TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ... ...SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1438 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN. KEJURNAS AFR REMAJATENIS SUMSEL -XVI TGL 14-16 JULI 2017 DI PALEMBANG....,,,.KEJURNAS AFR REMAJA TENIS SULSEL-XI TGL 14-16 JULI 2017 DI MAKASSAR,,..., AFR REMAJATENIS KALTENG TGL 21-23 JULI 2017 DI PALANGKA RAYA ......JAKARTA-64 TGL 4-6 AGUTUS 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA... REMAJA TENIS CIREBON 1-3 SEPT 2017 DI CIREBON . ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA... IKUTILAH WWW.REMAJATENIS.BLOGSPOT,COM ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

KILAS BALIK TENIS INDONESIA (2) Plus Minus Bidang Pembinaan Yunior


REMAJA-TENIS.COM, Jikalau bidang pembinaan prestas atau dikenal dengan BINPRES mendapatkan raport merah bagaimana dengan bidang pembinaan yunior ? Ternyata ada hasil positip didapat bidang pembinaan yunior. Salah satu hasil terbesar yang dicapai dalam 3 tahun terakhir ini yaitu prestasi Anak Bangsa diajang Internasional dengan keluarnya juara Wimbledon Yunior yang telah dicapai sebagai prestasi tertinggi atlet yunior asal Bali, Tami Grende. Setelah prestasi Angelique Widjaja maka Tami Grende berhasil keluar sebagai juara ganda putri Wimbledon Yunior.

Prestasi atlet yunior juga tidak memalukan karena sampai akhir tahun 2015, telah ada 28 petenis yunior putri dan 20 putra berhasil memiliki peringkat dunia yunior. Tertinggi peringkatnya adalah Deria Nur Halisa kelahiran 8 Juni 1997 diperingkat 78 begitu pula Christian Alvin Edison kelahiran 8 Juni 1997 mencapai peringkat 378

Kalau dilihat kekurangan selama 3 tahun ini yang didapat bidang pembinaan yunior adalah belum berhasil lolos kebabak final tim kelompok umur 14 tahun di World Junior Tennis (WJT) dan kelompok 16 tahun di Junior Davis Cup (putra) dan Junior Fed Cup (putri). Indonesia pernah lolos ke final walaupun belum pernah keluar sebagai juaranya.

Pencapaian Tami Grende di Grand Slam Wimbledon ibarat bumerang bagi dirinya, karena Pelti tidak mendukung keberadaan Tami sebagai juara diwujudkan dalam bentuk tidak memenuhi undangan untuk Tami Grende dari ITF untuk mengikuti ITF Development Tour ke Amerika menjelang US Open Junior . Undangan ITF dialamatkan ke PP Pelti dan tidak ada respons untuk mengeluarkan surat dukungan atas undangan tersebut.
Kekecewaan atas ulah Pelti akhirnya Tami memutuskan kembali ke sekolah dengan sekolah di Amerika Serikat.Ini aset tenis hilang begitu saja.

Ketua Umum PP Pelti diawal kepemimpinannya berkoar kalau ingin menghasilkan atlet sebanyak mungkin diajang Grand Slam. Begitu berhasil satu ternyata tidak didukung olehnya sendiri. Apakah ini hanya lips service saja untuk mencari simpati ?

Tampak jelas program Pelti dibidang pembinaan yunior melalui bidang pertandingan dengan menggelar sebanyak mungkin turnamen yunior. Pembinaan atlet melalui turnamensalah satu fokusnya. Melupakan pengenalan tenis kepada orang awam lebih penting lagi sebagai sumber pemasok atlet diturnamen turnamen.

Pokok Pokok Program Kerja Pelti 2012-2017 telah dicanangkan melalui Musyawarah Nasional Pelti 2012 lalu dan baru dikeluarkan setelah direvisi sesuai kehendak Munas Pelti 2012 pada akhir tahun 2015 ini. Akibatnya yang terabaikan adalah salah satu program penting yaitu Grass-Root Development programme. Melanggar amanat Munas merupakan kesalahan besar dilakukan PP Pelti saat ini

Dalam Pokok Pokok Program Kerja Pelti sebenarnya mengacu kepada program International Tennis Federation (ITF) yaitu pengenalan tenis kepada masyarakat awam seperti program Mini Tenis ataupun Play and Stay yang sebenarnya sudah berjalan diperiode Pelti sebelumnya. Dan kali ini program tersebut diabaikan.(Penuis August Ferry Raturandang, pengamat tenis)

Kilas Balik Tenis Indonesia ( 1 ) Pembinaan Prestasi Raport Merah


REMAJA-TENIS.COM,. Sudah genap 3 tahun Maman Wirjawan memegang pimpinan Persatuan Tenis seluruh Indonesia (PELTI) sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat berdasarkan amanat Musyawarah Nasional PELTI 2012 di Manado. Tepatnya 25 Nopember 2015 terpilih sebagai Ketua Umum PP Pelti.

Dari beberapa bidang yang dibentuk yaitu Bidang Pembinaan Prestasi, Bidang Pembinaan Yunior, Bidang Pertandingan dan Bidang Litbang selama 3 tahun ini ada beberapa catatan khusus yan perlu diketahui. Kesannya masih belum memuaskan dari keseluruhan bidang tersebut. Yang sangat menonjol hasil kerjanya adalah bidang Pertandingan dan Bidang Pembinaan Yunior dengan beberapa catatan untuk perbaikannya kedepan. Sedangkan bidang Pembinaan Prestasi dan Sekretariat mendapat catatan raport merah.

Bidang Pembinaan Prestasi selama ini bertanggung jawab masalah keberhasilan tim Davis Cup dan Fed Cup Indonesia. Selama 3 tahun ini belum bisa mengangkat prestasi kedua tim ke group lebih tinggi. Istilah jalaN ditempat masih berlaku dan kekuatirannya justru tim Davis Cup akan terdegradasi ditahun 2016, jikalau penanganannya masih seperti ini.

Yang hanya bejalan adalah peringkat dunia Christopher Rungkat yang berhasil menembus peringkat 500 setelah terpuruk ke peringkat seribuan. Sedangkan rekan lainnya seperti David Agung Susanto , Aditya Hari Sasongko dan Sunu Wahyu Trijati sebagai anggota tim Davis Cup masih berjalan ditempat. Upaya Christopher Rungkat berdasarkan kesadaran sendiri dan kemauan sendiri tanpa didukung sepenuhnya oleh Pelti berhasil mendapatkan sponsor sponsor untuk membeayai try out keluar negeri. Bahkan peran serta mantan Ketua Umum PP Pelti masih tetap konsisten berlaku bagi Christopher Rungkat.
Hanya ditahun 2015 didalam negeri ada Pro Circuit yang masih seadanya saja dan sempat vakum bahkan seret ditahun 2013 dan 2014 karena keterbatasan dana dimiliki PP Pelti. Nasib yang sama dialami petenis putri yang selama ini bertumpu kepada Lavinia Tananta yang progresnya tidak kelihatan secara nyata. Masih fokus kepada atlet atet yang sudah tidak bisa diharapkan bisa meningkatkan prestasi, sedangkan atlet2 muda kurang dimanfaatkan bahka seperti dicampakkan.

Dalam sejarah pertenisan Indonesia baru kali ini tim Indonesia tidak memetik satupun medali emas di SEA Games . Begitu pula target yang fantastik medali emas di Asian Games disektor ganda putra, ternoda dengan keinginan untuk jalan jalan saja ikuti Asian Games diluar negeri karena ternyata hanya satu petenis yang sibuk try out sedangkan rekannya sendiri sibuk melatih petenis yunior di kota asalnya. Hal ini sepertinya tidak diketahui oleh PP Pelti yang khususnya bidang pembinaan prestasi dalam tim Asian Games sebagai manajer dan pelatih tim (wakil ketua bidang). Apalagi kelihaian membohongi Satlak Prima untuk mendapatkan aliran dana sebagai persiapan Asian Games yang lalu.

Pemanfaatkan dana Pemerintah melalui Program Satlak Prima perlu dipertanyakan pelaksanaannya, ada tendensi penggunaannya diluar prosedur.

Beberapa poin penting yang menyebabkan bidang pembinaan prestasi mendapatkan raport merah. Seperti penunjukkan pelatih tim nasional yang kualitasnya sangat diragukan. Bahkan tidak layak sebagai pelatih nasional atau boleh dikatakan pelatih yang didongkrak menjadi pelatih nasional. Karena selama ini pelatih tersebut dikenal sebagai pelatih klub khusus melatih anak anak baru belajar tenis.(Foto Christopher Rungkat/penuis August Ferry Raturandang, pengamat tenis)
(berlanjut)

Rakernas Pelti 2015 Dipertanyakan oleh Pengda


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Menjelang akhir tahun 2015, kewajiban Pengurus Pusat Persatuan Tenis seluruh Indonesia periode 2012-2017 yang dicantumkan dalam AD ART Pelti 2012 – 2017 adalah selenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) belum ada tanda tandanya. Muncullah pertanyaan datang dari Pengda Pelti DKI Jakarta seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua Pengda Pelti DKI Jakarta, Drs. Johannes Susanto.

“ Sampai saat ini belum ada tanda tanda akan diselenggaraannya Rakernas Pelti 2015. Ada apa sebenarnya?” ujar Johannes Susanto pertilpon. Demikian pula Sekretaris Pengda Sumatra Utara Dr. Hadi Sujono mempertanyakan hal yang sama tentang Rakernas Pelti 2015.

Oleh Sekretaris Pengda Pelti Sulawesi Selatan Julius Yunus Tedja, menyatakan Rakernas itu sangat penting. “ Banyak agenda penting perlu dibicarakan.” ujar Julius Yunus Tedja. “Pengda harus sepakat mendesak untuk pelaksanaan Rakernas.” kata Julius. Hal yang sama disampaikan oleh Sekretaris Pengda Pelti Sulawesi Utara, Dr. Marnex Berhimpong.” Yang namanya amanat itu harus dilaksanakan.” ujarnya yang mengacu kepada amanat Musyawarah Nasional Pelti 2012 yang mewajibkan dilaksanakan Rakernas setiap tahunnya.

Sejak dilantik kepengurusan PP Pelti, Rakernas sudah dilaksanakan ditahun 2013 dan 2014 sedangkan tahun 2015 belum ada pemberitahuan resmi ke Pengda seluruh Indonesia. Amanat Munas 2012 menyebutkan keajiban PP Pelti selenggarakan setiap tahun.

Tujuan dari Rakernas adalah untuk mempertanggung jawabkan program kerja ditahun tersebut dan merencanakan program tahun berikutnya.

Ketika ditanyakan masalah ini ke Sekjen PP Pelti Umbu S dianjurkan untuk bertanya langsung ke Ketua Umum PP Pelti.

Oleh Ketua Umum PP Pelti Maman Wirjawan dikatakan tidak ada yang urgent karena prioritas ke Pra PON (Oktober 2015). Padahal Pra PON sudah lewat yang semua program ditahun 2015 perlu dievaluasi dan penataan kembali program 2016.

” Ditengah minimnya dana perlu prioritas. PraPON lebih urgent. Rakernas kita buat 2016 kecuali kalo ada yang urgent.” kata Maman Wirjawan selaku Ketua Umum PP Pelti.

Prestasi Petenis Yunior Indonesia diakhir Tahun 2015


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Prstasi terbaik diberikan oleh petenis muda asal Bandung , Joleta Budiman diakhir tahun 2015. Setelah beberapa buan menuntut ilmu pertenisan di Bangkok, Joleta Budiman kelahiran 18 Januari 2000 berhasil menjadi petenis nomor 3 dieringkat teratas dari petenis Indonesia diperingkat dunia yunior. Sebagai urutan nomor satau diegang oleh Deria Nur Haliza kelahiran 8 Juni 1997 dengan peringkat ITF 78. Urutan kedua ditangan Rifanty Khfiani kelahiran 19 Februari 1998 dengan peringkat dunia yunior 138 sedangkan Joleta memegang peringkat dunia yunior ITF 524.

Urutan 4 dipegang oleh Fadiona Titalyana Kusumawati kelahiran 9 Agustus 2000 denga peringkat 546 diikuti oleh Oxi Gravitasi Putri kelahiran 11 Juni 2000 diperingkat 547. Urutan berikutnya ditangan Shevita Aulana kelahiran 22 September 2000 denga peringkat 557.

Untuk putra urutan pertama petenis asal Bandung Christian Alvin edison kelahiran21 Januari 1999 dengan peringkat dunia yunior 378 diikuti oleh Bryan Husin dengan peringkat 404 diikuti oleh Achad Imam Marif kelahiran 12 Juni 1997 dengan peringkat dunia yunior 625, diikuti peringkat 719 Justin Bari kelahiran 26 Mei 2000 dan diikuti oleh Muhammad Althaf Dhaifullah kelahiran 19 November 2000 peringkat 734

Tercatat 28 putri dan 20 putra berhasil mendapatkan peringkat dunia yunior

Masalah Konflik dalam Pelti harus segera diatasi


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Perjalanan dunia olahraga tenis nasional ditahun 2015 membawa duka di Hari Ulang Tahun Pelti saat ini. Akibat konflik internal sebagai pemicu mandeknya prestasi tenis nasional. Hal ini disayangkan oleh pengamat tenis August Ferry Raturandang disampaikan dipenghujung tahun 2015.

“Menghadapi tahun 2016, Pengurus Pusat Pelti sudah harus selesaikan masalah konflik dengan Sekjen PP Pelti. Kalau tidak maka roda organisasi akan tersendat sendat. Bisa dibayangkan Sekjen mendukung adanya Munaslub Pelti sebagai bentuk penggusuran Ketua Umum PP Pelti. ” ujar August Ferry Raturandang

Dikatakan pula konflik itu sudah terlihat sejak tahun 2013 diawal kepengurusan sudah terjadi tidak ada kerjasama didalamnya. Kesan yang ada setiap bidang jalan sendiri sendiri tanpa bisa dikendalikan oleh nakhoda nya yaitu Ketua Umum PP Pelti.

Mundurnya beberapa anggota pengurus mulai muncul di awal tahun 2014, bahkan Ketua Bidang Pertandingan mundur akibat tidak ada job description dari Ketua Umum seperti dalam surat pengunduran dirinya itu.

“Sangatlah penting masalah konflik ini segera terselesaikan dengan baik demi tenis Indonesia.” ujarnya. Karena akhir Januari 2016 sudah harus hadapi Fed Cup dan juga awal Februari Davis Cup sudah menunggu.

Kondisi pertenisan nasional sudah sangat memprihatinkan jika disadari dengan benar, tenis perlu penanganan serius bagi petinggi petinggi tenis ditingkat nasional. Dan mutlak harus diselesaikan masalah utama internal yaitu konflik. Apa jadinya jikalau sampai terjadi Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang dalam sejarah pertenisan Indonesia belum pernah terjadi. Dan hal ini sudah tidak bisa dihindari lagi jika tidak segera diatasi masalah konflik tersebut yang memuncak diakhir tahun 2015.

Akhirnya August Ferry Raturandang mengaku kalau kedua rekan ini yang bertikai yang bawa masuk dalam bursa calon ketua umum PP Pelti di Munas Pelti 2015 adalah dirinya. ” Awalnya saya terima telpon dari Umbu yang menanyakan kemungkinan masuknya Maman dalam bursa Ketua Umum PP Pelti mendatang. Dan saya teruskan dalam bursa calon ketua umum. Kalau sekarang mereka berdua terjadi konflik ini yang saya sayangkan.” ujarnya mengenang peristiwa dibulan Agustus 2012 lalu.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media