TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ... ...SELAMAT TAHUN BARU 1 JANUARI 2018...... .....REMAJATENIS BANTUL TGL 9-11 FEBRUARI 208 DI BANTUL, D.I.Y,................REMAJATENIS JAKARTA-69 TGL 16-18 FEBRUARI 2018 2018...........REMAJATENIS SULSEL TGL 23-25 FEBRUARI 2018........ ....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Piala Fed 2018: Beatrice Gumulya Dkk Naik Kelas

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA – Raut muka bahagia terpancar dari wajah Beatrice Gumulya, Aldila Sutjiadi dan Deria Nur Haliza ketika menjejakkan kaki kembali di Tanah Air setelah berhasil membawa tim Merah Putih meraih tiket promosi Piala Fed Grup II Zona Asia Oseania di Kota Isa, Bahrain.

Senyum pun terus mengembang dari bibir Ketua Umum PP Pelti, Rildo Ananda Anwar dan segenap pengurus yang menyambut kedatangan mereka di Bandar Udara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Minggu (10/2).

“Beatrice Gumulya dan kawan-kawan membuktikan bahwa dengan semangat juang yang tinggi mereka mampu meraih kemenangan meskipun di atas kertas petenis Uzbekistan memiliki peringkat yang jauh lebih baik,” ungkap Rildo.

Indonesia sukses mengemas tiket promosi ke Grup I musim depan setelah mendepak unggulan utama, Uzbekistan 3-0 pada babak play off promosi, Sabtu (9/2). Tunggal kedua, Aldila Sutjiadi menjadi pembuka kegemilangan regu putri Merah Putih.

Petenis non-peringkat itu menang straight set atas Akgul Amanmuradova (322) 6-2 6-2. Beatrice memastikan kemenangan setelah membungkam peringkat tunggal putri ke-194 dunia, Sabina Sharipova 4-6 7-5 7-5.

“Kami sempat kaget karena harus menghadapi Uzbekistan sebagai juara Pool A sesuai undian baru yang dilakukan ITF. Padahal pada undian sebelumnya, sebagai juara Pool D, seharusnya kami bertemu dengan Singapura yang merupakan juara Pool B. Apalagi, tahun lalu langkah kami juga terhenti di tangan mereka,” tutur Bea.

“Namun, tim pelatih memberikan motivasi dan menyiapkan strategi sehingga kami pun yakin mampu mengalahkan mereka yang di atas kertas memang jauh lebih kuat,” katanya lagi.

Indonesia terakhir kali bertengger di Grup I Asia/Oseania pada ajang perebutan lambang supremasi tenis beregu putri dunia ini empat tahun silam, 2014.

Selain Beatrice Gumulya dan kawan-kawan, tiket promosi juga menjadi milik tim Pasifik Oseania. Musim kompetisi tahun depan, kedua regu akan menggantikan posisi Hong Kong dan Taiwan yang terdregradasi dari Grup I.

“Tantangan tentunya makin berat. Untuk itu, tim pelatih akan menyusun program bagi mereka untuk berlatih dan bertanding di luar negeri,” papar Rildo.

Salah satu anggota tim Piala Fed Indonesia, Jessy Rompies tidak pulang bersama rombongan. Petenis spesialis ganda itu melanjutkan kiprahnya di panggung elite, turnamen Qatar Total Open di Doha.

Echi berpasangan dengan Fatma Al Nabhani (Oman) mendapatkan fasilitas wild card untuk berlaga di turnamen level Premier 5 WTA World Tour, 12-18 Februari.(tribunnews.com)

Petenis Tuan Rumah Bawa Hasil di Bantul

REMAJA-TENIS.COM, BANTUL. Telah berakhir dengan sukses kejurnas RemajaTenis Bantul yang diselenggarakan di lapangan tenis Sultan Agung Bantul. Tuan rumah terwakili dengan keluar sebagai juara tunggal putri 12 tahun setelah Nasywaa Rihadatul Aisy berhasil kalahkan rekannya sendiri Talitha Ayudya Ryza Dewati 8-3. Sayang rekannya yang lain hanya sampai babak final yaitu Latifa Sih Maharani dikalahkan Zoleh Nurin Nabila Wahyu Agustin asal Cilegon Banten 63 67(5) 1-10.

Petenis Sleman Hanief Arazi keluar sebagai juara 10 tahun putra setelah kalahkab Rasyel Trianda Kusuma 8-3. Petenis Blora berhasil keluar sebagai juara adalah Adyba Ardelia B dikelompok 10 tahun putri setelah kalahkan Steffi Inteniakova asal Banyumas 5-3 ret.

Petenis Gn Kidul R.Pijar Prawira berhasil gondol juara tunggal 12 tahun putra setelah difinal kalahkan Dzakiyy Atila Fijabdara 8-2.
Petenis DIY, M.Rizky Varrellito berhasil kalahkan M. Akbar Aidil Fitri asal Kudus dufinak tunggal 14 th outra 46 54 ret.
Reza Fahlevi asal Kudus berhasil gondol juara tunggal 16 th putra setekah kalahkan M.Aldi Zakaria asal Kudus 62 62.

Ketua Pengcab Pelti Bantul turut hadir dan memberikan piala dan sertifikat kepemenang. ” Kani sambut baik keberadaan RemajaTenis di Bantul sehingga bisa bantu angkat pertenisan Bantul dan DIY.” ujar Drs. Nur Cahyo selaku ketua Pengcab Pelti Bantul. August Ferry Raturandang selaku promotor AFR RemajaTenis sudah siapkan rencana prmberdayaan tenis Bantul dalam tahun 2018. ” Kami siap buat agenda kegiatan lebih banyak di Bantul.” ujar August Ferry Raturandang

110 Petenis Ikut RemajaTenis di Bantul

REMAJA-TENIS.COM, BANTUL. Seratus sepuluh petenis yunior ikut berlaga diajang Kejurnas RemajaTenis Bantul yang berlangsung di lapangan tenis Sultan Agung Bantul DIY pada 9-11 Februari 2018. Peserta berasal dari berbagai daerah seperti dari Mataram (NTB), Banjarmasin (Kalsel), Pangkal Pinang( Babel), Lahat (Sumsel), Tulungagung(Jatim), Semarang, Kudus, Kebumen, Magelang, Pati, Purwodadi, Boyolali, Wonogiri, Blora,. Sedangkan wakil DIY datang dari Jogja,Bantul, Kulon Progo, Sleman, Gunung Kidul Karang Anyar.

Klub tenis Sukun Kudus dibawah pelatih Terry Soegiyati bertekad membawa 12 atlet binaannya untuk bisa berprestasi. Hal yang sama dikenukakan pelatih asal Blora, Anto juga bertekad agar atlet binaan asal Blora bisa berprestasi diajang ini. Hal yang sama dikemukakan oleh pelatih asal Bantul lainnya.

Hari Yuliarto dari Pengda Pelti DIY sangat mendukung keberadaan kejurnas RemajaTenis di Bantul ini. ” Kami harapkan daerah kami dijadwalkan kejurnas RemajaTenis secara rutin sehingga potensi petenis DIY bisa ikut berkembang dengan baik.” ujar Hari Yuliarto.
” Lapangan tenis Sultan Agung memiliki fasiltas 6 lapangan tenis outdoor yang memadai sehingga seharusnya bisa dimanfaatkan oleh Pelti menjadi pusat kegiatan tenis kedepan. Saya lihat PP Pelti saat ini berkeinginan memajukan tenis Indonesia. Sehingga saya juga ikut terpacu memajukan tenis Indonesia.” ujar August Ferry Raturandang selaku promotor RemajaTenis yang sudah menyelenggarakan kejurnas RemajaTenis di 22 provinsi di Indonesia.

Petenis Jogja M.Hanif Arazi unggulan 2 berhasil menang telak dari petenis asal NTB Elgio Nelwan 8-0 dikelompok 10 tahun putra. Sedangkan petenis Babel, M.Faiz Hibibi Rizki lolos ke babak kedua kelompok 10 tahun dari Muh Haidar Firmansyah (DIY) 8-3. Petenis asal Kalsel, M.Alfaradu Sumirat dikalahkan petenis DIY, Rasyel Trianda Kusuma 4-8 .Kelompok 12 tahun putra, unggulan 2 asal Karang Anyar Dzakiyi Atila Fuandara berhasil lols dari hadabgan Muh Raihan Hafidz (Bantul) 1-8. Unggulan 1 asal Gn Kidul R.Pijar Prawira lols dari hadangan Ridhan DhaSMESTA pUDIYANTO ASAL sEMARANG 8-0. dIEGO aRMANDO jp ASAL kLUB sUKUN BERHASIL MENUMBANGKAN UNGGULAN 3 ASAL wONOGIRI, tRI cAHYO wIJANARKO 8-2. m. rIZKI sIH nABA LOLOS DARI HADANGAN aLFON cAHYA mOHAMAD 1-6 RET.

Kekalahan Atas Filipina Bagian Dari Proses Pembinaan

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Meski dikalahkan Filipina 1-4 dalam ajang Piala Davis Grup II Asia-Oceania di Stadion Tenis Terbuka Gelora Bung Karno Senayan Jakarta tak membuat Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP.PELTI) patah arang.
PP.Pelti justru meminta kepada seluruh pemain menjadikan kekalahan ini sebagai cambuk untuk menata masa depan lebih baik. Kekalahan atas Filipina merupakan bagian dari proses pembinaan.

Ketua Umum PP Pelti Rildo Ananda Anwar pun mengapresiasi kerja keras pemain meski hasilnya belum memihak pada tuan rumah. Dia menilai lawan yang dihadapi David Agung dan kawan-kawan memang punya pengalaman dan jam terbang yang lebih baik.
”Program PP Pelti yang baru ini tinggal pelaksanaannya saja. Inilah program kami (mengirim pemain ke luar negeri) dan dalam dua atau tiga tahun akan lihat hasilnya. Soalnya pemain ada yang 17 tahun, 18 tahun, kalau mereka sering dikirim ke luar negeri, bertanding dan mendapat tekanan-tekanan, mereka akan merasakannya dan punya kepercayaan diri yang lebih tinggi,” kata Rildo.

Sementara, Mantan petenis Indonesia Wynne Prakusya yang kini menjabat Humas PP Pelti mengatakan, Indonesia memang butuh generasi baru agar tak mengandalkan Christopher Rungkat semata. Karena itu, pemain muda dipanggil memperkuat tim Piala Davis. ”Inilah waktu yang tepat untuk memberi kesempatan kepada pemain muda. Dalam dua atau tiga tahun lagi, mereka mulai matang. Mereka akan punya banyak pengalaman,” terang Wynne.

Adapun David Agung yang takluk atas Alberto Lim di partai keempat tunggal, Wynne menyebut kekalahan itu bukan karena tenaganya sudah habis setelah bermain di partai ketiga ganda sebelumnya. Perempuan kelahiran Solo, 26 April 1981 ini menyebut emosi David masih terbawa dalam permainan partai ketiga saat berpasangan dengan Justin.

Dalam tiga tahun terakhir, tim tenis Indonesia belum pernah memenangi babak pertama Davis Cup Grup II Zona Asia/Oceania. Catatan terbaik selalu bertahan di Grup II melalui babak play-off. Pada 2016, Indonesia disingkirkan Vietnam, 2-3 di first round, lalu menang melalui babak kualifikasi kontra Sri Lanka dengan skor sempurna, 5-0. Tahun lalu, Indonesia juga ditekuk Filipina, 1-4 di babak pertama, selanjutnya sukses di babak play-off menghadapi Kuwait (4-1).

Pada 2018, pasukan Merah Putih kembali menelan pil pahit usai ditundukkan Filipina di depan pendukung sendiri. Bermain di Lapangan Tenis Terbuka Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Sabtu-Minggu (3-4/2), David Agung Susanto dan kawan-kawan harus tunduk dengan skor identik dengan tahun lalu, 1-4. Kini, Stadion Tenis GBK juga tak lagi angker bagi lawan.

Padahal dulu saat tenis Indonesia mencapai masa keemasan, calon lawan sudah takut lebih dulu ketika akan bertandang ke stadion tenis bersejarah tersebut. Pada Piala Davis kali ini, tuan rumah hanya sekali menang di partai kedua hari pertama lewat David Agung Susanto yang menundukkan Jeson Patrombon, 6-2, 7-5.(tribunolahraga.com)

Kejurnas Tenis Remaja Kembali Sambangi Bantul

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA.Setelah sekian lama vakum, Kejurnas Tenis Remaja tahun ini kembali digelar di Lapangan Tenis Sultan Agung Bantul DIY. Kejurnas Tenis Remaja yang dipromotori tokoh ”gila” tenis, August Ferry Raturandang melalui bendera AFR Manajemen itu berlangsung 9-11 Februari.

Promotor Remaja Tenis August Ferry Raturandang yang juga penggagas kegiatan Remaja Tenis di Indonesia dalam siaran pers yang diterima TribunOlahraga.com, Selasa, (6/2), hingga saat ini sudah 90 petenis yang mendaftar.

Bahkan Ferry memperkirakan jumlah peserta akan membludak karena sudah lama Bantul tidak menggelar Kejurnas Tenis Remaja ini.
” Kami sudah absen cukup lama di Bantul, sudah saatnya kembali digelar di Bantul yang memilik fasilitas lapangan tenis yang memadai.” kata Ferry Raturandang.

Ferry juga menambahkan kejurnas ini untuk peningkatan prestasi atlet yunior yang sangat haus akan turnamen khususnya atlet tuan rumah.

” Kami bangga melihat tingginya minat atlet tuan rumah ikut serta dalam even ini. Karena ini kesempatan bagi mereka uji nyali setelah cukup lama berlatih.” ujarnya

Kejurnas RemajaTenis ini mempertandingkan kelompok umur 10tahun, 12 tahun, 14 tahun, 16 tahun dan 18 tahun. Pelaksanasn Kejurnas Remaja Tenis ini berkat kerjasama dengan Pengcab Pelti Kabupaten Bantul.

Remaja Tenis sejak diperkenalkan tahun 2009 sampai saat ini telah mencapai 22 Provinsi di Indonesia yaitu Sumut, Sumbar,Riau,Jambi,Sumsel,Lampung,Babel,Kalbar,Kalteng,Kalsel,Kaltim,Sulut,Sulteng,Sulsel,Papua,NTB,Jatim,Jateng, DIY,Jabar,Banten dan DKI Jakarta.
Kejurnas Remaja Tenis termasuk dalam kalender PP Pelti ( tribunolahraga.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media