TERBIT 1 FEBRUARI 2012...PON REMAJA TGL 9-15 DES 2014 DI SURABAYA...TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS SUMSEL-3 TGL 21-23 NOPEMBER 2014 DI TANJUNG ENIM SUMSEL...JUARA TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS JAKARTA-6 ADALAH KU 10 PA SULISTYO WIBOWO (DKI) , KU 10 PI NATHANIA NASYWA ISKANDAR (DKI), KU 12 PA WOLTER WONDO WIJONO (DKI) KU 12 PI NATALIA MICHTA (POLANDIA), KU 14 PA SEBASTIAN HANZEL (KUDUS) KU 14 PI ALYA AMALIA (MUBA) KU 16 PA HARRISON SOEGIARTO (DKI),, KU 18 PI ROSONEA TITAH S (MUBA).. ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0812 8402 4970............. TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS SUMSEL-3 TGL 21-23 NOPEMBER 2014 DI TG ENIM.... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0812 8402 4970.............

Sempat Memanas, Hubungan Federer dan Wawrinka Kini Baik-baik Saja


RENAJA-TENIS.Com, Lille - Roger Federer dan Stanislas Wawrinka berusaha mendinginkan suasana setelah mereka berdua dikabarkan bertengkar di London. Dua petenis Swiss itu menegaskan hubungan mereka kini sudah baik-baik saja.

Kabar perselisihan Federer dan Wawrinka muncul setelah laga semifinal ATP World Tour Finals, Sabtu (15/11/2014) lalu. Laga tersebut dimenangi Federer dengan skor 4-6, 7-5, 7-6(6).

Rekaman televisi memperlihatkan momen ketika Wawrinka meminta rombongan orang dekat Federer untuk tidak berisik ketika pemain akan melakukan servis. Dia juga sempat mengajukan komplain kepada wasit Cedric Mourier lantaran istri Federer, Mirka, telah mengucapkan kata-kata celaan kepadanya.

Insiden-insiden tersebut kabarnya merembet hingga ke luar lapangan. Setelah pertandingan, Federer dan Wawrinka disebut-sebut bersitegang di ruang loker stadion.

Federer dan Wawrinka membenarkan mereka sempat berselisih. Tapi, mereka telah menyelesaikan masalah dan sekarang hubungan mereka kembali normal.

Federer dan Wawrinka memang harus segera berbaikan. Pasalnya, mereka adalah rekan setim saat Swiss berhadapan dengan Prancis di final Piala Davis, 21-23 November.

“Kami berbicara setelah pertandingan. Semuanya benar-benar santai soal situasinya. Kami sudah cukup dewasa. Kami punya Severin (Luthi) sebagai pelatih, kapten Piala Davis, dan juga teman,” ujar Federer di Reuters.

“Saya cuma ingin melihat apakah ada sakit hati karena itu mungkin merupakan salah satu momen paling ramai dalam pertandingan, dalam skor sekitar 5-4 atau 5-5. Jelas suasananya riuh,” tuturnya.

“Yeah, seperti yang saya katakan, tidak ada sakit hati apapun. Kami adalah teman, bukan musuh. Tapi, itu mungkin memang momen yang panas,” kata petenis peringkat dua dunia ini.

Sementara itu, Wawrinka menyebut media telah membesar-besarkan masalah antara dirinya dan Federer.

“Yang pertama, kami sama-sama tak punya masalah. Kami langsung membicarakan soal itu setelah pertandingan. Bukan cuma soal itu, tapi soal banyak hal. Kami tahu bagaimana mengatasinya ketika kami punya hal kecil seperti itu,” kata dia.

“Tak banyak yang bisa dikatakan karena itu menjadi masalah besar karena pers, karena kalian. Tapi, buat kami bukan apa-apa,” ujar Wawrinka. (detiksport)

Menpora Inginkan PON Yang Bersih dan Jujur


REMAJA-TENIS.Com, KUDUS. – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi berharap penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) kembali kepada semangat olahraga yang mengejar prestasi dan jujur.

Hal ini diungkap oleh Menpora menanggapi maraknya kericuhan soal perpindahan (mutasi) atlet menjelang berlangsungnya PON di Jawa Barat pada 2016. Belum lagi ada kasus penggunaan atlet luar daerah dalam Porprov yang sering menimbulkan kecemburuan dari atlet-atlet lokal.

“Apa hal-hal seperti itu masih terjadi?” tanya Menpora usai menutup penyelenggaraan turnamen Bulutangkis Antarmedia 2014 di PB Djarum Kudus, Kamis (21/11/2014) . “Saya sayangkan karena seharusnya sebagai olahragawan kita lebih fair.”

Dalam Porprov Kaltim pekan lalu, timbul protes soal penggunaan atlet-atlet luar provinsi, termasuk atlet-atletd ari Pulau Jawa oleh beberapa daerah peserta. Penggunaan atlet-atlet luar daerah ini dianggap akan menghambat potensi atlet lokal dan berkaitan dengan bonus yang diterima penerima medali.

Menpora mengakui soal bonus buat atlet memang kerap menimbulkan kontroversi. Meski ia juga tidak mengesampingkan kebutuhan harian atlet yang cukup besar. “Memang baik kalau atlet semakin dihargai karena kemampuan mereka. Namun bagaimana pun akan ada aturan soal status atlet baik soal asal atau pun soal cabang olah raganya. saya kira baik KONI pusat atau pun daerah harus lebih tegas soal ini.”

“Bagaimana pun kita harus melindungi atlet lokal,” lanjut Menpora. “Sementara untuk kesejahteraan atlet, kami sedang memikirkan koordinasi dengan kementerian PAN untuk pola rekrutmen CPNS.”

Namun Menpora berharap ini bukan satu-satunya alternatif buat para atlet. “Kami justru mengusahakan mereka untuk mendapat kemudahan dalam hal pendidikan atau pelatihan kewirausahaan. Yang terakhir ini menurut saya justru akan lebih mendukung peran utamanya sebagai atlet.”(kompas.com)

Cabor Tenis di Porprov Jabar Ribut


REMAJA-TENIS.COM, BANDUNG. Kemeriahan pesta olahraga Jawa Barat atau dikenal dengan PORPROV (Pekan Olahraga Provinsi) yang berlangsung dikota Bandung khususnya cabang olahraga tenis diciderai dengan munculnya kasus atlet yang digunakan oleh kontingen Kota Bekasi peserta Porprov tersebut.

Referee turnamen Drs Eko Supriyatna sulit dihubungi untuk konfirmasi masalah kasus salah satu atlet putri yang ternyata ikut PORPROV Kaltim dan Jabar.
Sampai kemarin belum bisa diputuskan oleh Panpel masalah atlet tersebut sehingga muncul protes keras dilakukan oleh kontingen lainnya. Masalah ini diserahkan kepad Dewan Hakim yang dibentuk Panpel.

Penyebabnya adalah atlet putri Nadhila Safira dari kontingen kota Bekasi terbukti seminggu lalu masih memperkuat salah satu kontingen diajang Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur. Setelah itu muncul diajang Porprov Jawa Barat.

Menanggapi hal seperti ini sering terjadi diajang Porprov, oleh pengamat tenis August Ferry Raturandang (AFR) dari Tanjung Enim menyampaikan sebaiknya Porprov seperti ini dibubarkan saja. “Tenis tidak membutuhkan ajang Porprov, karena sudah cukup banyak turnamen nasional di Tanah Air. Saya setuju dengan pendapat salah satu Gubernur yang usul agar Porprov dibubarkan saja karena ini objekan KONIDA saja.” ujarnya. Dikatakan pula beberapa tahun silam kasus seperti ini sudah sering terjadi. Bahkan ada atlet dalam setahun bisa ikuti 3 Porprov berbeda provinsi. Bahkan ada kasus sepeti ini dimana terjadi disaat final sehingga oleh Panpel Cabor Tenis dibatalkan.

Seharusnya KONI Pusat membuat aturan yang baku tentang pelaksanaan Porprov ini dilaksanakan serempak dalam waktu yang sama diseluruh Indonesia. “Kalau mau tertib sebaiknya disatukan saja waktu pelaksanaan. Ini KONI Pusat harus tertibkan. ” ujarnya.

ATP WORLD TOUR FINALS 2014 Federer Mundur, Djokovic pun Juara


REMAJA-TENIS.Com,LONDON — Novak Djokovic menjuarai ATP World Tour Finals 2014 tanpa perlu bertanding di final. Ia dinyatakan jadi juara menyusul keputusan Roger Federer, lawannya di partai puncak, mundur.

Djokovic dan Federer seharusnya akan berhadapan di O2 Arena, Senin (17/11/2014) lepas tengah malam WIB, dalam pertemuan ke-37 di antara kedua petenis top dunia tersebut.

Akan tetapi, duel yang sudah dinanti-nanti itu urung terjadi. Federer masuk ke lapangan bukan untuk bertanding melawan Djokovic melainkan memberikan pengumuman pengunduran dirinya.

Petenis Swiss 33 tahun itu, yang sebelum ini bertarung nyaris tiga jam lawan Stanislas Wawrinka di partai semifinal, mengaku tak bugar untuk menjalani pertandingan akibat masalah pada punggungnya.

“Saya harap Anda semua memahami bahwa saya ingin memberi tahu ini secara langsung dan minta izin tidak bermain,” tutur Federer seperti dikutip Reuters.

“Saya tak bisa bersaing pada level ini dengan masalah pada punggung,” lanjutnya disambut tepuk tangan hangat dari para penonton kendatipun mereka jelas kecewa.

Presiden ATP Chris Kermode, yang berdiri di samping Federer, kemudian mengumumkan bahwa sebagai pengobat kecewa akan dilangsungkan partai eksebisi satu set antara Djokovic lawan Andy Murray.

Novak Djokovic tampak tak mau terlalu bergembira merayakan keberhasilannya menjuarai ATP World Tour Finals 2014 mengingat itu diraih akibat mundurnya Roger Federer, lawan yang mestinya ia hadapi di final.

“Tentu saja bukan cara yang aku inginkan untuk menang. Aku ikut merasa sedih untuk Roger,” kata Djokovic seperti dilansir detiksport mengutip Reuters.

“Saya sudah berkecimpung di tenis 10 tahun dan saya tahu Roger dan Rafa (Nadal) selalu jadi penantang terberat dan senantiasa berusaha 100 persen. Jika Roger bisa bermain maka ia akan melakukannya,” kata petenis Serbia yang tahun ini menggondol dua titel Grand Slam itu.

“Saya juga turut bersedih untuk kalian (para penonton). Ini merupakan pertandingan yang sudah ditunggu-tunggu antara petenis nomor satu dan dua dunia, dan semua orang bersemangat menyaksikannya. Saya bukan tipe pemain yang senang merayakan kemenangan-kemenangan macam ini, tapi saya harus merayakan musim ini secara keseluruhan dan trofi ini merupakan mahkota dari satu musim,” papar Djokovic.

Kendatipun urung bertarung dengan Federer di partai final Djokovic tetap turun bertanding dalam partai eksebisi satu set, yang juga dimaksudkan sebagai laga pengobat kecewa, dengan menghadapi Andy Murray.(solopos.com)

Harrison Soegiarto dan Rosonea Titah Juara RemajaTenis Jakarta-6


REMAJA-TENIS.Com, JAKARTA. Hari ini permainan Harrison Soegiarto tidak bisa dibendung lawannya asal Sekau Muba MMauana. Bermodalkan postur tubuh tinggi Harrison bertanding dengan servis voli sehingga tidak beri kesempatan bagi Maulana berkembang. Tidak tanggung tanggung set pertama tekanan Harrison membuat Maulana seperti tidak tahu berbuat apa, dan langsung Harrison menggebrak dan unggul 6-0 dalam 40 menit.
Memasuki set kedua pola main Harrison tidak berubaha dan langsung unggul 2-0. Game ketiga set kedua, Maulana pegang servis dan berhasil menekannya dan game ketiga milik Mauana, 1-2. Kembali Harrison pegang servis digame keempat dan tejadilah kejar mengejar angka sehingga 2 kali deuce sebelum game keempat menjadi milik Harrison Soegiarto, 3-1. Dan kembali Harrison tidak bisa dibendung dan angka berpihak kepadanya, 5-1. Sebelum menutup set kedua, Maulana sempay mendapatkan 1 game dan kedudukan menjadi 6-2 dalam waktu 1,5 jam. Harrison keluar sebagai juara kelompok umur 16 tahun.

Kelompok 18 tahun putri, terjadi all Muba finals, antara Rosonea Titah dan Dwi Yolanda dimenangkan oleh Rosonea 7-6 (6) 6-7 (4) 10-7rison dan Rosnoea/AFR) (Foto Har


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media