TERBIT 1 FEBRUARI 2012...JUARA TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS SUMSEL-3 .ADALAH KU 10 PA M.ADIS NARARYA, KU 10 PI RIKA ARI PUSPITA (LAMP), 12 PA APREDO LANEVA (BATURAJA), KU 12 PI ISYABELLA NURULIA VIANA (BATURAJA), KU 14 PA DIMAS RISKI PRATAMA (SEKAYU MUBA), KU 14 PI INDAH SEPTIA PUTRI (LAMPUNG), KU 18 PA SAHRUDIN (LAMPUNG), KU 18 PI INTAN PURNAMA SARI (BATURAJA) ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0812 8402 4970............. TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS SUMSEL-3 TGL 21-23 NOPEMBER 2014 DI TG ENIM.... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900943...........

Davis Cup, Jepang dan Kanada Imbang pada Hari Pertama

REMAJA-TENIS.Com,TOKYO. – Kei Nishikori memberi kemenangan pertama untuk Jepang pada babak pertama Davis Cup melawan Kanada, yang berlangsung di Ariake Coliseum, Tokyo, Jumat (31/01/2014). Nishikori mengalahkan Peter Polansky, dengan tiga set langsung, 6-4, 6-4, 6-4.

Nishikori yang kini berada di peringkat 18 dunia, memang unggul dari sang lawan yang masih berada di urutan 135. Lewat pertarungan 2 jam 20 menit, petenis 24 tahun tersebut membuka harapan untuk Jepang.

Sayangnya, keunggulan Jepang tak bertahan lama. Pada partai kedua, Go Soeda gagal mencuri kemenangan atas Frank Dancevic. Kanada menyamakan kedudukan setelah Dancevic mengakhiri pertandingan dengan 6-4, 7-6(2), 6-1.

Partai ketiga nomor ganda yang berlangsung Sabtu (01/02/2014), rencananya akan mempertemukan Yuichi Sugita/Yasutaka Uchiyama (Jepang) dengan Daniel Nestor/Vasek Pospisil (Kanada).

Sementara itu pada partai lainnya, Kazakhstan untuk sementara unggul 1-0 atas Belgia, berkat kemenangan Mikhail Kukushkin atas Ruben Bemelmans, 6-4, 6-7(3), 6-2, 6-3. Partai kedua antara Andrey Golubev (Kazakhstan) dan David Goffin (Belgia), saat ini sedang berlangsung.(kompas.com)

Andy Murray Jadi Tumpuan Tim Davis Inggris

REMAJA-TENIS.Com,SAN DIEGO. – Andy Murray akan bermain setiap hari selama tiga hari penyelenggaraan babak pertama Davis Cup antara Amerika Serikat dan Inggris, 31 Januari-2 Februari, di lapangan tanah liat Petco Park, San Diego. Murray akan bermain dua kali di nomor tunggal dan sekali di nomor ganda.

Di nomor ganda yang berlangsung pada hari kedua, Sabtu (01/02/2014), Murray akan berpasangan dengan Colin Flemming dan akan menghadapi ganda nomor satu dunia, Bob dan Mike Bryan.

“Sudah pasti saya ingin menang sebanyak mungkin,” kata Murray. “Saya akan mencoba meraih poin sebanyak yang saya bisa. Jika diminta bermain tiga hari, saya akan memberikan yang terbaik.”

“Saya merasa sehat,” lanjut Murray yang menjalani operasi pinggang pada September lalu. “Saya terkejut dengan proses penyembuhan. Ini adalah proses yang panjang, berat, dan menguji mental saya. Tetapi, saya sudah berlatih keras dan memenuhi proses rehabilitasi dengan benar.”

Keputusan kapten Leon Smith untuk memainkan Murray selama tiga hari sebenarnya tidaklah mengejutkan. Harus diakui, Murray adalah senjata bagi Inggris jika ingin menaklukkan tuan rumah.

Kejutan justru datang dari kubu Amerika. Kapten tim Jim Courier memutuskan untuk memainkan Donald Young, bukannya John Isner yang memang sedang dalam proses pemulihan cedera.

“Kita tahu bahwa John tengah cedera setelah Australian Open,” kata Courier. “Kami memanggil Donald pekan lalu dan kami ingin dia berada di sini bersama tim, dan kini dia akan bermain.”

Young akan jadi lawan Murray pada partai pertama, Jumat (31/01/2014).

Jadwal Pertandingan AS vs Inggris:
Jumat (31/01/2014)
Donald Young (USA) v Andy Murray (GBR)
Sam Querrey (USA) v James Ward (GBR)
Sabtu (01/02/2014)
Bob Bryan/Mike Bryan (USA) v Colin Fleming/Andy Murray (GBR)
Minggu (02/02/2014)
Sam Querrey (USA) v Andy Murray (GBR)
Donald Young (USA) v James Ward (GBR)(kompas.com)

Davis Cup by BNP Paribas : Tim Indonesia ketinggalan 0-2 lawan Kuwait

REMAJA-TENIS.Com, KUWAIT. Tim Davis Cup Indonesia turun tanpa Christopher Rungkat, langsung  ketinggalan 0-2 dihari pertama (Jumat,31/1) lawan tuan rumah Kuwait di Kuwait Tennis Federation Center, Mishraf.

Tunggal pertama Indonesia David Agung Susanto (ATP-1.387) tidak berdaya menghadapi tunggal kedua Kuwait M.Ghareeb dalam 3 set, 3-6 3-6, 6-7(2).  Perlawanan David hanya terjadi diset ketiga, sedangkan set pertama dan kedua perlawanan David Agung hanya sampai 3 games saja.

Turun sebagai tunggal kedua Elbert Sie( 27 th) yang sudah beralih profesi sebagai pelatih,  tidak berdaya melawan tunggal pertama tuan rumah M.Maqdes (27 th) 3-6 4-6, 6-4, 0-6. Kedua petenis tuan rumah memiliki peringkat dunia lebih baik dibandingkan petenis Indonesia.

Besok, Sabtu ( 1/2) akan turun pertandingan ganda. Indonesia menurunkan Wisnu Adi Nugroho berpasangan dengan Aditya Hari Sasongko melawan M.Ghareeb/A.Maqdes. Peruabahan pasangan bisa dilakukan satu jam sebelum turun pertandingannya besok. Apakah Indonesia akan bertahan dengan kedua pasangan yang sudah dijadawalkan, atau akan merubah pemainnya, semua itu terjawab besok sejam sebelum pertandingan dimulai.

“Jika ingin mengambil poin di ganda sebaiknya diturunkan pasangan Elbert Sie dan David Agung Susanto. Ini partai penentuan besok. Disini dibutuhkan Non playing captain yang berpengalaman. ” ujar August Ferry Raturandang pengamat tenis. Tim Indonesia membawa New comer Non Playing Captain yang buta pengalaman di Davis Cup, Roy Therik.

Jika kalah lawan Kuwait, Indonesia akan bertanding lagi melawan tim yang kalah antara Hongkong dan Thailand yang baru dipertandingkan 14-16 Februari 20-14 mendatang di Phuket Thailand. Jika kalah maka Indonesia akan mencatat sejarah untuk turun ke Grup 3. Ini catatan sejarah terburuk bagi pertenisan Indonesia di Davis Cup.

“Jika ingin mengambil poin di ganda sebaiknya dturunkan pasangan Elbert Sie dan David Agung susanto. Ini partai penentuan besok.” ujar August Ferry Raturandang pengamat tenis.

Kenapa tidak ada Mahesh Bhupathi di Davis Cup

REMAJA-TENIS.Com. Apakah telah berakhir untuk Mahesh Bhupathi di Piala Davis untuk India ? Tidak ikut di pertandingan melawan Cina Taipei , salah satu yang terbaik pemain ganda sepanjang masa dan tentu India terbaik bersama Leander Paes , belum lagi menjadi korban persaingan dalam pembentukan tim. Dengan Leander membuat dirinya tidak tersedia untuk India pada tahun 2014 , ada sedikit keraguan Mahesh dan Rohan akan menjadi pasangan ganda terbaik India untuk Piala Davis dan akan datang Asian Games . Mereka telah cukup bermain di masa lalu dan bergaul dengan sangat baik dengan satu sama lain .

Dan terus terang , tidak ada orang yang bisa menggantikan Mahesh  di jajaran . Ini akan telah cocok untuk mendapatkannya kembali untuk pertandingan Piala Davis dan kemudian memungkinkan dia untuk bermain untuk tri – warna terakhir kali di Korea pada bulan September di Asian Games . Menariknya , presiden Asosiasi Tenis Seluruh India Anil Khanna diklarifikasi mengatakan Mahesh dalam pertimbangan untuk Asian Games dan bahwa semua belum berakhir untuk legenda India . Kalau begitu , mengapa tidak menggunakan Piala Davis untuk mendapatkan Mahesh dan Rohan untuk bermain bersama ? Dua pertandingan Piala Davis , satu pada bulan Januari dan satu di bulan April , akan menjadi latihan yang baik untuk duo .

Mengapa tidak ada Mahesh di Piala Davis ? Apakah ini  yang ia harus bayar untuk memberontak melawan AITA pada malam London 2012 ? Apakah  untuk unjuk gigi dan kekuatan  ke ITPA (  Indian Tennis Players Association) dan memaksa dengan pendiriannya ? Apakah ini merupakan bentuk   kebuntuan yang terus berlanjut terhadap Leander Paes ?

Masing masing pihak mungkn benar . Mahesh bukan yang paling populer dalam AITA . Dia bukan favorit para pemilih seperti yang sekarang terlihat . Seandainya Leander telah tersedia ,  pemilih telah menjatuhkan dia ? Dengungan di sirkuit menunjukkan mereka pasti tidak akan. Jadi , mengapa pengobatan angkuh ini untuk Mahesh ?

AITA berencana untuk membahagiakan Mahesh . Tapi kenapa sekarang? Mengapa tidak menunggu dia untuk pensiun ? Mengapa tidak memainkan dia di Asian Games , dan jika dia menang medali membahagiakan dia setelahnya.

Masalah Mahesh menarik perhatian pada realitas suram olahraga India . Pertikaian dalam IOA terus bahkan jika mereka akhirnya mengadakan pemilihan pada 9 Februari . Atlet India , untuk pertama kalinya dalam sejarah , akan berbaris di Olimpiade Sochi tanpa tri – warna .

The Indian Federasi Tinju terus dilarang oleh dunia Tinju tubuh dan Vijender Singh dan seluruh kontingen Tinju akan bersaing di bawah bendera Uni Eropa dalam peristiwa besar berikutnya pada bulan Februari . Beberapa federasi lain terus berada dalam kekacauan dan meskipun upaya Otoritas Olahraga India hal-hal yang tidak mencari untuk atlet India pada malam Glasgow CWG atau Asian Games .

Satu-satunya hal konsekuensi terjadi di olahraga India adalah menjamurnya IPL bergaya liga olahraga . Hockey sekarang memiliki satu meskipun dampak pada kinerja India belum terlihat. Badminton juga sekarang memiliki liga yang cukup sukses dan sementara Saina Nehwal melakukan sangat baik dalam edisi perdana untuk tim Hyderabad , pertunjukan super series dia telah mengambil penurunan yang serius . Liga untuk gulat , tinju dan sepak bola , laporan media menunjukkan , berada di sebentar lagi . Pertanyaannya adalah akan ini membawa transparansi dan akuntabilitas kembali dalam olahraga ? Apakah mereka akan membantu kami menghasilkan juara ? Apakah mereka mengajarkan kita untuk memperlakukan ikon olahraga kami dengan hormat dan mereka akan memimpin bos olahraga kami untuk menempatkan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi ?(sportnews.com)

Warga Cina Kecam Bonus Rp 1,6 Miliar dari Pemerintah untuk Li Na

REMAJA-TENIS.Com. –Petenis Cina, Li Na menjadi petenis Asia yang dipuja-puja oleh para penggemar tenis di seluruh dunia setelah menjadi juara di turnamen grand slam Australia Terbuka 2014. Namun saat pulang ke Cina, Li Na ikut mendapat kecaman. Gara-garanya dia mendapatkan bonus dari pemerintah Cina sebesar 800 ribu Yuan atau sebesar 132 ribu dolar (Rp 1,6 miliar).

Saat baru tiba setelah dari Australia, Li Na mendapat hadiah cek warna merah dari Wang Guosheng, Gubernur Provinsi Hubei. Kebetulan, Li Na tinggal di daerah Hubei.

Masyarakat menilai gubernur tak pantas memberikan bonus pada Li Na. Sebelumnya Li Na yang berusia 31 tahun itu telah mendapatkan hadiah sebesar 2,3 juta dolar atau sekitar Rp 28 miliar dari usahanya menjadi juara Australia Terbuka 2014.

Sontak saja, peristiwa pemberian hadiah pada Li Na dari gubernur itu menuai protes dari warga Cina. Terutama dari kalangan pengguna internet. Mereka marah dengan sikap gubernur yang dinilai menghambur-hamburkan uang untuk Li Na. Mereka menganggap ada kebutuhan lain yang lebih penting daripada memberi bonus pada Li Na. Seperti kebutuhan untuk warga miskin di sana.

“Pemerintah dan partai sepatutnya menghentikan membuang-buang uang hanya untuk keinginan nafsu mereka saja,” demikian tulisan pengguna jejaring sosial Cina, Sina Weibo. “Uang itu adalah dari pajak yang seharusnya dikeluarkan hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat bukan untuk tujuan politik semata,” katanya.

Li Na meraih gelar juara Australian Open (Australia Terbuka) untuk kali pertama setelah mengalahkan Dominika Cibulkova (Slovakia), 7-6(3), 6-0, di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Sabtu (25/1).

Li Na memenangi set pertama dalam 70 menit setelah menyelesaikan tiebreak dengan 7-3. Kemenangan 6-0 di set kedua memastikan Li Na keluar sebagai juara Australian Open untuk kali pertama setelah tiga kali lolos ke final.

Pada 2011, Li Na kalah dari Kim Clijsters (Belgia) di final. Tahun lalu, dia dipaksa mengakui keunggulan Victoria Azarenka (Belarusia).

Tahun ini, Li Na mencatat sejarah sebagai petenis Cina pertama yang menjuarai Australian Open. Ini adalah gelar Grand Slam kedua petenis 31 tahun tersebut setelah Prancis Terbuka 2011.(tribunnews.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media