TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... JUARA .KEJURNAS AFR REMAJATENIS SULSEL-IX DI MAKASSAR .... FEBBYARO RIBY (DKI JAKARTA, KU 10 PI), M.RAISYA AZZAKI ( MAKASSAR 10 PA), ANNISA AZZAHRA (BALIKPAPAN 12 PI), MUH. ALIEF R (MAKASSAR 12 PA), NOVIA RAHMADHANI (BALIKPAPAN 16 PI), OSCARLINO HALIM ( MAKASSAR 16 PA), MUH RINALDY NB (PALOPO 18 PA).... ... ...KEJURNAS AFR REMAJATENIS JAKARTA-59 TGL 13-15 JANUARI 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Drs Firdaus, Target Lolos Ke POPNAS 2017


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Tim POPWIL Sumatra Selatan menargetkan lolos ke POPNas tahun 2017. Demikian menurut manajer tim Drs. Firdaus kepada Remaja-Tenis.com dilapangan tenis GOR Rawamangun. Saat ini berlansgung Pekan Olahraga Pelajar Wilayah yang berlangsung sejak 14-20 Nopember 2016.

Tim POPWIL Sumatra Selatan terdiri dari Ivan Kurnia Putra, Dhimas Rizki Pratama, Irfan Fadli dan Mahesa Renald Dwi Putra untuk putra, sedangkan tim putri terdiri dari Niken Mega Santi, Alya Amalya dan Arindita Tias Apriani dan Fara Fitria Asmarani Bey dengan pelatih
tim putra oleh Sarwoko dan tim putri oleh Wakimun

Oleh Firdaus dikatakan kesempatan besar justru tim putra dibandingkan putri. Lawan terberatnya adalah DKI Jakarta dan Jawa Barat.
Untuk lolos diwilayah dua ini akan diambil 3 tim putra dan 3 tim putri. (Foto Tim Sumsel bersama Ketua Pengcab Pelti Muba)Target Lolos Ke POPNAS

Rakernas Pelti diundur ke Surabaya


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Pengurus Pusat Persatuan Tenis eluruh Indonesia (PELTI) mengundurkan waktu pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pelti 2016. Semula dijadwalkan tanggal 25 Nopember 2016 di Jakarta tetapi kali ini diundurkan ke 2 Desember 2016 di Surabaya.
Pengunduran jadwal telah dikirimkan surat edaran ditanda tangani oleh Ketua Umum PP Pelti WS Wirjawan No 251/KU/XI/2016 tertangal 16 Nopember 2016.

Alasan pengunduran waktu tersebut menurut Sekjen PP Pelti karena tanggal 25 Nopember 2019 dikuatirkan adanya demo besar besaran di Jakarta.

Rakernas Pelti merupakan amanat Munas Pelti yang mewajibkan Pelti lakukan Rakernas setiap tahunnya. Kali ini PP Pelti sudah absen selenggarakan Rakernas tahun 2015. Dalam surat tersebut disebutkan kalau tempatnya secara detail belum ada hanya disebut kota Surabaya dan rundown acara akan segera diberitahukan dalam kesempatan pertama.

Diwaktu yang sama Pengda Pelti Jawa Timur selenggarakan Rapat Kerja Daerah Pelti Jatim tangal 2-4 Desember 2016 dikota Malang. Sehingga timbul pertanyaan apakah Pengda Pelti Jatim siap lakukan dua event bersamaan didua kota yang berbeda ?

Keluhanpun datang dari utusan Pengda Pelti Papua Goenawan S yang menyatakan kalau Pengda Pelti Papua sudah membeli tiket tanggal 25 Nopember 2016 ke Jakarta sesuai dengan rencana awal Rakernas di Jakarta.

” Mau tanya, apakah PP Pelti mau ganti tiket yang sudah dibeli.” ujar Goenawan Siompo kepada Remaja-Tenis.com.

Disurat edaran pertama diminta setiap Pengda mengirimkan 1 (satu) wakilnya ke Rakernas Pelti tetapi Pengda Pelti Papua akan kirimkan 2 (dua) peserta sebagai wakilnya.

Asa Indonesia ditangan Shevita Aulana di Manila


REMAJA-TENIS.COM, MANILA . Asa terakhir jatuh dipundak petenis yunior Indonesia, Shevita Aulana diajang turnamen internasional PHINMA-PSC International Junior Champs yang berlangsung di Rizal Memorial Tennis Centre, Manila. Sedangkan rekan relan lainnya sudah kalah dibabak pertama baik putra maupun putri.

Turnamen yang berlangsung sejak 14-20 Nopember 2016 ini termasuk dalam ITF World Junior ranking kategori Gr 4 diikuti petenis Indonesia seperti Christian Alvin Edison (Bandung), Muhammad Althaf Dhaifulla29 menjadi unggulan kedua sedangkan unggulan pertama ditangan petenis Jepangh B (Bogor), Georgio A Soemarno (Jakarta), Putri Samjungan Insani (Jakarta), Sabrina Riatawan (Jakarta).

Selain Shevita, Sabrina Ristawan belum bertanding akan ketemu dengan unggulan 8 asal Chinese Teipaei Chao Yi Wang. Dibabak kedua Shevita akan hadapi tantangan lebih berat karena akan menghadapi unggulan- 2 Kuan Yi Lee asal Korea yang akan melawan petenis tuan rumah Monica T Cruz. Yang diatas kertasi unggulan kedua ini akan lolos kebabak kedua melawan Shevita Aulana

Putri Sanjungan Insani telah terhenti langkahnya oleh petenis asal Jepang S.Ito 6-7(1) 1-6. Sedangkan putra andalan Indonesia Muhammad Althaf Dhaifullah B kalah dari Chang Liu Tsai 3-6 3-6. Begitu pula nasib andalan Indonesia lainnya, Christian Alvin Edison kalah dari Ryuki Matsuda 3-6 3-6 dan juga Georgio A Soemarno kalah dari T. Ikeda asal Jepang 0-6 1-6.

Harus diakui mengejar prestasi itu butuh modal yang kuat. Bukan hanya modal finansial tetapi juga mental yang kuat pula. Demikian komentar pengamat tenis August Ferry Raturandang yang selama ini giat menggalakkan pertenisan yunior didaerah daerah dengan menggelar Turnamen RemajaTenis.

Indonesia akan menjadi tuan rumah turnamen kelompok umum di Jakarta. Tepatnya tangal 28 Nopember-4 Desember 2016 dilapangan tenis hotel Sulthan Jakarta. Andalan Indonesia Christopher Rungkat dengan peringkat dunia 429 sedangakn unggulan pertama ditangan petenis Jepang Makoto Ochi dengan peringkat dunia 419. Sedangkan petenis Indonesia lainya David Agung Susanto masuk babak utama dengan peringkat dunia 760. (Foto Shevita Aulana)

Baveti Selenggarakan Turnamen Internasional di Jakarta


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Setelah berhasil sukses selenggarakan Musyawarah Nasional Baveti (Indonesian Seniors Tennis Association) bulan Agustus 2016 di Jakarta, langkah berikutnya ditahun 2017 akan selenggarakan kejuaraan internasional veteran di Jakarta. Tepatnya di Elite Club Epicentrum Jakarta. Hal ini disampaikan oleh Sekjen PP Baveti Drs. Johannes Susanto didampingi oleh Samudra Sangitan selaku Ketua dan Yustedjo Tarik Ketua Bidang Pertandingan, setelah selesai rapat di kantor Baveti jalan Tanjung Duren Utara Jakarta, Senin (14/11)

Selain turnamen internasional, Baveti dibawah pimpinan Ketua Umum Theo L Sambuaga juga akan menggalakkan turnamen turnamen didaerah daerah selain di Jakarta. Beberapa daerah yang telah memiliki Pengurus Provinsi Baveti telah menyatakan kesiapannya seperti Jakarta dan Sumatra Barat, sehingga langsung dipersiapkan agenda tetapnya.

Oleh Johannes Susanto disampaikan Baveti akan menggalakkan turnamen berdasarkan ketentuan International Tennis Federation (ITF). Sebagai contoh oleh ITF dikategorikan jenis pertandingan per kelompok umur mulai dari 35 tahun keatas, 40 tahun , 45 tahun, 50 tahun, 55 tahun , 60 tahun, 65 tahun sampai 80 tahun keatas. Dikatakan pula dalam waktu singkat setelah rapat hari ini Baveti akan kirimkan formulir pendaftaran turnamen ke ITF yang mempertandingkan tunggal dan ganda selama 5-7 hari pertandingan.

“Kami sedang persiapkan membuat Kartu Tanda Anggota Baveti, Kategori dan Peringkat Nasional Baveti, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Baveti yang draftnya sudah disahkan di Munas Baveti 2016. Kalau ketentuan Turnamen Diakui Baveti sudah selesai dan telah diedarkan di Munas 2016.” ujar Johannes Susanto

Saat ini Pengprov Baveti telah terbentuk yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Sumatra Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Kepulauan Riau, Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Aceh. Dan beberapa daerah lainya sedang pmenunggu kepastiannya.

Melihat gairah petenis veteran memberikan asa baru bagi pertenisan Indonesia sehingga diharapkan juga kepentingan tenis yunior maupun senior bisa bersinergi sehingga dunia pertenisan nasional makin bergairah. (Foto Munas Baveti 2016/AFR colection)

Pernyataan Ahok yang Kontroversial dan Menimbulkan Reaksi


REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA.— Bukan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kalau pernyataannya tidak menimbulkan reaksi dari mereka yang merasa bersinggungan atau berkepentingan.

Pernyataan Ahok memang kerap menimbulkan reaksi spontan. Reaksi paling keras adalah penolakan. Namun, untuk beberapa pihak, pernyataan Ahok kerap menimbulkan sikap ragu-ragu, bagaimana sebaiknya rekasi yang harus diambil.

Di dunia olahraga nasional, ada beberapa pernyataan Ahok yang menimbulkan tanda tanya atau keraguan. Ini bukan hanya pada birokrat yang ada di bawahnya, melainkan juga “lawan-lawan” di arena olahraga seperti Pekan Olahraga Nasional (PON). Pernyataan Ahok soal bonus PON, misalnya, dianggap sebagai psywar menjelang berlangsungnya PON.

Ahok mengaku bukan tidak sadar akan ada reaksi terhadap pernyataan atau kebijakannya di dunia olahraga. “Saya tidak tahu apakah usulan saya itu benar atau tidak karena belum pernah dijalankan,” kata Ahok kepada Kompas.com, Selasa (9/11/2016).

“Namun yang pasti saya hanya tidak ingin semua pengeluaran APBD DKI untuk olahraga itu tidak jatuh kepada atlet atau pelatih yang telah mengembangkan olahraga tersebut, tetapi jutsru diambil oleh orang-orang yang musiman mengurus olahraga.”

Berikut beberapa pernyataan kontroversial Ahok tentang olahraga:

1. Bonus Rp 1 miliar untuk setiap medali emas PON:

Pernyataan Ahok untuk memberi bonus Rp 1 miliar bagi peraih medali emas PON membuat kebingungan para birokrat olahraga DKI untuk mencapai rumusan bonus yang tidak terlalu jauh berbeda dengan rumusan tradisional: peraih medali emas, perak, dan perunggu. Sementara itu, pada PON lalu, kontingen-kontingen daerah pesaing DKI kebingungan melepas nominal buat para peraih medali. Semuanya terkesan menunggu nominal yang pasti dari kontingen DKI.

Ahok menjelaskan bahwa usul Rp 1 miliar itu satu paket dengan metode penyalurannya. “Saya maunya bonus disalurkan kepada klub atau perkumpulan olahraga yang membina atlet. Merekalah yang selama ini repot membina atlet,” kata Ahok. “Saya tidak ingin kemudian bonus tersebut turun dulu melalui lembaga-lembaga olahraga seperti KONI dan baru dibagikan ke atlet-nya.”

Menurut Ahok sistem pembagian seperti ini akan membuat olahraga di Jakarta lebih mengarah ke penanganan secara profesional. “Klub-klub tidak lagi tergantung pada dana dari negara, dan mereka jadi punya posisi tawar yang baik kepada lembaga pemerintah,” kata Ahok. “Selama ini kan kesannya semua ditentukan oleh lembaga birokrasi, termasuk sampai penentuan atletnya.”

Sementara itu, buat atlet sendiri, dengan banyaknya klub atau perkumpulan yang bagus, mereka akan lebih memiliki pilihan tempat untuk bergabung. “Buat atlet-atlet yang bagus dan berprestasi, mereka tentu memiliki daya tawar yang baik pula buat klub-klub yang berminat. Bagaimanapun, pemasukan buat klub itu kan ujung tombaknya adalah para atlet.”

2. Soal pembinaan jangka panjang bagi atlet

Ahok dianggap berlebihan ketika mengeluarkan pernyataan bahwa tidak merasa kecewa apabila kontingen DKI tidak dapat menjadi juara umum dalam PON

Sambil tertawa, Ahok menjelaskan, ia pernah “ditodong” oleh pengurus birokrasi olahraga DKI perihal anggaran pembinaan olahraga. Bahkan, pejabat yang bersangkutan mengatakan, jika anggaran seperti sekarang ini, jangan harap DKI dapat mempertahankan gelar juara umum PON. Ini terjadi sebelum berlansungnya PON XIX/Jawa Barat pada September lalu.

“Pejabat tersebut mengatakan kepada saya jangan harap kita tampil baik dan juara umum PON kalau anggaran seperti ini, Pak,” kata Ahok.

“Saya katakan, tidak apa-apa kita tidak menjadi juara umum pada skala nasional. Sementara itu, kalau berbicara dengan atlet DKI, saya selalu mengatakan, silakan kalian bertanding dalam PON atau Popnas, Pomnas, tetapi jangan jadikan ini sebagai ukuran kebanggaan kalian. Banggalah kalau kalian sebagai atlet DKI mewakili Indonesia pada forum regional dan internasional. Di situlah ujian kalian sesungguhnya.”

Karena itulah, menurut Ahok, ia menolak sistem try out ke luar negeri untuk para atlet pelatda DKI. “Kalau ada uji coba keluar negeri, berdasar pengalaman saya, atletnya yang berangkat berapa, ofisialnya bisa tiga kali lipat. Ini kan pemborosan gila-gilaan dari dana anggaran.”

Ahok lebih memilih sistem pengiriman atlet agar berlatih di luar negeri untuk jangka menengah hingga panjang. Tentu, ada syarat yang dipenuhi, seperti kemampuan berbahasa. “Kami ini punya banyak sister city. Kenapa ini tidak kita manfaatkan untuk pembinaan olahraga dengan belajar di negara yang lebih maju? Klub-klub tersebut tinggal memasukkan nama, kami yang memfasilitasi, termasuk dengan penyediaan dana-nya.”

Dengan sistem ini, uji coba atau try out menjadi lebih mudah untuk menemukan lawan yang sepadan. “Sementara itu, untuk melihat hasil latihan, kita tinggal panggil mereka pulang untuk bertanding di dalam negeri.”

Sayangnya, menurut Ahok, belum ada yang memanfaatkan fasilitas sister city. “Bisa jadi mereka menganggap tidak ada atletnya yang memenuhi kriteria. Baru ada satu yang memanfaatkan, yaitu dari cabang tenis meja. Itu pun masih sedikit karena pada gelombang kedua, justru banyak masuk nama atlet luar DKI.”(kompas.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media