TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . ..REMAJATENIS JAKARTA-76 TGL 21-23 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS MARINIR CILANDAK JAKARTA SELATAN .,,,,..REMAJATENIS BANTUL -VIII TGL 28-30 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS SULTAN AGUNG, BANTUL D.I.Y ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

AFR ; Membina Petenis Muda Mengalahkan Segalanya


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA – Kepuasan tidak bisa dihitung dengan uang. Kepuasan bisa “seharga” Rp 1,- sampai tak terhingga. Kepuasan itu pula yang membuat August Ferry Raturandang (AFR)secara konsisten berkecimpung dalam kancah tenis Nasional. Saat masih bertugas sebagai anggota Pengurus Pusat (PP) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (Pelti), Ferry mencoba menggelar ajang tenis junior pada 2009 lalu.

“Saya menggelar turnamen tenis ini bukan berdasar pada untung-rugi. Walau tanpa sponsor, Remaja Tenis ini bisa dimainkan. Hingga kini, saya secara konsisten menggelar Remaja Tenis di seluruh Indonesia,” kata Ferry beberapa waktu lalu. Baginya, bila sudah bicara “untung-rugi” dalam menggelar suatu turnamen tenis, maka dipastikan menemui banyak kendala. Padahal dengan bermodal minim sekalipun dan tidak berharap akan untung besar, gelaran tetap bisa dilaksanakan. “Tergantung niatnya. Saya tidak memikirkan keuntungan, melainkan kepuasan bisa melakukan tugas pembinaan petenis usia dini, bisa mengalahkan segalanya,” imbuhnya. Kepuasan itulah yang pada akhirnya mengalahkan segala ego dan kepentingan dalam dirinya.

Ferry menceritakan, dia kerap mendapat teguran dari sang istri, Sarah Hariette, menyusul pemasukan dan pengeluaran keuangan mereka sedikit terganggu semenjak menjadi promotor Remaja Tenis. Sebab, sering kali dana dan simpanan rumah tangga pun tergerus dalam turut membiayai turnamen. Namun seiring berjalannya waktu, sang istri pun mulai mengerti dan maklum untuk “menuruti” keinginan sang suami tercinta. “Istri saya sempat uring-uringan karena terkadang uang pribadi terpakai untuk menggelar turnamen. Apalagi saya orangnya sangat lemah dalam soal penghitungan keuangan. Tapi sekarang, istri saya mengerti dan memberikan dukungan bagi saya,” ujar pria ramah ini.

Kiprah Ferry dalam menggelar tenis junior ini diawali minimnya turnamen tenis di Tanah Air. Baginya, untuk mendapatkan petenis berkualitas diperlukan kuantitas turnamen yang cukup signifikan. Awalnya sebagai mantan petenis asal Bali Lombok tergugah dengan pengalaman pribadi saat menjadi petenis junior. Kala itu, turnamen banyak digelar di Pulau Jawa. “Kejurnas tenis hanya ada di Malang, Bandung dan Jakarta. Akibatnya hanya satu kali bisa ikut,” ungkap ayah dari Dino dan Christina ini. Kondisi tersebut membuat dirinya berangan-angan menggelar turnamen tidak hanya di Pulau Jawa, tetapi di seluruh Indonesia. Angan itulah yang membuat dirinya bisa seperti sekarang.

Kendati demikian, Ferry tahu diperlukan dana besar untuk menggelar turnamen tenis. Mengharapkan sponsor untuk turut serta pun, sulit dilakukan mengingat situasi ekonomi yang belum membaik. Hanya saja berkat kegigihan dan kemauan untuk menggali potensi petenis muda membuat Ferry optimistis. Dia kemudian mempelajari bagaimana cara menggelar sebuah turnamen tenis secara sederhana dan otodidak. Ferry mencoba melakukan penelitian, menganalisa persoalan dan mencari solusi terbaik. Ternyata 40 % biaya itu datang dari sisi nonteknis seperti sumber daya manusia dan hadiah.

Melihat situasi di atas, Ferry mencoba mencari cara agar turnamen bisa digelar walau dengan dana, sarana maupun prasarana minim. “Idenya adalah menggelar low cost tournament yang bisa digelar berkelanjutan. Sebab, turnamen itu adalah kebutuhan atlet dan minimal harus ada 13 turnamen selama satu tahun,” ujar mantan Wasekjen PP Pelti 2002-2012 ini. Keadaan ini memunculkan ide menggelar Persami (Pertandingan Sabtu-Minggu), agar para peserta tidak bolos sekolah. Pertandingan ini sukses digelar sebanyak 300 pertandingan sejak 1994 hingga 2009 di Bandung, Solo, Sidoarjo, Manado, Palembang, Medan, Balikpapan hingga Palangkaraya.

Setelah sukses dengan Persami, pada 2009 dibuatlah turnamen yang lebih tinggi kelasnya termasuk biaya yang dikeluarkan. Ajang itu bertajuk Remaja Tenis yang digelar selama tiga hari di akhir pekan. Kali pertama digelar di Jakarta melalui bantuan dari teman-teman sejawatnya. Namun berikutnya, Ferry sudah mulai berupaya berswasembada dana dan berhasil. Hingga kini, sedikitnya 20 Provinsi di Tanah Air telah dirambah turnamen ini dan tercatat nyaris menyentuh angka 200 pertandingan sudah dimainkan.

Persepsi Negatif

Ketika ditanya soal suka-dukanya sebagai promotor, Ferry mengaku menikmati semua yang ada. “Sukanya adalah senang bisa melihat anak-anak bisa bertanding dan mengingatkan pada masa muda. Tetapi dukanya ada minim sponsor tadi. Sebenarnya ini merupakan weakness saya. Tapi saya berusaha membalikkan keadaan menjadi strength untuk bisa konsisten menggelar turnamen” urai Ferry.

Keberhasilan ini mengundang banyak pujian sekaligus persepsi negatif masyarakat tenis. Menanggapi hal tersebut, kakek dua orang cucu ini justru semakin semangat membuktikan diri dalam menepis persepsi negatif tersebut. “Semakin dihina atau diremehkan, semakin semangat untuk membuktikan diri untuk berkarya. Pandangan negatif itu justru menunjukkan ketidakmampuan mereka untuk bisa berbuat seperti apa yang saya lakukan,” katanya.

Kepuasan itulah yang akhirnya membawa seorang August Ferry Raturandang yang saat ini berusia 70 tahun untuk berkiprah secara konsisten dalam pembinaan petenis muda hingga sekarang. Tak banyak yang dia dapatkan dari turnamen ini secara materi, tetapi sebagai salah satu pembina dan pemangku kepentingan tenis Tanah Air, arti sebuah kepuasan tadi sudah lebih dari cukup. Dirinya berharap, di tahun-tahun yang akan datang, bantuan sponsor bisa memberikan pencerahan demi meningkatkan prestasi petenis-petenis muda masa depan. (kin)

Comments are closed.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media