TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ..KEJURNAS TENIS REMAJA PELTI CILEGON TGL 19-21 AGUSTUS 2016 DI LAP TENIS KRAKATAU STR=TEEL, CILEGON..............JUARA KEJURNAS REMAJATENIS JAKARTA-54 ADALAH RAINER SCHESTAK (KU 10 PA ASAL DKI), CYCLOVA ZULEYKA HUKMASABIYYA (KU 10 PI ASAL SERANG), M.NUR AL FACHRY (KU 12 PA ASAL CIANJUR),NURHADANAH S RINWAR (KU 12 PI ASAL MAKASSAR), CLAUDIO RENARDI LUMANAUW ((KU 14 PA ASAL DKI) , NAILAH SAFINA (KU 14 PI ASAL MAKASAR), AZMI JANUARSYAH (KU 16 PA ASAL JAMBI ),, ANA KAWENGIAN (KU 16 PI ASAL MANADO). ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0813 1031 1045..................... KEJURNAS TENIS VETERAN BAVETI TH 2016 DI LAP TENIS ELITE EPICENTRUM CLUB JAKARTA......... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Cermin Kaca Mulai Retak Retak yaitu PELTI


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Sejak kasus lapangan tenis GBK akan dibongkar mulailah muncul nama Pelti dimedia sebagai pahlawan kesiangan demikian menurut segelintir masyarakat tenis. Karena sebelumnya ada proses yang panjang sehingga keputusan dari pemilik lahan GBK muncul dimana ada kehadiran Pelti dalam rapat2 resmi.

Aneh, tetapi ini kenyataannya. Kejutan sebelumnya dibulan April 2016 adalah pergantian tanggung jawab tim nasional dilakukan oleh Ketua Umum PP Pelti . yaitu Donald Wailan Walalangi dan Roy Therik selaku pelatih tim nasional digusur oleh Wakil Sekjen Goenawan Tedjo dan pelatih Andrian Raturandang mantan petenis nasional. Ini bentuk keberanian Ketua Umum PP Pelti yang mulai muncul setelah terendam 3 tahun lamanya. Ini akibat prestasi tenis baik putra dan putri sudah menurun. Setelah 3 tahun prestasi itu makin hancur dan jalannya roda organisasi mulai tersendat, barulah Ketua Umum PP Pelti menyadari kesalahan kesalahan yang dilakukan. Minimnya komuniasi internal sebagai penyebab seluruhnya sehingga sulit dipertanggung jawabkan.

Awal tahun 2013 pun sebelum dilantik oleh Ketua Umum KONI Puat ( 17 Februari 2013), sudah mulai terlihat ketidak profesionalnya calon anggota PP Pelti kemudian setelah dilantik mulailah benih2 kepentingan pribadi muncul dari anggota Pengurus sendiri, akibatnya muncul benih2 ketidak harmonisan anggota Pengurus Pelti. Sayapun saat itu sudah menyampaikan perlunya dilakukan oleh Ketua Umum PP Pelti memaparkan kepada anggota pengurus , visi dan misinya sehingga tidak ada “kekacauan” didalam menjalankan roda organisasinya.
Bahkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pelti 2013, terlihat sekali betapa minimnya pengetahuan berorganisasi yang lebih menonjolkan arogansi tetapi saat itu masih bisa dinetraliser oleh Pengda Pelti yang hadir. Benih benih perpecahan mulai terlihat.
Menjelang akhir tahun 2013 mulai terlihat cermin PP Pelti retak secara perlahan lahan dengan mundurnya beberapa anggota Pengurus inti atau anggota Pengurus Harian, baik yang secara terang terangan mengajukan surat permohonan berhenti sebagai anggota pengurus maupun yang tidak aktip lagi dalam berkomunikasi kedalam. Dampaknya cukup parah, mulai terlihat jatuh ke penanganan tim nasional.

Tahun 2016 mulailah mencuat seluruh kelemahan yang diakibatkan manajemen yang tidak profesional itu. Tim Fed Cup (putri) kalah dari Malaysia dan Singapore, kemudian diikuti Davis Cup (putra) kalah sama Vietnam. Bisa dibayangkan setelah 3 tahun baru sadar , ini menunjukkan ketidak tahuannya selama ini tentang olahraga tenis sendiri sehingga tidak mempunyai kontrol kerja dari anggota pengurusnya. Akibat dari cermin yang retak tidak bisa dilihat dengan jelas wajah organisasi Pelti karena mendengar dari satu sisi saja yang sangat dipercayainya sehingga tidak ada keseimbangan dalam memberikan input kepadanya. Kerjasama Ketua Umum dengan Sekjen mulai luntur sejak tahun 2015 , puncaknya tanggal 29 Nopember 2015 di Musornas KONI Pusat di Jayapura, Sekjen berkoar agar dilakukan Munaslub Pelti. Sejak itu kepedulian terhadap Peltipun menurun. Peristiwa seperti ini belum pernah terjadi dalam sejarah PELTI.

Pengaturan tata kerja Peltipun ada yang aneh bisa berubah dipertengahan jalan bukan sejak awal dimana Ketua Bidang yang selama ini langsung dibawah Ketua Umum, tapi kali ini Ketua Bidang yang masuk dalam Pengurus Harian dibawah Sekjen. Ibaratnya kedudukan Ketua Bidang sama dengan komite komite dibawahnya. Bisa dibayangkan Ketua Bidang dibawah Wakil Sekjen. Ada kemungkinan Ketua Bidang tidak tahu kalau saat ini dibawah komando Sekjen atau wakil sekjen. Apalagi Ketua Ketua Bidang saat ini pernah duduk dalam kepengurusan PP Pelti sebelumnya, dibuat tidak berdaya dengan aturan aturan mendadak tersebut, sehingga koordinasinyapun mulai menurun.

Kapankah cermin tersebut akan pecah, karena saat ini sudah pada retak retak yang menunggu pecahnya cermin tersebut. Apakah cermin tersebut masih mungkin dijaga atau diperbaiki agar tidak pecah sampai diturunkan dari panggung agar tidak terlihat lagi dari jauh maupun dekat ? Penurunan cermin yang retak tersebut sudah ditentukan yaitu akhir tahun 2017, tetapi jangan sampai cermin tersebut pecah sebelum akhir 2017.

Ujian pertama sudah ditentukan sendiri, yaitu 15-17 Juli 2016 dikota Solo tempat kelahiran Pelti saat helatan Davis Cup antara Indonesia dan Sri Lanka. Langkah2 kedepan sudah dilakukan dengan digantinya person yang menangani tim nasional. Begitu juga didatangkan konsultan pelatih dari Malaysia Suresh Menon. Upaya memperbaiki diri sudah ada walaupun kesannya sudah terlambat karena persiapan ini hanya dalam 1-2 bulan saja. Try out ke India dan Hongkong telah dilakukan. Berbagai upaya dilakukan tanpa koordinasi yang baik.
Masih ada kewajibannya yang harus dilaksanakan setelah Davis Cup 2016 sebelum mengakhiri tugasnya diakhir 2017. Ini merupakan ujian kedua jika berhasil dalam ujian pertama. Yaitu Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang tercantum dalam AD ART Pelti sendiri. Tahun 2015 kewajiban ini belum dilaksanakan termasuk tahun 2016 yaitu Rakernas Pelti, ajang evaluasi kerja Pelti. Keterbatasan dana sebagai hambatan pelaksanaan Rakernas Pelti telah diakui sendiri, yang merupakan resiko menjabat Ketua Umum PP Pelti. Jalan keluarnya sudah saya sampaikan dalam pertemuan bersama rekan2 pecinta tenis dengan Ketua Umum sendiri.

Ini dampak dari roda organisasi tidak berjalan dengan normal. Terlihat dari minimnya rapat Pengurus Harian dalam memutuskan suatu program , tetapi lebih banyak keputusan dilakukan hanya oleh 2 orang saja dirumah kediaman Ketua Umum yang menjadi kantor resmi PP Pelti. Ini masalah dalam organisasi. Anjuran sudah saya sampaikan langsung kepada Wakil Sekjen agar setiap keputusan dibicarakan dalam rapat Pengurus Harian, untuk meminimalkan kesalahan pribadi.

Bisa dibayangkan tugas Ketua Bidang Pembinaan Prestasi sudah diambil alih oleh wakil sekjen, nasib yang sama akan ataupun sudah terjadi di bidang Pertandingan. Sedangkan tugas2 sekretariat banyak yang belum berjalan dengan baik, seperti masa kepengurusan Pengda Pelti yang perlu diperhatikan atau dikontrol oleh PP Pelti. Demikianpula Rakernas. Ini merupakan benih benih keretakkan didalam roda organisasi Pelti sendiri. Ketersinggungan akan dan sudah terjadi sesama petinggi Pelti yang masih merasa anggota PP Pelti . Akibatnya akan ada tumpang tindih tugas dibidang bidang tersebut. Kerja tidak akan maksimal sehingga program kerjanya akan terlihat hasilnya kurang maksimal. Macetnya roda organisasi sebenarnya sudah diketahui oleh Ketua Umum tetapi apa daya tidak bisa berbuat apa apa, seperti orang yang sudah kena sihir.

Mungkinkah cermin tersebut diperbaiki lagi. Semua terpulang kembali kepada kemampuan berorganisasi Ketua Umum PP Pelti sendiri yang saat ini menggantungkan dirinya kepundak wakil sekjen PP Pelti. Masyarakat tenis diminta untuk ” pazienza ” atau bersabar sampai waktunya turun diakhir tahun 2017.

Saya teringat pesan teman2 saat bertemu Ketua Umum PP Pelti ( April 2016), yaitu lebih bangga masuk dalam Munas Pelti 2017 dengan kepala tegak karena telah mencoba lakukan perubahan2 daripada kepala menunduk karena malu tanpa lakukan perubahan perubahan. Do Your Best. (penulis August Ferry Raturandang, wakil sekjen PP Pelti 2002-2012).

Davis Cup Indonesia dan Sri Lanka Terancam Batal


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Perhelatan kejuaraan dunia beregu memperebutkan Davis Cup antara Indonesia melawan Sri Lanka zona Asia Oceania grup 2 terancam dibatalkan. Ini akibat berita hari ini kota Solo khususnya kantor Polresta Solo kena bom bunuh diri. Letak kantor Polresta Solo itu disamping GOR Manahan Solo. Perhelatan Davis Cup ini akan berlangsung 15-17 Juli 2016 dilapangan tenis GOR Manahan Solo. Demikian menurut pengamat tenis August Ferry Raturandang kepada Remaja-Tenis.com.

Tetapi hal ini bisa dihindari jika PP Pelti selaku tuan rumah cepat mengantipasi dengan beri jaminan kepada ITF maupujn Sri Lanka agar tetap bisa berlangsung di Solo. Hal ini, dikatakan August Ferry Raturandang, ketika terjadi bom di hotel Marriot Jakarta, Indonesia sedang persiapkan perhelatan Davis Cup. Tetapi oleh Pelti langsung berikan jaminan ke ITF maupun tim tamu sehingga tidak batal.

Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti Susan Soebakti SH, selaku Ketua Panpel Davis Cup di Solo ketika dihubungi Remaja-Tenis.com, mengatakan segera akan menghubungi ITF untuk berikan jaminan setelah mendapatkan kepastian keamanan dari Polisi maupun Pemerintah setempat.

Tim Davis Cup Indonesia yang terdiri dari Christopher Rungkat, David Agung Susnto, Sunu Wahyu Trijati dan Aditya Hari Sasongko sedang persiapkan diri menghadapi tim Sri Lanka dalam perebutan zone Asia Oceania grup 2. Latihan telah dilakukan dilapangan tenis kompleks rumah Martina Widjaja Ketua Umum PP Pelti ( 2002-2012). Tidak tampak latihan salah satu anggota tim yaitu Sunu Wahyu Trijati yang dikenal sebagai pelatih dari Armando Soemarno, sedang mendampingi petenis Armando C Soemarno di Korea Futures (USD 10,000).

Waktu pelaksanaan Davis Cup sudah dekat tetapi terlihat persiapan tim Indoesia tidak maksimal karena kebersamaan yang dibutuhkan dalam seminggu ini terabaikan dengan tidak hadirnya salah satu atlit tim nasional yang diandalkan bermain ganda bersama Christopher Rungkat tetapi dalam try out selama persiapan ini tidak pernah bertanding bersama Christopgher Rungkat karena Christopher berpasangan dengan petenis asing lainnya.

Sunu Wahyu Trijati bersama Armando Soemarno lekukan try out ke Korea ikuti turnamen kelas Futures USD 10,000. Kedua petenis ini tidak bisa masuk kecuali melalui fasilitas wild card.
Armando C Soemarno yang diterima masuk melalui fasilitas wild card kualifikasi telah kalah dibabak kualifikasi ditangan petenis tuan rumah Lee Dong Kyu 4-6 3-6, sedangkan Armando berpasangan dengan Sunu Wahyu Trijati mendapatkan fasilitas wild card dibabak utama akan melawan pasangan tuan rumah Jee Moon Lee/Hyun Wo Nam.(Foto Armando C Soemarno)

Andy Murray Lolos ke Babak keempat


REMAJA-TENIS.COM, WIMBLEDON, Unggulan 2 Andy Murray lolos ke babak keempat Wimbledon. Unggulan kedua itu meraih kemenangan tiga set atas John Millman.

Andy Murray meraih kemenangan 6-3, 7-5, dan 6-2 di center court dalam waktu dua jam dan 21 menit.

Lawan yang akan dihadapi Murray adalah salah satu antara Nick Kyrgios (unggulan 15) atau Feliciano Lopez (unggulan 22). Terlepas dari siapa lawan yang akan dihadapi, Murray kini jadi unggulan teratas juara Wimbledon, Itu terkait hasil mengejutkan berupa tersingkirnya Novak Jokovic.

“Saya pikir saya bermain bagus,” sahut Murray mengomentari performanya di pertandingan itu.

Andy Murray, juara Wimbledon 2013, dua kali dikalahkan Djokovic di final Grand Slam tahun ini (Australia Terbuka dan Prancis Terbuka). Dengan Djokovic kini sudah berkemas pulang, kans juara Murray terbuka sangat lebar.

“Dibanding sebagai sebuah kejutan, yang harus dirayakan adalah apa yang sebenarnya sudah dia (Djokobvis) lakukan. Itu luar biasa. Dia (Djokovic) memecahkan banyak rekor, memenangi empat Grand Slam. Apa itu artinya? 30 kemenangan beruntun di seri Grand Slam. Itu luar biasa!” cetus Andy Murray.

Djokovic Gagal Pertahankan Gelar Wimbledon

REMAJA-TENIS.COM, WIMBLEDON.. Juara bertahan Wimbledon nomor tunggal putra, Novak Djokovic, gagal mewujudkan mimpi mencatat gelar ketiga beruntun di turnamen yang digelar di lapangan rumput ini.

Petenis Serbia tersebut tumbang pada babak ketiga setelah dikalahkan Sam Querrey (AS), 6-7(6), 1-6, 6-3, 6-7(5), Sabtu (2/7/2016).

Bagi Djokovic, ini merupakan kekalahan pertamanya pada turnamen Grand Slam sejak final Prancis Terbuka 2015.

Kala itu, petenis yang biasa disapa Nole ini harus mengakui keunggulan Stan Wawrinka (Swiss).

Juara Wimbleodn 2014 dan 2015 tersebut sudah kesulitan mengimbangi permainan Querrey ketika keduanya bertanding di Court 1, Jumat (1/7/2016). Pada laga tersebut, Djokovic tertinggal dua set.

Duel Djokovic versus Querrey harus dihentikan karena hujan yang mengguyur Wimbledon. Keduanya pun dijadwalkan melanjutkan pertandingan pada keesokan harinya.

Djokovic sempat membuka harapan setelah memenangi set ketiga pada lanjutan pertandingan. Namun, Querrey yang bermain dengan kepercayaan diri tinggi mampu melampaui permainan Djokovic.

Kendati kembali diinterupsi hujan, Querrey tetap bermain fokus. Querrey pun memenangi laga setelah satu pengembalian Djokovic mendarat di area non-poin.. (kompas.com)

Pada babak keempat, Querrey akan menjumpai Nicolas Mahut (Prancis). Mahut lolos setelah mengalahkan kompatriotnya, Pierre-Hugues Herbert, 7-6(5), 6-4, 3-6, 6-3.

Djokovic menjadi petenis unggulan top ten ketiga yang angkat kaki dari Wimbledon 2016. Sebelumnya, unggulan keempat , Wawrinka, dan unggulan kedelapan dari Austria, Dominic Thiem, juga gagal melangkah jauh

Serena Lolos tetapi Kena Denda 10,0000 dolars


REMAJA-TENIS.COM, WIMBLEDON. Unggulan utama asal Amerika Serikat, Serena Williams tidak bisa menutupi kemarahannya saat menghadapi rekan senegaranya, Christina McHale pada babak kedua Grand Slam Wimbledon.
Petenis putri Amerika Serikat ini bahkan sampai membanting raketnya karena marah. Kejadian tersebut terjadi saat Serena kalah pada set pertama.

“Saya sangat, sangat marah. Saya mendapatkan banyak kesempatan,” ujar Serena yang dikutip dari BBC Sport seusai laga.
Serena sepertinya marah kepada dirinya sendiri. Petenis nomor satu dunia ini membuat 40 kesalahan pada laga tersebut.

Dirinya membuat kesalahan tersebut akibat lapangan yang basah akibat hujan. Serena bahkan harus bermain selama dua jam 29 menit untuk menyudahi perlawanan McHale.

Pada laga ini Serena sempat tertinggal pada set pertama, namun dapat mengejar pada dua set terakhir.
Serena sempat dipaksa bermain tie break pada set pertama. Mchale mampu menutup set pertama dengan kemenangan 9-7.

Pada set kedua, Serena mencoba membalikan keadaan. Hasilnya Serena mampu menang 6-2 pada set kedua.
Pada set ketiga, keperkasaan Serena tidak dapat dibendung McHale. Dirinya akhirnya mampu menutup laga dengan kemenangan 6-4.Unggulan teratas yang juga juara bertahan itu akhirnya menang 6-7(7), 6-2, 6-4

Tetapi Serena Williams, harus membayar denda sebesar 10.000 dollar AS atau sekitar Rp 131 juta sebagai imbas dari aksi banting raket saat berlaga di turnamen Wimbledon.

Serena Williams bukanlah satu-satunya petenis yang mendapat denda. Heather Watson (Inggris Raya) dan Viktor Troicki (Serbia) juga mendapat hukuman serupa.

Watson dikenai denda sebesar 12.000 dollar AS atau sekitar Rp 157 juta setelah membanting raketnya ketika menjalani pertandingan melawan Annika Beck (Jerman).

Pada laga tersebut, Watson kalah 6-3, 0-6, 10-12.

Sementara itu, Troicki mendapat denda sebesar 10.000 dollar AS lantaran mengeluarkan kata-kata kasar ke chair umpire Damiano Torella saat menjalani laga babak pertama kontra Albert Ramos-Vinolas.

Troicki kalah setelah bertanding selama 2 jam 54 menit dengan 6-3, 3-6, 3-6, 6-3, 3-6.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media