TERBIT 1 FEBRUARI 2012...... TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS JAKARTA TGL 23-25 JANUARI 2015 DI KEMAYORAN......JUARA REMAJATENIS SUMSEL-XII ...ADALAH...10 PA RIDHO DWI JULIANTO (PALEMBANG)), KU 10 PI AISHA NABILA PUTRI SIRADJA (PALEMBANG), 12 PA VIQIH BILAL RAMADAN (SUNGAILIAT BABEL),, KU 12 PI MERLIANA MONA RIZKY (SEKAYU), KU 14 PA M.ELPANSA MUZAKI (BANDAR JAYA LAMPUNG TENGAH), KU 14 PI INDAH SEPTIA PUTRI (KOTABUMI LAMPUNG), KU 16 PA M.RAHARDIAN HIDAYAT(SUNGAILIAT BABEL), KU 18 PA AKBAR THIO PANGESTU (PALEMBANG) , KU 18 PI NIKEN MEGA SANTI ERFANDI(PALEMBANG) ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0813 1031 1045............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900943...........

Atlet Muda Yang Bersinar di 2014


REMAJA-TENIS.Com. DENPASAR.Indonesia akhirnya kembali memiliki juara Wimbledon junior setelah menanti 12 tahun lamanya. Adalah Tami Grende, 17 tahun, yang mengikuti jejak Angelique Widjaja sebagai jawara di tahun 2001 di tunggal dan ganda pada Grand Slam Australia Terbuka 2002 junior.

Gadis kelahiran Denpasar, 22 Juni 1997 tersebut tampil di dua nomor sekaligus pada Wimbledon 2014. Tapi, Tami sudah harus jadi penonton sejak babak kedua di sektor tunggal. Dia disingkirkan petenis tuan rumah Gabriella Taylor 4-6, 4-6.

Tapi, laju berbeda dibukukan pada nomor ganda. Tami yang berpasangan dengan petenis China Qiu Yu Ye mengalahkan Marie Bouzkova (republik Ceko)/Dalma Galfi (Hongaria) dengan skor 6-2, 7-6 (5).

Wimbledon adalah turnamen kedua Tami di ajang Grand Slam. Sebelumnya dia sempat tampil di Prancis Terbuka. Tapi, dia kandas di babak kualifikasi tunggal putri.

Keikutsertaan Tami di Prancis Terbuka seakan sebuah berkah di balik musibah. Putri pasangan Luh Kertiadi (Bali) dan Oliver Nicholas Grende (Italia) tersebut mendapatkan invitasi ke Wimbledon sebagai jawara di turnamen tenis grade I Chief Minister Cup 2014 di Serawak, Malaysia. Tapi, PP Pelti tak juga memberikan surat pengantar untuk siswi SMA Cahaya Harapan Indonesia Sejahtera Denpasar itu.

Mengetahui kondisi Tami, ITF malah memberikan ‘bonus’, Tami bisa tampil dalam dua major event sekaligus, Prancis Terbuka dan Wimbledon. Soal biaya menjadi tanggungan ITF.

Ambisi Tami tak surut. Prestasi gemilang di Wimbledon itu membuat ranking Tami melejit. Dia bisa langsung tampil di babak utama Australia Terbuka junior tahun depan.(detiknews)

10 Petenis Yunior Berjibaku di Hongkong


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Awla tahun 2015 dibuka dengan turunnya 10 petenis yunior Indonesia diajang internasional di Hongkong. Tepatnya tanggal 19-24 Januari 2015 turnamen Hongkong ITF Junior Champs 2015, yang termasuk ITF Junior World Circuit dengan kategori Grade 4..

Kesepuluh petenis yunior Indonesia terdiri dari 3 putra dan 7 putri. Yaitu Achad Imam Maruf (ITF-489), Christian Alvin Edison (ITF-561), Steven Harianto Poedji (ITF-1.145) untuk putra, sedangkan putri terdiri dari Novela Reza Millenia Putri (ITF-804), Hernanda M Cholis (ITF-997), Joleta Boediman (ITF-990), Shevita Aulana (ITF-999), Oxi Gravitasi Putri (ITF-1.019, Faiza Munabari Saskia (ITF-1.415) dan Shamira Azzahra (ITF-1.550).

Dari 10 petenis tersebut yang langsung masuk babak utama adalah Achad Imam Maruf, Christian Alvin Edison dan Novela Reza Millenia Putri. Yang lainnya diterima babak kualifikasi.

Sebelumnya, tepatnya tanggal 12-18 Januari 2015, Achad Imam Maruf terjun diturnamen yunior di New Delhi yang termasuk dalam kategori Grade 2.

Upaya petenis yunior dalam mengejar prestasi keluar negeri harus diuji karena kesempatan terbuka untuk bersaing meningkatkan prestasinya. (Foto Achad Imam Maruf)

Tahun Baru, Perlu Kewaspadaan ( habis )


REMAJA-TENIS.Com. Evaluasi prestasi ditahun 2014 seperti ditunjukkan dalam peringkat dunia yang dicapai oleh petenis Indonesia. Dikelompok yunior tercatat 24 putra dan 24 putri dengan peringkat tertinggi putra di peringkat 332 dan terendah 2.175 sedangkan putri dicapai oleh Tami Grende peringkat 42 dan terendah peringkat 2.239.
Tami Grende sebagai top player Indonesia diikuti Deria Nur Haliza ITF 100 kemudian Rifanty Dwi Kahfiani ITF-292 dan Arrum Damarsari ITF- 497.

Makin banyak petenis yunior keluar negeri sehingga menunjukkan ada kesadaran jika ingin mendapatkan prestasinya, sehingga secara kuantitas terlihat cukup besar dengan 48 petenis yunior memiliki peringkat dunia yunior. Ini akibat keterbatasan ITF Junior event di Indonesia, tercatat hanya 4 turnamen Grade 4.

Jika berbicara petenis kelompok umum putra sangatlah menyedihkan karena hanya 2 petenis saja yang tercatat memiliki ATP rank yaitu Christopher Rungkat (ATP-651) dan David Agung Susanto (ATP-1.483). Bahkan prestasi tertinggi dicapai Christopher Rungkat (ATP-241) sulit terkejar jika tidak ada perubahan kualitas pembinaan. Christopher Rungkat kelahiran 14 Januari 1990 , apakah akan kembali kepuncak peringkat seperti beberapa tahun lalu, itu satu pertanyaan yang bisa dijawab oleh yang lebih ahli.

Sektor putripun lebih prihatin, diakhir tahun tercatat per 29 Desember 2014, hanya 3 petenis putri Indonesia memiliki peringkat dunia WTA-Tour yaitu Deria Nur Haliza (kelahiran tahun 1997) dengan perinkat WTA-896, Lavinia Tananta (kelahiran tahun 1987) dengan peringkat WTA-899 dan Beatrice Gumulya (kelahiran tahun 1991) dengan peringkat WTA-1.014. Puncak prestasi dari Lavinia Tananta salah satu petenis senior Indonesia adalah WTA-301 yang dicapai tahun 2010 lalu.

Memasuki tahun 2015, yang harus mendapatkan perhatian adalah peningkatan kualitas SDM pelaku pelaku tenis kita seperti ofisial pertandingan, pelatih dan petenisnya sendiri. Mungkin tidak disadari kalau ofisial pertandingan saat ini dimiliki dan sudah berkurang menjadi 12 wasit white badge, bahkan ada kecendrungan ditahun 2015 ini berkurang Yang lebih menyedihkan adalah banyak wasit white badge Indonesia kena peringatan akibat minimnya jam terbang mereka diturnamen internasional yang sudah merupakan kewajiban memenuhi kualifikasi wasit internasional. Ini dampak dari minimnya turnamen Pro Circuit di Indonesia. Tercatat hanya 3 Pro Circuit putri di Indonesia ditahun 2014 yaitu di Tarakan, Balikpapan dan Solo. Bisa dibayangkan dari 12 wasit (awalnya 13 wasit diawal tahun 2014) tersebut berebutan jam terbang (minimal 25 kali bertugas dalam setahun) di 3 Pro Circuit . Akibatnya mereka harus rajin mengejar ketinggalan keluar negeri juga seperti lazimnya petenis kita.

Hal yang sama juga di pelatih Indonesia belum ada perubahan status, karena saat ini pelatih bersertifikat ITF Level-2 hanya 12 pelatih bertahan belum ada perkembagannya. Dari kedua belas pelatih tersebut harus diperhatikan juga ada berapa yang masih aktif melatih dilapangan.
Perlu diketahui Indonesia memiliki pelatih sekitar 1.000 pelatih lebih berdasarkan data yang sudah mengikuti kepelatiah yang dibuat Pelti sendiri. Yang jadi pertanyaan ada berapa yang aktif melatih langsung dilapangan tenis.

Kita menunggu kegiatan di tahun 2015 agar bisa mengangkat prestasi pertenisan Indonesia. Kita tunggu jawabannya saja karena diakhir bulan Januari sudah menunggu kualifikasi Fed Cup dilanjutkan juga Davis Cup sebagai tantangan tenis Indonesia. Saya hanya bisa berdoa agar Tenis Indonesia bisa terangkat kembali dan berbicara lebih baik ditingkat internasional. Semoga ! (penuis August Ferry Raturandang )

Rifqy Sukma Ramadhan Juara di Australia


REMAJA-TENIS.Com, JAKARTA — Petenis cilik asal Bogor , Rifqy Sukma Ramadhan, meraih prestasi di turnamen tenis junior WA State Grasscourt Championships di Mount Lawley, Australia. Rama demikian nama panggilan Rifqy Sukma Ramadhan, berusia 12 tahun menjadi juara di nomor tunggal putra.

Pada pertandingan final yang bergulir di Mount Lawley Tennis Center pada Rabu (31/12/2014), Rifqy meraih kemenangan atas unggulan kedua Samuel De Andrade 7-5, 6-2.

Kejutan awal dilakukannya setelah menumbangkan petenis tuan rumah yang unggulan 1 Kenneth Prete 6-1, 6-4.

Sebelumnya Rama berhasil juga menyandang gelar juara di WA Junior Grasscourt Championship di Perth, setelah mengalahkan Arden Jared de Melo yang menjadi unggulan ketiga dengan skor 6-0, 6-3.

Prestasi terbaik juga didapat dalam tim yang dibawa dari Indonesia adalah Fitriani Sabatini dikelompok 14 tahun putri.

Sebagai pelatih pendamping adalah Paul Sindhunata. (Foto Rifqy di RemajaTenis)

Del Potro Batal Tampil di Brisbane


REMAJA-TENIS.Com, BRISBANE— Publik masih harus bersabar menanti penampilan Juan Martin del Potro kembali ke lapangan tenis. Sebab, petenis Argentina itu menunda comeback-nya lantaran masih mengalami cedera pergelangan tangan.

Sebenarnya mantan juara US Open itu direncanakan kembali mengayunkan raketnya dalam turnamen resmi Brisbane International yang bakal bergulir Minggu (4/1/2014) mendatang. Tapi, ia masih dibayangi cedera yang bikin dia absen hampir sepanjang musim 2014 lalu.

Dilansir Brisbane International, Kamis (1/1), Del Potro tak bisa hadir untuk meramaikan turnamen pemanasan jelang Grand Slam Australian Open 2015 lantaran cedera pergelangan tangan kiri. Padahal selepas menepi nyaris semusim, petenis jangkung ini sesumbar akan kembali ke rutinitasnya di lapangan tenis.

Di samping itu, seusai dari Brisbane ia dijadwalkan bertandang ke Sydney untuk mempertahankan gelar juaranya dalam turnamen Sydney International yang digelar Minggu-Sabtu (11-17/1) mendatang. Setelah dua ajang ini rampung. Ia seharusnya siap untuk turun di Melbourne untuk meramaikan Australian Open.

“Saya senang bermain di Sydney. Kota dan fans-nya luar biasa. Saya tak sabar kembali untuk mempertahankan gelar di sana,” ungkapnya, dilansir atpworldtour, beberapa waktu lalu.

Media-media di Argentina menyebut kondisi Del Potro tak baik ketika melakukan persiapan untuk menghadapi musim 2015. Kabarnya petenis jangkung ini kembali merasakan sakit pada pergelangan tangan kirinya. Alhasil, ia berhenti berlatih dan menjalani perawatan fisioterapi demi menyembuhkan cederanya.

Berita ini jelas menjadi kekecewaan tersendiri, terutama bagi para fans yang sudah menunggu lama demi melihat Del Potro kembali mengayunkan raket. Kekhawatiran publik berlanjut karena sang bintang tak juga tampil di level kompetitif.

Ajang di Sydney ini adalah satu-satunya kenangan manis yang didapatkan Del Potro di musim 2014. Setelah itu petenis jangkung ini mengalami serangkaian mimpi buruk yang berujung cedera dan absen panjang.

Ia sempat berniat mengikuti Dubai International pada Februari lalu. Tapi, di Dubai ia memutuskan mundur di laga pembuka lantaran cedera pergelangan tangan kiri. Luka inilah yang kemudian membuatnya mesti naik meja operasi pada Maret 2014.

Peringkatnya kian merosot tajam. Tak hanya terlempar dari posisi 10 besar dunia, petenis 26 tahun itu terjungkal hingga ke urutan ke-136 dunia. Maka dari itu, ia tak bisa mengikuti turnamen seenaknya. Del Potro pun hanya punya beberapa turnamen yang bisa ia ikuti serta membutuhkan wild card untuk tampil di ajang tertentu. Jika ia bisa memenangi gelar di Sydney, maka itu bakal menjadi titel ATP-nya yang ke-18(solopos)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media