TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...,,,,...SELAMAT IDUL FITRIE 1 SYAWAL 1440 H MOHON MAAF LAHIR BATHIN.......REMAJATENIS JAKARTA-81 14-16 JUNI 2019 DI LAPANGAN TENIS MARINIR CILANDAK JAKARTA........MEDCOENERGI JUNIOR CHAMPS 2019 DI PALEMBANG 24-28 JUI 2019................
Kumpulan Berita
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Pengda PELTI Jawa Barat Dipimpin Prof Wawan Gunawan

REMAJA-TENIS.COM, BANDUNG. Hari ini hasil Musyawarah Daerah Persatuan Tenis seluruh Indonesia (PELTI) Jawa Barat telah terpilih wajah baru yaitu Prof. Dr. Wawan Gunawan A. Kadir, menjadi Ketua Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Tenis seluruh Indonesia (PELTI) Jawa Barat untuk Masa Bakti 2019 – 2024 secara aklamasi.

Suatu kejutan muncul diawal tahun 2019 dikarenakan pada tahun 2018 sempat dimunculkan salah satu anggota PP Pelti yang dijagokan menjadi Ketua Pengda Pelti Jawa Barat karena dianggap bisa bermanfaat terhadap pembangunan tenis Jawa Barat karena tokoh tersebut seorang pejabat Kementerian PUPR.

Begitu santernya nama tersebut sempat dimanfaatkan dalam kejurnas tenis veteran di Bandung dilakukan pendekatan kepada Pengcab Pelti se Jawa Barat dalam suatu pertemuan disela sela kejurnas tenis veteran 2018 tersebut yang dimotori oleh salah satu petinggi PP Pelti.

Memasuki tahun 2019, suasana berubah total dengan munculnya nama petingi ITB Prof Wawan Gunawan mencuat sedangkan nama tokoh PUPR tersebut hilang karena mengundurkan diri berita yang diterima. Kekuatiran muncul ketika berkembang berita dimedia massa masalah OTT oleh KPK terhadap pejabat di PUPR.

Terpilihnya Profesor Wawan Gunawan disampaikan dalam sidang Pleno Musyawarah Daerah (Musda) tahun 2019 yang berlangsung di Hotel Anggrek Bandung.

Selain terpilih menjadi ketua umum pengda PELTI Jawa Barat, menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Keuagan, Perencanaan dan Pengembangan (WRURK) Institut Teknologi Bandung (ITB) ditunjuk sebagai Ketua Tim Formatur.

Selain pengda PELTI Jawa Barat, saat ini tercatat ada satu pengda lainnya yang diketuai oleh warga Paguyuban Tenis Alumni 16 Perti, yaitu pengda PELTI Sumatera Barat yang dinahkodai oleh Prof. Dr. Syahrial Bakhtiar, M. Pd (Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan & Kerja Sama Universitas Negeri Padang/UNP).

Dengan munculnya tokoh tokoh dari perguruan tinggi, oleh pengamat tenis August Ferry Raturandang mengharapkan adanya perubahan dipembinaan tenis didaerah daerah untuk menunjang pertenisan nasional tersebut.

” Maksimalkan potensi Tenis Daerah saat ini. Karena petenis daerah bisa menjadi kunci untuk mengatasi masalah prestasi nasional. Tugas Pelti adalah mengembangkan berbagai ragam potensi tenis daerah dan jadikan sebagai bagian pola pembinaan nasional. Ini sangat membantu percepat perbaikan prestasi nasional.” ujarnya Diamping itu pula diharapkan agar kinerja Pengcab Pelti didaerah daerah lebih dikembangkan dengan baik. ” Pengda tidak akan berhasil jika Pengcab tidak dikembangkan ” ujarnya kemudian karena sangat mengharapkan tenis didaerah daerah bisa lebih berkembang.(remajatenis.blogspot.com)

Pelti Palembang Siap Gelar Kejurnas RemajaTenis di Palembang

REMAJA-TENIS.COM, PALEMBANG. Kejuaraan nasional (Kejurnas) RemajaTenis Sumatera Selatan ke 18 bakal digelar di lapangan tenis Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang. Tepatnya pada tanggal 8-10 Februari 2019. Demikian menurut Bambang Harsono dari Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI) Kota Palembang.

Tujuannya agar pertenisan di Sumatera Selatan bisa berkembang ketingkat Nasional.

“Palembang sedang menuju ke Pusat Tenis Nasional karena saat ini memiliki sarana prasarana terbesar di Indonesia. Khususnya keberadaan Jakabaring Sport City sudah tidak bisa disaingi kota-kota lainnya termasuk Jakarta” ujar pengamat tenis August Ferry Raturandang.

Untuk itu sudah sewajarnya bila frekuensi turnamen di Palembang ditingkatkan. Demikian menurut Bambang Harsono. Dikatakan pula diprogramkan di Palembang pada tahun 2019 akan digelar turnamen yunior skala nasional sampai 7 kali.

Diawali dengan kejurnas RemajaTenis Sumsel-XVIII pada 8-10 Februari 2019 yang akan mempertandingkan kelompok umur 8 tahun, 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun dan 18 tahun.

Bambang Harsono mengharapkan kegiatan ini direspon dengan baik oleh pelatih-pelatih tenis terutama yang ada di Palembang maupun kota-kota lainnya. “Turnamen itu kebutuhan atlet. Dan juga show room bagi pelatih-pelatih maupun klub-klub tenis.” kata Bambang Harsono yang didukung pula oleh Ketua Pengcab PELTI Kota Palembang, Ir Harrey Hadi. Dikatakan pula, agenda kegiatan Pengcab PELTI Kota Palembang adalah menggalakkan turnamen-turnamen maupun kepelatihan bagi para pelatih.

RemajaTenis Jakarta-77 Berakhir dengan sukses

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Turunnya hujan yang melanda kota Jakarta diakhir bulan Januari 2019 membuat pertandingan Kejurnas RemajaTenis Jakarta-77 sempat terhenti . Tetapi akhirnya babak final yang berakhir (Mingu 27/01) paling malam adalah final tunggal putra kelompok umur 16 tahun antara M.Nur AlFachry (14 tahun) asal Cianjur melawan petenis tuan rumah Akhe Ray Delrian (15 tahun) yang dimenangkan oleh M.Nur AlFachry dalam 3 set. Set pertama petenis tuan rumah lebih unggul 7-5 kemudian diset kedua Nur AlFachry ambil alih keunggulan mejadi 5-7 dan penentuan terjadi diset ketiga. Keberuntungan jatuh ditangan petensi Cianjur yang bisa menutup set ketiga 10-7.

Sebelumnya dilapangan no 2 final antara Giovan Lumenta (Kab Tangerang) melawan M.Kevindra Putra Harimurti (DKI) itungal 18 tahun, dimenangkan oleh Giovan Lumenta dalam 3 set juga yaitu 6-2 5-7 12-10.
Pertandingan kedua babak final ini cukup memukau penonton karena keduanya memperlihatkan kemampuan adu stroke dari base line dana seekali maju ke net untuk menutup peluang lawannya. Tampak hadir mantan Wakil Sekjen PP Pelti (2-12-2017) Goenawan Tedja yang juga sebagai pelatih Kevindra Putra Harimurti.
” Kevindra sudah bermain bagus tetapi lawannya bisa memanfaatkan peluarng yang dimilikinya.” ujar Gunawan disisi lapangan tenis Marinir Cilandak Jakarta.

Babak final tungal putri 16 tahun antara Keila M Paath (Ciamis) dan Nazwa Syamsabilla (Ciamis)juga berlangsung cukup seru. Adu pukulan dari baseline dipertontonkan kediuanya yang berlatih dalam satu klub, ternyata Nazwa bisa unggul 6-4 7-6(2)

Tidak kalah serunya babak final tungal putra 14 tahun antara putra dari mantan petenis nasional Sebastian Da Costa, Rafalentino Da Costa (9 tahun) melawan Valentino Bagas Kurniadhilsa (13 th) dimenangkan oleh Bagas 8-1 6-1.

Sedangkan babak final putri 14 tahun antara Cylova Zuleyka Hukmasabiyya (Serang) melawan Nabella Ridwan asal Bulukumba Sulawesi Selatan , dimenangkan oleh Cylova 6-3 7-5

Babak final tunggal 12 tahun putra antara Arief Wisnu Hariyanto (Tegal) melawan Dwi Ade Rahmantoro (DKI) dimenangkan oleh Arief Wisny hariyanto 8-3. sedangkan tunggal putri 12 tahun, Danella Clara Suryaranata (DKI) mengalahkan Farra Novianti Sabila (Bogor) 806.
Final tunggal putra 10 tahun antara Gardan Hermawan (DKI) melawan Elroy Hendera (DKI) dimenangkan oleh Gardan Hermawan 803.

Kejurnas RemajaTenis Jakarta-77 berlangsung di lapangan tenis Marinir Cilandak dan lapangan tenis rumah kediaman mantan ketua umum PP Pelti (2002-2012) Martina Widjaja jalan TB Simatupang Jakarta Selatan.

Tanggalkan T2 Menggeber T3

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Penyelenggaraan turnamen merupakan salah satu instrumen penting dalam pembinaan tenis nasional. Karenanya penyusunan aturan penyelenggaraan sebuah event tenis menjadi bagian tak terelakkan dalam program kerja Bidang Pertandingan PP Pelti 2017-2022.
Dalam rangka mencari masukan, Johannes Susanto selaku Ketua Bidang Pertandingan beserta jajarannya menemui penggiat turnamen tenis yunior, August Ferry Raturandang (AFR).

Hingga saat ini, mantan Wakil Sekretaris Jenderal PP Pelti itu aktif menggelar Turnamen Tiga Harian (T3) bertitel AFR Remaja Tenis hingga 22 provinsi di Tanah Air dan mulai menanggalkan Turnamen Dua Harian aka Persami (T2) agar menjadi kegiatan klub setempat.

Berikut petikan perbincangan yang dilakukan di sebuah rumah makan di kawasan Senayan, Jakarta, 5 Juli 2018.

Bagaimana asal-usul T2 di Indonesia?
Turnamen ini muncul dari Pengda DKI era Martina Widjaja, sekitar akhir 1990- an, terinspirasi dari Australia. Karena berlangsung dua hari di akhir pekan, oleh Ketua Bidang Organisasi saat itu –Suprawito, mantan Walikota Jakarta Utara, diberi nama Persami: Pertandingan Sabtu dan Minggu. Dibuatlah suatu kepanitiaan dengan dukungan dana dari Pengda DKI. Tujuannya adalah ada turnamen setiap minggu.

Mulanya tidak serentak, sekaligus untuk semua Kelompok Umur (KU). Tapi dibagi, misalnya pekan pertama untuk KU 10 dan 14, minggu berikutnya baru 12 dan 16 tahun. Petenis 10 tahun bisa ikut bertanding di KU 12, begitu pula 14 tahun dapat bertanding di KU 16. Jadi minimal setiap petenis dalam sebulan minimal dapat

Perkembangannya?
Hanya satu kali turnamen terselenggara, karena Pengda DKI hanya support dana sekali saja. Setelah itu Pengda mempersilakan jalan sendiri…

Lalu?
Saya take over konsep turnamen yang berlangsung di lapangan tenis di area bekas lapangan terbang Kemayoran yang kini telah berubah menjadi Wisma Atlet Asian Games 2018 itu.

Tapi saya tidak tahan dengan konsep lama yang hanya menggelar dua KU tiap minggu. Bila Sabtu dan Minggu harus selalu berada di lapangan, bagaimana dengan keluarga?

Saya pikir cukup satu kali turnamen saja setiap bulan, jadi sekaligus untuk semua KU (10,12, 14, 16 tahun)

Dari program Pengda, konsep ini menjadi program Pengurus Pusat?
Ya, seiring masuknya Ketua Pengda DKI saat itu (Martina Widjaja) ke dalam jajaran Pengurus Pusat (PP) era Tanri Abeng dari semula sebagai penasehat hingga akhirnya sebagai Ketua Bidang Pengembangan dan Hubungan Luar Negeri sejak 2000. Konsep turnamen Persami (T2) ini pun ditawarkan ke Pengda-Pengda di Seluruh Indonesia.

Sambutannya?
Yang namanya Pengda, biasalah maunya tidak hanya tawaran program tapi juga harus dengan sokongan uang. Maunya gelontoran dana. Namun PP Pelti berkeras tidak keluar uang, tapi memberi contoh dengan menjalankan program tersebut. Dan, ini berhasil dikembangkan ke Medan, Pekanbaru dan Palembang serta Surabaya.

Saya mendapat kalender pertandingan tenis Australia yang memiliki lebih dari 100 turnamen per tahun. Dalam hitungan saya, dengan jumlah Pengda dan Pengcab lebih banyak dari Australia, Indonesia tentu bisa menggelar jauh lebih banyak turnamen setiap tahun. Sekitar 400 turnamen per tahun bukan jumlah yang mustahil.

Nah, T2 ini awalnya dirancang untuk pembibitan, sekedar meramaikan iklim tenis di Tanah Air agar memiliki kegiatan setiap minggu. Karenanya tidak ada poin peringkat nasional (PNP) untuk peserta Persami (T2). Dan bisa berlangsung bersamaan waktunya di setiap Pengda.

Akhirnya, Pelti era Martina Widjaja (2009), muncul ide untuk memberikan PNP untuk Persami sebagai daya tarik bagi peserta dan penyelenggara turnamen. Saat itu disepakati bahwa poin yang diberikan untuk T2 adalah 10% dari turnamen junior terendah (G5).

Kemudian berkembang menjadi T3?
Dalam perkembangannya terdapat kesenjangan yang jauh antara dua turnamen yang memberikan PNP, yakni T2 dengan turnamen penuh dalam seminggu yang sudah umum digelar (T7). Secara teori, petenis membutuhkan tidak kurang dari 10 turnamen tiap tahun, minimal 13/14. Sementara petenis yunior yang notabene adalah pelajar pasti akan sulit mengatur jadwal bila harus memenuhi kebutuhan tersebut. Mana ada sekolah yang mau memberikan ijin membolos bagi siswanya lebih dari 13 minggu per tahun?

Karenanya muncul pemikiran untuk menjalankan turnamen tiga harian (T3): Jumat, Sabtu, Minggu. Jadi, pesertanya cukup bolos sehari saja (Jumat) karena banyak sekolah yang libur Sabtu. Peserta tuan rumah malah tak perlu bolos karena pertandingannya bisa dimainkan sore hari.

Dari sisi penyelenggara, turnamen T3 juga mampu mereduksi high-cost T7 karena cukup dengan 4 lapangan, 32 draw, hanya nomor tunggal dan dengan (ralat ) referee. Untuk poin PNP, disepakati, 20 % dari turnamen junior (TDP) grade terendah (G5).

Dengan konsep seperti itu, bagaimana dengan pengaturan jadwal turnamen T2 dan T3?
Karena ini bertujuan untuk pembibitan dan pembinaan di daerah, maka T2 dan T3 bisa saja berlangsung pada saat bersamaan di beberapa daerah. Namun sebaiknya tidak bentrok dengan T7.(www.pelti.or.id)

RemajaTenis Jakarta memasuki ke 77 kali pelaksanaannya

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA Memasuki tahun 2019 kegiatan kejuaraan nasional (kejurnas) RemajaTenis diawali di Ibukota DKI Jakarta. Tak terasa semenjak tahun 2009 pelaksanaan RemajaTenis di Jakarta telah memasuki yang ke 77 kalinya. Konsistensi ini dipertahankan oleh promotor RemajaTenis, August Ferry Raturandang sehingga bisa bertahan disaat penyelenggara turnamen diakui PELTI (TDP) lainnya menurunkan aktivitasnya.

“Keberhasilan ini berkat visi dan misi kami yang sudah jelas untuk mengembangkan pertenisan Indonesia” ujar August Ferry Raturandang atau yang sering dipanggil opa AFR karena usianya memasuki 73 tahun bulan Agustus 2019.

Selanjutnya dikatakan pula bahwa setiap pelaksanaannya selalu muncul muka-muka baru petenis muda usia. Hal tersebut menunjukkan populasi tenis yang bertambah. “Saya sangat puas melihat kondisi ini. Menunjukkan tenis itu bisa berkembang dengan baik jika ditangani dengan hati yang baik.” ujar opa AFR yang baru keluar dari RS POLRI.

Menyambut tahun 2019, kegiatan RemajaTenis sudah dijadwalkan akan menggelar sejumlah 26 turnamen diseluruh Indonesia. Angka tersebut bisa bertambah jika ada permintaan dari daerah-daerah kepadanya. “Kami memberi kesempatan agar petenis daerah bisa berkembang dengan diadakan turnamen tenis setingkat nasional didaerahnya. Daripada kirim atlet ke Jakarta maka biaya yang dikeluarkan itu lebih baik digunakan untuk penyelenggaraan didaerahnya. Bahkan bisa lebih banyak atlet daerahnya yang bisa menikmatinya.” ujar Opa AFR

Dikatakan pula sampai saat ini kegiatan RemajaTenis telah berlangsung di 22 Provinsi di Indonesia.

Untuk RemajaTenis Jakarta-77 bakal diselenggarakan di lapangan tenis Marinir Cikandak, Jakarta Selatan dan lapangan tenis kediaman mantan ketua umum PP Pelti, Martina Widjaja, pada tanggal 25-27 Januari 2019 dengan mempertandingkan kelompok umur 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun dan 18 tahun. Telah terdaftar 90 peserta dari berbagai daerah memeriahkan kegiatan tersebut.

Ketua bidang Pertandingan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI), Drs. Johannes Susanto, menyambut baik kehadiran RemajaTenis di kancah pertenisan nasional. “Kami acungin jempol untuk opa AFR yang tetap setia dengan RemajaTenis. Tahun 2018 berhasil selenggarakan 24 TDP RemajaTenis diberbagai daerah. Ini rekor tertinggi.” kata Johannes Susanto usai menghadiri rapat PP PELTI di stadion tenis Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media