TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ... ...SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1438 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN. KEJURNAS AFR REMAJATENIS SUMSEL -XVI TGL 14-16 JULI 2017 DI PALEMBANG....,,,.KEJURNAS AFR REMAJA TENIS SULSEL-XI TGL 14-16 JULI 2017 DI MAKASSAR,,..., AFR REMAJATENIS KALTENG TGL 21-23 JULI 2017 DI PALANGKA RAYA ......JAKARTA-64 TGL 4-6 AGUTUS 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA... REMAJA TENIS CIREBON 1-3 SEPT 2017 DI CIREBON . ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA... IKUTILAH WWW.REMAJATENIS.BLOGSPOT,COM ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Maria Sharapova Tampil di Porsche Grand Prix Langsung Diprotes Petenis Italia dan Polandia


REMAJA-TENIS.COM,STUTTGART – Petenis asal Italia, Roberta Vinci, mempertanyakan pemberian wildcard kepada petenis asal Rusia, Maria Sharapova.

Vinci merupakan lawan pertama Sharapova di babak pertama Porsche Grand Prix di Stuttgart, Rabu (26/4/2017).

“Saya tidak setuju dengan wildcard di turnamen ini,” ujar Vinci, elasa (25/4/2017).

Sharapova mendapat larangan bermain selama dua tahun namun dikurangi oleh pengadilan Arbitrase Olahraga menjadi 26 Januari 2016.

Petenis berusia 30 tahun itu dinyatakan positif menggunakan meldonium di Australia Open.

Pengadilan kemudian mengurangi hukuman Sharapova menjadi 15 bulan saja.

“Sharapova telah terbukti bersalah di pengadilan namun sepertinya dia membayar untuk bisa kembali bermain tanpa wildcard apa pun,” ujar petenis berusia 36 tahun itu.

Protes berikutnya datang dari petenis asal Polandia, Agnieszka Radwanska yang dijadwalkan akan bertemu di babak kedua.
Sedangkan mantan petenis nomor satu dunia, Caroline Wozniacki asal Denmark memberi judul kembalinya Sharapova dengan “Tidak Sopan”.

Maria Sharapova, dijadwalkan bertanding melawan petenis asal Italia, Roberta Vinci, pada turnamen tenis di Stuttgart, Jerman.
Sharapova mengaku siap beraksi kembali dan mengejar trofi juara di turnamen Stuttgart Terbuka 2017.

Sharapova merupakan satu dari sekian banyak petenis putri kelas dunia, yang mampu menorehkan catatan laga paling sukses pada turnamen ini.

Petenis yang akrab disapa Masha itu, tercatat telah menjuarai Stuttgart Terbuka sebanyak tiga kali, yaitu pada 2012, 2013, dan 2014.

“Saya sudah merasakan sesuatu yang baru dan bakal saya jalani semaksimal mungkin. saya sudah mendapatkan lawan, saya sudah berlatih bersama tim, saya sudah siap untuk mendapatkan gelar juara,” kata Sharapova, seperti dilansir ESPN.

Dalam wawancara dengan juru warta situs berita BBC Sport, petenis berparas ayu yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke-30 itu, mengaku telah mendapatkan jadwal laga.

Dalam jadwal itu, jika mampu lolos babak pertama, Sharapova berpeluang bertemu dengan salah satu penentangnya asal Polandia, Agnieszka Radwanska, pada babak kedua.

Sharapova, yang akan menuntaskan hukuman 15 bulan pada 26 April mendatang, menerima wild card dari pihak penyelenggara turnamen Stuttgart Terbuka 2017.

Melalui fasilitas ini, Sharapova berhak mengikuti turnamen level premier tersebut.
Namun, tidak sedikit petenis yang menentang keputusan itu. Radwanska adalah salah satu petenis yang melontarkan
kritik

Petenis ini menyuarakan kritikannya terhadap Sharapova dalam sebuah sesi wawancara bersama India Times, akhir pekan lalu.
Petenis yang menduduki peringkat kedelapan dunia itu, menilai Sharapova bukanlah sosok petenis yang layak menerima wild card mengingat jenis hukuman yang diterimanya.

“Fasilitas wild card seperti ini seharusnya diberikan kepada petenis yang peringkatnya turun drastis karena cedera, sakit, atau hal-hal lain, bukan kepada mereka yang dihukum karena doping. Maria seharusnya memperbaiki peringkat dunianya melalui jalan lain,
mungkin dimulai dengan turnamen yang lebih kecil,” kata Radwanska.

Menanggapi kritikan dan peluangnya di turnamen kali ini, Sharapova merasa tidak perlu menggubris apa yang terjadi di luar.

Ia menegaskan bahwa selama ini telah melakukan banyak hal untuk membela apa yang menjadi haknya sebagai petenis profesional.

Soal memang atau kalah dalam turnamen, Sharapova tak ingin menjadikannya bebas. Karena, selama ini setiap pertandingan selalu dihadapinya dengan wajar dan santai.

“Tidak akan ada yang tahu saya menang atau kalah. Tetapi, saya memang ingin menang dan mengulang prestasi baik yang pernah saya buat di sana dahulu. Soal siap yang tidak suka atau mengkritik, itu bukan masalah. Saya akan tetap jalan, karena semua sudah sesuai aturan,” kata pemilik bisnis permen bermerek Sugarpova ini.(tribunnews.com)

Comments are closed.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media