TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . ..REMAJATENIS JAKARTA-73 TGL 14-16 SEPTEMBER 2018 DI LAP TENIS MARINIR CILANDAK..........REMAJATENIS BANDUNG TGL 21-23 SEPT DI LAP TENIS CARINGIN BANDUNG.....ASIAN PARA GAMES 2018 ,MULAI 6-13 OKTPOBER 2018......... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Kecemasan Di Sisa Waktu Kepengurusan Pelti


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Tahun 2016 menjadi tahun kritis bagi Ketua Umum PP Pelti Maman Wiryawan sebagai nakhoda induk organisasi tenis Pelti yng sudah mulai karam atau tenggelam akibat kebocoran kebocoran kapal Pelti . Sejak dilantik Februari 2013 oleh Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman, berbagai peristiwa sebagai bom waktu kehancuran yang tidak disadari akibat terbuai dengan pernyataan pernyataan Kabid Binpresnya tanpa melalui program program yang jelas membuat kapal yang dipimpinnya mulai bocor kiri kanan sehingga bisa berakibat kapal akan tenggelam. Sebagai nakhoda kapal seharusnya sudah bisa menguasai permasalahannya tetapi kenyataannya berbeda. Sehingga ada kesan seolah olah masalah berbagai masalah sengaja dibiarkan untuk melihat siapa sebenarnya kawan dan lawannya didalam kapal tersebut. Tetapi seharusnya cukup 1 tahun jika teori tersebut yang berlaku.

Tahun 2016 posisi kapal Pelti sudah kritis akibat kekalahan tim Davis Cup Indonesia ditangan Vietnam didepan matanya sendiri kemudian diikuti lagi prestasi tim Fed Cup Indonesia kalah dari tim Singapura dan Malaysia membuat catatan sejarah negatip bagi PP Pelti. Jika kalah dari Sri Langka maka Indonesia akan degradasi ke grup 3 zone Asia Oceania Davis Cup.

Sakit rasanya diakui sendiri ketika melihat daya juang tim Davis Cup diluar dugaannya seperti itu, bahkan tidak masuk akal bisa terjadi bagi petenis nasional Indonesia.

Harus diakui kalau tindakan awal April 2016 sebagai bentuk penyelamatan kapal PP Pelti, Maman menggeser penanggung jawab tim nasional ketangannya sendiri dari tangan Kabid Binpres dan Wakilnya Donald Wailan Walalangi dan Roy Therik. Dialihkannya penanggung jawab tim nasional ketangan wakil sekjen 2 PP Pelti Goenawan Tedja dibantu pelatih putra Andrian Raturandang sangat ditunggu tunggu hasil karyanya dalam 2 bulan ini.

” Seharusnya PP Pelti punya program jangka pendek dan jangka panjang.” ujar pelatih Deddy Prasetyo dilapangan tenis Senayan. Diakuinya pula kalau ada sedikit terlambat baru mau susun sekarang. Tetapi untuk tahun 2017 sudah harus diprogramkan. Ujarnya kemudian.

Goenawan Tedja sendiri kelabakan juga untuk mengambil alih kewajiban Kabid Binpres PP Pelti apalagi disekretariat masih banyak hal yang harus dibenahi. Salah satu contoh surat Pengda Pelti DKI Jakarta yang diterima awal Februari 2016 sampai saat ini belum dijawab oleh PP Pelti.

August Ferry Raturandang selaku pengamat tenis mengatakan pembenahan administrasi juga harus mendapatkan perhatian. Sekjen PP Pelti dibantu oleh 2 wakil sekjen yang lebih banyak terjun kebidang diluar tanggung jawabnya. Sedangkan Johannes Susanto wakil Ketua Pengda Pelti DKI Jakarta mengatakan kalau job description di PP Pelti tidak jelas atau lebih tepat tidak dijalankan dengan benar. Akibatnya, banyak tumpang tindih.

Pengda Pelti yang seharusnya mengontrol PP Pelti, tetapi tidak diberi kesempatan akibat salah satu mekanisme kontrol ataupun eveluasi kerja PP Pelti adalah Rakernas Pelti sudah dilupakan. Amanat Munas 2012 maupun AD ART 2012-2017 yang telah direvisi mewajibkan PP Pelti lakukan setiap tahun Rakernas tersebut. Setelah Munas 2012, Rakernas baru dijalankan tahun 2013, kemudian tahun 2014 dilakukan Rakernasus atau Rapat Kerja Nasional khusus. Padahal dalam AD ART tidak ada istilah Rakernassus tersebut. Ini akibat terlalu emosioanal PP Pelti menanggapi edaran KONI Pusat yang “menghimbau” agar PON dilakukan bebas usia, dipicu kepentiagan pribadi sehingga mengabaikan amanat Munas maupun Rakernas sendiri.
Tahun 2015 Rakernas Pelti tidak ada karena keterbatasan dana dengan dalih bukan prioritas.

Tetapi dari hasil pertemuan informal dengan beberapa tokoh tenis di Jakarta, masih ada asa bagi PP Pelti menyelesaikan tugasnya sampai akhir 2017 dengan kepala tegak didepan forum seperti Munas 2012 Maman Wiryawan bisa membuat terpukaunya utusan Pengda Pengda saat itu untuk memilihnya.

Maman Wiryawan menjanjikan akan lakukan secepatnya Rakernas Pelti tersebut sebagai bentuk pertanggung jawabnya terhadap amanat Munas 2012. Optimisme disampaikan juga oleh mantan Ketua Pengda Pelti Jawa Tengah Drs Teguh Sedyo Utomo, Apt sebagai inisiator pertemuan dengan Maman Wiryawan, agar Maman bisa berbuat lebih baik lagi. ” Saya pikir, kita mesti sabar tunggu dengan 4 komitmen yang telah disepakati dengan Maman dalam pertemuan terakhir.” ujarnya. (Foto Maman Wirjawan)

Comments are closed.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media