TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... JUARA .KEJURNAS AFR REMAJATENIS SULSEL-IX DI MAKASSAR .... FEBBYARO RIBY (DKI JAKARTA, KU 10 PI), M.RAISYA AZZAKI ( MAKASSAR 10 PA), ANNISA AZZAHRA (BALIKPAPAN 12 PI), MUH. ALIEF R (MAKASSAR 12 PA), NOVIA RAHMADHANI (BALIKPAPAN 16 PI), OSCARLINO HALIM ( MAKASSAR 16 PA), MUH RINALDY NB (PALOPO 18 PA).... ... ...KEJURNAS AFR REMAJATENIS JAKARTA-59 TGL 13-15 JANUARI 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Rasya Afif Peringkat Pertama KU 10 Tahun


REMAJA-TENIS.COM, PALU. Satu atlet binaan Jaguar Tennis Club, Rasya Afif memastikan gelar juara peringkat pertama dihari kedua Kejuaraan Nasional AFR RemajaTenis Sulawesi Tengah 2017 di lapangan tenis Taman GR Palu, Sabtu (18/3) kemarin.

Rasya Afif, yang diturunkan di tunggal putra KU 10 tahun memastikan gelar juara setelah mengalahkan dua petenis asal Manado Sulut, dan satu atlet wakil Kabupaten Dongala di Kejuaran Nasional itu.

Dipartai pertamanya Rasya Afif, bekerja keras mengungguli petenis asal Manado Billy Pungus dengan skor 9-7. Dipartai kedua Rasya Afif , yang merupakan petenis SDN 15 Palu itu kembali memenangai pertandingan dengan mengalahkan Andrew Moningka dengan skor cukup telak 8-2. Selanjutnya Rasya Afif, mengalahkan Abu Bakar dari Kabupaten Donggala dengan skor 8-0.

Dikategori tunggal putra KU 10 tahun ini, peringkat kedua diraih oleh Billy Pungus . Peringkat ketiga diraih oleh Andrew Moningka, dan Abu Bakar harus puas diperingkat keempat.

” Ini adalah pembinaan buat anak anak kita klub. Atlet kami Rasya Afif tampil baik dengan gelar ini, semoga kedepannya dapat ditingkatkan.” ucap peatoh Jaguar Tennis Club, Abdul Radjab kepada Radar Sulteng.

Abdul Radjab menyampaikan, bahwa satu atlet lainnya yang diturunkan di KU 14 tahun Andre Saputra Radjab, juga sudah memastikan diri lolos ke final.

“Kita berharap Andre juga bisa juara di final

Christopher Rungkat Tembus Final Pingshan Open 2017 Main Ganda dengan Petenis Taiwan


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA – Petenis Indonesia, Christopher Rungkat yang berpasangan dengan Hsieh Cheng-Peng (Taipei) berhasil melangkah ke babak final nomor ganda Pingshan Open 2017 di Shenzhen, Tiongkok.
Duet non unggulan itu sukses melewati semi final turnamen level ATP Challenger berhadiah total 75.000 dollar AS atau hampir Rp 1 Milyar itu dengan menghentikan pasangan asal Jepang, Toshihide Matsui/Yuichi Sugita, Jumat (17/3).
Di atas lapangan Shenzhen International Tennis Centre yang berpermukaan plexypave, Christo/Cheng-Peng menang straight set dalam laga berduarasi satu jam 10 menit, 7-6(2) 6-3.

“Penampilan kami di Shenzhen, dari hari ke hari makin membaik setelah kalah di babak pertama di Zhuhai pekan lalu. Tentu saja menjadi faktor yang menguntungkan bahwa saya telah mengenal permainan Toshi dengan baik karena pernah berpasangan dua tahun lalu. Namun, itu juga berarti dia juga tahu banyak tentang saya,” ungkap Christopher Rungkat.
Pada partai puncak, duet Christo/Cheng-Peng bakal menantang unggulan kedua asal Thailand, Sanchai/Sonchat Ratiwatana.

Di semi final, pasangan kembar itu menumbangkan seeded ketiga Dino Marcan (Kroasia) /Tristan Samuel Weisborn (Austria). Sanchai/Sonchat menang rubber set dengan skor akhir 7-6(5) 4-6 [10-3] dalam pertarungan berdurasi satu jam 27 menit.

“Ganda kembar Ratiwatana bukanlah lawan yang asing. Saya pernah beberapa kali menghadapinya ketika berpasangan dengan petenis lain,” kata Christo.

Ini merupakan final pertama bagi pasangan Christo dan Hsieh Cheng Peng yang merupakan adik dari petenis putri Hsieh Su Wei ini. Bagi Christo yang kini bercokol di peringkat ganda ke-175 dunia itu adalah final keempat di turnamen ATP Challenger.
Namun sayangnya belum sekalipun dia sukses mengangkat gelar juara. Berduet dengan petenis India, Jeevan Neduncheziyan, Christo harus puas berada di posisi kedua di Kobe dan Toyota (Jepang) akhir tahun lalu serta Dallas (AS) awal tahun ini.

“Kalau kami bisa konsisten bermain seperti hari ini, kami yakin bisa memboyong gelar juara ganda turnamen ini,” jelas petenis kebanggaan Merah Putih yang tengah membidik peluang tampil di Grand Slam Wimbledon tahun ini.(troibunews.com)

Juara di AFR Berhak Ikut Kejuaraan Tingkat Nasional


REMAJA-TENIS.COM,PALU. Ketua Harian Pengda Pelti Sulwesi Tengah (Sulteng), Jemmy Hosan mengatakan bahwa peraih juara di ajang AFR Re,majaTenis Sulteng berhak untuk mengikuti Kejuaraan tingkat nasional. Menurut dia, Pengda Pelti Sulteng telah membuka kesempatan bagi petenis yunior yang ada di Kota Palu dan di Sulteng pada umumnya untuk mengikuti ajang AFR RemajaTenis Sulteng yang digelar selama tiga hari sejak 17-19 Maret 2017.
Setiap atlet yang meraih juara di ajang ini kata dia, berhak untuk mengikuti kejuaraan yang dilaksanakan tingkat nasional.
” Ini harus doipahami oleh semua atlet maupun orangtua bahwa siapapun dia ketika mengikuti ajang AFR RemajaTenis yang diselenggarakan Pengda Pelti Sulteng dan berhasil meraih prestasi, maka atlet tersbut berhak untuk ikut dan akan diikutkan pada kejuaran nasional”, kata Jemy Hosan kepada Merscusuar.

Jemmy menambahkan bahwa Pengda Pelti Sulteng juga akan kembali menggelar ajang yang sama di tahun 2017 ini dengan harapan para atlet bisa ikut berpartisipasi sehingga bisa mewakili Sulteng diajang tingkat nasional. Menurutnya, keberadaan AFR RemajaTenis di kota Palu doiharapkan bisa menambah frekuensi pertndingan atlet2 tuan rumah. khususnya yang ada di wilayah Sulteng.

Kesadaran untuk ikut dalam turnamen sangat penting sebagai evaluasi pembinaan atlet junior yang selama ini sudah dilakukan setiap individu maupun klub tenis yang sdah ada.
” Yag akan diutus untuk mewakili Sulteng di kejuaraan tingkat Nasional adalah mereka yang berprestasi. Sehingga sangat diharapkan jika para atlet ingin berlaga ke tingkatan yang lebih tingi untuk ikut dalam AFR RemajaTenis Sulteng. Memilih atlet bukan hanya sekedar memilih kucing dalam karung dan ini harus dipahami semua pihak. Jadi jangan berharap atlet yang tidak berpartisipasi di ajang AFR RemajaTenis bisa mewakili ke ajang nasional.” tutup Jemmy.

Menurut dia, tekad Pengda Pelti Sulteng 2016-2021 akan membenahi kelemahan kelemahan yang ada selama ini. ” Mulai sekarang sudah harus dipikirkAN persiapan menghadapi PON XX 2020 di Papua.: ujarnya.
Sementara itu August Ferry Raturandang yang juga Kabid Pembinaan PB POR Maesa , setelah bulan Ramadhan akan digelar Kejurnas Maesa Paskah di kota Palu. Oleh karena itu, ditargetkan tahun 2017 kota Palu akan menjadi tuan rumah 3 kejurnas. (mercusuar/fptp Veren asal Tndano/Foto AFR collection)

Majukan Petenis, Sulteng Harus Perbanyak Turnamen


REMAJA-TENIS.COM, PALU. Pembina tenis Tondano, Sulawesi Utara, Eddy Baculu mengatakan, jika ingin memajukan petenis, harus sebanyak mungkin mengikuti turnamen. ” Jika ingin maju, ikutilah turnamen tenis sebanyak mungkin,” kata Eddy disela sela pemanasan atlet di lapangan tenis Taman GOR Palu, Kamis (16/3)dalam rangka mengikuti turnamen AFR RemajaTenis Sulteng.

Menurutnya, atlet tenis Sulteng bisa maju dan berkembang, jik pemerintah bisa lebeih memberikan perhatian. Sebab banyak atlet tenis di Sulteng yang memiliki kemampuan dan bisa diandalkan.
Menurut Eddy Baculu yang juga mantan Ketua Harian Pengda Pelti Sulawesi Utara menyampaikan pesan yaitu prinsip 3 D. Yaitu Data, Daya dan Dana, ” Walaupun ada Dana kalau tidak ada Data dan Daya maka tidak bisa terlaksana program program Pengda Pelti. Tapi kalai didukung oleh Data dan Daya maka DFana bisa dicari.” ujar pria berkumis 77 tahun. Eddy Baculu yang pernah menikmati SMP dikota Palu.

Diakuinya pula jika dahulu Sulteng ;ernah menjadi supplyer petenis nasional. ” Ayo mari kita bangkitkan masa keemasan tenis Sulteng. Ingat Bapak Gubernur juga penggemar tenis.” kata Eddy Baculu,
Hal senada diungkapkan penggagas turnamen AFR RemajaTenis, August Ferry Raturandang yang berharap agar turnamen tenis sering doilaksanakan untuk bisa memajukan skil para atlet. ” Saya juga telah bertemu dengan Ketua Pengda Pelti Sulteng dan membicarakan terkait kemajuan tenis di Sulteng,” kata mantan Wakil Sekjen PP Pelti itu.

Sementara itu , Ketua Pengda Pelti Sulteng DR Ir Hasanuddin Atjo, MP mengakui akibat terputusnya turnamen selama tujuh tahun, mengakibatkan minimnya prestasi para atlet tenis Sulteng. ” Akibat terputusnya turnamen setelah tukepada kami.” juh tahun kembali ada turnamen, maka wajarlah kalau belum ada petenis asal Palu atau Sulteng yang berprestasi.” kata Hasanuddin.

Veren Pungus, salah satu atlet tenis junior asal Tondano yang ikut dalam turnamen mengatakan bahwa dirinya bisa menjadi atlet tenis karena dukungan dari orangtua, ” Saya bahagia kedua orangtua mendukung saya dalam pertenisan nasional. Kedua orangtua ikut mendampingi saya sampai ke Palu. Saya tidak akan kecewakan mereka.” ujar Veren di lapangan tenis GOR Palu.

Kejurnas AFR RemajaZTenis Sulteng akan berlangsung selama tiga hari, sejak 17-19 Maret 2017 di lapangan tenis GOR, Palu.

Ketua Harian Pengda Pelti Sulteng, Jemmy Hosan mengatakan, minimnya peserta asal Palu tidak menurunkan semangat penyelenggara. Hal ini pula dijadikan bahan pembelajaran Pengda Pelti Sulteng untuk bisa mengadakan kejurnas di kota Palu.

“Ini pesan Ketua Pengda Pelti Sulteng kepada kami,” ungkapan Jemmy Hosan. ” Kami harapkan petenis di Sulawesi Tengah bisa ikuti turnamen dikota Palu. Sehingga bisa menambah pengalaman atau jam terbangnya.” ujar Jemmy Hosan. . Menurut dia, keberadaan AFR RemajaTenis dikota Palu diharapkan bisa menambah frekuensi pertandingan para atlet tuan rumah. Sebab kesadaran pentingnya ikut dalam turnamen sangat penting sebagai evaluasi pembinaan atlet junior yang selama ini sudah dilakukan setiap individu maupun klub klub yang ada. (mercusuar/Foto AFR Collection)

Sharapova Ikut Turnamen Stuttgart Picu Protes Wozniacki


REMAJA-TENIS.COM,Petenis Rusia, Maria Sharapova rencananya akan kembali tampil di turnamen tenis dengan status petenis “wildcard” pada bulan April mendatang.

Dia akan kembali bertanding di sebuah turnamen yang dimulai dua hari lebih cepat dari batas akhir masa hukuman larangan bertanding Sharapova.

Turnamen tenis di Stuttgart digelar pada 24 hingga 30 April 2017. Pada tanggal 24 itu, masa hukuman untuk Sharapova belum berakhir.
Seperti diketahui, Sharapova yang dinyatakan positif mengonsumsi meldonium dilarang bertanding selama dua tahu. Namun dia mendapat pengurangan pada Oktober lalu menjadi 15 bulan berakhir.
Turnamen ini akan menjadi turnamen pertama Sharapova setelah dia menjalani masa hukuman larangan bertanding terkait kasus doping yang dialaminya.

Namun rencana kembalinya Sharapova itu mendapat protes dari petenis Denmark, Caroline Wozniacki. Meski mengaku senang Sharapova akan kembali bermain, namun dia mengkritisi penyelenggara turnamen karena memperbolehkan Sharapova ikut. Padahal turnamen ini dimulai pada saat hukuman untuk Sharapova belum selesai.

Turnamen akan digelar di Stuttgart, Jerman pada 24 hingga 30 April 2017. Menurut Wozniacki, Sharapova belum saatnya untuk kembali ikut turnamen. Tunggu dua hari lagi, juara lima kali turnamen grand slam itu belum rampung melakoni seluruh masa hukuman. Pemberian status sebagai petenis “wildcard” untuk Sharapova adalah hal yang tidak pantas.
Dia menjelaskan beberapa hal dalam hal kembalinya Sharapova ini.

“Yang pertama, dari banyak hal dia adalah sosok yang bagus untuk dunia tenis, tenis putri secara keseluruhan. Tapi yang Kedua, Saya pikir ini adalah hal yang bisa mengherankan. Tak peduli siapapun itu. Seorang pemain yang masih dilarang bermain di turnamen pada pekan itu (diperbolehkan ikut main,red),” kata Wozniacki menjelang ikut turnamen BNP Paribas Open di Indian Wells seperti dilansir stuff.

“Dari sisi turnamen, Saya pikir ini hal yang tidak pantas untuk pemain lain dan juga bagi WTA. Tapi ya seperti inilah. Seringkali aturan berlaku untuk sebagian orang,” katanya.

“Saya pikir semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua dan saya pikir dia akan datang kembali dan berjuang kembali. Saya yakin dia akan bermain dengan baik. Tapi pada saat yang sama, saya merasa ketika seorang pemain dilarang karena kasus obat-obatan terlarang, saya pikir seseorang harus mulai dari bawah dan berjuang kembali,” katanya.
Wozniacki mempertegas kritiknya pada penyelenggara turnamen. “Saya pikir setelah turnamen dimulai dan ada pemain yang masih dilarang bertanding, saya tidak berpikir pemain itu akan diizinkan untuk bermain pada pekan itu,” katanya.

Pada Maret tahun 2016 lalu, Sharapova membuat pengakuan mengejutkan. Mantan juara Wimbledon itu mengaku menggunakan meldonium.
Meldonium dilarang digunakan sejak 1 Januari 2016. Sharapova menggunakannya sejak 10 tahun sebelumnya secara legal. Ratu lapangan tanah liat ini gagal melewati tes meldonium setelah mengikuti kejuaraan Australia Terbuka 2016.( tribunews.co)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media