TERBIT 1 FEBRUARI 2012......SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA....JUARA REMAJATENIS SULSEL 2014 DI MAKASSAR ADALAH FIRNAS MUTTAQIN ASAL BERAU KALTIM (KU 10 PA), MFARHAN SIDDIK ABDILLAH ASAL BERAU KALTIM (KU 12 PA), WIDIA MUTIARA SARI ASAL BERAU KALTIM (KU 12 PI) ), DYVAC AKBAR FIQBILLAH ASAL BULUNGAN KALIMANTAN UTARA (KU 14 PA), RINI PUSPITASARI ASAL SINJAI SULSEL (KU 14 PI), ANDI MUH SHOLEH YUSUF ASAL KENDARI SULTARA (KU 16 PA), MUH RESKY JABIR ASAL MAKASSAR SULSEL (KU 18 PA), INDAH PERMATASARI ASAL SINJAI SULSEL (KU 18 PI) ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0812 8291 4247........................ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0812 8261 4247................................... .. .......TURNAMEN NASIONAL REMAJA BANK PAPUA TGL 12 - 14 SEPT 2014 DI JAYAPURA...

Wozniacki Raih Gelar Pertama


REMAJA-TENIS.Com, ISTANBUL.— Petenis cantik asal Denmark, Caroline Wozniacki, meraih gelar juara pertama tahun ini dengan menjuarai turnamen WTA Istanbul, Minggu (20/7/2014).

Pada pertandingan final, Wozniacki, yang merupakan unggulan teratas, mengalahkan unggulan kedua asal Italia, Roberta Vinci, dalam dua gim, 6-1, 6-1, pada pertandingan di kompleks olahraga Koza.

Wozniacki yang kini menempati peringkat ke-15 dunia hanya membutuhkan waktu 67 menit untuk mengalahkan lawannya yang menempati peringkat ke-24 dunia.

Ini merupakan gelar juara pertama tahun ini buat Wozniacki. Ini juga merupakan gelar juara ke-22 sepanjang karier petenis yang pernah menempati peringkat pertama dunia, tetapi belum pernah menjuarai turnamen Grand Slam ini.(kompas.com)

Maria Sharapova Sabet EPSY Awards


REMAJA-TENIS.Com,LOS ANGELES.– Maria Sharapova menyabet predikat sebagai Best Female Tennis Player of The Year dalam ESPY (Excellence in Sports Performance Yearly) Awards. Penghargaan itu disabeynya, menyusul penampilannya yang terus meningkat di mana puncaknya, dia berhasil memenangkan satu Grand Slam, yaitu French Open.
Sementara itu Brianna Turner and Karl-Anthony Towns berhasil terpilih sebagai Gatorade Athletes of The Year. Keduanya adalah dua remaja yang memiliki prestasi paling menonjol di tingkat SMA dalam bidang olahraga basket.
ESPY Award adalah sebuah penghargaan yang diselenggarakan oleh salah satu media ternama Amerika yaitu ESPN untuk mengakui prestasi para atlet secara individu maupun tim dalam satu tahun belakangan. Tahun ini adalah pergelaran ESPY Awards ke-22 dan rapper asal Kanada, Drake didaulat sebagai host. Acara ini bertempat di Nokia Theatre, Los Angeles.
Acara di Los Angeles itu dihadiri nama-nama besar dunia olahraga. Selain Sharapova, striker Tim Nasional (Timnas) Amerika Serikat, Clint Dempsey menjadi sorotan kamera media yang hadir. Kemudian ada pula bintang NBA, Kevin Durant dan Danny Green yang turun menampakkan dirinya. Juga ada Damian Lillard serta anak dari Muhammad Ali, Laila Ali.(suaramerdeka)

Atlet AG Terancam Tanpa Peralatan Pertandingan

REMAJA-TENIS.Com,JAKARTA.- Para atlet proyeksi Asian Games terancam tampil di Incheon, Korea, 20 September-5 Oktober mendatang tanpa peralatan pertandingan. Hal ini mengingat proses lelang yang seharusnya berjalan sejak dua bulan lalu tidak berjalan dengan baik.

Setelah gagalnya proses lelang tahap pertama, kini lelang tahap kedua juga masih tersendat. Pasalnya, baru sekitar 50 peserta yang mendaftarkannya dan menunggu pengajuan penawaran.

Indikasi ini pun diakui oleh pihak Kemenpora akan menimbulkan kekhawatiran lama seperti saat SEA Games 2011 lalu, pasalnya waktu untuk melakukan lelang sendiri tidaklah sebentar.

Deputi IV Bidang Pembinaan dan Prestasi Kemenpora Djoko Pekik mengatakan kepada wartawan akhir pekan lalu, untuk bisa melakukan proses lelang minimal membutuhkan waktu 40 hari kerja.

Itu belum termasuk jika nantinya ada sanggahan dari peserta lelang jika hasil pengadaan dianggap tidak sesuai dengan aturan yang berlaku atau terjadi penyimpangan, serta proses verifikasi peralatan sebelum akhirnya tiba di tangan atlet dan dicoba.

“Keterlambatan itu terjadi karena gagalnya proses lelang yang pertama. Kita akan coba mempercepat tahapan penawaran untuk proses lelang yang kedua ini,” tuturnya.

Ada beberapa selentingan yang mengatakan jika ada beberapa oknum yang sengaja menahan proses pengajuan penawaran mereka untuk kemudian membidik penunjukan langsung.

Memang, dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, semakin minimnya waktu membuka peluang untuk melakukan penunjukan langsung, namun hal itu pun di tampik oleh Djoko. “Proses lelang ini akan tetap berjalan,” ucapnya.

Sebelumnya, diperkirakan proses lelang akan berlangsung cepat, mengingat waktu yang cukup sempit.

Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) pun sejak awal pengajuan keperluan lelang sudah membuka kemungkinan jika pendistribusian peralatan pertandingan untuk pelatnas Asian Games bisa dilakukan pada Juli ini.

Mengingat seluruh berkas keperluan lelang dari seluruh cabor yang masuk dalam proyeksi Asian Games, menurut Kepala Bagian Logistik dan Perlengkapan Satlak Prima Wisler Manalu sudah masuk ke Kemenpora sejak Mei lalu.

“Kita sudah ajukan rancangan kontrak, dokumen lelang, dan gambar spesifikasi peralatan pelatnas untuk mempercepat proses lelang,” katanya.

Tidak tersedianya peralatan pertandingan hingga dua bulan terakhir jelang Asian Games sempat membuat hembusan kabar jika hal tersebut menurunkan semangat atlet untuk bertanding. Namun hal itu dibantah oleh Ketua Satlak Prima, Suwarno.

Kendati diakuinya kendala memang ada bukan hanya di peralatan saja, namun juga suplemen untuk atlet, namun dia menampik jika hal tersebut membuat semangat para atlet turun.

Pihaknya mengaku hingga kini tetap mengusahakan agar segala keterlambatan bisa segera diatasi. “Saya memang mendengar keluhan itu dari pengaduan pengurus cabor proyeksi Asian Games. Tapi saya tidak mendengar jika hal itu lantas membuat semangat para atlet untuk terjun ke Asian Games mengecil hingga bisa menurunkan target medali,” ucap Suwarno.

Saat ini pihaknya mengaku masih terus melakukan pemantauan kepada 158 atlet yang masuk dalam pelatnas Asian Games, sebelum nantinya akan melakukan penentuan nama-nama terakhir skuad utama yang akan masuk dalam kontingen.

“Rapat terakhir untuk penentuan nama pada 5 dan 6 Agustus mendatang. Kita akan serahkan nama-nama tersebut pada batas akhir entry by name ke panitia Asian Games pada 15 Agustus nanti,” imbuhnya. (pikiranrakyat)

AKSI PETENIS Federer Main Tenis di Gletser


REMAJA-TENIS.Com, JUNGFRAUJOCH— Roger Federer memanfaatkan waktu luangnya dari jeda turnamen internasional dengan hal yang tak jauh dari dunianya, yakni tenis. Akan tetapi, pertandingan tenis yang dilakoni petenis ranking ketiga dunia ini di luar kebiasaan.

Dilansir foxsports.com, Jumat (18/7/2014) WIB, bagi sebagian besar para petenis mungkin telah akrab dengan lapangan tenis berbagai jenis permukaan. Mulai dari lapangan keras, tanah liat hingga rumput. Akan tetapi, bagaimana dengan es?

Hal aneh inilah yang dilakukan pengoleksi 17 gelar grand slam itu, yakni bermain tenis di atas gletser di Pegunungan Alpine, di Jungfraujoch, Swiss, Kamis (17/7) waktu setempat. Petenis Swiss ini tak sendiri. Ia bermain bersama juara dunia ski Amerika Serikat, Lindsey Vonn.

Aksi ekstrem ini bukan tanpa alasan. Bermain tenis dikelilingi pegunungan berselimut es ini sebagai bagian dari promosi pariwisata gletser Aletsch di Jungfraujoch yang memiliki ketinggian 11.401 kaki atau sekitar 3.457 meter di atas permukaan laut. Maka sebelum bermain, Federer mesti menaklukkan hawa dingin yang menusuk tulang tersebut dalam acara yang disponsori oleh perusahaan cokelat ternama Swiss, Lindt.

Ide unik ini bermula dari obrolan Vonn dengan Federer, Oktober lalu. Lewat media sosial twitter, Vonn pun menawari Federer untuk bermain tenis bersama atlet ski. Namun, pertandingan lintas bidang olahraga ini tentu dengan syarat khusus, yakni pemilihan tempat laga yang istimewa. Maka, keduanya setuju untuk bertanding di sebuah lapangan tenis dadakan yang dibuat di atas gletser.

Lantaran ini tak sesuai kebiasaan, Federer tak bisa tampil seperti ketika ia bermain di lapangan biasa. Saat bertanding, ia biasa memakai kaos dan celana pendek plus ikat kepala. Akan tetapi, di pegunungan berselimut salju itu kostum tersebut jelas tak mungkin dipakai. Gantinya, celana putih panjang dipadu dengan kaos lengan panjang warna biru. Begitu pula dengan Vonn yang mengenakan atasan dan bawahan panjang warna hitam.(solopos)

Ada Kejanggalan Pada Kasus Tami Grende


REMAJA-TENIS.Com,JAKARTA. – Komisi Olimpiade Indonesia (KOI) akan tetap berusaha mendaftarkan petenis asal Bali, Tami Grende untuk dapat mengikuti Youth Olympic Games (Olimpiade Remaja/YOG) di Nanjing, 16-28 Agustus mendatang.

Hal ini diungkapkan oleh penanggungjawab Komisi Sports for All KOI, Ade Lukman menanggap kisruh karena pihak PP Pelti menolak merekomendasi nama juara ganda puteri yunior Wimbledon tersebut.

Tami Grende keluar sebagai juara ganda puteri yunior Wimbledon berpasangan dengan pemain Tiongkok, Qiu Yu Ye setelah di final mengalahkan Marie Bouzkova (rep Ceko)/Dalma Galfi (Hungaria( 6-2, 7-6 (7/5).

“Sebenarnya batasan entry by name memang sudah habis, Jumat (18/07) malam lalu. Tetapi kami akan coba mendekati pihak panitia pelaksana tentang kemungkinan Tami masuk dalam kontingen Indonesia,” Ade Lukman saat dihubungi Kompas.com, Minggu (21/07/2014).

Sebenarnya nama Tami Grende masuk dalam nama-nama atlet remaja yang mengantongi tiket ke Nanjing. Namun hingga batas akhir penyerahan nama (entry by name), nama Tami tak diusulkan tampil pada ajang pesta olahraga empat tahunan remaja tersebut.

Ade Lukman sendiri mengaku tidak tahu pasti mengapa nama Tami Grende tidak diusulkan pihak PP Pelti. PP Pelti malah mengajukan beberapa nama atlet, selain Tami Grende, ke KOI untuk tampil di YOG.

Padahal secara rangking level junior di Federasi Tenis Internasional (ITF) ini, mereka tak punya. “PP Pelti ada opsi beberapa nama untuk menggantikan Tami. Tapi karena tidak ada yang memiliki rangking ITF junior, ya tidak bisa. Ini yang lolos Tami, eh yang diusulkan orang lain. Pantas kalau ITF menolak,” kata Ade seperti dikutip Indo Pos.

Menurut Ade yang kini tengah berada di Korea memantau persiapan para atlet taekwondo menghadapi Asian games di Incheon, September mendatang, KOI memang tak bisa melakukan campur tangan dengan induk organisasi, maka secara lisan Rita sudah menghubungi ketua umum PP Pelti Maman Wirjawan.

“Tentang kisruh yang meliputi Tami dan PP Pelti ini, KOI bersama pihak Kemenpora akan bertemu dengan kedua pihak untuk menyelesaikan masalah ini,” ungkap Ade.(kompas.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media