TERBIT 1 FEBRUARI 2012............ TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS JAKARTA-45 TGL 4-6 SEPTEMBER 2015 DI JAKARTA..... TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS SULSEL-4 TGL 4-6 SEPT 2015 DI MAKASSAR. ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0813 1031 1045...................TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS RIAU-2 TGL 11-13 SEPTEMBER 2015 DI PELALAWAN.... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

HANCUR LEBUR BERANTAKAN !!! Ganti Segera Atau Mundur !!!


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Kata-kata itulah yang pantas untuk PP PELTI sekarang, yang dipimpin oleh Sdr. Maman dan Umbu sebagai Sekjend.

Setelah SEA Games 28 Singapore, saya sudah bilang selayaknya dan cepat Kepengurusan PP PELTI diganti, karena kalau diundur-undur dan lama pertenisan kita semakin RUSAK !!!

Sudah tidak ada gairah lagi / penonton saja makin hari semakin sepi; Padahal tanpa dipungut biaya. Sangat berbeda jauh dari kepengurusan Ibu Martina Widjaja dan Pak Soebronto Laras, kita semua bergairah, semua kegiatan-kegiatan tenis dipantau langsung oleh beiau, karena mereka pecinta berat tenis. Tidak heran kalau Ibu Martina Widjaja dan Pak Soebronto Laras dipilih 10 tahun ( 2 periode) oleh Pengda-penga PELTI se-Indonesia.

Berbeda dengan kepengurusan yang sekarang Ketua Umum dan Sekjendnya seperti abal-abal. Yang saya heran juga, kok ada Pengda-pengda yang mengusung kepengurusan abal-abal ini.

Ini semua dibuktikan dengan kekalahan-kekalahan nyata, mulai dari SEA Games 28 Singapore, sampai Davis Cup vs Pakistan. Padahal pemain-pemain Pakistan yang tampil di Senayan tidak ada ranking dunianya (baik Single & Double).

NASI SUDAH MENJADI BUBUR, untuk kedepan agar lebih baik dan bergairah, adakan MUNASLUB atau Ketua Umum dan Sekjend PP PELTI MUNDUR, secepatnya.

Masih ada orang yang mampu memperbaiki prestasi pertenisan di Indonesia, salah satunya adalah Sdr. DR. Rildo Ananda Anwar, SH, yang mantan petenis nasional dan sampai sekarang masih aktif bermain tenis bersama petenis-petenis nasional.(penulis Justedjo Tarik,mantan atlit nasional, peraih 4 medali emas ASIAN Games Bangkok 1978 dan India 1982)

Wacana Peserta PON Tanpa Pra Kualifikasi Bakal Terhalang Dana


REMAJA-TENIS.COM,PALEMBANG — Wacana Menpora meloloskan seluruh tim ke PON Jabar 2016 mendatang tanpa melalui Pra Kualifikasi PON dirasa sangat sulit. Pasalnya, setelah semua tim lolos semua, akan terhalang dengan dana.
Dikatakan Sekretaris Pra Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) Sumsel Achmad Haris, untuk aturan main di PON 2016 mendatang belumlah jelas, khususnya untuk kualifikasi Pra PON yang rencananya akan dipertandingkan November mendatang.
“Rencananya kualifikasi PraPON 2016 digelar November ini, tapi benar kalau ada wacana dari Pemerintah tanpa kualifikasi, artinya 34 provinsi mengirimkan timnya,” kata Haris, Jumat (24/7/2015)

Bila sampai 34 tim turun di PON 2016 nanti, maka setiap tim harus merogoh kocek lebih dalam. Setidaknya 32 tim harus menelan dana yang tidak sedikit, karena harus melakoni laga tandang.
“Biasanya tuan rumah juara bertahan dan di Jabar sendiri,” ungkapnya.

Tim lainnya harus melakoni laga tandang harus mengeluarkan biaya besar untuk penerbangan pemain, biaya hotel, konsumsi dan transportasi.“Bisa menembus Rp 2-3 Miliar bila harus diikuti 34 provinsi,” katanya.
Ditanya dari mana dana ini dan sanggupkan tim mengeluarkan dana. Menurut Haris hal itu sangat mustahil, karena angka ini terlalu besar bagi tim yang minus sponsor seperti tim PON.

“Kecuali pemerintah mau memberikan dana segar sebesar Rp 2-3 miliar ini, tapi kalau dipikirkan bukankah sayang dana APBN digunakan untuk ini,” tuturnya.

Untuk dapat menekan dana yang besar ini, kualifikasi Pra PON di Bangka Belitung November mendatang sulit terelakkan. Kualifikasi tetap dibutuhkan, sehingga dana yang dibutuhkan tidak terlalu besar dan tim yang maju ke PON benar-benar punya taji.

“Kalau menurut saya kualifikasi tetap harus dilakukan, kita sendiri terus latihan untuk hal itu,” jelasnya.(Foto Achmad Harris/sripo)

JELANG US OPEN 2015 : Sejumlah Petenis Top Cedera


REMAJA-TENIS.COM,GSTAAD—Jelang pelaksanaan Grand Slam US Open 2015, sejumlah petenis top dunia justru dilanda cedera. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran tentang kehadiran mereka dalam turnamen grand slam terakhir musim ini yang akan bergulir mulai 31 Agustus mendatang.

Juara French Open 2015, Stanislas Wawrinka, membatalkan keikutsertaan di ajang Swiss Open, di Gstaad. Padahal petenis nomor empat dunia ini berstatus sebagai unggulan teratas. Wawrinka mundur lantaran mengalami cedera bahu. Ini merupakan kali kedua petenis berusia 30 tahun itu absen di Swiss.

Dilansir Tennisworldusa.org, Kamis (24/7), sebenarnya, cedera ini cukup mengganggu petenis asal Swiss tersebut sejak turun di Grand Slam Wimbledon 2015. Tak seperti di Roland Garros yang membikin Wawrinka resmi meraih gelar grand slam kedua setelah Australian Open 2014, rekan senegara Roger Federer itu terhenti di perempat final Wimbledon. Wawrinka kalah di tangan Richard Gasquet.

Sebelum US Open, dua ajang master ATP 1000 ada di depan mata. Pertama adalah Canada Open 2015 yang digelar mulai 10 Agustus. Kedua, yakni Cincinnati Masters yang bergulir 16 Agustus. Wawrinka pun diburu waktu supaya fit saat tiba di New York.

Sementara itu, petenis nomor delapan dunia, Milos Raonic, sedang berharap cemas untuk bisa kembali ke lapangan tenis. Raonic harus merelakan diri tak tampil di French Open lalu karena harus menjalani operasi kaki kanan.

Ia sempat turun di Wimbledon, tapi kalah di babak ketiga dari petenis muda Australia, Nick Kyrgios. Hasil buruk itu menandakan kondisi kaki pascaoperasi belum benar-benar membaik. Petenis terbaik Kanada ini berencana comeback di Canada Open atau lebih dikenal Roger Cup sebagai lahan uji coba fisik selepas cedera. Ia berharap bisa memetik hasil bagus sehingga mampu bersaing di US Open.

“Anda tak akan pernah tahu bagaimana reaksi atas sakit ini. Mungkin ini menjadi bagian yang paling membikin frustrasi. Setiap hari saya bertanya kepada diri sendiri ini akan mengganggu saya atau tidak,” kata Raonic, dilansir Cbc. Cedera Siku, Serena Batal Tampil di Swedia.

Petenis nomor satu dunia, Serena Williams, juga butuh waktu sejenak untuk menjauhkan diri dari lapangan tenis. Petenis yang baru saja menjuarai Grand Slam Wimbledon 2015 itu mengalami cedera siku.

Cedera ini didapat saat ratu tenis asal Amerika Serikat tersebut menjalani latihan di Bastad demi bermain di Swedia Open. Meskipun demikian, petenis berusia 33 tahun itu memastikan cedera itu tak akan mengganggu persiapan jelang Grand Slam US Open 2015 yang digelar September mendatang. (solopos)

200 Peserta Kejurnas Yunior Piala PELTHA XX1/2015


REMAJA-TENIS.COM,MAKASSAR - Peserta Kejurnas Tenis Yunior Terbuka Piala PELTHA XXI/2015 telah berjumlah 200 , berasal dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya Indonesia Timur. Kejurnas Peltha ke XX! ini berlangsung tanggal 2-9 Agustus 2015 di apangan tenis Karebosi Makassar.
Mempertandingkan tunggald an ganda baik putra dan putri untuk kelompok umur 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun dan 18 tahun.
Kalender tetap Pelti Piala Peltha telah memasuki tahun ke 21 diselenggarakan secara rutin i Makassar yang merupakan turnaen tertua di Indonesia Timur.

Panitia Penyelenggara Kejuaraan Tenis Yunior Terbuka Piala Peltha XXI/2015 berkunjung di Kantor Tribun Timur Jl Cendrawasih No 430 Makassar, Jumat (24/7/2015).

Kunjungan tersebut dipimpin langsung ketua Perkumpulan Tenis Peltha, Julius Yunus Tedja, dan turut hadir pula ketua Panitia, Aditya Rizki Tedja dan Sekretaris Panitia, Sahril Bosrah.

Direncanakan Piala Peltha XXI akan dibuka oleh Walikota Makassar dan Ketua Peltha Sulsel.

“Peserta Kejurnas Tenis Yunior seluruh Indonesia, hingga saat ini sudah ada kurang lebih 200 pendaftar,” kata Julius. Selanjutnya dikatakan akan muncul bibit petenis yang datang dari peserta Piala PELTHA, seperti yang diharapkan selama ini Piala Peltha meruapakan satu satunya Turnamen nasional yang masih bertahan selama 21 tahun.

Pendaftaran dapat dilakukan ke lapangan tenis Karebosi Makassar. Sign-in dilakukan tanggal 2 Agustus 2015 dilapangan tenis Karebosi. (Foto dari Tribun Timur)

Grigor Dimitrov Dikabarkan Gaet Ivan Lendl


REMAJA-TENIS.COM, FLORIDA— Petenis terbaik Bulgaria, Grigor Dimitrov, dikabarkan menggaet mantan petenis nomor satu dunia, Ivan Lendl, sebagai pelatih baru. Rumor ini merebak setelah petenis nomor 16 dunia itu berada di Florida, Amerika Serikat. Dimitrov diberitakan berjumpa dengan Lendl yang kebetulan menetap di Florida.

Petenis muda 24 tahun itu memang sedang galau karena kalah dalam sejumlah turnamen. Puncaknya adalah pemecatan sang pelatih, Roger Rasheed, setelah Dimitrov gagal total di Grand Slam Wimbledon 2015. Di London, Inggris, itu kekasih Maria Sharapova tersebut terjungkal di babak ketiga.

Dilansir Tennisworldusa.org, Kamis (22/7/2015), Dimitrov berpisah dengan Roger sekitar dua pekan lalu. Kini ia tengah gencar mencari pelatih. Selain itu, petenis yang belum pernah mencapai babak semifinal grand slam tersebut berburu dengan waktu jelang pelaksanaan US Open 2015, Agustus mendatang.

“Setelah berbagai pertimbangan, saya memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Roger. Kami punya waktu yang menyenangkan bersama. Saya berharap yang terbaik untuknya dan berterima kasih untuk semua kerja keras serta dukungan yang ia berikan,” tulis Dimitrov lewat Twitter soal Roger, Selasa (7/7/2015) lalu.

Nama Lendl pun berada dalam daftar teratas menjadi pengganti Roger. Hal ini merujuk pada aksi Dimitrov yang memilih berlatih di sebuah akademi tenis di Florida yang dekat dengan tempat tinggal mantan pelatih Andy Murray itu.

Sosok pelatih berusia 55 tahun itu memang menjadi incaran banyak petenis setelah sukses mengantarkan Murray menyabet dua gelar grand slam. Ia membantu petenis nomor dua tersebut memenangi US Open 2012 dan Wimbledon 2013.

Akan tetapi, kerja sama pelatih dan pemain ini berakhir pada Maret 2014 lalu. Setelah berpisah dari Murray, Lendl yang merupakan peraih delapan titel grand slam itu memutuskan menjauh dari dunia kepelatihan tenis.

Ia mengaku memilih menghabiskan banyak waktu dengan keluarga daripada bepergian jauh ke berbagai negara untuk mendampingi sang anak didik.(solopos.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media