TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . ..REMAJATENIS JAKARTA-76 TGL 21-23 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS MARINIR CILANDAK JAKARTA SELATAN .,,,,..REMAJATENIS BANTUL -VIII TGL 27-29 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS SULTAN AGUNG, BANTUL D.I.Y ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Nasib Batas Usia PON 2016 ditentukan akhir Mei 2014

REMAJA-TENIS.Com, JAKARTA. Perubahan aturan yang dianggap mendadak akan berakibat kerugian besar dialami oleh Daerah. Memang awalnya dicetuskan idea perubahan aturan Pekan Olahraga Nasional (PON) yang disesuaikan oleh hasil Rakernas KONI Pusat yaitu ketentuan batasan usia peserta PON, dan sudah diperkuat oleh hasil Rakernas Pelti dengan membatasi usia peserta menjadi 21 tahun. Dan aturan itu mulai diterapkan di PON XVIII 2012 di Riau. Perubahan itu menjadi keputusan final setelah alami rapat yang cukup alot karena ada yang menghendaki termasuk Ketua Umum PP Pelti saat itu agar usia dibatasi menjadi 23 tahun tetapi peserta rapat lebih banyak menghendaki 21 tahun.

Diawal tahun 2014, dalam Rakernas KONI Pusat telah diputuskan untuk diadakan PON Remaja diakhir tahun 2014 di Surabaya, dan masalah PON 2016 akan dikembalikan kepada induk organisasi olahraga masing masing.
Setelah itu setelah Davis Cup di Jakarta keluar wacana dari PP Pelti akan diubah aturan PON XIX th 2016 di Jawa Barat untuk bebas usia. Mekanisme melalui Rapat Kerja Nasional dan khusus membahas masalah PON bebas usia maka dilakukan Rakernasus (Rapat Kerja Nasional Khusus) yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi. Disebut Rapat Kerja Nasional Khusus karena mau membahas materi PON Remaja, PON bebas Usia, PON 2016 dll.
Sepengetahuan saya tidak semudah itu dilakukan tanpa melihat kepentingan Daerah. Karena ditahun 2014 beberapa daerah akan selenggarakan Pekan Olahraga Daerah atau Pekan Olahraga Provinsi. Ketentuan PORDA/PORPROV ini mengacu aturan PON sehingga banyak Daerah sudah memberlakukan aturan batasan usia 21 tahun. Bahkan tuan rumah PON 2016, Jawa Barat juga akan lakukan PORDA/PORPROV diakhir tahun 2014.
Sebagai persiapan PORDA beberapa kabupaten telah lakukan rekrutmen petenis usia muda dengan mentransfer atlet dari lain daerah. Begitu juga Daerah yang tidak lakukan PORDA, sudah lakukan pembelian atlet dari daerah lain yang nilainya ratusan juta setiap pemain. Bayangkan dana transfer tersebut adalah uang APBD, sehingga akan membuat semua jadi rancu dalam pertanggung jawabannya. Termasuk tuan rumah PON . Disamping itu pula untuk kucurkan dana dari KONI setiap Pengda teah kirimkan nama nama petenis yang dipersiapkan untuk PON 2016 . Jadi sudah terkucur dana tersebut.
Bahkan ada Daerah yang sampai mengancam akan berlakukan PON Remaja tanpa cabor TENIS jika PON 2016 dirubah ketentuan bebas usia. Nah, ini ancaman serius dilakukan tuan rumah yang punya hak atas keberadaan cabor tersebut Ini sangat serius dilakukan induk organisasi sebelum memutuskan wacana tesebut. Karena kepentingan nasional lebih besar dari pada kepentingan induk organisasi sendir.
Tetapi saya yakin sekali banyak Daerah yang tidak peduli masalah perubahan ini, karena memang peluang ikut PON juga sangat tipis dan bahkan belum pernah menikmati PON selama ini. Dan Daerah seperti ini akan hadir dalam Rakernassus tersebut sehingga bisa menentukan juga nasib dalam voting tersebut. Ini masalahnya. Silahkan berpikir sehat sebelum memutuskan yang berakibat pembinaan oleh Daerah selama ini akan berantakan.(dituis oleh August Ferry Raturandang)

Comments are closed.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media