TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ... ...SELAMAT TAHUN BARU 1 JANUARI 2018...... .....REMAJATENIS BANTUL TGL 9-11 FEBRUARI 208 DI BANTUL, D.I.Y,................REMAJATENIS JAKARTA-69 TGL 16-18 FEBRUARI 2018 2018...........REMAJATENIS SULSEL TGL 23-25 FEBRUARI 2018........ ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Dosa Apa Yang Menimpa Tenis


REMAJA-TENIS.COM, Dunia Olahraga Indonesia saat ini terhibur dengan keberhasilan tim bulutangkis diajang bergengsi Olimpiade Brazil 2016. Medali emas diberikan reward cukup aduhai sehingga memberikan kesan kepedulian Pemerintah saat ini sudah cukup besar terhadap atlet2 olahraga yang berprestasi. Sehingga sedikit melupakan cabor lainnya, mengingat tugas sebagai tuan rumah Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang. Salut kepada induk organisasi bulutangkis yang konsisten dalam menjalankan program pembinaannya.

Tetapi mengingatkan kembali tugas besar lainnya bagi Pemerintah dalam hal ini Kemenpora RI. Tugas lainnya yang cukup besar didalam mengusung Undang Undang Olahraga No 3 tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, khususnya pengadaan prasarana dan sarana olahraga yang masih perlu mendapatkan perhatian besar.

Tenis yang saat ini sedang terpuruk akibat mis- management dilakukan induk organisasi tenis yaitu Pelti. Sejak tahun 2013 diawal kepengurusan baru PP Pelti yang berkoar-koar sangat optimis tetapi justru bertolak belakang setelah berlangsung selama 3 tahun Sampai saat ini menghasilkan keterpurukan prestasi. Kesadarannya baru muncul dibulan April 2016 sehingga mencoba buat terobosan terobosan untuk perbaikan prestasi. Kelihatannya akan berhasil jika dilakukan dengan konsisten.

Malang juga nasib Tenis yang ditengah tengah upaya memperbaiki prestasi justru kena musibah dengan rencana digusurnya lapangan tenis yang bergengsi. Diawali pemusnahan lapangan tenis Kemayoran yang terdiri dari 10 lapangan tenis terbuka dan 10 lapangan tenis tertutup sejak 1 September 2015. Nasib lapangan tenis GOR Rawamangunpun akan mengalami nasib yang sama.

Dilanjutkan pula rencana tahun 2016 penggusuran lapangan tenis gravel Gelora Bung Karno menjadi lahan baseball dalam rangka Asian Games 2018. Lapangan tenis GBK itu merupakan hasil perjuangan Presiden Soekarno dalam mewujudkan kebesaran Indonesia didunia olahraga dalam penyelengaraan Asian Games ke IV tahun 1962 di Jakarta.

Masyarakat Tenis pun tergugah setelah mendengar wacana penggusuran lapangan tenis gravel GBK menjadi lapangan baseball. Peltipun walaupun terlambat, ikut mendukung penolakan tersebut setelah didesak oleh masyarakat tenis yang lebih peduli . Tetapi lupa kalau semua ini bisa terjadi akibat keteledoran PP Pelti sendiri . Wacana ini muncul setelah melalui mekanisme rapat rapat yang melibatkan berbagai instansi Pemerintah maupun PP Pelti sendiri. Alasan dilakukan oleh pemilik GBK adalah sudah mendapatkan persetujuan dari PP Pelti sendiri dengan bukti tanda tangan Wakil Sekjen PP Pelti dalam notulen rapat bersama tersebut.

Hasil awal saat ini adalah penundaan penggusuran tersebut tetapi diam diam sudah dilakukan pelelangan secara resmi melalui tender.
Undang Undang Olahraga tersbut memang merupakan hasil kerja Menpora saat itu Adhyaksa Daud, yang merupakan payung hukum olahraga yang sangat didambakan sekali. Tetapi sangat disayangkan justru diera Pemerintahan yang motonya kerja kerja seperti yang diagung agungkan oleh Presiden justru membuat suatu kebijakan yang menghancurkan olahraga Tenis khususnya. Kesannya yang buat undang undang tetapi yang melanggar justru Pemerintah sendiri yang memberi contoh. (ingat lahan tersebut yang kena gusus adalah lahan Sekneg kecuali lapangan tenis GOR Rawamnagun milik Pemda DKI Jakarta)

Asa masih ada jikalau turut campurnya Pemerintah lebih konkrit , itu yang diharapkan masyarakat tenis adalah turut campurnya Kemenpora menyelamatkan sarana sarana tersebut dari penggusuran. Sudah cukup yang jadi korban 20 (duapuluh) lapangan tenis Kemayoran yang telah berdiri sejak 19 Juni 1994. Lupakan saja keteledoran yang dilakukan rekan2 diinduk organisasi tenis yaitu PP Pelti demi olahraga Tenis yang pernah mengharumkan nama Indonesia diajang Internasional.

Dosa apa yang menimpa Tenis itu. Itu kira kira dibenak Ketua Umum PP Pelti saat ini yang akan mengahiri masa jabatannya akhir tahun 2017.(penulis August Ferry Raturandang, pengamat tenis)

Comments are closed.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media