TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . ..REMAJATENIS JAKARTA-76 TGL 21-23 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS MARINIR CILANDAK JAKARTA SELATAN .,,,,..REMAJATENIS BANTUL -VIII TGL 27-29 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS SULTAN AGUNG, BANTUL D.I.Y ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Petenis Tuan Rumah Dominasi Gelar Juara RemajaTenis Jakarta-72

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Petenis yunior tuan rumah mendominasi raihan gelar juara pada kejuaraan nasional (kejurnas) bertajuk RemajaTenis Jakarta-72. Dari 10 gelar juara yang diperebutkan pada turnamen yang dihelat sejak 17-19 Agustus 2018 di lapangan tenis Marinir Cilandak, Jakarta itu 3 gelar berhasil diamankan oleh para petenis yunior tuan rumah.

Gelar juara lainnya diboyong oleh petenis yunior dari daerah lain yaitu 2 gelar juara oleh petenis yunior Banten dan Manado. Sedangkan Tangerang , Karawang dan Depok masing-masing kebagian 1 gelar juara.
Tiga petenis yunior tuan rumah yang berhasil menyabet gelar juara adalah : Joseph Owen Lauw di kelompok umur 10 tahun putra, Febyaro Ribby Santara pada nomor tunggal putri 10 tahun dan Louis Mahaviro Deo Tarigan yang menjadi juara tunggal putra kelompok umur 14 tahun.

Sementara dua petenis yunior Banten yang sukses meraih gelar juara adalah : Muhamad Mouressi Urwah Muqorib sebagai juara tunggal putra kelompok umur 12 tahun dan Cylova Zuleykah Hukmasabiyya sebagai juara tunggal putri kelompok umur 12 tahun.

Sedangkan dua gelar yang direbut oleh petenis yunior asal Manado diraih oleh Keila Mangesti Paath, sebagai juara tunggal putri kelompok umur 14 tahun dan Giovan R Lumenta yang menjadi kampiun nomor tunggal putra kelompok umur 16 tahun.

Gelar juara di nomor lainnya berhasil diboyong oleh petenis yunior dari Tangerang, Diandra Puti Avantia yang menjadi juara tunggal putri kelompok umur 16 tahun, Kemudian petenis yunior asa Karawang, Rifky Ananda Somantri S yang keluar sebagai juara tunggal putra kelompok umur 18 tahun, dan untuk juara tunggal putri kelompok umur 18 tahun diraih oleh petenis yunior dari Depok, Nirbitha Chandrika Ramadhani.

Pada kejurnas kali ini, untuk para juara selain menerima piala dan piagam, juga menerima hadiah spesial berupa jam tangan yang diserahkan oleh August Ferry Raturandang selaku promotor RemajaTenis.

Partai puncak yang berlangsung pada hari Minggu (19 Agustus 2018) diudara yang cerah dan panas tidak membuat para petenis muda usia ini mengeluh, tetapi justru memacu semangat untuk menampilkan permainan terbaik mereka agar bisa tampil sebagai pemenang.

Di kelompok umur 10 tahun putra, petenis yunior andalan tuan rumah, Joseph Owen Lauw berhasil menyisihkan rekan sendiri, Daryl Mtthew Wijaya melalui pertarungan ketat yang berkesudahan dengan skor 9-7.

Begitu juga pada kelompok umur 10 tahun putri, petenis yunior andalan tuan rumah lainnya, Febyaro Ribby Santara berhasil mengalahkan rekannya sendiri, Mischka Sinclaire Goenadi dengan skor 8-3.

Pada final tunggal putra kelompok umur 12 tahun, petenis yunior andalan Banten, M. Mouressi Urwah Muqorib berhasil menyingkirkan Jaden Elliott asal Jakarta, 8-5. Sedangkan di final tunggal putri kelompok umur 12 tahun, petenis yunior Banten lainnya, Cylova Zuleyka Hukmasabiyya berhasil mengalahkan Lulwa Naswardhani asal Jakarta dengan skor 8-4.

Andalan tuan rumah juga berjaya di kelompok umur 14 tahun putra dengan Louis Maha Viro Deo Tarigan berhasil keluar sebagai juara setelah mengandaskan petenis yunior andalan Bekasi , Audric Madyapanna dalam dua set langsung, 6-3 dan 6-3.

Sementara petenis yunior andalan Manado, Keila Mangesti Paath berhasil menjadi yang terbaik di nomor tunggal putri kelompok umur 14 setelah pada laga final membukukan kemenanagn atas Justmin Da Costa dari Tangerang Selatan, dalam pertarungan yang berlangsung 3 set, dengan skor akhir 6-1, 1-6 dan [10-4].

Petenis yunior asal Manado lainnya, Giovan Leon Rodick Lumenta juga sukses memboyong gelar juara setelah di partai pamungkas berhasil mengalahkan Aldrin Ong, straight set, 6-3 dan 6-1.

Berikutnya di nomor tunggal putri kelompok umur 16 tahun, keluar sebagai juara Diandra Puti Avantia asal Tangerang Selatan setelah menang dari petenis yunior asal Karawang, Iraqi Maharani, 6-1 dan 6-0.

Di final nomor tunggal putra kelompok umur 18 tahun, Rifky Ananda Somantri asal Karawang mencatatkan kemenangan atas Jeremy Isman asal Jakarta, 5-0 (ret) karena Jeremy mengalami masalah pada bahunya.

Dan terakhir di nomor tunggal putri kelompok umur 18 tahun, Nirbitha Chandrika Ramadhani asal Depok keluar sebagai kampiun setelah mengalahkan Athaya Nabila asal Depok, dengan skor 6-0 dan 6-1.

Kejurnas RemajaTenis yang telah memasuki pelaksanaan ke 72 kalinya di Jakarta merupakan salah satu turnamen yang diakui Pelti dan telah masuk dalam kalender tetap PP Pelti. Setelah dihelat di Jakarta, berikutnya RemajaTenis akan digelar di kota Bandung pada tanggal 24 -26 Agustus 2018 di lapangan tenis Caringin.

Dikatakan oleh Raturandang, selanjutnya RemajaTenis pada tanggal 26-30 September 2018 akan diadakan di kota Kudus yang memperebutkan Dandim Cup.

“Kita ketemu lagi bulan depan di Jakarta tepatnya pada tanggal 14-16 September 2018 di lapangan tenis Marinir Cilandak Jakarta.” ujar August Ferry Raturandang sebagai pemrakarsa RemajaTenis.***

Joleta Budiman/Deria Nur Haliza Lolos

REMAJA-TENIS.COM, PALEMBANG. Pasangan ganda putri andalan tuan rumah, Joleta Budiman/Deria Nur Haliza sukses menorehkan hasil gemilang di hari kedua penyelenggaraan Asian Games 2018 cabang olahraga tenis.
Pada laga yang digelar di lapangan Tenis Jakabaring, Palembang, Senin (20 Agustus 2018), duet Joleta Budiman/Deria Nur Haliza berhasil mendepak pasangan ganda andalan Pakistan Sara Mansoor/Ushna Suhail dalam dua set langsung dengan skor 6-3 dan 7-6 (4).

Namun hasil menggembirakan yang diraih oleh Joleta Budiman dan Deria Nur Haliza hari ini tidak diikuti oleh pasangan ganda Indonesia lainnya, Beatrice Gumulya/Jessy Rompies.

Bea, sapaan akrab Beatrice Gumulya, dan Eci panggilan karib Jessy Rompies, yang didapuk sebagai unggulan keenam, harus menyerah oleh duet negeri Sakura, Jepang, Erina Hayashi/Moyuka Uchijima dalam pertarungan sengit yang harus diselesaikan melalui super tie break. Bea/Eci takluk dengan skor 6-1, 4-6 dan [9-11].

Bea juga gagal melanjutkan kiprahnya di nomor tunggal putri setelah harus mengakui keunggulan seeded keenam asal India, Anita Raina, dengan skor 2-6 dan 4-6.

Akan tetapi Indonesia masih bisa berharap meraup medali dari nomor tunggal putri cabang olahraga tenis setelah Aldila Sutjiadi secara luar biasa berhasil menumbangkan unggulan kesepuluh asal Thailand, Peangtarn Plipuech.

Dila, demikian Aldila Sutjiadi biasa dipanggil, yang kini nagkring di peringkat 635 tunggal putri dunia, berhasil mempecundangi Peangtarn Plipuech yang saat ini bertengger di ranking 274 melalui pertarungan alot yang berlangsung tiga set, dengan skor akhir 3-6, 6-4 dan 6-4.

Pada nomor ganda campuran yang dihelat kemarin, Minggu (19 Agustus 2018) Dila yang berduet dengan Christopher Rungkat, juga membukukan hasil yang memuaskan dengan meraih kemenangan atas ganda campuran Pakistan, Muzammil Murtaza/Sarah Khan, dalam dua set langsung, 6-3 dan 6-2.

Aldila Sutjiadi lolos keTunggal Putri perempat final Asian Games 2018

REMAJA-TENIS,COM, PALEMBANG. Petenis Indonesia, Aldila Sutjiadi (23 tahun) berhasil melaju ke perempat final tunggal putri Asian Games 2018 di Jakabaring Tennis Center Palembang, Rabu (22/8/2018).

Berada di paruh bawah undian, peringkat tunggal ke-631 dunia itu bakal berjibaku menghadapi Wang Qiang dari Tiongkok yang berada di posisi single ke-53 dunia.

Tak sekadar menempati unggulan kedua, Wang juga merupakan peraih medali emas tunggal putri Asian Games Incheon Korea, empat tahun silam.

“Sebagai petenis bukan unggulan saya sudah siap menghadapi petenis dengan peringkat jauh lebih tinggi. Ini bukan beban, namun saya anggap sebagai tantangan untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,” tutur Aldila yang mengoleksi tiga medali emas PON 2016 itu.

“Saya tak peduli peringkat dan reputasi lawan, hanya berharap dapat cepat melakukan pemulihan agar bias tampil maksimal di perempat final,” imbuhnya.

Pada babak 16 besar, Aldila sukses membuat kejutan dengan menumbangkan unggulan kelima asal Jepang, Miyu Kato.

Di luar dugaan, peraih medali perak tunggal putri Asian Indoor and Martial Art Games 2017 di Ashgabat, Turkmenistan itu menang straight set atas peringkat 169 dunia itu dengan skor mencolok, 6-1 6-0.

“Ini kesempatan revans karena saya yang berpasangan dengan Jessy Rompies saat itu kalah di final SEA Games 2017. Berduet dengan Aldila, kami optimistis bias memenangi 16 Besar,” timpal Christopher Rungkat.

Kubu Merah Putih juga masih menyisakan duet putri jelita, Deria Nur Haliza/Joleta Budiman yang akan menguji ketangguhan unggulan kedelapan asal Thailand, Nicha Lertpitaksinchai/Peangtarn Plipuech pada babak 16 besar, Rabu (22/8/2018).

“Hari ini saya main lepas dan strategi bermain berjalan sesuai rencana sejak awal set pertama,” ucapnya seusai laga di lapangan utama berdurasi 64 menit itu.

Tak hanya di nomor tunggal, Aldila juga menjadi tumpuan asa di sektor ganda campuran berpasangan dengan Christopher Rungkat.

Unggulan ke-11 itu akan menjajal ketangguhan seeded kedelapan, Nicha Lertpitaksinchai/Sanchai Ratiwatana dari Thailand yang juga merupakan peraih emas SEA Games 2017 di Kuala Lumpur.

Ketika Koneksi Internet Buruk di Malam Pembukaan Asian Games

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA, Kompas.com – Malam pembukaan Asian Games ke 18/2018 di Stadion utama Gelora Bung Karno, Minggu (18/08/2018) malam berlangsung lancar dan menyenangkan. Penonton yang memenuhi setengah bagian stadion utama yang dapat digunakan senang dengan kejutan demi kejutan yang muncul sepanjang acara. Sejak pre-opening yang diisi dengan baik oleh duet Ronald dan Tike serta sederetan penyanyi. Keduanya mampu memancing emosi penonton untuk bersedia terlibat dengan kemeriahan yang dipancarkan dari panggung. Saat masuk acara pembukaan resmi, kejutan demi kejutan kembali menghantam dinding emosi penonton. Terutama saat kejuatan diberikan Presiden Joko Widodo yang masuk ke tempat acara dengan mengendarai motor dan berhenti di bagian bawah stadion sebelum naik tribun kehormatan.

Tak ayal, “atraksi gaya Mission Impossible” Jokowi ini mendapat sambutan meriah dari pengunjung. Kejutan lain diberikan Erick Thohir dan Inasgoc serta Sheikh Sahad Al-Sabah dari OCA ketika memberi sambutan. Erick berkali-kali menyinggung dan seperti mengajarkan kepada para kontingen 45 negara-negara Asia tentang falsafah hidup bangsa Indonesia, dari Pancasila hingga Bhinneka Tunggal Ika. Ia menyinggung pula tentang bagaimana keberagaman tersebut sebenarnya menjadi ciri bangsa-bangsa Asia, termasuk pula beragaman dalam beragama.

“Karena itu kami bangga sekali dengan fakta bahwa Indonesia yang merupakan negara mayoritas muslim terbesar di dunia dapat memberi contoh tentnag kehidupan bermasyarakat yang harmonis,” kata Erick.

Sementara Sheik Sahad Al-sabah memberi kejutana kepada para penonton dengan pujiannya kepada Presiden Jokowi, Erick Thohir dan timnya serta memberi bonus dengan ucapan-ucapan bahasa Indonesia seperti,”Selamat malam,” sampai,”Saya sayang kalian…”

Sementara pada acara pokok, kita dihadiri kejutan dari para koreografer senior Denny Malik dan Eko Supriyanto yang mampu mengemas tarian tradisional Saman dari Aceh menjadi suatu pertunjuka yang sangat menarik dan harmonis dan update. Tentu butuh kerja keras untuk menyiapkan ratisan penari muda untuk mampu bergerak dengan semangat “Saman” dan menata pula fisik dan stamina mereka untuk terus bergerak mengiringi defile para atlet selama sekitar satu jam.

Para atlet pun tak mau ketinggalan memberi kejutan. Para atlet Indonesia yang akan bertanding muncul paling akhir dengan barsian paling panjang. Mereka seakan ingin memuaskan sambutan penonton kepada mereka. Satu hal yang merupakan pisau bermata dua. Bisa dibayangkan bagaimana kecewanya para pendukung ini bila kemudian para atket kita hanya akan jadi pecundang di kandang sendiri. Sementara para mantan atlet yang menjadi barisan pembawa obor paling akhir juga memberi kejutan dengan stamina dan daya tahan mereka serta disiplin untuk mengikuti acara hingga tugas mereka tuntas.

Sejak Lely Sampurno yang meraih medai perak di Asian Games IV di Jakarta, 56 tahun lalu, Yustedjo Tarik yang di usia akhir 60-an masih membawa obor dengan berlari hingga peraih emas Olimpiade 1992, Susy Susanti yang dengan lancar mendaki gunung untuk menyalakan api di kaldron yang berada di mulut puncak gunung. Kejutan akhir diberikan para pengisi acara seperti Raisa, Tulus, Via Valen, Edo Kondologit hingga diaspora macam Joey Alexander dengan permainan pianonya dan Anggun C. Sasmi yang memberi semangat lewat lagu “Pemuda.” Sebuah rangkaian yang pas untuk pertunjukan selama hampir tiga jam acara resmi. Sayang kejuatan buat sebagian jurnalis di bagian media Stadion Utama GBK berupa hal yang tak menyenangkan. Tiadanya koneksi internet dan sinyal yang buruk membuat semua keindahan dan kemegahan yang terpampang hanya dapat disimpan dan tertunda untuk disebarluaskan.(kompas.com)

Petenis Serang Cylova Lolos Ke Final RemajaTenis Jakarta-72

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Petenis yunior andalan Serang Banten, Cylova Zuleyka Hukmasabiya berhasil melaju ke final tunggal putri kelompok umur 12 tahun diajang Kejurnas RemajaTenis Jakarta-72 yang berlangsung dilapangan tenis Marinir Cilandak Jakarta.
Bertanding diudara yang cerah, awalnya Cylova tertinggal terlebih dahulu dari Sameera Talwar asal ARTC Jakarta, dengan skor sementara 2-5 . Akan tetapi setelah itu Sameera lengah dan tidak bisa pertahankan rytme permainannya, sedangkan Cylova makin kosisten dan mulai menemukan bentuk permainan terbaiknya. Pelan namun pasti akhirnya Cylova mampu menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Dan berhasil menutup kenenangn 8-6 dan lolos ke final

Di final, Cylova menghadapi Lulwa Naswardhani asal ARTC Jakarta yang di babak semifinal berhasil menyisihkan petenis yunior asal Tangerang Selatan, Adeline Keyra Falisha dengan skor 8-2.

Petenis yunior asal Serang Banten lainnya, Mouressi Urwah Muqorib juga sukses lolos ke final tunggal putra kelompok umur 12 tahun . Di babak final, Mouressi akan berjibaku kontra Jaden Elliot asal Jakarta. Jaden meraih tiket babak final setelah berhasil menyisihkan petenis yunior asal Tangerang Selatan Rafalentino Da Costa dengan skor 8-5.

Sementara itu di partai final nomor tunggal putra kelompok umur 10 tahun, Joseph Owen Lauw asal Jakarta akan ditantang Daryl Matthew Wijaya yang juga berasal dari Jakarta. Keduanya berhak tampil di babak final setelah pada laga semifinal Daryl menyisihkan Raihan Somantri asal Karawang dengan skor 8-1 sedangkan Joseph menyingkirkan Reifan Mu’izz Ataya Martadiredja asal Banten dengan skor 8-5.

Di final nomor tunggal putri kelompok umur 14 tahun, petenis yunior andalan Manado, Keila Mangesti Paath ditantang Justmin DaCosta asal Tangerang. Mereka berdua meraih tiket final setelah pada babak semifinal Keila mengalahkan Zefanya Sidabutar asal Depok, 7-6(5) dan 7-5, sedangkan Justmin menyisihkan Nicole Isman asal Jakarta, 6-1 dan 6-2.

Kejurnas RemajaTenis Jakarta memasuki perhelatan ke 72 kalinya di Jakarta, yang istimewa pada kejurnas RemajaTenis kali ini adalah berbarengan dengan HUT AFR yang ke 72 sehingga oleh penyelenggara disediakan berbagai hadiah berupa door prize untuk peserta yaitu berupa senar, raket dan lain-lain. Sedangkan setiap peserta diberikan hadiah langsung berupa 1 kaleng bola Dunlop.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media