TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... .....SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1439 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN..........REMAJATENIS BANDUNG 22-24 JUNI 2018........REMAJA TENIS SUMSEL XVI 22-24 JUNI 2018......REMAJATENIS JAKARTA-71 TGL 29 JUNI-1 JULI 2018.............. MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Pelti Target Tembus Delapan Besar Asia

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA Persatuan Tenis seluruh Indonesia (Pelti) menargetkan tim tenis Merah Putih dalam dua tahun bisa menembus posisi delapan besar tingkat Asia terhitung mulai 2018.

“Selayaknya kita semua tunggu dan lihat dengan berbagai pekerjaan yang dilakukan dalam dua tahun saya rasa kita bisa berada di posisi delapan besar Asia,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat Pelti Rildo Ananda Anwar saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Dalam rangka mencapai target tersebut, Pelti kini bertekad lebih mengandalkan petenis-petenis muda untuk mewakili Indonesia dalam berbagai kejuaraan internasional.

Seperti dalam kejuaraan tenis beregu khusus putra Piala Davis 2018 Grup II Zona Asia/Oseania, skuat Merah Putih tidak diperkuat pemain andalan Indonesia Christopher Rungkat dan hanya mengandalkan pemain-pemain hasil dari seleksi nasional yang digelar federasi.

Pemain-pemain dalam skuat tersebut sendiri, didominasi pemain-pemain muda seperti M. Althaf Dhaifullah (17), M. Rifqi Fitriadi (18), Anthony Susanto (20), ditambah peraih empat gelar ganda putra turnamen Federasi Tenis International (ITF) Men`s Futures pada 2017 Justin Barki (17) yang lolos tanpa seleksi dan hanya nama David Agung Susanto (26) pemain senior yang masuk dalam skuat.

“Ini adalah langkah besar untuk tenis Indonesia. Dengan memberikan kesempatan untuk pemain muda turun di turnamen seperti Davis ini, artinya kita membuka peluang untuk mempersiapkan pemain-pemain tenis berkualitas Indonesia ke depannya,” ujar Rildo.

Bahkan rencananya, tim Davis tersebut akan tetap dipertahankan oleh federasi dan dipersiapkan untuk berbagai kejuaraan internasional termasuk Asian Games dan Olimpiade.

Walau disebutkan tidak berlatih dalam satu lokasi dengan berbagai pertimbangan, tambah Rildo, anggota tim tersebut diberikan program yang sama oleh federasi untuk dijalankan di daerah masing-masing dengan dibantu pengurus cabang.

“Akan tetapi mereka yang telah masuk ke dalam program, juga jangan lengah karena federasi akan terus berkesinambungan melakukan seleksi pemain-pemain muda untuk menjadi pelapis dan jika dalam evaluasi performa mereka tidak sesuai, maka akan digantikan oleh junior-junior di bawahnya,” ucap Rildo.

Pemberian kesempatan pemain muda turun dalam turnamen internasional Indonesia untuk menghentikan “ketergantungan” pada pemain senior sekaligus ajang regenerasi petenis tanah air, dipandang positif pelatih tenis tim Piala Davis Indonesia, Dedy Prasetyo.

Namun, Dedy juga tak menampik bahwa dengan mengandalkan pemain-pemain muda akan menghadapi tantangan berat, tapi menurutnya bukan tidak mungkin hasil positif diraih oleh mereka.

“Karena tenis itu sulit diprediksi semuanya bisa terjadi dalam tenis. Kuncinya adalah kerja keras dalam berlatih yang terfokus untuk merancang berbagai strategi dalam tenis agar digunakan dalam setiap pertandingan,” ucapnya.

“Potensinya ada di Indonesia untuk menciptakan petenis-petenis hebat di masa depan, hanya tinggal kemauan atlet dan berbagai pihak dalam tenis yang diperkuat dan tak pernah putus. Saya yakin dalam dua atau bahkan satu tahun target delapan besar Asia bukan tak mungkin bisa kita genggam,” ujar Dedy yang juga Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP Pelti tersebut.(antaranews.com)

Aktivitas Mantan Menpora di dunia Tenis

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alfian Mallarangeng aktip kembali kedunia olahraga khususnya tenis yang sudah lama digelutinya selama ini . Akhir tahun 2017 Andi Alfian Mallarangeng ikuti kejuaraan tenis veteran internasional di Singaporedan berhasil keluar sebagai runner up ganda usia 50 tahun plus.

” Saya sekarang banyak waktu Jadi bisa main tenis. Kebetulan ada pertandingan tenis Seniors di Singapore, saya enggak punya partner , ketemu partner te,an Singapore, alhamdulillah masuk final, juara dua” kata Andi yang saat iniberusia 54 tahun.
.
Kejuaraan internasional veteran ini masuk dalam kalender turnamen International Tennis Federation (ITF) berharap ditahun 2018 bisa ikuti kelompok 55 tahun. ” Mudah mudahan tahun 2018 , saya bisa naik ke kelompok 55 tahun, pesaing makin lemah. Sekarang (KU 50)pukulannya masih kuat kuat.” ujarnya

Untuk itu agar prestasi petenis veteran di Indonesia kembali bisa berbicara ditingkat internasional, August Ferry Raturandang katakan sebaiknya kejuaraan veteran internasional di Indonesia diperbanyak. ” Saya sepakat dengan anjuran Pak Andi kepada saya agar di Bali bisa digelar juga turnamen ITF Seniors ini.” ujar August Ferry Raturandang.
Dikatakan pula jika dikaitkan dengan pariwisata maka sangat tepat jika masuk dalam program Sport Tourism di Pemda.

Ana dan Ani Perkuat Squad Tim Fed Cup Indonesia

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Pengurus Pusat Persatuan Tenis seluruh Indonesia memasukan dua nama baru sebagaipelapis tim Fed Cup Indonesia 2018 Kedua petenis muda usia 16 tahun tersebut adalah Fitriana Sabrina dan Fitriani Sabatini asal Jakarta. Sedangkan sebagai tim Fed Cup Indonesia yang sudah ada yaitu Beatrice Gumulya, Jessy Rompies, Aldila Sutjiadi dan Lavinia Tananta. “Ketua Umum PP Pelti Rildo Ananda Awar mengatakan ” Petenis brusia dibawah 20 tahun sengaja masuk dalam Tim Fed Cup untuk mempercepat regenerasi>” ujarnya di Jakarta.

Indonesia akan kembali bersaing dalam Grup II Zona Asia Oceania di Bahrain tangal 6-10 Februari 2018 Tim Merah Putih bertekad membalas kegagalan promosi ke Grup I tahun lalu setelah kalah 1-2 dari Uzbekistan dalam semifinal play off zona Asia Oceania.
Pengamat tenis August Ferry Raturandang menyambut baik masuknya kedua peteis muda potensial karena melihat preestasi dan postur tubuhnya sudah memadai ikut saham ditingkat nasioal membela nama Indonesia. ” Ana dan Ani berpotensi mengganti seniornya asal diberi kesempatan. Atlet kebanggaan DKI Jakarta sewaktu PON 2016 asal diberi kesempatan dipoles pelatih asing maka akan terlihat prestasinya.” ujarnya.

Prasetyo Edi Marsudi Menilai Sebaiknya Wagub DKI Langsung Pimpin KONI

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA.Ketua DPRD DKI Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi menilai sebaiknya Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno langsung menjadi Ketua Umum KONI Provinsi DKI. Langkah ini dianggap perlu karena Wagub diyakini bisa mempermudah upaya pendanaan olahraga di DKI.

Hal itu disampaikan Prasetyo Edi kepada sejumlah wartawan di Lantai II Gedung Pengelola Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, Kamis, (28/12).

Menurut Prasetyo Edi, adanya dualisme kepengurusan di KONI DKI akan berdampak kurang baik terhadap pembinaan olahraga bukan saja di DKI juga secara nasional.

”DKI ini kan barometer pembinaan olahraga prestasi secara nasional. Jadi kalau KONI DKI bergejolak seperti sekarang, yang rugi bukan hanya pembinaan olahraga di Jakarta tetapi juga secara nasional,”kata pria yang hobi main tenis itu.

Seperti diketahui polemik KONI DKI sudah berlangsung hampir setahun. Dodi Rafli Amar yang terpilih melalui Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI DKI di salah satu hotel berbintang di kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara digugat oleh kubu pendukung Yudi Suyoto yang sebetulnya hanya didukung oleh 7 cabang olahraga.

Pertikaian ini akhirnya di bawah ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (BAORI). Namun upaya ini gagal membuahkan hasil sampai akhirnya KONI Pusat mengambil alih kasus ini dengan membentuk caretaker yang diketuai Suwarn

Suwarno yang juga Wakil Ketua Umum I KONI Pusat ditugaskan untuk membentuk panitia pemilihan melalui Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub).

Prasetyo Edi juga mengatakan jika polemik KONI DKI berkepanjangan dikhawatirkan akan berdampak pada persiapan DKI menuju PON 2020 di Papua.

Pada PON ke-20 itu, DKI seperti dikatakan Prasetyo Edi harus merebut kembali gelar juara umum yang di PON ke-19 tahun 2016 lalu lepas ke tangan tuan rumah Jabar .

”Target merebut kembali gelar juara umum pada PON 2020 sudah menjadi harga mati bagi KONI DKI. Masyarakat Ibukota tentu juga memiliki harapan dan keinginan yang sama,”tambahnya.

Menanggapi pejabat publik memimpin KONI melanggar Undang-Undang Sistim Keolahragaan Nasional (UUSKN) No.3 Tahun 2005, Prasetyo Edi mengatakan di Provinsi lain ada Gubernur menjadi Ketua Umum KONI.

Ia kemudian menyebut di Provinsi Sulut, Gubernur-Nya Olly Dodokambey menjadi Ketua Umum KONI. Di Provinsi Sumsel juga sama di mana Gubernur Alex Nurdin memimpin KONI Sumsel.

”Pejabat publik menjadi Ketua Umum KONI di daerah tak usah diperdebatkan asalkan pejabat tersebut memiliki komitmen dan kesungguhan untuk memajukan olahraga,”papar Prasetyo Edi. TOR-08

Tenis Piala SIWO PWI Pusat 2017: Daffa Farras Fauzan Raih Gelar Pertama

JAKARTA – Kejuraan Nasional Remaja Tenis Piala Seksi Wartawan Olahraga Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO PWI) Pusat menjadi event bersejarah bagi Daffa Farras Fauzan.

Di ajang inilah remaja Jakarta itu sukses menembus tembok penghalang prestasi yang menghadangnya selama ini dengan merebut gelar tunggal putra kelompok umur 18 tahun.

“Tentu saya gembira dan bangga karena akhirnya bisa juara. Ini gelar pertama saya setelah sebelumnya hanya mampu menembus final dan semifinal. Perjuangan saya akhirnya terwujud,” ungkap Daffa Farras Fauzan kepada wartawan usai penghormatan pemenang di lapangan tenis Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan.

Meskipun sudah mampu melewati halangan namun Daffa tidak lalu berpuas diri. Dirinya yang baru menjajak ke kelompok umur 18 akan menjadikan sukses ini untuk meraih prestasi yang lebih tinggi lagi.

“Cita-cita masuk tim nasional pasti ada. Saya akan coba,” ujarnya.

Dalam pertarungan final yang berlangsung hingga malam hari, Jumat (29/12/2017), Daffa menundukkan Dmitri Satyadeva.

Perang sesama petenis Ibukota ini mendapat perhatian ratusan penonton termasuk orangtua pemain awalnya berlangsung ketat. Namun Daffa mampu mengatasi lawannya dengan straight set 7-3, 6-3.

Gelar tunggal putri KU 18 tahun diraih pemain Cirebon, Intan Dwi Cahyaningrum. Dia berjaya setelah mengalahkan Christy Isman dari Jakarta.

Sementara itu Promotor Turnamen, August Ferry Raturandang (AFR) yang didampingi Ketua Harian SIWO PWI Pusat Gungde Ariwangsa mengatakan, kejurnas yang berlangsung sejak 26 Desember berlangsung lancar dan sukses.

Animo peserta sangat besar karena mencapai lebih dari 100 pemain. Dirinya sempat khawtir jika peserta lebih banyak lagi karena lapangan cukup terbatas.(tribunnews.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media