TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... .....BANK MAYAPADA JUNIOR NATIONAL CHAMPS 2018 DI BANDUNG. 16-22 JULI 2018... REMAJATENIS & VETERAN BLORA 24-29 JULI DI BLORA....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Kilas Balik Tenis Indonesia ( 1 ) Pembinaan Prestasi Raport Merah


REMAJA-TENIS.COM,. Sudah genap 3 tahun Maman Wirjawan memegang pimpinan Persatuan Tenis seluruh Indonesia (PELTI) sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat berdasarkan amanat Musyawarah Nasional PELTI 2012 di Manado. Tepatnya 25 Nopember 2015 terpilih sebagai Ketua Umum PP Pelti.

Dari beberapa bidang yang dibentuk yaitu Bidang Pembinaan Prestasi, Bidang Pembinaan Yunior, Bidang Pertandingan dan Bidang Litbang selama 3 tahun ini ada beberapa catatan khusus yan perlu diketahui. Kesannya masih belum memuaskan dari keseluruhan bidang tersebut. Yang sangat menonjol hasil kerjanya adalah bidang Pertandingan dan Bidang Pembinaan Yunior dengan beberapa catatan untuk perbaikannya kedepan. Sedangkan bidang Pembinaan Prestasi dan Sekretariat mendapat catatan raport merah.

Bidang Pembinaan Prestasi selama ini bertanggung jawab masalah keberhasilan tim Davis Cup dan Fed Cup Indonesia. Selama 3 tahun ini belum bisa mengangkat prestasi kedua tim ke group lebih tinggi. Istilah jalaN ditempat masih berlaku dan kekuatirannya justru tim Davis Cup akan terdegradasi ditahun 2016, jikalau penanganannya masih seperti ini.

Yang hanya bejalan adalah peringkat dunia Christopher Rungkat yang berhasil menembus peringkat 500 setelah terpuruk ke peringkat seribuan. Sedangkan rekan lainnya seperti David Agung Susanto , Aditya Hari Sasongko dan Sunu Wahyu Trijati sebagai anggota tim Davis Cup masih berjalan ditempat. Upaya Christopher Rungkat berdasarkan kesadaran sendiri dan kemauan sendiri tanpa didukung sepenuhnya oleh Pelti berhasil mendapatkan sponsor sponsor untuk membeayai try out keluar negeri. Bahkan peran serta mantan Ketua Umum PP Pelti masih tetap konsisten berlaku bagi Christopher Rungkat.
Hanya ditahun 2015 didalam negeri ada Pro Circuit yang masih seadanya saja dan sempat vakum bahkan seret ditahun 2013 dan 2014 karena keterbatasan dana dimiliki PP Pelti. Nasib yang sama dialami petenis putri yang selama ini bertumpu kepada Lavinia Tananta yang progresnya tidak kelihatan secara nyata. Masih fokus kepada atlet atet yang sudah tidak bisa diharapkan bisa meningkatkan prestasi, sedangkan atlet2 muda kurang dimanfaatkan bahka seperti dicampakkan.

Dalam sejarah pertenisan Indonesia baru kali ini tim Indonesia tidak memetik satupun medali emas di SEA Games . Begitu pula target yang fantastik medali emas di Asian Games disektor ganda putra, ternoda dengan keinginan untuk jalan jalan saja ikuti Asian Games diluar negeri karena ternyata hanya satu petenis yang sibuk try out sedangkan rekannya sendiri sibuk melatih petenis yunior di kota asalnya. Hal ini sepertinya tidak diketahui oleh PP Pelti yang khususnya bidang pembinaan prestasi dalam tim Asian Games sebagai manajer dan pelatih tim (wakil ketua bidang). Apalagi kelihaian membohongi Satlak Prima untuk mendapatkan aliran dana sebagai persiapan Asian Games yang lalu.

Pemanfaatkan dana Pemerintah melalui Program Satlak Prima perlu dipertanyakan pelaksanaannya, ada tendensi penggunaannya diluar prosedur.

Beberapa poin penting yang menyebabkan bidang pembinaan prestasi mendapatkan raport merah. Seperti penunjukkan pelatih tim nasional yang kualitasnya sangat diragukan. Bahkan tidak layak sebagai pelatih nasional atau boleh dikatakan pelatih yang didongkrak menjadi pelatih nasional. Karena selama ini pelatih tersebut dikenal sebagai pelatih klub khusus melatih anak anak baru belajar tenis.(Foto Christopher Rungkat/penuis August Ferry Raturandang, pengamat tenis)
(berlanjut)

Comments are closed.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media