TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...,,,,........REMAJATENIS SUMSEL XXI TGL 20-22 SEPTEMBER 2019, DILAPANGAN TENIS PEMKOT PALEMBANG,................
Kumpulan Berita
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Ancaman Dari Petenis Non Unggulan

REMAJA-TENIS.COM, YOGYAKARTA. – Sejumlah petenis non-unggulan mulai menebar ancaman di babak kedua Kejuaraan Nasional Tenis Yunior berlabel Amman Mineral Detec Open 2019 yang berlangsung di Yogyakarta, Selasa (18/6). Kejutan pun mulai mewarnai turnamen yang masuk dalam kalender kompetisi resmi PP Pelti (TDP) kategori J2 ini.

Non seeded, M. Arya Satya asal Jember berhasil mengempaskan unggulan teratas tunggal putra KU-10, Adyatma Rizal dari Tulungagung. Dalam laga antar sesama wakil Jawa Timur itu, Arya menang atas Rizal yang bercokol di peringkat nasional (PNP) ketiga, 8-1.

Di sektor putri KU 16, Komang Gina Kusuma sukses menyingkirkan seeded keempat, Hasna Raissaneva asal Gresik melalui laga straight set 6-0 6-2. “Syukur bisa melewati babak kedua ini. Targetnya bisa mencapai hasil terbaik di turnamen ini,” tutur Gina usai laga di lapangan tenis DKT Yogyakarta. Di perempat final, Rabu (19/6), petenis asal Singaraja, Bali ini kembali bertemu dengan unggulan keenam, Sekar Vinda Khairunissa (Cilacap/Jawa Tengah). “Saya optimistis menang di perempat final. Tahun lalu, saya mengalahkan Sekar di Seleksi Nasional lewat super tie break 6-3 2-6 [10-8],” tutur Gina yang kini menempati peringkat nasional (PNP) ke-25.

Sementara itu, Amman Mineral –perusahaan berlini bisnis pertambangan yang berlokasi di Batu Hijau, Sumbawa Barat (NTB) ini mengaku sangat senang menjadi sponsor utama Detec Open 2019, sebuah ajang kompetisi tenis yunior yang telah bergulir sejak tiga tahun silam. “Kami sangat senang dapat terlibat langsung dalam kejuaraan ini untuk mencari bibit-bibit muda yang potensial agar dapat dibina menjadi petenis masa depan Indonesia,” tutur Rachmat Makkasau, Presiden Direktur Amman Mineral Nusa Tenggara.

“Tentu saja diperlukan waktu dan proses panjang sebelum mereka sampai di tahap yang dapat mengharumkan nama Indonesia. Oleh karena itu partisipasi dari dunia usaha sangat dibutuhkan untuk memastikan pembinaan para petenis pemula ini dapat dilakukan secara berkelanjutan,” imbuhnya. Hingga setahun ke depan, Amman Mineral Group akan mendukung berbagai kejuaraan yunior resmi PP Pelti yang terselenggara di berbagai kota di Tanah Air. “Keterlibatan langsung Amman Mineral sebagai sponsor utama dalam beberapa ajang resmi kompetisi tenis yunior nasional ini bertujuan untuk memberikan kesempatan dan pengalaman bertanding kepada petenis yunior Indonesia agar dapat bersaingdab berkompetisi sejak dini. Semoga akan banyak bermunculan petenis Indonesia yang berprestasi baik di dalam negeri maupun internasional,” pungkasnya. (kompas.com)

Menguat Dukungan Untuk Muddai Madang Menuju KONI – 1

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornalub) KONI 2019 memang baru akan berlangsung Juli mendatang. Namun nama Muddai Madang tampaknya semakin mendapat dukungan kuat untuk memimpin KONI Pusat periode 2019-2023.Menguatnya dukungan itu membuat Muddai Madang percaya diri. Gambar mungkin berisi: 3 orang, termasuk Anto Nawier

Muddai yang bukan orang asing di dunia olahraga Indonesia itu, pada Senin, (3/6) bertempat di Hotel Haris Gedung FX Jakarta, mendeklarasikan pencalonannya menuju kursi nomor satu KONI Pusat.

Dalam deklarasi itu Muddai memang tidak hadir karena sedang berada di Tanah Suci Mekkah, menjalani ibadah Umroh. Deklarasi pencalonan Muddai disampaikan langsung oleh tim suksesnya.

Raja Pane yang bertindak sebagai juru bicara tim sukses Muddai, menjelaskan bahwa keputusan Muddai untuk maju sebagai calon Ketua Umum KONI Pusat setelah beliau berkonsultasi dengan Ketua Umum KOI, Erick Thohir dalam suatu rapat resmi KOI.

”Saya memang sudah konsultasi dengan Pak Erick ikhwal pencalonan saya menjadi Ketua Umum KONI Pusat. Pak Erick pun setuju dan memberi jalan karena niat saya jelas ingin bersama-sama para stake holder lainnya memperbaiki olahraga Indonesia,”kata Muddai.

Melalui teleconference dari Tanah Suci Mekkah, Muddai yang dihubungi sejumlah wartawan menjelaskan bahwa pencalonannya sebagai Ketua Umum KONI Pusat ini semata-mata dilandasi oleh keinginan kuat olahraga Indonesia labih maju.

Dengan pengalamannya yang sudah cukup banyak di bidang olahraga, Muddai mengatakan bahwa kunci keberhasilan pembinaan olahraga Indonesia adalah adanya sinerji yang kuat diantara tiga empat pilar utama, Kemenpora, KONI, KOI dan cabang olahraga.

”Nah KONI Pusat ini lembaga olahraga masyarakat yang tugas dan fungsinya sangat jelas yakni menangani pembinaan olahraga prestasi. KONI punya jangkauan luas dalam hal pembinaan karena punya cabor, KONI Provinsi, Kabupaten/Kota. Untuk menjadikan KONI ini berdaya guna maka hubungan dengan stakeholder lainnya terutama dengan pemerintah dalam hal ini Kemenpora harus baik,”papar mantan Ketua Umum KONI Sumsel dua peridoe itu.

Muddai yang juga pernah menjadi Ketua Panitia Pelaksana Islamic Solidarity Games (ISG) III/2013 Sumsel itu lebih jauh mengatakan untuk memperkuat sinerjitas antar lembaga ini harus melalui perencanaan yang matang dan baik serta transparan. Karena hanya dengan demikian tingkat kepercayaan masyarakat terhadap KONI Pusat kembali muncul.

”Dan saya setuju sekali masalah kepercayaan ini juga menjadi salah satu titik persoalan yang harus diperhatikan. Pasalnya KONI dalam hal pendanaan pun tak mungkin tergantung penuh pada pemerintah. Harus ada sumber pendanaan lain seperti sponsor dan donasi yang tak mengikat, asalkan KONI dikelola profesional dan transparan,”tambah mantan Wakil Ketua Umum PB.Percasi pada era Edi Widiono itu.

Dukungan KOI terhadap Muddai untuk menjadi calon Ketua Umum KONI Pusat ini juga tak lepas dari upaya Indonesia mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Muddai pun mengakui bahwa dibutuhkan dan sangat diharapkan sinerji stakeholder olahraga untuk memperjuangkan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

”Kita perlu mempersiapkan secara dini atlet Indonesia sehingga kita memiliki atlet yang mampu lolos kualifikasi Olimpiade 2032. Dalam persiapan menuju sebagai tuan rumah Olimpiade 2032, kita perlu perbaikan yang spesifik untuk pencapaian prestasi, administrasi, aturan-aturan agar cabor-cabor dengan profesional dapat melakukan pembinaan dan pelatihan dengan tanggungjawab penuh,”papar Muddai yang juga pernah menjadi CDM Kontingen Indonesia di Asian Beach Games (ABG) 2014 Phuket, Thailand ini.(www.tribunolahraga.com)

PELTI SULUT Seriusi Pra PON

REMAJA-TENIS.COM, MANADO..Berbagai pembahasan terkait kegiatan baik kedaerahan hingga nasional terus diseriusi pengurus Persatuan Tenis seluruh Indonesia (PELTI) Provinsi Sulawesi Utara. Dipimpin langsung ketua Pelti Sulut Steven Kandouw, sejumlah poin penting diputuskan dalam rapat bersama, yang digelar di Casa Bakudapa, Selasa (4/6) lalu. Diantaranya, dikatakan Kandouw , pelaksanaan pertandingan tenis dalam rangka memeriahkan HUT RI . Yang direncanakan digelar di pekan kedua bulan depan.

” Hasil rapat yang kita putuskan bersama yakni, ada pertandingan memeriahkan HUT RI. Kita agendakan bisa terlaksana di minggu kedua bulan Juli. Biar gelarannya optimal, ada media juga yang akan kita gandeng. Untuk susunan panitianya juga sudah terbentuk, Ketuanya dipercayakan kepada Prof Doddy Sumayouw, Sekretars Joudy Wagey, Edwin Lontoh untuk posisi Bendahara. Secepatnya akan dibentuk personil kepanitiaan lainnya.” ungkap Kandouw yang juga Wakil Gubernur Sulut ini.

Selain itu, pihaknya pun memberikan perhatian serius kepada persiapan Tim Tenis Sulut yang akan ambil bagian dalam ajang Pra-PON nanti.

“Kita akan menyurati juga kepada sekolah atau perusahaan , untuk surat izin bagi atlet Pra PONyang bersekolah atau bekerj, biar persiapannya maksimal.” imbuhnya.

Sembari menambahkan , dirinya pun telah menugaskan kepada pengurus untuk segera melakukan pelantikan dan pembentukan cabang baru. Utamanya PELTI di kabupaten/kota yang telah demisioner agar bisa segera dibentuk dan dilantik.

Sementara itu, Sekretaris PELTI Sulut, Nico Tampi ,menambahkan , segala perkembangan baik latihan teknis dan problematika . Yang nantinya ditemui tim Pra PON Sulut, agar segera dikomunikasikan agar tidak menghambat jalannya persiapan.

” Latihan atlet Pra PON dapat mengunakan lapangan tenis indoor di kantor Gubernur, program latihan yang sudah disusun diharapkan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Untuk teknis latihannya, juga dapat berkoordinasi dengan KONI Sulut.” sebutnya.

Turut hadir dalam rapat, Wakil Ketua II James Memah, Wakil sekretaris I Roy Tumiwa, serta angota Edward Kumenep, Grace Wakary, Christy Manarisip, Noldy Sumendap, Rendy Reodan Joudy Wagey ( dikutip dari harian manadopos)

Amman Mineral Detec Open 2019 Siap Digulir di D.I.Yogyakarta

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA - Kejuaraan Nasional Tenis Junior berlabel Amman-Mineral Detec Open 2019 siap bergulir di Yogyakarta tanggal 17 – 22 Juni 2019.

Turnamen yang masuk dalam kalender kompetisi resmi PP Pelti kategori J2 ini menghelat pertandingan untuk Kelompok Umur (KU) 8, 10, 12, 14 dan 16 serta 18 tahun.

“Turnamen ini terbuka bagi petenis dari seluruh Indonesia dan luar negeri, baik putra maupun putri. Semua KU menggelar nomor tunggal dan ganda, kecuali KU 8 red ball dan 10 orange ball yang hanya nomor tunggal,” ungkap Direktur Turnamen, Anshari Nursida.

Lebih lanjut, pengelola Deddy Prasetyo Tennis Club (Detec) itu mengatakan bahwa pihaknya menargetkan 400 petenis bakal meramaikan turnamen yang telah terselenggara sejak 2016 ini.

“Tak hanya kuantitas, kami berharap kualitas turnamen juga makin baik dengan kehadiran petenis peringkat atas nasional di setiap KU,” tuturnya.

Untuk tahun ini, Detec Open harus berpindah ke Yogyakarta setelah tiga event sebelumnya selalu berlangsung di Solo, Jawa Tengah.

“Kami harus mencari lokasi lain karena Kompleks Stadion Tenis Gelora Manahan Solo sedang direnovasi total. Yogyalarta menjadi pilihan ideal karena mudah diakses peserta dari seluruh Indonesia, bahkan dari luar negeri,” tutur Anshari.
Lokasi pertandingan, menurutnya, akan tersebar di beberapa lapangan tenis di Kota Pelajar itu seperti DKT, UGM (Universitas Gadjah Mada dan UNY (Universitas Negeri Yogyakarta).

“Pendaftaran masih dibuka hingga saat sign in, Minggu 16 Juni jam 17.00. Adapun biaysnya tidak mengalami kenaikan, sama seperti tahun lalu, Rp 300.000 tiap peserta,” jelasnya. (**)

Kejar Target PON, Uang Pembinaan Atlet DKI Tidak Bertambah

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. – Uang pembinaan atlet DKI untuk mengejar target merebut kembali gelar juara umum pada PON 2020 di Papua telah dibagikan. Pekan ini, uang pembinaan atlet PON DKI untuk tahun 2019 dibagikan secara serentak setelah dana pembinaan hibah tahun 2019 dari Pemprov DKI untuk gelombang pertama sebesar Rp 101 milyar telah cair.

Dana tersebut langsung disalurkan kepada para atlet, pelatih dan pembina olahraga DKI. Pada tahap pertama ini atlet Pelatda I DKI yang akan membela nama baik daerah pada PON 2020 di Papua menerima Rp 23.5 juta untuk 5 bulan. Artinya per bulan atlet menerima uang pembinaan sebesar Rp 4.75 juta.

Jumlah ini sebenarnya tidak mengalami perubahan berarti sejak masa Gubernur DKI Fauzi Bowo dan diulangi di masa Gubernur Joko Widodo, Basuki Tjahaja Purnama, Djarot Siaful Hidayat hingga Gubernur saat ini, Anies Baswedan.

Sebelumnya beredar rumor yang menyebut untuk mencegah para atlet DKI eksodus ke luar daerah, Pemprov akan menaikkan uang pembinaan sehingga para atlet mau bertahan di DKI. Jumlahnya pun bervariasi antara Rp 10 hingga Rp 25 juta. Batas perpindahan atlet antardaerah menjelang PON telah berakhir pertengahan 2018 lalu. Menghadapi PON Papua, KONI Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan 957 atlet lapis I, 227 atlet lapis II, 154 pelatih lapis I, 32 pelatih lapis II, 117 asisten pelatih lapis I, dan 24 asisten pelatih lapis II dengan total 1.511 personel.

DKI bertekad mengembalikan tradisi menjadi juara umum PON seperti terakhir kali dilakukan pada PON XVIII/2012 di Pekanbaru, Riau. Pada PON XIX/2016 di Bandung, posisi DKI merosot ke peringkat tiga di bawah Jawa Barat dan Jawa Timur. Untuk mengembalikan pamor olahraga DKI,

KONI DKI meluncurkan semboyan “Ayo Bung trebut kembali,” untuk mengembalikan status juara umum PON ke Jakarta. Untuk memenuhi target itu, pihak KONI DKI mengajukan anggaran sebesar Rp 700 milyar. Bahkan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik dalam pembukaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) KONI DKI Jakarta di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Sabtu (04/05/2019) menyebut jumlah tersebut tdiak cukup dan seharusnya diajukan sebesar Rp 1 milyar. Pasca PON 2016 di Jawa Barat, para atlet dan pembina :o lahraga DKI sempat ,melakukan protes berkaitan dengan terkatung-katungnya uang bonus yang dijanjikan.(www.kompas.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media