TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...,,,,........REMAJATENIS SUMSEL XXI TGL 20-22 SEPTEMBER 2019, DILAPANGAN TENIS PEMKOT PALEMBANG,................
Kumpulan Berita
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Anthony Susanto Lolos ke Babak Utama

REMAJA-TENIS.COM, SINGAPORE. Petenis muda Anthony Susanto berhasil lolos kebabak utama dari kualifikasi turnamen ITF USD 15,000 di Kallang Tenis Center Singapore setelah mengalahkan petenis Malaysia Christian Chin dalam 3 set, 6-4, 4-6, 12-10.

Dibabak utama, Anthony Susanto ketemu abangnya sendiri David Agung Susanto dan dimenangkan oleh David Agung Susanto 64 6-3.

Dibabak kedua, David Agung Susanto akan menantang unggulan 4 asal Hongkong, Hong Kirt Wong.

Kedua petenis yang disiapkan menghadapi SEA Games 2019 di Manila sedang bertarung untuk menaikkan peringkat dunianya, sehinga wajib untuk rajin ikuti turnamen internasional yang kebanyakan diluar negeri karena di Tanah Air sendiri sangat minim.
Nasib yang sama juga dialami petenis putri lainnya. Saat ini Aldila Sutjiadi sedang bertanding di Hongkong ikuti turnamen dengan prize money USD 25,000

Minimnya ikut serta diturnamen internasional sebagai penyebab mandeknya prestasi petenis Indonesia ketingkat dunia. Hanya Christopher Rungkat saat ini sedang konsentrasi di pertandingan ganda dan lolos kebabak kedua Grandslam French Open yang sedang berlangsung di Perancis.

Ada beberapa cara bagi petenis Indonesia yang selama ini sebagai kendala tidak bisa diterima masuk suatu turnamen akibat peringkat dunia yang dimilikinya sangat rendah. Dianjurkan oleh pengamat tenis August Ferry Rturandang , induk organisasi Pelti harus aktip bantu memfasilitasi keikut sertaan petenis potensial Indonesia ke turnamen internasional. ” Jalin hubungan baik dengan penyelengara turnamen ( Thailand, Singapor atau Hongkong) dan bisa minta wild card apakah kualifikasi ataupun babak utama.” ujarnya
Dikatakan pula itu satu satu cara untuk memfasilitasi petenis Indonesia. Edukasi juga sebaiknya dilakukan kepada petenis putra Indonesia yang saat ini mayoritas petenis muda atau yunior yang sedang diangkat masuk ketenis nasional. Kalau putri seperti Jessy Rompies, Beatrice Gumulya maupun Aldila Sutjiadi sudah mempunya i peringkat dunia sehingga lebih mudah masuk dalam turnamen.
” Dana bukan satu satunya alasan.” ujarnya yang sangat penasaran melihat perkembangan petenis putra maupun putri Indonesia.

Erick Thohir Minta Cabor Prioritaskan Atlet Muda ke SEA Games

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA – Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir meminta cabang olahraga untuk fokus menghadapi Olimpiade 2020. Erick mengatakan partisipasi pada SEA Games 2019 di Filipina hanya sebagai sasaran antara. Erick mengatakan Indonesia harus melihat realitas usai Asian Games 2018.

Masyarakat pasti juga mengharapkan prestasi yang lebih baik setelah perhelatan pesta olahraga antarnegara Asia. Tahun lalu di Jakarta dan Palembang, Indonesia finish di posisi keempat dengan raihan 98 medali, yakni 31 medali emas, 24 medali perak, dan 43 medali perunggu. Indonesia hanya kalah dari negara-negara kuat Asia seperti China, Jepang, dan Korea Selatan. Di Asian Games 2018, Indonesia juga berada di nomor satu negara Asia Tenggara.

“Usai Asian Games 2018 level atlet kita sudah naik,” kata Erick dalam acara buka puasa bersama di Jakarta, Minggu (26/5). Apalagi, Erick mengatakan, sejumlah cabor juga sudah bersiap menuju Olimpiade. “Ada beberapa yang mulai lolos. Seperti Lalu Muhammad Zohri yang sudah lolos Olimpiade,” ujar Erick.
Erick pun mendorong Indonesia untuk meloloskan sebanyak mungkin atlet pada Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang.

“SEA Games hanya sasaran antara, sebagai partisipasi saja, kirim cabor persiapan, kami sepakat dengan usulan pemerintah yang perbanyak atlet muda di SEA Games 2019,” kata dia.

Untuk SEA Games 2019, Erick mengatakan, adanya perbaikan prestasi dari hasil yang dicapai di Malaysia pada dua tahun silam sudah menunjukkan prestasi yang bagus. “Di SEA Games kita banyak cabang olahraga yang tidak ada pengurus cabornya. Kalau SEA Games Cabor selalu berubah,” katanya.

Sementara itu, untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, menurut Erick, tidak sekedar mempersiapkan sarana, tetapi juga harus siap secara prestasi. Erick mengatakan IOC juga mengharapkan Indonesia mempersiapkan atlet berprestasi. “Saat saya mendampingi Wakil Presiden saat berjumpa presiden IOC, Thomas Bach mengungkapkan kita salah satu kandidat kuat. Dia juga meminta prestasi olahraga kita sukses,” kata dia.
Untuk itu, Erick berharap cabor banyak menggelar kejuaraan internasional baik untuk persiapan fasilitas maupun prestasi atletnya.

“Atletik, angkat besi kalau bisa menjadi tuan rumah seri kejuaraan dunia,” kata dia. “Kita ingin punya mimpi sepakbola masuk semifinal olimpiade. Sepak bola punya potensi karena usia 23 kebawah. Kalau untuk menjadi tuan rumah piala dunia sepakat, baru 2038 atau 2042 jadi masih sangat lama kita fokus olimpiade dulu.” (kompas.com)

Aldila Sutjiadi Kandas di Final

REMAJA-TENIS.COM, SINGAPORE. Andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi tidak berhasil setelah berjuang dari babak pertama sampai final. Tinggal selangkah gelar juara dtangannya, sehari sebelumnya Aldila berpasangan dengan Piage H berhasil keluar sebagai juara. Tetapi kali ini, Mingu ( 26/5) dibabak final digagalkan oleh petenis Thailand Nudnida Luangnam dalam dua set langsung 3-6, 2-6.

Keberhasilan Aldila lolos ke final dan berhasil dipertandingan ganda sebagai juara sudah sepatutnya masyarakat bersyukur karena upaya meningkatkan prestasi bagi petenis nasional melalui ajang try out turnamen internasional diluar negeri sangatlah penting sekali.

Jadwal berikutnya bagi Aldila Sutjiadi adalah lanjutkan ke Hongkong ( 27 Mei-2 Juni 2019) ikuti kejuaran sejenis memperebutkan prize money USD 25,000. Hanya saja Beatrice Gumulya yang terdaftar ternyata sudah mengudurkandirinya .

Status Aldila Sutjiadi dengan peringkat dunia 563 tercatat sebagai pemain yang diterima langsung ke babak utama melalui fasilitas ITF. Disayangkan sekali tidak ada petenis Indonesia selain Aldila Sutjiadi yang ikut serta. Demikian menurut pengamat tenis, August Ferry Raturandang.

Situasi petenis putri masih membuka asa bagi pertenisan Indonesia dibandingkan petenis putra, karena minimnya keikut sertaan mereka ke luar negeri kecuali Christopher Rungkat . Saat ini David Agung Susanto (ATP-808) bersama adiknya Anthony Susanto (ATP1.673)ikut berjuang dikota Singapore Turnamen internasional dengan prize money USD 15,000, mulai 27 Juni-2 Juni 2019

PELTI selenggarakan Kepelatihan Pelatih dan Wasit

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA.. Pengurus Pusat Persatuan Tenis seluruh Indonesia sedang persiapkan pelaksanaan salah satu program kerjanya dibidang kepelatihan pelatih Indonesia. Untuk tahun 2019 sudah dijadwalkan kepelatihan pelatih di Palembang ( 22-28 Juli 2019), Yogyakarta ( 12-18 Agustus 2019), Makassar ( 2-8 September 2019, Jayapura Papua( 30 September-6 Oktober 2019 dan Balikpapan (9-15 Desember 2019). Demikian menurut Komite kepelatihan pelatih PP Pelti Peter Susanto

Sambutan atas rencana tersebut mendapatkan tempat dihati masyarakat yang sangat mendambakan adanya program peningkatan kualitas SDM (pelatih) di Tanah Air, yang selama ini sangat dibutuhkan sekali. Menurut Peter Susanto, saat ini jenjang kepelatihan pelatih yang paling dasar adalah “play and stay course” kemudian diatasnya ada CBI (coaching begginer and intermediate) course yang dulu dikenal dengan National ITF Level-1 coaches course , kemudian ke advanced yang dulu dikenal dengan ITF Level-2 baru High Performance course (ITF Level-3).

Mengenai tutor yang akan bertugas ada 3 dimana salah satunya pelatih asing asal Belanda ( Frank) yang sudah dikontrak oleh PP Pelti dan 2 pelatih nasional yaitu Peter Susanto (ITF Level-2 coach) dan Martin Setiawan (ITF Level-2 coach) yang telah ikuti penataran Tutor di Hongkong.

Sebelumnya telah dilaksanakan di Gorontalo pada 1-4 Mei 2019 lalu, dan yang lulus hanya 5 (lima) pesertanya.Demikian menurut Ketua Komite Kepelatihan Pelatih PP Pelti, Peter Susanto

Adapun kesiapan pelaksanaan masih belum jelas, karena masih dalam tahap negosiasi dengan Pengprov Pelti sebagai tuan rumah. Hal ini disampaikan oleh Sekjen PP Pelti Lani Sardadi. Dikatakan pula untuk play and Stay course n=ini hanya berlangsung 4 hari saja. Besaran entry feenya menunggu kepastian dari Pengprove Pelti yang akan menentukannya.

Keprihatinan terhadap sertifikasi pelatih tenis di Indonesia sudah tertinggal akibat selama 7 tahun ini belum ada peningkatan sertifikasi pelatih. Yang tertinggi dimiliki pelatih Indonesia masih beberapa pelatih bersertifikat ITF Level-2 ( sekitar 12 pelatih) . Tidak ada kepelatihan pelatih ITF Level-2 dilakukan oleh PP Pelti, sedangkan saat itu kuantitas pelatih bersertifikat National ITF Level-1 cukup banyak, hanya saja belum ada peningkatan ke ITF Level-2. Karena selama ini banyak dilaksanakan di luar Negeri. Kesulitan terjadi akibat minimnya penguasaan bahasa Inggris karena tutornya berasal dari Luar Negeri.

Disamping peningkatan kualitas SDM pelatih maka PP Pelti telah merencanakan pula peningkatan kualitas SDM perwasitan. Renacana dilakukan di Palembang ( 14-16 Agustus 2019), Jayapura Papua ( 911 Oktober 2019) dan Yogyakarta ( 6-8 November 2019)

SINGAPORE : Aldila Sutjiadi Lolos ke Final

REMAJA-TENIS.COM, SINGAPORE. Petenis nasional Indonesia, Aldila Sutjiadi mencatat preestasi gemilag diajang Singapore Women Challenger (USD 25,000) yang berlangsung di Kallang Tennis Center Singapore. Aldila lolos ke final tunggal dan juga juara ganda berpasangan dengan Paige Hourigan (New Zealand).

Dibabak semifinal, Aldila menumbangkan unggulan 6 yang juga pasangan gandanya sendiri Paige Hourigan 6-1 6-0. Difinal, Aldila akan menantang ptenis Thailand Nudnida Luangnam yang berhasil menumbangkan ungggulan 1 asal Russia , Valeria Savinykh 6-2 6-1.

Kemenangan ditunggal berdampak pula kemenangan dipertandingan ganda, berpasangan dengan Paige Hourigan berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Appleton/Harrison pasangan dari Inggris dan USA 6-1 7-6(5).

“Saya bersyukur bisa lolos ke final. Tinggal selangkah lagi bisa juara. Doakan saja.” ujar Aldila Sutjiadi mengomentari kemenangannya ke final.

Aldila Sutjiadi termasuk salah satu anggota yang dipersiapkan untuk SEA Games 2019 di Manila bersama sama rekan lainnya yang aktip try out ke Luara Negeri seperti Jessy Rompies dan Beatrice Gumulya.

Yang sering jadi pertanyaan adalah tim SEA Games 2019 khusus putra , kecuali Christopher Rungkat, tidak terlihat kegiatan try outnya . Ini sebagai penyebab kurang majunya petenis putra Indonesia yang masih terpaku dengan try ini belaka. Apalagi jika kegiatan didalam negeri minim turnamen internasional menambah makin merosotnya prestasi petenis putra Indonesia,


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media