TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... .....BANK MAYAPADA JUNIOR NATIONAL CHAMPS 2018 DI BANDUNG. 16-22 JULI 2018... REMAJATENIS & VETERAN BLORA 24-29 JULI DI BLORA....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Menpora Dengarkan Aspirasi Petenis Terkait Honor dan Peralatan

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Setelah melakukan Rapat Terbatas (Ratas) dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menpora Imam Nahrawi hari Kamis (24/5) pagi datang ke Pelatnas Asian Games cabang olahraga Tenis di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta. Menpora menggunakan jaket langsung Asian Games langsung datang dan berbincang-bincang dengan opara atlet dan beberapa Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh INdonesia (PELTI).

Menpora bersama Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana dan Ketua Umum PB Pelti Rildo Ananda Anwar langsung mengajak ngobrol para atlet seperti menanyakan apakah ada kendala selama menjalani pelatnas, dan apa yang ingin disampaikan. Menpora terlihat ingin sekali menampung saran atau aspirasi dari para atlet.

“Terima kasih kepada para atlet, pelatih, dan Pelti yang terus berlatih meskipun suasana Ramadhan seperti ini. Tidak hanya mematangkan proses latihan di pelatnas, tetapi training camp bahkan try out ke berbagai negara akan menjadi bekal para atlet tenis untuk mengetahui lawan yang akan dihadapi nanti. Setidaknya sudah sering ketemu dan mengetahui kekuatan lawan, saya optimis nanti para atlet akan memberikan kabar gembira pada Asian Games nanti dengan mendapatkan medali emas,” kata Menpora.

Pada obrolan tersebut, salah satu atlet pelatnas tenis putri sempat membicarakan masalah uang saku pelatnas yang sempat belum turun, namun setelah disampaikan ke Ketua Umum Rildo Ananda Anwar akhirnya tidak ada masalah dan sudah cair. “Memang sempat belum turun karena menunggu dua nama baru yang akan dimasukan ke Surat Keputusan. Tapi setelah dua atlet dari seleksi nasional baru itu masuk, dan sudah masuk SK, maka sudah bisa dicairkan. Termasuk masalah alat yang sudah tidak ada masalah,” kata Rildo.

Pada Asian Games 2018 ini cabor tenis hanya memainkan nomor individual, oleh karenanya berbagai pertandingan individu sangat diperlukan untuk mengasah kemampuan atlet. Sekarang sudah terpilih enam atlet putri, empat berasal dari Fed Cup yaitu Jessy Rompies, Beatrice Gumulya, Lavinia Tananta, Aldila Sutjiadi dan yang dua dari hasil seleksi nasional yakni, Joleta dan Fitriana. “Kita kemarin sempat ada beberapa masalah dengan uang bulanan, namun sekarang udah selesai setelah kita bicara ke Ketua Umum,” kata Beatrice Gumulya.)(suaramerdeka.com)

Petenis China Singkirkan Venus Williams

REMAJA-TENIS.COM, PARIS Petenis China, Wang Qiang menyingkirkan petenis veteran AS, Venus Williams di babak pertama turnamen grand slam Perancis Terbuka, Minggu (27/05/2018). Venus yang diunggulkan di tempat kesembilan tersingkir setelah kalah 4-6, 5-7. Ini merupakan pembalasan Wang atas kekalahan dari Venus di babak pertama Perancis Terbuka tahun lalu.

Venus gagal dalam dua turnamen grand slam tahun ini. Tahun lalu, petenis yang telah berusia 35 yahun ini masih mampu lolos ke final turnamen grand slam Australia Terbuka dan Wimbledon. Sementara buat Wang yang kini menempati peringkat 91 dunia, sebelumnya tidak pernah melewati babak ketiga turnamen grand slam.

Ia akan menghadapi petenis Kroasia, Petra Martic. Dengan kegagalan di nomor tunggal, Venus akan berkonsentrasi di nomor ganda bersama adiknya, Serena. Buat Serena ini akan menjadi ajang grand slam pertama setelah terkahir kali mengikuti Australia Terbuka 20,(kompas.com)

KOI Akan Bangun Rumah Atlet Indonesia

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA.- Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memperoleh suntikan dana sebesar Rp 5,250 miliar dari Grup APRIL, produsen kertas PaperOneTM. Rencananya, anggaran tersebut akan dipakai program sosialisasi persiapan atlet menuju Asian Games 2018 dan pembangunan Rumah Atlet Indonesia.

“Promosi penyelenggaraan Asian Games 2018 sudah berjalan. Kini, kita akan menjalankan program promosi persiapan atlet-atlet Indonesia yang akan tampil pada Asian Games 2018 nanti,” kata Ketua KOI, Erick Thohir usai menerima bantuan dana sebesar Rp 5,250 miliar di Jakarta, Selasa (22/5).

Menurut Erick, program promosi persiapan atlet Indonesia itu sangat penting dalam upaya memperkenalkan mereka kepada masyarakat. “Selama ini kan masyarakat tidak banyak mengenal atlet Indonesia. Mereka lebih mengenal atlet-atlet dunia. Dengan adanya program promosi ini maka masyarakat akan bisa mengetahui siapa saja pahlawan-pahlawan olahraga Indonesia yang akan berjibaku membela Merah Putih di ajang Asian Games 2018 nanti,” tegasnya.

Selain mempromosikan atlet, lanjutnya, dana tersebut juga akan dialokasikan untuk membangun Rumah Atlet Indonesia di daerah Kuningan Jakarta Selatan. Menurutnya, Rumah Atlet tersebut akan dijadikan tempat berkumpul para atlet yang berprestasi di Asian Games 2018. “Dan, rumah ini juga bisa dijadikan tempat berbagai acara dan berkumpulnya fans atlet serta penjualan merchandise Asian Games 2018,” paparnya.

Bantuan dana berupa cek sebesar Rp 5,250 miliar tersebut diserahkan langsung Agung Laksamana selaku Corporate Affairs Director Grup APRIL kepada Ketua Umum KOI, Erick Thohir.”Kami berharap bantuan ini dapat semakin memotivasi para atlet dan officials tim Indonesia untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” ujar Agung Laksamana.(www.suaramerdeka.com)

Dicari, Atlet Mampu Go International

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA- Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Dr. Raden Isnanta M.Pd, secara resmi membuka rapat koordinasi pengelolaan olahraga tahun 2018, di bawah ke asdepan pengelolaan Pembinaan Sentra dan SKO yang mengambil tema “Menyatukan Langkah Bersama SKO, PPLM dan PPLP/D Untuk Menuju Prestasi Dunia”, yang berlangsung di hotel Center, Kemayoran, Jakarta, Rabu (23/5/2018) malam.

Dalam sambutannya, Deputi Raden Isnanta menegaskan bahwa sesuai dengan tema, hasil dari pembinaan yang dilakukan harus mampu melahirkan atlet berprestasi Internasional dan juga mampu Go Internasional, seperti halnya Egy Maulana Vikri asal SKO Ragunan. “Kita harus mampu mencetak atlet yang berprestasi Internasional dan juga mampu Go Internasional yang dimulai dari level grass root, seperti U12, U14, U16 yang nantinya bisa ditampung melalui PPLP, bahkan PPLM,” ucap Raden Isnanta.

Dengan rakor ini, ke depan diharapkan ada sinergitas dan peningkatan pembinaan atlet. “Ke depan, optimalisasi pembinaan atlet harus tercapai dengan diiringi peningkatan kemampuan pelatih. Jangan sampai atlet potensial tidak berkembang karena kemampuan atlet yang tak sejalan dengan kemampuan pelatih membangkitkan kemampuan atlet tersebut,” ucapnya. Selain itu, meskipun sukses menjuarai even internasional, secara tegas tak akan membiasakan menjanjikan memberikan bonus kepada para atlet juniornya. “Sebagai bagian dari pembelajaran dan pembinaan mental, Kemenpora tak akan menjanjikan bonus kepada para atlet juniornya, meskipun yang bersangkutan sukses menjuarai even internasional,” tambah Raden Isnanta, Akan tetapi bentuk lain apresiasi yang bisa diberikan kepada para atlet junior yang berprestasi internasional adalah dalam bentuk bea siswa. “Kalau bea siswa, itu boleh. Tapi kalau bonus uang tunai atau yang lainnya, Kemenpora tak membiasakannya. Bonus baru kita berikan setelah mereka menjadi atlet senior,” lanjutnya. Dia menjelaskan, saat ini atlet yang berasal dari Pusat Pembinaan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLP) menjadi tumpuan Kemenpora untuk melahirkan bibit atlet potensial. “Saat ini, sudah banyak atlet PPLP yang sukses menjuarai even internasional. Kami berharap, atlet jebolan PPLP bisa meraih prestasi dunia,” tegasnya. Seperti diberitakan, atlet PPLP menjuarai Asian U-19 Beach Volleyball Championship 2018 yang digelar di Thailand, 21-26 Maret lalu. Terakhir para atlet PPLP sukses menjadi runner-up di Kejuaraan Dunia Pencak Silat Junior 2018 yang juga berlangsung di Songkhla Thailand, 23-29 April 2018.

Masih menyoal atlet PPLP, Isnanta mengingatkan agar potensi besar yang dimiliki para atler junior harus terus dikawal karena sistem kejuaraan yang dipakai belakangan ini. “Karena anggaran terbatas, sementara jumlah cabang olahraga dan atletnya bertambah, seorang atlet sampai harus bertarung hingga dini hari. Besoknya mereka harus bertarung lagi. Kalau kondisinya seperti ini, kasian sekali. Ini harus diubah,” pintanya mengingatkan.

Rakor Pengelolaan Keolahragaan yang berlangsung 23-25 Mei ini diikuti oleh sekitar 104 peserta dari perwakilan Dispora Propinsi dan Pengelola PPLP, Pengelola PPLD, Pelatih SKO Ragunan, dan Pengelola PPLM Nasional. Hadir pada kesempatan ini Staf Khusus Menpora Bidang Olahraga Tommy Kurniawan, Sesdep Pembudayaan Olahraga Samsudin, Asdep Pengelolaan Pembinaan Sentra & SKO Bambang Laksono, Asdep Olahraga Khusus dan Layanan Khusus Bayu Rahadian, Asdep Olahraga Rekreasi Teguh Raharjo, Asdep Olahraga Pendidikan Alman Hudri dan Asdep Kemitraan dan Penghargaan Olahraga Dwiyanto Sarosa Putera.(www.kompas.com)

Indonesia Bakal Pertahankan Cabang Olahraga Unggulan di SEA Games 2019 Filipina

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA.Filipina bakal menjadi tuan rumah SEA Games 2019 pada 30 November hingga 10 Desember 2019. Mereka sudah mengundang perwakilan negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, untuk membahas cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Pembahasan itu sudah dilakukan di Manila, 15-16 Mei 2018.

Pada pertemuan tersebut juga dibahas mengenai perubahan SEA Games Charter, terutama untuk hal-hal mengenai tata cara memasukkan cabang baru dan pembentukan komite tambahan guna memperkuat SEA Games Federation di masa mendatang.

Filipina sebagai tuan rumah 2019 mengajukan 30 cabang yang akan di pertandingkan, Indonesia yang diwakili Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir mengajukan keberatan atas usulan awal karena banyak cabang olahraga andalan Indonesia yang tidak masuk dalam daftar, salah satunya pencak silat.

Keberatan Erick Thohir didukung mayoritas anggota SEA Games Federation dan akhirnya diterima oleh tuan rumah Filipina dengan membuka kembali usulan cabang-cabang olahraga yang perlu ditambahkan. Surat resmi dari seluruh negara akan diterima paling lambat 13 Juni 2018 dan penentuan final cabang olahraga akan dilakukan pertengahan November 2018.

Erick Thohir mengatakan, dalam pembahasan lainnya dalam pertemuan tersebut, Panitia SEA Games Filipina juga mempresentasikan persiapan mereka. Filipina akan membangun kota baru Clark City sebagai kota utama dan didukung dua kota lain, yaitu Metro Manila dan Subic Freeport. Clark City akan membangun sport center, wisma atlet, kereta cepat, bandara dan fasilitas lainnya untuk mensukseskan SEA Games Filipina sebagai yang terbesar dan termewah.(suaramerdeka.com)

30 Daftar cabang olahraga yang diusulkan Filipina:

1. Athletics
2. Aquatics
3. Archery
4. Badminton
5. Baseball/softball
6. Basketball
7. Billiard sport
8. Bowling (ten pin)
9. Boxing
10. Cycling
11. Equestrian /polo
12. Fencing
13. Football
14. Golf
15. Gymnastic
16. Judo/jujitsu
17. Karatedo
18. Sailing
19. Sepak Takraw/Chinlone
20. Shooting
21. Squash
22. Taekwando
23. Triathlon
24. Volleyball
25. Weightlifling
26. Wrestling/kurash
27. Wushu
28. Arnis
29. Dancesport
30. Muay


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media