TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... .....BANK MAYAPADA JUNIOR NATIONAL CHAMPS 2018 DI BANDUNG. 16-22 JULI 2018... REMAJATENIS & VETERAN BLORA 24-29 JULI DI BLORA....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Kemenpora Gelar Pelatihan Produk Industri Olahraga di Kebumen

REMAJA-TENIS.COM,Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora) melalui Asisten Deputi Industri dan Promosi Olahraga, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan SDM Tenaga Teknis Produk Barang Industri Olahraga (Pembuatan Bola) yang dilaksanakan di Hotel Meotel, Kebumen, Jawa Tengah. Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Sekretaris Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga, Aris Subiyono, pada Senin (19/3/2018), yang akan berlangsung hingga tanggal 26 Maret 2018.

Peserta dalam acara tersebut terdiri dari para pemuda usia produktif, mantan atlet, dan masyarakat umum yang berasal dari daerah Purworejo dan dari wilayah Kebumen, yang secara total diperkirakan mencapai 60 orang. Berkaitan dengan pelatihan, Aris mengatakan bahwa pengembangan industri olahraga menjadi perhatian yang cukup besar.

“Berbagai kebijakan telah dilakukan dalam rangka melakukan pembinaan terhadap industri olahraga,” ujar Aris. “Pemberdayaan di sektor industri olahraga diarahkan kepada pembinaan dan pelatihan yang diharapkan akan menjadikan para calon dan pelaku industri olahraga lebih memahami lingkungan industri olahraga,” tuturnya. Dia pun menekankan pentingnya regulasi jika pelaku industri telah menghasilkan produk yang berkualitas. “Kalau sudah bisa membuat bola, misalnya, konsep harga dan kualitas berimbang, seharusnya ada regulasi,” tutur Aris.

Sementara itu, Kepala Sub Bidang Manajemen Industri Olahraga, Paiman, mengatakan, maksud dari kegiatan tersebut adalah untuk memberikan keterampilan kepada calon pelaku industri olahraga untuk meningkatkan daya saing melalui profesi keolahragaan. “Kegiatan pelatihan ini sebagai usaha untuk memberikan keterampilan kepada calon para pelaku industri olahraga untuk bisa bersaing sehingga bermuara pada prestasi olahraga nasional,” ujar Paiman. Paiman pun menyampaikan harapan dari hasil yang ingin didapat dalam acara pelatihan pembuatan bola itu. “Setelah mengikuti kegiatan ini, diharapkan peserta dapat mengimplementasikan dalam konteks kewirausahaan, yang kontributif terhadap perluasan kesempatan kerja,” ucapnya.(kompas.com)

REMAJATENIS BLORA : Unggulan Kedua Tumbang

REMAJA-TENIS.COM,BLORA Unggulan dua asal Blora tumbang dikelompok 16 tahun putra diajang Kejurnas RemajaTenis Blora ke 5 yang berlangsung kemarin (24/3) dilapangan tenis Pringgodani Blora. M.Tito Zuhda Irham asal Blora tumbang ditangan petenis asal Kudus , Muh Sendy Yudha Pratama 36 46 sehingga Sendy lolos ke semifinal. Sedangkan lawannya berikut untuk perebutkan satu tempat di final adalah M.Aldi Zakaria asal Kudus yang berhasil lolos kesemifinal setelah kalahkan Ferdyan Arya N asal Pati 61 61. Semifinalis lainnya adalah Pandu A Prabowo asal Purwodadi yang kalahkan Andre Valdano Ariessyah asal Madiun, 60 61. Lawannya disemifinal adalah M.Akbar Aidil Fitri asal Kudus yang kalahkan petenis tuan rumah Dimas Rizki Sadewa 26 63 10-3.

Reputasi tuan rumah terangkat dengan terjadinya All Blora Finals dikelompok 10 tahun putri. Adyba Ardelia Bhanuwati difinal ketemu rekannya sendiri Innasya Kha Ummi. Adyba kalahkan Selly asal Kudus dengan mudah 80 sedangkan Innasya kalahkan Flaviona Triasandra 86.
Tunggal putra 10 tahun empat petenis lolos kesemifinal yaitu Christian Dwi Widianto asal Pati, Isha Auzai Helmi (Semarang), Seehan Maulana (Blora), Galih Prasetyo ( Kudus). Christian kalahkan Faraid Jade Ananto asal Bantul 83, Isha kalahkan Rafael Jose Soesilo (Semarang) 82, Seehan kalahkan Wasista Khoizura (Semarang) 84 dan Galih kalahkan Fachrul Arya Kusuma (Kudus) 86.
Disemifinal Christian ditantang Isha sedangkan Galih menantang .

Satu satunya petenis asal Sekayu Muba Sumatra Selatan Jackquilynn Zavio Audrey Yosa lolos kesemifinal tunggal 12 tahun putra setelah kalahkan Setyo Rizky Wahyu Pamungkas (Blora)82. Lawannya disemifinal adalah Diego Armando asal Pati yang kalahkan Fabian Rakan Alkautsar asal Blora 83. Semifinalis lainnya Aldhito Ramadhan Kurniawan asal Kudus dan Natanael Santoso asal Pati.

Petenis putri asal Sukoharjo Nafisah Adhia berhasil lolos ke final setelah kalahkan Regina Bintang Widya asal Blora 85. Lawannya difinal adalah Ririestina Novita Maharani asal Kudus yang menabg dari Adinda Noviana Anggraini asal Pati 80.
Kelompok putri 14 tahun lolos kefinal Diandra Kirana Wulansari asal Blora setelah menang dari Eva Nuraida asal Blora 63 63. Lawannya difinal adalah Fattiya asal Kudus yang kalahkan Aprilia Ayu Kusumaningtyas asal Semarang 75 62.
Kelompok 18 tahun putra Febby Wahyu Kusuma asal Sragen lolos kefinal setelah kalahkan Agil Maulana asal Purwodadi 63 63. Difinal ketemu M Reza Falevi asal Kudus yang kalahkan Dave Sinaga asal Surabaya 60 61

Kejurnas RemajaTenis Blora ke 5 ini berlangsubg sejak 23-25 Maret 2018 diikuti 102 petenis yunior dari Jatim, DIY, Sumsel dan Jateng.
Menurut August Ferry Raturandang selaku promotor menystakan kepuasannya atas pelaksanaan kali ini dimana anthusiasnya peserta terhadap kehadiran diajang RemajaTenis Blora ke 5 ini.
“Jawa Tengah memiliki petenis yunior terbanyak di Indonesia. Sehingga dibutuhkan frekuensi turnamen nasional yunior.” Dikatakan pula bulan Juli yad akan digelar dikota Kudus.

Penertiban Turnamen

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Insan tenis Indonesia boleh bangga dengan terpilihnya mantan atlet tenis menjadi Ketua Umum PP Pelti periode 2017-2022. Tentunya penuh asa agar banyak perbaikan akibat mismanagement kepengurusan sebelumnya sehingga dampaknya yang terungkap adalah degradasi prestasi tenis Indonesia.

Banyak hal yang terjadi tanpa disadari langsung masyarakat karena yang terungkap hanyalah prestasi petenis nasional dengan melupakan dasar dari organisasi justru terabaikan seperti kinerja induk organisasi mulai dari pusat kemudian pengda dan terakhir pengcab pelti yang jumlahnya sekitar 500.

Keberhasilan yang menonjol justru di turnamen nasional khusus kelompok yunior tetapi melupakan turnamen kelompok umum atau setelah yunior atau kelompok diatas 18 tahun.

Pokok tulisan disini adalah perlu diperhatikan justru turnamen turnamen yang jumlahnya ditahun 2017 puluhan turnamen nasional yunior.
Akibat makin membludaknya turnamen yang khas 3 hari sebagai solusi terhadap kendala kendala dalam menjalankan turnamen seminggu.

Sangat penting dilakukan PP Pelti yang fungsinya sebagai fasilitator, regulator, supervisor dalam menjalankan fungsi organisasinya.
Khususnya turnamen seperti dugaan awal jika makin banyak maka Pelti sudah harus siapkan khususnya SDM dan juga ketentuan turnamen nya. Sebenarnya ketentuan turnamen nasional sudah ada dikenal dengan ketentuan TDP atau Turnamen Diakui Pelti. Yang sejak tahun 1990 sudah lahir kemudian dilakukan revisi disesuaikan dengan ketentuan ITF sebagai acuan turnamen. Terakhir kali ketentuan TDP direvisi tahun 2010.

Akibat dari kinerja induk organisasi PELTI yang sangat buruk maka sampai saat ini banyak pelanggaran pelanggaran ketentuan TDP tersebut.

Sebagai contoh pelanggaran dalam system pertandingannya sebagai inti turnamen. Begitu juga petugas pertandingan yang ditunjuk berdasarkan SK PP Pelti bertugas di TDP tersebut yaitu Referee sebagai acuan.

Jelasnya yang sangat menonjol adalah pertandingan menggunakan sistem the best of 3 tie breaker sets. Artinya pertandingan 2 kali 6 games dengan tie break setiap setnya tetapi jika terjadi kedudukan set 1-1 maka kemenangan ditentukan di set ke 3 dengan 6 gamesnya. Tapi kenyataannya disetiap turnamen set ketiga dilakukan super tie break. Sebagai pelaksana turnamen lebih efisien.

Kenapa dilakukan perubahan tersebut. Ini akibat meniru turnamen internasional. Turnamen Nasional dalam ketentuan nya mengacu ke aturan TDP bukan ITF. Ini salah satu program dari PP Pelti yang harus segera dilakukan.

Berikutnya adalah pelanggaran dilakukan ada satu atlet bisa ikuti 2 turnamen sejenis didua kota diwaktu yang sama. Selain tidak mungkin juga ada ketentuan yang melarangnya.

Yang tidak kalah penting dilakukan penyelenggara TDP Nas yunior adalah pemberian hadiah dalam bentuk prize money yang sebenarnya tidak diperbolehkan dan sudah baku dan tidak berubah sejak diperkenalkan oleh ITF ditiru oleh PP Pelti. Kenyataannya banyak pelanggaran dimana kucing kucingan dilakukan oleh penyelenggara TDP Nasional menyiasati dengan menghalalkan larangan ketentuan TDP

Kelengahan sejak 2012-2017 sehingga makin marak kejadian ini tanpa dikontrol oleh PP Pelti.
Kepengurusan 2002-2012 pernah mencabut pengakuan TDP Nasional akibat terjadi pelanggaran tersebut. Yang rugi adalah peserta dalam hal ini atlet yuniornya yang telah mekuangkan waktunya untuk mengejar prestasi bukan mengejar hadiah uangnya.

Sebagai kelanjutan tangan PP Pelti adalah Pengda atau Pengcab Pelti seharusnya bisa mengawasinya. Bahkan referee sendiri juga bisa dimanfaatkan memantau Ketentuan TDP Nasional.

Saat ini masih banyak petugas Pelti baik di Pengda atau Pengcab yang belum tahu adanya ketentuan TDP ini karena munculnya muka muka baru dipertenisan Indonesia.

Ini tugas PP Pelti untuk segera mensosialisasikan ketentuan TDP tersebut. Keberadaan website resmi PP Pelti antara ada dan tiada sehingga tidak bisa dipakai sebagai acuan masyarakat tenis Indonesia

Masalah SDM turnamen mulai dari wasit Referee dan ofisial turnamen juga makin berkembang. Workshop turnamen selama ini praktis minim karena baru Nopember 2017 dilakukan Workshop dalam rangka persiapan Asian Games 2018 di Palembang.

Makin banyak turnamen makin banyak keluhan dari peserta khususnya orangtua dan pelatih yang mendampingi. Terutama TDP Nasional yunior yang seminggu pelaksanaannya justru dilakukan oleh pelaksana TDP Nasional yang sudah bertahun tahun pelaksanaannya. Boleh terbuai dengan nama besar karena jumlah TDP Nas yunior ini bisa dihitung jumlahnya. Tapi kesan positip terhadap turnamen itu untuk atlet bisa terabaikan karena kepentingan atlet terabaikan oleh kepentingan pelaksana turnamen. Karena kesalahan yang dibuat adalah kesalahan yang sama. Sebenarnya keputusan itu by design bukan by accident seperti selama ini terjadi. Bahkan sering berubah ubah. Kesannya seperti tidak dilakukan perencanaan dengan baik. Hal ini bisa terjadi karena kadang kala penanggung jawab turnamen adalah Direktur Turnamen nya sering gonta ganti tanpa mengevaluasi pekerjasn sebelumnya bahkan jabatan ini hanyalah formalitas sehingga bukanlah manager on duty.

Perencanaan ditangan Direktur Turnamen sedangkan Referee bertanggung jawab dalam menjalankan pertandingannya dengan menggunakan fasilitas yang disiapkan Direktur Turnamen. Tetapi seringkali akibat minimnya knowledge dari Direktur Turnamen sehingga tanpa perencanaannya semua diserahkan ke Referee belaka.
Yang lebih gawat adalah TDP Nas yunior bisa berjalan tanpa keberadaan seorang Referee karena Direktur Turnamen yang ambil alih peran Referee. Inipun sering tidak diketahui oleh PP Pelti. Pelanggaran seperti ini juga harus mendapatkan perhatian PP Pelti kedepan. Memang banyak PR alias pekerjaan rumah PP Pelti.(Penulis August Fery Raturandang)

Hari Kedua RemajaTenis Jakarta-69 terhenti Hujan

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Hari kedua Kejurnas RemajaTenis Jakarta-69 yang berlangsung di Elite Club Epicentrum Jakarta terhenti karena hujan melanda Ibukota Jakarta. Akibatnya 30 pertandingan ditunda keesokan harinya. Tetapi sempat terselenggara 33 pertandingan sebelum turunya hujan tersebut. Hujan turun selama 3 jam sehingga ortandingan terhenti total.

Kejurnas RemajaTenis Jakarta ke 69 berlangsung sejak 16-18 Maret 2018 diikuti 120 petenis usia muda dari berbagai daerah bahkab datang dari Malaysia. Petenis asal Malaysia tersebut adalah Jasion Chung Woo berhasil lolos kebabak kedua kelompok 16 tahun setelah mengalahkan petenis Bandung Fahreji NF 8-2. Sedangkan Rashad Aziz (DKI) berhasil menyisihkan Rafli Ariansyah (Bandung) 8-3.
Andalan tuan rumah Claudio Lumanauw berhasil menang mudah dari Haidir Al Athar asal Cilegon 8-0.
Satu satunya petenis asal Bulukumba Sulawesi Selatan, Fitri Nabelita berhasil lolos kebabak berikutnya setelah kalahkan Sheryl Natalie asal Bandung 8-6
Petenis tuan rumah Kevindra Putra Harimurti lolos setelah kalahkan Victor Benedict 8-1. Begitu juga andalan Manado Giovan Lumenta kalahkan M.Bintang Dimas asal Cilegon 8-0.

Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti Johannes Susanto mengatakn kalau saat ini Pelti akan mendukung seluruh penyelenggara yang akan selenggarakan turnamen tenis baik kelompok yunior dan kelompok umum. ” Turnamen ini sebagai salah satu program PP Pelti sehingga seleuruh petenis mendapatkan kesempatan bertanding.” ujarnya

Seratus Peserta Siap Bertanding di Blora

REMAJA-TENIS.COM, BLORA. Seratus dua petenis yunior siap berlaga dilapangan tenis Pringgodani, Blora Jawa Tengah. Dalam ajang Kejurnas RemajaTenis Blora ke 5 pada tangal 23-25 Maret 2018. Hal ini disampaikan oleh August Ferry Raturandang selaku promotor RemajaTenis.
Sambutan cukup besar dibandingkan tahunlalu, peserta berasal dari Surabaya, Ngawi, Bojonegoro, Pati, Sukoharjo. Sragen, Semarang, Kudus, Wonogiri, Bantul, Palembang, Musi Banyuasin (Sumatera Selatan) dan Blora sebagai tuan rumah.

” Ini menunjukan animo petenis yunior cukup besar. Apalagi Jawa Tengah merupakan provinsi dengan materi petenis yunior terbanyak dibandingkan provinsi lainya.” ujar August Ferry Raturandang yang sering selenggarakan turnamen yunior diberbagai daerah. Tercatat sudah memasuki 23 provinsi diselenggarakan RemajaTenis sebagai ajang pertandingan petenis yunior di Indonesia.

RemajaTenis Blora kelima ini mempertandingkan Tunggal putra dan putri kelompok umur 8 tahun, 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun dan 18 tahun.

Tidak disangka peserta kelompok umur 8 tahun cukup banyak yaitu 10 petenis usia 8 tahun kebawah. Untuk kedepan RemajaTenis juga akan mempertandingkan kelompok umur 8 tahun tersebut.

Kejurnas RemajaTenis Blora ke 5 ini dipertandingkan dilapangan tenis Pringgodani, Kodim dan Pendopo Bupati.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media