TERBIT 1 FEBRUARI 2012..JUARA REMAJATENIS JAKARTA-7 ...ADALAH KU 8 EMILIA MICHTA (POLANDIA)...10 PA SULISTYO WIBOWO (JAKARTA), KU 10 PI RATNA APRILIA IRAWAN (KOTABUMI), 12 PA VITTO ALEXANDER (JAKARTA),, KU 12 PI MELANIE OKA SABINA (JAMBI), KU 14 PA KAREEM ABDUL HAKIM (DKI), KU 14 PI INDAH SEPTIA PUTRI (LAMPUNG), KU 16 PA IFAN KURNIA PUTRA (PALEMBANG), KU 18 PA ERWAN CAHYA PRATAMA (BOGOR) , KU 16 PI MAULIDIA DWI AUGURI (BOGOR) ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0813 1031 1045............. TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS SUMSEL-XII TGL 9-11 JANUARI 2015 DI PALEMBANG MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900943...........

Tebar Uang, Ironi di Balik PON Remaja


REMAJA-TENIS.Com PON Remaja I-2014 di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, bermuatan positif dari sisi ragam event pengasah potensi atlet usia dini di Tanah Air. Mirisnya, atlet belia itu malah dipacu bonus uang.

Sejak digagas, PON Remaja I-2014 cuatkan kontroversi. Suka atau tidak, ajang ini diluncurkan agar gerak pembinaan atlet di Indonesia sinkron dengan jenjang 4 tahunan di tingkat internasional macam Youth Olympic Games (YOG) mulai 2010 dan Asian Youth Games (AYG) sejak 2009.

AYG terkini dipentaskan di Nanjing pada 2013. Di Nanjing pula YOG II digelar Agustus 2014. Di 2 ajang itu, atlet yang berhak tampil dibatasi agar aroma kompetitif terjaga. I Gde Sudartawa, perenang utama Indonesia, pun tak bisa ikut YOG I-2010 di Singapura lantaran masih kelewat muda.

Bila menjadikan AYG dan YOG sebagai target, idealnya PON Remaja dihelat sebelumnya, yaitu pada 2012 atau malah 2016. Salah pilih waktu, pelaksanaan PON Remaja sempat maju mundur. Pelaksaanaan berubah-ubah sejak Oktober, November hingga akhirnya ditetapkan Desember 2014.

Lantaran target penyelenggaraan PON Remaja I-2014 jadi tidak jelas, batasan usia atlet pun ikut kabur hingga beberapa bulan jelang pelaksanaan. Baru belakangan diputuskan atlet peserta PON Remaja I-2014 kelahiran 1998-2002. Padahal, atlet kelahiran 1998 dipastikan tak bisa tampil di AYG 2017 dan YOG 2018.

PON Remaja I-2014 akhirnya justru jadi semacam PON mini. Sejak proses reformasi 1998, PON yang kali pertama dihelat pada 1948 tak lagi jadi tolok ukur utama prestasi. PON sudah mengarah ke ajang pertaruhan prestise antarprovinsi. Bagi para atlet, situasi itu menguntungkan karena berkait besaran bonus.

Sayangnya, PON Remaja I-2014 kemudian diperlakukan tak ubahnya PON yang sudha terkontaminasi persaingan prestise antarprovinsi. Pemprov saling berlomba tebar imbalan berupa bonus uang seperti yang belakangan digunakan sebagai pemacu prestasi atlet PON. Tengok KONI Jambi. Mereka janjikan bonus Rp 50 juta buat atlet peraih medali emas di PON Remaja I-2014.

Ketika PON Remaja digagas, berlangsung 2 multievent internasional bertajuk Asian Schools Games (ASG) VI dan Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) Asean XVII. Dua event itu diikuti para atlet dari 2 generasi berbeda. Anehnya, sebagian atlet yang usung kontingen Indonesia ke ASG VI juga terjun di PON Remaja I-2014. Kalau toh ada yang tidak ikut PON Remaja I-2014, mereka terbentur batasan usia yang dibuat masing-masing cabor. Bukan mengacu pada aturan IOC yang jadi dasar pelaksanaan AYG dan YOG.

Atlet yang berlaga di ASG berada di bawah aturan ASEAN School Sport Council (ASSC). Mereka dilarang terima bonus uang karena usia di bawah 18 dan berstatus amatir. Regulasi serupa berlaku di NCAA, kompetisi antaruniversitas di AS.

Di negeri ini, situasi jadi lebih rumit karena atlet yang tampil di PON Remaja I-2014 berusia di bawah mereka yang berlaga di ASG. Bahkan, dengan batasan minimal kelahiran 2002, si atlet berarti masih berusia 12. Dibenarkankah atlet belia dijejali bonus uang dalam lingkup pembinaan jangka panjang?
Sebelum telanjur parah, sebaiknya PON Remaja segera diselamatkan agar tak larut seperti PON yang tak lagi jadi rujukan jenjang prestasi menuju SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Jangan biarkan atlet belia yang diasah lewat PON Remaja dilecut cetak prestasi dengan iming-iming bonus uang.

Tentu, lebih positif dan bijak jika para atlet berprestasi di PON Remaja diapresiasi dengan medali plus bonus berupa beasiswa. Itu bekal vital buat masa depan si atlet. KONI di era 1970-an saja lakukan itu, kenapa belakangan malah kian melenceng?

Atlet di Indonesia butuh keseimbangan antara perjuangan bukukan prestasi dan kecap pendidikan yang layak sebagai bekal di masa mereka tak lagi mampu berprestasi di medan laga. Mereka butuh lengkapi talenta yang mengalir dalam tubuh dengan kadar intelektualitas yang mumpuni.

Coba bayangkan jika atlet berusia di bawah 12 digerojoki bonus uang Rp 50 juta. Apa yang kemudian terpatri di benak si atlet belia itu? Pastilah mereka bakal terbiasa ukur segala sesuatu dengan uang. Itu jelas rapuh dan tak mendidik.

Jadi, seyogyanya PON Remaja dikembalikan ke jalurnya. Jalur yang diberlakukan dengan tegas di AYG, YOG maupun ASSC. Jalur atlet berusia 12-16 adalah usia pelajar. Usia pembentukan karakter. Jauhkanlah negeri ini dari bertumbuhnya generasi mata duitan! (Kolom Tyas Tyas Soemarto / sportiplus.com)

PON Remaja 2014 : Gedung Negara Grahadi Disiapkan Jadi Tempat Welcome Party Peserta PON Remaja


REMAJA-TENIS.Com,SURABAYA – Sebelum Upacara Pembukaan PON (Pekan Olahraga Nasional) Remaja I/2014 digelar 9 Desember, seluruh kontingen se-Indonesia bakal mengikuti prosesi Welcome Party (ramah tamah kontingen) di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (8/12) pukul 19.00 WIB.

Wakil Sekretaris Umum Panitia, Dudi Harjantoro mengatakan bahwa acara welcome party tersebut mirip seperti ramah tamah dan akan dihadiri oleh seluruh kontingen yang tampil di PON Remaja 2014.

“Welcome party ini bentuknya seperti ramah tamah. Semua kontingen akan diundang di Grahadi dan rencananya akan disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur, H Soekarwo,” ungkap Dudi Harjantoro seperti dilansir dari situs resmi PON Remaja 2014, Minggu (7/12).

Seperti diketahui, dalam pagelaran akbar PON Remaja I/2014, dari 34 provinsi yang ikut bertanding terdapat terdapat total 2.575 atlet dan official.
Seluruhnya berlomba pada 15 cabang olahraga, yakni Anggar, Atletik, Bola Basket, Voli Pantai, Badminton, Judo, Loncat Indah, Menembak, Panahan, Pencak Silat, Renang, Senam, Sepakbola, Tenis Lapangan, dan tenis Meja.

Setelah welcome party, esoknya Selasa (9/12) baru akan digelar upacara pembukaan PON Remaja I/2014 di DBL Arena Suarabaya. Seremoni pembukaan hampir dipastikan bakal dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi dan juga dimeriahkan oleh artis dari Jakarta.(tribunnews.com)

Jokowi Tinjau Venue AUG


REMAJA-TENIS.Com,PALEMBANG - Presiden Jokowi meninjau kawasan Jakabaring Sport Center, Minggu (7/12) pagi. Hal itu sebagai pengecekan persiapan ASEAN University Games (AUG) yang akan berlangsung 10-21 Desember mendatang. Kedatangan Presiden Jokowi tersebut ini sekaligus mengecek kesiapan tuan rumah Sumsel menjadi salah satu provinsi penyelenggara Asian Games pada 2018 mendatang.

Tinjauan Jokowi pertama yakni di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, dilanjutkan dengan beberapa venue, seperti akuatik, atletik yang di dalamnya ada latihan senam, tenis, menembak, dan venue lainnya. “Bapak Jokowi ingin liat kesiapan venue kita. Nanti akan ke Wisma Atlet, jadi di wisma kan menjadi tempat tinggal atlet,” ujar Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.

Dalam paparannya, Alex menuturkan Palembang memiliki berbagai kelebihan dan kesiapan dalam menyambut agenda-agenda internasional itu. “Kolam renang dan lapangan tembak di Jakabaring ini sudah diakui terbaik se Asia. Jadi Bapak (Jokowi) ingin melihat hal tersebut,” ungkapnya.(sumex)

Sulut Kirim 2 atlet Remaja Ke PON Remaja-1 2014


REMAJA-TENIS.Com, MANADO. Pengda Pelti Sulawesi Utara mengirimkan dua petenis pada kejuaraan PON Remaja – 1 th 2014, di Surabaya Jawa Timur yang berlangsung mulai 9-15 Desember 2014 . Dua petenis itu, yakni Ana Kawengian dan Patrick Mahune.
Demikian menurut Sekretaris Pengda Pelti Sulawesi Utara DR. Marnex Berhimpong kepada Remaja-Tenis.com.

Keduanya terpilih setelah menjalani serangkaian pengamatan prestasi keduanya yang dilakukan Pelti Sulawesi Utara. Mereka dianggap yang terbaik diantaran beberapa petenis muda lainnya.

Mereka pun diharapkan dapat tampil maksimal. Bisa merebut medali bagi tim Sulut nantinya. Namun begitu, tidak menargetkan hasil apapun kedua atlitnya itu. Ini lantaran ketatnya persangan diajang PON Remaja nantinya.

Sulawesi Tengah Kirim 2 atlet Remaja ikut PON Remaja-1 th 2014

REMAJA-TENIS.Com, PALU. Pengda Pelti Sulawesi Tengah mengirimkan 2 petenis mudanya untuk ikuti berlaga di Pekan Olahraga Nasional Remaja-1 tahun 2014 di Surabaya. Demikian menurut Irfan Mukti sekretaris Pengda Pelti Sulawesi Tengah.

Kedua petenis muda tersebut adalah James Rio Sasuwuk dan Firdha Reski dan didampingi oleh pelatih Januar Radjab yang berasal dari kota Palu.
Walaupun miskin pengalaman bertanding di event nasional, kedua petenis muda ini akan bertanding bersama rekan rekan lainnya di Sulawesi.

Sudah lama Provinsi Sulawesi Tengah tidak ada wakilnya di kancah multi event Pekan Olahraga Nasional, sehingga dengan munculnya PON Remaja-1 kesempatan tampil diharapkan bisa memberikan warna tersendiri bagi pertenisan nasiona umumnya dan provisni Sulteng khususnya.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media