TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... .....BANK MAYAPADA JUNIOR NATIONAL CHAMPS 2018 DI BANDUNG. 16-22 JULI 2018... REMAJATENIS & VETERAN BLORA 24-29 JULI DI BLORA....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Persiapan Matang, Indonesia Optimis 10 Besar Asian Games

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA.- Melihat hasil try out dan training camp yang telah berjalan dengan baik, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi optimistis atlet-atlet Indonesia akan bisa mencapai target 10 besar dalam Asian Games XVIII bulan Agustus mendatang.

“Angka optimisme untuk kesepuluh besar itu semakin nampak semakin nyata,” kata Menpora kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/5/2018)

Optimisme Menpora itu didasarkan pada perkembangan beberapa cabang olahraga yang tidak masuk dalam target, ternyata bisa memberikan hasil baik, seperti halnya di sepeda, BMX, kemudian di paralayang, di panjat tebing dan beberapa cabang olahraga yang lain, termasuk optimisme baru dari cabang olahraga layar.

Menpora berjanji akan terus mengawal dengan detail target prestasi Indonesia di Asian Games 2018, yaitu berada di peringkat 10 besar perolehan medali. “Kita juga akan memberikan apresiasi yang lebih besar lagi kepada para peraih medali emas,” ungkap Menpora Imam Nahrawi.

Semtara itu sebelumnya Presiden Jokowi mengharapkan persiapan pelaksanaan Asian Games XVIII yang waktunya sudah sangat dekat agar semnya berjalan dengan baik.
Terkait kesiapan itu, menurut Presiden, termasuk juga persiapan teknis pelaksanaan, mulai dari pembukaan, pertandingan, dan penutupan, sampai untuk prestasi kesiapan atlet-atlet Indonesia yang akan berlaga di Asian Games 2018 itu.

Presiden Jokowi secara khusus juga meminta laporan mengenai kesiapan pengamanan. “Kita ingin negara-negara peserta Asian Games meyakini bahwa Indonesia aman untuk dikunjungi dan kondisi keamanan sepenuhnya terkendali,” tegas Presiden.

Sementara mengenai publikasi, promosi, dan marketing dalam pelaksanaan Asian Games XVIII ini, Presiden Jokowi ingin betul-betul mendapatkan perhatian secara khusus. Hal ini karena menurut Presiden, yang kelihatan sudah bergerak di Jakarta maupun di daerah hanya TNI dan Polri.

Sedangkan Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 atau Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) Erick Thohir mengemukakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolri dan pihak TNI terkait masalah keamanan dalam penyelenggaraan pesta olahraga negara-negara Asia bulan Agustus mendatang.
“Sudah dialokasikan oleh Kapolri, di empat kota. Dan jumlah keamanan semua dan kita tahu jumlah TNI dan Polri sendiri itu kan hampir 900 ribu, merupakan nomor 2 terbesar di dunia,” kata Erick.

Dengan kekuatan yang luar biasa, dan dengan kerja sama dari semua pihak termasuk masyarakat, Ketua INASGOC optimistis mengenai masalah keamanan selama penyelenggaraan Asian Games 2018.

Sejauh ini, menurut Ketua INASGOC Erick Thohir, semua persiapan penyelenggaraan Asian Games 2018 sudah berjalan dengan baik. Ia juga menyampaikan bahwa Presiden International Olympic Committee (IOC) Thomas Bach akan hadir pada penutupan Asian Games 2018, dan akan tinggal selama 3 (tiga) hari di Indonesia.

“Saya rasa sebuah hal yang positif. Apalagi kalau kita sukses Asian Games, kesempatan kita juga untuk melobi Presiden IOC untuk Olimpiade 2032,” ucap Erick.(krjogja.com)

Belum Beruntung Di ITF Men’s Future Singapore F2

REMAJA-TENIS.COM, SINGAPORE Sejumlah petenis top putra Indonesia seperti David Agung Susanto, Anthony Susanto, & Justin Barki mengikuti turnamen tenis ITF Pro Circuit 15K bertajuk Singapore ITF Men’s Future SGP F2 2018 yang diselenggarakan di Kallang Tennis Center, Singapura. Ini adalah seri kedua dari total 3 seri yang akan digelar.

Harus melewati babak kualifikasi, nasib berbeda dialami oleh Susanto bersaudara. Sang adik Anthony langsung tumbang dibabak pertama kualifikasi setelah dikalahkan oleh unggulan pertama, Kazuki Nishiwaki (Jepang) dengan skor 0-6, 1-6. Sementara David berhasil mengatasi lawan-lawannya untuk melaju ke babak utama. Dibabak pertama kualifikasi, David mengalahkan Tom Evans (Australia) dengan skor 6-2, 4-6, 6-0. Berikutnya dibabak final kualifikasi, David berhasil menumbangkan unggulan ke-4, Michael Look (Australia) dengan skor 4-6, 6-2, 6-3. Namun sayang, David langsung tumbang di babak pertama maindraw setelah ditaklukkan oleh Makoto Ochi (Jepang) dengan skor 1-6, 0-6.

Berbeda dengan duo Susanto, Justin langsung masuk ke babak utama melalui fasilitas wild card. Drawing yang didapat juga sebenarnya cukup menguntungkan karena bertemu dengan petenis yang lolos dari kualifikasi, Kaito Uesogi (Jepang). Tetapi meski sudah berjuang sekuat tenaga, Justin tak mampu membendung samurai negeri matahari terbit tersebut & menyerah dengan skor 2-6, 4-6.

Dari nomor ganda, Justin menjadi satu-satunya wakil merah putih. Berpasangan dengan Thai-Son Kwiatkowski dari Amerika Serikat, duo ini menjadi unggulan ke-4. Tapi kembali Dewi Fortuna belum berpihak. Justin/Thai-Son harus takluk dibabak pertama oleh Francis Alcantara (Filipina)/Collin Altamirano (Amerika Serikat) dengan skor 3-6, 4-6. Justin/Thai-Son sebenarnya punya kesempatan untuk memaksakan pertandingan berlangsung hingga 3 set karena lebih dulu unggul jauh 4-1 di awal set kedua. Namun petenis muda Indonesia & pasangan Amerika-nya ini gagal mempertahankan keunggulan & justru terkunci di angka 4.

Akhirnya keluar sebagai juara adalah petenis Amerika Serikat, Collin Altamirano. Bukan hanya menjadi yang terbaik di nomor tunggal, Collin juga berhasil memboyong gelar juara ganda bersama pasangan Filipina-nya, Francis Alcantara.

Sementara itu ketiga petenis andalan Indonesia anggota tim Asian Games 2018 Palembang ini direncanakan kembali akan bertarung pada seri berikutnya yang akan dihelat minggu depan. Meskipun tantangan berat, namun tentu saja kita harapkan bisa meraih hasil yang jauh lebih baik.(www.pelti.or.id)

Menpora Bagikan Kaos Asian Games ke Masyarakat di Tebing Breksi

REMAJA-TENIS.COM,YOGYAKARTA. Menpora Imam Nahrawi menyosialisasikan Asian Games di Tebing Breksi, Sambirejo, Sleman, Yogyakarta, Selasa (29/5) sore disertai memasang stiker Energi Asia dan mengendarai Jeep Wisata. Menempuh jalan terjal menguras adrenalin, Menpora dan seluruh rombongan terus menyusuri lintasan hingga Batu Payung sambil bagi-bagi kaos Asian Games ke warga sekitar.

Asian Games yang sudah di depan mata membuat Menpora menempuh berbagai cara untuk sosialisasi agar masyarakat Indonesia hingga pelosok desa sekalipun dapat mengetahui gegap gempitanya pesta olahraga se-Asia ini.

“Kita menempuh segala cara untuk sosialisasi, seperti sekarang di kawasan wisata Tebing Breksi, karena disini tempatnya indah, dapat melihat matahari terbenam, dan masyarakat yang menyaksikan,” kata Menpora memberi alasan pemilihan lokasinya.

Kenapa masyarakat harus mengetahui, karena ini peristiwa bersejarah yang baru ada setelah sekian dekade yang lalu yaitu tahun 1962. Sehingga selayaknya segalanya harus dipersiapkan dengan baik dan perlu dukungan seluruh komponen bangsa.

“Seluruh masyarakat harus menyambut dengan gembira Asian Games ini, karena menjadi momentum besar dan sejarah besar bagi tanah air, dulu tahun 1962 dan sekarang 2018 waktu yang cukup panjang,” ucap Menpora.

Dari daratan Tebing Breksi, Menpora beserta rombongan yang terdiri 35 kendaraan Jeep offroad hingga Selo Langit di ketinggian 396 M daiatas permukaan laut sehingga dapat melihat pemandangan Jogja dari atas diwaktu senja. Sepanjang perjalanan menyempatkan menyapa masyarakat dan berbagi kaos Asian Games 2018.

“Ini keren, Jeep keren, tempat keren, dan ini track terberat yang pernah saya coba. Kita semangat hingga tempat ini, dan jangan lupa doakan para atlet kita untuk terus semangat agar dapat memberikan kabar baik untuk kita semua di ajang Asian Games nanti,” ujar Menpora penuh bangga mampu menaklukkan medan yang cukup sulit.

Turut dalam offroad Stafsus Bidang Kepemudaan dan Anggaran Anggia Ermarini, Karo Maskum Sanusi, Kabag Humas Agus Lesmana, Kabag TU Agus Prayitno.(www.suaramerdeka.com)

INAPGOC Gelar Rekrutmen Fieldworker di Kampus

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Penyelenggaraan Asian Para Games 2018 akan membutuhkan banyak tenaga relawan dan juga pekerja lapangan untuk membantu Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games, INAPGOC, dalam menggelar pesta olahraga untuk atlet difabel ini. Maka, INAPGOC pun bergerak pro aktif dalam melakukan rekrutmen.

Seperti yang dilakukan divisi sport saat menggelar kegiatan Visitasi dan Pembukaan Rekrutmen Fieldworker di lima kampus di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, pada 16-24 Mei lalu. Kampus yang dikunjungi adalah Universtias Negeri Jakarta (UNJ), STKIP Setia Budhi Rangkasbitung, Universitas Pendidikan Indonesia Bandung, Universitas Islam 45 Bekasi, dan STKIP Pasundan Cimahi.

Ketua Panitia Angel Indriani mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan Asian Para Games 2018 dan juga merekrut calon fieldworker untuk kebutuhan cabang olahraga pada kegiatan yang akan berlangsung 6-13 Oktober mendatang.

“Untuk penyelenggaraan test event yang bertajuk Indonesia Para Games Invitational Tournament kami membutuhkan 300 tenaga fieldworker, sementara untuk Asian Para Games Oktober mendatang akan dibutuhkan sekitar 1300 orang. Untuk itu, kami melakukan kerja sama dengan kampus-kampus untuk melakukan rekrutment,” kata Angel.

Universitas Negeri Jakarta menjadi kampus pertama yang dikunjungi pada Rabu (16/5), dengan narasumber assistant competition manager para swimming, Fajar Vidya Hartono, dan member divisi legal & HR, Haryo Nugroho. Dalam kesempatan itu, Fajar memberikan gambaran tentang tugas dan fungsi tenaga pekerja lapangan yang sangat diperlukan untuk mendukung penyelenggaraan kompetisi. Dari UNJ, INAPGOC berhasil menjaring 334 orang yang berminat untuk terlibat dalam penyelenggaraan Asian Para Games 2018.

Sehari kemudian, INAPGOC mendatangi Fakultas Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Universitas Pendidikan Indonesia, yang berada di Bandung. Para mahasiswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam kegiatan ini karena kegiatan ini memang dekat dengan ilmu yang mereka pelajari. Terlibat dalam Asian Para Games 2018 tak hanya memberi pengalaman untuk mengaplikasikan ilmu yang mereka pelajari, tapi juga ikut menjadi bagian dari sejarah penyelenggaraan Asian Para Games pertama kalinya di Indonesia.

Cimahi menjadi tujuan berikutnya, tepatnya kampus Sekolah Tinggi Ilmu Keguruan Pasundan. Di sana INAPGOC diterima langsung oleh Ketua STKIP Pasundan, Prof. Dr. Endang Komarudin, M.Si. Para mahasiswa banyak bertanya tentang teknis pelaksanaan dan juga uraian tugas pekerja lapangan, baik untuk pelaksanaan Indonesia Para Games Invitational Tournamen maupun Asian Para Games 2018.

Kunjungan berikut berlanjut ke kampus Universitas Islam 45 Bekasi, pada Senin (21/5). Selain memberikan pemaparan tentang fungsi dan tugas pekerja lapangan pada pelaksanaan Indonesia Para Games Invitational Tournamen maupun Asian Para Games 2018, Muhammad Arif dari divisi sport juga menjelaskan proses administrasi yang harus dijalani calon pekerja lapangan karena kelengkapan dokumen administrasi ini juga akan berpengaruh dalam tahap seleksi.

Kampus STKIP Setia Budhi Rangkasbitung menjadi perhentian terakhir INAPGOC dalam sosialisasi dan rekrutmen tenaga lapangan pada Kamis (24/5). Wakil Dekan III, Dr. H. Maman Rukmana, mengatakan pihaknya siap mendukung pelaksanaan Indonesia Para Games Invitational Tournamen maupun Asian Para Games 2018.

“Kami sudah menyiapkan 300-400 mahasiswa untuk didaftarkan pada kegiatan Indonesia Asian Para Games 2018 dan berharap bahwa mahasiswa yang sudah diajukan bisa lolos seleksi. Saya juga berpesan pada para mahasiswa agar bisa memanfaatkan kegiatan ini sebaik-baiknya dan bertugas secara total karena mereka membawa nama baik kampus, nama baik INAPGOC, dan nama baik Indonesia,” ujar Maman.(www.asianparagames2018)

Animo Tinggi, Registrasi Volunteer Test Event Asian Para Games Diperpanjang

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Menjadi tuan rumah perhelatan internasional seperti Asian Games dan Asian Para Games 2018 menjadi catatan sejarah untuk Indonesia. Tak heran jika banyak orang ingin terlibat di dalamnya, termasuk untuk menjadi tenaga relawan.

Melihat animo yang sangat tinggi untuk menjadi tenaga relawan, Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games, INAPGOC, pun memperpanjang waktu pendaftaran relawan untuk kegiatan test event, yang sedianya ditutup pada 31 Mei menjadi 2 Juni.

“Awalnya kami akan tutup registrasi volunteer di 31 Mei. Tapi kami akan perpanjang waktu pendaftaran hingga 2 Juni sambil terus memproses registrasi yang sudah masuk ke kami. Kami akan melakukan seleksi dokumen pada 1-3 Juni,” ujar Wakil Direktur Divisi Volunteer, Rezza D. Brammadita, Rabu (30/5).

Hingga saat ini tercatat sekitar 5.500 orang yang berminat menjadi tenaga relawan test event Asian Para Games 2018. Padahal hanya 1.100 relawan yang dibutuhkan selama penyelenggaraan Indonesia Para Games Invitational Tournament pada tanggal 27 Juni hingga 3 Juli mendatang. Saat ini 1.100 orang sudah melengkapi dokumen yang diperlukan dan sekitar 2.500 tengah melakukan proses memenuhi segala persyaratan dokumen.

Mereka yang sudah terpilih pada gelombang pertama akan menjalani pelatihan yang rencananya akan berlangsung 20-22 Juni. Selain mendapatkan pelatihan mengenai pemahaman tentang jenis disabilitas, mereka juga akan mendapatkan pelatihan khusus dari masing-masing divisi, tempat di mana mereka akan ditugaskan.

Indonesia Para Games Invitational Tournament akan menjadi ujian pertama untuk para relawan. Pada gelaran tersebut, mereka akan berinteraksi dengan sekitar 400 atlet dari berbagai negara yang berkompetisi di lima cabang olahraga, yaitu atletik, bulutangkis, renang, tenis meja, dan bola basket kursi roda, yang semuanya akan berlangsung di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan.

Jika anda belum sempat mendaftar sebagai tenaga relawan untuk gelaran Indonesia Para Games Invitational Tournament, jangan khawatir sebab pendaftaran relawan untuk Asian Para Games masih terus berlangsung dan baru akan ditutup pada 31 Juli. Pendaftaran bisa dilakukan secara online di www.asianparagames2018.id/volunteer. Jangan lupa siapkan dokumen yang diperlukan, yaitu Kartu Tanda Penduduk, ijazah pendidikan terakhir, dan Surat Keterangan Catatan Kepolisian.(www.asianparagames2018)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media