TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . ..REMAJATENIS JAKARTA-76 TGL 21-23 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS MARINIR CILANDAK JAKARTA SELATAN .,,,,..REMAJATENIS BANTUL -VIII TGL 28-30 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS SULTAN AGUNG, BANTUL D.I.Y ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Sesuai Instruksi Jokowi, Bonus Atlet Asian Games Akan Cair Lebih Cepat

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, memastikan bonus yang diberikan kepada atlet berprestasi pada Asian Games 2018 akan segera dicairkan pekan depan.

Menurut Imam, dipercepatnya bonus kali ini mengacu kepada instruksi Presiden Joko Widodo.

“Biasanya dalam ajang multievent seperti SEA Games, bonus dicairkan setelah seluruh rangkaian pertandingan hingga ASEAN Para Games (untuk penyandang disabilitas) selesai, yang kira-kira membutuhkan waktu kira-kira dua hingga tiga bulan,” kata Imam dalam siaran pers yang diterima Kompas.com.

“Namun, untuk Asian Games 2018 ini akan kami percepat, sesuai dengan instruksi Bapak Presiden Joko Widodo yang ingin bonus ini dicairkan sebelum keringat atlet mengering. Kami pastikan pekan depan bonus atlet peraih medali sudah cair dan bonus ini diberikan baik bagi atlet maupun pelatih dan asisten pelatihnya,” kata Imam menambahka

Menpora juga menegaskan seluruh bonus akan dikirim langsung ke rekening masing-masing dan nominal yang akan diterima adalah bonus bersih tanpa potongan pajak.

Selain berbentuk uang, bonus yang diberikan pemerintah kepada atlet juga berupa pengangkatan status sebagai Pegawai Negeri Sipil dan bonus rumah bagi setiap peraih medali.

Sampai dengan hari ke-12 penyelenggaraan Asian Games 2018, Kamis (30/8/2018), Indonesia berada di peringkat keempat klasemen dengan total raihan 90 medali (30 emas, 23 perak, 37 perunggu).

Indonesia menjadi negara Asia Tenggara pertama yang bisa mengumpulkan 30 medali emas dalam satu kali Asian Games.

Melihat capaian ini, Imam mengaku bangga karena sudah melebihi target yang dicanangkan pemerintah.

Namun Imam tidak ingin para atlet terlena dengan prestasi ini. Imam berharap para atlet meningkatkan kemampuannya untuk menyambut Olimpiade 2020 Tokyo.

“Setelah Asian Games 2018 ini kita akan melakukan evaluasi agar hasilnya lebih maksimal di Olimpiade 2020. Di sisa Asian Games 2018 yang hanya tinggal dua hari, ayo kita semua terus beri dukungan yang lebih besar kepada atlet-atlet yang masih bertanding,” kata Imam.

Asian Games 2018 akan berakhir dengan upacara penutupan pada Minggu (2/9/2018).(kompas.com)

Menjamin Kelancaran Asian Games 2018, Games Support Dioptimalkan

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. – Games Support berkaitan dengan IT, Broadcast, Akomodasi, Katering dan Transportasi, yang dimana menjadi kepentingan dalam proses perhelatan Asian Games 2018. Dalam IT, OCA memiliki Asian Games Information System (AGIS).

“Yang mengoperasikan yaitu SICC namun mereka bekerjasama lagi dengan perusahaan IT lainnya untuk data base, seperti Microsoft Azzure, PT Telkom Indonesia, HP, Tissot, dan PT NEC Indonesia. Kami juga memikirkan masalah keamanan IT maka dengan itu dibentuknya juga cyber security tim dibawah pengawasan menteri komunikasi yang membantu mencegah adanya hacker dan semacamnya” tutur Ir Ahmed Solihin selaku Deputi III Games Support Panitia Pelaksana Asian Games 2018.

Untuk broadcast, Games Support Panitia Pelaksana Asian Games 2018 turut bekerjasama dengan International Games Broadcast Service (IGBS) provider untuk membroadcast dan menyiarkan keseluruh penjuru negara namun tidak semua tayangan dapat berupa siaran live/langsung, ada yang berupa rekaman (ENG) dan salah satu yang mempunyai hak siar di Indonesia yaitu hanya dari Emtek Group Indonesia.

Akomodasi untuk kegiatan Asian Games 2018 juga menjadi hal penting terkait tempat tinggal dari OCA Family/NOC/IF/AF, telah di sediakan 54 hotel baik di Jakarta, Sub Urban, dan Palembang, berbeda dengan para atlet dan ofisial yang sudah disediakan tempat khusus yaitu di wisma atlet kemayoran. Sehubungan dengan katering untuk para atlet juga sangat disesuaikan dengan standar internasional, dari pemilihan supplier makanan harus dilakukan pengecekan.

”Ada tiga tahap pengecekan makanan untuk disediakan di dining hall, pertama untuk pemilihan daging harus bebas dari hormon dan steroid, pewarna makanan berbahaya, dan dilakukan pengecekkan temperatur, selanjutnya dilakukan rapid test untuk pengecekan bahan – bahan beracun seperti formalin, borax. Kemudian akan dilakukan food sample sebanyak tiga kali, baru supplier tersebut dapat dipakai untuk mensuplai makanan di wisma atlet (dining hall),” ujar dr. Louise Kartika, selaku Food Safety dari Departemen Catering Panitia Pelaksana Asian Games 2018.

Kelancaran proses kegiatan Asian Games 2018 tidak akan berjalan jika tidak adanya tim transportasi, sehingga tim transportasi bekerja semaksimal mungkin dengan bantuan dari sponsor, kemenhub, dishub, dan tentunya dari Panitia Pelaksana Asian Games 2018 sendiri.

“Kami disupply hingga mendapatkan total 2,105 kendaraan yang dapat dipergunakan untuk kegiatan selama Asian Games 2018 ini, 250 bus dari kemenhub untuk penjemputan kontingen yang dibagi 50 untuk di Palembang dan 200 untuk di Jakarta, 500 kendaraan rental dari Panitia Pelaksana, 325 dari Transjakarta dan juga penyuplai kendaraan terbesar kita dari DISHUB sebanyak 1338 kendaraan” ucap Sudjianto Adji, Wakil Direktur Transportasi Panitia Pelaksana Asian Games 2018.

“Kami masih tetap bekerja hingga akhir dari Asian Games 2018 ini, banyak atlet yang akan pulang ke negaranya masing – masing dan kami harus mengaturnya sehingg kami berencana untuk membuat kepanitian sendiri, seperti officer lost and found jika masih ada barang atlet yang tertinggal, sehingga sejauh ini fokus kami hanya transport para atlet ke wisma atlet dan pemulangannya ke terminal 2 dan 3 bandara Soekarno Hatta dari Wisma Atlet. Kami harap hingga akhir acara Asian Games 2018 ini tim transportasi dapat bekerja secara maksimal” tutup Sudjianto Adji.(suaramerdeka.com)

Empat Atlet Balikpapan Tampil, Asian Para Games Bergaung Kencang Di Kota Minyak

REMAJA-TENIS.COM, BALIKPAPAN: Selain menjadi tuan rumah pelaksanaan pesta olahraga Asian Games, tahun ini Indonesia juga berkesempatan menjadi tuan rumah Asian Para Games. Jakarta, pun jadi venue pelaksanaan multi even bagi olahragawan penyandang disabilitas yang bakal berlangsung 6-13 Oktober mendatang.
Meski hajatan akbar ini berlangsung di Ibu Kota, namun gaungnya terdengar hingga Balikpapan. Sosialisasi pun dilakukan pihak penyelenggara di kota yang memiliki banyak minyak itu.

Wakil Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud memberi ruang dukungan terhadap pejuang olahraga Merah Putih dengan kebutuhan khusus tersebut. Ia ingin agar semangat Asian Para Games juga menular ke daerah seperti pelaksanaan Asian Games saat ini.

Ditambah lagi, terdapat empat atlet Balikpapan yang akan berlaga di ajang Asian Para Games tersebut. “Tentu saja ini sebuah kebanggaan bagi Balikpapan, semoga atlet kita yang berlaga di Asian Para Games bisa meraih prestasi tertinggi,” kata dia di sela pembukaan Piala Menpora U-12 di Stadion Batakan, Selasa (28/8/2018).

Empat atlet asal Kota Beriman itu, kata Rahmad juga menjadi salah satu bentuk dukungan Balikpapan selain banyaknya dipasang alat promosi Asian Para Games di area Stadion Batakan. “Tentu saja ke depan kami ingin semakin banyak atlet disabilitas yang juga mengharumkan nama Balikpapan di kancah nasional maupun internasional,” ucap Rahmad dengan semangat.

Sementara itu, Deputi Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta mengatakan jika dua hajatan besar di Tanah Air itu sama pentingnya. Hanya bedanya jika Asian Games selain mengejar prestasi juga diharap bisa meningkatkan perekonomian keraykatan maupun bangsa.

Tapi, hal itu tidak terbesit dalam pelaksanaan Asian Para Games yang akan digelar di Jakarta pada Oktober, di mana tingkat kemanusiaan lebih dikedepankan. “Harga diri sebuah bangsa biasanya dilihat juga dari kepedulian terhadap penyandang disabilitas. Ini kewajiban sebuah bangsa untuk kedepankan. Karena itu kita support penyelenggaraan Asian Para Games,” katanya.

Sebagai informasi tambahan, Asian Para Games diselenggarakan setiap 4 tahun sekali setelah berakhirnya even Asian Games. Asian Para Games yang pertama, diselenggarakan di Guangzhou, China. Dan sekarang, dengan bangga Indonesia menjadi tuan rumah untuk Asian Para Games yang ketiga.

Bahkan melalui ajang tersebut, diperkirakan akan ada sekitar 8.000 volunteer yang berpartisipasi dan datang ke Jakarta untuk menyukseskan acara para-olahraga terbesar di Asia ini. (suarakarya.id)

Menpora Minta Publik Tetap Dukung Atlet yang Gagal Sabet Medali

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi meminta segenap rakyat Indonesia untuk tetap mendukung atlet yang gagal menyumbang medali pada Asian Games 2018.

Memang ada beberapa atlet andalan Tanah Air yang tak mampu memberikan kepingan medali buat tuan rumah. Kendati demikian, Imam Nahrawi merasa para pejuang Indonesia tersebut tetap patut menerima apresiasi.

“Bagi yang belum mendapatkan medali, tolong jangan di-bully. Jangan cibir mereka,” ucap pria yang akrab disapa Cak Imam itu.

“Mereka sudah berusaha sekuat tenaga. Berilah mereka apresiasi agar bisa berprestasi dalam ajang selanjutnya,” tutur Imam.

Hingga Senin (27/8/2018), Indonesia sudah mengumpulkan 22 keping medali emas. Catatan tersebut melampaui pencapaian Asian Games 1962 atau ketika kali pertama menjadi tuan rumah dengan raihan 11 medali emas.(kompas.com)

Hujan Tunda Kepastian Medali Soft Tennis

REMAJA-TENIS.COM,PALEMBANG, – Kepastian medali soft tenis Asian Games 2018 bagi kontingen Indonesia harus tertunda karena hujan yang mengguyur arena pertandingan di Jakabaring Tennis Center Palembang, Selasa (28/8), sepanjang siang hingga petang. Laga perempat final tunggal putra dan putri pun harus mundur hingga Rabu (29/8).

“Kita tak bisa melawan kehendak Tuhan dalam mengatur cuaca. Namun kami tetap bersyukur karena tiga wakil Indonesia berhasil lolos ke babak delapan besar. Semoga mereka mampu mempersembahkan medali emas bagi tim Merah Putih,” ucap Ketua Umum PP Pesti, Martuama Saragi yang menunggui tim soft tenis Indonesia berjibaku di ajang ini.

Andalan Indonesia, Prima Simpatiaji memuncaki klasemen Grup F nomor tunggal putra setelah tidak terkalahkan oleh dua pesaingnya. Petenis kelahiran 16 Oktober 1981 itu menundukkan wakil Pakistan, Khan Eibad Sarwar Hussain 4-0 dan menang atas Bolortuya Enkhjin (Mongolia) 4-1. Di perempat final, Prima akan meladeni juara Grup F, Uayporn Sorrachet asal Thailand.

“Saya pernah mengalahkannya, namun sudah lama sekitar enam tahun lalu. Tahun ini saya sempat melihat permainannya saat mengikuti uji coba di Thailand. Saya optimistis bisa melaju ke semi final,” tutur Prima yang mendulang perunggu ganda campuran Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan ini.

Sedangkan Alexander Elbert Sie tampil perkasa merajai Grup G dengan selalu menang dalam tiga pertandingan. Elbert menggasak semua lawannya, yaitu Doeum Samsocheaphearun (Kamboja), Vannasak Somxay (Laos) dan Le Phuoc Vinh (Vietnam) dengan skor telak 4-0.

“Sepertinya terlihat menang mudah, namun sebetulnya tidak juga karena saya juga baru mulai beradaptasi dengan pukulan yang kurang pas. Saya merasa masih bisa lebih baik lagi di babak selanjutnya,” ungkap Elbert.

Di perempat final, pemain kelahiran 6 September 1987 ini bakal berhadapan dengan wakil Korea Utara, So Je Il sebagai pemuncak Grup H.

“Ini akan jadi pertarungan yang keras karena pemain Korea Utara memang tidak terdeteksi permainannya. Mereka jarang mengikuti turnamen, namun di ajang ini bisa mengalahkan dua pemain yang cukup tangguh di penyisihan grup,” lanjutnya.

Bila skenario mulus, dua wakil Merah Putih itu berpotensi menghadirkan All Indonesia Semi Final di tunggal putra.

“Mohon doanya saja, kami tidak hanya bisa melaju ke semi final namun juga sukses meraih medali emas,” tekad yang tujuh tahun silam merebut dua medali emas tenis SEA Games 2011 di Jakabaring Tennis Center Palembang ini.

Di sektor putri, Indonesia menaruh harapan dari ayunan raket Dwi Rahayu Pitri yang keluar sebagai juara Grup H. Pemain yang karib disapa Ayang ini bakal menantang andalan Thailand, Srirungreang Dares yang menjadi pemimpin klasemen Grup G.

“Rekor pertemuan diantara kami adalah 2-1. Saya kalah pada pertemuan terakhir awal tahun ini dalam sebuah turnamen di Pattaya Thailand. Kini saatnya membalas kekalahan itu,” tutur Ayang.

Sayangnya, Dede Tari Kusrini harus terganjal di babak awal. Setelah menang atas wakil Kamboja, Rin Sotheary 4-1, dia harus mengakui keunggulan Kim Jiyeon asal Korsel 3-4(2) dalam laga Grup D.(kompas.com)

Hasil Selasan (28/8)
Tunggal Putra
Grup F
Prima Simpatiaji v Khan Eibad Sarwar Hussain (Pakistan) 4-0
Prima Simpatiaji v Bolortuya Enkhjin (Mongolia) 4-1

Grup G
Alexander Elbert Sie v Doeum Samsocheaphearun (Kamboja) 4-0
Alexander Elbert Sie v Vannasak Somxay (Laos) 4-0
Alexander Elbert Sie v Le Phuoc Vinh (Vietnam) 4-0.

Tunggal Putri
Grup D
Dede Tari Kusrini v Rin Sotheary (Kamboja) 4-1
Dede Tari Kusrini v Kim Jiyeon (Korsel) 3-4(2)

Grup H
Dwi Rahayu Pitri v Samitha Seth (India) 4-0
Dwi Rahayu Pitri v Meth Mariyan (Kamboja) 4-0

Jadwal Rabu (29/8)
Perempat Final
Tunggal Putra
Prima Simpatiaji v Uayporn Sorrachet (Thailand)
Alexander Elbert Sie v So Je Il (Korea Utara)

Tunggal Putri
Dwi Rahayu Pitri v Srirungreang Dares (Thailand)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media