TERBIT 1 FEBRUARI 2012....AFR-REMAJATENIS JAKARTA-50 TGL 5-7 FEBR 2016 DI LAP TENIS GOR RAWAMANGUN JAKARTA TIMUR......JUARA KEJURNAS AFR REMAJATENIS JAKARTA-49 ADALAH MUHAMMAD ADIS NARARYA (KU 10 PA ASAL KAB PELALAWAN RIAU)..ZELDA GRACIA MUTTAQIN (KU 10 PI TANGERANG), CLAUDIO RENARDI LUMANAUW ( KU 12 PA JAKARTA), ARINA VARAKSINA ( KU 12 PI. RUSSIA), AZMI JNUARSYAH (KU 14 PA JAMBI), NATALIA MICHTA (KU 14 PI POLANDIA), DANIEL GUNAWAN (KU 16 JAKARTA), DANISA AMALIA ERRIAD (KU 18 PI JAKARTA), RAIL AGUSTIO (KU 18 PA KAB PELALAWAN RIAU)..... .......... ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0813 1031 1045...................AFR-REMAJATENIS SUMSEL-XIV TGL 12-14 FEBR 2016 DI TG ENIM SUMSEL.... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Main Bareng Hingis, Federer Optimistis Sambut Olimpiade 2016


REMAJA-TENIS.COM, BERNE – Petenis andalan Swiss, Roger Federer, mengaku tidak sabar beraksi di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, bersama kompatriotnya, Martina Hingis.

Kedua petenis terbaik Swiss itu akan berduet untuk menghadapi pertarungan nomor ganda campuran di Olimpiade, Agustus tahun depan.

“Memutar kembali tahun bersama @mhingis. Sangat senang bermain ganda campuran denganmu setelah 15 tahun di Olimpiade Rio,” kata Federer dalam akun Twitter pribadinya, seperti dilansir Reuters.com, Sabtu (12/12/2015).

Kali terakhir, petenis berusia 34 tahun itu berduet bersama Hingis di Hopman Cup pada 2001. Federer berhasil menyabet medali emas saat berpasangan dengan Stanislas Wawrinka di Olimpiade 2008 di Beijing.

Sementara itu, Hingis kembali beraksi dari pensiun untuk kali kedua pada 2013. Meski tidak lagi muda, petenis berusia 35 tahun itu sukses memenangi gelar Wimbledon dan U.S. Open 2015 untuk nomor ganda putri bersama petenis India, Sania Mirza.

Kini, Hingis telah berhasil mengoleksi lima gelar grand slam, tapi dia belum pernah meraih medali di Olimpiade.

“Saya mengidolakan dia saat saya masih muda. Saya pikir dia adalah bakal paling menakjubkan. Dia hampir seumuran saya dan dia telah memenangi grand slam saat saya masih bermain di national tennis centre. Saya tidak bisa percaya betapa hebatnya dia,” tutur Federer.

Selain berambisi meraih medali bersama Hingis, Federer juga bertekad memburu medali emas pertama untuk nomor tunggal di Olimpiade.

Petenis peringkat ketiga dunia itu berhasil mencapai final Olimpiade 2012 di London. Namun, dia harus puas pulang dengan medali perak karena kalah dari petenis Inggris, Andy Murray.

“Saya selalu mengatakan Olimpiade sangat penting bagi saya. Setiap Olimpiade selalu menyajikan pengalaman luar biasa menakjubkan, membuat mata terbuka, sebuah pembelajaran bagi saya,” ujar dia.(solopos.com)

LADI Siapkan Pengawas Doping di PON XIX/2016 JABAR


REMAJA-TENIS.COM, BANDUNG. Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) menyiapkan pengawas penguji sampel doping yang akan diturunkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016 Jawa Barat.

“Tenaga pengawas doping di Indonesia sangat terbatas. Makanya kami terus mendorong pelatihan ini demi memerangi penggunaan doping dalam olahraga,” kata Wakil Ketua Umum LADI, Yusuf Mujeni, Jumat (11/12/2015).

Menurut dia, dengan bertambahnya kuantitas dan kualitas tenaga pengawas penguji sampel doping diharapkan memenuhi kebutuhan saat ini. Apalagi di Indonesia mulai banyak kegiatan olahraga baik level nasional maupun internasional termasuk PON 2016 di Jabar.

“Intinya kami ingin menegakkan anti doping sesuai dengan aturan yang ada,” katanya pada pelatihan pengawas penguji sampel doping di Bandung, Jawa Barat.

Masalah doping dalam olahraga memang terus mendapatkan sorotan. Untuk itu pengawasan memang harus diperketat dan salah satu upayanya adalah dengan menambah jumlah petugas, pengawas maupun fasilitas pendukungnya.

Tidak hanya dilakukan untuk PON Jabar. Pengawasan juga akan dilakukan pada semua atlet yang akan bertanding pada Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro Brasil. Begitu juga dengan atlet yang disiapkan untuk kejuaraan internasional single event.

“Pada PON 2016 kita harus sukses ganda. Sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi yang terbebas dari doping,” kata Yusuf dikutip antara.

Sesuai dengan aturan yang ada, atlet yang terbukti menggunakan doping akan mendapatkan sanksi tegas. Banyak atlet yang telah menerima sanksi termasuk atlet bulu tangkis asal Malaysia. Untuk itu, LADI terus berusaha menjalankan tugasnya sesuai standar baku dari World Anti Doping Agency.(galamedia.com)

Arief Rahman kalahkan Rindosa , keluar sebagai juara


REMAJA-TENIS.COM, PURBALINGGA. Tinggal selangkah lagi meraih gelar juara bagi petenis Jawa Tengah Rindosa Wijaya diajang Kejurnas Purbalingga Open 2015 gagal diraihnya, setelah difinal dipatahkan oleh petenis asal kalimantan Timur Arief Rahman dalam 2 set 5-7 3-6.

Kejurnas Purbalingga Open 2015 ini berlangsung dilapangan tenis dikota Purbalingga Jawa Tengah diikuti petenis dari berbagai daerah baik dari ujung Timur yaitu Papua.

Diset pertama Arief Rahman (PNP-7) sebagai unggulan utama dijajal oleh Rindosa (PNP-33) yang sebagai unggulan 6 ternyata mendapat perlawanan sengit oleh Rindosa tetapi keunggulan masih ditangan Arief Rahman 7-5. Diset keduapun Arief masih menguasai permainan dan menutup set kedua 6-3. Sebelumnya di semifinal Rindosa berhasil menumbangkan unggulan 2 Iqbal Anshori dalam dua set 6-3 6-4, sedangkan Arief Rahman menyisihkan Yoga Argisyahputra asal DKI 6-3 6-4.

Berhasil ditunggal, Arief Rahman berpasangan dengan Ekky Hamzah sebagai unggulan 2 tertahan difinal oleh pasangan Arinkgo Mesakh dan Indra Adiguna Utama (JTG/DKI) yang tampil sebagai unggulan 3, 4-6 4-6

Disemifinal Arinkgo Mesakh/Indra Adiguna berhasil menumbangkan unggulan utama Esmid Muhammad/M.Iqbal Anshori 75 67(4) 14-12. Sedangkan Arief Rahman/Ekky Hamzah menyisihkan Ahmad Mutamir/Muhammad Gandhi asal Papua 62 46 (10-5)

Energi Reuni demi Masa Depan Tenis Indonesia


REMAJA-TENIS.COM,MALANG – Perasaan senang dan gembira, haru dan rindu tumpah ruah di atas lapangan tenis di kawasan Stadion Gajayana Malang, 4-6 Desember.

Semua kenangan atas peristiwa lebih dari tiga puluh tahun silam tatkala mereka mengikuti Kejuaraan Nasional Tenis Yunior di Malang seolah terbayang kembali.

“Sekitar 140 mantan petenis alumni Kejurnas Tenis Yunior di Malang, termasuk dari angkatan pertama turnamen ini ikut meramaikan acara ini,” tutur Didiek Edhie, Ketua Panitia Reuni dan Temu Kangen Petenis Kejurnas Yunior Malang 1954-84.
Untuk merasakan kembali suasana persiapan menjelang turnamen, sekitar 50 peserta datang ke Malang menggunakan kereta api dari Jakarta.
Dan, lapangan tenis di Jalan Tenes yang menjadi lokasi pertandingan pun di sulap menjadi arena kangen-kangenan, lengkap dengan sajian kuliner khas Malang yang dulu juga menemani petenis saat turnamen.

Namun tak sekedar temu kangen dengan teman lama, peserta reuni pun ingin memberi sumbangsih kepada perkembangan cabang olahraga yang telah membesarkan mereka. Coaching Clinic bagi 30 petenis yunior Malang pun digelar. Berbagai tips bermain tenis diberikan oleh petenis peraih medali emas bagi kontingen Indonesia di ajang Asian Games, yakni Yustedjo Tarik, Atet Wijono dan Hadiman.

Sarasehan Tenis Nasional pun diselenggarakan di Hotel Pelangi, Malang, Jumat (4/12) malam dengan mengundang Ketua Umum PP PELTI, Wibowo Suseno Wirjawan.

“Sebagai bagian dari komunitas tenis, kami ingin urun rembug, membantu memikirkan kemajuan tenis Indonesia yang sekarang sedang kurang baik prestasinya,” ungkap pemrakarsa acara ini, Rildo Ananda Anwar.

Semifinalis tunggal putra anak-anak Kejurnas 1970 itu pun menggagas PP PELTI sebagai rumah terbuka bagi masukan dan saran dari mantan-mantan petenis yang telah mengharumkan nama bangsa di gelanggang internasional.

“Melalui kegiatan ini, saya ingin membangkitkan kenangan masa silam menjadi semangat baru bagi kemajuan olahraga yang kita cintai, tenis di tanah air,” jelas pria berkacamata yang kini menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini. (tri bunnews.com)

Ketua Umum PP Pelti Hadir di Sarasehan Tenis di Malang


REMAJA-TENIS.COM, MALANG Ketua Umum PP Pelti Wibowo S Wirjawan atau Maman Wirjawan mengatakan kalau dia itu maju sendiri dalam acara pemilihan ketua umum PP Pelti di Musyawarah Nasional Pelti 2012 di Manado. ” Saya maju sendiri waktu itu.” ujarnya didepan peserta reuni Kejurnas Tenis Yunior Malang yang berlangsung di Hotel Pelangi Malang pada hari Jumat (4/12).

Suasana malam Sarasehan Tenis yang diselenggarakan oleh Panitia Reuni Kejurnas Tenis Yunior Malang berlangsung cukup akrab karena hadir diacara malam itu mantan petenis nasional maupun mantan Ketua Umum PP Pelti 2002-2012 Martina Widjaja maupun mantan Sekjen PP Pelti 2002-2012 Soebronto Laras. Tampak mantan petenis nasional seperti Soegiarto Soetarjo, Yolanda Soemarno, Lita Soegiarto, Atet Wijono, Hadiman, Justedjo Tarik, Yotje Suwarimbo. Begitu pula mantan kiper nasional Ronny Pasla yang juga sebagai peserta Kejurnas Tenis Yunior Malang Open.

Acara dibuka oleh mantan Humas PB Pelti ( 1996-1990 ) Rildo A Anawar yang juga mantan petenis Kejurnas Tenis Yunior Malang dengan menyampaikan maksud dan tujuan diselenggarakan acara reuni ini, kemudian diberikan waktu kepada Ketua Umum PP Pelti Maman Wirjawan yang belum dikenal oleh mentan petenis peserta Kejurnas Tenis Yunior Malang Open.

Oleh Maman diceritakan saat pertama kali memegang Ketua umum pretasi Christopher Rungkat sedang terpuruk diposisi peringkat dunia 1000an, tetapi saat ini minggu lalu posisinya sudah membaik menjadi 300an. “Olahraga saat ini tidak didukung oleh Pemerintah sehingga organisasi olahraga alami kesulitan. Termasuk kesulitan mendapatkan sponsor.” ujarnya. Dikatakan pula saat ini prestasi petenis Indonesia mulai membaik, sebagai contoh dikatakan kalau tim usia 14 tahun berhasil di Korea. Dan berhasil menggelar Liga Tenis Nasional Junior di Purwakarta beberapa hari lalu.

Martina Widjaja disaat diberi kesempatan untuk menceritakan rahasinaya bisa berhasil menjabat 2 periode, langsung dikatakan kalau saat itu didukung oleh tim yang kuat. ” Saya kalau tidak didukung oleh tim yang kuat , mustahil akan berhasil.” ujarnya. Sehingga dianjurkan pula Ketua Umum PP Pelti Maman Wirjawan harus memiliki tim yang kuat untuk mendukung semua kegiatan PP Pelti.

Beberapa mantan petenis yang berprestasi dunia dimintakan pengalamannya selama ini sewaktu menjadi atlet nasional seperti Soegiaro Soetarjo, Lita Soegiarto, Atet Wijono, Justedjo Tarik. Semua menceritakan pengalaman dengan motivasi tinggi sehingga keberhasiannya semua itu karena datang dari dalam diri sendiri.

Justedjo Tarik justru sedikit keras berbicara karena menyatakan salah satu petinggi teras PP Pelti justru ada yang tidak tahun tenis. ” Tie break saja gak tahu.” ujarnya.

Awalnya dikuatirkan akan terjadi pertanyaan2 yang akan menyerang Ketua Umum PP Pelti tetapi hal ini dibantah oleh Sekretaris Panpel August Ferry Raturandang. ” Kami tidak hendaki hal ini terjadi karena acara ini adalah Reuni dan keakraban saja sehingga tujuan sarasehan itu untuk membangun tenis dengan baik. Ketua Umum PP Pelti saat ini belum dikenal oleh mantan atlet2 tenis kita. Jadi sudah waktunya untuk diperkenalkan. Bukan untuk dijatuhkan.” ujarnya dihotel Pelangi, Malang

Peserta reunia ada yang datang dari Pontianak (Jaffar) , Manado ( Jova Sumampouw) , Lampung yang seluruhnya sejumlah 140 mantan petenis yunior

Alumni Kejurnas Tenis Yunior Malang ini tersebar di seluruh pelosok nusantara dan beragam profesi. Tak hanya jawara tenis, namun beberapa nama juga mengukir nama saat berkiprah di bidang lain, seperti Rizal Malarangeng, peserta Kejurnas 1977-81 yang menjadi pengamat politik juga ada ahli ekonomi dan Ketua Panitia Seleksi Pimpinan KPK, Destry Damayanti yang saat bertanding 1972-81 menggunakan nama Trien Soedarno.. (Foto AFR collection)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media