TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... .KEJURNAS AFR REMAJATENIS JAKARTA-58 TGL 16-18 DESEMBER 2016 ...JUARA KEJURNAS AFR REMAJATENIS SUMSEL-XVI ADALAH JACKQUILYNN ZAVIO AUDREY YOZA ASAL MUBA(10 PA), ALIFIANA ARIFATUSSARIA ASAL MUBA( 10 PI), M.PAUZAN ASAL BATANGHARI JAMBI( 12 PA), NURIN NABILA WAHYU AGUSTIN ASAL BATANGHARI JAMBI( 12 PI), PANJI ANESTESIAWAN SUSILO ASAL PALEMBANG( 14 PA), YASMINE KAYLA JUDITHA ASAL PALEMBANG( 14 PI), JONES PRATAMA ASAL MUBA (16 PA), DHIMAS RIZKI PRATAMA ASAL MUBA( 18 PA), ALYA AMALIA ASAL MUBA( 18 PI).......... ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Sharapova Butuh Wild Card di Grand Slam Wimbledon


REMAJA-TENIS.COM,WIMBLEDON — Maria Sharapova belum tentu bermain di turnamen Wimbledon dan Roland Garros meski hukuman larangan bertandingnya dipotong sehingga dia akan comeback April 2017 mendatang. Merujuk regulasi pertandingan, petenis Rusia ini butuh wild card untuk tampil di dua ajang grand slam tersebut.

Pengadilan banding olahraga, CAS, memutuskan mengurangi hukuman Sharapova dari dua tahun menjadi 15 bulan dalam kasus temuan senyawa meldonium dalam tubuh sang petenis. Dengan keputusan itu, Sharapova dapat kembali bermain pada 26 April 2017 dan berpeluang tampil di Roland Garros (Prancis Terbuka) pada pekan ketiga Mei 2017.

Petenis jangkung ini juga digadang-gadang tampil di turnamen grand slam akbar di Wimbledon 27 Juni 2017. Hanya saja, regulasi merintangi upaya Sharapova untuk mengayun raket secepatnya. Dilansir Dailymail.co.uk, Selasa (4/10/2016), Sharapova butuh jatah wild card untuk tampil di kedua ajang grand slam.

Pasalnya, Sharapova butuh banyak poin untuk mengejar ranking agar masuk entry list di kedua turnamen. Upaya itu agaknya hampir mustahil mengingat Sharapova kini berada di posisi 95 dunia. Rankingnya akan terus merosot sampai dia kembali bertanding saat hukumannya berakhir pada April tahun depan. Jika Sharapova tak benar-benar bermain spektakuler untuk mengejar ranking, dia butuh jalan pintas berupa wild card untuk menyapa fans-nya di Roland Garros atau Wimbledon.

Masalahnya, panitia kedua turnamen diragukan bakal memberi kesempatan itu pada petenis yang terbukti menggunakan obat terlarang. Namun popularitasnya di ajang tenis dunia kemungkinan membuat panitia turnamen berpikir ulang tidak memberi wild card pada mantan peraih trofi Wimbledon dan Paris itu.

Sementara itu tim hukum Sharapova tengah menimbang untuk menuntut International Tennis Federation (ITF) atas keputusannya menghukum Sharapova. Pengacara Sharapova, John Haggerty, menyebut keputusan CAS mengurangi hukuman kliennya menunjukkan ada yang salah terhadap kebijakan ITF. “Ini menunjukkan keputusan ITF adalah sepenuhnya fiksi,” ujarnya seperti dilansir Telegraph.co.uk.

Haggerty mengatakan kliennya sangat dirugikan dengan keputusan buruk ITF. Selama berbulan-bulan, imbuhnya, Sharapova telah hidup dengan opini yang buruk. Mantan ratu tenis dunia itu pun harus kehilangan potensi pendapatannya hingga 24,52 juta poundsterling seperti dilansir Dailymail.co.uk. Estimasi kerugian itu dihitung dari sejumlah sponsorship dan endorsement yang hilang selama ia tersangkut kasus doping.(solopos.com)

Elma Malinda Bikin Kejutan di AGS 6 International Junior Championships G5 2016


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA – Sejumlah kejutan mewarnai pertandingan babak kedua turnamen AGS 6 International Junior Championships G5 2016 yang berlangsung di Lapangan Tenis Hotel Sultan Jakarta, Rabu (5/10).

Sejumlah peserta non unggulan berhasil menyingkirkan petenis yang menempati posisi unggulan kejuaraan kategori Grade 5 dalam kalender kompetisi junior Federasi Tenis Internasional (ITF) ini.

Wakil tuan rumah, Elma Malinda yang berlatih di Kentoeng Tennis Club Sukoharjo (Jawa Tengah) menjadi salah satu pembuat kejutan. Petenis kelahiran 4 Juli 2000 itu mengalahkan seeded ke-11 asal India, Annika Kannan (1041-ITF) dengan skor telak, 6-0 6-2.

“Main lepas saja, tidak ada target apapun. Aku hanya berusaha agar bisa menambah poin peringkat internasional saja,” tutur Linda yang kini bertengger di posisi 1752 junior putri dunia ini.

Sayangnya, kejutan yang menyesakkan justru menerpa kubu tuan rumah yang harus rela kehilangan unggulan teratas tunggal putri. Andalan Indonesia, Joleta Budiman yang berperingkat 417 dunia itu dipaksa mengakui keunggulan Otoha Aoki (Jepang/1871), 4-6 5-7.

“Saya menyesal karena bermain sangat jauh dari performa, banyak double fault saat service,” tutur petenis yang pekan lalu meraih medali perunggu tunggal putri PON XIX/2016 Jawa Barat.

Namun sejumlah unggulan mampu melangkah mulus ke babak ke ketiga, termasuk diantaranya adalah Shevita Aulana (605). Unggulan keenam ini tampil sangat perkasa ketika melumat Warisara Lee dari Thailand straight set, 6-0 6-2.

“Ya, targetnya sih ingin juara. Tapi saya jalani saja babak per babak dulu,” tutur petenis binaan pelatih Ardi Rivali di Cibubur Tennis Club ini.

Sementara itu, hujan kembali menganggu jadwal turnamen ini. Rintik air seolah tumpah dari langit, Rabu (5/10) saat baru delapan pertandingan babak kedua tunggal putri terselesaikan.

Beberapa partai berhasil dilanjutkan setelah hujan reda dan lapangan dikeringkan, tapi beberapa partai harus terhenti kembali lantaran cahaya lampu penerangan lapangan terlalu redup.

Salah satu hasil partai lanjutan itu, Fadona Titalyana Kusumawati (496) melaju ke babak ketiga. Siswi Sekolah Khusus Atlet Ragunan yang menjadi unggulan kedua itu sukses menepiskan perlawanan Kanyarat Mahachai (2298) dari Thailand, 6-0 6-4.

Sedangkan unggulan ke-15, Giogio Allesandro Soemarno (1859) memilih menunda laga pada posisi unggul 7-5 5-5 dalam duel sesama petenis Indonesia, menghadapi Erwan Cahya Pratama. (tribunnews.com)

Hasil Rabu (5/10)
Tunggal putri
Otoha Aoki (JPN) v 1-Joleta Budiman 6-4 7-5
13-Lunda Kumhom (THA) v Nadhila Safira 7-6(6) 6-2
10-Yeon Woo Ku (KOR) v Anggi Dwi Hidayati 6-2 6-0
6-Shevita Aulana v Warisara Lee (THA) 6-0 6-2
7-Supapitch Kuearum (THA) v Hana Levina 6-0 6-3
Pat Vasuratna (THA) v 8-Oxi Gravitasi Putri 7-5 6-0
Elma Malinda v 11-Anikka Kannan (IND) 6-0 6-2
12-Tanuchaporn Yongmod (THA) v Jessica Yhang 6-2 6-1
2-Fadona Titalyana Kusuwati v Kanyarat Mahachai (THA) 6-0 6-4

Hak Atlet Tenis Dikemanakan Oleh Pelatihnya


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Bertambah lagi keluhan terhadap hak atlet sebagai anggota tim nasional muncul disampaikan kepada Remaja-Tenis.com. Petenis anggota tim nasional Sunu Wahyu Trijati bertanya tanya dikemanain uang hak sebagai anggota Pelatnas SEA Games ataupun lainnya dari Satlak Prima.

“ Saya hanya terima langsung ke rekening honor bulanannya. Selain itu tidak terima” ujarnya disaksikan oleh pelatih Deddy Prasetyo di Senayan City. Sebelumnya Deria Nur Haliza telah sampaikan keluhannya kemudian akhirnya ditransfer sebesar Rp 30.000.000 oleh Roy Therik. Tetapi yang jadi pertanyaan sekarang apakah semua atlet Pelatnas yang ditangani sejak tahun 2013 sampai saat ini alami nasib yang sama. ujarnya kemudian

“ Baru ditransfer setelah muncul di Remaja-Tenis.com.” Ujar Deddy Prasetyo.

Oleh Sunu Wahyu Trijati dikatakan kalau dia tahunya dari Ketua Bidang Pembinaan Yunior Aga Soemarno kalau dia terima ternyata lebih kecil dibandingkan anggota tim nasional yunior

Anggota Pelatnas lainya, Jessy Rompiespun bersama Beatrice Gumulya telah kirimkan surat ke Ketua Umum PP Pelti menanyakan hak yang sama dan surat tersebut sudah diterima disekretariat PP Pelti. Tetapi disayangkan belum ada reaksi dari PP Pelti yang awalnya akan melaporkan ke Polisi.

“ Surat tersebut sudah diterima.” ujar Wakil Sekjen Goenawat Tedja. Dikatakan pula surat tersebut sudah diteruskan ke Ketua Umum PP Pelti, dan tidak berani menjanjikan kapan ada balasannya.

Petenis angota pelatnas setaip bulan akan menerima honornya melalui transfer ke rekening masing masing petenis. Tetapi ada hak lainnya seperti akomodasi dan transportasinya yang keluarnya tidak tiap bulan melainkan 3 bilan sekali itu diterima oleh pelatih tim tersebut ataupun manajer tim. Dalam hal ini menurut informasi diterima oleh pelatih Roy Therik. Seharusnya Satlak Prima setelah memberikan kepada pelatih tersebut harus meminta kembali tanda terima atlet dari pelatih ataupun manajer yang menerimanya.
Sejak tahun 2016 pelatih telah diganti oleh Andrian Raturandang dan manajer timpun diganti oleh Wakil Sekjen PP Pelti Goenawan Tedja.

“Mulai tahun 2016 saya akan transparan masalah keuangan tim nasional”, ujar Goenawan selaku High Performancs Director sebagai ganti istilah Manajer tim menggantikan Donald Wailan Walalangi Oleh Goenawan dikatakan untuk tahun 2016 dana tersebut belum keluar.

Ketika ditanyakan masalah akan dibawa ke Polisi pengaduan tersebut, Maman Wirjawan Ketua Umum PP Pelti menjawab tergantung Jessy dan Bea saja.

“ Seharusnya Ketua Umum PP Pelti ikut bertangung jawab terhadap anggota PP Pelti. Dia yang menunjuk Donald Wailan Walalangi dan Roy Therik selaku manajer dan pelatih tim nasional.” ujar Deddy Prasetyo. Selanjutnya dikatakan kalau Ketua Umum PP Pelti tidak bisa melepaskan tanggung jawabnya

ATLET PON

Kasus pemotongan dana hak atlet terjadi juga di Pelatda Jawa Barat dalam menghadapi PON XIX 2016 lalu. Diinformasikan dilakukan oleh oknum di Pengda Pelti Jabar. ” Saya punya bukti kalau dana tersebut dikorup.” ujar salah satu orangtua ptenis Jawa Barat. Indikasi perbuatan tersebut sudah berlangsung lama sejak Pelatda PON dilakukan oleh KONI Provinsi Jawa Barat. Bukan hanya atlet alami hal yang sama tetapi informasi yang diterima dialami juga oleh petugas wasit tenis.

Ternyata wasit Jabar diminta Rp 750 ribu perorang. Demikian menurut pengakuan salah satu wasit tuan rumah yang diterima Remaja-Tenis.com (Foto Sunu Wahyu Trijati)

Sharapova Mengambil Pelajaran dari Hukuman yang Diterimanya


REMAJA-TENIS.COM Petenis cantik Rusia Maria Sharapova menyambut gembira keputusan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) yang mengurangi masa hukumanannya.

Pada Selasa (4/10/2016), CAS resmi mengurangi hukuman larangan bermain Sharapova terkaut kasus doping yang menimpanya.

Tak lama setelah keputusan itu diumumkan, Sharapova langsung mengungkapkan perasaannya dalam situs pribadinya.
Wanita berusia 29 tahun itu juga menuliskan curahan hatinya dalam laman Facebook. Sharapova menyebut, hari ini sebagai hari terindah dalam hidupnya. Dia juga mengatakan akan mengambil pelajaran dari hukuman ini.

Sebelumnya, CAS telah mengurangi hukuman petenis berusia 24 tahun itu dari 24 bulan menjadi 15 bulan. Hukuman larangan tampil selama 24 bulan itu diberikan karena Sharapova terbukti mengonsumsi Meldonium. Meldonium merupakan jenis obat terlarang untuk olahragawan.
Menyusul masa hukuman yang sudah berjalan tiga bulan, Sharapova kembali bisa tampil di lapangan pada April 2017.

Aku sudah melewati salah satu hari terberat dari karir saya Maret lalu ketika saya belajar tentang suspensi.

Sekarang, salah satu hari terindah saya, karena saya tahu saya bisa kembali ke tenis pada bulan April.

Dalam banyak hal, saya merasa seperti ada sesuatu yang hilang dan saya merasa sangat senang bisa memilikinya lagi.

Tenis adalah gairah saya dan saya telah melewatkan itu. Aku menghitung hari sampai saya bisa kembali ke pengadilan. Aku telah belajar dari ini, dan saya berharap ITF telah demikian. CAS menyimpulkan bahwa “panel telah memutuskan bahwa hukuman itu tidak sesuai dengan kesimpulan dari ITF”

Saya telah bertanggung jawab dari awal karena tidak mengetahui bahwa suplemen yang saya konsumsi sepuluh tahun terakhir itu tidak lagi diizinkan.

Tapi saya juga belajar bagaimana federasi lain memberitahukan perubaha terutama di eropa timur di mana Meldonium secara umum didapatkan oleh jutaan orang.

Sekarang proses ini berakhir, saya berharap ITF dan badan lainnya berweang lainnya belajar dari apa yang dilakukan federasi ini, sehingga tidak ada pemain tenis lainnya yang harus merasakan apa yang saya terima.

Dan untuk para penggemar saya, terima kasih banyak kebersamaan dalam beberapa bulan yang sulit.
Selama masa ini, saya telah belajar arti sebenarnya dari penggemar dan aku sangat beruntung untuk memiliki dukungan anda.
Aku akan segera kembali dan aku tidak bisa menunggu!(tribunews.com)

Joleta Budiman: Waspadai Pemain Manca Negara


REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA – Masuk sebagai unggulan pertama di ajang turnamen tenis internasional AGS 6 2016 di Jakarta, petenis berparas ayu Joleta Budiman merasa hal ini sebagai beban yang tidak ringan.

Upaya yang jauh lebih keras perlu dilakukan dara kelahiran Bandung, Jawa Barat, ini. Ia merasa harus waspada terhadap sejumlah petenis mancanegara yang ikut dalam turnamen ini.

Berbincang dengan Harian Super Ball lewat telpon beberapa saat sebelum melakukan latihan fisik, gadis berdarah campuran Sunda-Inggris ini mengungkapkan bahwa sampai saat ini sudah makin banyak petenis muda yang punya kualitas bermain bagus.

Turnamen ini juga menjadi kesempatannya untuk makin banyak memperlajari gaya main lawan-lawannya, terutama petenis baru asal mancanegara.

“Thailand dan China (Tiongkok) biasanya punya petenis muda yang juga jago-jago. Tapi, yang kali ini aku belum pernah ketemu. Mereka banyak juga yang baru. Tapi, biar masih baru enggak bisa dianggap remeh. Karena, sudah pasti petenis-petenis itu sudah pernah juga ikutan turnamen sejenis,” kata petenis bertinggi 177 cm tersebut.

Kerap mengikuti ajang turneman tenis internasional dan mencatatkan namanya sebegai juara, seperti yang pernah diraihnya di Singapura beberapa waktu lalu, Joleta tak merasa jadi jumawa.(tribunews.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media