TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ... ...SELAMAT TAHUN BARU 1 JANUARI 2018. ................REMAJATENIS JAKARTA-68 TGL 19-21 JANUARI 2018...........REMAJATENIS TGL 9-11 FEBR DI BANTUL D,I,Y........ ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Komitmen AFR Majukan Tenis Yunior di Indonesia

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Komitmen AFR REMAJATENIS dalam menyalurkan kebutuhan atlet tenis yunior terus dilakukan dengan secara konsisten promosikan turnamen skala nasional ke berbagai daerah diseluruh Indonesia. Hal ini dikemukakan oleh Promotor RemajaTenis, August Ferry Raturandang kepada Remaja-Tenis.com disela sela rapat persiapan Asian Paragames 2018 dihotel Santika Premiere Jakarta.

Menanggapi keinginan PP Pelti akan fokus Pembinaan yunior, August Ferry Raturandang menyambut baik agar PP Pelti lebih aktip memotivasi Pengda maupun Pengcab Pelti agar terpacu adakan kegiatan pembinaan yunior melalui turnamen turnamen. ” Kami selalu membuka diri bagi daerah daerah jika belum tahu memulainya .

August Ferry Raturandang melalui AFR RemajaTenis sudah menjalin kerjasama dengan SIWO PWI Pusat untuk mengaktipkan kegiatan turnamen didaerah daerah sehingga pertenisan didaerah daerah bisa terangkat. Ketua harian SIWO PWI Pusat, Gungde Ariwangsa menyambut baik keinginan tersebut. ” Kami komit juga agar tenis didaerah daerah bisa terangkat melalui kerjasama dengan AFR RemajaTenis yang sudah berpengalaman sebagai penyelenggara turnamen tenis.” ujarnya

Dikemukakan oleh August Ferry Raturandang, dujadwalkan dalam tahun 2018 sejumlah 24 turnamen skala nasional diseluruh Indonesia. Tidak tertutup kemungkinan bisa bertambah. ” Kami sedang bernegosiasi dengan Pengcab Pelti dibeberapa daerah agar kegiatan turnamen nasional yunior bisa berlangsung didaerah masing masing.” ujar AFR

Demi peningkatan prestasi, beberapa daerah atau Pengcab Pelti sudah bersedia bersama sama selenggarakan kegiatan turnamen nasional yunior.

” Agar lebih meriah maka kami akan kombinasikan turnamen nasional yunior dengan veteran bersamaam waktu. ” ujar AFR yangs edang on fire masalah turnamen tenis khusus yunior saat ini.

PP Pelti Fokus ke Pembinaan Pemain Muda

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA – Pembinaan petenis muda menjadi fokus perhatian Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) dalam era kepemimpinan Ketua Umum Rildo Ananda Anwar.

Pria yang juga menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu menyatakan hal tersebut setelah dilantik Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman di Stadion Tenis Tertutup Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (16/1/2018).

“Kenapa harus petenis muda? Karena mereka masih memiliki usia prestasi yang panjang untuk terus berkembang,” tutur Rildo yang terpilih memimpin induk organisasi tenis nasional periode 2017-2022 itu melalui Munas Pelti di Banjarmasin, November silam.

Saat ini, PP Pelti tengah menyiapkan lima petenis putra sebagai ujung tombak tim Merah Putih pada ajang Piala Davis menghadapi Filipina, 3-4 Februari di Jakarta.

“Mereka hasil dari Seleksi Nasional (Seleknas) yang diikuti delapan petenis. Dan kami sangat gembira karena empat diantaranya berusia di bawah 20 tahun,” ucapnya.

Di sektor putri, PP Pelti juga menyiapkan empat petenis putri untuk tampil pada Piala Fed Grup II Zona Asia Oseania yang bakal berlangsung di Isa Town Bahrain, 6-10 Februari.

Tak hanya itu, PP Pelti pun sedang melakukan Seleknas untuk petenis putra dan putri kelompok umur 16 tahun di Magelang dan Yogyakarta.

“Kami akan membuat banyak lapisan petenis nasional. Jadi tidak ada waktu bagi petenis untuk bersantai karena mereka bisa tersodok petenis lapisan di bawahnya,” tandas Rildo.

Dalam kepengurusan Pelti periode ini, Rildo banyak melibatkan legenda hidup tenis Indonesia seperti Yayuk Basuki, Yustedjo Tarik dan Atet Wijono.

“Mereka bisa menjadi motivator bagi petenis saat ini,” imbuhnya.

Tentang Asian Games 2018, dimana Indonesia akan menjadi tuan rumah Rildo berharap tenis bisa kembali menuai prestasi di ajang multi event tingkat Asia yang sempat terhenti sejak sepuluh tahun terakhir.

“Targetnya dapat medali dulu, apa pun itu. Tapi kami cukup tahu diri karena yang bakal dihadapi adalah lawan-lawan dari Cina, Jepang, Korea, Taipei, Uzbekistan dan Kazakhstan yang tidak hanya kuat di kawasan Asia namun juga sudah berbicara di tingkat dunia,” jelasnya.(tribunews.com)

Kejurnas RemajaTenis Jakarta ke 68 Siap Digelar

REMAJA-TENIS.COM,JAKARTA – Kejurnas RemajaTenis Jakarta ke 68 siap digelar di lapangan tenis Marinir Cilandak Jakarta. Pertandingan akan diselenggarakan mulai 19-21 Januari 2018 dengan Mmmpertandingkan tunggal putra dan putri kelompok umur 10,12,14,16,18 tahun.

Demikian menurut Promotor August Ferry Raturandang. Komitmen pembinaan Tenis di Indonesia khususnya junior tetap merupakan prioritas AFR RemajaTenis untuk peningkatan prestasi bagi petenis muda di Indonesia.

Dikatakan pula PP Pelti ikut mendukung kegiatan AFR dalam menjalankan salah satu program PP Pelti. Hal ini dikemukakan oleh ketua harian PP Pelti Sutikno Mulyadi. “Kami dukung apa yang dilakukan Pak Ferry di turnamen Remaja Tenis,” ujarnya.

Peserta datang dari berbagai daerah menunjukkan pembinaan tenis didaerah sudah berjalan dengan sendirinya. Diakuinya pula masuknya RemajaTenis ke 22 provinsi merupakan prestasi yang patut diapresiasi oleh PP Pelti yang mulai start tahun 2018.

Sedangkan ketua bidang pertandingan PP Pelti Johannes Susanto mengatakan akan dilakukan pembinaan terhadap penyelenggara TDP. “Kami akan benahi seluruh turnamen diIndonesia. Yang belum baik akan diperbaiki,” ujarnya ketika ditanyakan masalah banyak keluhan datang dari para orangtua didalam kenyataan pelaksanaan TDP selama ini.

“Harus diakui jika banyak kesulitan terjadi disetiap pelaksanaan TDP. Itu harus ada solusi.Tidak boleh dibiarkan,” ujar Johannes Susanto yang lagi on fire.

August Ferry Raturandang menyambut baik keterbukaan PP Pelti hadapi permasalahan di turnamen tenis khususnya junior. ” Langkah awal adalah revisi ketentuan TDP yang sudah usang. Ini anjuran saya saja.” kata August Ferry Raturandang dilapangan tenis Marinir Cilandak Jakarta. ***

Kemenpora Paksa PB/PP untuk Teken MoU Anggaran Pelatnas

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Kemenpora mengancam sejumlah induk organisasi cabang olahraga (PB/PP) untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait anggaran pelatnas. Jika tak mau teken MoU dengan Kemenpora, PB/PP tersebut akan ditinggal dalam pelatnas Asian Games 2018.

Hingga kemarin, dari 40 cabang yang ikut Asian Games, baru delapan yang sudah bersedia menandatangani MoU dengan pemerintah. Mereka adalah bulu tangkis, balap sepeda, angkat besi, sepatu roda, baseball, rugby, pencak silat dan paralayang.

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana menegaskan, pihaknya hanya memberi waktu satu hari hingga Jumat (12/1) ini untuk meneken nota kesepahaman anggaran pelatnas. Seluruh cabang peserta Asian Games akan dikumpulkan di Jakarta hari ini, salah satunya untuk membahas MoU.

“Jika mereka tidak mau teken MoU, mereka kami anggap tidak serius mengikuti Asian Games. Jiwa patriotisme mereka perlu dipertanyakan. Mereka akan kami tinggal,” kata Mulyana didampingi Wakil Ketua Umum KONI Pusat Eka Wahyu Kasih di Jakarta, Kamis (11/1).

Namun, Kemenpora bakal menanyakan alasan masing-masing cabang kenapa tidak bersedia melakukan MoU dengan pemerintah. Hal ini perlu ditempuh supaya ada alasan kuat yang disampaikan PB/PP. “Yang lebih parah lagi sebenarnya cabang kabadi karena sampai sekarang belum menyerahkan proposal. Ternyata di kabadi ada masalah internal, dualisme. Yang satu ingin latihan di Bali, yang satunya di Jakarta. Kami tidak ikut campur kalau urusan internal,” ungkapnya.

Mayoritas PB/PP tak mau teken MoU karena anggaran yang akan dicairkan Kemenpora tidak sesuai harapan. Bahkan, beberapa pengajuannya dipangkas lebih dari nominal yang diusulkan. Berkuda misalnya, dana yang diusulkan sebesar Rp 60 miliar, tapi yang disetujui hanya Rp 10 miliar. Bridge dari pengajuan Rp 23 miliar, hanya cair Rp 9 miliar.

Begitu pula jetski yang meminta Rp 25 miliar, cuma diberi 5 miliar. Total dana yang disiapkan Kemenpora sebesar Rp 735 miliar. Itu belum termasuk untuk Asian Para Games dan dana operasional. Sementara proposal pengajuan seluruh PB/PP mencapai Rp 1,2 triliun.

Untuk meredam gejolak yang terjadi saat ini, Kemenpora siap memberikan tambahan anggaran kepada cabang yang berpotensi meraih medali. Contohnya adalah bulu tangkis. Semula, mereka mengajukan anggaran Rp 33 miliar, namun hanya disetujui Rp 15 miliar. Kali ini, Kemenpora memberikan tambahan Rp 1,5 miliar, sehingga bulu tangkis menerima bantuan sebesar Rp 16,5 miliar.

Menurut Mulyana, total dana tambahan yang disiapkan mencapai Rp 70 miliar. Uang itu diambilkan dari internal Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora. “Tapi mohon maaf, hanya cabang yang berpotensi medali yang kami beri tambahan. Sedangkan yang lain, tidak kami beri atau diberi tapi tidak seberapa. Dana itu nanti untuk keperluan training camp dan try out,” jelasnya.(suaramerdeka.com)

333 Petenis Yunior Ikuti Kejurnas New Armada Cup

REMAJA-TENIS.COM,MAGELANG, Mengawali tahun 2018, PT Mekar Armada Jaya (New Armada) menghadirkan pertandingan tenis tingkat nasional bertajuk Kejurnas Tenis Yunior New Armada Cup XXII tahun 2018. Total 333 atlet turun bertanding dalam laga yang berlangsung, 8-13 Januari ini.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso membuka resmi Kejurnas ini di GOR Armada Magelang, Senin (8/1). Turut mendampingi jajaran direksi New Armada, pengurus Pelti Kota dan Kabupaten Magelang, dan KONI Kota Magelang.

Menurut Iwan yang membacakan sambutan Bupati Magelang, Zaenal Arifin, Kejurnas ini sangat strategis untuk pembinaan atlet tenis muda nasional, termasuk Magelang. Kejurnas yang tiap tahun jadi agenda Pelti Pusat ini jadi barometer sejauh mana pembinaan atlet yunior. “Di kejuaraan ini kita bisa mengukur upaya pembinaan dan pembibitan atlet muda yang ke depan menjadi andalan bangsa. Turnamen ini juga untuk mengukur kemampuan atlet dan menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.

Ia menilai, prestasi didapat dari kerja keras dan proses yang panjang. Maka, para atlet harus menyadari, tidak semuanya akan meraih prestasi yang diinginkan di Kejurnas pertama di tahun 2018 ini. “Sehingga, saya harap para peserta harus berjuang keras, fokus, dan sungguh-sungguh dalam bertanding. Bagi yang nanti berhasil, jangan berpuas diri karena masih ada kompetisi lain yang menunggu di depan. Bagi yang belum berhasil, jangan putus asa,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Kejurnas New Armada Cup, Eko Sugiyono mengemukakan, kejuaraan terdiri dari lima kelas pertandingan baik putra maupun putri. Di antaranya kelompok usia (KU) 10 sebanyak 44 atlet, KU-12 (87 atlet), KU-14 (100 atlet), KU-16 (59 atlet), dan KU-18 (43 atlet).

“Para atlet datang dari berbagai daerah di Indonesia dengan peserta terjauh dari Aceh dan Papua. Dari jumlah yang ikut memang tidak mencapai target 400 atlet, tapi tidak masalah karena sudah terbilang banyak,” jelasnya.(suaramerdeka.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media