TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... .....SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1439 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN..........REMAJATENIS BANDUNG 22-24 JUNI 2018........REMAJA TENIS SUMSEL XVI 22-24 JUNI 2018......REMAJATENIS JAKARTA-71 TGL 29 JUNI-1 JULI 2018.............. MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Atlet Pelatnas Asian Paragames 2018 Siap Torehkan Prestasi

REMAJA-TENIS.COM, SOLO.Atlet-atlet Pelatnas Asian Paragames 2018 yang disiapkan oleh NPC ( National Paralympic Committee) telah siap terjun diarena Asian Paragames yang rencananya bakal digelar pada tanggal 6 hingga 12 Oktober 2018 di Jakarta. Hal ini disampaikan oleh August Ferry Raturandang sebagai Sport Expert INAPGOC (Indonesia Asia Paragames Organizing Committee) dalam kunjungannya ke Solo pada 5-7 Juni 2018.
Dalam rangkaian kunjungannya ke Pelatnas di Solo, August Ferry Raturandang baru sempat bertemu muka pelatih dan atlet-atlet Para Swimming, Atletik, Tenis Meja, Tenis Kursi Roda, Angkat Berat, Wheelchair Basketball, Anggar, Lawn Bowl, Bulutangkis, Catur dan Sitting Volley Ball. Sedangkan 7 cabang olahraga lainnya belum sempat dikunjungi untuk memantau kesiapannya.

Dari hasil temu muka dengan mereka, menurut August Ferry Raturandang terlihat semangat atlet-atlet difabel ini begitu tinggi dalam berlatih walaupun dengan fasilitas latihan yang minim dan sedang berpuasa.

“Kami bangga melihat tingginya semangat berlatih walaupun sedang berpuasa dan dengan minimnya fasilitas latihan. Untuk itu dukungan masyarakat olahraga sangat amat dibutuhkan.” ujar August Ferry Raturandang yang selama ini dikenal didunia tenis.

Kekurangan saat ini adalah masalah klasik yaitu masalah perlengkapan latihan saja. Sebenarnya dana sudah dikuncurkan tapi perlu dikawal dalam pengeluarannya. Tinggal tunggu waktunya sudah bisa terealiser. Para atletpun menyadari hal ini, dan patut disyukuri pembina atlet dari NPC berusaha dengan membuat perlengkapan sendiri karena dibutuhkan atletnya.

atletnya.

Adapun target 19 keping medali emas, 15 medali perak dan 10 medali perunggu diharapkan bisa terealisasi jikalau didukung dengan program latihan dan turnamen yang teratur.

Sebagai penyelenggara, Inapgoc akan menyelenggarakan test event di Jakarta setelah Lebaran untuk 5 cabang olahraga yaitu Para Swimming, Tenis Meja, Wheelchair Basketball, Para Athletics dan Para Badminton. Tepatnya mulai tanggal 27 Juni- 3 Juli 2018. Sebelum test event akan diselenggarakan juga classification dan penataran untuk para wasit.

August Ferry Raturandang berpendapat bahwa sebagai penyelenggara multi event untuk Asian Paragames itu tingkat kesulitannya lebih tinggi daripada Asian Games.

Keberhasilan penyelenggara sebagai sukses penyelenggaraan dan juga seharusnya bisa sukses prestasi bagi atlet-atlet difabel Indonesia.

Dukungan Pemerintah juga cukup besar dengan cara memberi apresiasi kepada pemegang medali yang disamakan dengan prestasi atlet Asian Games 2018.

Asian Paragames 2018 diselenggarakan di Jakarta mualai tanggal 6 hingga 13 Oktober 2018 dan akan mempertandingkan 18 cabang olahraga.

Deddy Tedjamukti: Dukungan Luar Biasa Ketum PP PELTI Lecut Semangat Juang Aldila Dan Kawan-kawan

REMAJA-TENIS.COM, SINGAPORE. Para petenis andalan kita yang hari ini bertanding di nomor ganda turnamen tenis Singapore F2 Futures, sukses meraih hasil yang menggembirakan dengan melibas para lawan mereka.

Beatrice Gumulya yang berduet dengan rekannya sesama anggota pemusatan latihan nasional (pelatnas) Asian Games, Jessy Priskila Rompies, hari ini secara ketat dan menegangkan berhasil menggulung pasangan ganda gado-gado Choi Ji Hee (Korea Selatan) dan Lee Pei Chi (Taiwan).

Kendati pada set yang pertama, Bea dan Eci harus menelan kekalahan 3-6, namun dengan semangat juang yang tinggi, pasangan ganda kita yang juga akan diduetkan pada pesta olah raga terbesar di Asia, Asian Games 2018 yang akan datang, berhasil membalas pada set yang kedua dengan kemenangan telak 6-1.

Kedudukan berimbang 1-1, selanjutnya guna menentukan pemenang, laga dilanjutkan dengan super tie break. Pada set yang menentukan ini, pertandingan berlangsung ketat dan menegangkan. Kedua pasangan terus berlomba dalam pengumpulan poin demi poin. Papan skor hampir selalu menampilkan angka yang sama, 1-0, 2-0, 2-1, 2-2, 3-2, 4-2, 4-3, 5-3, 5-4, 5-5, 5-6, 6-6, 7-6, 7-7, 7-8, 8-8, 9-8, dan 10-8!

“Ya seneng ya. Soalnya walaupun kita yang seeded tetapi lawannya juga bagus.” tulis Beatrice Gumulya dalam pesan singkatnya kepada arayanaNews (11/6).

“Apa lagi di set pertama kalah juga. Jadi ya seneng pastinya bisa comeback dan menang akhirnya.” imbuh Bea yang kemarin juga sukses meraih kemenangan di nomor tunggal tersebut.

Pada pertandingan berikutnya, Aldila Sutjiadi dan pasangannya, Charmaine Seah, berhasil menjegal pasangan ganda tuan rumah, Lynelle Lim/ Tammy Tan, dua set langsung 6-2, dan 6-3.

“Hari ini anak-anak bermain luar biasa, Bea dan Eci harus berjuang keras untuk bisa lolos ke babak berikutnya, mereka menang 10-8 di super tie break.” tulis Deddy Tedjamukti, pelatih tim putri pelatnas Asian Games kepada arayanaNews (11/6).

“Aldila Sutjiadi yang berpasangan Charmaine Seah, juga bermain bagus dan dapat mengalahkan pasangan ganda tuan rumah.” sambung Deddy dalam pesan singkatnya.

Menurut Deddy Tedjamukti yang beberapa waktu lalu menjadi arsitek tim piala Fed Indonesia ketika bertanding di Bahrain, kesuksesan petenis kita di turnamen tenis Singapore F2 Futures, tidak terlepas dari dukungan penuh Rildo Ananda Anwar, ketua umum PP PELTI. “Hebat supportnya pak Ketua umum.” tulis Deddy Tedjamukti.(arayananews.com)

Indonesia Borong Gelar Juara di Jerman

REMAJA-TENIS.COM,FRANKFURT- Tim Pelatnas Soft Tenis Indonesia berhasil menguasai arena The 11th Soft Tennis German Open 2018 di Frankfurt, 1 – 3 Juni. Pasukan Merah Putih sukses mendulang enam medali emas, lima perak dan empat perunggu dari kejuaraan yang berlangsung di lapangan tanah liat Kronberg Tennisverein Obenhochstadt itu.

“Hasil ini sangat memuaskan karena kami berhasil menyapu seluruh gelar juara dari enam nomor yang dilombakan,” ucap tim manager, Hendri Susilo Pramono saat transit di Singapura, Selasa (5 Juni) malam. Pada nomor tunggal putra, Prima Simpatiaji berhasil meraih medali emas setelang menang dalam partai final sesama wakil Indonesia.

Prima mengalahkan juniornya, Irtandi Hendrawan. Sedangkan di partai puncak sektor putri, Dede Tari Kusrini menyisihkan kompatriotnya, Dwi Rahayu Pitri. Pada final nomor ganda putra, duet Hemat Bakti Anugrah/Gusti Jayakusuma menumbangkan pasangan senior Elbert Sie/Hendri Susilo Pramono. Sementara ganda putri Dede Tari Kusrini/Anadeleyda Kawengian merebut emas setelah menepiskan perlawanan Dwi Rahayu Pitri/Voni Darlina.

“Yang penting adalah kami mampu menjaga mental bertanding pemain selama menjalani program uji coba hingga siap berlaga saat Asian Games 2018 nanti,” tutur Hendri.

Turnamen internasional bertajuk The 11th Soft Tennis German Open 2018 itu diikuti empat negara, yakni tuan rumah Jerman, Polandia, India dan Indonesia.

“Meski hanya empat negara, namun tuan rumah Jerman dan Polandia adalah kekuatan utama soft tenis di benua Eropa, sementara India adalah kuda hitam dari kawasan Asia,” terang Hendri. Tim yang dipersiapkan untuk mengibarkan Sang Saka Merah Putih di podium Asian Games 2018 ini, tak sempat berleha-leha menikmati kejayaan selama uji coba di Jerman.

Sepuluh atlet penghuni Pelatnas itu langsung bertolak menuju Thailand, Rabu (6 Juni) siang. Prima Simpatiaji dan kawan-kawan akan berada di Negeri Gajah Putih hingga 11 Juni untuk mengikuti Pattaya Open. “Tak ada masalah teknik dan fisik bagi pemain meski jadwal uji coba tergolong padat. Fokus utama selama di Thailand mengasah taktik permainan agar lebih bervariasi,” imbuhnya. PP Pesti, induk organisasi soft tenis di Tanah Air, mencanangkan target perolehan sekeping medali emas, satu perak dan dua perunggu Asian Games 2018. Pada pesta olahraga antar negara di kawasan Asia empat tahun silam di Incheon, Korea, soft tenis berhasil menyumbang satu medali perak dari nomor tunggal putra atas nama Edi Kusdaryanto serta satu perunggu dari ganda campuran, pasangan Prima Simpatiaji dan Maya Rosa bagi kontingen Indonesia.

Tim Pelatnas Soft Tenis Asian Games 2018 Manager : Hendri Susilo Pramono Pelatih : Ferly Montolalu (putra) dan Gularso (putri) Putra: 1. Prima Simpatiaji 2. Elbert Sie 3. Irfandi Hendrawan 4. Hemat Bakti Anugrah 5. Gusti Jaya Kusuma Putri : 1. Dwi Rahayu Pitri 2. Voni Darlina 3. Dede Tari Kusrini 4. Anna Kawengian 5. Siti Nur Arasy (kompas.com)

Hasil The 11th German Soft Tennis Open, 29 Mei – 3 Juni 2018
Tunggal Putri 1. Dede Tari Kusrini 2. Dwi Rahayu Pitri 3. Anadeleyda Kawengian & Mehra Abhilasa (India)
Tunggal Putra 1. Prima Simpatiaji 2. Irfandy Hendrawan 3. Hemat Bhakti Anugrah & Meena Jay (India)
Ganda Putri 1. Dede Tari/Anadeleyda Kawengian 2. Dwi Rahayu Pitri/Voni Darlina 3. Mehra A/Khan M dan Gulati S/Prakash (India)
Ganda Putra 1. Hemat Bhakti/Gusti Jayakusuma 2. Elbert Sie/Hendri Susilo 3. Prima/Irfandy & Mehida/Sukla (India)
Tunggal Putra 40+ 1. Gularso 2. Ferly Montolalu 3. Thomas M (Polandia) & Gerlach Timo (Jerman)
Ganda Putra 40+ 1. Gularso/Ferly 2. Christopher/Gerlach Timo (Jerman) 3. Thomas/Marius (Polandia) & Goto Sinic

Joleta Budiman Lolos ke Babak Kedua di Singapore

REMJA-TENIS.COM,SINGAPORE. Lima petenis putri anggota pelatnas Asian Games 2018 berlaga di Singapore dalam rangka try out persiapan menghadapi Asian Games 2018 di Palembang.

Dua dari lima petenis putri yaitu Joleta Budiman dan Jessy Rompies yang hari ini berlaga di babak kualifikasi turnamen Singapore ITF Women’s Circuit dengan prize money USD 25,000, sukses mencatatkan hasil yang positif dengan berhasil menghempaskan lawan-lawan mereka. Sedangkan Beatrice Gumulya dan Aldila Sutjiadi dijawalkan bertanding besok.

Joleta Budiman, petenis Indonesia paling muda yang turut ambil bagian di turnamen yang digelar di Kallang, Singapura tersebut, hari ini (2/6) berhasil menorehkan kemenangan atas petenis asal negeri jiran Malaysia, Wena Tsan dengan kemenangan telak dua set langsung 6-1 dan 6-1.

Kemenangan Joleta ini cukup menggembirakan mengingat ini adalah turnamen level 25K pertama yang diikuti oleh putri dari pasangan Dewi dan David Budiman tersebut asal Bandung

Joleta cukup gembira dengan hasil kemenangan yang diperolehnya hari ini, kendati Joleta mengaku belum tahu cara bermain Wena Tsan, namun Joleta berusaha fokus dan bermain sebaik mungkin.

“Tadi menghadapi Wena Tsan, saya belum tahu tentang cara bermain dia. Tapi saya coba berusaha fokus dari awal dan bisa bermain lebih baik dari dia.” kata Joleta usai bertanding hari ini.

Namun sedikit disayangkan pada partai final kualifikasi besok, Joleta Budiman harus melawan seniornya di tim nasional, Beatrice Gumulya. Sedangkan Beatrice Gumulya langsung lolos ke babak final kualifikasi karena mendapatkan bye. Dengan demikian siapapun pemenang partai final kualifikasi ini, satu tiket babak utama telah dipastikan menjadi milik salah satu petenis kita.

Menghadapi seniornya besok, Joleta tidak punya strategi khusus. ” Saya tidak ada strategi khusus, tapi saya akan main lepas sehinga tidak ada beban karena dia pebih kuat dari saya.: ujar Joleta merendah.

3 Cabor di Asian Para Games 2018 Terdampak Renovasi Stadion Manahan Solo

REMAJA-TENIS.COM, KARANGANYAR — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta National Paralympic Committee (NPC) Indonesia segera mencarikan solusi terkait atlet dari tiga cabor yang akan tampil di Asian Games 2018 harus pindah latihan dari kompleks Stadion Manahan Solo. Hal itu karena Stadion Manahan bakal direnovasi.

Tiga cabor olahraga itu adalah menembak, tenis meja dan tenis lapangan. Para atlet dari tiga cabor ini harus ancang-ancang meninggalkan kompleks Stadion Manahan Solo mengingat proyek renovasi senilai Rp300 miliar rencananya dimulai pada Juni 2018 mendatang.

“Ya nanti segera dicarikan solusi. Tidak masalah bila harus bergeser ke tempat lain. Kalau tidak bisa di Solo, bisa bergeser ke kota lain. Mungkin di Jakarta juga bisa,” kata Imam Nahrawi saat ditemui wartawan usai menggelar buka bersama dengan atlet Asian Para Games 2018 di Hotel Lor In Colomadu, Karanganyar, Jumat (25/5/2018).

Untuk kali pertama NPC Indonesia mengelola dana guna mempersiapkan atlet menghadapi Asian Para Games 2018 pada Oktober mendatang. Menpora pun meminta NPC Indonesia berpedoman pada petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) terkait pembelanjaan anggaran itu.

“Kalau ada peralatan yang kurang, silakan dibeli. Itu tergantung NPC. Dana sudah ada, juklak dan juknisnya juga sudah turun. Kami sudah meminta tolong Debuti IV [Kemenpora] Mulyana untuk mengirimkan tenaga SDM untuk membantu NPC. Tidak perlu khawatir akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, selama kita benar ya teruskan saja. Masih ada waktu tiga bulan untuk menyiapkannya,” ujar Imam Nahrawi.

Dalam kesempatan itu, Chief de Mission (CdM) Asian Para Games 2018, Arminsyah, ikut hadir di lokasi. Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung ini datang ke Solo untuk membicarakan segala permasalahan yang dihadapi para atlet NPC Indonesia dalam menyongsong Asian Para Games 2018.

“Soal cabor yang terkena dampak renovasi Stadion Manahan, nanti kami bahas bersama mereka. Yang jelas, tugas saya di sini adalah memberikan dorongan motivasi kepada seluruh atlet untuk meraih prestasi,” ujar Arminsyah. (solopos.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media