TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . ..REMAJATENIS JAKARTA-75 TGL 9 -11 NOPEMBER 2018 DI LAP TENIS MARINIR CILANDAK...,, REMAJATENIS SUMSEL-XVII TGL 23-25 NOP 2018 DI LAP TENIS PEMKOT PALEMBANG... REMAJATENIS SULSEL 23-25 NOP 2018 DI LAP TENIS KAREBOSI MAKASSAR.,,,,..REMAJATENIS BANDUNG TGL 23-25 NOP 2018 DI LAP TENIS CARINGIN BANDUNG.............. MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Aldila Sutjiadi/Wang Dani Lolos Ke Final

REMAJA-TENIS.COM,MUZAFFARNAGAR. Berpasangan dengan petenis dari Negeri Tirai Bambu, Aldila Sutjiadi dan Wang Danni, sukses menggapai babak puncak turnamen ITF Bhavna Memorial 2018 yang berlangsung di Muzaffarnagar, India.

Aldila Sutjiadi/Wang Danni lolos ke babak final setelah disemifinal berhasil menumbangkan unggulan utama pasangan Natalija Kostic (Serbia)/ Tereza Mihalikova (Slovakia) dengan kemenangan telak dua set langsung, 6-2 dan 6-4.

Di babak final turnamen berhadiah total 25.000 dolar AS tersebut, Aldila/Wang akan kembali berjibaku melawan pasangan unggulan, Kyoka Okamura/ Michika Ozeki dari Jepang yang menempati seeded 4.

Kyoka Okamura/ Michika Ozeki melangkah ke final setelah di babak semifinal memetik kemenangan atas pasangan gado-gado, Anna Makhorkina (Rusia)/ Natasha Palha (India) melalui pertarungan sengit yang harus dituntaskan dengan super tie break dan berkesudahan dengan skor 3-6, 6-2 dan 10-7.

Indonesia Cuma Turunkan Atlet Atlet Lapis Kedua Di SEA Games 2019 ? Sesmenpora : Betul

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA – Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto membenarkan bahwa pada SEA Games 2019 Filipina, Indonesia akan menurunkan atlet lapis keduanya.

“Ada informan juga yang menanyakan kepada kami sejauh mana yang diucapkan oleh Pak Menteri maupun saya, apakah betul yang akan berangkat itu adalah second layer? Dan itu saya katakan betul. Apakah sudah ditetapkan dalam peraturan, itu belum. Dan itu akan ditetapkan melalui peraturan menteri,” kata Gatot saat ditemui di Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Sebelumnya, kabar itu pun sempat dikatakan oleh Menpora Imam Nahrawi.

Menurut Menpora cara tersebut sengaja dilakukan untuk menumbuhkan mental bertanding atlet muda Indonesia yang tujuannya dipersiapkan jelang Olimpiade 2020 Tokyo.

Gatot mengatakan atlet-atlet yang berangkat hanya untuk cabang olahraga yang dipertandingkan saja.

“Pokonya yang diberangkatkan itu adalah cabang olahraga yang dipertandingkan, kan hanya 30 cabang olahraga yang dipertandingkan beda dengan Asian Games sampai 40,” ujar Gatot.

“Kemudian nanti dalam peraturan nanti akan disebutkan, hanya second layernya saja. Itu dituangkan dalam bentuk peraturan,” tutupnya.

Sementara itu mengenai pembiayaan, Kemenpora menyebut akan memberikan anggaran Rp 500 miliar untuk pembinaan atlet jelang SEA Games 2019, Asean Para Games 2019 dan kualifikasi Olimpiade 2020.

Dana tersebut diambil dari anggaran keseluruhan yang didapat Kemenpora untuk tahun 2019 yang kurang lebih mencapai Rp 1,95 triliun.(tribunnews.com

Atlet Atlet yunior Untuk SEA Games 2019

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Kepastian regenerasi atlet nasional akan berjalan lancar, keputusan pemerintah untuk menurunkan atlet atlet yunior di SEA Games 2019 di Manaila perlu didukung. Disamping itu pula pemerintah harus membuat seleksi yang ketat dalam pemilihan atlet atlet dalam pemusatan nasional untuk atlet yunior . Sehingga atlet atlet yang dipilih untuk SEA Games 2019, betul dilaksanakan secara kontinu. Hal ini tanpa dukungan dari PP Pelti maka wacana seperti ini akan menjadi mubazir Demikian harapan pemerhati tenis August Ferry Raturandang

Sebenarnya program regenerasi di tenis sudah lama pernah dilakukan oleh Pelti. Sebagai contoh munculnya Suwandi saat ini di SEA Games Singapore masih tanda tanya besar dan bahkan diragukan keberhasilannya. Ternyta semua pihak terbuka matanya ketika Suwandi berhasil muncul dan membawan nama Indonesia. Dibutuhkan konsistensi dalam menjalankan program regenerasi tersebut.
Dikatakan August Ferry Raturandang kelemahanyang terjadi adalah ganti kepemimpinan PP Pelti maka berubah lagi Program Kerjaya.
” Coba lihat saat ini apakah program kerja PP Pelti5 (lima) tahun kedepan sudah dibakukan? ” ujarnya

PP Pelti dibawah Ketua Umum Rildo Ananda Anwar, telah meneruskan pelatnas yang telah dibuat oleh pendahulunya Maman Wiryawan memilih atlet atlet Asian Games 2018 merupakan kombinasi senior dan yunior. Munculnya Christopher Rungkat atlet senior bersama Aldila Sutjiadi membawa berkah dengan meraih satu satunya medali emas bagi Indonesia di Asian Games 2018 di Palembang.

Selama ini kerancuan di tenis Indonesia akibat dari tidak adanya program pembinaan yang berjenjang. Bisa dilihat banyaknya kegiatan kegiatan mulai dari Pekan Olahraga Daerah/Provinsi (PORDA/PORPROV) kemudian Pekan Olahraga Nasional (PON) dan SEA Games diikuti hampir atlet yang sama, Jadi kesannya tidak berjenjang pembinaannya. Setiap daerah selalu mengatakan kalau atlet binaan mereka wajib ikuti PORDA/PORPROV. Jadi yang dikejar adalah PRESTISE bukan Prestasi.

Seharisnya pembina tenis di Indonesia bisa meniru yang dilakukan oleh Jepang di Asian Games 2018. Jepang menurunkan atlet dibawah 21 tahun sebagai persiapan menghadapi Olimpiade Tokyo 2020

Tenis di Palembang Harus Bangkit

REMAJA-TENIS.COM, PALEMBANG. Petenis kota Palembang diharapkan bisa berkembang dengan baik jikalau dibina secara teratur dan konsisten. Hal ini disampaikan oleh salah satu pelatih tenis Bambang Harsono ke Remaja-Tenis.com. Optimisme ditonjolkan jika kegiatan turnamen dikota Palembang bisa teratur sehingga evaluasi pembinaan bisa terlihat dengan nyata. ” Kami dukung kegiatan turnamen nasional dikota Palembang, sehingga atlet tuan rumah bisa bertanding dengan baik.” ujarnya menyambut kehadiran Kejurnas RemajaTenis Sumsel-XVII tanggal 23-25 Nopember 2018 mendatang. Dikatakan pula Pengcab Pelti kota Palembang sangat mendukung kegiatan turnamen RemajaTenis di Palembang.

” Kami sadar jika fasilitas sarana tenis di Palembang sudah yang terbaik. Kami punya Jakabaring Sport City tersedia 16 lapangan tenis.” ujarnya dalam percakapan telpon. Selanjutnya dikatakan keberadaan Jakabaring Sport City, sangat didambakan asalkan penggunaan untuk pembinaan prestasi bisa dilakukan. ” Janganlah terlalu komersial sehingga sarana lapangan tenis tersebut akan mubazir, sehingga tidak ada yang mampu untuk menyewa lapangan tenis tersebut.” ujarnya dengan semangat jika sudah bicara pembinaan tenis kedepan di Palembang.

Diakui pula sejak SEA Games 2011, Jakabaring telah memiliki 8 lapangan tenis, tetapi kegiatannya tidak begitu menonjol sehingga dikuatirkan akan rusak. Setelah Asian Games 2018, Jakabaring memiliki 16 (enam belas) lapangan tenis terbuka sehingga merupakan kompleks lapangan terbesar di Indonesia.

Hal ini diakui pula oleh Wakil Ketua Pengda Pelti Drs. H.Asnawi. ” Kami harapkan Jakabaring kedepan tidak terlalu komersial.” Sehingga pertenisan di Sumatera Selatan bisa mendukung pertenisan nasional. H.Asnawi justru mengharapkan agar Jakabaring menjadi Pusat tenis Nasional. ” Kami minta PP Pelti agar Pelatnas Tenis dilakukan di Jakabaring.” ujarnya.

Kesempatan ini pula diharapkan Pengda Pelti Sumsel, agar PP Pelti memanfaatkan sarana Jakabaring Soprt City ini dengan mengfelar turnamen internasional. ” Ayolah PP Pelti buat turnamen internasional di Palembang.” ujar Drs. H.Asnawi

Suwarno: Penentuan Atlet dan Pelatih Harus Jeli

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA: Wakil Ketua Umum KONI Pusat, Suwarno menghimbau agar semua cabang yang dipromosikan ke SEA Games Filipina tahun 2019 lebih jeli menentukan pelatih dan atlet yang akan diturunkan.

“Saya berharap jangan sampai ada salah pengertian antara pelatih dan atlet. Hal itu pernah terjadi di cabang dayung dalam Asian Games 18 di Palembang Agustus 2018,”jelas Suwarno di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

Suwarno yang mewakili Ketua Umum KONI Pusat Tono Suratman membuka Workshop penyusunan calon atlet, pelatih dan manajer mengatakan, penentuan atlet sesuai dengan prestasi yang dimiliki saat penting sekali.

“Saya berharap dalam penentuan atlet dan pelatih jangan pilih kasih atau tergantung kedekatan. usahakan penentuan atlet dan pelatih sesuai dengan kriteria yang ditentukan KONI Pusat berdasarkan hasil workshop nantinya,”tegas mantan Ketua Prima itu.

Suwarno melanjutkan, berdasarkan pemilihan sesuai kriteria maka hasil yang akan diperoleh dalam SEA Games sesuai dengan yang telah diprediksikan. Ia berharap dalam Asian Games nanti prestasi atlet nasional meningkat dibanding tahun – tahun sebelumnya.

Saat tampil di SEA Games Singapura kontingen Indonesia mengumpulkan 47 medali emas diposisi lima. Sedang perolehan medali di Malaysia menurun 38 medali emas tetap berada diposisi lima besar.

Dia berharap, di Filipina nanti kontingen Indonesia dapat memperbaiki peringkat di Malaysia sesuai harapan masyarakat seusai merayakan sukses di Asian Games 18 berada diperingkat empat.

Mampu mengumpulkan 31 medali emas di Asian Games menjadi harapan masyarakat untuk berhasil di SEA Games Filipina. Hal itu yang menjadi perjuangan para cabang olahraga yang dipertandingkan nantinya.

“Hal ini juga tidak terlepas peranan manajer yang akan dipilih nantinya. Untuk itu saya berharap, dalam workshop kali ini kriteria pemilihan manajer juga dibahas agar mampu menyatukan sikap serta visi dan misi,”tambahnya. (suarakarya.co.id)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media