TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... .....BANK MAYAPADA JUNIOR NATIONAL CHAMPS 2018 DI BANDUNG. 16-22 JULI 2018... REMAJATENIS & VETERAN BLORA 24-29 JULI DI BLORA....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Andalan Bangka Belitung Terhenti di semifinal

REMAJA-TENIS.COM, BANDUNG. Andalan Babel Terhenti Langkahnya disemifinal tungal putra 10 tahun di Kejurnas Tenis yunior Bank Mayapada yang berlangsung di lapangan tenis Taman Maluku, Bandung. Kedua atlet tersebut adalah Rafa Jeconia Mangunsong dan Giftbrain Riqzain F Sedangkan lawannya adalah unggulan 2 ditunggal putra kelompok umur 10 tahun. Unggulan pertama asal Serang Mouressi Urwah Muqorib menyisihkan Giftbarian 8-3, sedangkan ungulan kedua Rafalentino Da Costa putra mantan petenis nasional Sebastian Da Costa menyisihkan Rafa Jeconia Mangunsong 8-4.

Untuk kelompok putri 10 tahun keluar sebagai juara atlet asal JITA Jakarta Luna Vujovic setelah mengalahkan Mischka Goenadi asal Jakarta 8-0.

Untuk kelompok 12 tahun putra yang lolos kefinal adalag Razan Dhawy (DKI) setelah menyisihkan Alvito Nadhif asal Tangsel 8-4. Lawannya difinAL atlet tuan rumah Joshua Eldridge Jusuf yang berhasil menyisihkan Jojo Indradewa asal Cibinong 8-4.
Untuk kelompok putri 12 tahun, andalan tuan rumah Shinar Zahra keluar sebagai juara setelah menyisihkan andalan Serang Banten Cyclova Zuleka 8-4.

Menurut August Ferry Raturadang banyak petenis yunior potensial didaerah daerah yang butuh perhatian serisu untuk ditingkatkan prestasinya. ” Mulai saja dengan adalakan coaching clinic sebanyak mungkin, bermanfaat bagi petenis dan pelatihnya juga.” ujarnya dilapangan tenis Taman Maluku, Bandung.

Kejurnas Tenis yunior Bank Mayapada berlangsung sejak 16-22 Juli 2018 berlangsung di lapangan tenis Taman Maluk Bandung mempertandingkan tunggal dan ganda kelompok umur 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun dan 18 tahun.

Sekretaris Pengda Pelti Jawa Barat, Drs Eko Supriyatna mengatakan kegiatan turnamen nasional ini sangat didukung oleh Pengda Pelti.
” Ini merupakan salah satu agenda kalender TDP Nasional. Kami sangat mendukung sehingga kesempatan atlet tuan rumah bisa berprestasi juga.” ujarnya

Aldila Sutjiadi Lolos ke Babak Kedua

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA - Petenis pelatnas Asian Games Indonesia, Aldila Sutjiadi (23 tahun) optimistis mampu melewati babak kedua turnamen Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018 di lapangan tenis The Sultan Hotel Jakarta, Kamis (19/7/2018).

Aldila Sutjiadi sebagai unggulan keenam pada kejuaraan berhadiah total 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta itu bakal menghadapi wakil Kazakhstan, Zhibek Kulambayeva.

Anggota pelatnas Asian Games 2018 itu pantas merasa yakin bisa lolos ke babak perempat final karena pernah mengatasi Zhibek dalam turnamen di Hua Hin, Thailand, awal tahun ini.

“Setidaknya saya sudah memiliki gambaran tentang permainannya dan bagaimana cara untuk menghentikannya. Saya yakin bisa kembali menang atasnya,” tutur juara tunggal seri pertama di Solo yang ketika itu unggul straight set dengan skor 6-1 6-2.

Di nomor ganda, Aldila yang berduet dengan wakil Belanda, Arianne Hartono bakal menantang pasangan gado-gado yang menempati posisi unggulan ketiga, Jiakang Li (Tiongkok)/Ayaka Okuno (Jepang).

Sementara itu, petenis kembar Fitriana ‘Ana’ Sabrina dan Fitriani ‘Ani’ Sabatini bakal melakoni jalan terjal dalam turnamen ITF Women’s Circuit seri kedua di Tanah Air ini.

Ana harus menghadapi unggulan kedelapan dari India, Mahak Jain. Ani musti berjibaku dengan seeded kedua asal Jepang, Michika Ozeki. Duet Ana dan Ani bakal terlibat bentrok dengan unggulan teratas, Mana Ayukawa (Jepang)/Zeel Desai (India).

“Akan kami coba segala daya upaya untuk memenangi pertandingan babak kedua itu,” tekad Ana dan Ani hamper berbarengan.

Tuan rumah gagal menambah wakil di babak kedua turnamen yang menjadi ajang uji coba petenis putri Indonesia menuju panggung Asian Games 2018 ini. Rabu (18/7), Rifanty Kahfiani kandas di tangan seeded keempat, Kanika Vaidya (India) 0-6 6-4 3-6, sedangkan Deria Nur Haliza kalah mudah dari Sai Samhitha Chamarthi (India) 0-6 1-6.

Kemenpora Bantah Hanya Perhatikan Cabang Olahraga Tertentu

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA, – Keberhasilan Lalu Muhammad Zohri meraih juara lari 100 meter dalam kejuaraan dunia atletik di Finlandia belum lama ini serta merta meroketkan nama sang atlet dan cabang atletik. Di sisi lain, muncul nama Fauzan, pemuda asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan yang menjadi juara turnamen karate tradisional di Republik Ceko pada awal Januari lalu.

Berbeda dengan Zohri yang langsung menjadi idola baru, nama Fauzan nyaris tak terdengar dan dia bahkan sempat gagal saat mendaftarkan diri menjadi anggota polisi. Selain itu, juga tak terdengar kabar adanya apresiasi pemerintah terhadap Fauzan yang ikut mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional. Baca juga: Fauzan, Juara Dunia Karate yang Gagal Jadi Polisi, Melamar Satpol PP Apakah kondisi ini menunjukkan adanya diskriminasi perhatian pemerintah terhadap beberapa cabang olahraga?

Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewo Broto membantah anggapan itu dan menegaskan pemerintah sudah mengetahui prestasi sang karateka. Meski demikian, Gatot mengakui, pemerintah baru mengetahui keberhasilan Fauzan setelah prestasinya viral di media sosial. “Saya juga tahunya setelah ia jadi viral. Tentunya pemerintah akan memberikan perhatian, karena kemarin kita mau fokus pada Zohri dulu,” papar Gatot ketika dihubungi oleh Kompas.com, Rabu (18/7/2018).

Gatot menegaskan, pemerintah pasti akan memberikan perhatian bagi para atlet yang berprestasi apalagi di ajang internasional. Sehingga, Gatot meminta kepada pengurus cabang-cabang olahraga untuk aktif melaporkan prestasi atlet mereka ke Kemenpora. “Kami sudah sampaikan kepada deputi terkait agar cabang olahraga yang berprestasi menjadi perhatian. Selama ini, perhatian yang diberikan harus sesuai dengan kapasitas. Diseleksi menurut level juaranya,” ujar Gatot.

Gatot menambahkan, pemerintah selalu memberikan apresiasi dalam berbagai bentuk termasuk bonus uang bagi pada atlet berprestasi. Tentu besaran bonus itu disesuaikan dengan level turnamen atau kejuaraan yang diikuti sang atlet. Dan saat ini, tambah dia, pemerintah memproses data-data atlet berprestasi di berbagai ajang seperti SEA Games, Asian Games atau Olimpiade yang berminat menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

“Kalau pemerintah tidak perhatian, ya tidak mungkin. Zohri merupakan salah satu atlet yang diapresiasi oleh pemerintah. Bahkan Owi dan Butet penghasilannya terbesar nomor dua di dunia setelah atlet Singapura,” ujar Gatot. Baca juga: Bertemu Zohri, Jokowi Ungkap Hal yang Mengganjal Hatinya… Owi dan Butet yang dimaksud adalah pasangan ganda campuran bulu tangkis Indonesia, Tontowi Ahmad dan Lilyana Natsir. Gatot memaparkan saat meraih emas Olimpiade 2016, pemerintah menghadiahkan uang sebesar Rp 5 miliar untuk kedua pebulutangkis tersebut. (www.kompas.com)

Fitriani Sabatini Kalahkan Joleta Budiman

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA – Hari pertama babak utama turnamen Pelti–Widya Chandra International Tennis 2018 yang berlangsung di lapangan tenis Hotel Sultan Jakarta, Selasa (17/7) menjadi hari bahagia petenis kembar Fitriana Sabrina dan Fitriani Sabatini (17 tahun).

Pada nomor tunggal turnamen berhadiah total 15.000 dollar AS atau Rp 210 juta ini, Ani berhasil mengalahkan sesame wakil tuan rumah, Joleta Budiman.

Fitriani Sabatini berhasil revans mengalahkan petenis asal Bandung tersebut 6-2 6-3 dalam waktu 1 jam 18 menit..

“Alhamdulillah, karena dalam dua pertemuan terakhir selama dua bulan terakhir ini saya selalu kalah dari Joleta, yakni di Seleksi Nasional Tim Asian Games di Jakarta dan Kejurnas di Semarang,” ucap Fitriani SabatiniFitriana .

Sedangkan Fitriana Sabrina berhasil menyingkirkan wakil Tiongkok, Yuqi Sheng. Ana menang straight set atas peringkat tunggal ke-1048 dunia itu dengan skor akhir 6-0 6-3.

Duet kembar Fitriana dan Fitriani , finalis seri pertama di Solo itu menepiskan perlawanan pasangan Jepang, Tomoko Dokei/Michika Ozeki 7-6(5) 6-4.

Petenis andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi juga masih melaju baik di tunggal maupun ganda. Unggulan keenam itu menangstraight set dalam partai ulangan final seri pertama. Aldila unggul atas Zhima Du dengan skor 6-0 6-2.

Duetnya bersama Arianne Hartono (Belanda) juga melangkah ke babak perempat final ganda. Aldila/Arianne mengempaskan pasangan Tiongkok, Zhima Du/Shou Na Mu 7-5 6-2.

Rabu (18/7), turnamen Pelti – Widya Chandra International Tennis 2018 ini masih akan memainkan babak pertama, baik tunggal maupun ganda. Petenis wild card tuan rumah, Deria Nur Haliza bakal terlibat bentrok dengan Sai Samhitha Chamarthi (India).

Aldila Sutjiadi Juara PT PP Women’s Circuit International Tennis 2018

REMAJA-TENIS.COM, SOLO - Petenis andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi (23 tahun) keluar sebagai juara tunggal putri PT PP Women’s Circuit International Tennis 2018.

Pada laga akhir yang berlangsung di Lapangan Tenis Gelora Manahan Solo, Jawa Tengah, Sabtu (14/7), anggota Pelatnas Asian Games itu menghempaskan wakil Tiongkok, Zhima Du.

Unggulan keempat kejuaraan yang menyediakan total hadiah 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta itu hanya butuh waktu satu jam satu menit untuk menjinakkan lawannya.

Aldila yang bercokol di peringkat tunggal ke-751 dunia itu menang straight set dengan skor akhir 6-2 6-0.

“Mulanya sempat tegang, namun begitu bisa unggul cepat di game awal, saya bisa menguasai jalannya pertandingan hinga memenangi partai final,” tutur Aldila usai laga.

Gelar juara tunggal di Solo ini merupakan gelar pertama bagi Aldila selama mengikuti turnamen resmi Federasi Tenis Internasional (ITF) Pro Circuit sejak delapan tahun silam.

Sebagai juara, gadis kelahiran 2 Mei 1995 itu meraup hadiah sebesar 2.352 dollar AS atau sekitar Rp 33 juta serta tambahan 12 poin yang akan melambungkan peringkatnya ke kisaran 640an dunia dua pekan mendatang.

Sebagaimana sebagian besar peserta turnamen tenis yang disponsori oleh PT PP (Persero) Tbk di Solo ini, Aldila juga akan melanjutkan kiprahnya pada seri kedua di Jakarta sebagai bagian dari persiapannya menuju arena Asian Games 2018.

“Target di Jakarta sama seperti di Solo ini, inginnya tetap juara. Namun pasti lebih berat karena ada beberapa petenis baru yang hanya ikut di seri Jakarta,” tekad lulusan University of Kentucky AS ini.(tribunnews.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media