TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ..JUARA KEJURNAS TENIS REMAJA PELTI CILEGON ADALAH FABIAN WIBOWO ( KU 8 TH ASAL TULUNGAGUNG JATIM) OKUCA MAULANA (KU 10 PA ASAL LAMPUNG),, SULISTYO WIBOWO( KU 12 PA ASAL JAKARTA).. RATNA APRILIA IRAWAN (KU 12 PI ASAL KOTABUMI LAMPUNG UTARA.), , TANNAEL JUANITO (KU 14 PA ASAL JAKARTA). INDAH SEPTIA PUTRI ( KU 12 PI ASAL KOTABUMI LAMPUNG UTARA)..MICHAEL ROBERT TANOTO ( KU 16 PA ASAL BEKASI),, HAEKAL RAMADHAN ( KU 18 PA ASAL CILEGON).......... ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0813 1031 1045..................... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

KEJURNAS TENIS REMAJA AFR: Sulsel Buka Peluang Juara


REMAJA-TENIS.COM, MAKASSAR. Petenis Sulsel buka peluang juara pada Kejuaraan Nasonal AFR Remaja Tenis Sulsel-7. Dari 12 petenis yang berlaga , Sulsel menempatkan delapan wakilnya dibabak penyisihan dan delapan besar untuk lima kategori.
Mereka adalah RA Pradana Hakim (tunggal putra U14), Ahmad Fahrul Hidayat (tunggal putra U 12), Nailah Safinah (tunggal putri 14), Alifia Diva Arifudin dan Alifia Devi Arfudin pada kategori U16.

Andalan Sulsel lain yang akan bertanding pada kategori tunggal putra U10 adalah Muh Nur Ramadani, Adil Dwi Purwara dan Muh Rasya Azzaky.

Hari ini, para petenis tersebut akan melakoni laga hidup mati demi tiket semifinal. Pradana Hakim akan menghadapi wakil Papua , Jendri Kevin Otnel Tanod. Sementara , pada Rasya akan menantang Wakil Sulteng , Abu Bakar.

Sayangnya, pada babak penyisihan Jumat kemarin di lapangan tenis Karebosi , Sulsel terpaksa menelan kekalahan . Muh Fauzan Rinwar yang turun pada kategori tunggal U 18, takluk ditangan petenis asal Sulawesi Tenggara , Andi Muhamad Sholeh Yusuf , 6-2 6-3.

Ditemui usai laga, wakil Sultra , Yusuf mengucap syukur atas kemenangan tersbut . Dirinya kembali optimis untuk memetik kemenangan hari ini. ” Siapapun lawanku saya sudah menatap final”, ucApnya optimis.

Adapun wakil Sulsel, Muh Fauzan Rinwar merasa kecewa. ” Saya bdrtekad berlatih lebih baik.” ujar Fauzan (harian fajar/ Foto AFR colection)

Apa Yang Mau Dibina Untuk Veteran ?

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. REMAJA-TENIS.COM. Tenis adalah salah satu cabang olahraga yang menyediakan banyak sarana jika ingin terus berprestasi . Jiwa kompetisi yang telah ditanamkan sejak masih tingkat yunior bergulir terus sampai akhir hayatnya. Karena cabang olahraga tenis juga sediakan sarana pertandingan sejak yunior sampai veteran.

Muncullah pertanyaan, apa yang mau dibina untuk Veteran ?

Harus diakui kalau petenis veteran saat ini lebih banyak yang untuk rekreasi karena mengenal tenis bukan sejak yunior sehingga sarana ini dimanfaatkan untuk rekreasi. Tetapi bagi petenis yang sudah ikut berkompetisi sejak yunior, maka ajang kompetisipun bisa dilanjutkan didunia Veteran. Masalah di Indonesia adalah minimnya sarana turamen prestasi bagi veteran, karena lebih banyak untuk rekereasi sehingga bentuk pertandingan sudah keluar dari jalur tenis veteran internasional. Akibatnya justru kejar prestasi keluar negeri yang setiap tahun selalu digelar baik di asia sekalipun.

ITF (International Tennis Federation) sebagai induk organisasi dunia telah sediakan sarana pertandingan baik secara perorangan atau individual event tetapi juga ada yang dalam bentuk beregu sebagai ajang membawa nama negara mulai usia 35 tahun dan seterusnya sampai 80 tahun.
Masalah di Indonesia sangat berbeda sekali karena minimnya turnamen resmi dilaksanakan oleh induk organisasi tenis PELTI sehingga saat ini ditangani salah satu Badan resmi naungan Pelti yaitu BAVETI (Badan Veteran Tenis Indonesia).

Keberadaan Baveti ini perlu juga menertibkan tata kelola turnamen veteran yang diselaraskan dengan dunia Internasional jika ingin memajukan tenis sebagai salah satu sarana pengembangan tenis di Indonesia.
Banyak hal yang perlu dibenahi mulai dari aturan mainnya dalam bentuk ketentuan tunamen nasional Baveti kemudian dibuatlah sistem peringkat nasional veteran seperti juga sudah ada dikelompok yunior maupun umum atau dikenal dengan PNP (Peringkat Nasional Pelti). Setelah itu diterbitkan pula kalender Turnamen nasional veteran. Targetnya tahun 2016 sudah bisa berjalan dengan step by step.

Dalam perjalanan turnamen veteran mempunyai kendala dilapangan pertandingan karena banyak keluhan dari petenis veteran yang baru mengenal tenis jika keikut sertaan mantan petenis nasional muncul diarena veteran membuat mundur keinginan ikut serta. Ini akibat jika yang dipertandingkan hanya event ganda saja. Sebaiknya juga dipikirkan pelaksanaan event tunggal sehingga bentuk peningkatan prestasi lebih menonjol. Ini sarana yang ditunggu tunggu oleh mantan petenis nasional yang telah berusia lanjut saat ini.

Materi pemain cukup banyak dan juga mayorits pemainnya sudah mapan alias sudah memiliki pekerjaan tetap ataupun yang sudah pensiun tentunya berbeda kelas kategori usianya.
Yang terjadi saat ini absennya veteran Indonesia dikancah internasional khususnya dalam kejuaraan dunia beregunya, tetapi masih ada kegiatan petenis veteran secara individu ikuti turnamen internasional veteran di Tiongkok. Bisa terlihat saat ini hanya satu petenis veteran yang memiiki peringkat dunia veteran.

Ada fenomena yang berbeda diturnamen veteran internasional dan nasional. Petenis veteran diluar negeri khususnya Eropa dan Amerika, prize money bukanlah suatu keharusan karena keikutsertaan mereka bukan untuk mencari keuntungan dari hadiah atau prize money bahkan turnamen tanpa prize moneypun banyak peminatnya. Tetapi di Indonesia itu berbeda sekali, bahkan keinginan menaikkan prize money sangat besar . Ini beban bagi penyelenggara disaat kesulitan mendapatkan sponsor sponsor tenis.

Peranan Baveti untuk meluruskan permasalahan ini dengan aktip ikut serta ke kejuaraan dunia beregu diluar negeri. Jadwalnya setiap tahun sudah lengkap bahkan kategori usianyapun tersedia.

Dunia veteran internasional mengenal Young Seniors World Team Champisonships dan Super Seniors World Team Championship seperti Britania Cup ( putra 65 th), Jack Crawford Cup ( putra 70 th), Bitsy Grant Cup ( putra 75 th), Gardner Mulloy Cup (putra 80 th), Kitty Godfree Cup (Putri 65 th), Althea Gibson Cup (Putri 70 th), Queens Cup (Putri 75 th), Doris Hart Cup (Putri80 th).
Ada juga dikenal Young Seniors World Team Championships dengan Italia Cup (putra 35 th), Tony Trabert Cup (putra 40 th), Dubler Cup (putra 45 th), Fred Perry Cup (putra 50 th), Austria Cup (Putra 55 th), Von Cramm (putra 60 th), Suzanne Lenglen Cup (putri 35 th), Young Cup (putri 40 th), Margareth Cup (putri 45 th), Maria Ether Bueno Cup (putri 50 th), Maureen Connolly Cup (putri 55 th), Alice Marbie Cup (putri 60 th)

Baveti harus bisa meniru seperti ITF, sediakan sarana turnamen bagi mantan petenis nasional yang masih memungkinkan membela nama negara diajang kejuaraan dunia diluar negeri.

Selain turnamen individual perlu juga disediakan turnamen beregu baik itu antar klub ataupun antar Pengda Baveti yang saat ini sudah ada yaitu Sumatra Barat, Lampung, Kepri, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah,

Peningkatan aktivitas petenis veteran tentunya akan mendukung pula pembinaan petenis yunior karena hubungan antara petenis veteran dan yunior sangatlah erat sekali. Marilah kita memulai karena kapan agi kalu tidak mulai sekarang, asalakan punya konsep yang jelas. Mulai ikuti semboyan yang lagi trend yaitu Revolusi Mental

JANGAN LUPA KEJURNAS VETERAN TGL 26-26 Agustus 2016 di Jakarta…(penulis August Ferry Raturandang)

Kejurnas AFR RemajaTenis dilaksanakan bersamaan waktunya di Jakarta dan Makassar

\
REMAJA-TENIS.COM, MAKASSAR. Sambutan terhadap kehadiran Kejurnas AFR RemajaTenis Sulsel-7 cukup besar bisa dilihat kedatangan petenis dari Serui Papua, Gorontalo, Donggala Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Kalimantan Timur di lapangan tenis Karebosi Makassar.

6 petenis dari Gorontalo merupakan tim PPLP binaan Diknas Gorontalo, begitu pula kehadiran 10 petenis yunior dari Donggala Sulawesi Tengah.

Selaku penggagas RemajaTenis, August Ferry Raturandang kemukakan kalau petenis di Sulawesi itu cukup besar minatnya tetapi akibat minimnya kegiatan turnamen di Sulawesi maka prestasi petenis asal Sulawesi menurun

” Untuk itu kami sedang menggalakkan turnamen nasional di Sulawesi. Saat ini merupakan ketujuh kalinya RemajaTenis diselenggarakan dikota kelahiran saya, Makassar.” ujar August Ferry Raturandang yang cukup aktip galakkan pertenisan yunior di Indonesia.

“Kami ingin juga keberadaan RemajaTenis dikota Gorontalo.” ujar pelatih tim PPLP Benny disampaikan langsung ke August Ferry Raturandang dilapangan tenis Karebosi Makassar.

Kejurnas AFR RemajaTenis Sulsel-7 merupakan salah satu rangkaian Liga Tenis Junior Nasional (LTJN) bekerjasama dengan PP Pelti.

Dengan konsep turnamen 3 hari dengan label RemajaTenis, sudah mencakup 19 provinsi yaitu Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Papua, Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, D.I.Y, Jawa Barat dan DKI Jakarta.

” Kami akan masuk ke provinsi ke 20 dalam bulan Agustus yaitu Banten tanggal 19-21 Agustus 2016. Persiapan sudah dilakukan dengan kerjasama Pengcab Pelti kota Cilegon, Banten dilapangan tenis Krakatau Steel Cilegon” ujar August Ferry Raturandang (AFR).

Saat bersamaan hari ini pula diselenggarakan Kejurnas AFR RemajaTenis Jakarta-56 di lapangan tenis BNTP Marinir Cilandak Jakarta. Ikut pula petenis dari Riau, Manado, tepatnya tanggal 5-7 Agustus 2016.

Setiap selenggarakan RemajaTenis, selalu muncul muka muka baru pertama kali ikut turnamen RemajaTenis. Ini menujukkan populasi tenis makin bertambah.(Foto Peserta RemajaTenis Sulsel-7 / AFR collection)

Delapan Petenis putri lolos kebabak utama Piala PGN Gubernur DKI 2016


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Delapan petenis putri berhasil lolos kebabak utama dari Kualifikasi turnamen nasonal Piala PGN-Gubernur DKI 2016 yang berlangsung dilapangan tenis Kelapa Gading Jakarta Utara. Salah satu mantan andalan DKI Jakarta yang hijrah ke Jawa Timur dalam rangka PON XIX 2016 Jawa Barat adalah Aldila Sutjiadi yang bersama 7 petenis lainya maju kebabak utama, yaitu Irma Elita Evania, Laksmi Nuraningsih (Jateng), Tri Rizki Amalia (Jabar), Shamira Azzahra (DKI), Nofulan Adyani (Jatim), Nadiya Syarifah (Jabar)dan Sisca Budi Mawani(Jatim.

Sempat heboh dihari pertama dengan ditolaknya permintaan wild card Aldila Sutjiadi oleh penyelengara turnamen karena diangap terlambat mengajukannya. Padahal yang mengajukan itu dari PP Pelti sendiri. Tetapi sebenarnya Aldila Sutjiadi sempat mengajukan permintaan wild card langsung ke Pengda Pelti DKI Jakarta tetapi telah ditolaknya. Karnea gagal maka Aldila mengajukan permintaan wild card langsung ke PP Pelti.
Akibatnya Aldila Sutjiadi yang saat ini merupakan andalan tim PON Jatim hars melangkah dari babak kualifikasi, dan berhasil lolos kebabak utama setelah mengalahkan lawan lawanya dikualifikasi yaitu Nadhila Safira (Kaltim) 6-0 6-0, kemudian kalahkan Putri Intan Permata sari (Jabar) 6-3 6-0.

Beberapa petenis yang hijrah kedaerah lainnya ternyata gagal lolos ke babak utama, Seperti Nadiya Sekar Ayu yang mewakili Papua Barat kalah dari Anisa Mamda (Riau), Irania Shhafira mewakili Papua Barat kalah dari Sisca Budi Mawarni dari Jatim.
Dibabak utama yang mendapatkan jatah wild card adalah Nadya Aulia (DKI), Fitriani Sabatini (DKI), Setia Indri Harti (Kalsel) dan Rifanty Dwi Kahliani (Jabar)

Kelompok putra, 8 petenis lolos kebabak utama yaotu Obert Mulyadi (Jateng), Ramdani Khadavi (DKI), Ilham Nur Akbar (Riau), Bagis Laksono (Jateng), Ganang Rahmat (Jatim), Steven Poedji (Papua Barat), Dheo Agustian (Kalbar), Bryan Husin (Pabar) Yang mendapatkan jatah wild card babak utama adalah Daniel Valentino (Jatim), Odeda M Arazza (DKI), Dimas Kolopita (DKI), Pryank Sony (DKI), Akbar Hidayat (DKI), Dafa Irianto .

Turnamen nasional Piala PGN Gubernur DKI 2016 berlangsung dari 1-7 Agustus 2016 di lapangan tenis Kelapa Gading Jakarta Utara. (Foto Aldila/AFR colection))

Priska Madelyn Nugroho Juara Vietnam Junior kedua kalinya


REMAJA-TENIS.COM, HO CHI MINH CITY. Prestasi gemilang anak Bangsa ditunjukkan oleh petenis yunior Priska Madelyn Nugroho diajang turnamen internasional yuniogr dikota Ho Chi Minh , Vietnam. Dua minggu berturut turut, Priska mencatat prestasi keluar sebagai juara dalam try outnya ke Vietnam.

Di final Priska berhasil mengalahkan Jing Jing Wang asal Chinese Taipei 7-6 (6) 6-2. Diset pertama terjadi kejar mengejar angka sehingga terjadi tie break dan Priska berhasil menyelesaikan tugas dengan baik diset pertama 7-6(6). Memasuki set kedua Priska makin percaya diri berhasil mengatasi perlawanan lawannya asal Chionese Taipei yang dibabak pertama menumbangkan unggulan kedua.

” Saya senang berhasil keluar sebagai juara.” ujar Priska dengan gembira. Ini sejarah bagi dirinya dan juga pertenisan Indonesia, salah satu atletnya berhasil keluar sebagai juara dua minggu berturut turut.

Sebagai pelatih Deddy Prasetyo mengatakan kalau Priska ini salah satu calon yang akan menggantikan kakaknya ditingkat internasional. ” Selama ini dilatih anaknya penurut.” ujar Deddy Prasetyo. (Foto Priska)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media