TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . ..REMAJATENIS JAKARTA-73 TGL 14-16 SEPTEMBER 2018 DI LAP TENIS MARINIR CILANDAK..........REMAJATENIS BANDUNG TGL 21-23 SEPT DI LAP TENIS CARINGIN BANDUNG.....ASIAN PARA GAMES 2018 ,MULAI 6-13 OKTPOBER 2018......... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Fitriani Sabatini Kalahkan Joleta Budiman

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA – Hari pertama babak utama turnamen Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018 yang berlangsung di lapangan tenis Hotel Sultan Jakarta, Selasa (17/7) menjadi hari bahagia petenis kembar Fitriana Sabrina dan Fitriani Sabatini (17 tahun).

Pada nomor tunggal turnamen berhadiah total 15.000 dollar AS atau Rp 210 juta ini, Ani berhasil mengalahkan sesame wakil tuan rumah, Joleta Budiman.

Fitriani Sabatini berhasil revans mengalahkan petenis asal Bandung tersebut 6-2 6-3 dalam waktu 1 jam 18 menit..

“Alhamdulillah, karena dalam dua pertemuan terakhir selama dua bulan terakhir ini saya selalu kalah dari Joleta, yakni di Seleksi Nasional Tim Asian Games di Jakarta dan Kejurnas di Semarang,” ucap Fitriani SabatiniFitriana .

Sedangkan Fitriana Sabrina berhasil menyingkirkan wakil Tiongkok, Yuqi Sheng. Ana menang straight set atas peringkat tunggal ke-1048 dunia itu dengan skor akhir 6-0 6-3.

Duet kembar Fitriana dan Fitriani , finalis seri pertama di Solo itu menepiskan perlawanan pasangan Jepang, Tomoko Dokei/Michika Ozeki 7-6(5) 6-4.

Petenis andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi juga masih melaju baik di tunggal maupun ganda. Unggulan keenam itu menangstraight set dalam partai ulangan final seri pertama. Aldila unggul atas Zhima Du dengan skor 6-0 6-2.

Duetnya bersama Arianne Hartono (Belanda) juga melangkah ke babak perempat final ganda. Aldila/Arianne mengempaskan pasangan Tiongkok, Zhima Du/Shou Na Mu 7-5 6-2.

Rabu (18/7), turnamen Pelti – Widya Chandra International Tennis 2018 ini masih akan memainkan babak pertama, baik tunggal maupun ganda. Petenis wild card tuan rumah, Deria Nur Haliza bakal terlibat bentrok dengan Sai Samhitha Chamarthi (India).

Aldila Sutjiadi Juara PT PP Women’s Circuit International Tennis 2018

REMAJA-TENIS.COM, SOLO - Petenis andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi (23 tahun) keluar sebagai juara tunggal putri PT PP Women’s Circuit International Tennis 2018.

Pada laga akhir yang berlangsung di Lapangan Tenis Gelora Manahan Solo, Jawa Tengah, Sabtu (14/7), anggota Pelatnas Asian Games itu menghempaskan wakil Tiongkok, Zhima Du.

Unggulan keempat kejuaraan yang menyediakan total hadiah 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta itu hanya butuh waktu satu jam satu menit untuk menjinakkan lawannya.

Aldila yang bercokol di peringkat tunggal ke-751 dunia itu menang straight set dengan skor akhir 6-2 6-0.

“Mulanya sempat tegang, namun begitu bisa unggul cepat di game awal, saya bisa menguasai jalannya pertandingan hinga memenangi partai final,” tutur Aldila usai laga.

Gelar juara tunggal di Solo ini merupakan gelar pertama bagi Aldila selama mengikuti turnamen resmi Federasi Tenis Internasional (ITF) Pro Circuit sejak delapan tahun silam.

Sebagai juara, gadis kelahiran 2 Mei 1995 itu meraup hadiah sebesar 2.352 dollar AS atau sekitar Rp 33 juta serta tambahan 12 poin yang akan melambungkan peringkatnya ke kisaran 640an dunia dua pekan mendatang.

Sebagaimana sebagian besar peserta turnamen tenis yang disponsori oleh PT PP (Persero) Tbk di Solo ini, Aldila juga akan melanjutkan kiprahnya pada seri kedua di Jakarta sebagai bagian dari persiapannya menuju arena Asian Games 2018.

“Target di Jakarta sama seperti di Solo ini, inginnya tetap juara. Namun pasti lebih berat karena ada beberapa petenis baru yang hanya ikut di seri Jakarta,” tekad lulusan University of Kentucky AS ini.(tribunnews.com)

Aldila Sutjiadi ke Final PT PP Women’s Circuit International Tennis 2018

REMAJA-TENIS.COM,SOLO - Petenis andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi (23 tahun) berhasil melangkah ke babak akhir PT PP Women’s Circuit International Tennis 2018.

Seeded keempat itu sukses memenangi laga semi final turnamen berhadiah total 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta yang berlangsung di Lapangan Tenis Gelora Manahan Solo, Jawa Tengah, Jumat (14/7).

Petenis yang saat ini menduduki peringkat tunggal ke-751 dunia itu menang atas unggulan kelima asal India, Mahak Jain.

Aldila unggul dalam pertarungan rubber set berdurasi dua jam 19 menit dengan kedudukan akhir 7-6(0) 2-6 6-3.

“Lawan bermain bagus, ulet dan tidak mudah dimatikan. Setelah menang set pertama, saya sempat kehilangan fokus dan tertinggal cepat hingga akhirnya kalah di set kedua,” tutur Aldila yang akan membela Merah Putih di ajang Asian Games 2018 ini.

“Titik baliknya saat ketinggalan 1-3 di set penentuan, saya hanya berpikir yang penting tidak memberi poin gratis untuk lawan. Ternyata berhasil dan justru lawan banyak membuat kesalahan sendiri,” imbuhnya.

Pada final kejuaraan yang disponsori PT PP (Persero) Tbk ini, Aldila bakal terlibat bentrok dengan wakil Tiongkok, Zhima Du yang berjaya menekuk Mana Ayukawa (Jepang) 6-3 6-4.

“Meski belum pernah berhadapan di lapangan, saya sudah mempunyai gambaran permainan lawan,” ucap Aldila menjelang pertarungan final turnamen ITF Pro Circuit pertama sepanjang karier tenisnya itu.

“Saya harus mengambil kesempatan untuk menekannya sedari awal agar permainan lawan tak berkembang,” tandasnya.

Sementara itu, duet beda negara Rifanty Kahfiani dan Ayaka Okuno sukses memboyong gelar juara ganda setelah menundukkan pasangan kembar tuan rumah, Fitriana Sabrina/Fitriani Sabatini, Jumat (13/7).

(tribunnews.com)Duo Indonesia-Jepang itu menang straight set dalam pertandingan yang berlangsung hanya dalam waktu 57 menit, 6-4 6-0.

“Kami gembira bisa menjadi juara di Solo, meski baru pertama kali bermain bersama,” tutur Rifa yang memutuskan berpasangan dengan Okuno pada saat-saat akhir menjelang penutupan sign-in doubles awal pekan ini. (tribunnews.com)

Delegasi Jepang Beri Masukan untuk Perbaikan Venue Asian Para Games 2018

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTAMenjelang pelaksanaan Asian Para Games 2018 yang kurang dari 100 hari lagi, Komite Paralimpik Jepang melakukan kunjungan ke Jakarta untuk melihat secara langsung arena kompetisi yang nantinya akan dipakai untuk perhelatan olahraga empat tahunan ini.

Delegasi Jepang mengunjungi arena kompetisi yang terletak di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, dan juga arena kompetisi yang terletak di luar GBK, seperti JIExpo, Jakarta International Velodrome, dan GOR Tanjung Priuk, pada Kamis (12/7).

Di kawasan Gelora Bung Karno, mereka mendatangi Istora, Stadion Akuatik, Hall Basket, Stadion Madya, Lapangan Hoki yang akan digunakan untuk lawn ball, dan Lapangan Panahan. Dari kunjungan tersebut, Delegasi Jepang membuat banyak catatan terkait arena kompetisi yang dikunjungi.

“Pertama, kami mengunjungi Istora dan kemudian Stadion Akuatik. Kami cukup terkesan karena kedua tempat itu sangat bersih dan teratur. Untuk bola basket kursi roda, catatan kami adalah tidak ada lapangan untuk pemanasan karena hanya ada satu lapangan. Hal itu mungkin akan menyulitkan pada saat kompetisi,” kata Direktur Pengembangan Prestasi Olahraga untuk Tokyo 2020, Kazumichi Sekiguchi.

Fasilitas landaian (ramp) dan toilet juga menjadi perhatian dari Sekiguchi. Menurutnya, landaian dan toilet yang ada sudah cukup memadai. Tapi, masalah mungkin timbul jika atlet dan penonton berkursi roda berkumpul pada saat yang bersamaan.

Untuk memperbaiki berbagai kekurangan, Sekiguchi mengusulkan agar Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games, INAPGOC, untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan stakeholder lainnya, seperti NPC Indonesia, induk organisasi olahraga, dan juga atlet penyandang disabilitas.

“INAPGOC perlu mendengar pendapat para pelaku olahraga disabilitas untuk bisa memperbaiki fasilitas dan juga layanan lainnya. Saya pikir juga penting para atlet bisa menggunakan arena kompetisi secara reguler. Jika bisa berlatih di arena kompetisi, mereka bisa memberikan umpan balik untuk perbaikan fasilitas,” katanya.

Hal yang dianggap sangat positif oleh Sekiguchi adalah di mayoritas arena kompetisi cahaya matahari bisa masuk menerangi ruangan.

Delegasi Jepang masih akan melakukan pertemuan dengan INAPGOC pada Jumat (13/7) untuk membahas beberapa hal terkait penyelenggaraan Asian Para Games 2018 sebelum kembali ke negaranya.(asianparagames2018.id)

KPC Janji Promosikan Asian Games dan Asian Para Games 2018

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA Komite Paralimpik Korea, KPC, berjanji akan mempromosikan pelaksanaan Asian Games yang digelar di Jakarta – Pelembang, 18 Agustus hingga 2 September dan Asian Para Games di Jakarta, 6-13 Oktober 2018. Hal tersebut disampaikan perwakilan KPC saat berkunjung ke kantor Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games, INAPGOC di Jakarta.

“KPC akan membantu mempromosikan Asian Games dan Asian Para Games yang digelar di Indonesia,” kata Maeng Hee Suk, Manajer Sport Internasional KPC saat bertemu dengan Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari, Selasa (10/7).

Menurut Maeng Hee Suk, promosi Asian Games dan Asian Para Games 2018 bukan hanya akan dilakukan di Korea Selatan tetapi juga di Indonesia. “KPC akan menggelar berbagai konser khusus di Hotel Sultan mulai 26 September hingga 13 Oktober 2018,” katanya.

Selain membantu promosi, dia juga menyatakan KPC akan memberikan bantuan 5 unit hand cycling yang akan diberikan kepada PB ISSI.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu, Delegasi KPC meminta penjelasan tentang masalah fasilitas dan perkampungan atlet yang disediakan INAPGOC dalam pelaksanaan Asian Para Games 2018. Mengenai jumlah kontingan Asian Para Games 2018, Maeng Hee Suk menyebut kontingen Korea Selatan akan mengirim 315 atlet.

Ketua INAPGOC , Raja Sapta Oktohari mengapresiasi dukungan KPC untuk mempromosikan Asian Games dan Asian Para Games 2018. Begitu juga dengan adanya bantuan 5 unit hand cycling.

“INAPGOC mengapresiasi niat KPC untuk mempromosikan Asian Games dan Asian Para Games 2018. Khusus bantuan 5 unit hand cycling akan diterima PB ISSI,” ujarnya.

Okto juga menjelaskan masalah fasilitas bus khusus dan jalur khusus bagi seluruh peserta. “INAPGOC telah bekerja sama dengan pihak Angkasa Pura di mana atlet Asian Para Games 2018 akan disediakan jalur khusus saat tiba di bandara Soekarno-Hatta dan bus khusus yang akan menjemput dan mengantar mereka ke para village,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Maeng Suk yang datang bersama Chun Youngpoung, Atase Media dan Kebudayaan Kedutaan Besar Korea Selatan. Mereka diterima oleh Okto yang didampingi Wakil Ketua INAPGOC, Adiati Noerdin dan pengurus lainnya.(asianparagames2018.id)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media