TERBIT 1 FEBRUARI 2012...JUARA TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS SUMSEL-3 .ADALAH KU 10 PA M.ADIS NARARYA, KU 10 PI RIKA ARI PUSPITA (LAMP), 12 PA APREDO LANEVA (BATURAJA), KU 12 PI ISYABELLA NURULIA VIANA (BATURAJA), KU 14 PA DIMAS RISKI PRATAMA (SEKAYU MUBA), KU 14 PI INDAH SEPTIA PUTRI (LAMPUNG), KU 18 PA SAHRUDIN (LAMPUNG), KU 18 PI INTAN PURNAMA SARI (BATURAJA) ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0812 8402 4970............. TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS SUMSEL-3 TGL 21-23 NOPEMBER 2014 DI TG ENIM.... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900943...........

Cederai Hakim Garis, Petenis Ini Didiskualifikasi dari Pertandingan


REMAJA-TENIS.Com,VIRGINIA. — Petenis asal Barbados, Darian King, didiskualifikasi dari turnamen Charlottesville Challenger di Virgina karena mencederai hakim garis. Insiden ini terjadi saat King menghadapi petenis Inggris, Edmund Corrie, di babak pertama.

Insiden bermula ketika King gagal mengembalikan pukulan Corrie saat tiebreak set kedua. Petenis 22 tahun tersebut lantas melampiaskan kemarahannya dengan melemparkan raket ke sebuah kain terpal yang berdekatan dengan hakim garis.

Tak disangka, raket yang dilemparnya memantul dan mengenai bagian punggung hakim garis. Hakim garis itu berteriak kesakitan dan tersungkur di tanah. Pertandingan pun dihentikan wasit dalam posisi 6-4, 6-6 (5-2) untuk kemenangan Corrie.

King menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi tanpa disengaja. “Saya tidak mencederainya,” tutur petenis peringkat 310 dunia
0
VIRGINIA, KOMPAS.com — Petenis asal Barbados, Darian King, didiskualifikasi dari turnamen Charlottesville Challenger di Virgina karena mencederai hakim garis. Insiden ini terjadi saat King menghadapi petenis Inggris, Edmund Corrie, di babak pertama.

Insiden bermula ketika King gagal mengembalikan pukulan Corrie saat tiebreak set kedua. Petenis 22 tahun tersebut lantas melampiaskan kemarahannya dengan melemparkan raket ke sebuah kain terpal yang berdekatan dengan hakim garis.

Tak disangka, raket yang dilemparnya memantul dan mengenai bagian punggung hakim garis. Hakim garis itu berteriak kesakitan dan tersungkur di tanah. Pertandingan pun dihentikan wasit dalam posisi 6-4, 6-6 (5-2) untuk kemenangan Corrie.

King menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi tanpa disengaja. “Saya tidak mencederainya,” tutur petenis peringkat 310 dunia tersebut. Namun, wasit tetap dengan keputusannya.

Insiden semacam ini bukanlah kali pertama terjadi. Petenis Argentina, David Nalbandian, pernah mengalaminya saat turun di Wimbledon 2002. Ketika itu, Nalbandian kalah dari petenis Australia, Lleyton Hewit, 1-6, 3-6, 2-6 di final. Karena kesal, dia menendang kotak hakim garis sehingga melukai kaki hakim garis tersebut hingga berdarah.

Menpora Imam Nahrawi Ajak KOI dan KONI Berdialog


REMAJA-TENIS.Com,JAKARTA. – Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Imam Nahrawi berinisiatif mengajak dialog bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Nahrawi ingin agar masalah di dalam olahraga Indonesia bisa segera diatasi.

“Saya belum tahu detail tentang itu (masalah KOI dan KONI). Sekilas saya maknai ada kebuntuan komunikasi,” ujar Imam Nahrawi seusai acara serah terima jabatan di Wisma Menpora, Jakarta, Rabu (29/10/2014).

Menurut Nahrawi, sebagai langkah awal dalam tugasnya sebagai Menpora, dia ingin masalah tersebut bisa segera diatasi demi kebaikan dan kemajuan olahraga Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu target di awal kepemimpinannya dalam Kementerian Pemudan dan Olahraga.

“Salah satu solusi yakni ngopi bareng, lepaskan yang terjadi sebelumnya dan tatap masa depan. Seperti kata Pak Presiden (Joko Widodo), kami harus duduk dan berdiskusi dan mengatasi permasalahan yang ada,” sambungnya.

Nahrawi belum bisa memastikan langkah ke depannya, apakah akan kembali menggabungkan kedua lembaga tersebut atau tidak. Keputusan akan diambil setelah berdialog bersama KOI dan KONI.

“Kita lihat nanti payung hukumnya bagaimana. Semua harus dilakukan sesuai payung hukum,” tegasnya.

Imam Nahrawi merupakan Menpora dalam Kabinet Kerja. Dia menggantikan Roy Suryo yang sebelumnya menjabat pada 2013-2014.(kompas.com)

Jokowi Pasang Target Peringkat V pada Asian Games 2018


REMAJA-TENIS.Com, YOGYAKARTA. — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyebutkan, pemerintah memasang target peringkat kelima dalam ajang Asian Games tahun 2018. Target ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan pelaksanaan Asian Games 2018 di Indonesia sebagai program prioritas.

“Target setidaknya ada di peringkat ke-5, saya yakin bisa. Saya meminta doa semua masyarakat Indonesia untuk mencapai target itu,” kata Imam Nahrawi saat ditemui di Kompleks Taman Wijaya Brata, Selasa (28/10/2014).

“Kita punya program 5 tahun namanya. Untuk mencapai itu, kita langsung kerja turun ke lapangan,” kata Imam lagi.

Imam menjelaskan, seusai dilantik, dia langsung bekerja dengan turun ke lapangan. Tujuannya untuk berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan dan mencari tahu persoalan yang ada saat ini di semua institusi.

Imam menegaskan, sesuai arahan Presiden, prioritas utama adalah menyukseskan pelaksanaan Asian Games 2018 di Indonesia, demi menjaga martabat serta nama baik bangsa di mata internasional. “Asian Games harus sukses, demi nama bangsa di dunia internasional,” ucap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, Imam mengunjungi Yogyakarta. Kunjungannya ke Kota Gudeg dalam rangka berziarah, dan melakukan tabur bunga di makam salah satu tokoh Kongres Pemuda II tahun 1928, yakni Ki Soegondo Djojopoespito. Imam Nahrawi terlihat ditemani oleh mantan Menpora, Roy Suryo.

Nadal Akan Operasi Usus Buntu


Tiga November mendatang, petenis Spanyol, Rafael Nadal, akan menjalani operasi usus buntu. Artinya, Nadal harus absen dari turnamen Paris Masters yang berlangsung pekan ini, dan ATP Final, pertengahan November.

Nadal akhirnya memutuskan menutup musim ini lebih awal setelah kalah dari petenis muda Kroasia, Borna Coric, pada perempat final Swiss Indoors, Jumat (24/10/2014). Nadal kalah dua set langsung 2-6, 6-7(4).

“Saya tidak akan pergi ke Paris dan London (ATP Final), saya tidak cukup kompetitif,” kata Nadal usai pertandingan tersebut. “Saya akan menjalani operasi pada tiga November.”

Awalnya, Nadal memilih untuk menunda operasi dan tetap berencana bermain hingga ATP Final. Dengan memakai antibiotik dia tetap turun di Shanghai Masters dan Swiss Indoor. Hasilnya, Nadal tak bisa bermain di level biasanya.

Dengan mundurnya Nadal berarti pemain peringkat kesembilan ranking Race to London berhak ikut ATP Final. Turnamen ini hanya diikuti delapan petenis terbaik dalam satu musim.

Paris Masters merupakan event terakhir di mana para pemain bisa mengumpulkan poin sebelum ATP Final. Novak Djokovic, Roger Federer, Stan Wawrinka, dan Marin Cilic adalah para pemain yang sudah lolos ke ATP Final.(kompas.com)

Menpora Harus Bisa Buat Terobosan Baru di Olahraga

-REMAJA-TENIS.Com, MAKASSAR, Telah ditunjuknya figur Menpora baru di kabinet kerja Jokowi-Jusuf kalla, Imam Nahrawi semua pihak berharap mau belajar lebih cepat mengenal dunia olah raga nasional sehingga bisa menjawab target yang diberikan Presiden Jokowi.

Pengumumnan atau perkenalan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo menitipkan pesan agar Menpora Imam Nahrawi bisa menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Indonesia.

Pengamat tenis August Ferry Raturandang (AFR) di Makassar berharap Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi dapat mampu belajar dengan cepat mengenai visi olahraga.

“Kami berharap Menpora dapat mampu belajar dengan cepat mengenai perkembangan olahraga ke depan serta harus cepat bekerja,” katanya di Makassar, Minggu (26/10)

AFR sedikit pesimistis Menpora dapat mengangkat prestasi olahraga Indonesia, karena Menpora Imam Nahrowi itu awam terhadap olahraga . Tetapi diharapkan memiliki kemampuan membuat terobosan baru khususnya dikalangan internal Kemenpora, bisa mengikis segala kebobrokan di Kemenpora sendiri, seperti tekad dari Presiden Jokowi dikenal jujur dimata masyarakat.

“Sudah harus bisa memacu agar cabang cabang olahraga lakukan regenearsi atlet2nya. Jangan seperti sekarang ini. Atlet Olimpiade ataupun Asian Games masih turun di Pekan Olahraga Daerah/Provinsi) maupun PON. Ini pengalaman selama ini didunia olahraga nasional. Harus bisa lakukan terobosan terobosan baru.Disamping itu pula agar penerapan Undang Undang tentang Sistem Keolahragaan Nasional benar benar diterapkan.

” Beri waktu kepadanya untuk bekerja dan mengenal olahraga.”


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media