TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... .....SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1439 H MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN..........REMAJATENIS BANDUNG 22-24 JUNI 2018........REMAJA TENIS SUMSEL XVI 22-24 JUNI 2018......REMAJATENIS JAKARTA-71 TGL 29 JUNI-1 JULI 2018.............. MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

WTA Future Stars dan Kids’ Clinic Ajang Bagi Petenis Yunior Indonesia Ke Pentas Dunia

REMAJA-TENIS.COM, DENPASAR.Pesona keindahan panorama alam serta keunikan budaya Bali bakal menjadi latar dua perhelatan Women Tennis Association (WTA), yakni turnamen WTA Future Stars dan WTA Kids’ Clinic 2018.

WTA Future Stars yang akan digelar mulai 19 hingga 23 Juni 2018, di lapangan tenis KONI Bali, adalah turnamen kualifikasi petenis putri Kelompok Umur (KU) 14 dan 16 tahun yang akan menjadi wakil Indonesia. Akan dipilih satu petenis terbaik pada masing-masing kategori yang akan mewakili Merah Putih untuk bersaing pada laga final di Singapura, pada bulan Oktober mendatang.

“Turnamen kualifikasi WTA Future Stars ini akan menambah jam bertanding petenis putri Indonesia KU 14 dan 16 agar mampu bersaing dengan petenis terbaik dari 21 negara kawasan Asia Pasifik pada laga final di Singapura,” tutur Direktur Turnamen WTA Future Stars Indonesia, Susan Soebakti, dalam siaran pers yang dikirimkan kepada arayanaNews 19/6.

“Kendati demikian, juara dari event ini tidak serta-merta menjadi wakil Merah Putih pada ajang yang digelar mengawali laga delapan petenis putri terbaik dunia dalam BNP Paribas WTA Finals Singapore yang disajikan oleh SC Global di Singapore Indoor Stadium.” imbuh Susan Soebakti yang juga Wakil Sekretaris Jenderal PP PELTI itu.

“Indonesia akan mengirimkan satu petenis terbaik KU 14 dan 16 berdasarkan Peringkat Nasional Pelti (PNP) per 4 September 2018. Adapun peserta turnamen kualifikasi ini menjadi prioritas bila memiliki poin PNP yang sama,” lanjutnya.

Pada perhelatan tahun 2017 lalu, Indonesia sukses meraih gelar tertinggi KU-14 melalui ayunan raket Priska Madelyn Nugroho. Kala itu di partai puncak yang berlangsung di National Indoor Stadium Singapura, Priska berhasil mengalahkan petenis yunior Thailand, Jattavapornvanit dalam dua set langsung 6-3, dan 6-3.

WTA Future Stars adalah platform keterlibatan yang mendorong baik pemuda maupun pemudi di seluruh Asia-Pasifik untuk menjalani kehidupan yang lebih baik melalui kegiatan olahraga, khususnya tenis. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kepada generasi berikutnya akan pentingnya menjalani gaya hidup sehat, kerja sama tim, disiplin dan fokus yang akan membangun kekuatan dalam karakter yang akan menguntungkan bagi mereka, baik di lapangan tenis maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Berbarengan dengan turnamen ini, di lapangan tenis KONI Bali juga akan digelar WTA Kids’ Clinic, pada hari Kamis, 21 Juni 2018, pukul 15.30. Kegiatan ini akan dipandu langsung oleh legenda hidup tenis Indonesia yang menjadi WTA Finals Ambassador, Yayuk Basuki serta Melissa Pine yang menjabat sebagai Vice President WTA Asia Pacifik dan Direktur Turnamen WTA Finals Singapura.

WTA Future Stars juga menampilkan inisiatif pengembangan akarrumput untuk memperkenalkan tenis kepada masyarakat yang kurang beruntung di seluruh Asia-Pasifik. Dalam kegiatan di Bali, WTA Kids’ Clinic juga menggandeng anak-anak yang berasal dari Yayasan Tat Twan Asi Denpasar.

“Selain di Indonesia, WTA Kids’ Clinics telah terselenggara di berbagai negara seperti Cina, India, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand,” pungkas Susan diakhir siaran pers yang disampaikan kepada kami.(arayananews.com)

Jessy Rompies Tumbangkan Unggulan Pertama Di Turnamen Tenis Prudential Hong Kong Women’s Circuit 25K

REMAJA-TENIS.COM, HONGKONG.Jessy Priskila Rompies mengawali laga perdananya di babak utama nomor ganda turnamen tenis Prudential Hong Kong Women’s Circuit 25K dengan langsung menghadapi unggulan teratas.

Jessy Rompies yang merupakan salah satu petenis andalan kita yang dipersiapkan tampil membela merah putih diajang pesta olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2018, di turnamen ini tampil berduet dengan petenis asal Cina Taipei, Lee Pei-Chi.

Lawan Jessy Rompies/ Lee Pei-Chi adalah pasangan gado-gado Jaksic Jovana yang berasal dari Serbia dan Kuwata Hiroko, petenis negeri Sakura, Jepang.

Di awal set yang pertama, Jaksic Jovana dan Kuwata Hiroko langsung menggebrak dan berhasil memenangkan game yang pertama yang membuat papan skor menunjukkan angka 0-1.

Kendati tertinggal diawal laga, namun Jessy Rompies dan Lee Pei-Chi tak lantas patah semangat, mereka berbalik menggebrak dengan berhasil memenangkan game yang kedua untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Keberhasilan Jessy/ Lee menyamakan skor ternyata mampu membuat mereka tampil lebih percaya diri dan melecut semangat mereka untuk tampil lebih agresif. Pasangan gado-gado, Indonesia dan Cina Taipei ini berhasil unggul pada game yang ketiga sehingga kedudukan berubah menjadi 2-1.

Rupanya Jessy Rompies dan Lee Pei-Chi telah menemukan bentuk permainan mereka, pasangan ini semakin mendominasi jalannya pertandingan. Angka demi angka serta game demi game mereka raih dan semakin jauh meninggalkan lawan mereka. Enam game berturut-turut mampu disapu bersih oleh Jessy Rompies dan Lee Pei-Chi untuk sekaligus mengunci set yang pertama dengan skor kemenangan telak 6-1.

Memasuki set yang kedua, Jaksic Jovana dan Kuwata Hiroko berusaha bangkit dengan merebut dua game pertama yang membuat skor menjadi 0-2. Namun Jessy Rompies dan Lee Pei-Chi tidak membiarkan kondisi tersebut berlarut-larut. Jessy/ Lee segera merebut game yang ketiga untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.

Game berikutnya Jessy Rompies dan Lee Pei-Chi semakin solid sehingga mereka berhasil mengamankan dua game berturut-turut untuk berbalik unggul menjadi 3-2. Namun pasangan ganda Serbia dan Jepang tersebut tidak mau lengah lagi seperti pada set yang pertama, mereka berusaha segera bangkit kembali untuk menyamakan kedudukan menjadi 3-3.

Memasuki game yang ke tujuh, pertarungan berlangsung ketat dan menegangkan. Kedua pasangan seakan berlomba saling berebut poin demi poin. Kedudukan berimbang terus terjadi, 4-3, 4-4, 5-4 dan 5-5.

Jessy Rompies dan Lee Pei-Chi selalu unggul terlebih dahulu namun kemudian Jaksic Jovana dan Kuwata Hiroko berhasil menyamakan skor. Pada game yang ke sebelas, Jessy/ Lee mampu unggul terlebih dahulu sehingga papan skor menampilkan angka 6-5. Namun lagi-lagi pasangan lawan bisa menyamakan kedudukan yang memaksa laga harus dituntaskan dengan tie break.

Pertarungan berlangsung semakin ketat dan menegangkan, kedua pasangan silih berganti saling menggungguli hingga kedudukan berimbang 5-5. Namun sayang setelah itu, Jaksic Jovana dan Kuwata Hiroko mampu merebut dua poin berikutnya untuk sekaligus menutup set yang kedua dengan kemenangan 6-7 (5).

Laga pun berlanjut di super tie break. Pertarungan sengit yang menegangkan kembali tersaji di set penentuan ini. Kedua pasangan ganda terus berpacu saling mengungguli lawan mereka. Angka pertama berhasil diraih oleh Jessy Rompies dan Lee Pei-Chi, namun Jaksic Jovana dan Kuwata Hiroko langsung bisa menyamakan skor menjadi 1-1.

Dua angka berikutnya diborong oleh Jessy/Lee akan tetapi Jovana dan Kuwata terus membuntuti dalam perebutan angka hingga kedudukan berimbang 4-4. Jessy Rompies dan Lee Pei-Chi kembali melaju dengan meninggalkan perolehan angka pasangan Serbia/Jepang sampai skor 7-4. Tetapi lagi-lagi, Jovana dan Kuwata mampu mengejar ketertinggalan dan bahkan menyamakan skor menjadi 8-8.

Saat keadaan kritis dan menegangkan, Jessy/Lee tetap tampil tenang dan solid untuk merebut poin sembilan. Jovana dan Kuwata dalam posisi tertekan dan berusaha untuk menyamakan skor. Namun kali ini Jessy Rompies dan Lee Pei-Chi secara gemilang berhasil meraih poin kesepuluh untuk sekaligus menyudahi jalannya pertarungan.

Luar biasa, kendati harus menghadapi unggulan teratas namun Jessy Rompies dan Lee Pei-Chi tetap tampil penuh semangat dan bermain solid. Mereka juga bisa tetap bermain tenang disaat-saat poin kritis. Nampaknya Jessy Rompies mendengarkan masukan dari pelatih tim putri pelatnas Indonesia, Teddy Tedjamukti yang beberapa waktu lalu mengatakan bahwa para pemain kita harus lebih tenang disaat kritis.(arayananews.com)

Deddy Tedjamukti: Pemain Kita Harus Tingkatkan Kecepatan Untuk Bisa Bersaing Di Turnamen 25K Keatas

REMAJA-TENIS.COM, SINGAPORE.Selama dua minggu berturut-turut, lima petenis putri andalan kita yang diproyeksikan untuk membela merah putih diajang pesta olahraga terbesar di Asia, Asian Games 2018, mengikuti turnamen di Singapura.

Kelima petenis putri kita tersebut adalah: Aldila Sutjiadi, Beatrice Gumulya, Jessy Priskila Rompies, Deria Nur Haliza dan Joleta Budiman.

Selama mengikuti turnamen di Singapura, mereka telah berjuang maksimal dengan mengerahkan segala kempampuan terbaik yang mereka miliki.

Pada pekan pertama, Beatrice Gumulya, Jessy Rompies dan Aldila Sutjiadi berhasil pijakkan kaki di babak utama nomor tunggal turnamen Singapore ITF Women’s Circuit WC1 2018. Hasil gemilang itu mereka raih setelah di babak kualifikasi ketiga petenis kita tersebut sukses menyingkirkan lawan-lawan mereka.

Di nomor ganda pada turnamen yang sama, Beatrice Gumulya yang berduet dengan Jessy Priskila Rompies, serta Aldila Sutjiadi yang berpasangan dengan petenis tuan rumah, Charmaine Shi Yi Seah, berhasil melaju hingga ke babak perempat final.

Di pekan yang kedua, Aldila Sutjiadi, Beatrice Gumulya dan Deria Nur Haliza berhasil melaju ke babak utama turnamen tenis Singapore F2 Futures. Hasil yang membanggakan tersebut dapat mereka raih setelah di babak kualifikasi sukses menghempaskan para lawan mereka. Di turnamen ini, Beatrice Gumulya bahkam mampu melangkah ke babak kedua sebelum akhirnya terhenti oleh petenis Korea Selatan.

Di nomor ganda turnamen tenis Singapore F2 Futures ini, Beatrice Gumulya yang kembali berpasangan dengan Jessy Priskila Rompies berhasil memijakkan kaki mereka hingga ke babak semifinal. Sementara Aldila Sutjiadi yang di turnamen ini berduet dengan petenis tuan rumah, Charmaine Seah, sukses melangkahkan kaki ke babak perempat final.

Hasil apapun yang telah direngkuh oleh Beatrice Gumulya dan kawan-kawan sudah selayaknya mendapatkan apresiasi karena mereka telah berupaya berjuang dengan gigih serta berupaya menampilkan permainan terbaik mereka. Namun demikian, agar para petenis kita bisa berprestasi lebih tinggi lagi maka perlu ada evaluasi serta pembenahan dan pembinaan berkelanjutan.
Menurut Deddy Tedjamukti, pelatih tim putri pemusatan latihan nasional (pelatnas) Asian Games(arayana.news.com_

Tim Soft Tenis Indonesia Bawa Pulang Lima Emas dari Thailand

REMAJA-TENIS.COM, PATTAYA – Tim Soft Tenis Indonesia berhasil memboyong lima medali emas, tigaperak dan lima perunggu dari turnamen internasional bertajukThe 4th Agel World Tour Soft Tennis Championships di Pattaya, Thailand, 7-11 Juni 2018.

Skuad yang akan membela Merah Putih pada Asian Games 2018 itu mendulang emas melalui ayunan raket Elbert Sie di nomor tunggal putra, pasangan Prima Simpatiaji/Irfandy Hendrawan dan ganda campuran Elbert Sie/Dwi Rahayu Pitri serta tunggal putri yunior U-18 atas nama Anna Kawengian.

Selain itu, pasukan Indonesia juga bertengger di podium tertinggi sektor beregu putra turnamen yang diikuti peserta dari enam negara (Thailand, Indonesia, Filipina, Jepang, Kamboja dan India) ini.

“Hasil uji coba ini membuat kami makin percaya diri menyongsong gelaran utama, Asian Games 2018 di Palembang, Agustus nanti,” ungkap Ketua Umum PP PESTI (Pengurus Pusat Persatuan Soft Tenis Indonesia), Martuama Saragi, Selasa (12/6).

Turnamen yang berlangsung di kawasan wisata Pattaya di Negeri Gajah Putih itu mengakhiri program uji coba Pelatnas Soft Tenis menjelang Asian Games 2018. Sejak awal tahun ini, Prima Simpatiaji dan kawan-kawan telah melakoni try out di berbagai kejuaraan internasional di Nakhon Ratchasima (Thailand), Hiroshima (Jepang) dan Frankfurt (Jerman).

“Setelah ini, kami kembali menjalani training camp di Incheon, Korea Selatan, dari 17 Juni hingga 2 Juli,” kata pelatih putra Pelatnas Soft Tenis, Ferly Montolalu.

PP Pesti, induk organisasi soft tenis di Tanah Air, mencanangkan target perolehan sekeping medali emas, satu perak dan dua perunggu Asian Games 2018.

Pada pesta olahraga antar negara di kawasan Asia empat tahun silam di Incheon, Korea, soft tenis berhasil menyumbang satu medali perak dari nomor tunggal putra atas nama Edi Kusdaryanto serta satu perunggu dari ganda campuran, pasangan Prima Simpatiaji dan Maya Rosa bagi kontingen Indonesia.(tribunnews.com)

Aldila Sutjiadi Terhenti Langkahnya di Singapore

REMAJA-TENIS.COM, SINGAPORE. Salah satu petenis andalan kita yang dipersiapkan untuk membela Indonesia di ajang Asian Games 2018, Aldila Sutjiadi, hari ini harus berjibaku kontra unggulan pertama Singapore F2 Futures, Junri Namigata. Aldila nyaris mengalahkan tetapi pengalamanlah yang menentukan segalanya sehingga angkapun menjadi milik lawannya asal Jepang

Set pertama, Aldila Sutjiadi melawan Junri Namigata yang pada tahun 2011 pernah peringkat 105 WTA, berlangsung cukup alot dan ketat. Namigata yang jauh lebih senior dibandingkan Aldila, tak mampu mendominasi jalannya laga. Walaupun mereka saling bergantian memenangkan game demi game, namun Aldila cenderung lebih sering unggul terlebih dahulu, hingga akhirnya Aldila ungul di set pertama d 6-4.

Memasuki set yang kedua, Aldila dan Namigata saling bergantian mematahkan servis. Pada game yang kelima set yang kedua,Aldila kembali berhasil mematahkan servis pemain Jepang tersebut, akan tetapi di game yang ke-enam, Namigata gagal membalas mematahkan servis yang membuat keunggulan Aldila menjadi 4-2.

Namun sejak di game ke tujuh, Namigata mampu bangkit dan memenangi tiga game berturut-turut sehingga membuat skor berbalik untuk keunggulan Namigata menjadi 4-5. Aldila segera merespon situasi tersebut dan segera menyamakan kedudukan menjadi 5-5. Akan tetapi selanjutnya, petenis Jepang berusia 35 tahun tersebut kembali memborong dua game berturut-turut sekaligus mengunci set yang kedua dengan skor 5-7.

Aldila Sutjiadi , mengawali set penentuan dengan berhasil mematahkan servis Junri Namigata pada game yang pertama.

Selanjutnya, Aldila seakan tak terbendung dan terus menekan Junri Namigata yang kini bercokol di peringkat 220 WTA itu. Aldila terus menggebrak dan berhasil memenangkan lima game awal di set yang kedua hingga papan skor menunjukkan angka 5-0 untuk keunggulan petenis kita.

Disaat kemenangan telah berada didepan mata Aldila, Junri Namigata justru mulai bangkit dengan mematahkan servis Aldila pada game yang ke-enam dan membuat skor berubah menjadi 5-1.

Kebangkitan Namigata ternyata tidak hanya pada game yang ke enam, di game-game selanjutnya, petenis Jepang tersebut seperti terbangun dari tidur dan berbalik menekan Dila. Dari skor awal 5-0, kemudian 5-1, Namigata terus merengsek meraup poin demi poin dan memenangkan game demi game hingga papan skor menunjukkan angka 5-5.

Memasuki game yang ke sebelas, belum terlihat tanda-tanda bila Aldila Sutjiadi yang kini bertengger di ranking 774 WTA itu bakal bangkit. Justru sebaliknya, Namigata semakin tak terbendung dan langsung memborong dua game tersisa yang sekaligus menutup set ketiga secara dramatis, dari tertinggal 0-5 berbalik menjadi unggul 7-5.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media