TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... JUARA .KEJURNAS AFR REMAJATENIS SULSEL-IX DI MAKASSAR .... FEBBYARO RIBY (DKI JAKARTA, KU 10 PI), M.RAISYA AZZAKI ( MAKASSAR 10 PA), ANNISA AZZAHRA (BALIKPAPAN 12 PI), MUH. ALIEF R (MAKASSAR 12 PA), NOVIA RAHMADHANI (BALIKPAPAN 16 PI), OSCARLINO HALIM ( MAKASSAR 16 PA), MUH RINALDY NB (PALOPO 18 PA).... ... ...KEJURNAS AFR REMAJATENIS JAKARTA-59 TGL 13-15 JANUARI 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Rules of Tennis 2012 ada perubahan

RemajaTenis,Januari 2012 .ITF mengumumkan bahwa aturan baru untuk kompetisi Kelompok Umur 10 tahun mulai berlaku di seluruh dunia pada tanggal 1 Januari 2012. Aturan menyatakan bahwa KU 10 tahun kebawah tidak lagi dapat dimainkan menggunakan sebuah bola tenis biasa kuning, tetapi dengan penggunaan bola yang lebih lambat ‘merah’, ‘oranye’ atau ‘hijau’ di lapangan ukuran yang sesuai. Aturan baru ITF telah disetujui pada 2010 ITF AGM di Washington. Ini hanya kesempatan kelima dari Rules of Tennis telah berubah dalam sejarah olahraga, sebagai lanjutan dari aturan foot fault (salah kaki ) , pengenalan tiebreak, pengenalan istirahat menetapkan dan metode penilaian baru . Perubahan aturan adalah bagian penting dari program Tennis10s ITF, yang mempromosikan penggunaan bola memantul lebih lambat dan lebih rendah, raket lebih pendek dan lebih ringan, dan lapangan yang lebih kecil untuk membuatnya lebih mudah bagi anak-anak untuk mengikuti permainan. Tennis10s adalah program pendukung Play and Stay in Tennis, inisiatif global ITF diluncurkan pada tahun 2007 bertujuan untuk meningkatkan partisipasi tenis di seluruh dunia. Play and Stay in Tennis dengan slogan “Serve, Rally dan Score ‘ dan berusaha untuk mempromosikan tenis sebagai olahraga, mudah menyenangkan dan sehat. Dasar untuk kampanye adalah penggunaan bola lebih lambat oleh pelatih bekerja sama dengan pemain pemula, memastikan bahwa pengalaman pertama mereka dari tenis adalah positif dengan melayani, mengumpulkan dan mencetak dari pelajaran pertama. Ketiga jenis bola lebih lambat dimaksudkan untuk digunakan pada berbagai tahap perkembangan pemain. ‘Merah’ bola, terbuat dari busa , adalah 75 persen lebih lambat dari bola kuning standar, dan ditujukan untuk anak berusia 5-8 di lapangan berukuran 12 x 6m. Bola ‘oranye’ adalah 50 persen lebih lambat dan ditujukan delapan sampai sepuluh tahun-anak berusia di lapangan berukuran 18 x 6,5 m. Bola ‘hijau’ adalah 25 persen lebih lambat dan ditujukan usia sembilan-ke-sepuluh-tahun di lapangan normal. Program Tennis10s telah melihat dukungan yang kuat dari 210 National association anggota ITF , beberapa di antaranya telah menciptakan promosi yang melibatkan pemain top dan terkenal lainnya untuk membantu mengkomunikasikan dan menerapkan perubahan aturan baru secara nasional. Dave Miley, ITF Executive evelopment Director, mengatakan: ” Negara yang telah sesuaikan kompetisi mereka untuk menggunakan bola untuk kelompok usia ini tidak hanya melihat peningkatan yang signifikan dalam partisipasi, tetapi juga menyaksikan peningkatan besar dalam penjualan raket anak-anak dan bola lebih lambat. Ada juga peningkatan besar dalam kualitas teknis dan taktis dari KU 10 kebawah, pemain datang melalui ke dalam program kinerja tinggi.. Sebagai perubahan aturan berlaku di semua negara anggota ITF, kami berharap untuk melihat pertumbuhan yang tinggi dalam jumlah sepuluh-dan-bawah anak-anak bermain tenis di seluruh dunia. ” Presiden ITF Francesco Ricci Bitti mengatakan: “Perubahan aturan adalah langkah besar ke depan untuk tenis KU 10 tahun adalah meningkatkan cara kami memperkenalkan tenis kepada anak-anak muda dan mengikuti perubahan serupa dibuat dalam olahraga lainnya Ini sangat bagus untuk melihat hasil yang besar tersebut sudah dalam hal.. partisipasi meningkat. ” Rincian perubahan aturan dan informasi lebih lanjut tentang Tennis10s dapat ditemukan di situs Tennis10s ITF ini

RemajaTenis Solo-1 sukses

RemajaTenis, Januari 2012. Diselingi dengan turunnya hujan sehingga pelaksanaan turnamen RemajaTenis tertunda, akhirnya bisa terselenggara dengan baik pada sore hari ini.  Semula direncanakan 3 hari akhirnya menjadi 4 hari. Petenis tamu menguasai RemajaTenis Solo-1 yang diselenggarakan sejak 20-23 Januari 2012. August Ferry Raturandang selaku penggagas RemajaTenis terjun langsung melihat pelaksanaan RemajaTenis di lapangan tenis Manahan, Solo.  “Kami cukup puas dengan telah selesainya kegiatan ini. Munculnya muka muka baru di Manahan ini memberikan tanda kalau populasi petenis yunior makin meningkat.” ujarnya ke RemajaTenis. Dikatakan pula dukungan Pelti Solo bersama pengelola GOR Manahan cukup menggembirakan sekali sehingga dijadwalkan pelaksanaan RemajaTenis dikota Solo setiap dua bulan sekali. “Bulan Maret RemajaTenis kembali ke Solo.” ujarnya.

Tunggal putri KU 10 tahun keluar sebagai juara petensi asal Blora Nurosida Mega Hadiati yang difinal kalahkan petenis asal Ambarawa, Dhea Dhiva Mutiara Chrisna asal Ambarawa 81. Sebelumnya disemifinal Nurosida kalahkan Alessandra 83, sedangkan Dhea tumbangkan unggulan utama asal Semarang Jessica Ch 85. Untuk putra, petenis Jakarta Kevindra Putra Harimurti berhasil kalahkan petenis tuan rumah Lucky Candra 85. Disemifinal Kevindra yang setia ikuti RemajaTenis di Jakarta, berhasil kalahkan Dimas Rafi Noor Wijaya (DIY) 83. Lucky kalahkan Dhimas Rezky Sadewa asal Blora.

Tunggal putri KU12 tahun petenis asal Semarang Ananda Shafy berhasil kalahkan petenis Sidoarjo Dewita Kusuma Arsyanti di final 82. Disemifinal Ananda kalahkan petenis Sleman Milenia Kusuma Lestari 81, sedangkan Dewinta kalahkan Restu Ayu Sabrina asal Blora. Putra 12 tahun petenis asal Semarang Athalah Firdianto keluar sebagai juara setelah difinal kalahkan Fauzy Ihza Purwantoko asal Surabaya 86. Disemifinal Athalah berhasil menumbangkan unggulan utama asal Pati Emmanuel Patrck 84 sedangkan Fauzy menumbangkan unggulan asal Pati, Ijlal Herlambang 97.

Selain itu ditunggal putra KU 14 tahun petenis tuan rumah Sayed Wagearso berhasil keluar sebagai juara setelah difinal kalah petenis asal Semarang Zidan Harmy 63 63. Disemifinal Sayed menumbangkan unggulan 2 asal Surabaya Daffa Irianto 36 60 (5). Begitu pula Zidan kalahkan Eros Haidar Naser asal DIY 6161. Putri 14 tahun, keluar sebagai juara petenis asal BantulFaiza Salsabila non unggulan yang difinal menumbangkan unggulan 2 asal DIY Novela Reza 63 76(7). Disemifinal Faiza kalahkan Shevita Aulia asal Kudus 26 75 (8), dan Novela kalahkan Hanna Levina asal Kudus 63 63.

Dikelompok 16 tahun, Anthony Susanto asal Semarang sebagai unggulan utama berhasil pertahankan kedudukans ehingga juara setelah difinal kalahkan Anggy Ervian Kurnia Adi asal Semarang 60 61. Disemifinal Anthony kalahkan petenis anjarmasin Ammar 61 21 ret, sedangkan Anggy kalahkan Nundi Miftahusni asal Semarang 60 63. Untuk putri petenis asal Kudus Hernanda Cholis keluar sebagai juara dikuti oleh petenisBantul Hanifah Nur Hasanah dan peringkat ketiga dan empat adalah Dian Wahyu Astury asal Grobogan dan Rosiana Devi Pratiava. Tunggal putri KU 18 tahun petenis asal Kudus Alif Naafiah keluar sebagai juara setelah difinal kalahkan petenis asal DIY Nur Hidayati Ika Permatasari 60 64. Disemifinal Alif tumbangkan unggulan utama asal Pati Ima Nindi 64 57 (5), sedangkan Nur Hidayati tumbangkan unggulan dua Bilqis Maqbulatullah asal Wonogiri 60 63. Berakhirnya RemajaTenis Solo-1 ini merupakan turnamen dibulan Januari. Kemudian dibulan Februari sudah siap diselenggarakan tanggal 10-12 Februari 2012 di 2 kota yaitu Surabaya dan Jakarta.. Menurut August Ferry Raturandang banyak keinginan agar RemajaTenis terjun juga dibeberapa kota di Jawa Tengah lainnya seperti di Wonogiri, Pati, Purworejo. Disamping itu pula dikatakan RemajaTenis akan memasuki Bantul diakhir bulan Februari 2012.

Aldila Sutjiadi terhenti di Semifinal

JAKARTA: Petenis harapan Indonesia, Aldila Sutjiadi, dan pasangannya asal India, Rutuja Bhosale, terhenti dibabak semifinal ganda putri turnamen Grand Slam Australia Terbuka, kalah 6-3, 6-1 untuk Gabrielle Andrews dan Taylor Townsend dari AS pada Kamis .

Aldila (No 80 dalam peringkat ITF Junior) dan Bhosale (No 75) gagal mengatasi  pemain yang  berpengalaman Andrews (No 48) dan Townsend (No 233 di ganda), yang menghasilkan dua ace di dua set.

Meskipun kalah, petenis usia 16 tahun Indonesia membuat sejarah bagi negara dalam acara Grand Slam setelah bertahun-tahun tidak ada wakilnya di event ini.
Wakil Sekjen PP Pelti AugustFerry Raturandang  mengatakan bahwa perjalanan Aldila untuk Australia Terbuka adalah hal yang baik, terutama untuk pemain tenis sendiri.

“Membuat karir di tenis berarti bahwa Anda harus memulai sesuatu secara individual. Anda harus mendapatkan uang, baik dari sponsor atau orang tua, untuk pergi berkeliling dunia, berpartisipasi dalam tur untuk mendapatkan poin dan peringkat dunia.

“Pencapaian ini adalah hal yang baik untuknya. Kami telah melihat potensinya, dan sangat menjanjikan, “kata Ferry kepada wartawan  The Jakarta Post.

Ferry mengatakan bahwa PELTI akan terus mengikuti Aldila prestasi di event internasional di masa depan. “Jika dalam satu saat kita membutuhkan dia untuk setiap peristiwa tim dan dia memenuhi syarat, kita pasti akan mendapatkan bantuan finansial untuk mendukungnya.”

Secara terpisah, mantan pelatih nasional Deddy Prasetyo mengatakan bahwa prestasi Aldila telah mendorong kepercayaan dirinya. “Ini cukup baik, meskipun dia melakukannya di ganda. [Prestasi terbarunya] dapat meningkatkan kepercayaan dirinya untuk Grand Slam berikutnya di Eropa, seperti Prancis Terbuka atau Wimbledon. “  Ini berita dikutip dari The Jakarta Post edisi 27 Januari 2012.

RemajaTenis Harus Tertib

RemajaTenis, 25 Januari 2012. Sebagai tindak lanjut pelaksanaan RemajaTenis di tahun 2012, tim RemajaTenis akan mulai menerapkan aturan yang baik untuk kedua belah pihak. Pelaksanaan RemajaTenis di Solo sebagai contoh sudah mulai ditertibkan dalam hal administrasi. Tetapi dari internal RemajaTenis juga sudah menyadari kekurangannya didalam menerima pendaftaran selama ini. Beberapa masukan atau kritikan masuk ke RemajaTenis melalui penggagas RemajaTenis August Ferry Raturandang selama pelaksanaan RemajaTenis Solo-1 dilapangan tenis Manahan.
“Konsep RemajaTenis itu dibuat agar lebih efisien bagi kedua belah pihak baik peserta maupun pelaksana. Memang sulit merubah kebiasaan selama ini ke cara yang baru. Butuh waktu. Tapi kalau tidak dimulai sekarang tentunya kapan lagi. ” ujar AFR kepada RemajaTenis.

Aturan yang diterapkan adalah pendaftaran melalui email dan SMS kesatu alamat dan entry fee ditransfer ke rekening bank. Hal ini hanya beberapa orangtua yang masih bertanya tanya. “Kalau bisa jalan yang lancar kenapa dipersulit.” begitulah SMS yang diterima karena orangtua menganggap selama ini entry fee cukup dibayar ditempat. Tetapi setelah dijelaskan maksud dan tujuannya maka merekapun bisa menerimanya.
Rencana RemajaTenis sebagai contoh pelaksanaan sistem baru ini cukup mendapatkan sambutan baik dari masyarakat tenis yang mengikuti RemajaTenis Solo-1 di Solo. Oleh karena itu untuk yang akan datang RemajaTenis sedang siapkan website baru sebagai bentuk peningkatan pelayanan kepada peserta RemajaTenis.

“Kami akan mencoba jika pendaftaran diterima setelah entry fee ditransfer. Tidak ada lagi penerimaan entry fee ditempat pertandingan. Bisa dibayangkan jika tetap dilakukan pembayaran ditempat itu makan waktu yang terbuang. Jadi harap maklum saja jika untuk RemajaTenis berikutnya, penertiban aturan harus dilaksanakan. Seperti entry deadline dan entry fee ditransfer. Kami siap kurang peserta tetapi RemajaTenis ini merupakan turnamen pembinaan maka disiplin merupakankeharusan. ” ujar AFR kepada RemajaTenis.

RemajaTenis rajin kumpulkan KTA Pelti

RemajaTenis, Januari 2012. Masalah KTA Pelti atau Kartu Tanda Anggota Pelti yang sekarang sedang diterapkan sebagai persyaratan peserta ternyata sudah mulai disadari oleh masyarakat tenis Indonesia. Mulai diterapkan kembali aturan yang sudah lama ada di RemajaTenis Jakarta-1 tahun 2012 sehingga pelaksana Turnamen harus kerja keras untuk mengumpulkan dan menjalankan aturan yang sudah baku. ” Kalau RemajaTenis tidak bisa jalankan aturan ini maka yang akan kena teguran adalah Referee sebagai penanggung jawab jalannya pertandingan. Berilah contoh yang baik.” ujar penggagas RemajaTenis August Ferry Raturandang yang turun langsung mengawasi jalannya turnamen Remaja Tenis dan juga turun langsung mengawasi sign-in di Magelang untuk Piala New Armada pada hari Minggu 8 Januari 2012.

RemajaTenis membantu mensosialisasikan salah satu ketentuan peserta ikut di Turnamen Diakui Pelti yaitu harus memiliki KTA ternyata berhasil mengumpulkan KTA baru bagi pesertanya.  Setelah meyakinkan ketentuan ini kepada orangtua peserta maupun pelatihnya ternyata mendapatkan sambutan cukup baik. Sehingga masalah KTA Pelti sepertinya bukan suatu masalah besar karena semua pihak menyadari masalah adanya ketentuan tersebut. Sekarang kembali kepada pelaku pelaku turnamen selaku penyelenggara. Mulai dari Referee yang ditunjuk melalui Surat Keputusan sebagai pengangkatan tenaga Referee di suatu TDP dan juga harus didukung oleh penyelenggara TDP tersebut. Memang ada juga Referee kuatir terhadap penyelenggara sehingga masih ada Referee yang belum menjalankan tugas tersebut. Seharusnya PP Pelti memberikan teguran keras kepada Referee ataupun penyelenggara TDP tersebut sehingga ketentuan tersebut bisa dijalankan dengan baik.

Selama ini RemajaTenis sudah mengumpulkan banyak KTA baru seperti di RemajaTenis Kemayoran dikupulkan 29 nama baru dan juga di RemajaTenis Solo-1 terkumpul 30 nama baru. Setiap pertanyaan datang dari orangtua yang kuatir putra/putrinya yang belum memiliki KTA, ternyata dibantu oleh RemajaTenis dengan menyodorkan formulir pendaftaran KTA disaat turnamen mulai bertanding dengan melengkapai persyaratan membawa fotocopy akte kelahiran dan pasfoto. Demikian penjelasan dilakukan oleh Rahayu MH selaku penyelengara RemajaTenis


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media