TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... JUARA .KEJURNAS AFR REMAJATENIS SULSEL-IX DI MAKASSAR .... FEBBYARO RIBY (DKI JAKARTA, KU 10 PI), M.RAISYA AZZAKI ( MAKASSAR 10 PA), ANNISA AZZAHRA (BALIKPAPAN 12 PI), MUH. ALIEF R (MAKASSAR 12 PA), NOVIA RAHMADHANI (BALIKPAPAN 16 PI), OSCARLINO HALIM ( MAKASSAR 16 PA), MUH RINALDY NB (PALOPO 18 PA).... ... ...KEJURNAS AFR REMAJATENIS JAKARTA-59 TGL 13-15 JANUARI 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Preview Petra Kvitova vs Shuai Peng di Wimbledon 2014


REMAJA-TENIS.Com, LONDON. Petenis Petra Kvitova akan masuki perempat final Wimbledon yang kelima kalinya berturut-turut ketika dia melawan Shuai Peng, Senin.

Kvitova meraih tempatnya di babak 16 dengan bermain seperti mantan juara Wimbledon. Selama dua setengah jam pada hari Jumat sore, ia berjuang melawan Venus Williams dalam pertandingan turnamen sejauh ini. Kedua pemain menunjukkan ketahanan yang luar biasa dan tekad dalam pertandingan yang hanya menampilkan dua kali mematahkan servis dalam 37 games, tapi Kvitova yang terbukti kuat pada saat-saat menentukan. Setelah berhasil menahan servis di pertandingan 4-5, 15-30 pada set kedua, dia memenangkan tie-break dan memaksa suatu penentuan. Pada 6-5 di set ketiga, dia menghasilkan beberapa groundstroke lebih mematikan untuk membuat kesalahan dari Venus dan menutup kemenangan.

Setelah dipaksa untuk menghasilkan tenis terbaiknya dalam pertandingan menentukan, Kvitova sekarang ditempatkan dengan baik untuk membuat dalam dua minggu dijalankan pada event yang dicintainya. Selain itu, dengan keluar Li Na, menarik dia membuka dengan baik. Jadi dia bisa mengambil keuntungan dan tantangan untuk kedua Venus Rosewater Dish? Atau akan dia mengacaukan kita lagi dengan mengikuti sebuah kemenangan bersejarah.
 
Kabar baik bagi Kvitova dan tim nya sering bingung tapi setia penggemar adalah bahwa dia memegang rekor kemenangan 4-0 atas lawan putaran keempat, Shuai Peng. Kedua petenis ini bertemu di lapangan tanah liat, rumput dan lapangan keras, tapi senjata yang unggul tidak peduli permukaan, Kvitova telah membuat perbedaan.

Tentu saja, kita tidak harus menulis dari prospek pemain China seluruhnya. Peng adalah solid, pemukul datar yang telah di Tour selama 13 tahun. Dia juga menjadi pemain ganda terbaik dunia, sehingga nyaman di depan net. Dan meskipun dia telah jatuh dari karir single peringkat tinggi dari 14 Agustus 2011-61 saat ini, dia telah menempatkan pada trilogi pertunjukan baja di Kejuaraan tahun ini, melalap Johanna Konta dan Lauren Davis dalam tiga set dan menghancurkan Maria Kirilenko 6-0 , 6-3.

Namun, meskipun manfaat Peng dan bentuk yang baik baru-baru ini, pertandingan ini adalah pada raket Kvitova. Dia mungkin bukan penggerak terbaik dalam sepuluh besar, tapi dia adalah pemain bertahan yang memadai, karena dia terbukti melawan Venus. Dia akan melacak karena banyak bola Peng yang dia bisa, dan menggunakan kidal servisnya untuk menarik lawan diunggulkan nya lebar-lebar ruang dengan pukulan forehand dan backhand tajam-siku. Beberapa, mungkin banyak, orang-orang akan mengecam lewat baseline, tetapi lebih banyak akan scuff the chalk. Terbakar dengan kehilangan kesempatan emas memenangkan Wimbledon 2013, terfokus dan Kvitova akan membungkus satu ini dalam dua set langsung.(stevegtennis.com)

Wacana Pelarangan Atlet Rekrutan Tampil di Porda 2014 KONI Kota Cimahi Mendukung


REMAJA-TENIS.Com, CIMAHI,.-Harapan Ketua Umum KONI Kota Bandung, Aan Johana agar atlet rekrutan dilarang tampil di Pekan Olah Raga Daerah (Porda) 2014, menda­pat dukungan. Salah satunya datang dari KONI Kota Cimahi.
Sekretaris Umum (Sekum) KONI Kota Cimahi, Elvis Pongsapan menyetujui atlet hasil rekrutan dari provinsi lain sebaiknya memang tidak diikutsertakan di Porda 2014. Selain kualitas yang lebih baik, pertimbangannya adalah demi kepentingan pembinaan putra daerah.

“Porda itu ajang untuk menunjukan atlet binaan kita. Mereka atlet rekrutan yang kualitasnya di atas binaan kita. Jadi, demi kepentingan pembinaan, atlet rekrutan sebaiknya tidak diikutsertakan dalam Porda,” kata Elvis di Sekretariat KONI Kota Cimahi, Jln. Sangkuriang Cimahi, Minggu (29/6).
Karena itu, Elvis meminta ketegasan KONI Jabar untuk melarang atlet rekrutan tampil di Porda 2014 di Kabupaten Bekasi, November mendatang. “Banyak atlet kita yang memiliki kualitas yang baik juga. Kenapa harus merekrut atlet dari luar Jabar,” tegasnya.

50 Atlet
Sebelumnya, penolakan terhadap atlet rekrutan tampil di Porda dilontarkan Ketua Umum KONI Kota Bandung, Aan Johana pada acara pengu­kuhan kontingen Kota Bandung di Stadion Persib, perte­ngahan pekan ini. Berdasarkan data yang diungkapkan Aan, sedikitnya 50 atlet rekrutan dari provinsi lain untuk mewujudkan ambisi Jabar Kahiji bakal tampil di Porda 2014.

“Kami mendukung program pencapaian Jabar Kahiji di PON XIX. Tapi kami ingin agar atlet rekrutmen tersebut tidak berlaga di Porda Jabar XII. Ini akan merusak pembinaan yang telah dilakukan daerah-daerah. Bagaimanapun kelasnya berbeda,” terang Aan.

Selain alasan ideal, yaitu kepentingan pembinaan, Aan mengakui jika tampilnya atlet rekrutan di Porda secara signifikan akan memengaruhi raihan medali eams Kota Bandung. Ia mengungkapkan, jika atlet rekrutan itu tetap tampil, 40 persen peluang medali emas atlet Kota Bandung terancam hilang.
Meskipun begitu, Aan tetap berpandangan, kepentingan pembinaan atlet daerah di atas segalanya, termasuk target juara umum Kota Bandung.

“Bagi kami bukan masalah menjadi juara umum atau tidak. Tapi ini jelas-jelas merusak pembinaan yang dilakukan daerah. Tidak hanya kami, daerah lain pun menge­luhkan hal yang sama. Meraih gelar juara umum Porda Jabar itu bukan arisan, tapi pembuktian hasil pembinaan olahraga di setiap daerah,” tuturnya.(galamedia)

Singkirkan Serena, Cornet Cium Tanah


REMAJA-TENIS.Com,LONDON. – Petenis Perancis, Alize Cornet langusng mencium lapangan rumput Wimbledon, usai menyingkirkan petenis legendaris Serena Williams, Sabtu (Minggu WIB).

Cornet yang diunggulkan di tempat 25 memupus harapan Serena meraih gelar juara keenam di Wimbledon dengan tiga set 1-6, 6-3, 6-4. Ini merupakan kekalahan pertama Serena di bawah babak keempat Wimbledon sejak 2005.

Dalam pertandingan yang dibayangi cuaca mendung, Cornet mampu meredam pukulan bertenaga dari Serena. Ia mnerebut set kedua 6-3 dan menang 6-4 di set ketiga.

“Saya sulit percaya. Jika beberapa tahun lalu jika saya masih bertahan di pekan kedua Wimbledon dan mengalahkan Serena, saya tentu tidak akan percaya,” kata Cornet yang lasngung mencium rumput Wimbledon usai kemenangan.

Kekalahan ini juga membuat batalnya pertemuan antara petenis AS tersebut dengan pemain Kanada yang tengah meroket, Eugenie Bouchard yang maju ke babak 16 besar dengan mengalahkan Andrea Petkovic 6-3, 6-4.(kompas.com)

Sharapova ke putaran empat Wimbledon


REMAJA-TENIS.Com, LONDON - Maria Sharapova tampil gemilang Sabtu waktu setempat di arena Wimbledon untuk menang 6-3, 6-0 atas petenis AS Alison Riske guna mencapai putaran keempat.

Unggulan kelima yang berusaha menyandingkan gelar Prancis Terbuka dengan Wimbledon itu sempat esulitan ketika Riske mematahkan servenya pada game pertama namun segera menemukan ritmenya.

Sharapova, yang tersingkir pada putaran kedua tahun lalu, menunjukkan kelasnya dengan melepaskan pukulan-pukulan keras untuk mengatasi permainan net Riske dan sekarang ia hanya kehilangan tujuh game dari tiga pertandingan.

Ia akan meneruskan perjuangannya dalam memenangi gelar Wimbledon kedua dengan menghadapi unggulan kesembilan asal Jerman Angelique Kerber atau Kirsten Flipkens dari Belgia, demikian Reuters.(antaranews.com)

Batas Usia Peserta PON XIX adalah 21 Tahun


REMAJA-TENIS.Com, JAKARTA. Upaya menggagalkan hasil Rapat Kerja Nasional Khusus (Rakernassus) Pelti 2014 akhirnya tidak berhasil setelah Ketua Umum PP Pelti mengeluarkan surat edaran Nomor 244/KU/VI/2014 t3rtanggal 23 Juni 2014 yng menyatakan batas usia peserta Pekan Olahraga Nasional XIX 2016 di Jawa Barat adalah 21 tahun.

Sempat pula keluar ancman datang dari beberapa Pengda Pelti terhadap keinginan segelintir orang di PP Pelti yang mencoba melobi KONI Pusat dengan harapan keluar surat keputusan dari KONI Pusat membebaskan usia peserta PON XIX. Kecaman keras datang dari beberapa Pengda seperti Maluku, NTT, Katim, Jabar, Kaltara yang akan membuat mosi tidak percaya karena dianggap PP Pelti tidak bisa menjalankan amanat Rakernasssus maupun Munas 2012.

Kemungkinan menyadari atas kekeliruan yang dibuatnya, sehingga keluar surat edaran tersebut yang ditanda tangani oleh Ketua Umum PP Pelti Maman Wirjawan untuk menetraliser gejolak yang akan timbul jika melanggar amanat Rakernassus 2014.

Pengamat tenis August Ferry Raturandang menyayangkan jika PP Pelti sampai melanggar amanat Rakernassus 2014 termasuk Rakernasus 2013 lalu. “Bersyukurlah tidak terjadi pelanggaran tersebut, karena dampaknya akan merugikan PP Pelti sekarang.” ujar August Ferry Raturandang.

Dikatakan pula Pengda Pelti akan menentang jika bebas usia, karena setiap Pengda Pelti dengan KONI Provinsi telah menyediakan anggaran persiapan PON XIX 2016 dan bahkan sudah lakukan Pelatda masing masing. Hanya disayangkan terjadi pembelian atet tenis oleh beberapa daerah. ” Kalau masih tetap terjadi jual beli atlet maka pembinaan didaerah tersebut tidak jalan. Yang dicari adalah PRESTISE bukan PRESTASI lagi. ” ujarnya yang selama ini sangat anti jual beli atlet.

Menurut informasi pelaku jual beli ini dilakukan oleh pelatih pelatih sendiri yang aktip menawarkan anak asuhannya kepada daerah daerah yang kuat finansialnya. Anehnya pelatih tersebut justru anggota pengurus Pelti didaerah.

Tugas PP Pelti adalah mengoptimalkan potensi daerah yang harus lebih diutamakan, karena selama ini dari 2013-2014, programnya justru lebih banyak di Jawa belaka. Tugas PP Pelti adalah mengoptimalkan potensi daerah yang harus lebih diutamakan, karena selama ini dari 2013-2014, programnya justru lebih banyak di Jawa semata.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media