TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ..JUARA KEJURNAS REMAJATENIS JAKARTA-54 ADALAH RAINER SCHESTAK (KU 10 PA ASAL DKI), CYCLOVA ZULEYKA HUKMASABIYYA (KU 10 PI ASAL SERANG), M.NUR AL FACHRY (KU 12 PA ASAL CIANJUR),NURHADANAH S RINWAR (KU 12 PI ASAL MAKASSAR), CLAUDIO RENARDI LUMANAUW ((KU 14 PA ASAL DKI) , NAILAH SAFINA (KU 14 PI ASAL MAKASAR), AZMI JANUARSYAH (KU 16 PA ASAL JAMBI ),, ANA KAWENGIAN (KU 16 PI ASAL MANADO). ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0813 1031 1045..................... KEJURNAS AFR REMAJATENIS JAKARTA-55 TGL 15-17 JULI 2016 DILAPANGAN TENIS MARINIR CILANDAK JAKARTA SELATAN MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

David AgungSusanto lolos ke Kuarter Final di India Pro Circuit USD 10,000


REMAJA-TENIS.COM, CHANDIGARH INDIA. David Agunfg Susanto salah satu anggota tim nasional berhasil lolos ke babak kuarter final diajang turnamen internasional Pro Circuit (USD 10,000) Chandigarh India 25 April – 1 Mei 2016 . Sedangkan rekannya sendiri Aditya Hari Sasongko tertahan dibabak final kualifikasi.
David Agung Susanto dengan peringkat dunia ATP-1122 berhasil diterima langsung dibabak utama sedangkan Aditya Hari Sasongko dengan peringkat dunia 1426 hanya bisa masuk babak kualifikasi.

David Agung Susanto berhasil lolos dari hadangan petenis tuan rumah Rahabh Shrdo 61 62 kemudian dibabak kedua berhasil mengalahkan penumbang unggulan pertama , John Lamble asal USA dalam pertarungan 3 set 67 (7), 60 63

Pelatih yang mendampingi kedua petenis nasional tersebut , Andrian Raturandang mengatakan kalau David Agung bermain cukup bagus sehingga bisa kalahkan lawannya asal Amerika John Lamble yang memiliki peringkat dunai 1036. “Boneng (David ) bermain cukup bagus sampai 3 set dan berhasil tasi permainan lawannya. Semoga besok bisa lolos ke semifinal.” ujarnya dari India.

Akibat peringkat dunai kedua petenis sangat tidak mendukung untuk bisa ikuti pertandingan ganda karena yang dipilih hanya 16 pasangan saja.

Selanjutnya dikatakan Andrian kalau mereka akan ikuti selama 2 minggu di India dan pertandingan kedua di Jassowal India tanggal 2-8 Mei 2016 akan menyusul Christopher Rungkat yang memiliki peringkat dunia ATP-518 dan akan menduduki unggulan kedua, sedangkan David Agung Susanto diterima dibabak kualifikasi.(Foto David Agung Susanto/BOLA)

Pengda Pelti Sulteng akan lakukan Pembinaan Yunior


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Menyadari kekurangan selama ini, Pengda Pelti Sulawesi Tengah periode 2016-2021 dibawah Ketua Ir.Hasanuddin Atjo,MP, akan lebih fokus ke peningkatan pembinaan tenis yunior di Sulawesi Tengah. Hal ini dikemukakan oleh Ir. Jemmy Hosan selaku Ketua Harian Pengda Pelti Sulawesi Tengah yang akhir Maret dilantik oleh Ketua Umum PP Pelti Maman Wiryawan.

Seperti dianjurkan oleh Ketua Umum PP Pelti Maman Wiryawan setelah pelantikan Pengda Pelti Sulteng di Palu, adalah jikalau hanya ada 2 petenis yunior yang berprestasi sebaiknya konsentrasi kepada kedua petenis tersbut sehingga jadi petenis nasional.

“Kami akan konsentrasi pembinaan yunior dengan agenda tetap seperti kejurnas yunior sebanyak 4 kali dalam setahun.’ ujarnya kepada August Ferry Raturandang dalam acara makan siang di Grand Indonesia siang ini, Rabu (22/4). Disebutkan Pengda akan merangkul RemajaTenis agar bisa dilaksanakan di Palu yang telah memiliki 6 lapangan tenis dalam satu lokasi dikota Palu.

” Ini sebagai target kami ke PON 2020 Papua mendatang. Sudah harus dilaksanakan pembinaan yuniornya sejak sekarang. Kami rencanakan Kejurnas yunior direncanakan bulan September 2016.” katanya dengan semangat tinggi.

August Ferry Raturandang, telah menyatakan kesiapannya membantu pembinaan tenis yunior dikota Palu. Selain turnamen juga akan dilaksanakan coaching clinic ataupun penataran pelatih di Palu. Oleh Raturandang dikatakan jika RemajaTenis sudah pernah dilaksanakan dikota Palu ditahun 2010. ” Ini hasil kerjasama dengan Pengda Pelti Sulteng berkat dukungan Ir. Jemmy Hosan saat itu.” ujarnya. (Foto Ir.Jemmy Hosan/AFR Collection)

Tim WJT Indonesia ketiban sial akibat India kalah sama Australia


REMAJA-TENIS.COM, BANGKOK.
- Kiprah gemilang tim putra Indonesia diajang World Junior Tennis Team Competition (WJT) berlanjut di hari ketiga pelaksanaan kejuaraan WJT Zone Asia/Oceania Final Qualifying di Bangkok, Thailand.

Melawan tim terlemah, Malaysia, tim yang dikapteni oleh Ardi Rivali ini berhasil menang meyakinkan atas Malaysia 3-0.

Jerall Yasin, berhasil mengalahkan tunggal Malaysia Muhammad Nur Iman Mohd Noor Arifin dua set langsung 6-1,6-1 dalam pertandingan yang berjalan 1 jam 03 menit.

Keperkasaan Indonesia atas Malaysia berlanjut setelah Ari Fahresi mampu mengatasi tunggal Malaysia Imran Daniel Abd Hazli 7-6(3), 6-1 dan menambah keunggulan Indonesia menjadi 2-0. Indonesia memantapkan kemenangan atas Malaysia menjadi 3-0 setelah pada partai ganda, pasangan Indonesia Ari Fahresi/Rifqy Sukma Ramadhan mengalahkan pasangan ganda Malaysia Imran Daniel Abd Hazli/Chan So Keat 6-2,6-3 pada pertandingan yang berjalan selama 1 jam 14 menit.

Walaupun berhasil menang 3-0 atas Malaysia, Indonesia tidak berhasil maju ke babak 8 besar karena pada waktu yang bersamaan, tim Australia mengalahkan India 2-1. Philip Sekulic yang turun pada tunggal pertama mengalahkan tunggal India Aaryan Zaveri 6-3,6-1. India menyamakan skor menjadi 1-1 setelah Dev Javia berhasil mengatasi perlawan Alex Bulte 4-6,7-5,6-1 dalam pertandingan yang berjalan sepanjang 2 jam 12 menit. Namun Australia akhirnya berhasil unggul 2-1 berkat kemenangan di partai ganda. Pasangan Alex Bulte/Philip Sekulic berhasil mengatasi perlawanan pasangan India Dev Javia/Sandeep Mohandoos 7-5,6-2.

Kemenangan Australia ini memastikan posisi mereka sebagai runner up pool D karena menang perhitungan head to head atas Indonesia dan berhak maju ke babak 8 besar. Sementara Indonesia harus puas untuk melanjutkan kejuaraan dengan bermain pada babak play off memperebutkan posisi 5-8 menghadapi Hong Kong. Babak 8 besar dan play off akan dimulai pada hari Kamis 21 April 2016.

Ketua Bidang Pembinan Yunior PP Pelti, Aga Soemarno katakan tim Indonesia sudah berlaga dengan baik, hanya nasib saja akibat main mata antara Australia dan India sehingga Indonesia hanya kebagain peringkat 3. ” Mereka sudah bermain bagus sekali.” ujarnya

Pelti Harusnya Bikin Turnamen Nasional sebanyak mungkin

. REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA.. Tenggang waktu 3 tahun sejak dipilih jadi Ketua Umum PP Pelti di Munas Pelti 2012 dikota Manado, prestasi tenis Indonesia makin merosot. Terlihat diajng Davis Cup Indonesia dikalahkan oleh Vietnam di Solo. Kemudian diikuti pula tim Fed Cup Indonesia bisa kalah dari Singapore dan Malaysia sehingga merosot ke peringkat 5.
Berbagai kecaman muncul dimedia massa datang dari masyarakat tenis baik itu mantan petenis nasional seperti Yustedjo Tark, Yayuk Basuki, Angelique Widjaja dan bahkan terakhir datang dari petenis nomor 1 Indonesia saat ini Christopher Rungkat.

Sadar atau tidak disadari kalau turnamen itu salah satu kebutuhan atlet jika ingin berprestasi dikancah nasional maupun internasional. Saat ini harus diakui kalau turnamen nasional yunior cukup banyak kecuali turnamen internasional yunior belum ada perubahan.

Ketidak mampuan Maman Wiryawan beserta jajarannya mencari dana untuk memenuhi salah satu kewajibannya yaitu turnamen turnamen baik nasional maupun internasional sebagai penyebab utama. Jauh berbeda saat Munas Pelti 2012 dalam kampanyenya didepan Pengda Pengda, Maman begitu bisa meyakinkan pesrta Munas.

Awal bencana, diawal tahun 2013, begitu menggebu gebu tanpa disadari karena tanpa melalui mekanisme organisasi yang benar, telah didaftarkan ke ITF sekitar 20 turnamen internasional Men’s Futtures dan Women’s Circuit. Tetapi apa daya baru sadar kalau dana yang dibutuhkan cukup besar sedangkan bantuan ITF (Grandslam development fund) juga ada, maka menjelang hari H dengan enteng langsung membatalkannya tanpa memikirkan denda yang yang diberikan oleh ITF. Dan ini sudah terjadi.

Menanggapi hal ini, selaku pengamat tenis, August Ferry Raturandang kemukakan kalau Pelti cukup galakkan turnamen nasional senior dengan prize money tidak terlalu besar. ” Ingat tahun 2012 sebagai antisipasi pembatasan usia PON 2012, Pelti selenggarakan sirkit nasional dengan prize moneny Rp 60 juta di 10 kota. Kok setelah itu tidak ada.” ujarnya. Dikatakan pula pelaksanannya tidak hanya dipusatkan di Jawa tetapi juga kedaerah seperti Singaraja Bali dan Pekanbaru. “Kenapa hal ini tidak dilakukannya. Ini beaya pebih rendah dibandingkan Men’s Futures minimal keluar prize moeny USD 30,000.” katanya pula.

Komunikasi PP Pelti dengan Pengda apalagi dengan Pengcab Pelti sendiri terputus, sehingga beberapa Pengda maupun Pengcab yang potensial sudah mulai tidak peduli lagi akibat ulahnya datang dari PP Pelti sendiri.

” Tidak perlu PP Pelti yang selenggarakan, bisa diajak kerjasama dengan Pengda ataupun Pengca yang tidak memberatkan mereka. Bisa juga kerjasama dengan pihak ketiga lainnya.” ujarnya yang mau membuka pintu hati nurani Pengurus Pusat Pelti. ” Yang penting win win solution. Tapi jangan lupa tenis diluar Jawa perlu perhatian juga. ” ungkapnya.

Dikatakan pula saat ini berkomunikasi dengan PP Pelti seperti berhubugan dengan Penguasa bukan sebagai pelayan masyarakat tenis Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh petinggi Pengda Pelti.(Foto Tami Grende)

Tim World Junior Tennis Competition Indonesia Berlaga di Bangkok

REMAJA-TENIS.COM, BANGKOK. Kejuaraan World Junior Tennis Team Competition (WJT) Final Qualifying Boys di Bangkok, 18 – 23 April 2016, tim Indonesia berada pada pool D bersama dengan Australia, India, dan Malaysia.

Hari pertama kejuaraan, tim junior putra Indonesia kalah dari India dengan skor 3-0. Ari Fahresi yang turun sebagai tunggal pertama kalah dari Aaryan Zaveri 3-6,0-6. Rifqy Sukma Ramadhan yang turun pada tunggal kedua juga kalah dari Dev Javia 2-6,2-6. India memantapkan kemenangan setelah pada partai ganda, pasangan Indonesia Ari Fahresi/Jerall Yasin dikalahkan pasangan India Dev Javia/Sandeep Mohandoos 0-6,1-6.

Hasil hari kedua, dimana Indonesia mampu mengatasi unggulan keempat Australia dengan skor 2-1. Ari Fahresi yang kembali turun sebagai tunggal pertama berhasil mengalahkan Philip Sekulic 6-3,6-2. Australia sempat menyamakan kedudukan 1-1 setelah pada tunggal kedua, Rifqy Sukma Ramadhan yang turun sebagai single kedua berhasil dikalahkan oleh single Australia Alex Bulte 2-6,7-5,0-6. Indonesia memastikan kemenangan atas Australia setelah pasangan Ari Fahresi/Rifqy Sukma Ramandhan berhasil mengalahkan pasangan Australia Vicenzo Aguiard/Alex Bulte 6-3,6-1.

Dengan hasil ini, Indonesia sementara menempati peringkat kedua dibawah India. Pada hari ketiga kejuaraan, Indonesia akan menghadapi Malaysia, sementara India dan Australia akan saling berhadapan.(Foto Rifqy Sukma )


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media