TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... JUARA .KEJURNAS AFR REMAJATENIS SULSEL-IX DI MAKASSAR .... FEBBYARO RIBY (DKI JAKARTA, KU 10 PI), M.RAISYA AZZAKI ( MAKASSAR 10 PA), ANNISA AZZAHRA (BALIKPAPAN 12 PI), MUH. ALIEF R (MAKASSAR 12 PA), NOVIA RAHMADHANI (BALIKPAPAN 16 PI), OSCARLINO HALIM ( MAKASSAR 16 PA), MUH RINALDY NB (PALOPO 18 PA).... ... ...KEJURNAS AFR REMAJATENIS JAKARTA-59 TGL 13-15 JANUARI 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Petenis Terbaik di Negerinya


REMAJA-TENIS.Com, Petenis-petenis dunia, yang menjadi atlet terbaik di negerinya masing-masing diakhir tahun 2014.

Di Jepang, Kei Nishikori, petenis nomor 5 dunia yang sempat masuk final Grand Slam US Open, juga merebut Japanese Sports Awards. Ia kemudian katakan, “Saya ingin melakukan yang terbaik dan akan bermain di lebih banyak final Grand Slam.”

Di Swiss, Roger Federer menjadi National Athlete of the Year Swiss, menyisihkan rekannya, Stanislas Wawrinka. Federer menang dengan 32 persen suara dan Wawrinka 21 persen.

Finalis tunggal putri French Open Simona Halep, juga jadi Athlete of the Year Rumania, sementara finalis Australian Open Dominika Cibulkova berada di posisi ketiga di Slowakia.

Dari Bulgaria dikabarkan, semifinalis Wimbledon Grgor Dimitrov juga meraih gelar Athlete of th Year, sedangkan semifinalisnya, Milos Raonic dari Kanada, merebut gelar Canadian Press Male Athlete of the Year untuk kali kedua berturut-turut.

Diberitakan tennis.com, Eugenie Bouchard, si cantik yang lolos ke final Wimbledon, berhak atas gelar Canadian Press Female Athlete of the Year, juga kali kedua berturut-turut.

Januari, Atlet Popnas Jabar Mulai Lakukan Desentralisasi


REMAJA-TENIS.Com, BANDUNG.- Menghadapi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) XIII/2015 Jawa Barat, Dinas Pemuda Olah Raga dan Pemuda (Disorda) Jabar saat ini mulai menyiapkan para atletnya dalam menghadapi ajang olahraga multieven dua tahunan tersebut.

“Awal bulan Januari mendatang para atlet akan mulai melaksanakan desentralisasi di daerahnya masing-masing. Rencananya desentralisasi akan dilakukan hingga bulan Juni atau selama kurang lebih enam bulan,” kata Kepala Dinas Olah Raga dan Pemuda Jawa Barat Yudha M Saputra, usai acara syukuran HUT ke-5 Tahun Disorda Jabar, di Gedung Disorda, Jalan dr Radjiman, Kota Bandung, Selasa (30/12/2014).

Dilakukannya desentralisasi ini selain untuk menjaga kebugaran para atlet, juga sebagai persiapan sebelum pelaksanaan sentralisasi pad bulan Juli. Dengan demikian, diharapkan peak performance para atlet pelajar Jabar dalam keadaan puncak saat pelaksanaan Popnas nanti.

“Saat ini para atlet juga masih sekolah, sehingga kita sudah beritahukan kepada pengurus cabang olah raga di daerah untuk terus memantau kondisi para atletnya melalui desentralisasi ini. Jeda waktu yang sudah semakin dekat ini harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungki, supaya target juara umum bisa tercapai,” kata Yudha.

Disorda Jabar bersama tim pelatih sudah menyiapkan materi program bagi para atletnya yang akan ikut serta pada sentralisasi nanti. Materi tersebut tidak hanya berupa pelatihan fisik saja tetapi juga mental.

“Melihat hasil di kejuaraan piala gubernur, mental para atlet masih harus diasah seperti saat bertanding mereka belum bisa untuk mengontrol emosi, sehingga berimbas kepada kemampuan. Ini yang harus kita lebih matangkan baik teknik atau skill, mental, dan stamina,” ucapnya.

Para atlet pelajar yang ikut desentralisasi ini merupakan hasil dari penjaringan pada seleksi yang dilakukan pada bulan Agustus dan bulan Oktober lalu. Sebelumnya atlet yang diikutsertakan pada seleksi ini merupakan hasil tim pemantau yang diturunkan ke cabang-cabang olah raga, dan juga hasil dari berbagai kejuaraan seperti Popda serta Piala Gubernur.

Dari hasil tersebut terjaring 400 atlet yang akan memperkuat Jabar pada Pada Popnas XIII/2015. Sementara untuk jumlah pelatih, mengalami peningkatan dibandingkan saat Ponas 2013 dimana hanya ada 56 pelatih. Penambahan kuota pelatih ini dilakukan untuk cabang olah raga pencak silat, sepak bola, dan renang. Diharapkan dengan adanya penambahan pelatih ini, bisa turut mengatrol prestasi para atlet di Popnas nanti.

Pada Popnas XII/2013 di Jakarta, Jawa Barat hanya mampu menempati peringkat ketiga dengan raihan 29 emas, 26 perak, dan 23 perunggu. Di Popnas XIII/2015 dimana Jabar akan menjadi tuan rumah, Disorda Jawa Barat menargetkan menjadi juara umum.

Disinggung mengenai persiapan, Yudha menuturkan saat ini persiapan penyelenggaraan Popnas sudah berjalan sekitar 80 persen. Disorda Jabar langsung bekerja sejak ditetapkannya Jawa Barat sebagai penyelenggaran ajang olah raga antarpelajar terbesar di Indonesia ini.

Untuk venue yang digunakan, panitia akan mengoptimalkan venue-venue yang sudah ada. Bahkan jika nanti ada venue yang disiapkan untuk PON, juga akan digunakan.

Ajang Popnas 2015 ini juga akan menjadi test case atau ujicoba untuk PON XIX/2016, dimana Jawa Barat juga menjadi tuan rumah.

“Kami akan menggiring panitia PON yang sudah terbentuk untuk turut serta di Popnas. Kalau Popnas bisa berjalan sukses maka kita tidak khawatir untuk penyelenggaraan PON nanti, tetapi kalau misal Popnas berjalan tidak sesuai harapan, maka akan kita lakukan evaluasi untuk penyelenggaraan PON nanti,” tutur Yudha.

Tim pantia Popnas juga saat ini tengah menyusun technical handbook, yang secepatnya akan diserahkan kepada seluruh peserta. Selain itu tim technical delegates juga sudah terjun untuk memantau segala persiapan, termasuk kondisi venue-venue yang akan digunakan nanti.

“Sampai saat ini semuanya berjalan dengan lancar dan masih on the track. Saya berharap pelaksanaan Popnas nanti bisa berjalan lancar dan sukses, untuk itu kami mohon doa restu serta dukungannya dari seluruh masyarakat Jawa Barat,” katanya.(pikiranrakyat)

Eugenie Bouchard Kesampingkan Pacar Demi Karir Tenis


REMAJA-TENIS.Com, MONTREAL — Petenis cantik asal Kanada, Eugenie Bouchard, punya banyak target yang mesti dikejar musim depan. Tapi, dari sekian pekerjaan rumah yang wajib diselesaikannya itu semua berkaitan dengan urusannya sebagai seorang petenis profesional. Bouchard memilih meminggirkan masalah pribadinya demi karier.

Petenis muda 20 tahun itu tak mau dipusingkan dengan urusan pribadinya. Ia bahkan tak ingin memikirkan soal pacar. Bouchard malah berniat untuk semakin menyibukkan diri demi memperbaiki prestasinya di tenis musim 2015. Ia bertekad mengabaikan para lelaki yang datang mendekatinya.

Tak dapat dimungkiri kehadiran Genie, panggilan akrabnya, menjadi magnet tersendiri terutama bagi para kaum Adam. Tak hanya dikarunia wajah cantik, petenis yang mengaku sebagai fans berat Justin Bieber ini juga sangat bertalenta. Ia pun digadang-gadang sebagai Maria Sharapova berikutnya.

“Pekerjaan ini membikin saya sibuk sepanjang waktu. Saya kira saya tak punya waktu untuk hal-hal pribadi. Lelaki? Saya pilih untuk mengabaikan mereka,” kelakarnya, dilansir Tennisworldusa, Minggu (28/12/2014).

Sayang, para lelaki mesti bersabar menanti hingga gadis cantik kelahiran Canberra, Kanada, ini mau membuka diri. Genie pun tinggal memilih satu di antara mereka yang pasti rela antre demi menjadi kekasihnya.

Tapi, penantian itu mungkin bakal lama lantaran runner up Wimbledon 2014 itu hendak menunaikan targetnya terlebih dulu, yakni memenangi gelar grand slam dan menjadi petenis nomor satu dunia. Impiannya ini jelas masuk akal karena musim ini prestasi Genie di dunia tenis begitu luar biasa.

Ia sukses menembus semifinal di tiga turnamen grand slam, Australian Open, French Open, dan Wimbledon. Tak heran jika ia didapuk sebagai atlet Kanada terbaik musim ini. Di Wimbledon ia nyaris juara seandainya tak kalah di tangan Petra Kvitova di partai final. Sederet capaian ini mengantarkannya menembus jajaran top 10 dunia.

“Saya fokus dengan pekerjaan. Tujuan saya adalah menjadi nomor satu di dunia,” jelasnya.(solopos)

Petenis Blora M.Tito Zuhda Borong 2 gelar di Piala Danrem 081/DSJ


REMAJA-TENIS.Com, MADIUN. Petenis tuan rumah hanya bisa sebagai penonton difinal turnamen nasional yunior Piala Danrem 081/DSJ yang berlangsung tanggal 26-29 Desember 2014. Kegiatan turnamen diakhir tahun bisa dinimati disaat iburan sekolah sehingga turnamen nasional yunior Piala Danrem 081/DSJ datang dari berbagai daerah seperti Kalimantan selatan maupun sumatra Selatan juga terwakilinya.

Andalan kota Blora M.Tito Zuhda berhasil gondol 2 gelar juara ditunggal dan ganda putra kelompok umur 12 tahun. M.Tito Zuhda berhasil menumbangkan unggulan 1 Lucky Candra asal Sragen Jawa Tengah difinal 8-4. Berpasangan dengan Lucky Candra berhasil kalahkan pasangan asal Kediri Cahya Desta/ Tegar Abdi 8-5.
Putri 12 tahun , petenis asal kota Malang Alya Aprilia juga berhasil membrong gelar tunggal dan ganda . Difinal Alya Aprilia berhasil menyisihkan petenis Banyuwangi Shadanoor Fathiya 8-4, sehingga keluar sebagai juara. Berpasangan dengan Shadanoor Fathiya berhasil menyisihkan pasangan Rizna Taita / Bramila (Jember/Sidoarjo) 8-1.

Kelompok 10 tahun putra juara digondol Alfian Tahoo asal Probolinggo setelah menyisihkan Adinda Satria asal Kediri 8-6. Ganda putra Adinda Satria berpasangan dengan Ferdiansyah Tri Pamungkas berhasil keluar sebagai juara setelah menumbangkan ungguan 1 asal Surabaya Putra Suyadi/Faza Syahrizal 8-6.
Kelompok putri unggulan 2 Taura Lady asal blitar berhasil borong 2 gelar tunggal dan ganda. Ditunggal Taura keluar sebagai juara setelah difinal menumbangkan unggulan 1 Diyah Ayu asal Pati (Jateng) 9-7. Berpasangan dengan Diyah Ayu, Taura berhasil keluar sebagai juara setelah kalahkan Chofifah Indar / Anisa Nur Aini (Jember/Malang) 8-5.

Jagoan Sampang M.Ali Akbar sebagai non unggulan berhasi keuar sebagai juara tunggal 14 tahun setelah menumbangkan jagoan asal Blora Faizal Putrantyo 6-0 6-2. Kelompok putri Cartika Wisesa asal Kediri keluar sebagai juara setelah menyisihkan Zoelfanny Wahyuning asal Malang 6-4 6-0.

Kelompok 16 tahun putra, Aroy Jordi asa Probolinggo gondol gelar juara setelah kalahkan Jody Anggara asal Jember 7-5 6-3, sedangkan kelompok putri petenis asal Banjarmasin Fadona Titaliyana keluar sebagai juara setelah menyisihkan Zahwa Dwi asal Probolinggo 7-5 6-0. (Foto M.Tito Z di RemajaTenis Solo/AFR)

CATATAN TENIS 2014 : Mengejar Tanggung Jawab Prestasi


REMAJA-TENIS.Com, JAKARTA. Tidak mudah perjalanan Ketua Umum PP Pelti Maman Wirjawan memimpin induk organisasi tenis di Indonesia. Bukan hanya saat bertarung di Musyawarah Nasional Pelti (Persatuan Tenis seluruh Indonesia) tanggal 25 Nopember 2012 di Manado, tetapi juga setelah diumumkan susunan pengurus Pelti.

Perjalanan berliku liku sejak akhir Januari 2013 setelah pengumuman anggota kepengurusannya yang akan menopang sampai tahun 2017 mendatang, karena belum sempat adanya satu visi dan misi didalamnya. Maklum saja karena sebagai muka baru dipertenisan nasional dikeroyok oleh masyarakat tenis yang selaku pelaku pelaku aktif memberikan gambaran kebingunannya karena tidak mengenal secara baik personalia masing masing karena kelihaian mereka membuat kekaguman semata bagi dirinya. Dalam memilih angggota pengurus yang didasarkan masukan dari pihak pihak yang tidak puas terhadap kepengurusan lama, diberikan kereta angkutan mereka untuk membuktikan argumen argumen yang dimunculkan saat itu. Sehingga muncul kesan semua program yang berbau pengurus lama dihilangkan secara perlahan lahan dan membuat masyarakat tidak jelas , bertanya tanya tenis itu mau dibawa kemana. Contoh jelas adalah Kartu Tanda Anggota Pelti (KTA).

Mulailah terlihat bintik bintik keretakan sehingga masalah internal masih mengganjel ditahun pertama kepengurusannya. Jebakan jebakan dilakukan oleh masalah internal sehingga membuat rekan rekan di kepengurusan daerah mulai bertanya tanya karena ketidak jelasan dari program program yang belum diturunkan kebawah sampai menunggu terjadinya Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pelti 2013 sesuai diamanatkan oleh Musyawarah Nasional setiap tahun wajib dilaksanakan Rakernas tersebut. Ini perubahan ketentuan disepekati di Munas 2012 di Manado.

Catatan pertama, ambisi semangat kerja tinggi tanpa memikirkan kemampuan dari armada yang dipimpinnya, maka tanpa melalui suatu mekanisme organisasi, didaftarkanlah ke ITF (International Tennis Federation) sejumlah sekitar 20 turnamen Pro Circuit sebagai gebrakan pertama yang sangat beresiko. Untuk menciptakan citra yang positif terhadap kepengurusan baru ini maka semua turnamen internasional itu sudah langsung dicantumkan di Kalender TDP 2013. Benar jadinya sebulan sebelum hari H dari turnamen Pro Circuit yang didaftarkan, maka baru disadari kalau dana untuk kegiatan tersebut tidak ada karena belum sempat dicari ke sponsor sponsor. Disinilah kematangan dalam merancang program tidak dipikirkan baik baik karena belum sempat untuk mencari jalan keluarnya setelah didaftarkan tersebut.

Setelah kejadian pembatalan turnamen Pro Circuit berdampak terhadap citra dari luar negeri terhadap induk organisasi tenis di Indonesia mulai menurun dan lebih menyedihkan disaat membutuhkan dana justru kena denda dari ITF terhadap pembatalan tersebut yang tidak sesuai dengan prosedur ITF. Ketidak harmonisan didalam kepengurusan terjadi sudah. Akibatnya terlihat diawal tahun 2014, mundurnya Ketua Bidang Pertandingan dari jajarannya. Begitu juga beberapa anggota pengurus lainnya yang bukan dalam Pengurus Harian ikut mundur karena kecewa atas beberapa kebijakan selama tahun 2013.

Catatan kedua, adalah ulah oknum pengurus yang spesial ingin bertemu muka dengan Ketua Umum KONI Pusat diwakili oleh Wakil Ketua Umum KONI Pusat karena Ketua Umum KONI Pusat berhalangan. Kelicikan agar melawan hasil Munas 2012 ataupun Rakernas 2013 dilakukan tanpa disadari oleh Ketua Umum PP Pelti, dengan tujuan agar ketentuan perserta PON 2016 diubah menjadi bebas usia. Ini juga tanpa diketahui oleh Sekjen PP Pelti yang sedang diluar kota Jakarta.

Catatan ketiga, konflik antara Pelti dengan atlet yunior (Tami Grende) yang butuh dukungan muncul. Kontradiksi dengan keinginan Ketua Umum PP Pelti untuk menghasilkan atlet Indonesia berbicara di turnamen Grad Slam. Tami Grende sudah membuktikannya, tetapi justru antipati dimunculkan oleh Pelti sendiri, sehingga muncul kesan Tami tidak mau didukung oleh Pelti sendiri yang seharusnya dirangkul.

Catatan keempat, kegagalan tim putra Indonesia diajang multi event Asian Games Incheon 2014. Kesan yang didapatkan adalah untuk berdarmawisata ke Korea sehingga menghalalkan caranya. Tim manajer bersama pelatih yang juga merupakan anggota pengurus harian PP Pelti mengobar janji janji medali emas ke KOI tanpa didukung dengan data data yang ada. Minimnya pengetahuan terhadap peta kekuatan tenis di Asia dimodali dengan kepintaran bernegosiasi dengan KOI. Bisa dibayangkan kalau target medali emas itu dicetuskan dari ganda putra perorangan. Dengan sepengetahuan Tim manajer dan pelatih salah satu petenis ganda putra tersebut rajin try out sebagai bentuk tanggung jawabnya dengan menggunakan dana Pemerintah sedangkan rekannya yang didambakan , bertahan dikotanya untuk melatih atlet yunior, tidak ikuti try-in sekalipun. Sudah merupakan rahasia umum kalau atlet ganda tersebut sudah beralih profesi sebagai pelatih.

Catatan kelima, dalam kasus status peserta di Asean University Games 2014 di Palembang. Masuknya atlet “ Mahasiswa” jadi jadian hanya untuk mengejar prestise bukan prestasi. Hal ini diketahui juga oleh pihak lawan seperti diungkapkan kerekan di Indonesia. Disamping itu pula kasus tercorengnya nama tim tenis DKI Jakarta diarena PON Remaja-1 Jatim akibat Pelti tidak sebarkan nama peserta kedaerah daerah sebagai lazimnya multi event Pekan Olahraga Nasiona (PON) sehingga andalan DKI dicoret disaat technical meeting.

Yang jadi pertanyaan sekarang dimana tanggung jawab dari Ketua Bidang Pembinaan Prestasi PP Pelti.

Kendala komunikasi antar Pusat dan Daerah sudah mulai dikurangi dengan digelarnya Forum Diskusi dengan Pengda Pelti di akhir tahun 2014 di hotel Borobudur Jakarta. Optimisme sudah ditunjukkan sebelum Munas maupun setelah Munas . Yang harus dikejar sekarang adalah kepercayaan masyarakat tenis ataupun melalui Pengda Pelti yang memiliki suara dalam mendukung Ketua Umum PP Pelti Maman Wirjawan dalam Munas 2012. Perlu diingatkan lagi , sewaktu Munas 2012 masih banyak Pengda Pelti yang tidak mendukungnya, termasuk DKI Jakarta. (penulis August Ferry Raturandang)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media