TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . ..REMAJATENIS JAKARTA-76 TGL 21-23 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS MARINIR CILANDAK JAKARTA SELATAN .,,,,..REMAJATENIS BANTUL -VIII TGL 28-30 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS SULTAN AGUNG, BANTUL D.I.Y ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Timnas Indonesia U12 Putri Taklukkan Filipina

REMAJA-TENIS.COM, CAMBODIA. Menyusul hasil gemilang yang ditorehkan oleh tim nasional tenis yunior putra Indonesia yang berlaga di Southeast Asia Regional Qualifying Event of ITF Asia 12&U Team Competition, tim putri juga sukses membukukan catatan kemenangan.

Bertanding kontra Filipina di laga perdana, skuad U12 putri Indonesia harus berjuang ketat sebelum akhirnya mereka berhasil menggebuk tim lawan dengan skor tipis 2-1.

Freya Athallah Zayyan, petenis yunior asal Banjarnegara, Jawa Tengah, yang diturunkan sebagai tunggal pertama, harus mengakui keunggulan tunggal pertama Filipina, Alcala Mica. Dalam laga tersebut, Freya dipaksa menyerah dalam dua set langsung, 6-7, dan 4-6.

Kholisa Siti Maisaroh yang dimainkan sebagai tunggal kedua berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah petenis yunior asal Kudus, Jawa Tengah itu sukses menghempaskan Alacaraninaangelin, dengan kemenangan telak dua set langsung, 6-0, dan 6-2.

Di nomor ganda yang menjadi partai penentuan, Kholisa Siti Maisaroh dan diduetkan dengan Tiara Naura Nur Azizah mampu menjadi pahlawan penentu kemenangan skuad merah putih. Kholisa/ Naura Nur Azizah membekuk pasangan ganda Filipina, Mica/ Jarata Mariella dalam laga yang berlangsung ketat dan berkesudahan dengan skor 7-6 (5), dan 7-5.

Skuad lengkap tim nasional yunior U12 Indonesia adalah sebagai berikut:

Tim Putra: 1. Ingvar Abramovic Rusli, 2. Muhamad Rizky Varrellito, 3. Jahfal Muna Kanahaya, Kapten/Pelatih: Nyoman Magha Putra.

Tim Putri: 1. Freya Athallah Zayyan, 2. Kholisa Siti Maisaroh, 3. Tiara Naura Nur Azizah, Kapten/Pelatih: Okki Yonda.

Selain Indonesia dan tuan rumah Kamboja, turnamen yang berlangsung di National Tennis Centre Cambodia tersebut, diikuti juga oleh oleh beberapa negara Asia Tenggara lainnya, Brunei, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Turnamen ini akan digelar mulai 25 hingga 29 Juni 2018, dan tiga tim teratas akan meraih tiket ke ‘Finals of ITF 12 & Under Team Championships’. Turnamen ini terselenggara atas kerjasama ITF (International Tennis Federation) dan ATF (Asian Tennis Federation). (arayana.com)

DETEC OPEN 2018. Solo Pilihan Utama Soalnya Ada Lapangan Berkualitas

REMAJA-TENIS.COM, SOLO – Tahun ini untuk ketigakalinya Kejurnas Tenis Yunior berlabel Detec Open berlangsung di Lapangan Tenis Gelora Manahan, Surakarta, Jawa Tengah.

Pemilihan arena pertandingan kegiatan yang masuk dalam kalender resmi kompetisi PP Pelti (TDP) ini, menurut Direktur Turnamen Detec Open 2018, Anshari Nursida telah melalui sejumlah pertimbangan.

“Pertama karena di Solo tersedia lapangan tenis yang berkualitas dan secara kuantitas juga cukup memadai yakni Gelora Manahan yang memiliki sembilan lapangan terbuka dan dua tertutup,” ungkap Anshari di arena turnamen, Selasa (26/6/2018).

Dengan jumlah peserta mencapai 400 petenis, ketersediaan lapangan menjadi faktor krusial bagi Detec Open 2018. Setiap lapangan di Kompleks Stadion Tenis Gelora Manahan ini mampu menggelar 11 hingga 12 session pertandingan terutama pada babak-babak awal.

“Keunggulan Solo karena 11 lapangan tenis ini berada dalam satu lokasi. Hal ini juga memudahkan pengawasan dari pendamping petenis baik pelatih ataupun orang tua karena biasanya arena kejuaraan terpencar-pencar di beberapa tempat,” jelasnya.

Selain itu, posisi geografis Solo pun relatif mudah terjangkau dari berbagai moda angkutan dari segala penjuru Tanah Air.

Stasiun Solo Balapan terhubung dengan jalur kereta api dari pelbagai kota di Pulau Jawa, sedangkan Bandara Adisoemarmo memiliki banyak penerbangan langsung dari Sumatera, Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara.

“Sebagai kota wisata, Solo juga memiliki banyak hotel hingga memudahkan peserta Detec Open 2018 dalam memilih penginapan yang sesuai kantong,” pungkasnya.

Sementara itu, Detec Open 2018 telah memasuki babak kedua nomor tunggal baik putra maupun putri. Sejumlah petenis unggulan terats masih melaju, seperti di bagian putra Ravel Indro asal Pemalang (KU-12) dan Joanne Lynn Hartono (Bandung/KU-12) dan Aurelya Chamsiayu (Sukoharjo/KU-14) di kelompok putri.(tribunnews.com)

Atlet Basket Difabel Indonesia Masih Pakai Kursi Roda Nonstandar

REMAJA-TENIS.COM, TANGERANG SELATAN – Atlet basket difabel Indonesia yang akan tampil pada Asian Para Games (APG) 2018 rupanya belum mendapatkan kursi roda yang sesuai dengan standar. Hal itu terlihat saat Kompas.com menghadiri pertandingan uji coba antara Indonesia dan Thailand di Old Sports Hall, British School Jakarta, Tangerang Selatan, Senin (25/6/2018).

Dalam laga tersebut, pemain Indonesia masih menggunakan kursi roda rakitan dan sebagian mendapatkan pinjaman dari negara Jepang. Baca juga: Perjuangan Atlet Difabel Perkenalkan Olahraga Basket Kursi Roda di Indonesia “Kami masih terkendala dengan peralatan. Nanti bulan Agustus baru datang (kursi rodanya),” ujar Fajar saat ditemui di British School Jakarta, Tangerang Selatan, Senin (25/6/2018).

“Jadi, saat test event nanti (27 Juni-3 Juli 2018), masih pakai kursi roda yang ini (belum sesuai standar),” kata Fajar. Fajar menyebutkan bahwa ketersediaan kursi roda yang memenuhi standar sangatlah penting terhadap performa para pemainnya saat bertanding. Menurut dia, jika menggunakan kursi roda nonstandar, para pemainnya kerap terjatuh. Selain itu, terkadang kursi roda yang ada tak sesuai dengan spesifikasi ukuran tubuh pemain. “Sama seperti kita kalau pakai sepatu, kursi roda saya enggak bisa dipakai orang lain. Pinggang harus pas, tinggi harus pas,” ujar Fajar. “Terkadang, pemain kami yang low masih pakai kursi yang high. Jadi, memang masih enggak sesuai,” tutur dia. Untuk mendapat kursi roda basket difabel yang sesuai standar, memang dibutuhkan biaya besar. Harganya diperkirakan bisa mencapai Rp 20 juta.

Kapten timnas basket kursi roda Indonesia, Donald Putra Santoso, sebenarnya mengharapkan peralatan yang dijanjikan bisa datang lebih cepat dari bulan Agustus 2018. Donald berharap demikian karena para pemain basket difabel butuh waktu untuk beradaptasi dengan kursi roda baru mereka masing-masing. Terkait hal lainnya, Donald juga mengeluhkan soal fasilitas yang kurang mendukung saat timnas basket kursi roda berlatih di pemusatan latihan (pelatnas) Solo, Jawa Tengah. Ia pun bersyukur kini timnas basket kursi roda Indonesia sudah berpindah tempat latihan ke Jakarta yang memiliki banyak fasilitas menunjang.

“Kami kan baru pindah latihan dari Solo ke Jakarta sekitar seminggu setengah lalu. Perkembangannya jauh lebih baik di Jakarta karena fasilitasnya bagus,” ucap Donald. “Kalau di Solo, permukaan lapangan basketnya enggak rata, bergelombang, akhirnya banyak yang cedera, apalagi lapangannya terbuka, sering hujan. Mungkin itu hal kecil, tetapi jadi berpengaruh ke semangat berlatih,” tutur dia. Asian Para Games 2018 akan diselenggarakan seusai ajang Asian Games 2018, tepatnya pada 8-16 Oktober mendatang, di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Pesta olahraga difabel se-Asia tersebut akan mempertandingkan 18 cabang, di antaranya basket kursi roda, paracycling, tenis meja dan lainnya. (kompas.com)

Kampanye Asian Paragames lewat Jelajah Sepeda Nusantara

REMAJA-TENIS.COM, TANGERANG — Deputi III Pembudayaan Olahraga Dr. Raden Isnanta M,Pd, bertempat di kawasan Tangerang, Banten, pada Rabu (27/6/2018) malam, secara resmi melepas tim Jelajah Sepeda Nusantara 2018 yang merupakan bagian dari salahsatu program unggulan Kemenpora di bawah payung Ayo Olahraga yakni Sepeda Nusantara 2018, untuk memulai penjelajahan mengayuh sepeda dengan jarak tempuh 6.500 Km. Sejatinya, tema keseluruhan dari Sepeda Nusantara 2018 ini adalah Bangun Indonesia.

Pada 30 Juni 2018 mendatang, Entikong, sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat, Indonesia, merupakan beranda terdepan NKRI yang menghadap Malaysia, akan menjadi titik 0 Km bagi penjelajahan 15 pesepeda dalam kurun waktu hampir empat bulan lamanya dengan melintasi pulau Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan finish di Bali.

“Bismillahhirrohmanirrohim, pada malam ini kami secara resmi melepas tim Jelajah Sepeda Nusantara 2018 dengan pesan-pesan penting antara lain adalah bahwa para pegoes ini merupakan duta pemerintah dalam hal ini Kemenpora, bertugas mengajak masyarakat berolahraga, untuk lebih cinta terhadap olahraga, melalui tema besarnya adalah Ayo Olahraga,” tutur Raden Isnanta yang didampingi oleh Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Rekreasi Teguh Raharjo, di depan para tim Jelajah Sepeda Nusantara. Ia pun mengatakan bahwa salahsatu sarana untuk mengkampanyekan Ayo Olahraga adalah melalui sepeda, karena faktanya, pemerintah melihat bahwa sepeda ini merupakan cara efektif untuk guyub rukun, kompak, terciptanya kebersamaan dalam bingkai NKRI serta efisien karena tanpa BBM, terlebih dengan tubuh yang bergerak tentunya memiliki banyak manfaat selain menjaga keseimbangan hidup sekaligus menikmati indahnya pesona alam Indonesia. Lebih lanjut, Isnanta mengatakan bahwa melalui tim Jelajah Sepeda Nusantara 2018 ini harus lebih menggelorakan hebatnya Indonesia dalam hal pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia serta menyampaikan pesan-pesan moral Ayo Olahraga, sehingga semakin banyak orang mengagumi keindahan Indonesia, akan semakin kuat bangsa ini. Indonesia membangun semua lini, baik budaya, sosial, fisik, serta olahraga melalui Ayo Olahraga, bahkan kini tutur Isnanta, NKRI tengah membangun kepercayaan dunia melalui even olahraga berlevel internasional seperti Asian Games dan Asian Para Games, sehingga para duta Kemenpora itu juga turut mempromosikan sekaligus mensosialisasikan kedua even akbar tersebut. “Negara kita menjadi tuan rumah Asian Games Jakarta-Palembang dan Asian Para Games di Jakarta pada Agustus dan Oktober mendatang.

Terkait menjadi tuan rumah Asian Para Games, kita bukan mencari keuntungan ekonomi, namun kalkulasinya adalah bagaimana Indonesia itu dikenal dunia sebagai negara yang sangat peduli, ramah terhadap individu dari penyandang disabilitas,” ungkapnya. “Dengan kehadiran tim Jelajah Sepeda Nusantara yang juga memiliki misi untuk mempromosikan sekaligus mensosialisasikan ajang Asian Para Games ini saat menjelajahi Indonesia sepanjang lebih dari 6.500 Km, para pemimpin daerahnya maupun masyarakat daerah setempat akan menjadi lebih peduli terhadap fasilitas bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Itulah pesan yang kita bawa dari daerah perbatasan hingga ujung manapun di Indonesia ini,” terangnya. Di sisi lain, tim Jelajah Sepeda Nusantara 2018 ini akan melibatkan masyarakat umum dan komunitas olahraga dalam misi mengkampanyekan Ayo Olahraga serta tak ketinggalalan menggali kekayaan olahraga tradisional di sepanjang rute yang dilalui, untuk dipublikasikan sebagai asli kekayaan budaya Indonesia. Dalam perjalanannya yang diawali menjelajahi pulau Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan finish di Bali, mereka pun akan melakukan diskusi olahraga bersama komunitas olahraga prestasi dan olahraga masyarakat, serta memberikan tips untuk mencapai kebugaran. Kemudian saat melintasi destinasi wisata yang menjadi ikon dari suatu daerah, tim Sepeda Jelajah Nusantara ini akan mempromosikan dengan caranya sendiri yang ditujukan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara.

Adapun 15 personil dari tim Jelajah sepeda Nusantara 2018 disektor putra antara lain adalah Alfian Zulfajrin (Sulbar), Dede Supriatna (Jabar), Fito Bakdo Prilanji (Kalbar), Isnaeni Ikhsan QS (Jabar), Lioe Irwan (Jateng), Marta Mufreni (Jakarta) selaku Road Captain serta Sujadi (Jabar). Kemudian disektor putri terdiri dari Darna (Sulsel), Gita Widya Yunika (Jatim), Henny Kurniasih (Lampung), Mitya Fitriana (Jabar), Ni Made Dwi Puspasari (Bali), Nina Puspawardhani (Jateng), Susi Suryati (Jabar), serta Yuni Indah Lestari (Jatim). (kompas.com)

Komang Gina Kusuma Dewi Juara Tunggal Turnamen WTA Future Stars

REMAJA-TENIS.COM, DENPASAR - Petenis andalan tuan rumah, Komang Gina Kusuma Dewi berhasil memboyong gelar juara tunggal turnamen WTA Future Stars di lapangan tenis KONI Bali, Denpasar, Sabtu (23/6).

Di final Kelompok Umur (KU) 14 tahun, unggulan kedua asal Buleleng itu sukses menjungkalkan seeded teratas, Diah Ayu Novita dari Pati (Jawa Tengah).

Gina menang straight set atas rekan sesama anggota tim Indonesia di ajang Kualifikasi Asia/Oseania World Junior Tennis Championship di Thailand itu, 6-3 6-4.

“Tentu saja senang, tapi saya ingin ikut banyak turnamen, mengejar poin Peringkat Nasional (PNP) teratas agar bisa mewakili Indonesia pada babak final WTA Future Stars di Singapura,” ucap Gina yang kini bercokol di posisi PNP ke-15 itu.

Namun, pelajar kelas IX SMP Negeri 1 Sukasada itu sadar bahwa tak akan mudah mewujudkan keinginannya itu.

“Selalu terbentur masalah biaya, karena pasti butuh modal besar untuk mengikuti banyak bertanding di berbagai turnamen di luar Bali,” ucap petenis yang tahun ini baru mengikuti tiga turnamen nasional.

“Hanya sekali yang di luar Bali, itu pun hanya ke Jember (Jawa Timur) yang cukup dekat jaraknya dari Bali,” imbuhnya.

Sementara itu, Nadya Dhaneswara keluar sebagai pemenang nomor tunggal KU-14. Seeded pertama asal Kudus (Jawa Tengah) itu menepiskan perlawanan non-unggulan dari Bali, Desak Monica. Nadya unggul melalui pertarungan rubber set, 6-2 3-6 6-4.

“Turnamen kualifikasi WTA Future Stars ini akan menambah jam bertanding petenis putri Indonesia KU 14 dan 16 agar mampu bersaing dengan petenis terbaik dari 21 negara kawasan Asia Pasifik pada laga final di Singapura,” tutur Direktur Turnamen WTA Future Stars Indonesia, Susan Soebakti.

Namun, lanjut Wakil Sekretaris Jenderal PP Pelti ini, juara dari event ini tidak serta-merta menjadi wakil Merah Putih pada ajang yang digelar mengawali laga delapan petenis putri terbaik dunia dalam BNP Paribas WTA Finals Singapore yang disajikan oleh SC Global di Singapore Indoor Stadium. (tribunnews.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media