TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ... ...SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1438 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN. KEJURNAS AFR REMAJATENIS SUMSEL -XVI TGL 14-16 JULI 2017 DI PALEMBANG....,,,.KEJURNAS AFR REMAJA TENIS SULSEL-XI TGL 14-16 JULI 2017 DI MAKASSAR,,..., AFR REMAJATENIS KALTENG TGL 21-23 JULI 2017 DI PALANGKA RAYA ......JAKARTA-64 TGL 4-6 AGUTUS 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA... REMAJA TENIS CIREBON 1-3 SEPT 2017 DI CIREBON . ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA... IKUTILAH WWW.REMAJATENIS.BLOGSPOT,COM ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Duo Jakarta Berkibar di India


REMAJA-TENIS.COM, NEW DELHI – Dua petenis putri Indonesia asal Jakarta, Priska Madelyn Nugroho dan Aurellia Azzahra Putri sukses menorehkan hasil gemilang pada babak kedua Divisi 1 ITF Asia 14 & Under Development Championships 2017 di Stadion Tenis RK Khanna New Delhi India, Selasa (31/1).

Sebagai non-unggulan, Aurellia Azzahra membuat kejutan dengan menggusur seeded kesembilan dari Sri Lanka, Neyara Weerawansa 6-3 7-6(7).

Sedangkan Priska Madelyn yang menempati unggulan tunggal putri tampil garang dengan melumat wakil Malaysia, Hannah Seen Ean Yip dengan skor telak 6-0 6-1.

Tak hanya di tunggal, Priska juga melaju di nomor ganda. Berduet dengan Elsa Wan (Malaysia), unggulan kedelapan ini menyingkirkan pasangan gado gado Kit Yi Kaye Au-Yeung (Hong Kong) dan Amanda Gabrielle Zoleta (Filipina) 6-1 6-3.

Sementara Aurellia yang menggandeng petenis Thailand, Salakthip Ounmuang kembali tampil apik mendepak seeded keempat asal Jordania, Randa Alqudsi/Jana Khatib melalui laga super tie break 3-6 6-1 (10-3).

“Acungan jempol untuk Aurellia yang bermain luar biasa hari ini, baik di tunggal maupun ganda dia tampil penuh percaya diri dan mampu menyingkirkan petenis unggulan. Semoga bisa terus melaju, demikian pula Priska yang memang punya level permainan lebih tinggi dari lawan,” tutur Yudha Warman, pelatih yang mendampingi tim Indonesia di ajang tertinggi untuk petenis kelompok umur 14 tahun di kawasan Asia ini.

Pada babak ketiga, Rabu (1/2), Aurellia akan kembali berhadapan dengan petenis unggulan. Putri Jakarta itu akan menantang seeded ketujuh dari Thailand, Thamopan Jonglertrakul. Sementara Priska terlibat bentrok dengan andalan tuan rumah, Mallika Marathe.

Namun, Indonesia rela kehilangan Jessica Christa Wirahadippoernomo yang terhenti di tangan unggulan kedua dari Uzbekistan, Irisa Tursunova. Petenis asal Semarang ini kalah straight set 4-6 2-6. Di sektor ganda, duetnya bersama Hanna Yip (Malaysia) juga harus mengakui keunggulan putri Uzbekistan, Irisa/Angelina Folts 5-7 0-6.

Kejuaraan yang menjadi agenda tahunan Federasi Tenis Asia (ATF) ini akan berlangsung selama dua pekan hingga 12 Februari. Pemenang dari ajang ini bakal terpilih masuk ITF Asia Touring Team yang akan dibiayai Federasi Tenis Internasional (ITF) melakoni pertandingan di beberapa negara di benua Eropa.(tribunnews.com)

Putri Tunggal
2-Irisa Tursunova (Uzbekistan) v Jessica Christa Wirahadipoernomo 6-4 6-2
6-Priska Madelyn Nugroho v H. Yip (Malaysia) 6-0 6-1
Aurellia Azzahra Putri v 9-Neyara Weerawansa (Sri Lanka) 6-3 7-6(7)
Ganda
8-Priska Madelyn Nugroho/Elsa Wan (Malaysia) v Kit Yi Kaye Au-Yeung (Hong Kong) /Amanda Gabrielle Zoleta (Filipina) 6-1 6-3.
AurelliaAzzahra Putri/Salakthip Ounmuang (Thailand) v 4-Randa Alqudsi/Jana Khatib (Jordania) 3-6 6-1 (10-3).
Jessica Christa/Hanna Yip (Malaysia) v Irisa Tursunova/Angelina Folts (Uzbekistan) 5-7 0-6

” Combiphar Tennis Open ” Kembali Digelar


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA – Setelah sukses menggelar Combiphar Tennis Open pada akhir tahun lalu, Combiphar, perusahaan consumer healthcare modern terkemuka di Indonesia akan kembali mengadakan turnamen tenis berskala internasional – Combiphar Tennis Open – di awal tahun ini. Turnamen yang berhadiah total US$ 45.000 tersebut akan digelar pada 4 – 26 Februari di lapangan tenis The Sultan Hotel & Residence Jakarta.

“Setelah melihat Combiphar Tennis Open yang lalu mendapat respon cukup baik, Combiphar dengan bangga kembali mengadakan Combiphar Tennis Open pada awal tahun ini. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud komitmen Combiphar dalam memelopori gaya hidup sehat melalui olahraga. Kegiatan ini juga merupakan bentuk dukungan Combiphar terhadap pengembangan dan pembinaan olahraga tenis demi tercapainya prestasi tertinggi baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Michael Wanandi, CEO Combiphar melalui rilisnya, Selasa (31/1).

Sebagai induk organisasi cabang olahraga tenis di Tanah Air, Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP PELTI) menyambut gembira penyelenggaraan Combiphar Tennis Open 2017. “Kami mengapresiasi kepedulian Combiphar untuk ikut serta meningkatkan prestasi tenis Indonesia. Petenis Indonesia memerlukan banyak turnamen internasional seperti ini sebagai ajang uji coba menghadapi pesta olahraga antar bangsa Asia Tenggara, SEA Games 2017,” ujar Wibowo Suseno Wirjawan, Ketua Umum PP PELTI.

PP PELTI mengonfirmasi partisipasi turnamen akan diikuti oleh peserta turnamen senior internasional putra berusia 16 – 30 tahun berasal dari mancanegara lebih dari 20 negara di dunia. Selain Indonesia, petenis India, Jepang, Korea Selatan, Cina, Thailand, Filipina, Malaysia dan Singapura menjadi duta Asia. Dari benua Amerika, datang wakil asal Kanada, Brasil dan Chile. Dari benua Eropa, akan hadir petenis dari Italia, Spanyol, Jerman, Rusia, Inggris, Belanda, Austria, Serbia, Hongaria, Polandia, Belanda dan Belgia. Sementara Australia dan Selandia Baru mewakili benua Australia.

Petenis papan atas nasional juga telah dikonfirmasi akan turut serta dalam turnamen bertaraf internasional ini. Susan Soebakti, Tournament Director Combiphar Tennis Open 2017 menyebutkan bahwa seluruh petenis tim Piala Davis Indonesia, yaitu Christopher Rungkat, David Agung Susanto, Sunu Wahyu Trijati dan Aditya Hari Sasongko akan meramaikan turnamen ini. Selain itu, ikut serta pula talenta muda peraih medali PON Jawa Barat 2016, yakni Anthony Susanto, Arief Rahman, Panji Untung Setiawan dan M. Iqbal Bilal.

Sebagai turnamen dalam kalender Federasi Tenis International (ITF), Combiphar Tennis Open memberikan poin peringkat dunia bagi para peserta. Juara ajang ini akan mengoleksi 18 poin, finalis 10 poin, 6 poin bagi semifinalis, 2 poin untuk quarter finalis serta satu poin bagi petenis yang terhenti di babak kedua. (Kin)

Tim Davis Cup Indonesia Optimis lawan Filipina 3-5 Februari 2017


REMAJA-TENIS.COM, MANILA, Kapten tim Indonesia Andrian Raturandang hanya bisa berharap untuk yang terbaik diajang Piala Davis Asia / Oceania Zona Grup II melawan tuan rumah Filipina.
Bermain tanpa pemain No 1 Christoper Rungkat, petenis Indonesia telah disiapkan dan siap untuk mengalahkan Tim Filipina, yang dipelopori oleh petenis ganda dunia Nomor 22 , berdarah Filipina-Amerika yaitu Treat Huey.

“Ini adalah tim terbaik kami. Setiap tim memiliki kesempatan untuk menang. Kami datang ke sini tanpa Christopher, sehingga sangat sedikit lebih tantangan bagi kami. Tapi kami masih optimis karena kami percaya segala sesuatu mungkin terjadi, “kata Raturandang dalam sebuah wawancara pada hari Jumat.

Tim Indonesia terdiri dari David Agung Susanto, Aditya Hari Sasongko, Sunu-Wahyu Trijati dan Anthony Susanto, yang bermain untuk tim nasional untuk pertama kalinya.

Petenis usia 25 tahun, David Agung Susanto saat ini memiliki peringkat dunia No 739 . Dia adalah spesialis lapangan tanah liat yang memiliki empat gelar ganda dan telah bermain di empat pertandingan Piala Davis.

Kecuali untuk Anthony Susanto, ketiga pemain adalah bagian dari tim yang mencetak gol kemenangan 5-0 atas Sri Lanka di Grup II degradasi play-off pertandingan tahun lalu.

Anthony, yang adalah adik dari David, saat ini peringkat No 5 di Indonesia.

Raturandang, pada tahun kedua sebagai kapten tim Piala Davis, menggambarkan Anthony “sebagai pemain kami baru yang menjanjikan “.

Delegasi Indonesia telah tiba di negara itu pada hari Kamis untuk memiliki lebih banyak waktu untuk menyesuaikan dengan permukaan lapangan di Columbian Association Filipina (PCA).

“Saya berpikir bahwa PCA tidak apa-apa walaupun saya tahu bahwa tempat ini begitu berbeda dan itu agak sulit untuk bermain di sana.

Banyak pemain mendapat kram ketika mereka bermain di sana dan saya juga bermain di sana, “kata Raturandang, anggota dari skuad yang menang atas Filipina 3-2 di Grup Piala Davis pada tahun 1997.

Ketika diminta untuk mengomentari peluang mereka melawan Cuppers Filipina, Raturandang mengatakan Filipina adalah tim yang kuat saat ia mencatat hubungan sebelumnya.

“Saya tahu Treat Huey adalah pemain ganda yang sangat bagus. Filipina adalah benar-benar beruntung memiliki dia di tim, “kata kapten tim Indonesia 40 tahun.

Indonesia telah mengalahkan Filipina enam kali dalam 10 pertemuan, yang terakhir pada tahun 2012 (3-2) di kandang mereka.
Filipina, di sisi lain, Filipina menang atas Indonesia pada tahun 1999 di Jakarta. (PNA)

Produksi Petenis Untuk Indonesia


REMAJA-TENIS.COM, BLORA. Jawa Tengah ternyata merupakan lumbung petenis berbakat alami yang potensial. Keterbatasan pelatih, kesulitan biaya hingga langkanya sparring partner yang bagus, kerap menjadi kendala. Namun demikian kondisi tidak membuat gentar para pembinanya untuk mencari dan mendapatkan petenis muda berbakat.

Drs. Teguh Sedyo Utomo , bukanlah pengurus cabang olahraga tenis ataupun atlet. Dia bukanlah siapa-siapa, hanya seorang pecinta olahraga tenis dan punya keinginan memajukan pertenisan di kota Blora, Jawa Tengah.

” Saya bukan pengurus. Saya bukan siapa-siapa. tapi saya punya kepedulian untuk memajukan tenis disini. Bibit pemain di Blora sangat banyak , tinggal bagaimana membina dan memolesnya saja,” ujar Teguh akhor pekan ini.

Pria yang juga pengusaha tetapi selalu tampil bersahaja ini menuturkan , soal pemain muda atau junior yang potensial di Blora, dirinya tidak kuatir akan kehabisan. Sebab “stok” pemain berbakat lebih dari cukup.

” Saya tidak kuatir kehabisan petenis berbakat. Bagi saya, pembinaan itu bukan melihat dari hasil , melainkan proses. Meraih medali itu mudah , asalkan prosesnya sesuai dan tahapannya tepat,” katanya. Tegih menambahkan , sukses prestasi bukan tujuan akhir tetapi melahirkan pemain-pemain tangguh menjadi keutamaan.

Teguh menegaskan, dirinya tidak mau ambil pusing dengan pembajakan petenis binaannya. Justru dia senang la;au ” produknya” dipercaya ,sepanjang bermain di Indonesia bukan keluar negeri. ” Silahkan Indonesia memakai petenis binaannya saya. Buat saya tidak menjadi soal petenis binaan kami dimanfaatkan daerah lain, tetapi bukan negara lain,” tegasnya pemilik klub tenis Lovinton ini.

Lebih jauh Teguh emngungkapkan, dirinya berkeinginan dengan banyaknya petenis potensial bermunculan, maka Sirkit Nasional Tenis akan bernilai dan ajang Pakan Olahraga Nasional lebih bermakna. ” Jadi, ajang Sirnas dan PON tak lagi bermaterikan petenis yang biasa-biasa saja, melainkan diikuti pemain-pemain berbakat serta tangguh hasil dari pembinaan yang optimal,” tambahnya.

Berikan Wadah

Ketika bibit petenis sudah didapat, diperlukan turnamen untuk uji coba dari kepelatihan yang ada. Banyak turnamen junior khususnya di Pulau Jawa. Hanya saja yang saat ini masih berjalan konsisten salah satunya adalah Kejurnas AFR Remaja Tenis besutan mantan wasekjen PP Pelti August Ferry Raturandang.

” Om Ferry memberikan wadah turnamen bagi para petenis di daerah, khususnya di Blora. Turnamen ini sangat membantu kami dalam memunculkan bibit petenis muda.” uajr pemilik klub tenis Lovinton ini.

Menurutnya, diperlukan daya juang yang tinggi untuk mempertahankan konsistensi Remaja Tenis. Sudah selayaknya , kata Teguh, kiprah August Ferry Raturandang diapresiasi dan ke depannya perlu ada regenerasi, bahkan bilamana perlu pihak lain mengikuti jejaknya.

“Saya berharap ada pihak-pihak lain yang mengikuti jejaknya menggelar rangkaian turnamen serupa, untuk menyemarakkan sekaligus memajukan pertenisan junior,” kata mantan ketua Pengda Pelti Jawa Tengah itu.

Sedianya, turnamen RemajaTenis akan dimainkan selama lima seri di Blora. Teguh berharap agar pengurus Cabang Pelti Blora bisa memberikan dukungan maksimal mulai dari peningkatan jumlah peserta, perbaikan sarana dan prasarana hingga akomodasi , demi peningkatan mutu turnamen .

“Dengan bergulirnya RemajaTenis sebanyak lima kali di Blora, semoga akan banyak lagi petenis muda maupun penyuka olahraga tenis, sehingga bisa menjadi pelapis petenis yang sudah ada.” harap Teguh . Satu seri telah sukses digelar yakni pada 27-29 Januari 2017 di lapangan tenis Pringgodani, Blora )(Foto Teguh S U/Kin).

Adyba dan Diandra Selamatkan Pamor Petenis Lokal


REMAJA-TENIS.COM, BLORA. Dua petenis muda putri asal Blora, Adyba Abdelia dan Diandra Kirana berhasil menggondol gelar juara di Kejurnas AFR RemajaTenis di lapangan tenos Pringgodani, Blora, Jateng, Minggu (29/1).
Adyba menempati posisi teratas dikelompok 10 tahun putri, sedangkan Diandra sukses menuai preeetasi di kelompok umur 12 tahun putri seteah menang 8-5 atas Nahla Rizki dari Tuban.

” Senang bisa juara disini. Semoga bisa menambah semangat menghasilkan prestasi di turnamen lainnya,” ujar Diandra usai berlaga. Adyba pun mengaku senang bisa menang, walaupun bermain dalam sistem round robin, tetapi konsisten bermain dan menjadi juara.

Sementara itu dari hasil lainya, Diego Armando asal Pati menang 9-7 atas rekan sedaerahnay , Christian Dwi pada KU 10 putra. Kevin Putra asal Pati juga mencatat kemenangan 8-5 atas Muflih Amanullah dari Kendal di KU 12 putra. Untuk KU 14 tahun putri, DiahAyu menang 6-1 6-4 atas Afra Angita dalam duel sesama petenis Kudus.

Sukses terbaik diberikan Akbar Aidil dari Kudus yang tercatat sebagai pemain non ungulan , melibas Noufal Ali dari Blora dengan skor 6-3 6-3 pada KU 14 Putra.

Dikategori KU 16 putra , M. Reza asal Kudus menundukkan petenis tuan rumah Dimas Rizki Sadewa 6-1 6-2. Sedangkan dikelompok putri , Fatima Wardoyo asal Semarang memimpoin didepan Niken Ferlyana (Blora, Aulia Risma (Purwodadi), dan Isroqul Rahmi .

Pada KU 18 Putra, Dhimas Rizki Pratama asal Musi Banyuasin Sumsel menang mudah 6-1 6-0 atas Said Rafli asal Blora. Dikategori KU 18 putri dikuasai para petenis dari Kudus yani Septian Herawati sebagai juara diikuti Laila Eka, Laili Dwi dan Indri Kurnia (Foto Pemenang 16 Putra/kin)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media