TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ... ...SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1438 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN. KEJURNAS AFR REMAJATENIS SUMSEL -XVI TGL 14-16 JULI 2017 DI PALEMBANG....,,,.KEJURNAS AFR REMAJA TENIS SULSEL-XI TGL 14-16 JULI 2017 DI MAKASSAR,,..., AFR REMAJATENIS KALTENG TGL 21-23 JULI 2017 DI PALANGKA RAYA ......JAKARTA-64 TGL 4-6 AGUTUS 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA... REMAJA TENIS CIREBON 1-3 SEPT 2017 DI CIREBON . ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA... IKUTILAH WWW.REMAJATENIS.BLOGSPOT,COM ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Kejurnas Soft Tenis 2017: Fernando Sanger Boyong Gelar Tunggal Putra

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA - Atlet Sulawesi Utara, Fernando Sanger berhasil memboyong gelar juara tunggal putra Kejuaraan Nasional Soft Tenis 2017 yang berlangsung di Lapangan The Sultan Hotel & Residence Jakarta.
Pada laga final, Rabu (11/10), Daniel sukses menepiskan perlawanan wakil Daerah Istimewa Aceh, Indra Adhiguna 4-1.
“Sebenarnya saya nothing to lose saja menjalani pertandingan final tadi, namun sempat grogi di awal permainan,” ucap lajang kelahiran Tondano, 1 Oktober 1996 ini usai melakoni partai pamungkas berdurasi 45 menit itu.

“Setelah ketinggalan 0-1, pokoknya saya tahan saja agar tidak banyak melakukan unforced error atau mati sendiri. Ternyata strategi itu berhasil mengunci perolehan poin lawan,” imbuh anggota TNI AD berpangkat Sersan Dua ini.
Sementara itu, Voni Darlina (DKI Jakarta) tak tertahankan untuk menggondol gelar terbaik nomor tunggal putri ajang yang menjadi agenda tahunan Pengurus Pusat Persatuan Soft Tenis Indonesia (PP PESTI) ini. Di final, Voni membekap wakil Sulut, Sharon Cornelia Watupongoh 4-0.
“Ada darah segar yang menggembirakan dari penyelenggaraan Kejurnas Soft Tenis 2017 ini, yakni gugurnya sinyalemen bahwa cabang olahraga ini dikuasai oleh mantan-mantan petenis nasional.
Buktinya, Sunu Wahyu Trijati, anggota tim tenis SEA Games dan Piala Davis Indonesia pun tak sanggup melewati babak penyisihan grup turnamen ini,” tutur Ferly Montolalu, Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP PESTI.
Persiapan Asian Games 2018
Semifinalis Kejurnas Soft Tenis 2017, baik putra maupun putri bakal mendapat kesempatan untuk masuk Pelatnas Asian Games 2018.
Mereka akan bersaing dengan sepuluh atlet yang telah menghuni skuad tim Merah Putih yakni Prima Simpatiaji, Elbert Sie, Irfandi Hendrawan,Gusti Jaya Kusuma dan Hemat Bakti Anugrah (putra) serta Dwi Rahayu Pitri, Angelica Irena Lontoh, Anadeleyda Kawengian, Dede Tari Kusrini, dan Siti Nur Arasy (putri).
“Selain semifinalis Kejurnas, PP PESTI juga memberikan tiga wildcard untuk mengikuti Seleknas bagi atlet muda potensial. Ketiganya terdiri dari dua putra yaitu Rizky Saputra dari Sumatera Barat dan Wesley Viananta asal Kalimantan Timur serta seorang atlet putri wakil Jawa Tengah, Aulia Risma di ajang Seleknas, 15-16 Oktober,” ucap Arianto Amirudin, Sekretaris Umum PP PESTI.
Kejurnas Soft Tenis 2017 masih akan berlangsung hingga Sabtu (14/10) dengan menggelar pertarungan nomor ganda, baik putra maupun putri serta campuran.(tribunews.com)

Hasil Final Tunggal, Rabu (11/10)
Putri
Voni Darlina (DKI) v Sharon Cornelia Pongoh (Sulut) 4-0
Putra
Fernando Sanger (Sulut) v Indra Adhiguna (Aceh) 4-1

TENIS : TINGGAL MENUNGGU HARI

REMAJA-TENIS.COM, Jakarta, 10 October 2017. Tidak disangka sangka pertenisan Indonesia dlm masa penentuan nasib bagi pemangku keputusan kebijakan kebijakan masa depan . Tepatnya tgl 25 November 2017 dikota Banjarmasin Kalimantan Selatan. Acara Musyawarah nasional Pelti. Tinggal menunggu hari Karena sisa waktu 46 hari.
Kesepian melanda suasana masyarakat tenis yang saat ini menunggu nasib pertenisan Indonesia sesuai dengan sepinya prestasi didapat oleh PP PELTI 2012-2017. Jadi tidaklah heran jika ketidak pedulian masyarakat tenis terhadap Musyawarah nasional Persatuan Tenis seluruh Indonesia atau PELTI.

Teringat 5 tahun silam tepatnya Agustus 2012 sudah ada calon Ketua umum PP PELTI yang diorbitkan melalui media massa yaitu nama mantan Atlet nasional yang membuat PP Pelti saat itu terbangun kesadarannya. Karena tidak rela jika tongkat estafet kepemimpinan jatuh kepada calon ketua umum mantan petenis nasional tersebut yang dianggap tidak layak memimpin induk organisasi.
Saat ini terlihat berbeda karena secara resmi masih malu malu calon calon yang akan maju.
Dalam pengamatan dilapangan baik mendengar dan melihat secara tidak langsung karena mendapat masukan dari para pihak.
Ada 2 calon yang secara diam diam sudah lakukan manuver ke masyarakat tenis Indonesia.
Kedua calon berasal dari BIROKRAT yang sebenarnya kurang dikehendaki oleh rekan rekan pemangku jabatan di Pengda Pelti. Nah jika tidak ada lagi calon yang datang dari swasta maka tidak ada pilihan lain yang bisa dilakukan.

Calon yang pertama dengan jabatan Irjen disalah satu kementerian sedangkan yang satu lagi adalah wakil menteri.

Latar belakang kedua belah pihak dari segi Tenis belaka. Mulai dari kepekaan terhadap tenis an sich. Calon pertama mantan petenis aktip karena sejak yunior aktip ikuti turnamen nasional dan bahkan saat inipun masih rutin latihan tenis. Bahkan pernah duduk sebagai Humas PB pelti 1996-2000 dibawah kepemimpinan Ketua umum PB Pelti Moerdiono.
Calon kedua tidak jelas latar belakangnya. Hanya info yang diberikan oleh tim suksesnya kalau senang tenis dan suka berlatih di htl Borobudur sehingga kurang dikenal masyarakat tenis.

Munculnya calon yg kedua akibat dari keinginan mantan ketua umum PB Pelti 1998-2002 yang prihatin terhadap pertenisan Indonesia saat ini

Dari latar belakang kedua calon yang jelas maupun kurang jelas sebenarnya faktor terpenting adalah dibutuhkan motivasi yang tulus dari diri sendiri ingin benahi pertenisan yang lagi terpuruk bahkan istilah yang diberikan oleh tim sukses salah satu calon adalah dalam Tenis Indonesia dalam posisi rata dengan tanah. Artinya siapapun yang akan jadi kelanjutan kepengurusan sudah lebih mudah. Apakah benar demikian? Atau semangat awal begitu tinggi karena desakan pihak luar sehingga berani ambil alih tanggung jawab dari Maman WIrjawan untuk 5 tahun mendatang.

Ada kekuatiran besar ditangan pemegang suara di Munas Pelti adalah ditengah jalan justru sebaliknya. Bisa diberikan peringatan yang secara gamblang disampaikan karena kedua calon ini berasal dari birokrat. Pertanyaan timbul adalah jika keduanya sudah tidak lagi
memangku jabatan apakah masih mau atau bisa mencari dana tersebut. Pertanyaan muncul ada dasar nya. Yaitu pengalaman sewaktu Ketua
Pelti sebelumnya ada 3 Ketua umum yang dalam perjalanannya awalnya masih menjabat menteri kemudian separuh jalan lengser dari menteri. Setelah ketiga Mentari tersebut yang hanya mampu satu periode sadar atas kemampuannya. Kemudian masuk sosok swasta Martina Widjaja yang bisa berlangsung dua periode.
Pengalaman seperti ini menghantui pemegang suara yaitu Pengda Pelti yang saat ini mayoritas pernah mengalaminya.
Sebenarnya yang dibutuhkan seorang Ketua umum PP Pelti adalah sebagai entrepreneur sehingga bisa buat terobosan terobosan yang bisa mengangkat pamor tenis sendiri. Bukan hanya mengorbitkan seorang petenis dunia. Tetapi bagaimana bisa jadikan tenis suatu pertunjukan yang menarik sehingga masyarakat awampun bisa tertarik. Begitu pula bisa kembangkan Tennis is Business. Semaraknya dunia bisnis tenis maka bisa menghasilkan pembinaan yang merata. Sehingga lebih mudah mengorbitkan petenis dunia. Disamping itu selama ini yang selalu digembar gemborkan adalah figur yang mau keluarkan dana pribadi. Disinilah letak kekeliruan tersebut. Saya pernah kemukakan hal ini dalam wawancara dengan Radio BBC bebarapa tahun silam.
Figur yang dibutuhkan adalah yang mampu mengcreate dana operasional yang cukup besar sebagai modal kerja membisniskan tenis sendiri.
Waktu sudah tinggal 46 hari. Kedua calon sudah lakukan manuver kedaerah daerah dengan gunakan medsos sehingga tidak diketahui masyarakat tenis. Ada perbedaan pendekatan dari kedua calon. Jika calon yang pertama lebih kependekatan langsung program Pelti sedangkan calon yang kedua hanya melalui tim suksesnya saja yang belum dikenal oleh Pengda menggunakan telpon belaka. Perbedaan pendekatan seperti ini sangat menonjol sehingga tidak diketahui masyarakat membuat masyarakat yang Ingin Ikut memantau dibuat tidak berdaya. Ketidak tahuan Pengda terhadap kedua calon cukup mengkhawatirkan jika salah memilihnya
Kalau 5 tahun silam menjelang Munas 2012 beberapa bulan sebelumnya sudah muncul. 3 calon Ketua umum PP PELTI. Dan diberitakan dimedia massa.

Melihat situasi seperti ini sudah keluar dari harapan Pengda terhadap birokrat. Tetapi oleh promotor dari calon saat ini beranggapan kalau swasta yang tanggung justru tidak menjual . Sudah terbukti saat ini sosok Maman WIrjawan sulit mencari sponsor. Tetapi sebenarnya adalah motivasi yang Tulus merupakan kunci keberhasilan sehingga tetap konsisten untuk fight terhadap tenis ditambah lagi jika tidak berkelut dengan tenis dalam kesehariannya .
Disamping kedua hal diatas maka untuk calon pemimpin harus ada leadership sehingga conflict internal bisa diatasi. Pengalaman sejak Pengurus Besar kemudian menjadi pengurus pusat Pelti ketiga ketua umum yang saat menjabat menteri kmd lengser menteri disetengah kepengurusannya sudah tidak dilirik lagi bahkan oleh pengurus lainnya yang awal kepengurusan masih menghormatinya. Ironisnya demikian di PELTI sendiri.
Saat ini oleh Pengda Pelti sendiri menganggap kedua calon tersebut adalah pilihan terbaik dari yang terburuk.
Sehingga butuh waktu untuk memilih yang mana yang terbaik melalui pengenalan visi dan misinya. Jangan baru dikenal saat Munas. Yang perlu adalah dialog dengan Pengda langsung oleh calon calon sendiri karena calon Ketua umum ini bukanlah boneka dari tim sukses yang banyak unsur conflict of interest.

Jadi sebaiknya jangan sampai memilih kucing dalam karung. Selamat memilih yang terbaik sesuai hati nurani. ( penulis August Ferry RATURANDANG)

Maria Sharapova Kandas di Cina Terbuka

REMAJA-TENIS.COM, BEIJING- Apes nasib petenis putri cantik asal Russia saat ini dalam upaya menjadi petenis nomor satu dunia. Simona Halep menaklukkan Maria Sharapova dengan skor 6-2, 6-2 pada putaran ketiga Cina Terbuka pada Rabu, untuk menjadi kemenangan pertamanya atas petenis Rusia itu dalam delapan pertemuan.

Simona Halep, yang kalah dari Sharapova pada putaran pertama AS Terbuka, memenangi lima dari sembilan break point dan memaksimalkan sejumlah kesalahan lawannya untuk memberikan kekalahan straight set perdana bagi petenis Rusia itu dalam waktu lima jam 12 menit, lapor Reuters.

Maria Sharapova memukul lebih banyak pukulan “winner” atas rivalnya, tetapi Sharapova melakukan 39 unforced error dan kesulitan mengatasi kekuatan dan agresifitas unggulan kedua itu di Beijing.

Petenis Romania itu melaju ke perempat final, di mana ia akan berhadapan dengan unggulan ke-11 Agnieszka Radwanska atau Daria Kasatkina, yang akan bertemu pada Rabu malam.

Juara Prancis Terbuka Jelena Ostapenko asal Latvia melangkah lebih dekat ke ajang penutup musim WTA Finals di Singapura, dengan kemenangan 6-3, 7-5 atas petenis Australia Samantha Stosur di putaran kedua.

Petenis lain yang juga melaju ke putaran ketiga adalah wakil China Peng Shuai, yang menang 6-3, 6-2 atas petenis Romania Monica Niculescu, dan juara Wuhan Terbuka Caroline Garcia asal Prancis yang menang 7-6(4), 6-4 atas petenis Belgia Elise Mertens.

Beatrice Gumulya Raih Emas di Asian Indoor Martial Art Games

REMAJA-TENIS. ASHGABAT – Akhirnya Beatrice Gumulya berhasil memenangkan “perang saudara” di partai final tunggal putri cabang olahraga tenis Asian Indoor Martial Art Games (AIMAG).
Dalam pertandingan yang digelar di Indoor Tenis Centre Asghabat, Turkmenistan, Selasa (26/9/2017), Beatrice dipaksa.kerja keras untuk mengalahkan rekan senegaranya, Aldila Sutjiadi dengan skor 6-3, 3-6, dan 6-3.
Dengan hasil ini, Beatrice meraih emas dan Aldila kebagian medali perak.

“Ya, saya seneng bisa menyumbangkan medali emas bagi Kontingen Indonesia. Walau pastinya masih banyak yang perlu saya perbaiki untuk menghadapi Asian Games 2018 nanti,” kata Beatrice usai pengalungan medali.
“Ya, saya sudah main maksimal tapi kak Bea (panggilan Beatrice) bermain lebih bagus. Dan, saya cukup puas meraih perak,” timpal Aldila mengomentari kekalahannya.

Sama dengan Beatrice, Aldila mengaku masih banyak kekurangan yang dimilikinya.
“Kekalahan ini menjadi pelajaran yang berharga buat saya. Masih banyak yang harus saya perbaiki baik pola permainan hingga fisik,” katanya.

Sementara itu, pelatih Tim Tenis Indonesia, Suharyadi menilai Bratrice memang pantas menjadi juara.
“Beatrice memang pantas menjadi juara di AIMAG. Dia tampil lebih tenang sehingga mampu mengatur irama permainan. Dan, saya juga memuji perjuangan Aldila yang juga memberikan perlawanan keras,” katanya.

Cabang olahraga tenis cukup sukses di AIMAG dengan menyumbangkan 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu bagi kontingen Indonesia. Kedua medali perunggu diraih Rifki/Deria (Ganda Campuran) dan Jessy Rompies/Lavenia Tanata (Ganda Putri).

“Cukup bagus Tim Tenis Indonesia mampu menyumbangkan 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu. Dan, kesuksesan Beatrice dan Aldila menjadikan All Indonesian Final tunggal putri AIMAG membawa angin segar bagi pertenisan Indonesia sekaligus sebagai modal untuk menuju Asian Games 2018. (tribunews.com)

Jago Manado dan Daerah lainnya Berhasil Juara

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Mengejar prestasi bagi atlet tenis yunior butuh suatu pengorbanan cukup besar. Khususnya bagi atlet tenis yunior didaerah daerah yang sangat minim akan pembinaannya. Hal ini suatu fenomena yang terjadi didaerah daerah terutama diluar pulau Jawa. Hal yang sama terjadi bagi atlet potensial asal kota Manado , datang ke Jakarta untuk mengejar cita citanya menjadi petenis dunia. Dukungan datang dari kedua orangtua merupakan keharusan keberhasilan prestasi bagi atlet tenis yunior potensial. Salah satunya bisa terlihat pada diri petenis yunior kelahiran kota Manado tanggal 15 April 2004 dengan nama Giovan L.R. Lumenta. Putra dari pasangan Yola dan Denny Lumenta datang berguru ke Jakarta dibawah asuhan pelatih muda asal Sulawesi Utara Sonny Ratag, kali ini Giovan berhasil keluar sebagai juara kelompok 16 tahun putra diajang Kejurnas RemajaTenis Jakarta-65 yang berlangsung dilapangan tenis Kelapa Gading Sport Club Jakarta Utara. Tepatnya hari Minggu (24/9), difinal Giovan berhasil menumbangkan unggulan kedua Jeremy Isman yang juga dibawah asuhan pelatih Rivelino Raturandang.

Pertandingan cukup seru, perlawanan dari Jeremypun tidak kalah serunya. Bahkan sampai jatuh bangun Jeremy berupaya melayani permainan Giovan. Tetapi Giovan berhasil berhasil unggul diset pertama 6-3. Akibat perlawanan Jeremy cukup seru sehingga jatuh dilapangan, membuat makin jadi permainan Giovan yang tidak henti hentinya menyerang kepertahanan Jeremy. Akhirnya Giovan berhasil menutup set kedua 6-1 dan berhak atas gelar Juara.

“ Puji Tuhan saya berhasil jadi juara.” Ungkapan syukur disampaikan Giovan atas keberhasilanya didampingi ibundanya Yola Luenta dengan setia mendampingi permainan putranya.

Disemifinal Giovan berhasil menyingkirkan petenis potensial asal Surabaya, Christian Poedji dengan mudah 6-0 6-0. Sedangkan Jeremy Isman menyingkirkan petenis potensial asal Karawang Tristan Ramadhana Suryaji 6-2 6-2.

Nasib yang sama dialami petenis potensial asal Jambi, Melanie Oka Sabina yang harus berjuang mengejar prestasinya ke kota Cilegon Banten. Melanie berhasil keluar sebagai juara setelah difinal berhasil menundukkan unggulan pertama tuan rumah Seravin Suteja 6-3 6-1.
Dengan modal two handed forehand maupun backhandnya Melanie berhasil memukul bola dengan keras kearah pertahahan Seravin Suteja. Kedua petenis mempunya style permainan yang sama yaitu keras sehingga enak ditonton selama pertandingan.
Disemfinal Melanie berhasil mengalahkan Jemma Bryson asal Jakarta 6-0 6-2, sedangkan Seravin Suteja mengalahkan keisha Saridevi Sugiarta asal Jakarta 6-2 6-1.

Kelompok 18 tahun putra, keluar sebagai juara , petenis potensial asal Karawang Rifky Ananda Somantri. Difinal Rifky berhasil menyisihkan Anto Risyanto asal Jakarta 7-6(7) 6-1. Disemifinal Rifky berhasil menumbangkan ungula nasal Bekasi Jose Agustin Simbolon 6-0 6-1. Anto Risyanto menumbangkan ungulan pertama Kenneth Legacy asal Jakarta 6-0 6-1

Kejurnas RemajaTenis Jakarta yang memasuki ke 65 kalinya diselenggarakan dikota Jakarta terlihat lesulitan mendapatkan tempat pertandingan akibat digusurnya lapangan tenis Kemayoran dan Rawamangun yang selama ini digunakan secara rutin.
“ Untuk bulan Oktober 2017, kami lagi mencari lapangan tenis yang memadai. Kami tetap berusaha mencari jalan terbaik jika dikehendaki Tuhan.” Ujar penggagas RemajaTenis, August Ferry Raturandang.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media