TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... JUARA .KEJURNAS AFR REMAJATENIS SULSEL-IX DI MAKASSAR .... FEBBYARO RIBY (DKI JAKARTA, KU 10 PI), M.RAISYA AZZAKI ( MAKASSAR 10 PA), ANNISA AZZAHRA (BALIKPAPAN 12 PI), MUH. ALIEF R (MAKASSAR 12 PA), NOVIA RAHMADHANI (BALIKPAPAN 16 PI), OSCARLINO HALIM ( MAKASSAR 16 PA), MUH RINALDY NB (PALOPO 18 PA).... ... ...KEJURNAS AFR REMAJATENIS JAKARTA-59 TGL 13-15 JANUARI 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Daftar KTA Mei 2012

Tampil Menawan, Reza Kalahkan Salsa di Final

Novela Reza tampil sebagai juara Dunlop Seri II Yogyakarta@fototenis/rovitavareTurnamen Tenis Yunior Dunlop Seri II Yogyakarta

REMAJATENIS.COM – Dua rival petenis Yogyakarta, Novela Reza dan Faiza Salsabila bersaing untuk mendapatkan tempat terbaik Turnamen Tenis Yunior Dunlop Seri II, Kamis (24/5) di Komplek Olahraga Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta. Novela Reza yang bermain cukup cemerlang akhirnya tampil sebagai juara di kelompok umur 14 tahun putri.

Mengawali set pertama Reza langsung tampil agresif. Ia unggul dalam penempatan bola-bola ‘down the line’. Namun Salsa yang memiliki pukulan lebih berbobot dan servis yang terarah tak ingin tinggal diam. Keduanya berkejaran angka di set pembuka ini hingga berakhir 7-6(3) untuk Reza dalam permainan yang cukup panjang.

Set kedua Salsa mengambil alih permainan. Ia medominasi dengan penempatan bola yang taktis. Reza terlihat sedikit kerepotan dengan pola permainan Salsa diset ini. Salsa pun merebut set kedua dengan 6-3.

Set ketiga sebagai penentuan berlangsung begitu cepat. Tidak seperti set pertama dan kedua penampilan Faiza Salsabila tampak menurun. Ia sendiri tidak enak badan bahkan semalam sebelum pertandingan harus mendapat penanganan dokter untuk mengurangi panas badannya. Terlebih teriknya lapangan tenis Sultan Agung yang disertai dengan hembusan angin kering memang menjadi kendala bagi semua peserta. Salsa harus mengakui Reza dengan skor akhir 3-6.

Perjalanan dua petenis ini, Novela dan Faiza Salsabila cukup mengejutkan. Reza yang diunggulkan ditempat ketiga melaju final setelah mengalahkan Vicky Irma, petenis non unggulan yang menaklukan Ayu Maharani, dengan 7-5,6-3.

Sementara Faiza Salsabila justru mempecundangi saingannya yang lolos dalam seleksi nasional beberapa waktu lalu di Jakarta, Oxi Gravitasi. Salsa yang bermain sangat baik menyingkirkan unggulan pertama itu 6-7(5), 6-4 dan 6-2.

Dunlop Seri III akan digelar di Semarang akhir bulan Juni mendatang dan selanjutnya akan dipilih petenis berdasarkan poin tertinggi 8 untuk ambil bagian dalam Seri Master yang menurut rencana akan digelar di Magelang, Jawa Tengah. (rov)

Daerah-Daerah Ingin Gelar Remaja Tenis

REMAJA TENIS – Manajemen Remaja Tenis “kebanjian” permintaan dari berbagai daerah agar menggelar turnamen junior kelompok umur ini di daerah mereka. Di antaranya permintaan itu datang dari Blora, Blitar, Jember, dan Kudus, demikian dinyatakan Rahayu M.H. dari Manajemen Remaja Tenis di Jakarta, Senin (26/5).

Dia tegaskan bahwa Manajemen Remaja Tenis akan berupaya semaksimal mungkin untuk memenuhi banyaknya permintaan tersebut. Dia memohon para pembina tenis, orangtua, dan para petenis untuk bersabar mengingat keterbatasan awak Remaja Tenis.

“Prinsipnya kami ingin memberikan pelayanan kepada petenis yunior agar bisa berkembang prestasi mereka di kemudian hari. Banyak atlet berbakat di daerah yang kurang mendapat kesempatan bertanding. Kaena itulah kami akan berupaya untuk membuat sebanyak mungkin pertandingan di daerah. Untuk sementara ini ke depan Remaja Tenis akan hadir di Palu (Juli) dan  Batam.” ujarnya

Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat tenis Indonesia, Remaja Tenis juga akan merekrut ofisial baru agar bisa memenuhi permintaan masyarakat tenis di daerah-daerah.

RemajaTenis memberikan pelayanan kepada masyarakat tenis di Indonesia sejak tahun 2009. Hingga kini masih terus konsisten dan hadir setiap bulan dengan konsep pertandingan bagi petenis kelompok umur 10 tahun, 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun, dan 18 tahun.

RemajaTenis juga membantu pelaksana turnamen yang sudah berlangsung semisal Oneject Indonesia International Junior Champs di Bandung. Khusus turamen nasional diserahkan kepada tim RemajaTenis.

RemajaTenis juga telah menyiapkan rencana menggelar Oneject Indonesia khusus KU 16 tahun, 14 tahun, 12 tahun, dan 10 tahun. Oneject Indonesia internasional akan diselenggarakan di Lapangan Tenis Siliwangi (outdoor dan indoor). Untuk kelompok umur 16 tahun di Lapangan Tenis Taman Maluku. Sementara kelompok umur 14 th,12 th dan 10 tahun di Lapangan Tenis Caringin, Bandung.

Perkembangan RemajaTenis dari tahun ke tahun meningkat pesat. Awalnya hanya 5 turnamen di tahun 2009, kemudian menjadi 12 turnamen tahun 2010, 18 turnamen tahun 2011,  kemudian  ditargetkan 30 turnamen pada 2012.

RemajaTenis kini membuka pintu bagi sponsor yang ingin bergabung  mendukung kegiatan RemajaTenis yang membutuhkan dana cukup besar. “Modal kami hanya niat, tekat besar, komitmen, dan kerja keras. Inilah kunci keberhasilan kami, Rahayu menambahkan.”

Shamira Tak Terkalahkan di KU-14 Putri

REMAJA TENIS – Unggulan pertama kelompok umur 14 tahun  putri, Shamira Azzahra (Jakarta), tak terkalahkan pada turnamen Remaja Tenis Jakarta di Pusat Tenis Kemayoran, Jakarta. Shamira merebut gelar juara setelah pada pertandingan hari Minggu (27/5) menang 6-4, 6-2 atas unggulan kedua Sevita Aulana (Kudus).

Pada pertandingan babak final tersebut Shamira pada awalnya beberapa kali membuat kesalahan sendiri. Namun perlahan-lahan kesalahannya berkurang dan dia semakin fokus dan berkonsentrasi.

Dengan bermain lebih fokus itulah Shamira mulai dapat mengendalikan jalannya pertandingan. Dialah yang mengatur irama pertandingan sehingga dengan relatif mudah mengumpulkan poin demi poin da akhirnya menang dua set langsung.

Sevita sendiri sebetulnya memiliki level permainan yang tidak berbeda jauh dari Shamira. Hanya saja Sevita terlihat masih kurang fokus dan kurang percaya diri sehingga beberapa kali terlihat tidak dapat memenangi poin-poin penting.

Pada kelompok umur 10 tahun putra, gelar juara direbut oleh Rifky Sukma Ramadhan. Petenis asal Bogor ini tampil penuh percaya diri pada pertandingan final dan mengalahkan Jones Pratama (Jakarta) 8-4. ***

Rendy Aditya Juara KU-18 Putra

REMAJA TENIS – Rendy Aditya Chayadi dari Jambi tampil sebagai juara kelompok umur 18tahun putra turnamen Remaja Tenis Jakarta dengan mengalahkan Kenneth Ng dari Jakarta 6-1, 6-0 pada pertandingan babak final di Pusat Tenis Kemayoran, Jakarta, Minggu.

Pertandingan babak final tersebut berlangsung berat sebelah, karena Rendy memiliki kualitas jauh lebih baik ketimbang Kenneth. Rendy juga lebih unggul dari sisi pukulan maupun kematangan dalam bertanding.

Di sisi lain Kenneth menghadapi kendala tidak tahan sengatan sinar matahari. Saat pertandingan berlangsung cuaca sangat panas dan Kenneth terlihat kesulitan beradaptasi sehingga tidak dapat mengembangkan permainannya. Padahal Kenneth memiliki pukulan yang lumayan keras.

Pada kelompok umur 16 tahun putra, unggulan pertama asal Bandung, Ibnu Nurmadi Setyawan di luar dugaan takluk di tangan Bryan Husin (Jakarta) 3-6, 6-1, 10-5. Ibnu yang baru saja menjuarai turnamen tenis Piala Walikota Jakarta Pusat, terlihat banyak membuat kesalahan sendiri. Akibatnya banyak poin-poin penting yang semestinya diambil malahan terlepas.

Pada kelompok usia 14 tahun putra, gelar juara menjadi milik unggulan pertama Elfindo Firmansyah (Jakarta). Elfindo di babak final menang atas Yarinara Suharyadi (Jakarta) 3-6, 5-4. Yarinara menderita cedera pada game kesembilan set kedua sehingga memilih mengundurkan diri.

Hasil yang dicapai Yarinara, putra pasangan mantan petenis nasional Suharyadi dan Yayuk Basuki, sama dengan pada turnamen Piala Walikota Jakarta Pusat, dua minggu lalu. “Yarinara belum setahun ini mulai benar-benar menyukai tenis. Karena itulah sekolahnya sekarang pindah ke dekat tempat latihan agar dapat berlatih lebih intensif,” tutur Yayuk yang ikut menyaksikan pertandingan tersebut.

Dikatakan lebih lanjut bahwa Yarinara lebih banyak mencari-cari sendiri teknik memukul bola. “Masih banyak yang harus dikoreksi dari teknik pukulan maupun taktik bermainnya. Perjalanan masih jauh dan mudah-mudahan kelak dapat menyumbangkan prestasi bagi Indonesia,” Yayuk menambahkan.

Tentang penampilan para pemain junior pada turnamen ini maupun berbagai turnamen lainnya di Indonesia, Yayuk menyebut levelnya masih terlalu rendah. “Kalau kita bandingkan dengan negara-negara lain, level kita masih terlalu rendah. Terus terang saya sangat prihatin dengan kondisi ini. Anak-anak masih banyak yang tampil menonjol pada aksesoris-aksesoris tenisnya ketimbag kualitas teknik dan taktik bermain tenis itu sendiri,” ujar Yayuk. ***


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media