TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... JUARA .KEJURNAS AFR REMAJATENIS SULSEL-IX DI MAKASSAR .... FEBBYARO RIBY (DKI JAKARTA, KU 10 PI), M.RAISYA AZZAKI ( MAKASSAR 10 PA), ANNISA AZZAHRA (BALIKPAPAN 12 PI), MUH. ALIEF R (MAKASSAR 12 PA), NOVIA RAHMADHANI (BALIKPAPAN 16 PI), OSCARLINO HALIM ( MAKASSAR 16 PA), MUH RINALDY NB (PALOPO 18 PA).... ... ...KEJURNAS AFR REMAJATENIS JAKARTA-59 TGL 13-15 JANUARI 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Combiphar Tennis Open 2016: Bintang Terang Justin Barki


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA – Petenis muda tuan rumah, Justin Barki (16) berhasil melewati babak pertama Indonesia F4 ITF Men’s Future berlabel Combiphar Tennis Open 2016.
Di atas lapangan tenis Hotel Sultan Jakarta, Selasa (6/12), Justin memenangi duel sesama penerima fasilitas wild card turnamen berhadiah total 30.000 dollar AS atau sekitar Rp 400 juta ini.
Justin unggul straight set atas wakil Vietnam, Thien Nguyen Hoang, 6-2 6-4 dalam laga berdurasi satu jam 11 menit. Peringkat 1769 dunia itu menguasai pertandingan dengan hunjaman service nan keras dan terarah, enam diantaranya menghasilkan aces.

“Saya sebetulnya tidak berpikir bisa tampil di seri kedua ini, karena minggu lalu saya harus mundur dari turnamen karena pilek berat dan demam,” tutur petenis kidal itu, usai laga.
Di babak kedua, Justin akan menunggu pemenang duel antar wakil Korea Selatan, Cheong Eui Kim (355) yang merupakan unggulan teratas dan Yunseong Chung (594).

“Saya tak peduli siapa lawannya. Saya tak berpikir apapun tentang lawan, namun fokus pada penampilan saya sendiri,” tekadnya.
Tak hanya di tunggal, Justin juga melaju di sektor ganda. Berduet dengan bintang tenis Indonesia, Christopher Rungkat, pasangan non unggulan itu membuat kejutan dengan menumbangkan seeded kedua, Francis Casey Alcantara (Filipina) dan David Agung Susanto. Justin/Christo menang super tie break, 7-6(10) 4-6 (12-10).(tribunnews.com)

Hasil Selasa (6/12)
Babak Pertama
Tunggal
Justin Barki v Thien Nguyen Hoang (Vietnam) 6-2 6-4
Viktor Filipenko (Hungaria) v Daisuke Sumizawa (Jepang) 6-3 6-3
4-Yusuke Takahashi (Jepang) v Karol Drzewiecki (Polandia) 7-5 6-4
Kelsey Stevenson (Kanada) v Aditya Hari Sasongko 5-7 6-3 6-3
8-Kento Takeuchi (Jepang) v Rishab Agarwal (India) 3-6 7-6(4) 6-2
Renta Tokuda (Jepang) v Jui-Chen Hung (Taipei) 6-4 6-2
2-Makoto Ochi (Jepang) v Chenze Lyu (China) 7-6(3) 6-1
Ganda
1-Yunseong Chung (Korsel)/Shintaro Imai (Jepang) v Kazuma Kawachi/Masato Shiga (Jepang) 7-5 6-3
Roy Hobbs (Singapura)/Cheong-Eui Kim (Korsel) v Cing-Yang Meng (Taipei)/Jack Wong (Hong Kong) 6-3 3-6 (12-10)
3-Issei Okamura/Kento Takeuchi (Jepang) v Iswandaru Kusumo Putro/Wisnu Adi Nugroho 6-3 6-4
Justin Barki/Christopher Rungkat v 2- Francis Casey Alcantara (Filipina)/David Agung Susanto 7-6(10) 4-6 (10-8)

Jadwal Rabu (7/12)
Babak Pertama
Tunggal
1-Cheong Eui Kim (Korsel) v Yunseong Chung (Korsel)
Imai Shintaro (Jepang) v 6-Masato Shiga (Jepang)
Jake Delaney (Australia) v Lingxi Zhao (China)
5-Enzo Couacaud (Perancis) v Sidharth Rawat (India)
David Agung Susanto v Issei Okamura (Jepang)
Julien Cagnina (Belgia) v Christopher Rungkat
7-Sasi Kumar Mukund (India) v Chan Yeong Oh (Korsel)
Francis Alcantara(Filipina) v Wei De Lin (Taipei)
Cing Yang Meng (Taipei) v Rio Noguchi (Jepang)
Ganda
Yusuke Takahashi/Renta Tokuda (Jepang) v Aditya Hari Sasongko/Sunu Wahyu Trijati
4-Jui Chen Hung/Wei De Lin (Taipei) v Makoto Ochi/Daisuke Sumizawa (Jepang)
Jake Delaney (Australia)/Chan Yeong Oh (Korsel) v Karol Drzewiecki (Polandia)/Sasi Kumar Mukund (India)
Rishab Agarwal/Sidharth Rawat (India) v Thien Nguyen Hoang (Vietnam)/Anthony Susanto

Anggap Bonus Tak Sesuai Janji, Atlet Protes


REMAJA-TENIS.COM,JAYAPURA. – Seratusan atlet dan pelatih asal Papua yang mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat mempertanyakan besaran bonus yang tidak sesuai dengan perjanjian kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua di Halaman Kantor Gubernur, Jayapura pada Senin (5/12/2016).

Mereka menggelar aksinya dengan membawa medali yang diraih di ajang PON Jawa Barat lalu serta spanduk-spanduk berisi tuntutan kepada Pemprov Papua.

Alberth Isage salah satu atlet PON cabang olahraga dayung, di Jayapura, Senin, mengatakan pihaknya menggelar aksi protes tersebut untuk menagih janji Ketua Umum KONI Papua yang akan memberikan bonus untuk atlet peraih medali emas perorangan Rp600 juta, perak Rp400 juta dan perunggu Rp200 juta.

“Sementara pembayaran bonus untuk beregu, pemberian bonusnya per kepala sebesar Rp400 juta per orang, perak beregu Rp200 juta dan perunggu Rp100 juta,” katanya.

Menurut Alberth, cabang perahu dayung yang diperkuat 12 atlet dan berhasil mempersembahkan satu medali emas nomor beregu seharusnya mendapat bonus Rp400 juta per orang. “Pemberian bonus untuk perorangan dan beregu sudah berubah, tidak sesuai dengan janji kepada kami,” ujarnya seperti dikutip ANTARA.

Dia menjelaskan, pihaknya meminta kepada Ketua Umum KONI Papua agar memberikan bonus sesuai dengan janji, karena atlet Bumi Cenderawasih membawa nama baik Provinsi Papua. “Gubernur pernah memberikan janji di Sasana Krida, tetapi karena usulan terlalu banyak akhirnya diubah sebelum bertanding di PON Jawa Barat,” katanya lagi.(kompas.com)

Turnamen Tenis Bank Aceh Open 2016, Petenis Aditya dan Arief Bertemu di Final


REMAJA-TENIS.COM, BANDA ACEH - Petenis nasional, Aditya Hari Sasongko berjumpa dengan Arief Rahman melaju ke partai final Turnamen Tenis Bank Aceh Open 2016.
Keberhasilan mereka setelah menyingkirkan pesaingnya dalam duel semifinal di lapangan tenis Jasdam IM, Neusu, Banda Aceh, Sabtu (3/12/2016).

Partai final tunggal putra akan digelar, Minggu (4/12/2016) pukul 09.00 WIB dan dilanjutkan ganda putra. Arief Rahman dari Kalimantan Timur tak mudah merebut tiket ke babak final.

Meski berstatus petenis peringkat 4 nasional harus mengerahkan semua kekuatan yang ada. Karena Tio Juliandi dari Jawa Barat juga berambisi untuk merebut tiket final.

Apalagi, Tio yang berstatus petenis peringkat 7 nasional bekerja keras untuk menang. Duel sengit dan melelahkan ini berakhir dengan kemenangan Arief Rahman di set pertama, 6-4.

Kekalahan ini membuat Tio mulai mengincar kemenangan di set kedua. Sayangnya laju Arief tak terbendung hingga menang dengan skor skor, 7-5.

Sedangkan Aditya Hari Sasongko dari Yogyakarta tanpa beban menghancurkan ambisi Ekky Hamzah dalam perebutan tiket final.
Aditya yang memegang peringkat 5 nasional mengakhiri perlawanan Ekky (Jakarta) pada set pertama dengan skor 6-0.
Upaya Ekky Hamzah untuk bangkit tak berhasil. Petenis peringkat 22 nasional ini masih kewalahan menyaingi Aditya.
Hasilnya set kedua menjadi milik Aditya dengan skor 6-3.

Untuk ganda putra, pasangan Aditya Hari Sasongko/Irfandi Hendrawan akan melawan Arief Rahman/Hendrawan Susanto di final.
Tiket final diraih Aditya/Irfandi dengan acara yang tak mudah saat melawan pasangan Indra Adiguna Utama/Panji Untung.
Karena perlawanan yang diberikan Indra/Panji berhasil membungkam Aditya/Irfandi di set pertama, 7-5.
Tapi kubu Aditya/Irfandi mampu bangkit dengan menaklukkan lawannya lewat skor 6-1. Hanya saja, perebutan set ketiga dimenangkan Aditya/Irafndi (10-4).

Tiket lolos ke final juga diraih dengan mudah oleh pasangan Arief Rahman/Hendrawan Susanto yang mengalahkan Ekky Hamzah/Tio Juliandi.
Perlawanan di set pertama berhasil dimenangkan Arief/Hendrawan, 6-4. Upaya pasangan Ekky/Tio untuk membalas di set kedua tak berhasil. Karena mereka harus menyerah kepada lawannya dengan skor ketat, 6-7.(tribunews.com)

Jadwal final tenis:
-Arief Rahman vs Aditya Hari Sasongko
-Aditya Hari Sasongko/Irfandi Hendrawan vs Arief Rahman/Hendrawan Susanto

Deria Nurhaliza dicoret dari Pelatnas SEA Games 2017


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Nasib apes dialami oleh petenis putri Deria Nurhaliza ( 19 tahun) didalam Pelatnas sejak tahun 2013 sampai saat ini. Diawali dengan pemotongan hak Deria sebagai anggota pelatnas SEA Games 2013 yang akhirnya oleh Wakil Ketua Bidang Binpres PP Pelti diberikan juga hak tersebut walaupun tidak penuh setelah diberitakan di Remaja-Tenis.com,

Sebagai pelatih Deria Nurhaliza, Deddy Prasetyo kembali mempertanyakan masalah dicoretnya nama Deria untuk pelatnas SEA Games 2017 mendatang. Menurut pelatih tim nasional putri Sri Utaminigsih tim pelatnas saat ini adalah Beatrice Gumulya ( 25 th), Jessy Rompies (26 tahun), Lavinia Tananta ( 29 tahun) dan Aldila Sutjiadi ( 21 tahun). Masuknya Aldila sebagai pengganti Deria dikatakan karena prestasi Aldila lebih baik setelah diamati diajang PON XIX Bandung.
PON XIX 2016 lalu Deria kalah dari Aldila. Alasan lain yang diberikan adalah karena Prima dananya tidak berlebihan sehingga banyak yang dikurangi dan juga SEA Games 2017 tidak mempertandingkan event beregu. “ Jadi kami menyeleksi yang betul betul bisa menghasilkan medali. Tetapi kesempatan bagi Deria masih terbuka jika bisa menunjukkan prestasi.”
Ada alasan lain yang tidak bisa diterima adalah Deria tidak ikut latihan dengan tim saat dilatih oleh pelatih Suresh Menon, dan tidak permisi/bilang kalau tidak gabung latihan lagi.

Dikatakan juga kalau Oktober nanti akan dimasukkan nama Deria sehingga tim menjadi 5 anggota. Ketika ditanyakan kalau SEA Games sendiri itu jatuhnya bulan September 2017, sedangkan nama Deria baru dimasukkan bulan Oktober 2017, Sri Utaminngsih tidak memberikan jawabannya.

Sedangkan Wakil Sekjen PP Pelti, Goenawan Tedja ketika diminta konfirmasi masalah tim nasional SEA Games 2017, katakan kalau belum dipastikan karena akan dilihat performance tim inti dan tim potensial sampai dekat waktunya. Artinya tim nasional sekarang ada 2 tim yaitu tim inti dan tim potensial. Menurut informasi yang didapat , tim potensial itu nama Deriapun tidak tercantum sedangkan nominasinya diberikan atlet2 yang jauh ebih muda dari dirinya. Wakil Sekjen PP Pelti sendiri tidak berikan nama2 tim inti dan tim potensial yang dimaksud, ketika ditanyakan kembali.

Ketidak transparannya PP Pelti sangat merugikan atlet tenis sendiri, demikian menurut Deddy Prasetyo. Yang jadi pertanyaan sekarang adalah dimasukkannya nama Lavinia Tananta ( 29 tahun) yang baru menikah dan sudah aktip menjadi pelatih. “ Kalau besok dia hamil, apakah terus dipakai? Apakah bisa menjamin atlet Pelatnas sekarang menghasilkan medali sedangkan usia mereka jauh lebih tua” ujar Deddy Prasetyo.

Disinggung pula selama 3 tahun pelatnas yang ditangani pelatih Sri Utaminingsih bukannya menghasilkan prestasi bagi negara. Sebagai contoh tim Fed Cup Indonesia bisa kalah sama Singapore dan Malaysia. Sehingga timbullah pertanyaan apakah ini prestasinya.
Saat ini PP Pelti sudah tidak memperhatikan regenerasi atlet atletnya. “Siapa yang bertanggung jawab terhadap pembinaan tim nasional?” Ini akibat dari Kabid Pembinaan Prestasi bersama wakil kabid Binpres sudah tidak aktip lagi dikepengurusan PP Pelti 2012-2017 akibat salah urus tim nasional putra dan putri yang timbulkan masalah khususnya keuangan yang belum dipertanggung jawabkan.

SK PP Pelti tertangal 17 Oktober 2016 yang ditanda tangani oleh Ketua Umum PP Pelti WS Wirjawan tercantum nama Deria masih ada sedangkan nama tim potensial terdiri dari Vita Taher, Rifanty Dwi Kahfiani, Septiana Nur Zahoroh, Joletta Budiman, Fadona Titalyana Kusumawati, Fitriani Sabatini dan Fitriana Sabrina.

Combiphar Tennis Open 2016: Tunggal Indonesia pada Rontok


REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA - Selesai sudah perjalanan wakil tuan rumah di sektor tunggal turnamen internasional Combiphar Tennis Open 2016. Bertanding di lapangan tenis Hotel Sultan Jakarta, Rabu (30/11).

Anthony Susanto (18) harus mengakhiri langkah di babak awal kejuaraan kategori ITF Men’s Futures berhadiah total 30.000 dollar AS atau sekitar Rp 400 juta ini.

Anthony, pemuda kelahiran Semarang, 23 Mei 1997 takluk di tangan unggulan kedelapan asal Belgia, Julien Cagnina (594). Peraih tiga medali emas PON 2016 itu kalah straight set, 2-6 2-6.

“Saya sudah berusaha maksimal, namun lawan memang bermain lebih baik sepanjang pertandingan,” tutur Anthony, seusai laga.
“Saya tidak berkecil hati karena saya memang baru memulai karier tenis sedangkan lawan memiliki jam terbang turnamen jauh lebih banyak. Ini pelajaran berharga dan saya tetap optimistis bisa menambah poin peringkat dunia dari turnamen seri berikutnya, minggu depan,” lanjut petenis peringkat 1960 dunia ini.

Sementara itu Wisnu Adi Nugroho (22) juga gagal memanfaatkan peluang sebagai petenis lucky loser. Menggantikan posisi Maciej Smola yang mundur karena sakit, Wisnu tak mampu membendung wakil Tiongkok, Lingxi Zhao 2-6 4-6.

Wisnu pun kandas di nomor ganda berpasangan dengan petenis senior, Sunu Wahyu Trijati. Duet Merah Putih ini menyerah dari pasangan gado-gado Rio Noguchi (Jepang) dan Lingxi Zhao (China). Wisnu/Sunu kalah melalui pertarungan super tie break 6-2 0-6 (5-10).

“Bingung juga bisa kalah seperti ini. Padahal kami pegang kendali dan menang mudah di set pembuka,” tutur Wisnu yang baru pertama kali berpasangan dengan Sunu, seusai pertandingan.

“Titik baliknya ada di dua game awal set kedua. Kami selalu memimpin tapi tidak bisa mengambil game tersebut. Setelah itu, kami hilang fokus,” lanjutnya.

Dengan demikian, dari kubu tuan rumah hanya tersisa ganda bersaudara, Anthony dan David Agung Susanto. Pasangan kakak beradik itu akan menantang unggulan teratas, Yunseong Chung (Korea Selatan) dan Shintaro Imai (Jepang) di babak perempat final.

“Kami coba yang terbaik. Semoga bisa tetap menjaga peluang Indonesia di turnamen ini,” kata sang kakak, David Agung yang merupakan petenis Pelatnas SEA Games 2017 ini.(tribunnews.com)

Hasil Rabu (30/11)
Babak Pertama
Tunggal
1-Makoto Ochi (Jepang) v Chengze Lyu (China) 7-6(2) 6-3
Cing Yang Meng (Taipei) v Yunseong Chung (Korsel) 7-6(6) 6-4
Yecong He (China) v Jui Chen Hung (Taipei) 6-4 6-4
5-Sasi Kumar Mukund (India) v Renta Tokuda (Jepang) 6-4 6-2
4-Enzo Couacaud (Prancis) v Jeson Patrombon (Filipina) 6-4 6-2
Kelsey Stevenson (Kanada) v Roy Hobbs (Singapura) 6-1 6-1
Lingxi Zhao (China) v LL-Wisnu Adi Nugroho 6-2 6-4
7-Kento Takeuchi (Jepang) v Kazuma Kawachi (Jepang) 6-7(4) 6-1 6-4
Karol Drzewiecki (Polandia) v 3-Yusuke Takahashi (Jepang)
8-Julien Cagnina (Belgia) v Anthony Susanto 6-2 6-2
Shintaro Imai (Jepang) v Issei Okamura (Jepang) 5-5 ret
Thien Nguyen Hoang (Vietnam) v LL-Tan Li Wei (Taipei) 6-2 7-6(2)

Ganda
Rio Noguchi (Jepang)/Lingxi Zhao (China) v Wisnu Adi Nugroho/Sunu Wahyu Trijati 2-6 6-0 (10-5)
Rishab Agarwal/Sidarth Rawat (India) v LL-Cing Yang Meng/Tan Li Wei (Taipei)

Jadwal Kamis (1/12)
Tunggal Babak Kedua
1-Makoto Ochi (Jepang) v Cing Yang Meng (Taipei
Yecong He (China) v 5-Sasi Kumar Mukund (India)
4-Enzo Couacaud (Prancis) v Kelsey Stevenson (Kanada)
Lingxi Zhao (China) v Rishab Agarwal (India)
7-Kento Takeuchi (Jepang) v Kittiphong Wachiramanowong (Thailand)
Sidarth Rawat (India) v Karol Drzewiecki (Polandia) v 3-Yusuke Takahashi (Jepang)
8-Julien Cagnina (Belgia) v Chan Yeong Oh (Korsel)
Shintaro Imai (Jepang) v Thien Nguyen Hoang (Vietnam)

Ganda Perempat Final
1-Yunseong Chung (Korsel)/Shintaro Imai (Jepang) v Anthony Susanto/David Agung Susanto
4-Roy Hobbs (Singapura)/Kittiphong Wachiramanowong (Thailand) v Viktor Filipenko (Hungaria)/Kelsey Stevenson (Kanada)
Julien Cagnina (Belgia)/Enzo Coauacaud (Perancis) v Kazuma Kawachi/Masato Shiga (Jepang)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media