TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ... ...SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1438 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN. KEJURNAS AFR REMAJATENIS SUMSEL -XVI TGL 14-16 JULI 2017 DI PALEMBANG....,,,.KEJURNAS AFR REMAJA TENIS SULSEL-XI TGL 14-16 JULI 2017 DI MAKASSAR,,..., AFR REMAJATENIS KALTENG TGL 21-23 JULI 2017 DI PALANGKA RAYA ......JAKARTA-64 TGL 4-6 AGUTUS 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA... REMAJA TENIS CIREBON 1-3 SEPT 2017 DI CIREBON . ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA... IKUTILAH WWW.REMAJATENIS.BLOGSPOT,COM ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Munas PELTI Tunggu Kandidat Ketua Umum


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA – Tanpa disadari jarum jam telah berjalan terus sedangkan waktu pelaksanaan Musyawarah Nasional Persatuan Tenis seluruh Indonesia (Munas Pelti ) 2017 semakin dekat. Perhelatan ini sedianya digelar pada bulan November 2017 seperti yang diungkapkan oleh Ketua Umum PP Pelti periode 2012-2017, Wibowo Suseno Wirjawan, tidak bisa ditawar tawar lagi.

Persiapan baik sebagai penyelenggara adalah Pengurus Pusat Pelti maupun Pengda Pelti Kalimantan Selatan dengan pesertanya yang terdiri dari Pengda Pelti seluruh Indonesia, belum ada tanda-tanda kegiatan Munas 2017 yang salah satu agendanya mencari pemimpin PP Pelti 2017-2022.

Adapun materi Munas sebagai laporan pertanggung jawaban PP Pelti 2012-2017 bahkan yang lebih penting belum ada tanda tanda kandidat Ketua Umum akan muncul. Saat ini dibenak Ketua Umum PP Pelti masih dipusingkan dengan belum turunnya dana dari Pemerintah untuk tim nasional yang dipersiapkan untuk SEA Games Agustus 2017. Kabarnya, dana tersebut ditalangi dari sendiri sebagai bentuk tanggung jawabnya.

Sementara itu, waktu terus berjalan karena amat sangat dibutuhkan pengenalan kandidat Ketua Umum yang baru sangatlah penting agar tidak terulang kembali pilih kucing dalam karung. Hal ini sangat penting untuk menghindari disaat saat penting dan dalam waktu singkat baru muncul nama2 yang sangat asing bahkan yang terkenal diluar ruang publik tenis Indonesia sekalipun.

Yang jadi pertanyaan saat ini siapakah kandidat yang bisa dikatakan “orang gila” mau berkorban baik waktu dan materi untuk pertenisan Indonesia yang saat ini dikatakan amburadul, akibat salah penanganannya. Seperti yang telah diakui sendiri kalau salah tunjuk orang yang duduk dalam kabinetnya, sehingga tudingan trial and error tidak bisa dielakkan karena telah terjadi.

Kriteria apa saja yang diperlukan untuk menjadi Ketua Umum PP Pelti. Ini selalu yang jadi topik pembicaraan padahal suara yang menentukan dalam Munas Pelti adalah Pengda Pelti yang selama 5 tahun terakhir mayoritas mati suri. Ada suara yang mengatakan harus cinta tenis. Ini sangat absurd. Ada yang katakan harus bisa main tenis atau aktif bermain tenis, atau dengan kata lain bisa saja petenis yang masih bermain selama ini.

Tentunya penentu suara yaitu Pengda Pelti ada 34 pengda tidak kenal akan figur yang bisa memenuhi kriteria petenis aktif yang dimaksud. Tddak bisa dihindari saat ini semakin banyak ketua Pengda Pelti yang bisa disebut sebagai new comer alias pendatang baru. Namun jangan lupa, ada suara yang berkomentar, seorang ketua umum harus punya sumber dana yang besar, alias orang berduit.

Memang tidak mudah mencari pengganti seperti Ketua Umum PP PELTI 2002-2012 Martina Widjaja yang dikenal sebagai orang “gila” tenis. Mau korbankan waktu, tenaga dan pikiran dan bahkan rela mengeluarkan dana pribadi untuk pertenisan. Hanya saja tetap mendapat sorotan negatif dari anggota Pelti bila program dan kepemimpinannya tidak berhasil. Entah dipakai kacamata mana sehingga dengan bangganya katakan tidak berhasil. Sedangkan hasil Munas 2012 lalu disebutkan oleh para pengurus daerah Pelti kalau PP Pelti periode 2002-2012 berhasil.

Betapa pahitnya nasib dialami Martina Widjaja yang diangkat sebagai penasehat PP Pelti 2012-2017 tetapi justru tidak diundang hadir sewaktu pengukuhan PP Pelti 2012-2017 oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman pada 17 Februari 2013. Akibat ketidak senangan mereka yang tidak puas selama kepengurusan Martina Widjaja berlangsung. Padahal, fasilitas lapangan tenis di rumah pribadinya digunakan sebagai tempat latihan tim nasional.

Sekarang, menyoal kapan tiba waktunya pengenalan kandidat Ketua Umum baru dilemparkan ke masyarakat tenis Indonesia. Apakah muka muka baru ataupun calon internal tidak tertutup kemungkinan akan terjadi. Pengda Pelti sendiri menunggu munculnya kandidat yang sebenarnya lebih menonjol dalam hal bisa mencari dana dan punya leadership yang tinggi. Sehingga tim pengurus lainnya bisa bekerja secara professional. Ini hal paling penting.

Tiba saatnya pula kandidat tersebut sudah memikirkan dua posisi penting dalam berorganisasi tenis yaitu Sekretaris Jenderal dan Ketua Bidang Pembinaan. Sehingga waktu yang tersisa setelah Munas sudah tidak perlu menunggu tiga bulan baru terbentuk kabinetnya sehingga bisa langsung tancap gas untuk jalankan program khususnya grass root development sebagai program jangka panjang yang terabaikan selama lima tahun terakhir. Belum lagi sudah menunggu event akbar yaitu Asian Games 2018 selain kompetisi rutin yaitu Davis Cup, Fed Cup, Jr Davis cup, Jr Fed Cup dan World Junior Tennis Competition. Inilah beberapa tugas yang bakal dikerjakan Ketua Umum PP Pelti yang baru nanti. Masyarakat tenis hanya bisa menungu kandidat kandidat yang mau mengangkat pertenisan Indonesia kembali berjaya. (penulis August Ferry Raturandang, pemerhati tenis)

Wozniacki gagalkan harapan Halep raih peringkat satu dunia


REMAJA-TENIS.COM, LONDON – Caroline Wozniacki mengakhiri harapan Simona Halep untuk merebut peringkat satu dunia dengan kemenangan 5-7, 6-4, 6-1 atas petenis Romania itu untuk mencapai semifinal turnamen Aegon International di Eastbourne pada Kamis.

Halep dapat menyingkirkan Angelique Kerber dari posisi nomor satu dunia seandainya ia mencapai final, dan petenis Jerman itu kalah dari petenis Britania Johanna Konta pada perempat final.

Justru yang terjadi, unggulan keenam asal Denmark itu mampu bangkit dari tertinggal satu set untuk mencapai empat besar.

“Ia keluar dengan sejumlah pukulan menakjubkan dan saya kalah pada set pertama, dan ia memiliki momentum pada (set) kedua. Namun saya tetap berjuang dan tetap bekerja keras di sini, dan entah bagaimana mampu membalikkannya,” kata Wozniacki.

Konta, harapan besar Britania pada kategori putri di Wimbledon yang akan dimulai pekan depan, bermain melawan Kerber pada pertandingan keduanya hari itu setelah menaklukkan juara Prancis Terbuka Jelena Ostapenko dengan skor 7-5, 3-6, 6-4.

Dua hari penuh hujan membuat terjadi penundaan di lapangan rumput di pesisir selatan Inggris, namun hal itu tidak menjadi masalah bagi Konta, yang tumbuh besar di Eastbourne.

“Saya bukan hanya bermain satu kali pada posisi ini hari ini, maka saya yakin semua orang bermain pada adrenalinnya,” kata unggulan kelima kelahiran Australia itu setelah pertandingannya melawan Ostapenko.

Konta, yang siap untuk menjadi petenis putri Britania pertama pada sepuluh besar dunia di Wimbledon sejak 1984, harus bangkit dari posisi tertinggal pada set penentuan untuk mengakhiri laju delapan kemenangan beruntun petenis Latvia tersebut.

Ia kemudian memenangi empat game terakhir dan menyelamatkan break point pada game terakhir, di mana Ostapenko juga menyelamatkan dua match point, sebelum mengamankan kemenangan dalam waktu dua jam 18 menit.

Lauren Davis asal AS, menaklukkan unggulan kedelapan Agnieszka Radwanska dengan skor 7-6, 6-1 pada pertandingan yang tertunda hujan sebelum kalah pada putaran ketiga dari Barbora Strycova asal Republik Ceko, dengan skor 5-7, 2-6.

Petenis peringkat ketiga Britania Heather Watson menjadi perempat finalis lain bagi para penggemar tuan rumah, berkat keberhasilannya menaklukkan unggulan ke-14 asal Rusia Anastasia Pavlyuchenkova dengan skor 6-4, 6-3. Demikian laporan Reuters.(antaranews.com)

Christopher Rungkat Kejar Amerika Terbuka, Tinggalkan SEA Games 2017


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Petenis nomor satu Indonesia, Christopher Benjamin Rungkat (27 th) mengejar poin untuk bisa tampil disalah satu Grand Slam Amerika Terbuka bulan Agustus 2017. Christo berhasil masuk babak kualifikasi Wimbledon, berpasangan dengan teman baiknya Daniel Taro tertahan langkahnya dari unggulan kedelapan asal Swedia Johan Bri=unstrom/Andreas Siljestrom, 5-7, 3-6 .

Waktu tersisa satu bulan, Christoopher Rungkat akan menjalani beberapa turnamen di Amerika Serikat sebagai ajang pemanasan dan pengumpulan angkat agar peringkat dunia gandanya bisa mencapai 100, sehingga bisa lolos ke Amerika Terbuka 2017.

Dari Wimbledon Inggris, Christopher Rungkat akan ke Amerika Serikat sejumlah turnamen yaitu ATP Challenger di Winetka ( 10-15 Juli), Binghamton ( 24-30 Juli), Lexington (31 Juli-6 Agustus), Aptos ( 7-13 Agustus) serta ATP World Tour di Newport (17-23 Juli).

Disejumlah turnamen ini, Christopher Rungkat didukung oleh sponsor antara lain Adidas, Delta Air Lines. Sehingga bagi Christopher Rungkat bebas terbang dengan Delta Air.

Oleh pelatih tim tenis putra Indonesia, Andrian Raturandang dikatakan, Christopher Rungkat harus mendapatkan 200 poin agar bisa tembus peringkat dunia 100 ATP. ” Itu setara menang didua kejuaran ATP Challenger. Peluangnya fifty fifty menginagt peteis dunia tidak santai santai. Mereka juga berjuang mengumpulkan poin.” ujar Andrian Raturandang.

Tampil di Wimbledon dan US Open meruapakan target utamanya sebagai petenis professional. Mengingat waktu pelaksanaan US Open berbarengan dengan SEA Games 2017 di Kuala Lumpur, kemungkinan besar Christopher Rungkat akan absen di SEA Games 2017

Pilihan berat bagi Christopher Rungkat yang didambakan membawa pulang medali emas diajang SEA Games 2017 karena sejak SEA Games 2015 Singapore Indonesia tidak bawa satupun medali emas yang merupakan catatan buruk bagi prestasi tenis dikepengurusan PP Pelti 2012-2017 saat ini.

” Bukannya tidak mau tampil di SEA Games . Namun , kalau waktunya berbarengan dengan Amerika Terbuka, tentu saya akan memilih tamil di Amerika Terbuka.” ujarnya kepada Kompas (30/6)

CoCo Vandeweghe percaya bahwa dia akan memenangkan Grand Slam dengan pelatih barunya, Pat Cash


REMAJA-TENIS.COM, BIRMINGHAM Keyakinan petenis Amerika CoCo Vandeweghe cukupjelas, berani, tak tergoyahkan, bahwa dia memiliki peluang untuk memenangkan gelar tunggal Grand Slam. Secara signifikan, itu adalah pandangan yang dia bagikan dengan pelatih barunya, Pat Cash , asal Australia ini dimulai tepat pada saat tenis menandai ulang tahun 30 tahun Cash mengacak-acak Wimbledon setelah memenangkan gelar tunggal pria 1987.

“Memalsukannya sampai Anda membuatnya” adalah saran bahwa nenek Vandeweghe, mantan Miss America, biasa meneruskan perjalanan. Tapi Anda menduga bahwa kepercayaan Vandeweghe terhadap tenisnya sangat nyata sekarang, tanpa berpura-pura , dan dengan Cash sekarang di tempat kejadian tidak akan ada kemunduran atau ketidakpedulian dari orang California.

Vandeweghe berbicara tentang “energi dan aura” Cash dan bagaimana dia “tidak meninggalkan batu unturned”. Jika Anda pergi ke lapangan latihan, Anda akan melihat bagaimana Cash mengubah pendekatan Vandeweghe. Cukup hitung jumlah bola yang dipegangnya saat disajikan. Itu mungkin tampak seperti detail kecil, tapi ini memberi tahu Anda sesuatu.

“Lebih dari segalanya dengan Pat, kami telah mengerjakan pola pikir saya untuk mengikuti pertandingan dan juga berlatih, dan mempraktikkan bagaimana saya akan bermain,” kata Vandeweghe di Classic Aegon di Birmingham.

“Hal-hal kecil, contoh yang sempurna adalah saat saya mulai bertugas di lapangan latihan, saya biasa memegang tiga bola di tangan saya dan melempar satu pukulan ke atas. Pat berkata kepada saya: ‘apakah Anda melayani dengan tiga bola di tangan? ” Dan saya bilang tidak. Dan dia berkata: ‘Kami berlatih bagaimana kami bermain.’ Pegang tiga bola untuk melatih servis saya, begitulah cara saya melakukannya selama bertahun-tahun. Itu hanya kebiasaan. Ada beberapa hal yang Anda lakukan dan kemudian seseorang mengatakan kepada Anda dan Anda berpikir, ‘Oh, saya tidak pernah benar-benar memikirkannya’. ”

Kebiasaan dan tradisi terkadang ada yang rusak (sebelum Cash, tidak ada juara Wimbledon yang pernah memperlakukan Center Court sebagai kerangka pendakian, dan sekarang hampir semua orang bergegas merangkul teman, keluarga dan pelatih mereka). Analisis Cash adalah bahwa Vandeweghe memiliki kekuatan untuk “menghapus” lawan dari lapangan. Dan dalam waktu singkat mereka bersama sejauh ini mereka juga telah berupaya meningkatkan pelayanannya.
Mungkinkah Wimbledon musim panas ini melihat Vandeweghe memeluk pelatih barunya di tribun setelah mencetak Venus Rosewater Dish?

“Saya selalu percaya bahwa saya bisa memenangkan Grand Slam, dan saya juga percaya bahwa saya bisa menjadi No.1 di dunia, itu adalah impian saya sejak saya mulai bermain. Untuk memiliki pelatih di belakang Anda yang percaya hal yang sama , Itu bagus karena itu berarti Anda memiliki pelatih yang memiliki dorongan yang sama dan yang ingin mencapai tujuan yang sama seperti Anda, “kata Vandeweghe, yang” tergelitik “saat pertama kali mendengar bahwa Pat Cash mungkin tersedia untuk melatihnya.

“Pada awalnya, sebelum kita sepakat untuk bekerja sama, dia bertanya kepada saya apa yang saya cari. Dan saya bertanya kepadanya apa yang dia inginkan. Saat memilih pelatih, saya ingin memastikan bahwa mereka sama motivasinya dengan saya, Jika tidak lebih. ”

Jangan diragukan lagi: Lonjakan tak terduga Jelena Ostapenko pada gelar Prancis Terbuka, setianya yang mulia, bukanlah saat ketika Vandeweghe pertama kali membayangkan bahwa dia bisa menerobos masuk dengan Grand Slam.

“Apa yang terjadi di Paris tidak menginspirasi saya lebih dari yang saya sudah terinspirasi, itu pasti. Ostapenko yang memenangkan Prancis Terbuka tidak mengubah pola pikir saya sehingga saya bisa menang slam. Itu selalu seperti yang saya pikirkan.”(wtatennis.com)

Target 300 peserta Detec Open 2017 di Solo


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA -” Target peserta Detec Open 2017 adalah 300 petenis yunior. Karena tahun lalu bisa mencapai 246 peserta. ” ujar Anshari Nursida selaku Direktur Turnamen Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tenis Junior Detec Open 2017. Kejurnas Detec Open akan berlangsung di lapangan tenis Gelora Manahan Solo, 3-8 Juli 2017, dengan menggelar nomor tunggal dan ganda baik untuk putra maupun putri.

“Kejurnas ini merupakan turnamen diakui Pelti, mempertandingkan Kelompok Umur (KU) 8, 10, 12, 14 dan 16 serta 18 tahun,” ujar Anshari Nursida selaku Direktur Turnamen.

“Kami optimistis dapat memenuhi target tersebut karena turnamen berlangsung pada masa liburan sekolah, dan tidak ada bentrok dengan jadwal kejuaraan lainnya. Pendaftaran peserta masih dibuka hingga 2 Juli, adapun biayanya adalah Rp 300.000 per peserta untuk bertanding di nomor tunggal dan ganda,” papar pria kelahiran Sragen, 21 April 1991 ini.

“Sayang bila Solo, kota dengan perkembangan tenis yang baik sampai tidak memiliki turnamen sebagai ajang kompetisi yang sehat,” ujarnya.(Foto Priska M Nugroho)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media