menpora Imam Nahrawi dan kemudian diserahkan kepada Ketua Panitia Penyelenggara Asian Para Games (INAPGOC), Raja Sapta Oktohari. Acara ini dihadiri Pangdam Pattimura, Mayjen TNI Suko Pranoto, Kapolda Maluku Utara Brigjen Pol Naufal Yahya , Gubernur Maluku Utara, Abdulgani Kasuba, Walikota Ternate, Burhan Abdurahman dan pejabat setempat.

Sepanjang perjalanan masyarakat menyambut perjalanan obor api yang diambil dari sumber api abadi Mrapen, Jawa Tengah sejak diarak mulai dari Kedaton Kesultanan menuju Landmark Kota Ternate.

Dalam sambutannya, Imam Nahrawi mengatakan obor api Asian Para Games dijadikan sebagai simbol persatuan dan peduli disabilitas. Dan, dia berharap semangat dan kesuksesan penyelenggaraam dan prestasi pada Asian Games XVIII bisa dilanjutkan pada Asian Para Games III.

“Berjuang lah sekuat tenaga. Ini bukan menyangkut masalah medali saja tetapi menyangkut harkat dan marrabat bangsa di forum internasional,” tegasnya.

Sementara itu, Raja Sapta Oktohari menegaskan, perjalanan awal Obor Api Asian Games III resmi dimulai dari Ternate, Maluku Utara, Minggu, 9 September 2018 yang bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional (Haornas). “Kalau di Solo, Jawa Tengah, kemarin, api dinyalakan dari sumber api abadi Mrapen. Sekarang perjalanan obor api Asian Para Games III dimulai dengan arakan keliling kota Ternate. Lalu, dibawa ke Makasar, Bali, Pontianak, Medan, Pangkal Pinang dan ke Jakarta tepatnya 30 September 2018 untuk pembukaan Asian Para Games III yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, 6 Oktober 2018,” ujarnya.

Dijelaskan Okto, panggilan akrab Raja Sapta Oktohari, Asian Para Games merupakan kegiatan pertama kali digelar di Indonesia. “Mari kita jadikan Indonesia sebagai negara peduli dan ramah terhadap kaum disabilitas,” tandasnya.(suarakarya.id)

Mahalnya Harga Kursi Roda Khusus Stlket Asian Para Games

REMAJA-TENIS.COM,SOLO – Sejumlah alat olahraga khusus diperlukan untuk menunjang kebutuhan atlet yang akan berlaga di Asian Para Games 2018. Salah satunya adalah kursi roda yang banyak digunakan dalam beberapa cabang olahraga. Didesain khusus untuk menyesuaikan kondisi fisik atlet, harga satu kursi roda ditaksir cukup tinggi. Satu set kursi balap roda yang terdiri dari sasism satu roda depan, dan dua roda belakang harganya menapai Rp180 juta.

“Bannya saja Rp60 juta dan Rp20 juta. Belum frame-nya belum, kan Rp180 juta,” ujar atlet balap kursi roda Indonesia, Doni Yulianto, saat ditemui tim BolaSport di Stadion Sriwedari, Solo, Kamis (6/9/2018).

Serukan Kesetaraan Harga kursi balap roda tinggi karena diproduksi di luar negeri dan berstandar internasional. “Harganya segini karena ini masih diproduksi di luar negeri,” imbuh Doni. Selain itu, kursi roda Doni juga dilengkapi stabilizer yang membantu atlet membelokkan arah kursi balap rodanya dengan tetap menjaga posisi di titik tengah. Nominal yang tidak sedikit tersebut memang cukup memberatkan bagi beberapa atlet untuk tampil maksimal.
Beruntungnya, pada Asean Para Games 2015 di Singapura, pemerintah memberikan dukungan dan bantuan kepada Doni dengan memberikan satu set kursi balap roda berstandar internasional.

“Terima kasih kepada pemerintah yang sudah memberikan dukungan, sehingga prestasi bisa bagus,” kata atlet peraih emas Asian Para Games 2017 ini.(kompas.com)

Asian Para Games, Presiden Ingin Akses Gratis bagi Penyandang Disabilitas

REMAJA-TENIS.COM, BOGOR – Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, ingin para penyandang disabilitas bisa menyaksikan Asian Para Games 2018 secara gratis. Hal itu dikatakannya dalam rapat terbatas soal penyelenggaraan Asian Para Games 2018 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (7/9/2018) pagi. Asian Para Games merupakan pesta olahraga multi-event bagi para atlet disabilitas se-Asia. Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah pada edisi ketiga ini. Pembukaan akan berlangsung pada 6 Oktober 2018 di Jakarta.

Presiden meminta agar kesuksesan Asian Games 2018 berlanjut pada penyelenggaraan Asian Para Games 2018. “Saya minta momentum kesuksesan Asian Games yang telah kita raih kita lanjutkan kembali pada penyelenggaraan Asian Para Games,” ucapnya. “Kita ingin menjadi tuan rumah yang baik serta memberikan pelayanan yang maksimal bagi kurang lebih 2.888 atlet dan 1.826 ofisial yang akan berpartisipasi dalam 18 cabang olahraga di Asian Para Games,” tambah Presiden. “Saya minta akses gratis bagi penyandang disabilitas untuk menonton pertandingan Asian Para Games.

Dalam rapat terbatas ini, Jokowi memastikan kesiapan lokasi pertandingan, transportasi, wisma bagi para atlet dan teknis pelaksanaan. Dia pun meminta pihak penyelenggara, Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (Inapgoc), menghadirkan kemeriahan seperti pada Asian Games sehingga Indonesia memiliki bekal dalam persiapan bersaing menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

“Bisa belajar dari pengalaman Inasgoc (penyelenggara Asian Games) pada penyelenggaraan Asian Games yang lalu. Yang sudah baik kita tingkatkan, yang belum baik kita perbaiki. Ini semua menjadi pengalaman yang sangat berharga untuk kita dalam menjalankan event-event berkelas dunia,” tutur Jokowi.

Terkait permintaan Presiden tersebut, Raja Sapta Oktohari selaku ketua Inapgoc, mengatakan bahwa penyandang disabilitas akan difasilitasi oleh komunitasnya masing-masing untuk memperoleh akses gratis ke dalam lokasi pertandingan. Pihak Inapgoc akan langsung berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk menindaklanjutinya. “Mekanisme tiketnya nanti dibuat skemanya, tetapi kami memilih untuk ke kelompok-kelompok (komunitas) sehingga sampai ke tangan yang tepat,” ujar Oktohari.(kompas.com)

Raja Sapta Oktohari : Inapgoc Siap Laksanakan Asian Para Games

REMAJA-TENIS.COM, BOGOR.- Ketua Inapgoc, Raja Sapta Oktohari, mengatakan pihaknya selaku panitia penyelenggara Asian Para Games 2018 telah siap mengemban tugas melaksanakan kompetisi olahraga empat tahunan khusus untuk atlet difabel tersebut. Ditemui seusai rapat kabinet terbatas di Istana Bogor pada Jumat (7/9/2018), Oktohari bahkan sudah melaporkan kesiapan dirinya dan tim kepada Presiden Jokowi.

“Kami melaporkan kepada Bapak Presiden melalui rapat tadi, Insya Alllah sudah siap untuk melaksanakan kegiatan Asian Para Games yang pertama di Indonesia,” ujar Oktohari. Presiden Jokowi juga mengimbau semua kementerian dan lembaga agar ikut menyukseskan Asian Para Games sebagaimana yang terjadi pada Asian Games 2018.
Oktohari juga menjelaskan rangkaian torch relay Asian Para Games sudah dimulai sejak Rabu (5/9/2018). “Kemarin 5 September kami melakukan rangkaian kegiatan yang pertama yaitu torch relay atau kirab obor dan besok kami akan berangkat bersama Pak Menpora ke Ternate untuk melaksanakan torch relay yang berikutnya di Ternate bertepatan dengan Haornas,” kata Oktohari.

Selain itu, Inapgoc juga sudah siap menyambut kedatangan para atlet dan telah menyediakan 1.100 buah kursi roda untuk memenuhi kebutuhan para atlet. “Ada kurang lebih 5.000 atlet dan official dan 1.100 di antaranya menggunakan kursi roda, 8.000 volunters, 5.000 pekerja lapangan, dan 800 media dari nasional maupun internasional,” Oktohari menambahkan.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, memasang target tim Indonesia finis di urutan 7 besar dan mampu menyabet 16 medali. “Kita berharap peringkat naik dari 9 menjadi 7 besar dengan perolehan 16-19 medali dari 18 cabang olahraga,” katanya. Imam juga berjanji bonus yang diberikan kepada para peraih medali Asian Para Games akan setara dengan Asian Games 2018, (kompas.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media