TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...,,,,........REMAJATENIS BANTUL X 6 - 8 SEPTEMBER 2019..........TURNAMEN TENIS YUNIOR MITRA KENCANA 16 - 20 SEPTEMBER 2019,,,,................
Kumpulan Berita
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Petenis Andalan Tuan Rumah Siap Hadapi ITF Jr MedcoEnergi di Palembang

REMAJA-TENKS.COM. PALEMBANG Petenis potensial tuan rumah menyatakan kesiapannya menghadapi lawan-lawannya pada ITF Jr MedcoEnergi Champs di Stadion Bukit Asam Jakabaring Sport City Palembang. Kedua petenis andalan tuan rumah Palembang itu dalah Rifqy Sukma Ramadhani (ITF 962), unggulan ketiga dan anggota tim PON Sumsel, Jones Pratama.

“Saya harap jadi juara di Palembang, semoga diridho Allah SAW. Mumpung kita dapat kesempatan tuan rumah, jangan lepaskan kesempatan yang ada.Doakan saja berhasil.” ujar Rifqy Sukma Ramadhani (28 Agustus 2002) siswa SMA Ragunan yang ikut andil dalam perolehan medali emas Indonesia Asean School Games 2019.

Pemain Indonesia lainnya adalah Nauvaldo Jati Gatra , Ali Fahresi, Gunawan Trismuwantara yang mermasuk 8 besat dalam turnamen MedcoEnergi Junior International Champs yang akan berlangsung 19-25 Agustus 2019 di Stadiun Tenis Bukit Asam Jakabaring Sport City.

Sedangkan sektor putri membuka petenis Sumsel mencoba bertanding walaupun tidak punya peringkat karena yang daftar hanya 29 dari alokasi peserta 32. Asalkan sudah memiliki IPIN ( International Players Identifikation Number), maka sign in ditempat bisa diterima.

Petenis tuan rumah satunya adalah Jones Pratama anggota PPLP Musi Banyuasin, , SumatraSelatan.Petenis dengan tinggi badan 188 cm itu bertekad untuk lolos dalam ITF Jr MedcoEnergi Champ.

Jones Pratama punya andil besar mengantarkan Tim Sumsel lolos PON XX 2020, Papua.Kedua petenis ini merupakan cikal bakal pemain nasional pengganti Christopher Rungkat.

Menurut promotor sekaligus pengamat tenis nasional August Ferry Raturandang, Jones Pratama adalah petenis yang berbakat. Jika ditangani dengan baik oleh pelatih berkualitas.Kedua petenis itu telah menyatakan tujuan bermain tenis adalah menjadi pemain professional Indonesia. Dan mulai saat ini keduanya mulai melirik turnamen internasional.

Kendala bagi Jones Pratama adalah tinggal diSekayu Dan sudah ditawarkan tinggal di Jakarta tapi belum mau alasan sekolah. Dukungan Diaspora Muba diharapkan mendukung program try out khususnys keluar Negeri.

Komposisi Ganda Cabang Tenis Tim Indonesia Ditentukan dalam Dua Pekan Sebelum SEA Games 2019

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA.- Komposisi untuk nomor ganda pada cabang tenis proyeksi SEA Games 2019 baru akan ditentukan dua pekan jelang pelaksanaan multievent olahraga se-Asia Tenggara tersebut, 30 November hingga 11 Desember 2019 di Filipina. Saat ini 16 atlet yang masuk dalam SK SEA Games masih fokus pada pertandingan yang diikuti oleh mereka sebagai uji coba jelang SEA Games.

Ke-16 pemain tersebut adalah delapan putra dan delapan putri yang terdiri dari Christopher Rungkat, David Susanto, Anthony Susanto, Muhammad Rifqi Fitriadi, Odeda Muhammad Arazza, Ari Fahresi, Muhammad Ali Akbar, Nauvaldo Jati Agatra, Beatrice Gumulya, Aldila Sutjiadi, Jessy Priskila Rompies, Deria Nurhaliza, Priska Madelyn Nugroho, Janice Tjen, Fitriana Sabrina, dan Fitriani Sabatini.

“Jadi saat ini mereka masih fokus pada pertandingan individu yang diikuti masing-masing pemain. Tapi kami tetap pantau terus, menjaga agar peak mereka bisa jatuhnya pas di SEA Games nanti. Bagi beberapa pemain pertandingan yang diikuti saat ini bukan hanya sebagai ajang untuk mencari poin, tapi juga sebagai uji coba jelang SEA Games. Karena di turnamen-turnamen individu terutama yang internasional, ini kesempatan bagus bagi mereka untuk asah kemampuan. Mereka mendapatkan pertandingan dan lawan yang bagus,” kata Pelatih Tenis Indonesia Febi Widhiyanto saat dihubungi Senin, 12 Agustus 2019.

Dari sisa pertandingan yang diikuti mereka, jelang SEA Games ini, Febi mengaku pihaknya masih melakukan pemantauan terus. Bagaimana sejauh ini performa para atlet Pelatnas di turnamen yang mereka ikuti. “Jadi yang ingin kami lihat di turnamen-turnamen yang mereka ikuti saat ini adalah performanya. Karena saat ini kan semua dalam masa persiapan. Jadi tujuan ikut turnamen bukan menang. Ini lebih sebagai sasaran antara sebelum SEA Games,” tuturnya.

Turnamen-turnamen yang mereka ikuti ini akan jadi ajang evaluasi. Khususnya untuk 12 pemain muda. Untuk delapan pemain senior putra dan putri sudah dipastikan masuk dalam skuad inti. “Jadi turnamen yang mereka ikuti ini akan jadi evaluasi sebelum nanti kami memilih 4 pemain putra dan 4 pemain putri yang akan masuk dalam skuad inti. Di sisa waktu ini, kami terus menyiapkan mereka lebih ke nomor-nomor spesialisasinya. Terutama di ganda, kami terus melakukan perubahan pasangan guna mencari komposisi terbaik untuk SEA Games nanti. Misalnya di pekan pertama Internasional Combiphar Tennis Open 2019 kemarin, kami pasangkan Rifki dengan Anthony. Lalu di pekan kedua, Anthony dengan kakaknya, David,” kata Febi.

Penentuan untuk komposisi ganda, baik putra maupun putri dan campuran, menurutnya baru akan dilakukan 1-2 pekan jelang SEA Games. Di dua pekan terakhir tersebut, pihaknya akan mematangkan komposisi untuk ganda di tiga nomor tersebut. “Misalnya Christo. Kita lihat kan dia masih double terus di turnamen luar negeri. Tapi nanti di SEA Games, Christo yang kami siapkan untuk turun di single dan ganda akan dilihat dulu cocoknya berpasangan dengan siapa. Kalau lihat Asian Games kemarin, dia cocok dengan Aldila, tapi kita akan lihat lagi nanti. Kurang dari sebulan atau biasanya hitungan 1-2 minggu dimantepin lagi komposisinya. Begitu juga dengan pemain lainnya,” ungkapnya.

Jam terbang
Direktur Teknik PP Pelti, Frank van Fraaiyenhoven mengatakan jika hampir seluruh petenis Indonesia, bahkan pemain senior seperti Anthony Susanto pun tidak memiliki jam terbang yang cukup untuk mengalami pertarungan ketat di level internasional. Hal itu terlihat dari dua seri Internasional Combiphar Tennis Open 2019 yang digelar di Lapangan Tenis Hotel Sultan, Jakarta.

Di pekan pertama kemarin, tiga petenis Indonesia yang turun di nomor ganda terhenti usai kalah dari lawan pada babak perempat final. M Rifqi -Anthony harus mengakui kehebatan unggulan dua asal India SD Prajwal Dev-Niki Kaliyanda Poonacha dengan skor 5-7 1-6, lalu David Agung yang berduet dengan Jonathan Gray (Inggris Raya) menyerah 3-6 5-7 dari unggulan tiga Luca Castelnuovo (Swiss)-Rhett Purcell (Selandia Baru).

Di pekan kedua ini, perjuangan mereka makin berat. Tuan rumah sudah harus kehilangan seluruh petenis penerima wild card di babak pertama kualifikasi kejuaraan berhadiah total 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta ini. M. Ali Akbar Ramadhani, Arief Rahman dan M. Althaf Dhaifullah harus mengakui keunggulan peserta asal mancanegara.

Begitu juga dengan Anthony yang sebenarnya memiliki peluang untuk memenangi babak perdana turnamen berlabel ITF World Tennis Tour ini. Sayang, lima kesempatan match point pun gagal dituntaskannya dan dirinya harus mengakui keunggulan Aaron Addison (Autralia) dalam laga super tie break 7-6(5), 6-7(5), [8-10].

Pada babak utama tunggal, Indonesia tinggal diwakili oleh Justin Barki, Ari Fahresi dan anggota Pelatnas SEA Games 2019, M. Rifqi Fitriadi yang seluruhnya memanfaatkan fasilitas wild card untuk berlaga di babak utama.(PIKIRAN-RAKYAT,COM)

Jones Pratama sudah waktunya Go International

REMAJA-TENIS.COM, PALEMBANG, Petenis potensial asal Muba Jones Pratama ( 7 Januari 2003 ) akan mencobakba keberuntungannya di ajanag ITF Junior MedcoEnergi Junior International Champs 2019. Di kejuaranaan international ini yang merupakan ajang pertama kali event junior adakan di Stadion Bukit Asam Jakabaring Sport City sebagai test uji coba karier Jones Pratama.

Jones Pratama , seorang petenis binaan Sekayu MUBA diharapkan sudah waktunya untuk go international. Asset besar yang dimilki Muba saat ini sangat lah sayang kalau tidak berkembangan, Seperti tekad Jones Pratama yang disampaikan kepada August Ferry Raturandang alamgkah sayangnya kalau programnya terbelengkai, ” Saya ingin go international, karena melalui tenis saya bisa menbawa nama harum bangsa.” ujar Jones Pratama,

Lemahnya tekad petenis Indonesia gampang tergoda oleh godaan mebuat rasa cepat puas petenis muda usia, Dalam tahun 2019 ada 3 turnamen international yang akan dijalankan Jones Pratama kedepan. Potensi Jones Pratama, seharusnya bisa dilihat oleh pelatihnya.

Pelatih tim PON Sumsel seharusnya sudah memulai program yang jelas, terutama program keikut sertaan Jones Pratama dalam try out nya berbeda dengan tim anggota PON Sumsel yang usia sudah tidak termasuk junior

Dua Atlet Asal Muba Meraih Tiket Terachir PON 2020 Papua

REAJA-TENIS,COM,PALEMBANG, – Meski tidak diunggulkan, Sumsel akhirnya mampu meraih tiket terakhir cabor tenis pada pelaksanaan Pra PON 2020 Papua di Palembang, Jumat (9/8) siang di stadion tenis Bukit Asam Jakabaring Sport City. Di laga terakhir, Sumsel dipastikan lolos usai mengalahkan Sumbar dengan skor 2-1.

Namun meskipun berhasil memenangkan laga penentuan tersebut, Sumsel sendiri tidak langsung lolos dan harus menjalani penghitungan poin secara keseluruhan di grub B yang juga dihuni oleh DIY, Kalsel, Sumbar, Jambi dan Maluku. Penghitungan poin ini sendiri dilakukan setelah 3 tim yaitu Sumsel, Kalsel dan Sumbar memiliki jumlah kemenangan yang sama. Setelah melalui penghitungan, maka Sumsel diputuskan menjadi peringkat pertama karena memiliki poin tertinggi dibandingkan daerah lainnya.

Pelatih tenis Sumsel, Nugraha Ridwana mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. “Kita memang di Pra PON kali ini lebih banyak mengandalkan pemain muda walau sebenarnya bisa tetap menurunkan yang senior. Yang jelas kami bersyukur bisa memenuhi target lolos yang dibebankan oleh pengurus,” ujarnya usai pertandingan.

Pada pelaksanaan Pra PON kali ini, tim tenis putra Sumsel sendiri diperkuat oleh 4 atlet yakni Rafidia Muhammad, Afrizal Ivansevic (Lahat) dan 2 petenis asal Musi Banyuasin yaitu Jones Pratama serta Dimas Riski.

“Jones pemain paling muda dan masih berusia 16 tahun, sementara Dimas 19 tahun. Kami cukup puas dengan proses regenerasi yang sudah berjalan di Sumsel dan semoga kedepan bisa terus ditingkatkan,” jelasnya.

Diakuinya, lolosnya tim putra ini cukup memberikan angin segar setelah sebelumnya tim putri harus tersingkir lebih dulu. “Di bagian putri kita memang kalah materi saat laga penentuan melawan Kalsel kemarin, namun prospek jangka panjang kita cukup baik dan saat ini salah satu petenis junior kita masuk di timnas U14 yang tengah berlaga di Kazakhstan,” tambahnya.

Babak Pra PON tenis ini sendiri diikuti oleh selain Sumsel, 3 tiket lainnya di bagian putra direbut oleh Nusa Tenggara Barat, Jawa Tengah dan Bali. Keempat daerah ini menyusul 8 tim yang lebih dulu lolos ke pesta olahraga terbesar di tanah air ini yakni Papua (tuan rumah), Jawa Timur, DKI Jakarta, Bengkulu, Papua Barat, Bangka Belitung dan Kalimantan Timur.

Pada pelaksanaan PON 2016 Jabar lalu, Jatim berhasil menjadi juara umum usai menggondol 6 medali emas dari 7 emas yang diperebutkan.( www.korankito.com)

RemajaTenis Blora IX Siap Di gelar

REMAJA-TEMIS,COM. BLORA . Terncata 110 peserta RemajaTenis Blora-IX siap bertarung meperebutkan galara . Demikian menurut August Fery Raturandang selaku Promotor RemajaTenis yang tidak henti hentinya menggelar turnamen khusus yunior, Bukan Juky 2019 di Palembang, RemajaTenis telah digelar dikota Palembang.

Bertempat lapangan tenis Pringgodani GOR Mustika Blora, dengan memperembuatkan kelonmpok 8 tahun , 10 tahun , 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun dan 18 tahun.

Peserta datang dari JawaTimur, DIY, Jawa Tengah mauoun DKI Jakarta.

” Atlet perlu turnamen maka dari itu kami ciptakan agar tidak mengganggu jadwal sekolah dengan konsep 3 hari, Kebutuhan atlet sangat terasa terutama di luar Jakarta Kebutuhan atlet sekitar 14 turnamen, sedangkan kalau harus 14 minggu harus bolos sekolah mana ada sekolah yang menbolehkannya, Disnilah eranan kami berjalan”


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media