TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ... ...SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1438 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN. KEJURNAS AFR REMAJATENIS SUMSEL -XVI TGL 14-16 JULI 2017 DI PALEMBANG....,,,.KEJURNAS AFR REMAJA TENIS SULSEL-XI TGL 14-16 JULI 2017 DI MAKASSAR,,..., AFR REMAJATENIS KALTENG TGL 21-23 JULI 2017 DI PALANGKA RAYA ......JAKARTA-64 TGL 4-6 AGUTUS 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA... REMAJA TENIS CIREBON 1-3 SEPT 2017 DI CIREBON . ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA... IKUTILAH WWW.REMAJATENIS.BLOGSPOT,COM ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Resep Cantik dan Bugar Ala Ana Ivanovic


REMAJA-TENIS.COM,Sebagai atlet tenis profesional, Ivanovic tentunya juga harus menjaga tubuhnya tetap fit. Karenanya ia cukup memperhatikan waktu istirahatnya.
Petenis asal Serbia itu mengaku selalu berusaha tidur selama sembilan jam setiap harinya, meski hal itu tak selalu terjadi.

“Saya butuh sembilan jam tidur karena semua aktifitas yang saya lakukan. Itu tak selalu terjadi, tapi saya benar-benar berusaha. Saya biasanya bangun sekitar pukul tujuh pagi,” tuturnya.

Saat bangun pagi hari, Ivanovic juga melakukan hal yang dilakukan banyak orang pada umumnya. Seperti mendengarkan musik sambil menikmati kopi hitam dan membaca surat kabar.

“Hal pertama yang saya lakukan adalah menyetel musik dan membuat kopi hitam. Saya kembali ke tempat tidur 10 menit selama saya minum kopi. Setelahnya saya membaca surat kabar dan menjawab pesan dari keluarga. Seringkali ada perbedaan zona waktu yang gila antara kami. Selanjutnya, saya gosok gigi, cuci muka, memakai krim wajah, dan bersiap latihan,” ucapnya.
Ana Ivanovic memang biasa berlatih tenis pada pagi hari. Namun jika tak sempat, ia melakukannya pada malam hari. Jika berlatih tenis pada pagi hari, Ana Ivanovic baru menyantap sarapan setelah latihan. Namun jika akan bertanding pada pagi hari, Ivanovic memilih sarapan terlebih dulu.

“Kebanyakan saya berlatih pagi hari, tapi saya juga berlatih saat malam hari. Saya melakukan berbagai jenis latihan pada pagi hari. Jika saya berlatih pagi hari, saya sarapan setelahnya. Tapi latihan tenis terlalu lama dan intens. Jika saya bertanding pagi hari, saya harus sarapan dulu,” jelasnya (tribunnews)

Kebiasaan Mandi Es Ala Ana Ivanovic: Sirkulasi Tubuh Terjaga


REMAJA-TENIS.COM,Menjalani pertandingan tenis selama berjam-jam tentu melelahkan. Setiap atlet tenis memiliki kebiasaan tersendiri bagaimana mereka menghabiskan waktunya usai bermain dalam sebuah pertandingan. Seperti Ana Ivanovic, yang mengaku suka mandi es setelah bertanding.
Ana Ivanovic banyak bercerita mengenai kebiasaan dan tips perawatan kecantikan yang dilakukannya saat wawancara bersama Allure.
Termasuk menjelaskan alasan dirinya suka mandi es dan pijat es. Menurutnya melakukan mandi es pada awalnya memang berat, namun ia merasa lebih baik setelahnya karena membantu sirkulasi dalam tubuh.
“Itu sulit, tapi saya merasa lebih baik setelahnya. Setelah pertandingan, di hotel tempat saya menginap, saya akan memanggil dan meminta lima ember es. Mereka membawakan satu, dan saya seperti ‘tidak, saya perlu mengisi seluruh bak mandinya’,” ujar Ivanovic.
“Saya melakukannya selama lima menit (di bak mandi), dua menit keluar, dan lima menit masuk kembali. Atau 90 detik masuk, 30 detik keluar, dan 90 detik masuk kembali. Itu tergantung bagaimana saya merasakannya. Pijat es sebenarnya pijat biasa, tapi menggunakan es batu,” lanjutnya.
Ana Ivanovic memang tidak langsung mandi es setelah bertanding. Kekasih Bastian Schweinsteiger itu biasanya pergi ke gym terlebih dahulu untuk melakukan cooling down. Saat melakukan cooling down, Ivanovic biasa menggunakan latihan sepeda selama tujuh menit.
Setelahnya, ia melakukan peregangan, melatih otot perut, dan melakukan angkat beban yang ringan selama lima menit. “Kemudian saya mandi es dan pergi menemui media. Saya hanya butuh waktu satu jam untuk melakukan semua itu,” ucapnya.(Foto Ana d Bastian S/tribunnews)

Sharapova mundur dari AS Terbuka karena cedera kaki


REMAJA-TENIS.COM, NEW YORK. – Juara lima kali turnamen tenis utama Maria Sharapova mengundurkan diri dari kejuaraan tenis AS Terbuka karena cedera kaki, demikian disampaikan petenis Rusia itu pada Minggu.

Sharapova (28), yang belum memainkan pertandingan sejak kalah dari Serena Williams di semifinal Wimbledon pada Juli dan mengundurkan diri dari turnamen-turnamen permukaan lapangan keras di Toronto dan Cincinnati pada Agustus, mengatakan bahwa kaki kanannya terkilir, lapor Reuters.

“Sayangnya, saya tidak akan mampu untuk bersaing pada AS Terbuka tahun ini,” cuitnya melalui Twitter.

“Saya telah melakukan semua hal yang mungkin dilakukan untuk mempersiapkan diri, namun waktunya tidak cukup. Kepada semua penggemar saya, saya akan kembali untuk turnamen di Asia dalam beberapa pekan dan tidak sabar untuk menyelesaikan tahun dengan sehat dan kuat.”

Hal ini menandai kedua kalinya dalam tiga tahun di mana juara 2006 itu mengundurkan diri dari ajang Grand Slam.

Asosiasi Tenis AS mengatakan pada Minggu bahwa petenis Rusia Daria Kasatkina akan menggantikan Sharapova pada undian utama.(antaranews)

Wakil Ketua Pengda Pelti DKI Jakarta tidak terima disalahkan PP Pelti


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Hubungan kurang harmonis antara wakil ketua Pengda Pelti DKI Jakarta Johannes Susanto dengan Wakil Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti Christian Budiman diceritakan kembali oleh Johannes Susanto. “ Saya tidak terima dikatakan salah sewaktu PP Pelti membatalkan turnamen internasional pro Circuit 2013 lalu.” ujarnya per tilpon. Kejadian ini dikemukakan sewaktu pelaksanaan Kejurnas Veteran Baveti III tahun 201 di lapangan tenis Gelora Bung Karno, diungkapkan oleh Wakil Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti Christian Budiman kepada pelatih tenis lainnya.

Tetapi ketika Remaja-Tenis.com minta konfirmasi kepada Christian Budiman, dikatakan kalau Christian tidak pernah menyalahkan Johannes Susanto. “ Saya tidak pernah mengatakan kalau Johannes Susanto yang salah. Wajar saja sebagai Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti saat itu dia yang mengusulkan. Tetapi bukan dia yang tanggung jawab cari sponsornya.” ujar Christian Budiman per tilpon meluruskan pernyataan tersebut.

Johannes Susanto sebagai ketua bidang pertandingan PP Pelti (2012-2017) telah mengajukan permohonan mengundurkan diri ke PP Pelti awal Januari tahun 2014 lalu, sebagai bentuk ketidak harmonisan dalam internal PP Pelti. Tetapi ternyata namanya masih ada di PP Pelti dan belum ada pemberitahuan kepada Pengda Pelti pergantian Ketua Bidang Pertandingan PP Pelti. Demikian menurut Johannes Susanto yang juga sekarang sebagai Wakil Ketua Pengda Pelti DKI Jakarta dan Sekjen PP Baveti (Badan Veteran Tenis Indonesia).

DKI kehilangan atlet untuk POPNAS 2015


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Pengda Pelti Jakarta kehilangan pemain dalam rangka Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) awal September 2015 di Bandung. Alasannya karena bertepatan pula dengan pelaksanaan dengan TDP Kedaulatan Rakyat Open 2015 di Yogyakarta, sehingga atletnya lebih cenderung ikuti TDP KR Open, untuk kejar PNP dalam persiapan Pra PON atau PON 2016. Demikian menurut Imam Supardi selaku Sekretaris Pengda Pelti DKI Jakarta.

Imam tidak menyebutkan nama atlet2nya karena atletnya dipakai oleh Pengda lainnya sebagai wakil Pengda lainnya diajang Pra PON atau PON mendatang.

” Ya kami terpaksa kirim atlet2 sekolahan saja.” ujarnya sedikit kesal dengan ulah atlet2 tenis diwilayahnya.

Beberapa nama petenis yunior yang masuk dalam PPLP DKI Jakarta tetapi untuk Pra PON ataupun PON mewakii daerah lainnya, karena tidak bisa masuk tim PON DKI Jakarta..

“Ini yang harus ditertibkan oleh PP Pelti terhadap perpindahan atlet2 tenis.” ujar Wakil Ketua Pengda Pelti DKI Jakarta Johannes Susanto.

Begitu mudahnya atlet tenis pindah sesaat kedaerah lain demi untuk PON 2016 karena persyaratan ikuti Pra PON dan PON begitu mudah yaitu hanya berdasarkan KTP (Kartu Tanda Penduduk). Jikalau digunakan pula Kartu Tanda Anggota (KTA) Pelti maka perpindahan sesaat ini bisa dicegah. PP Pelti tidak menjalankan program KTA PELTI yang sebelumnya digalakkan oleh PP Pelti periode sebelumnya.

Ketika ditanyakan ke PP Pelti, dikatakan kalau event POPNAS dan TDP itu sangat berbeda. ” Jelas berbeda keduanya. Yang satu untuk pelajar sedangkan KR Open itu TDP.” ujar staff di PP Pelti.

Saat ini situasi berbeda. Ingin ikut TDP karena kewajiban terhadap Pengda/KONIDAnya dalam persiapan Pekan Olahraga Nasional 2016. Peserta PON dibatasi usianya (21 tahun) sehingga banyak peserta pelajar yang sudah terikat di PPLP harus ikut karena kontraknya dengan Pengda Peltinya atau KONIDA.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media