TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ... ...SELAMAT TAHUN BARU 1 JANUARI 2018...... .....REMAJATENIS BANTUL TGL 9-11 FEBRUARI 208 DI BANTUL, D.I.Y,................REMAJATENIS JAKARTA-69 TGL 16-18 FEBRUARI 2018 2018...........REMAJATENIS SULSEL TGL 23-25 FEBRUARI 2018........ ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

KILAS BALIK TENIS INDONESIA (2) Plus Minus Bidang Pembinaan Yunior


REMAJA-TENIS.COM, Jikalau bidang pembinaan prestas atau dikenal dengan BINPRES mendapatkan raport merah bagaimana dengan bidang pembinaan yunior ? Ternyata ada hasil positip didapat bidang pembinaan yunior. Salah satu hasil terbesar yang dicapai dalam 3 tahun terakhir ini yaitu prestasi Anak Bangsa diajang Internasional dengan keluarnya juara Wimbledon Yunior yang telah dicapai sebagai prestasi tertinggi atlet yunior asal Bali, Tami Grende. Setelah prestasi Angelique Widjaja maka Tami Grende berhasil keluar sebagai juara ganda putri Wimbledon Yunior.

Prestasi atlet yunior juga tidak memalukan karena sampai akhir tahun 2015, telah ada 28 petenis yunior putri dan 20 putra berhasil memiliki peringkat dunia yunior. Tertinggi peringkatnya adalah Deria Nur Halisa kelahiran 8 Juni 1997 diperingkat 78 begitu pula Christian Alvin Edison kelahiran 8 Juni 1997 mencapai peringkat 378

Kalau dilihat kekurangan selama 3 tahun ini yang didapat bidang pembinaan yunior adalah belum berhasil lolos kebabak final tim kelompok umur 14 tahun di World Junior Tennis (WJT) dan kelompok 16 tahun di Junior Davis Cup (putra) dan Junior Fed Cup (putri). Indonesia pernah lolos ke final walaupun belum pernah keluar sebagai juaranya.

Pencapaian Tami Grende di Grand Slam Wimbledon ibarat bumerang bagi dirinya, karena Pelti tidak mendukung keberadaan Tami sebagai juara diwujudkan dalam bentuk tidak memenuhi undangan untuk Tami Grende dari ITF untuk mengikuti ITF Development Tour ke Amerika menjelang US Open Junior . Undangan ITF dialamatkan ke PP Pelti dan tidak ada respons untuk mengeluarkan surat dukungan atas undangan tersebut.
Kekecewaan atas ulah Pelti akhirnya Tami memutuskan kembali ke sekolah dengan sekolah di Amerika Serikat.Ini aset tenis hilang begitu saja.

Ketua Umum PP Pelti diawal kepemimpinannya berkoar kalau ingin menghasilkan atlet sebanyak mungkin diajang Grand Slam. Begitu berhasil satu ternyata tidak didukung olehnya sendiri. Apakah ini hanya lips service saja untuk mencari simpati ?

Tampak jelas program Pelti dibidang pembinaan yunior melalui bidang pertandingan dengan menggelar sebanyak mungkin turnamen yunior. Pembinaan atlet melalui turnamensalah satu fokusnya. Melupakan pengenalan tenis kepada orang awam lebih penting lagi sebagai sumber pemasok atlet diturnamen turnamen.

Pokok Pokok Program Kerja Pelti 2012-2017 telah dicanangkan melalui Musyawarah Nasional Pelti 2012 lalu dan baru dikeluarkan setelah direvisi sesuai kehendak Munas Pelti 2012 pada akhir tahun 2015 ini. Akibatnya yang terabaikan adalah salah satu program penting yaitu Grass-Root Development programme. Melanggar amanat Munas merupakan kesalahan besar dilakukan PP Pelti saat ini

Dalam Pokok Pokok Program Kerja Pelti sebenarnya mengacu kepada program International Tennis Federation (ITF) yaitu pengenalan tenis kepada masyarakat awam seperti program Mini Tenis ataupun Play and Stay yang sebenarnya sudah berjalan diperiode Pelti sebelumnya. Dan kali ini program tersebut diabaikan.(Penuis August Ferry Raturandang, pengamat tenis)

Comments are closed.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media