TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...,,,,........REMAJATENIS BANTUL X 6 - 8 SEPTEMBER 2019..........TURNAMEN TENIS YUNIOR MITRA KENCANA 16 - 20 SEPTEMBER 2019,,,,................
Kumpulan Berita
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Nea Kirana Pieroelie Berhasil Keluar Sebagai Juara

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Dengan kesabaran yang cukup besar membuat petenis muda asal Jakarta, Nea Kirana Pieroelie berhasil keluar sebagai juara setelah difinal mengalahkan petenis berdarah Kawanua Keyla Mangesti Paath dibabak final tunggal putri kelompok umur 16 tahun dalam 3 set. Set pertama milik Keyla 6-2 tetapi set kedua menjadi milik Nea Kirana 6-3. Dan set penentuan Keyla sudah unggul 7-3 dalam perebutan angka super tie break dan Nea dengan tenangnya bisa atasi permainan Keyla akibat servis Keyla double fault. Dan akhirnya Nea kirana Pieroelie berhasil menutup set ketiga 11-9 dan kekuar sebagai juara.

” Puji Tuhan bisa juara.” kata Nea disisi lapangan tenis Marinir Cilandak. Keyla mangesti Paath mengakui keuletan Nea dalam 3 set pertandingan tersebut. ” Dia main bagus dan cukup ulet. ” ujar Keyla yang peringkat 1 PNP kelompok umur 14 tahun yang kaki ini bertanding di KU 16 tahun.

Sebagai pertandingan terakhir adalah final tunggal putra 18 tahun antara Rifky Ananda Somantri (Karawang) dan Daffa Farras Fauzan (DKI) dimenangkan oleh Daffa Farras Fauzan 6-4, 6-4.

Final tunggal putra 10tahun antara Bixenta Adzkaa (Dki) melawan Raihan Somantri (Karawang) dimenangkan oleh Raihan Somantri 8-3 sedangkan kelompok putri 10 tahun keluar sebagai juara Febyaro Ribby (DKI) setelah mengalahkan
Mischka S Goenadi (Dki) 8-6.

Final tunggal putra 12 tahun antara Rafalentino Da Costa (Tgrs) melawan Matthew Bradley dimenangkan oleh Rafalentino 8-5. Satu2nya peserta dari Bulukumba Sulsel dikelompok 12 tahun putri,
Fitri Nabelita Ridwan belum berhasil sebagai juara karena dikalahkan oleh Sameera Talwar (DKI) difinal 8-1.

Petenis Cirebon Ahmad Fauzan menggondol juara setelah difinal 14 tahun putra mengalahkan Razan Dhawy (Dki) 6-2, 6-2.
Babak final putri 14 tahun cukup seru antara Nailah Rahma Sabina (Bjm) melawan Tiara Regita (Plb) berlangsung dalam 3 set. Keberuntungan ditangan petenis Palembang yang juara RemajaTenis Sumsel XVII bulan Nopember 2018, Tiara Regita yang menutup set penentuan 10-8. Set pertama Tiara unggul 6-3 dan set kedua Naila unggul 6-2 dan set ketiga milik Tiara 10-8.
Dikelompik 16 tahun putra Giovan Lumenta (Banten) berhasil menahan lajunya petenis Padang Fatharsyah Hardeva 62,60.
Dengan bermain cukup agresip Giovan berhasil membuat Fatharsyah kesulitan dalam pengembaliannya. Khususnya return service dimana Gio sudah menunggu didepan net dengan penempatan2 bola yang mematikan.

Kejurnas RemajaTenis Jakarta-76 diikuti 110 petenis yunior diselenggarakan sejak 21-23 Desember 2018 di lapangan tenis Marinir Cilandak dan lapangan tenis rumah kediaman mantan ketua umum PP Pelti (2002-2012) Martina Widjaja.

Menurut Promotor RemajaTenis August Ferry Raturandang banyak petenis2 muda yang butuh perhatian serius untuk masa depan Indonesia jika mendapatkan pelatihan berkualitas maka akan menjadi petenis elite Indonesia. ” Sudah waktunya petenis kita go international. Bibit2nya cukup banyak dan tersebar diberbagai daerah.” ujar August Ferry Raturandang. RemajaTenis akan menutup tahun 2018 dengan menggelar kejurnas RemajaTenis Bantul-8 tanggal 28-30 Desember 2018 di GOR Sultan Agung Bantul DIY.

RemajaTenis Melebihi Target Peserta

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Peserta Kejurnas RemajaTenis Jakarta-76 telah melewati target . Karena minat peserta datang juga dari berbagai daerah khususnya yang menarik perhatian ikut sertanya banyak petenis muda dari wilayah Sumatera. Demikian menurut promotor August Ferry Raturandang kepada Remaja-Tenis.com.

Peserta telah melebihi angka 100 sehingga penyelenggara menggunakan dua tempat pertandingan yaitu lapangan tenis Marinir Cilandak dan lapangan tenis dirumah kediaman mantan ketua umum PP Pelti (2002-2012) Martina Widjaja.

Pelaksanaan mulai Sabtu 22 Desember 2018 sampai dengan 23 Desember 2018 untuk tunggal putra dan putri kelompok umur 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun dan 18 tahun.

Peserta dari Sumatera tercatat datang dari Pekanbaru (Riau), Padang, Solok dari Sumatera Barat, Jambi, Palembang, Bangka Belitung. Sedangkan lainnya berasal dari Jawa Tengah, Banten, Jawa Barat.

RemajaTenis di Jakarta telah memasuki ke 76 kali pelaksanaannya sejak pertama kali 2009 dan sudah menyebar ke 22 provinsi di Indonesia. Rekor tertingi dilakukan oleh RemajaTenis bisa masuk ke 22 provinsi. Oleh August Ferry Raturandang dikatakan keberhasilan tersebut berkat kerjasama dengan Pengda Pelti maupun Pengcab Pelti. Bahkan dengan klub tenis didaerah daerahpun ikut membantu pelaksanaan tersebut.

Konsep a low cost tournament mulai diperkenalkan 2009 dan mulai berkembang kebeberapa daerah dirintis oleh RemajaTenis dan di Jakartapun sudah ada 4 penyelenggara turnamen seperti RemajaTenis. Demikian menurut August Ferry Raturandang.

Dikatakan pula untuk penutup tahun 2018 diselenggarakan di Jakarta dan Bantul DIY. Tepatnya di Bantul 28-30 Desember 2018 di lapangan tenis Sultan Agung Bantul DIY.

” Yang jadi pertanyaan sekarang bagaimana kelanjutannya dengan tahun 2019 ? Pertanyaan ini muncul sejak perlakuan oknum petinggi Pelti yang dianggap melecehkan penyelenggara turnamen.

Tenis Dipertandingkan di SEA Games 2019 Manila

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Awal cerita tenis tidak dipertandingkan di ajang SEA Games Manila 2019, tetapi akhirnya cbang olahraga tenis dipertandingkan juga. Walauuj tanpa event beregu sehingga terslematakan sudah tenis bisa dipertandingkan di SEA Games 2019 Manila.

Hal ini disampaikan oleh wakil sekjen PP Pelti Susan Soebakti. ” Awalnya tenis tidak termasuk dalam cabang yang diusulkan tuan rumah, Filipina. Setelah ada pertemuan Federasi SEA Games (SEAGF) achir Nopember lalu, tenis resmi menjadi bagian dari SEA Games 2019.” ujar Susan Soebakti yang ditunjuk menjadi Technical Delegate SEA Games 2019 Manila oleh Asian Tennis Federation (ATF).

Susanpun mengapresiasi dukungan beberapa negara peserta sehingga tenis jadi bagian dari cabang olhraga yang dipertandingkan pada SEA Games 2019 Manila.

Nomor nomor yang dipertandingkan adalah Tunggal Putra dan Putri, Gabda putra dan puti dan Ganda Campuran.

Kesempatan bagi petenis muda Indonesia jika dipersiapkanlebih awal untuk bisa berperan serta dengan hasil memadai, karena SEA Games terakhir Indonesia mencatat prestasi terjelek selama ini, tanoa medali emas. Demikian disampaikan oleh August Ferry Raturandang selaku pengamat tenis nasional. ” Pelti harus berani turunkan generasi muda dalam SEA Games 2019

Imam Nahrawi Minta Pejabat Kemenpora Laksanakan Arahan Presiden

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Program 2018 dan Pemantapan Program Tahun 2019 di Pulau Putri Resort Hotel, Kepulauan Seribu, Senin (17/12/2018).

Dalam rapat tersebut, Menpora meminta kepada seluruh pejabat di Kemenpora untuk melaksanakan program secara konsisten sesuai arahan Presiden.

“Saya minta kepada seluruh pejabat di lingkungan Kemenpora untuk melaksanakan secara konsisten arahan Presiden. Bahwa Presiden ingin belanja operasional efisien, seperti rapat, perjalanan dinas, dan sebagainya. Selain itu, Presiden juga meminta untuk fokus pada kegiatan inti, bukan kegiatan pendukung,” ujarnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, Presiden juga meminta untuk menyederhanakan segala urusan dengan Pemerintah/Birokrasi, sinkronisasikan kegiatan, termasuk antara Pusat dan Daerah dan tingkatkan belanja yang bisa langsung dirasakan masyarakat.

“Sebagai contoh, Gowes Nusantara dimana agar dikurangi biaya rapat, perjalanan dinas pejabat, namun ditingkatkan belanja yang langsung dirasakan oleh masyarakat atau daerah yang dilalui dalam Gowes,”ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Menpora juga menginginkan dalam percepatan pelaksanaan APBN 2019, Satker perlu segera menyiapkan dari awal untuk pelaksanaan anggaran 2019.

“Segera menyusun pejabat perbendaharaan dan pengelola anggaran masing-masing Satker dan juga menjaga good governance dan akuntabilitas anggaran. Jalankan segala hal sesuai aturan yang berlaku. Kegiatan pun harus bisa dipertanggungjawabkan,” ucapnya.

“Saya juga menginginkan konsep mengenai hal-hal besar yang perlu dipersiapkan untuk jangka watu yang panjang ke depan, grand desaign mengenai prestasi olahraga, pembudayaan olahraga, industri olahraga, bonus demografi, pendidikan kepramukaan. Pembangunan kualitas SDM adalah fokus utama dalam RKP 2019. Untuk pemanfaatan jabatan fungsional pelatih olahraga yang kita miliki agar segera statusnya diperjelas, hal ini berkaitan dengan masa depan mereka,” tambahnya..

Lebih jauh ia mengatakan, bahwa pembangunan infrastruktur pemuda maupun olahraga agar bisa dibenahi ke depannya.

Baik itu dalam segi pengelolaan kegiatan, pentujuk teknis pelaksanaan, pelaksanaan lelang dan konstruksi fisik yang akan dilakukan. Karena selama ini, banyak anggaran yang terbuang sia-sia dan tidak bisa diserap.

“Harus dibenahi, karena pemanfaatan infrastruktur pemuda dan olahraga sangat diharapkan oleh masyarakat. Beberapa prioritas yang harus menjadi icon pada tahun 2019, diharapkan dapat terlaksana, yaitu pengembangan e-Sport, sejuta bola, pencak silat menuju Olimpiade, pengembangan industri olahraga, Iptek olahraga dan statistik olahraga.” tuturnya. (tribunews.com)

Tantangan PELTI di 2019

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Menjelang akhir tahun 2018 sudah banyak prestasi diberikan mewarnai pertenisan nasional di Indonesia. Berhasil membawa medali emas Ganda Campuran diajang Asian Games 2018 di Palembang setelah terakhir kalinya Indonesia membawa medali emas di Asian Games Busan 2002 Indonesia menorehkan medali emas untuk beregu putri. Kemudian keberhasilan tim Fed Cup lolos ke grup I Fed Cup 2019 setelah di grup II berhasil menumbangkan Uzbekistan 3-0. Prestasi fantastik dikembangkan srikandi srikandi Indonesia mengangkat nama Indonesia diajang kejuaraan dunia beregu putri.

Keberhasilan menggelar turnamen turnamen baik nasional maupun internasional membawa catatan rekor tersendiri yang harus diapresiasikan dengan baik dan lapang dada. Tim Davis Cup Indonesia yang dimotori oleh Christopher Rungkat sebagai andalannya berhasil tidak kena degradasi diajang Davis Cup by BNP Paribas grup II setelah mengalahkan Sri Langka 3-1.

Sudah cukupkah keberhasilan tersebut untuk menghadapi tahun 2019 yang tentunya akan lebih berat mempertahankan dari pada merebutnya. Ini sangat lazim sekali dipercaturan dunia olahraga khususnya tenis. Jika tidak kalah ya so pasti menang.

Awal Februari Pelti sudah harus bisa menghadapi babak pertama grup II Davis Cup by BNP Paribas. Yang tercatat ikut dalam grup II ternyata lawan lawan yang tidak gampang. Nama besar Thailand, Filipina, China Hongkong, Chinese Taiei, Vietnam, Kuwait, dan tidak kalah beratnya adalah tetangga New Zealand yang baru alami degradasi dari grup I setelah kalah dari Korea 2-3. Apakah targetnya hanya bertahan kembali di grup II ?

Kemudian tim Fed Cup juga berhasil naik kelas ke grup I akan berhadapan dengan lawan lawan yang tidak ringan.

Sebagai penutup tahun 2019 nantinya Pelti sudah harus bisa mempersiapkan atlet atlet mudanya menghadapi SEA Games 2019 di Manila. Pemerintah seperti dilansir media, meminta agar tim yang dipersiapkan menghadapi SEA Games 2019 adalah petenis muda usia. Diakui selama ini sudah terlalu lama Indonesia bergantung kepada Christopher Rungkat yang akhri akhir ini lebih konsentrasi di ganda sehingga peringkat dunia tunggalnya sudah hilang. Prestasi Christopher Rungkat diakhir tahun ini mencapai peringkat ganda ATP-90.

Tantangan berikutnya adalah mempertahankan frekuensi turnamen ITF Pro Circuitnya di tahun 2018 berhasil memngelat 3 ITF Men’s Futures (USD 15,000) dan 3 ITF Women’s Circuit.
Keberhasilan juga selenggarakan TDP Nasional kelompok umum yang selama ini didambakan bagi petenis Indonesia yang tidak memiliki sarana turnamen ditingkat nasional setelah keluar dari zone juniornya. Semua ini lebih sulit mempertahankan dibandingkan membuat turnamen baru.

Srbagai awal yang cemerlang adalah lolosnya Priska Nugroho masuk dalam Australian Junior Open 2019 di Melbourne. Keberhasilan ini sebagai bentuk keseriusan atlet berprestasi ketingkat dunia. Semoga diikuti oleh petenis lainnya. Sangat disayangkan sekali atlet putra tenggelam prestasinya dibandingkan putri. Dimana permasalahan sebenarnya ? ( Ditulis oleh August Ferry Raturandang)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media