TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...,,,,...SELAMAT IDUL FITRIE 1 SYAWAL 1440 H MOHON MAAF LAHIR BATHIN.......REMAJATENIS JAKARTA-81 14-16 JUNI 2019 DI LAPANGAN TENIS MARINIR CILANDAK JAKARTA........MEDCOENERGI JUNIOR CHAMPS 2019 DI PALEMBANG 24-28 JUI 2019................
Kumpulan Berita
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Petenis Kawanua Tennis Club Juara

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA.Petenis yang bernaung dalam Kawanua Tennis club yang bermarkas di lapangan tenis Lebak Bulus Lestari Jakarta membuat kejutan diajang kejurnas RemajaTenis Jakarta-80 yang berakhir hari ini (Minggu, 13/4).

Pelatih Sonny Ratag sebagai pembinanya cukup berterima kasih kepada ansk asuhnya yang berhasil menyandang gelar juara.
Diawali oleh Bella Septiani Ayu Septiani dikelompok 18 tahun putri setelah difinal berhasil menundukkan Ina Winata asal Depok 6-1 6-2 dalam waktu 52 menit.Gambar mungkin berisi: 1 orang, berolahraga dan luar ruangan

” Saya yakin menang sebagai modal hadapi lawan dengan cara bermain sebaik mungkin. Ternyata lawan banyak buat salah.” kata Bella.

” Saya bingung dengan servisnya karena Bella tangan kidal. Dapat pelajaran hadapi lawan kidal.” kata Ina Winata.

Begitu pula rekannya yang lain Hidayatullah Djufrie dikelompok 16 tahun putra berhasil menyisihkan Louis Maha Deo Tarigan dari Jakarta difinal dalam waktu 1 jam 24 menit , 6-3, 7-6(4) sehingga keluar sebagai. Juara .

Yang cukup menarik perhatian final tunggal putra 18 tahun antara Giovan Lumenta dan M Kevindra Putra Harimurti .Kedua pemain bermain cukup keras saling adu groundstroke dan berlangsung dalam 1 jam 46 menit dimenangkan oleh Giovan Lumenta 6-4 7-6(4).

” Ini pertemuan yang keempat kalinya dan sekarang saya unggul 3-1.Kevin bermain cukup bagus dengan pukulan keras dari baseline baik forehand dan backhandnya. Tapi saya bisa layaninya sehingga bisa menang.” kata Giovan Lumenta.Gambar mungkin berisi: 2 orang, termasuk Hendra Oeban, orang tersenyum, orang berdiri dan sepatu

Kejutan lainnya adalah tumbangnya unggulan pertama Valentino Bagas K dari Kawanua Tennis Club setelah tumbang dari Razan Dhawy asal Jakarta dalam 3 set, 6-2 4-6 4-10. Perjuangan tanpa menyerah oleh Razan yang set pertama kalah2-6 tetapi bisa bangkit diset kedua 6-4 sehingga penentuan diset ketiga.Akhirnya keberuntungan jatuh ketangan Razan Dhawy sehingga keluar sebagai juara tunggal putra 14 tahun.

Kelompok 14 tahunputri, Emilia Michta asal Polandia berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan petenis potensial Lulwa Naswardhani (Jakarta) 6-1 6-1.

Kelompok 12 tahunputri Farra Novianti asalBogor berhasil keluar sebagai juara setelah difinal mengalahkan Febbyaro Ribby dengan alot 9-8(5).

Putra 12 tahun keluar sebagai juara Matthew Bradley L asal Jakarta setelah mengalahkan Rafael Rio Suryana asal Bekasi 8-5.

Putra 10 tahun keluar sebagai juara Bixenta Adzakaa Feisal (Jakarta) setelah mengalahkan Rauf Dafa Ramadhan asal Jakarta 8-0.

Para juara dan finalis mendapatkan hadiah perlengkapan tenis berupa tas dan snar raket dari Toko Metro Sport Jakarta dan juga voucher dari USANA.

August Ferry Raturandang selaku promotor RemajaTenis menyatakan kepuasannya melihat perkembangan petenis yunior . ” Kita harus lihat cara bermain mereka yang berani memukul bolanya dengan cukup keras. Ada beberapa petenis tehnik memukulnya yang mana perlu diperbaiki. Seharusnya berani maju ke net untuk main volley.”

Secara keseluruhan telihat keseriusan para orangtua mendukung dengan mendampingi selama pertandingan

Petenis Jatim Kuasai Piala Gubernur Kaltim 2019

REMAJA-TENIS.COM, SAMARINDA.. Atlet PON Jawa Timur berhasil kuasai kejurnas Tenis Piala Gubernir Kaltiom 2019 yang berlangsung sejak 1-7 April 2019 di lapangan tenis Segiri Samarinda.

Baik putra dan putri dikuasai atlet Jawa Timur yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional 2020 di Jayapura mendatang,

Bahkan terjadi All Jatim Finals ditunggal putra, David Agung Susanto berhasil menghadapi rekannya M. Rifqy Fitriadi dan berhasil menundukkannya dalam 2 set langsung 7-5 6-1 difinal (Mingu 7/4). Tampak diset pertama terjadi adu kekuatan, Rifqy mencoba mengatasi permainan seniornya tetapi diset kedua terlihat Rifqy sudah tidak berambisi mengalahkannya sehingga kalah 1-6. David Agung Susanto yang biasa dipangil Boneng keluar sebagai juara.

Setelah berhasil menggoindol juara tunggal, Boneng kembali perlihatkan keperkasaannya disektor ganda dengan berpasangan adik kandungnya Anthony Susanto difianl menaklukkan ambisi pasangan dari Malaysia selama 3 set, 4-6 6-4, 10-6. Kalah diset pertama tidak mematahkan pasangan kaka adik ini untuk mengejar ambisi juara dirumah sendiri dari lawannya dari Malaysia, sehinga diset kedua angka keberuntungan ditangan Boneng bersama adiknya. Menutup set ketiga dengan kemenangan super tie break 10-6, dan keluar sebagai juara ganda.

” Ya, kita sudah persiapkan dari beberapa turnamen, sebelumnya di ikuti turnamen di Thailand dan Malaysia, ” ujar Anthony mengomentari kemenangannya.

Harus diakui kemenangan ini berkat hasil dibeberapa turnamen sebelumnya seperti di Thailand keluar sebagai semifinalis, kemudian di Malaysia hanya finalis dan akhirnya di Samarinda berhasil keluar sebagai juara.

Sektor putri, andalan Jawa Timur, Nadya Ravita yang selama ini lebih banyak waktunya sekolah sambil tenis di negeri Paman Sam, berhasil keluar sebagai juara tunggal putri setelah difinal menumbangkan ungulan ke 5 asal DKI Jakarta, Janice Tjen 7-6(5) 3-0.

Putri pasangan mantan petenis nasional Lukky Tedjamukti dan Hawin Sutopo mengakui kesenangananya bisa merebut gelar juara di Tanah Air setelah melanglang buana kenegeri Paman Sam.

” Saya sebenarnya sama sekali tidak nyangka bisa sampai babak ini, awalnya saya kirapaling babak 1 atau babak 2 saya sudah out, tapi ternyata lanjut terus.” ujar Nadia Ravita.

Prestasi Nadia cukup mengejutkan karena berhasil buat kejutan dengan menumbangkan ungulan 1 anggota tim nasional yang dipersiapkan PP Pelti mulai dari Asian Games 2018, tim Fed Cup 2019 mendampingi Aldila Sutjiadi, Beatrice Gumulya dan Jessy Rompies

Ketidak mampuan Jenice Tjen melanjutkan pertandingan dibabak kedua akibat d=cidera yang dialaminya disemifinal.

Setelah berhasil disektor tunggal. Nadia mencoba disektor ganda dengan berpasangan Rani Fitria Wardani sebagai non ungulan lolos ke babak final menantang ungulan 2 Arum Damarsari (Jateng) /Septiana Nur Zahiroh (Papua)

Tetapi langkahnya untuk mengambil dua gelar dipatahkan oleh pasangan Arrum Damarsari (Jateng) Zahiroh (Papua ) 6-1 6-3 difinal kejurnas Piala Gubernu Kaltom 2019.

Sebelumnya Arum dan Septiana dibabak semifinal berhasil menundukan Cartika WiseshaDewi Larasati (Jatim)/Jessica Christa (Jateng) 6-3 6-2, sedangkan Nadia/Rani mengaahkan atas Ni Putu Srmini (Bali)/ Kintan Pratiwi Anwar (Kaltiom) 6-2 6-2.

Mengomentari hasil kejurnas Piala Gubernur Kaltoim, August Ferry Raturandang mengharapkan agar kejurnas Piala Gubernu lain daerah kembali diselenggarakan . ” Selama ini sudah lama hilang dari pertenisan nasional seperti Piala Gubernur DKI Jakarta, Jawa Barat, Jatim, Sulawesi Utara dll ” ujar August Ferry Raturandang. Alasannya adalah sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional 2020 maka dibutuhkan ajang kelompok umum atau senior dikancah turnamen nasional Indonesia.

“Terlihat materi atlet kita masih kurang.” ujarnya kembali. Dikatakan pula kalau ini PR dari Persatuan Tenis seluruh Indonesia.

Ajang Ukur Kemampuan Atlet

REMAJA-TENIS.COM,SAMARINDA – Mengukur kemampuan atlet digadangkan Pengprov Pelti Kaltim, Zairin Zain. Ajang kejuaraan nasional (kejurnas) tenis lapangan bertajuk Piala Gubernur Kaltim Open, menjadi medianya.

Ya, kejurnas tenis lapangan yang secara resmi berlangsung mulai kemarin (3/4) hingga Minggu (7/4) itu menjadi gelaran terbesar perdana di bawah kepemimpinannya.

Event tersebut pun disambut petenis dari 16 provinsi, termasuk peserta dari Malaysia. Tampilnya para petenis berkualitas nasional dan internasional tersebut diklaim Zairin, akan terlihat jelas sejauh mana kekuatan atlet Kaltim.

“Apakah Kaltim masih di posisi belum bisa mengalahkan atlet dari luar ini? Kalau memang belum, maka kami akan pacu terus pembinaan,” ujar Zairin disela pembukaan yang berlangsung di Lapangan Tenis Segiri, kemarin.

Zairin mengungkapkan, tak menutup kemungkinan kejuaraan perdana tersebut akan berlanjut pada tahun depan. Dirinya pun sudah melaporkan mengenai kejuaraan tersebut kepada Gubernur Kaltim Isran Noor. Orang nomor satu di Benua Etam pun ujar Zairin, memberi respons positif.

Terlebih, saat ini ada dua atlet Kaltim yang sudah lolos ke PON. Diharapkan kedua atlet tersebut mampu menyumbangkan medali emas bagi kontingen Kaltim.

“Bagi yang lain, saya harapkan mereka tidak perlu ikuti Pra-PON lagi. Dengan catatan, (poin) TDP (Turnamen Diakui Pelti) jangan sampai turun,” ujar Zairin yang juga menjabat Kepala Bappeda Kaltim itu.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Pelti, Rildo Ananda Anwar yang turut hadir pada upacara pembukaan mengatakan, untuk melihat sejauh mana kualitas petenis Kaltim, akan terlihat sejauh mana atlet Benua Etam yang masuk ke final.

Menurut Rildo, untuk membentuk petenis yang bagus harus dilakukan pembinaan berkelanjutan. Karena itulah di Jakarta, Rildo mengadakan camp tenis khusus anak yang berprestasi. “Dengan pola itu, akan bisa tahu mana yang berkualitas,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi yang membuka kejuaraan memberikan respons positif. Selain memunculkan atlet-atlet baru, sebagai provinsi yang kaya, Kaltim sudah seharusnya memiliki lapangan tenis indoor.

“Sudah saatnya Pelti miliki lapangan tenis indoor. Soal jumlahnya, itu nanti menyesuaikan anggaran,” ujar Hadi. Mengenai lokasinya, Hadi mengatakan, lapangan tenis indoor tersebut rencananya akan dibangun di Samarinda. (kaltimpost)

Mencari Pelapis Christo di Tunggal Putra

REMAJA-TENIS.COM, SAMARINDA, – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Rildo Ananda Anwar sangat antusias menghadiri pembukaan Kejuaran Nasional Piala Gubernur Kalimantan Timur 2019 di GOR Segiri Samarinda, Rabu(3/4).

“Saya sangat ingin melihat persaingan tunggal putra, terutama antar 10 petenis yang minggu lalu menjalani latihan bersama di Jakarta sebagai persiapan menghadapi Piala Davis dan SEA Games 2019,” ujar Rildo ketika mendampingi Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Hadi Muliadi yang membuka turnamen berhadiah total Rp 100 juta itu.

Berencana memfokuskan petenis andalan Merah Putih, Christopher Rungkat hanya tampil di nomor ganda pada kedua ajang itu, Rildo memberi perhatian serius soal regenerasi tunggal putra Indonesia. Dan tongkat estafet itu akan berpindah tangan kepada David Agung Susanto, M. Rifqi Fitriadi, Anthony Susanto, Jeremy Nahor, Iqbal Bilal Saputra, Hendrawan Susanto, Rifki Sukma Ramadhan, Ali Akbar Ramadhani dan Ari Fahrezi serta Nauvaldo Jati Agatra yang pekan lalu melakoni training camp di Wisma Sanita Pejompongan, Jakarta bersama Direktur Teknik Pelti asal Belanda, Frank van Fraiijenhoven.

“Hasil undian tunggal putra Piala Gubernur Kaltim ini sangat menarik. Saya ingin melihat hasil latihan mereka di arena yang sesungguhnya dan berharap petenis muda mampu mebuat kejutan,” lanjut Auditor Utama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ini. Sebagai unggulan teratas, David Agung Susanto (27 tahun) yang berada pada paruh atas undian harus berjibaku dengan darah muda asal Malaysia, Shamirul Sharil Mohd. Adam Das (18) dan Christian Didier Chin (18) pada dua babak awal.

“Belum pernah berhadapan dengan kedua petenis itu, namun minggu lalu kami berlatih bersama di Jakarta. Saya optimistis bisa juara tunggal putra Piala Gubernur Kaltim 2019,” ujar andalan Jawa Timur dalam PON 2020 ini.

Pada paruh bawah undian, Muhammad Rifqi Fitriadi (20) yang menempati posisi seeded kedua akan diuji oleh wakil Negeri Jiran lainnya, Syed Mohammad Agil Naguib (25) di perempat final sebelum kemungkinan beradu dengan sesama andalan Indonesia, Anthony Susanto pada babak empat besar. Dua wakil tuan rumah, Arief Rahman dan Iqbal Bilal sebagai peraih medali perak dan perunggu tunggal putra PON 2016 pun bakal turut memanaskan persaingan.

Selain membuka turnamen, Rildo mengukuhkan Zairin Zain sebagai Ketua Pengprov Pelti Kaltim menggantikan almarhum Nusyirwan Ismail, Selasa (2/4). Kepala Bappeda Kaltim itu akan meneruskan kepemimpinan induk organisasi tenis di Bumi Etam masa bakti 2016-2021. “Komposisi pengurus yang baru dilantik ini sangat bagus, apalagi di situ ada nama Abdul Kahar Mim. Sebagai mantan petenis nasional yang cukup melegenda, dia pasti paham apa yang harus dilakukannya untuk memajukan tenis Kaltim,” tandasnya. (kompas.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media