TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ... ...SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1438 H. MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN. KEJURNAS AFR REMAJATENIS SUMSEL -XVI TGL 14-16 JULI 2017 DI PALEMBANG....,,,.KEJURNAS AFR REMAJA TENIS SULSEL-XI TGL 14-16 JULI 2017 DI MAKASSAR,,..., AFR REMAJATENIS KALTENG TGL 21-23 JULI 2017 DI PALANGKA RAYA ......JAKARTA-64 TGL 4-6 AGUTUS 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA... REMAJA TENIS CIREBON 1-3 SEPT 2017 DI CIREBON . ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA... IKUTILAH WWW.REMAJATENIS.BLOGSPOT,COM ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Tami Grende Tunggu Uluran Tangan Menpora


REMAJA-TENIS.Com, DENPASAR. Juara ganda putri Wimbledon Junior 2014, Tami Grende mengharapkan uluran tangan Menpora Roy Suryo agar bisa membantu ikut serta ke US Open Junior 2014 mendatang. Kesempatan menikmati ajang akbar Grand Slam US Open 2014 tersendat akibat PP Pelti tidak memberikan dukungan atas undangan ITF North America Tour 2014. Hal ini dikemukakan oleh Olibvier Grende kepada Remaja-Tenis.com.

“Saya tetap berusaha mencari dana agar Tami bisa berangkat ke US Open. Sampai saat ini baru terkumpul USD 3,000. Tetapi saya menunggu uluran tangan Menpora Roy Suryo.” kata Olivier Grende selaku ayah dari Tami Grende.

Jika PP Pelti memberikan persetujuan atas undangan ITF kepada petenis potensial Indonesia saat ini , Tami tidak akan kesulitan dana ikut ke US Open 2014.

International Tennis Federation (ITF) selaku Badan Tenis Dunia selalu memantau petenis potensial sehingga melayangkan surat undangan kepetenis tersebut melalui National Association. Sedangkan Pelti selaku induk organisasi tenis di Indonesia menyia nyiakan kesempatan bagi petenis potensial yang mengangkat nama Indonesia diajang Internasional akibat miskomunikasi antara orangtua Tami dengan Pelti yang membela klub asal Tami Grende yang akan menuntut Tami ke Pengadilan.

Menurut pengamat tenis August Ferry Raturandang (AFR), tetap yakin Tami Grende akan ikut US Open 2014. ” Saya yakin Tami tetap ikut US Open 2014 dengan dana secukupnya. Perjuangan orangtuanya cukup besar untuk mengangkat nama Bangsa Indonesia didunia Internasional, harus bisa diapresiasikan oleh semua pihak terlepas dari miskomunikasi antara ayahnya dengan Pelti. Jangan korbankan anaknya .” katanya.

Setelah 56 tahun, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games lagi


REMAJA-TENIS.Com,JAKARTA – Terakhir kali Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games IV tahun 1962 di Senayan Jakarta. Oleh Komite Olimpiade Asia (Olympic Committee of Asia/OCA) DKI Jakarta ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018 dalam pertemuan di Kuwait, Jumat. Ikut hadir mendampingi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo adalah perwakilan Menpora Prof. Faisal Abdulah, Gubernur Sumatra selatan Alex Nurdin, Ketua Umum KONI Sumsel Muddai Madang dan Depputi Gubernur DKI mewakili Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.

Sedangkan Sumatera Selatan, yang sebelumnya juga menyatakan kesiapan menggelar perhelatan itu, akan menjadi kota pendukung.

“Selain karena ibu kota, hasil survei tim OCA menyatakan infrastruktur Jakarta sangat mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta. Selain sarana dan prasarana, aspek lainnya adalah akomodasi dan transportasi yang lengkap,” kata Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo.
Ia menuturkan, beberapa pihak dari kalangan swasta juga telah menyatakan kesiapannya menyambut hajatan olahraga empat tahunan itu.

” Kami mendapat dukungan dari pihak swasta, seperti Djarum, Pak Ciputra dan Pak Murdaya Po. Pak Ciputra memberikan tempatnya di kawasan Kuningan untuk gala pembukaan dan acara ekshibisi Asian Games.” katanya.

Rita yang baru saja kembali dari Kuwait dalam pertemuan dengan Presiden OCA Sheik Fahad Al-Sabah memang sengaja terbang ke negeri minyak tersebut untuk mengajukan diri dan menyatakan kesiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Dalam waktu dekat, 3 Agustus mendatang, delegasi OCA rencananya akan menyambangi Jakarta untuk melihat lebih jauh infrastruktur yang akan digunakan dalam Asian Games.

Mereka juga akan meninjau Palembang yang dinilai memiliki fasilitas olahraga yang lengkap sebagai kota pendukung.

“Kami melihat kolam renang dan arena ski air sangat layak untuk menggelar Asian Games. Selain itu, Jakarta sendiri harus memiliki velodrome berstandar internasional,” tutur Rita.

Dikatakan Rita, peninjauan awal itu penting karena menjadi tuan rumah Asian Games, turnamen yang sekelas dengan olimpiade, tidaklah mudah.

“Itulah kenapa Jakarta ditetapkan sebagai kota untuk main event dan Sumatera Selatan sebagai pendukung,” katanya.

Rita mengatakan pada Asian Games 2018 akan mempertandingkan 33 cabang olahraga, dengan rincian 28 cabor olimpiade dan lima cabor tradisional yang ada di kawasan Asia.

“OCA juga memiliki hak untuk mengusulkan satu cabang olahraga ke Asian Games nantinya,” ujarnya.

Indonesia resmi diputuskan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 setelah Vietnam mundur. Jadwal yang semula dijadwalkan 2019 dimajukan menjadi 2018 karena bersamaan dengan penyelenggaraan pemilu presiden di Indonesia.

“Kami mengajukan diri menjadi tuan rumah karena didukung penuh oleh Presiden, Menpora, dan Menko Kesra,” ungkapnya.

Atlet Indonesia Harus Tetap Sekolah


REMAJA-TENIS.Com,JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, mengimbau para atlet Indonesia untuk mengenyam pendidikan formal. Menurut Roy, kehidupan para atlet akan lebih baik ketika mereka pensiun dari dunia olahraga.

Roy menilai banyaknya mantan atlet Indonesia yang hidup prasejahtera disebabkan oleh hal yang sederhana, yaitu pendidikan. Roy mengatakan standar gaji yang diperoleh mantan atlet tidak sesuai dengan standar hidup karena mereka tidak sempat menyelesaikan pendidikan selama berkarier.

“Ketika melewati golden age, mereka malu untuk kembali ke sekolah atau ambil kejar paket. Saya bisa memahami bagaimana para atlet sungkan karena dibandingkan dengan kelompok-kelompok masyarakat yang buta huruf dan tidak berprestasi,” tutur Roy kepada Tribunnews.com, Senin (28/7/2014).

Untuk menyikapi fenomena tersebut, Roy mengatakan Kemenpora menjalin nota kesepahaman dengan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Universitas Terbuka. Kemenpora juga menjalin nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan soal implementasi e-learning pada para atlet.

“Meskipun penerapannya tidak mudah karena harus berhubungan dengan jaringan teknologi dan informasi di Indonesia. Intinya atlet harus sekolah,” kata Roy.

“Masalahnya adalah yang kuratif. Meski pendidikan seorang atlet tidak memenuhi, kami juga tidak mau menabrak aturan dengan memberikan privilege kepada atlet yang tidak lulus SMA tapi masuk golongan III, kan tidak mungkin. Jadi harus sesuai dengan standar,” imbuh Roy.(tribunnews.com)

Awal Agustus Ditetapkan Cabor yang Dipertandingkan di Porprov Kaltim


REMAJA-TENIS.Com, SAMARINDA - Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya mengatakan awal pekan bulan Agustus segera menetapkan jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2014. Rapat tersebut akan dibahas bersama Pengurus Besar (PB) Porprov.

“Setelah rapat sinskonisasi tim pengarah, pengawas dan keabsahan dengan PB Porprov, segera kami bahas penetapan cabor dan menerbitksn SKnya,” kata Zuhdi Yahya, Minggu (27/7/2014).

Menurut dia, setelah menetapkan cabang olahraga akan dilanjutkan penetapan jadwal Porprov.
“Untuk penetapan jadwal juga sangat penting. Karena berpengaruh dengan persiapan peserta Porprov seperti jadwal pemusatan atlet yang diselenggarakan di masing-masing kabupaten/kota,” ujarnya.

Setelah penetapan dan diterbitkan SK, lanjut Zuhdi, KONI Kaltim mengundang kabupaten/kota.
“Kami akan undang KONI Kabupaten/Kota untuk mensosialisasi SK penetapan itu,” tambahnya.(tribunnews.com)

4 Bulan Menepi, Del Potro Kembali Berlatih

REMAJA-TENIS.Com, TANDIL— Juara Grand Slam US Open 2009, Juan Martin del Potro, akhirnya kembali ke lapangan tenis setelah empat bulan menepi. Petenis Argentina ini terpaksa menjauh sementara dari lapangan tenis lantaran menjalani operasi pergelangan tangan.

Petenis 25 tahun itu harus berjuang di tiga bulan pertama di musim ini lantaran cedera. Meskipun ia sempat memenangi turnamen pemanasan Sydney International, Del Potro menderita setelahnya.

Dia berkutat dengan cedera di Grand Slam Australian Open 2014 di Melbourne. Petenis peringkat kedelapan dunia itu langsung kandas di babak kedua di tangan petenis Spanyol, Roberto Bautista Agut.
Ia sempat bermain di Rotterdam dan Dubai Open sebelum akhirnya naik meja operasi pada Maret lalu. Kini ia siap kembali meramaikan turnamen tenis dunia. Agenda terbesar dan terdekatnya adalah Grand Slam US Open 2014 dan membidik satu spot di ATP World Tour Finals.

“Saya memiliki berita bagus. Empat bulan setelah operasi saya mulai menjalani latihan dan dokter saya, Richard Berger ada di sana. Saya sedang bersiap untuk kembali ke lapangan tenis tanpa rasa sakit. Terima kasih untuk semua dukungan kalian,” tulisnya di Facebook, dilansir Sky Sports, Jumat (25/7/2014) WIB.

Sebenarnya ini bukan kali pertama Del Potro melakoni operasi serupa. Pada musim 2010 lalu petenis 25 tahun ini sempat operasi pergelangan tangan kanannya. Saat itu ia harus menepi selama delapan bulan. Prestasi terbaiknya adalah juara di Flushing Meadow 2009. Ketika itu Del Potro sukses menundukkan Roger Federer dalam laga lima set yang sekaligus menjadi gelar grand slam perdananya.(solopos)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media