TERBIT 1 FEBRUARI 2012....AFR-REMAJATENIS BANDUNG 19-21 FEBR 2016 DI BANDUNG ......JUARA KEJURNAS AFR REMAJATENIS JAKARTA-50 ADALAH VALENTINO BAGAS KURNIADHIKA (KU 10 PA ASAL TANGERANG)..EMILIA MICHTA (KU 10 PI POLANDIA), CLAUDIO RENARDI LUMANAUW ( KU 12 PA JAKARTA), ARINA VARAKSINA ( KU 12 PI. RUSSIA), AZMI JNUARSYAH (KU 14 PA JAMBI), GITA MAHARSI KUSUMAWARDHANI (KU 14 PI DEPOK), RIFQY SUKMA RAMADHAN (KU 16 BOGOR), CICI ROSITA (KU 18 PI JAKARTA), M.IBNU ALGHIFAN (KU 18 PA PAYAKUMBUH)..... .......... ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0813 1031 1045................... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Shevita Aulana gagal dibabak pertama


REMAJA-TENIS.COM, HONGKONG. Awal tahun 2016 kesibukan petenis Indonesia langsung diturnamen internasional diluar negeri. Salah satu adalah Shevita Aulana bersama Novela Reza dipimpin pelatih Ardi Rivali dan juga petenis asal surabaya Steven Harianto Poedji teah mencoba nasibnya di kota Hongkong mengikuti ITF Junior Tournamen dengan kategori Grade 4.

Sedangkan petenis Samantha Nanere asal Bandung bersama Althaf dan Christian Alvin Edison juga dari Bandung mengikuti turnamen di Shen Zhen Tiongkok sejak tanggal 4-10 Januari dan tanggal 11-18 Januari 2016.

Tim nasional dipimpin oleh Wakil Sekjen PP Pelti M. Arsyad telah terbang kenegeri Ceko untuk ikuti traning camp. Turut serta petenis tim nasional putra dan putri.

Kepergian Wakil Sekjen PP Pelti membawa tim nasional ke Ceko dipertanyakan oleh Sekjen PP Pelti Umbu Sampathy disampaikan kepada Remaja-Tenis.com.

Diertandingan ITF Junior Tournament grad-4 di Hongkong , Shevita aulana menelan kekalahan dibabak pertama dari petenis tuan rumah Justine Sophie K Tung Leong 3-6 2-6. Sedangkan rekannya Novela Reza masih blum main dan akan melawan petenis asal Jepang Makoo chova.

Radwanska Juarai Shenzhen Terbuka


REMAJA-TENIS.COM, SHENZHEN — Petenis cantik asal Polandia, Agnieszka Radwanska berhasil memenangi laga final Shenzhen Terbuka, Sabtu (9/1/2015). Gelar juara di Shenzhen Terbuka kali ini adalah gelar pertama yang diraih oleh Radwanska.

Laman WTA melaporkan, Radwanska menjadi juara setelah menang atas petenis Amerika Serikat Alison Riske, (6-3, 6-2) di babak final. Radwaska lolos ke final setelah menggeser Maria Sharapova (Rusia).

Agnieszka Radwanska merayakan kesuksesannya naik ke peringkat empat besar dunia dan sekaligus gelar ke-18 dalam karir WTAnya.

Radwanska dipastikan menggantikan posisi petenis nomor empat dunia asal Rusia Maria Sharapova pada pengumuman peringkat Senin, setelah kemenangannya ini.

“Saya kira Alison bermain solid hari ini, dia sangat kuat bermain dari baseline, saya harus berjuang dari permainan baseline,” kata Radwanska seperti dikutip Reuters.

Petenis Polandia itu tidak pernah kecolongan satu set pun dalam perjalanannya merebut gelar dan kemenangannya Sabtu ini akan menambah kepercayaan dirinya menjelang Australia Terbuka di Melbourne pada 18 Januari.

Australia Kembali Rebut Piala Hopman setelah tunggu 17 tahun


REMAJA-TENIS.COM, PERTH. Setelah berhasil selaku penyelenggara , tim tuan rumah Australia Hijau berhasil setelah penantian selama 17 tahun keluar sebagai juara. Terakhir kalya Australia keluar sebagai juara pada tahun 1999. Ketika itu, duet Mark Philippoussis dan Jelena Dokic mengalahkan pasangan Swedia, Jonas Bjorkman dan Asa Carlsson di final.

Pada pertandingan final, Sabtu (9/1/2016), Australia Hijau yang diperkuat Nick Kyrgios dan Daria Gavrilova menundukkan Ukraina 2-0.

Mengandalkan Nick Kyrgios membuka jalan Australia dengan mengalahkan Alexandr Dolgopolov 6-3, 6-4. Kemenangan Australia ditentukan Gavrilova yang sukses mengalahkan petenis peringkat 19 dunia, Elina Svitolina 6-4, 7-6 (7-6).

PPLM Dinonaktifkan, Pembinaan Atlet Difokuskan Melalui PPAPD


REMAJA-TENIS.COM,MAKASSAR- Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berencana menghapuskan dana untuk Pusat Pendidikan dan Latihan Mahasiswa (PPLM) di tahun 2016 ini. Menanggapi hal tersebut Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulawesi Selatan dalam waktu dekat akan menonaktifkan PPLM.

Namun Dispora Sulsel menyediakan alternatif bagi para atlet lokal. Melalui keterangan Plt Kadispora, Dr Muhlis, bahwa saat ini Pemerintah Provinsi Sulsel melalui Dispora mengoptimalkan Pusat Pembinaan Atlet Prestasi Daerah (PPAPD) sebagai ganti PPLM.

“Terkait PPLM belum ada kepastian secara tertulis tapi kemungkinan besarnya tahun ini dananya distop oleh Kemenpora karena alasan dana terbatas, makanya kita akan optimalkan pembinaan melalui pembentukan PPAPD sebagai penganti PPLM”, ujar Dr Muhlis, Selasa (5/1/15).

Untuk penganggaran PPAPD sendiri Kadispora menjelaskan bahwa dananya sudah ada. Pendanaan ini telah masuk di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sejak tahun 2010 lalu. Saat ini dana tersebut berkisar pada angka 400 juta rupiah.
“Pemprov sudah sepakati pendanaan untuk PPAPD melalui APBD itu berkisar 400 juta tapi saya tidak tahu pasti rinciannya penganggarannya itu untuk gaji pelatih dan lain-lain”, kata Muhlis.

Adapun teknis pelaksanaan PPAPD yakni merekrut atlet berprestasi dari tiap kabupaten. Melalui Pusat Pembinaan dan Latihan Pelajar (PPLP) yang tersebar dibeberapa kabupaten. PPAPD sendiri menyediakan kuota sebanyak 25 atlet untuk menerima pembinaan. Dari berbagai cabang olahraga unggulan.(tribun-timur.com)

Pelti Jateng Akan Seleksi Tim Inti


REMAJA-TENIS.COM, SEMARANG.Persatuan Tenis seluruh Indonesia (Pelti) Jateng akan menyeleksi pemain tim inti untuk PON XIX 2016 Jabar. Seleksi rencanya akan dilaksanakan di Banyumas, akhir Februari mendatang. Sebanyak 10 petenis (lima putra dan lima putri) akan mengikuti seleksi tersebut. Nantinya, masing-masing akan dipilin empat petenis terbaik.

Adapun di bagian putra Rindosa Wijaya, Bagus Wirawan, Elsa Pambudi, Iswandaru, dan Andro Dewanto akan bersaing. Sementara pada putri adalah Arum Damarsari, Laksmi Nuraningsih, Idhun Safaati, Aulia Rosma, dan Alif Nafi’iah. Diharapkan, 10 petenis yang dipanggil tersebut mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk seleksi nanti.

”Kami ingin mendapatkan pemain yang terbaik bagi Jateng. PP Pelti memberi waktu hingga Maret nanti untuk entry by name. Usai seleksi nanti, petenis sudah tidak bisa diganti lagi. Kami berharap, petenis tampil all out,” tutur Ketua Umum Pelti Jateng Budi Wibowo, Senin (4/1).

Setelah mendapatkan nama-nama tim ini, lanjut dia, akan dilakukan koordinasi membuat program persiapan. Salah satu yang didorong adalah petenis mengikuti turnamen yang diakui Pelti (TDP). Bahkan jika memungkinkan terjun di turnamen level ITF.

Hal ini untuk mematangkan persiapan selain pemusatan latihan. Tim tenis PON XIX nanti, akan ditangani empat pelatih yakni Suharyadi, Enrico Satria, Purnomo, dan Tri Nuharsono.

”Kami akan berusaha keras mempertahankan tradisi emas PON. Persaingan di Jabar nanti lebih berat dari petenis tuan rumah, Jakarta, dan Riau. Persiapan harus dilakukan dengan baik dan terukur. Kami yakin, anak-anak punya kemampuan,” tandas Budi.

Kabid Litbang Pelti Jateng Tri Nuharsono mengatakan, akan segera memetakan kekuatan lawan di ajang multicabang empat tahunan tersebut. Pada saat rapat pengurus beberapa waktu lalu, secara khusus membahas persiapan awal. ”Kami berhatap, semua petenis yang diundang bisa mengikuti seleksi,” tuturnya.(suaramerdeka.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media