TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... ..... . ...REMAJATENIS JAKARTA-78 TGL 15-17 FEBRUARI 2019 DI LAP TENIS MARINIR CILANDAK JAKARTA SELATAN .,,,,..REMAJATENIS BANTUL-IX TGL 8-10 MARET 2019 DI LAP TENIS SULTAN AGUNG BANTUL DIY ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Tanggung Jawab Katua Umum Dana Pembinaan Cabang Olahraga

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Menpora Imam Nahrawi meminta cabang cabang olahraga memahami situasi di Kemenpora saat ini. Di tengah terbatasnya anggaran, Kemenpora sudah berusaha secepat mungkin untuk mencairkan anggaran tersbut. Hanya saja, sampai sekarang, prosesnya masih berlanjut,

Imam menegaskan, cabang diminta bisa mandiri karena anggaran dari pemerintah itu bersifat bantuan. Oleh karena itu cabang seharusnta mencari sumber anggaran sendiri diluar pemerintah. Cabang patutnya bisa lebih mandiri. ” Apa gunanya ketua umum cabang kalau mereka tidak bisa mencari sumber pendanaan untuk cabang yang dipimpinnya. Jangan sedikit dikit minta ke pemerintah. Paling tidak, manfaatkan momentum kepercayaan sponsor pada Asian Games 2018 untuk mencari sumber pendanan dari pihak sponsor.” kata Imam menegaskan.
Itulah cuplikan berita harian Kompas (15/02)

Keluhan datang dari cabang olahraga terhadap pendanaan yang terlambat itu merupakan lagu lama, demikian menurut August Ferry Raturandang selaku pemerhati olahraga kepada remaja-tenis.com, ” Saya sepakat dikatakan oleh Menpora. Buat apa ada Ketua Umum disetiap cabang olahraga. Kewajibannya untuk mencari dana pembinaan dicabang olahraga tersebut. Sudah tahu kewajiban ketua umum disaat mencalonkan diri saat Musyawarah Nasional atau Munas, begitu terpilih tidak ada aktivitasnya. Kelihatannya hanya numpang beken saja. ” ujar August Ferry Raturandang.

Masalah dana merupakan lagu lama didunia olahraga Indonesia. Ini sebagai pemicu keterlambatan prestasi olahraga Indonesia. Selanjutnya dikatakan sebaiknya pemerintah tidak perlu kuatir jika dalam multi event SEA Games 2019 nanti prestasi perolehan medali turun. ” Itu tanggung jawab dari cabang olahraga yang menargetkan kemampuan mendapatkan medali. Kecenderungan menjanjikan banyak medali agar dikirimkan ke multi event tersebut, tapi tanpa tanggung jawab terhadap kegagalannya nanti. Apa mau piknik dengan uang negara. .” ujarnya

Dikatakan pula mind set sudah harus dirubah, Jika tidak maka hasilnya setiap tahun sama saja. Yang jadi pertanyaan sekarang maukah pemerintah ikut merubah mind set petinggi petinggi olahraga ini.

Maksimalkan Potensi Tenis Daerah

REMAJA-TENIS.COM, PALEMBANG. Petenis daerah bisa menjadi kunci untuk mengatasi masalah prestasi nasional. Mengembangkan keanekaragaman petenis daerah dan menjadikan sebagai bagian pola pembinaan nasional bisa membantu mempercepat perbaikan prestasi nasional.

Sumatera Selatan yang saat ini telah memiliki sarana dan prasarana tenis terbesar di Indonesia sudah waktunya mendapat perhatian serius dari pemangku kebijakan tenis nasional. Harus diakui telah memiliki sarana dan prasarana terbesar telah diuji sebagai terbaik.

SEA Games 2011, ISG 2013 maupun Asian Games 2018 sebagai ajang pembuktian Jakabaring Sport City layak di gunakan sebagai Pusat Tenis Nasional.

So what? Kira2 dengan keberadaan Jakabaring Sport City yang memiliki 18 lapangan tenis terbuka pasca Asian Games 2018 dimanfaatkan oleh Pelti baik daerah maupun pusat untuk memegang julukan Pusat Tenis Nasional. Materi apa lagi yang dibutuhkan memenuhi kriteria sebagai Pusat Tenis Nasional.
Perlu dilengkapi dengan SDM atlet maupun pelatih. Kebutuhan pelatih kualitas nasional harus dulu dibuktikan oleh Sumsel.

Apakah Sumsel telah memiliki petenis potensial ? Kira2 demikian pertanyaannya bagi pembina tenis di Ibukota Jakarta.

Diam2 tanpa disadari salah satu kabupaten di Sumsel telah memiliki program pembinaan tenis yang berjalan sudah cukup lama. Bahkan dukungan pemerintah kabupaten Musi Banyuasin sehingga program tersebut berjalan dengan baik.

Salah satu atlet binaan PPLP Musi Banyuasin, Jonas Pratama ( 16 th) telah berhasil membuka mata pembina tenis di Jakarta. Bahkan sudah ada tawaran datang dari salah satu pelatih nasional untuk pindah ke training camp miliknya. Tetapi masih belum diterima oleh orangtuanya karena ada beberapa kekurangan yang dikuatirkan seperti sekolahnya yang belum bisa dijamin karena di Sekayu sekolahnya masih bisa berjalan bersama tenisnya. Disamping itu oula munculnya binaan PPLP menghasilkan Syahrul Ramadhan yang sudah waktunya berkembang seperti ikuti rekannya Jones Pratama.

Apakah kota Palembang tidak memiliki atletnya?

Ada beberapa klub setia dengan program latihannya. Yaitu ITTEC dan klub Baturaja yang mulai berkembang akhir akhir ini Tetapi ada juga klub lannya sudah non active akibat minimnya petenis binaannya.

ITTEC memunculkan Panji A Susilo yang sudah layak go international. Hanya saja kendala saat ini bagi dirinya adalah ada pilihan lain yaitu soft tennis atau tenis. Begitu pula dengan petenis putri binaannya sudah berjalan secara rutin dalam pembinaan setempat. Bahkan masih banyak lagi yang masih malu malu muncul akibat awalnya minim kegiatan dikota Palembang.
Klub Baturaja muncul Alfith Ridho yang sudah waktunya muncul ketingkat nasional.

Induk organisasi tenis atau Pelti sudah mendatangkan pelatih asing asal Belanda. Apakah pelatih tersebut bisa dimanfaatkan oleh pengda Pelti? Ini pertanyaan muncul dari rekan2 didaerah khususnya luar Jawa. Kesan yang muncul saat ini justru lebih cenderung dimanfaatkan oleh Pelti di Jawa dibandingkan oleh Pelti diluar Jawa.

Alangkah indahnya PP Pelti buat program kedaerah daerah dengan memanfaatkan keberadaan pelatih asing tersebut. Beberapa opsi bisa ditawarkan kepada daerah tersebut. Opsi pertama PP Pelti menanggung seluruh beaya pelatih asing tersebut yi honor, akomodasi dan transportasi dari Jakarta. Opsi kedua honor pelatih ditanggung PP Pelti sedangkan akomodasi dan transportasi ditanggung Daerah.

Sebenarnya pelatih asing itu sudah ditanggung kontraknya oleh Pelti Pusat sehingga tidak perlu lagi dibebankan oleh Daerah.

Yang menjadi masalah adalah Pengda Pelti menyiapkan dana beaya pelaksanaannya.

Pengda Pelti bisa mencari solusi pendanaan tersebut. Dengan cara sponsorship dan juga bisa dibebankan kepada peserta training oleh pelatih asing. Kehadiran pelatih asing kedaerah daerah diluar Jawa sebenarnya sudah pernah dilakukan oleh PP Pelti sebelumnya. Sebaiknya bisa dilakukan oleh PP Pelti saat ini.

Sasarannya bisa untuk pengembangan pelatih daerah maupun atlet daerah. Mulai yang simpel yaitu Workshop didaerah dengan sasaran pelatihnya. Kemudian training camp untuk petenis yuniornya.
Selama berada di Indonesia pelatih asing yang sudah dikontrak dimanfaatkan untuk kegiatan Workshop di Jawa.
Sekarang yang jadi pertanyaan apakah ada kemauan dari Pelti Pusat yang memiliki program pembinaan nasional ? ( penulis August Ferry Raturandang,www.remajatenis.blogspot.com))

PP Pelti Adakan Seleksi Petenis Bulan Ini Untuk Berlaga di SEA Games

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA – Jelang SEA Games 2019, Pengurus Pusat Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PP Pelti) terlebih dulu menggelar seleksi pemain yang diadakan 19 Februari mendatang.

Setelah seleksi, para pemain yang terpilih akan menjalani pemusatan latihan nasional yang berada di kawasan Pejompongan, Jakarta.

“Kami akan panggil 10 petenis putra berdasar peringkat nasional mereka. Sementara untuk putri kami tunggu evaluasi Fed Cup kemarin,” kata Ketua PP Pelti, Rildo Ananda Anwar di Kantor Sekretariat PP Pelti, Senayan, Senin (11/2/2019).

Pelatnas sendiri akan diadakan tiga bulan sebelum SEA Games 2019 terselenggara.

Sementara itu, alasan mengenai pemilihan tempat pelatnas di kawasan Pejompongan, selain karena terdapat mess dari segi penyewaan juga lebih murah jika dibanding Stadion Tennis Indoor, Senayan.

“Saya pilih di sana karena ada penginapannya, ada dua lapangan juga. Kami sewa tapi dengan harga miring,” kata Rildo.

“Saya bisa saja minta terus latihan di GBK. Tapi suatu saat terkadang dipakai untuk pameran atau musik karena PPK GBK dituntut pemasukan. Jadi daripada bolak balik lebih baik dekat penginapan saja,” jelas Rildo.

Pelti saat ini sudah menyodorkan kebutuhan anggarannya kepada Kemenpora sebesar Rp 10 miliar. Jumlah itu untuk mengakomodasi empat kali uji coba di luar negeri.

“Evennya akan kami lihat. Intinya yang memungkinkan meningkatkan rangking petenis kami juga mendapat pengalaman,” ujarnya.

Hal lain mengenai peralatan, Rildo memastikan atlet mendapat dari sponsor ribasi mereka.

“Mereka ini kan adalah pemain yang memiliki sponsor masing-masing. Jadi kalau mengajukan biasa setahun dapat 4 sampai 6 raket,” katanya.(www,tribunnews.com)

Petenis Putri Indonesia Punya Modal Bagus Berlaga SEA Games

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA - Timnas Tenis Indonesia sukses mempertahankan keberadaan mereka di grup 1 Zona Asia Oceania pada kejuaraan Fed Cup 2019 di Astana, Kazakhstan.

Kepastian itu mereka dapatkan setelah mengalahkan Thailand pada babak play off dengan skor 2-1.

Kemenangan atas tim Asia Tenggara itu dinilai Petenis Putri Indonesia, Aldila Sutjiadi juga jadi bekal yang bagus jelang berlaga di SEA Games 2019.

Paspanya, ia sudah mengetahui kriteria petenis Thailand, begitu pun dengan petenis ternamanya yang tidak menutup kemungkinan bisa diturunkan di SEA Games 2019.

“Thailand sebenarnya ada satu pemain yang tidak ikut, yang nomor satunya peringkat 70. Saya sudah tahu permainan dia sih, waku ketemu di Hong Kong tahun lalu. Ya mungkin yang di turuninnya nanti mirip-mirip seperi dia. Tapi kan belum tahu siapa yang diturunkan single atau double,” ujar Aldila di Stadion Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Sebelum berlaga di SEA Games, pemain yang berhasil menyabet medali emas di Asian Games lalu mengatakan ingin berlaga di beberapa kejuaraan internasional dulu.

Ia pun ingin mengasah kemampuannya di nomor single.

“Habis ini kita balik ke individual, jadi ya kita kemungkinan ada pertandingan di Jepang atau Australia,”

“Aku lihat dulu listnya kalau bisa. Maunya single dan double tapi kayaknya aku mau fokus di single dulu, kalau double kan tergantung peringkat juga,” pungkasnya.(www.tribunnews.com)

Peringkat Dunia Yunior Petenis Putri Indonesia

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA.. Priska Madelyn Nugroho asal Jakarta sebagai petenis yunior putri Indonesia dengan peringkat ITF tertinggi hingga saat ini. Pada rilis ranking ITF 28 Januari 2019 , petenis kelahiran 29 Mei 2003 itu berada di peringkat ke 42 Petenis yang turut berjasa menghantarkan tim piala Fed yunior Indonesia menduduki posisi 8 besar dunia itu, mengemas total poin 712.50.

Petenis putri Indonesia dengan ranking ITF yunior tertinggi kedua adalah Janice Tjen di peringkat 163. Dibandingkan dengan pekan sebelumnya, posisi petenis kelahiran 6 Mei 2002 i. Poin yang dikumpulkan oleh Janice sebanyak 293.25.

Urutan berikutnya , nama Fitriani Sabatini asal Jakarta yang menempati ranking 418, posisinya tidak mengalami pergeseran . Fitriani Sabatini , mengantongi total 116 poin dari 7 turnamen yang tercatat.

Disusul kemudian ada petenis asal Semarang, Jawa Tengah, Jessica Christa Wirahadipoernomo di peringkat 777.

Petenis asal Jakarta Fitriana Sabrina menempati peringkat 840. Posisinya anjlok 6 tingkat dari minggu lalu yang berada di ranking ke 834. Dan memiliki poin sejumlah 40 dari 7 turnamen yang diikutinya

Petenis asal Bandung, Samantha Nanere ada diposisi 850 . Total poin yang dikumpulkannya adalah 38.50 yang berasal dari 16 turnamen yang diikutinya

Berikut adalah daftar Ranking Dunia (ITF Junior) petenis putri Indonesia berdasarkan rilis ITF per Senin, 10 Desember 2018:

No Rank Nama Pemain Tgl Lahir Event Points

1. 42 Priska Madelyn Nugroho 29 Mei 2003 30 712.50

2. 163 Janice Tjen 6 Mei 2002 24 293.25
3. 418 Fitriani Sabatini 13 Feb 2001 7 116
4. 777 Jessica Christa Wirahadipoernomo 14 Mei 2003 26 46
5. 840 Fitriana Sabrina 13 Feb 2001 7 40
6. 850 Samantha Nanere 11 Jan 2001 16 38.50
7. 1212 Nadya Aulia 27 Okt 2001 9 18.25
8. 1232 Nur Rosida Mega Hadiati 14 Mei 2002 19 17.75
9. 1303 Niken Ferlyana Kusumaningtyas 26 Mar 2003 12 15.25
10. 1353 Cartika Wisesha Dewi Larasati 24 Mar 2002 16 14
11. 1582 Felicia Halim 12 Mei 2003 14 9.75
12. 1649 Anggi Dwi Hidayati 9 Jan 2003 12 8.50
13. 1942 Raihannisa Raihannisa 19 Sep 2001 7 5.00
14. 2121 Carrolina Martha Sanjaya 8 Agt 2002 12 2.75
15. 2230 Alya Aprilia Salsaabila 9 Apr 2002 1 2.00
16. 2542 Aurellia Azzahra Putri 25 Des 2003 6 0.75

17. 2542 Aulia Risma Widyaningsih 4 Jan 2002 4 0.75


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media