TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ... ...SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1438 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN. KEJURNAS AFR REMAJATENIS SUMSEL -XVI TGL 14-16 JULI 2017 DI PALEMBANG....,,,.KEJURNAS AFR REMAJA TENIS SULSEL-XI TGL 14-16 JULI 2017 DI MAKASSAR,,..., AFR REMAJATENIS KALTENG TGL 21-23 JULI 2017 DI PALANGKA RAYA ......JAKARTA-64 TGL 4-6 AGUTUS 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA... REMAJA TENIS CIREBON 1-3 SEPT 2017 DI CIREBON . ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA... IKUTILAH WWW.REMAJATENIS.BLOGSPOT,COM ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Seminar Tenis New Armada digelar di Magelang


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Ditengah seretnya prestasi tenis Indonesia, mantan pelatih nasional Deddy Prasetyo akan tampil sebagai pembicara utama diajang Seminar Tenis New Armada yang berlangsung tanggal 8-10 Januari 2016 dihotel Grand Artos Magelang.

Dengan topik ” Effective Training ” agar cara pelatihan yang efektip bisa diterapkan bagi pelatih, atlet tenis maupun orangtua petenispun diperkenankan hadir ikuti Seminar tersebut.

Pengetahuan tenis sangat diperlukan bagi masyarakat tenis khususnya pelatih maupun orangtua yang sudah berkorban memberikan dukungan bagi putra dan putrinya ikut berlatih tenis. Minimnya kegiatan seminar maupun workshop masalah tenis yng sangat didambakan bagi masyarakat tenis melihat dukungan orangtua terhadap putra dan putrinya dipertenisan baik didaerah mauun nasional, seminar tenis New Armada diharapkan bisa berikan dukungan pembinaan tenis Indonesia.

Menurut Deddy Prasetyo, materi seminar akan diberikan meliputi pendidikan pelatih, melatih dari pemula sampai pemain Pro, mengembangkan taktik, tehnik, fisik dan mental, peran orangtua mendukung atlet dan menjadi pemain yang hebat.

Peserta dikenakan beaya sebesar Rp 1.250.000 dan batas akhir pendaftaran tanggal 7 Januari 2016. Info lengkap bisa hubungi Anshari Nursida no telp/WA 08174848914

Tono Suratman Terpilih kembali Jadi Ketua Umum KONI 2015-2019


REMAJA-TENIS.COM, JAYAPURA. - Akhirnya Tono Suratman kembali menjadi Ketua Umum KONI ( Komite Olah Raga Nasional Indonesia ) untuk masa bhakti 2015-2019, setelah terpilih secara aklamasi dalam Musyarawah Olahraga XII KONI yang dilaksanakan di Kota Jayapura, Papua, Minggu.

Kepada wartawan di Kota Jayapura, Minggu malam, Tono Suratman berjanji akan terus meningkatkan prestasi olah raga Indonesia di semua bidang.

“Saya akan tingkatkan semua prestasi di bidang olah raga, misalnya PON Remaja digelar dua tahun sekali, kejuaraan junior dan kejurnas-kejurnas akan banyak dilakukan,” katanya.

Mengenai hasil Musornas XII KONI yang berlangsung di Kota Jayapura, Papua sejak Sabtu (28/11) dan akan berakhir pada Senin (30/11), kata Suratman, ia akan segera membuat laporan untuk disampaikan kepada Presiden Joko Widodo dan Menpora Imam Nahrawi.

“Tentunya kegiatan ini akan kami laporkan semuanya kepada Presiden dan Menpora,” kata Tono Suratman.

Kejadian kecil setelah acara pembukaan , karena Sekjen PP Pelti Umbu Sampathy ditolak masuk sidang Musornas karena tidak membawa surat mandat yang ditanda tangani oleh Ketua Umum PP Pelti, sehingga ada sedikit keributan karena protes keras dari Umbu bersama Mukti yang juga sebagai utusan PP Pelti sesuai dengan mandat dari Sekjen PP Pelti.

Masalah internal terungkap karena Ketua Umum PP Pelti memberikan mandat hanya 1 peserta yaitu Ketua Bidang Binpres Donald Wailan Walalangi sedangkan undangan KONI Pusat ditujukan kepada Ketua Umum dan Sekjen dan 1 peserta lainnya ikuti Musornas KONI . Telah hadir 3 utusan dari PP Pelti tetapi 2 peserta lainnya ditolak karena mandat Ketua Umum hanya 1 diberikan kepada Kabid Binpres saja.

” Ketua Umum PP Pelti harus diganti. Saya mendukung Munaslub Pelti.” ujar Sekjen PP Pelti Umbu Sampathy

Mengomentari kejadian ini , August Ferry Raturandang pengamat tenis mengatakan seharusnya Pelti memberikan satu suara dan peserta Musornas diputuskan dalam rapat internal Pelti sendiri. ” Terjadi kebobrokan internal communication di PP Pelti yang selama ini belum diperbaiki. Kasihan deh Pelti masa kini yang selalu ribut didalam kepengurusan sejak dlantik Februari 2013.” ujarnya.( Foto Tono Suratman/antaranews.com)

Musornas KONI Pusat Bakal Tetapkan Tono Suratman Jadi Ketua Umum lagi


REMAJA-TENIS.COM,JAYAPURA - Calon Incumbent Ketua Umum KONI Pusat Mayjen TNI(Pur) Tono Suratman dipastikan untuk kedua kalinya akan mempimpin lagi posisi Jabatan Ketua Umum KONI Pusat priode 2015-2019 pada Musyawarah Olahraga Nasional (Musornas) KONI Pusat yang berlangusng di Hotel Aston, Jayapura.
Dipastikannya Nama Tono Suratman akan memimpin lagi KONI Pusat karena yang bersangkutan merupakan satu – satunya calon resmi terdaftar melalui proses tim penjaringan.

Pada Masa pembukaan Sidang pleno pertama sempat terjadi perdebatan sengit menyangkut pengesahan tata tertib tentang tata cara penjaringan Calon Ketua Umum KONI Pusat.

Usulan dari PB T.I Taekwondo Indonesia) dan KONI Nusa Tenggara Barat agar Musornas sesuai dengan Pasal 6 ayat 3 Tata Tertib Musornas bahwa Musornas bisa menjaring dan menetapkan lagi calon-calon Ketua Umum.

Alasan yang dikemukakan PB T.I dan KONI NTB itu cukup mendasar mengingat hanya ada satu calon. Namun keinginan itu dipatahkan oleh floor yang mayoritas merupakan pendukung calon Incumbent.

“Sangat disayangkan jika Musornas di Papua ini hanya untuk mengaklamasikan seorang Tono Suratman. Kalau kita evaluasi apa yang sudah dilakukan KONI Pusat selama 4 tahun ini.? harusnya yang bersangkutan instropeksi apa memang benar masih layak memimn KONI Pusat,” kata Umbu Samapaty yang memang dikenal sangat vokal dalam mengkritisi kinerja KONI Pusat.
Musornas KONI Pusat kali ini tidak dihadiri perwakilan Pemerintah dalam hal ini dari Kementerian negara Pemuda dan Olahraga.

Pemandangan di Musornas KONI kali ini sangat berbeda jika dibanding pada Musornas tahun 2003, 2007 dan 2011.
Lazimnya pada setiap Musornas ada perwakilan Pemerintah yang ikut memberikan pembekalan kepada peserta Musornas.
Gubernur Papua Lucas Enembe, Sabtu petang membuka resmi Musyawarah Olahraga Nasional Musornas KONI Pusat ke-12 di Hotel Aston, Jayapura, Papua.

Dalam amanatnya Lucas Enembe berharap agar Musornas ini dapat dijadikan sebagai langkah awal persiapan Papua menuju tuan rumah PON-XX tahun 2020.

“Dalam kesempatan ini saya berharap agar Peserta Musornas yang hadir dari perwakilan cabang dan KONI se-Indonesia dapat membantu dan mendukung Papua menuju PON-XX taqhun 2020,” ujar Lucas Enembe.

Hari ini Agenda Musornas membahas sidang Komisi meliputi Bidang Organisasi, Pembinaan Prestasi dan Dana, serta menetapkan secara Aklamasi Tono Suratman sebagai Ketua Umum KONI Pusat masa Bhakti 2015-2019.(tribunnews.com)

Dampak Insiden Musornas, Pecah Kongsi dalam PP Pelti


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Ketua Umum PP Pelti Maman Wiryawan digugat oleh Sekjen PP Pelti Umbu Sampathy. Akibat berkelanjutan dari penolakan sebagai peserta Musornas KONI yang berlnagung hari ini di Hotel Aston Jayapura Papua.

” Dia tidak tahu berorganisasi.” ujar Umbu pertilpon hari ini. Disebutkan kalau undangan KONI Pusat kepada PP Pelti untuk 3 orang wakil PP Pelti yang terdiri dari unsur Ketua, Sekjen dan Organisasi.

Oleh karena Ketua Umum tidak mau keluarkan surat rekomendasi 3 nama yang diusulkan oleh Sekjen PP Pelti yaitu Umbu Sampathy, Donad Wailan Walalangi dan Mukti, maka Sekjen mempunyai wewenang keluarkan surat yang ditandatangani Sekjen.

Tetapi apa yang terjadi di Musornas KONI di hotel Aston Jayapura. Sekjen menyodorkan 3 nama untuk mendapatkan ID Card maupun fasilitas selaku peserta Musornas KONI, tetapi disatu sisi Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Donald Wailan Walalangi sodorkan surat rekomendasi yang ditanda tangani oleh Ketua Umum PP Pelti sendiri dan tanpa sepengetahuan Sekjen PP Pelti.
Akibatnya disaat sidang pleno, Umbu dan Mukti tidak bisa masuk dalam ruangan karena namanya tidak ada dalam absensi Panpel. Dan hari ini fasilitasnya dicabut sebagai peserta.

Ini kejadian untuk pertama kalinya di Musornas KONI dimana sekejn PP Pelti tidak diperkenankan hadir. Melihat kejadian ini maka kesimpulannya antara Ketua Umum PP Pelti dan Sekjen PP Pelti sudah tidak ada kerjasama yang baik lagi
Menurut salah satu anggota PP Pelti lainnya mengatakan masalah ini sudah lama terjadi, karena saat dia berbicara langsung dengan Ketua Umum PP Pelti maka dikatakan tidak perlu lagi berkomunikasi dengan Sekjen tetapi langsung ke Wakil Sekjen saja. Hal ini tidak disadari oleh Sekjen PP Pelti.

Ketika dicoba hubungi per sms ke Ketua Umum PP Pelti tetapi tidak ada tanggapan sama sekali.

Langsung Sekjen PP Pelti, menyampaikan keluhannya dan bersedia mendukung agar dilakukan Munaslub Pelti karena situasi saat ini sudah tidak mendukung pertenisan nasional. “Siapapun ketuanya nanti saya akan dukung.” ujar Umbu dalam percakapan telpon pagi ini. Dikatakan pula Ketua Umum saat ini dikelilingi oleh penjilat2 saja.

Dikatakan pula ada beberapa hal yang pernah dikemukakan masalah pelatih nasional kepada Ketua Umum PP Pelti tetapi tidak ditanggapi olehnya. “Harus diakui kalau prestasi tenis saat ini merosot.” ujar Sekjen PP Pelti Umbu Sampathy kepada Remaja-Tenis.com.

Kekecewaan besar datang dari Umbu Sampathy ,rekan dekat yang awalnya sebagai pendukung atau yang membawa Maman Wiryawan untuk masuk kebursa calon Ketua Umum PP Pelti 2012 lalu tetapi saat ini justru merasa dilecehkan dengan perlakuan oleh Ketua Umum PP Pelti, sehingga sikatakan pula ” Air susu dibalas air tuba”. (Foto Maman W di Munas Pelti 2015)

Insiden kecil di Musornas KONI di Jayapura. Sekjen PP Pelti ditolak sebagai peserta


REMAJA-TENIS.COM, JAYAPURA.. Insiden kecil terjadi disaat Musornas KONI di hotel Aston Jayapura. Sekjen PP Pelti Umbu Sampathy ditolak sebagai utusan dari Pengurus Pusat Persatuan Tenis seluruh Indonesia (PELTI) saat memasuki sidang Musornas 2015. Selaku Sekjen PP Pelti , Umbu telah membawa surat rekomendasi PP Pelti peserta Musornas sesuai undangan 3 orang yaitu Umbu Sampathy, Donald Wailan Walalangi dan Mukti yang ditanda tangani oleh Sekjen PP Pelti.

Sedangkan Kabid Binpres Donald Wailan Walalangi membawa surat rekomendasi yang ditanda tangani oleh Ketua Umum PP Pelti Maman Wiryawan yang menunjuk dirinya sebagai wakil PP Pelti.

Awalnya utusan 3 nama diterima oleh panitia Musornas sehingga diberikan ID card maupun fasilitas hotel di Jayapura sebagai tempat penginapan peserta Musornas.

Ini menunjukkan tidak ada koordinasi didalam kepengurusan PP Pelti sendiri. Biasanya tanda tangan Ketua Umum PP Pelti disertai paraf dari Sekjen sehingga bisa dikeluarkan oleh PP Pelti.

“Ini orang tidak tahu berorganisasi. Yang diundang 3 orang dan sudah hadir di Jayapura, kenapa dikeluarkan hanya satu nama.” ujar Umbu yang kedudukan sebagai Sekjen merasa dilecehkan oleh Ketua Umum PP Pelti.
Selaku orang nomor 2 di PP Pelti, Umbu langsung cek ke sekretariat PP Pelti sebagai bawahan langsung menanyakan masalah keluarnya satu nama tersebut, didapat jawaban kalau didesak oleh Kabid Binpres hanya tulis satu nama.

Sekjen PP Pelti langsung hubungi Ketua Umum PP Pelti dan memarahinya karena merasa sudah diakalin. Padahal Ketua Umum PP Pelti Maman Wiryawan diperkenalkan ke PP Pelti oleh Umbu Sampathy sendiri sehingga menganggap jasanya cukup besar untuk mengangkat Maman sebagai Ketua Umum PP Pelti di Munas Pelti tahun 2012 di Manado.. ” Ketuanya banci omongannya aja yang besar Air susu dibalas air tuba.” Ini buyi SMS yang dikirimkan ke Ketua Umum PP Pelti Maman Wiryawan.

Disaat acara sidang pleno dimulai maka 2 nama utusan PP Pelti dicoret sehingga tidak bisa ikuti sidang pleno tersebut. Kejadian pada hari Sabtu 28 Nopember 2015 sekitar pukul 11.00. Daftar nama diabsensipun hanya nama Donald Wailan Waalangi yang terdaftar resmi sesuai dengan rekomendasi PP Pelti.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media