TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . ..REMAJATENIS JAKARTA-76 TGL 21-23 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS MARINIR CILANDAK JAKARTA SELATAN .,,,,..REMAJATENIS BANTUL -VIII TGL 28-30 DESEMBER 2018 DI LAP TENIS SULTAN AGUNG, BANTUL D.I.Y ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Kejutan di Pelaksanan ke 70 RemajaTenis di Jakarta

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Memasuki ajang ke 70 RemajaTenis dikota Jakarta, pelaksana telah sediakan beberapa kejutan yang selama ini tidak pernah dilakukannya. Kejutan ini untuk menghormati kegiatan yang ke 70 kalinya. Demikian menurut pPromotor RemajaTenis yang juga enggagas konsep RemajaTenis, August Ferry Raturandang.

Dikatakan pula kejutan itu berupa pemberian hadiah bola disamping sovenir kaos untuk setiap peserta dan juga kepada juara diberikan hadiah berupa jam tangan. Khususnya juara kelompok umur 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun saja.

Sedangkan waktu pelaksanaan tanggal 4-6 Mei 2018 di lapangan tenis Marinir Cilandak, Jakarta Selatan. Sesuai dengan konsep turnamen 3 hari maka yang bisa dipertandingkan adalah tunggal baik putra dan putri.

Disamping itu August Ferry Raturandang juga sedang menjajagi pelaksanan turnamen semingu yang ditraskan masih dibutuhkan oleh petenis yunior karena ikut mempertandingkan tunggal dan ganda.
” Harus diakui kalau konsep turnamen lebih dari 3 hari maka akan memberikan beban beaya pelaksanaan lebih besar. Sedangkan kami justri kuranf didukung oleh sponsor. Jikalau ada sponsor baik dari consumer goods maupu tuan rumah maka kami sangup laksanakan. ” ujarnya
Dikatakan pula lahirnya konsep turnamen 3 hari ini akibat dari kegagalan pelaksana turnamen selama 7 hari tersebut. Akibat high cost maka diciptakan low cost tournament.

Rencana peningkatan turnamen menjadi turnamen seminggu akan diterapkan dikota Blora yang saat ini sudah diselenggarakan RemajaTenis sampai kelima kalinya. Peningkatan ini dilakukan pada Minggu keempat bulan Juli 2018 dengan diikut sertakan turnamen nasional veteran. Tujuannya adalah memberikan kesempatan bagi orangtua dan pelatih yang membawa atletnya bisa ikut bertanding.

” Kami sediakan wadahnya, sehingga ajang silahturahmi makin lengkap “ujar August Ferry Raturandang yang dikenal dengan Opa AFR (72 th)

Hadapi Asian Games, Pelti Juga Andalkan Christo Untuk Raih Medali

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA – Setelah lolos dari degradasi di Grup II Piala Davis Zona Asia/Oceania, kini Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) berfokus ke Asian Games 2018. Di ajang itu mereka mematok satu medali.

Sebagai tuan rumah Asian Games, PP Pelti tak memiliki persiapan khusus. Pelti memercayakan kepada pengalaman Christopher Rungkat.

Saat ini, mereka masih berupaya mencetak penerus Christopher namun bukan untuk diprioritaskan di Asian Games, melainkan di ajang-ajang selanjutnya pada dua tahun mendatang.

“Kami menargetkan medali di Asian Games, Christopher kan main. Kita bicaranya Christo ada di Asian Games jadi punya potensi, bisa di double atau perorangan. Nomor ganda dia bagus bersama Justin Barki,” kata Ketua PP Pelti Rildo Ananda Anwar, kepada detikSport, Senin (9/4/2018).

Sebagai gambaran, peraih medali tenis di Asian Games 2014 Incheon didominasi oleh pemain-pemain asal Taiwan, China, India, dan Jepang. Khusus nomor perorangan putra, emas dikantongi petenis Jepang Yoshihito, perak dipegang Lu Yen-hsun (Taiwan), dan perunggu bersama (Jepang dan India).

Sedangkan nomor ganda putra, emas dikantongi pemain Korea Selatan, perak dari India, dan perunggu bersama dari Thailand dan India. Sementara, wakil Indonesia hanya mampu sampai babak ketiga nomor perorangan. Christopher kalah dari Yuki Bhambri (India) 3-6 3-6. Sementara David Agung terhenti di babak kedua setelah kalah dari petenis tunggal Di Wu (China) dengan skor 0-6 3-6. Hasil kurang sip juga dialami ganda putra dan tim putra saat di Asian Games 2014, mereka terhenti di babak kedua.

“Di Asian Games peluang kita berat sekali makanya ini menjadi pekerjaan rumah kami,” kata Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Wakabid Binpres) PP Pelti Deddy Prasetyo, terpisah.

“Tetapi tenis itu prosesnya lama, butuh kurang lebih 5 tahun untuk pembinaan. Tidak bisa sekarang seleksi kemudian besok juara,” ujarnya.

“Dalam 1 tahun harus ada 80 pertandingan yang dihadapi, idealnya 27 turnamen dalam satu tahun. Itu pelti yang harus biayai bisa bangkrut Pelti makanya harus individu. Lalu solusinya apa? Ya, lapangan tenis di Jakarta dibongkar semua ya tidak bakal maju harus dibangun dulu infrastrukturnya,” katanya. (detiksport.com)

PR Besar Ketua Pelti: Ciptakan Petenis Bermental Bagus

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti), Rildo Ananda Anwar, mengakui Indonesia tak bisa lepas dari sosok Christopher Rungkat. Itu karena Indonesia kekurangan pemain bermental bagus.

Lagi-lagi, tenis Indonesia lolos dari lubang jarum setelah pemain andalannya Christopher Rungkat mampu memenangkan pertandingan dalam laga penentu babak playoff Piala Davis Grup II Piala Davis Zona Asia/Oceania.

Petenis rangking 118 ATP (double) itu sukses menjadi penentu kemenangan tim Merah Putih saat menghadapi Harshana Godamanna dengan skor 6-4 4-6 7-6(7) di Kolombo, Sri Lanka, Minggu (8/4/2018).

“Pertama saya bangga dengan tim karena bertanding di tempat lawan yang kondisi cuacanya sangat panas. Tapi mereka tetap semangat mengatasi dan memenangkan pertandingan,” kata Rildo kepada detikSport, Senin (9/4/2018).

“Terutama terhadap Christopher. Saya salut sekali dan sudah telepon yang bersangkutan. Dia bilang harusnya saya bisa langsung mengatasi, tapi karena panasnya bukan main,” lanjutnya.

“Tapi, dia sudah memberikan yang terbaik, tim juga, dan alhamdullilah kita tidak terdegradasi ke grup III. Semoga ini bisa bertahan dan mudah-mudahan ini akan bisa menjadi target ke depannya dengan pemain yang akan kami lihat perkembangannya dan akan kami evaluasi lagi dan kami cari pelapis berikutnya,” ujar dia kemudian.

Diakui Rildo, saat ini Pelti memang sangat kekurangan pemain berpengalaman seperti Christo, panggilan karib Christopher Rungkat. Meski ada, seperti David Agung, tapi dari segi mental sangat kurang.

“Kami memang minim stok pemain berpengalaman seperti Christopher. Ibaratnya, selain pengalaman, secara teknis dan mental juga bagus. Kami sebenarnya pemain berpengalaman seperti David Agung, tapi secara mental masih kurang,” ujar Rildo.

“Terlihat pada pertandingan kemarin kelihatan dia masih banyak erorrnya dan fault terus. Dan itu, memang tidak mudah kita mencetak christo-christo lainnya. Tidak seumpama sekarang merah, besok biru, harus ada mental dan teknis yang oke,” dia menjelaskan.

“Nah, bila melihat stok yang ada sekarang ini mungkin dua tahun lagi, paling mungkin bisa mencetak pemain penerus Christopher,” dia menambahkan.

Dia melanjutkan, pelapis yang bisa menyodok prestasi Christo, yakni Muhammad Althaf Dhaifullah (non-rangking), Anthony Susanto (non-rangking), dan Justin Barki (614 ATP, double).

“Khusus Justin dalam waktu dekat akan berangkat ke Amerika untuk sekolah. Jadi kami harap dia tetap berlatih, dan kami dalam waktu dekat bisa mendapatkan pemain yang punya waktu khusus untuk bermain tenis,” tuturnya.(detiksport.com)

Agar Tak Hanya Andalkan Christo, Pelti Diminta Serius Regenerasi

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA- Indonesia bertahan di Grup II Piala Davis Zona Asia/Oseania berkat kontribusi Christopher Rungkat dalam kemenangan 3-1 atas Sri Lanka. Kapan ada penerus Christo?

Indonesia harus menjalani babak playoff lawan Sri Lanka untuk bisa mengamankan posisinya di Grup II Piala Davis Zona Asia/Oceania. Christo, panggilan karib Christopher Rungkat, masuk dalam jajaran pemain yang diturunkan.

Tak tanggung-tanggung, dia bahkan turun sebanyak tiga laga dan ketiganya sukses menyumbang poin. Lagi-lagi petenis rangking 118 ATP (double) itu kembali menyelamatkan wajah Indonesia.

Petenis berusia 28 tahun ini menjadi penentu kemenangan tim Merah Putih saat menghadapi Harshana Godamanna dengan skor 6-4 4-6 7-6(7) di lapangan Asosiasi Tenis Sri Lanka (SLTA) di Kolombo, Minggu (8/4/2018).

“Memang ini faktor yang kami banggakan juga karena meski bermain tiga kali, Christo tetap bermain maksimal dan menunjukkan bahwa bisa menyumbang poin untuk Indnesia,” kata Febi.

Bukan rahasia lagi, tenis Indonesia selalu bertumpu pada kehadiran Christo, panggilan karib Christopher Rungkat di setiap pertandingan. Tidak hanya Piala Davis, tapi juga ajang multievent-multievent. Sosok Christopher selalu dianggap sebagai penyelemat ketika tenis Indonesia benar-benar krisis petenis berpengalaman. Di Piala Davis bahkan situasi ini menjadi edisi kelima, Christo menjadi penentu kemenangan Indonesia.

“Pada situasi ini memang kami membutuhkan pemain berpengalaman dan sudah berapa lama main di Davis Cup. Ya, mudah-mudahan adanya Indonesia dan Sri Lanka ini, kita mau mencetak lagi Christo-Christo lainnya, dan sebaliknya dia bisa jadi penyemangat untuk petenis lainnya,” kata Febi menyoal kenapa masih bertumpu pada pemain lama. (sportdetik.com)

Tim Indonesia Junior Fed Cup Lolos Ke Kuarter final

REMAJA-TENIS.COM, KUCHING. Petenis yunior Indonesia dalam Tim Fed Cup Junior Indonesia keluar sebagai runner up grup C dan berhasil lolos ke perempat final Fed Cup Junior 2018 zona Asia/Oceania, setelah pada babak penyisihan grup mencatatkan dua kali kemenangan serta satu kali kekalahan.
Laga sebelumnya di awal penyisihan grup C, Priska Madelyn Nugroho, Janice Tjen dan Nadya Dhaneswara , berhasil menggebuk tim Fed cup junior Mongolia dengan kemenangan telak 3-0, kemudian membekuk tim Fed cup junior Sri Lanka juga dengan kemenangan telak 3-0.

Tetapi kemudian dilaga berikutnya tim Indonesia harus mengakui keunggulan Jepang, namun skuad yunior merah putih tetap berhak lolos ke babak berikutnya.

Lawan berikutnya , Priska Madelyn Nugroho, Janice Tjen dan Nadya Dhaneswara akan menghadapi Thailand yang keluar sebagai juara grup D dan menjadi unggulan ke tiga pada kejuaraan Fed Cup Junior 2018 zona Asia/Oceania yang berlangsung di Kuching, Malaysia.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media