TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... .KEJURNAS AFR REMAJATENIS JAKARTA-58 TGL 16-18 DESEMBER 2016 ...JUARA KEJURNAS AFR REMAJATENIS SUMSEL-XVI ADALAH JACKQUILYNN ZAVIO AUDREY YOZA ASAL MUBA(10 PA), ALIFIANA ARIFATUSSARIA ASAL MUBA( 10 PI), M.PAUZAN ASAL BATANGHARI JAMBI( 12 PA), NURIN NABILA WAHYU AGUSTIN ASAL BATANGHARI JAMBI( 12 PI), PANJI ANESTESIAWAN SUSILO ASAL PALEMBANG( 14 PA), YASMINE KAYLA JUDITHA ASAL PALEMBANG( 14 PI), JONES PRATAMA ASAL MUBA (16 PA), DHIMAS RIZKI PRATAMA ASAL MUBA( 18 PA), ALYA AMALIA ASAL MUBA( 18 PI).......... ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Combiphar Tennis Open 2016: David Melaju, Christopher Rungkat Kandas


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA - Petenis tuan rumah, David Agung Susanto (25) sukses melangkah ke babak kedua turnamen Indonesia F5 Men’s Futures berlabel Combiphar Tennis Open 2016.
Peringkat 743 dunia itu mengalahkan wakil Jepang, Issei Okamura (641) di babak pertama kejuaraan berhadiah total 30.000 dollar AS atau sekitar Rp 400 juta yang berlangsung di lapangan tenis Hotel Sultan Jakarta, Rabu (7/12). David unggul straight set, 6-1 6-4.

“Belajar dari kekalahan di babak pertama seri pembuka minggu lalu, saya berusaha bermain lebih sabar dari garis belakang. Hal itu berhasil memaksa lawan untuk membuat kesalahan sendiri,” ucap David seusai pertarungan dalam tempo satu jam 15 menit.
Di set kedua, taktik pemain nomor dua Indonesia itu menemui jalan buntu, justru setelah memimpin 4-1.

“Lawan mulai menemukan ritme permainan, untungnya saya sudah unggul cukup jauh. Saya yakin bisa memenangi partai pembuka ini meski harus susah payah menutup set kedua,” lanjutnya.

Kemenangan itu mengantarkan David menyusul jejak petenis muda Justin Barki yang telah lolos ke babak kedua menantang seeded teratas asal Korea Selatan, Cheong Eui Kim (355), Kamis (8/12).

Sementara David akan menjajal ketangguhan unggulan kelima dari Perancis, Enzo Couacaud (527) yang menjadi runner-up seri pertama.
“Saya coba yang terbaik, selalu ada peluang sekecil apapun untuk memenangi pertandingan. Saya akan memanfaatkan peluang tersebut,” tekad David.

Sayangnya, kubu tuan rumah harus kehilangan petenis andalannya. Unggulan ketiga, Christopher Rungkat (26) tersingkir dari persaingan kejuaraan dalam kalender Federasi Tenis Internasional (ITF) Pro Circuit ini. Peringkat 450 dunia itu kalah rubber set dari non unggulan asal Belgia, Julien Cagnina (593), 6-4 3-6 2-6.

Tampil dominan di set pembuka, Christo mengalami kesulitan di set berikutnya. Sebaliknya, sang lawan yang pernah bercokol di posisi 255 dunia makin menemukan ritme permainan terbaiknya.

“Set pertama saya bisa mendominasi, namun di set kedua lawan mulai tune in dengan lapangan pertandingan. Pada set penentuan, sebenarnya permainan berlangsung ketat di setiap gamenya namun saya hilang fokus di angka-angka akhir,” ucap Christo usai laga berdurasi satu jam 29 menit.

Menurut petenis kelahiran 14 Januari 1990 ini, dirinya juga masih terganggu dengan cidera rotator bahu kanan yang memaksanya mundur sebelum melakoni babak perdana di seri pertama turnamen ini pekan lalu.

Hal itu membuatnya kesulitan menjadikan service sebagai senjata andalannya. Sedangkan Cagnina, merujuk data pertandingan, mampu melesakkan 14 aces dalam partai itu.

“Agak susah menang di lapangan berkarakter cepat seperti di Hotel Sultan ini bila tidak bisa memanfaatkan service pertama secara maksimal,” tutur Christo.

“Tapi secara keseluruhan saya cukup puas dengan penampilan hari ini. Kalaupun hasilnya mengecewakan tak mengapa karena saya kalah dari lawan yang memang lebih baik. Semoga minggu depan saya bisa lebih beradaptasi dengan lapangan,” lanjutnya.
Gagal di tunggal, Christo masih melaju di sektor ganda berpasangan dengan petenis junior, Justin Barki. Duet non unggulan itu bakal menghadapi Thien Nguyen Hoang (Vietnam) dan Anthony Susanto yang menang atas ganda India, Rishab Agarwal/Sidharth Rawat 6-3 6-2 di babak perempat final.

Pasangan tuan rumah, Aditya Hari Sasongko dan Sunu Wahyu Trijati juga melaju ke babak delapan besar. Anggota skuad Piala Davis Indonesia itu menang atas ganda Jepang, Yusuke Takahashi/Renta Tokuda 6-3 6-4.
Keduanya babak berhadapan dengan unggulan teratas, Yunseong Chung (Korsel) dan Shintaro Imai (Jepang) yang memenangi gelar juara ganda seri pertama.(tribunnews.com)

Berbenah Lewat Rakernas


REMAJA-TENIS.COM. Rapat Kerja Persatuan Tenis seluruh Indonesia atau dikenal dengan Rakernas PELTI 2016 merupakan langkah tepat yang harus diapresiasikan. Walaupun sempat lalai tidak dilaksanakan amanat Musyawarah Nasional PELTI 2012 lalu yang sudah merupakan kewajiban Pelti laksanakan setiap tahunnya.

Sejak terbentuknya kepengurusan PP Pelti 2012-2017 sempat dilaksanakan Rakernas ditahun 2013 dan 2014 tetapi tahun 2015 tidak dilaksanakan dengan alasan yang tidak sesuai dengan amanat MUNAS yaitu Rakernas bukan prioritas PP Pelti periode 2012-2017 ini. Yang jadi prioritas saat itu adalah pelaksanaaan Pra-PON di Tarakan Kalimantan Utara pada tahun 2015 lalu, sebagai pemgalihan alasan utama minimnya dana yang dimiliki saat itu.
Jika Pra PON merupakan hal lebih penting dibandingkan Rakernas artinya pertenisan Indonesia akan alami masa suram kedepannya.

Rakernas itu mengevaluasi seluruh Pokok Pokok Program Kerja Pelti yang sudah dijalankan dan program tahun depannya yang harus didiskusikan bersama sebagai bentuk pertanggung jawaban PP Pelti kepada pemilik suara yaitu Pengurus Daerah Pelti yang tersebar di 34 Provinsi di Indonesia.

Akhirnya PP Pelti berhasil selenggarakan Rakernas Pelti tahun 2016 dikota Surabaya. Tepatnya tanggal 2 Desember 2016, diasumsikan dapat meningkatkan mutu pertenisan di Indonesia kedepan. Kejanggalan muncul karena tuan rumah Pengda Pelti Jawa Timur disaat yang bersamaan juga menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dihadiri seluruh Pengcab Pelti se Jawa Timur dikota Malang.

Tetapi melihat agenda yang hanya sehari tetapi secara keseluruhan hanya 4-5 jam, apakah bisa menghasilkan yang optimal Karena kompleksnya permasalahan yang muncul. Timbul kesan diawal pelaksanaan adalah hanya ingin mendapatkan dukungan (terlambat) masalah protes atau tuntutan secara hukum PELTI terhadap penggusuran 12 lapangan gravel yang dibongkar menjadi lapangan baseball. Dan juga kesan lainnya adalah telah menjalankan kewajban sesuai amanat Munas 2012 saja.

Kebijakan Rakernas miskin waktu yang diberikan dan tanpa ruang untuk berdiskusi dalam komisi komisi sehingga bisa memilah milah permasalahan yang cukup kompleks baik masalah program kerja maupun program organisasi, maka akan sulit didapatkan hasil maksimal.

Untuk pertama kali tidak lengkapnya Pengurus Harian di Rakernas 2016 ini sudah menunjukkan ketidak seriusan petinggi Pelti terhadap Rakernas 2016. Kemungkinan akibat masa berlaku kerja PP Pelti hanya menunggu selesai diakhir tahun 2017. Bisa dibayangkan ketua-ketua Bidang tidak hadir, walaupun diwakili.
Aneh tapi nyata tanpa kehadiran Ketua Ketua Bidang dan juga kehadiran peserta Rakernas 2016 sekitar 21 Pengda menunjukan ketidak pedulian lagi terhadap kinerja PP Pelti yang dimata Pengda sudah pasrah sambil menunggu Musyawarah Nsional Pelti diakhir tahun 2017.

Optimisme masih ada ditingkat petinggi Pelti yang masih aktip menghadapi tahun 2017 diakhir kepengurusan sebagai bentuk pertanggung jawabannya terhadap pemilik suara dalam Musyawarah Nasional Pelti 2017 dikota Banjarmasin Kalimantan Selatan (penulis August Ferry Raturandang)

Combiphar Tennis Open 2016: Bintang Terang Justin Barki


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA – Petenis muda tuan rumah, Justin Barki (16) berhasil melewati babak pertama Indonesia F4 ITF Men’s Future berlabel Combiphar Tennis Open 2016.
Di atas lapangan tenis Hotel Sultan Jakarta, Selasa (6/12), Justin memenangi duel sesama penerima fasilitas wild card turnamen berhadiah total 30.000 dollar AS atau sekitar Rp 400 juta ini.
Justin unggul straight set atas wakil Vietnam, Thien Nguyen Hoang, 6-2 6-4 dalam laga berdurasi satu jam 11 menit. Peringkat 1769 dunia itu menguasai pertandingan dengan hunjaman service nan keras dan terarah, enam diantaranya menghasilkan aces.

“Saya sebetulnya tidak berpikir bisa tampil di seri kedua ini, karena minggu lalu saya harus mundur dari turnamen karena pilek berat dan demam,” tutur petenis kidal itu, usai laga.
Di babak kedua, Justin akan menunggu pemenang duel antar wakil Korea Selatan, Cheong Eui Kim (355) yang merupakan unggulan teratas dan Yunseong Chung (594).

“Saya tak peduli siapa lawannya. Saya tak berpikir apapun tentang lawan, namun fokus pada penampilan saya sendiri,” tekadnya.
Tak hanya di tunggal, Justin juga melaju di sektor ganda. Berduet dengan bintang tenis Indonesia, Christopher Rungkat, pasangan non unggulan itu membuat kejutan dengan menumbangkan seeded kedua, Francis Casey Alcantara (Filipina) dan David Agung Susanto. Justin/Christo menang super tie break, 7-6(10) 4-6 (12-10).(tribunnews.com)

Hasil Selasa (6/12)
Babak Pertama
Tunggal
Justin Barki v Thien Nguyen Hoang (Vietnam) 6-2 6-4
Viktor Filipenko (Hungaria) v Daisuke Sumizawa (Jepang) 6-3 6-3
4-Yusuke Takahashi (Jepang) v Karol Drzewiecki (Polandia) 7-5 6-4
Kelsey Stevenson (Kanada) v Aditya Hari Sasongko 5-7 6-3 6-3
8-Kento Takeuchi (Jepang) v Rishab Agarwal (India) 3-6 7-6(4) 6-2
Renta Tokuda (Jepang) v Jui-Chen Hung (Taipei) 6-4 6-2
2-Makoto Ochi (Jepang) v Chenze Lyu (China) 7-6(3) 6-1
Ganda
1-Yunseong Chung (Korsel)/Shintaro Imai (Jepang) v Kazuma Kawachi/Masato Shiga (Jepang) 7-5 6-3
Roy Hobbs (Singapura)/Cheong-Eui Kim (Korsel) v Cing-Yang Meng (Taipei)/Jack Wong (Hong Kong) 6-3 3-6 (12-10)
3-Issei Okamura/Kento Takeuchi (Jepang) v Iswandaru Kusumo Putro/Wisnu Adi Nugroho 6-3 6-4
Justin Barki/Christopher Rungkat v 2- Francis Casey Alcantara (Filipina)/David Agung Susanto 7-6(10) 4-6 (10-8)

Jadwal Rabu (7/12)
Babak Pertama
Tunggal
1-Cheong Eui Kim (Korsel) v Yunseong Chung (Korsel)
Imai Shintaro (Jepang) v 6-Masato Shiga (Jepang)
Jake Delaney (Australia) v Lingxi Zhao (China)
5-Enzo Couacaud (Perancis) v Sidharth Rawat (India)
David Agung Susanto v Issei Okamura (Jepang)
Julien Cagnina (Belgia) v Christopher Rungkat
7-Sasi Kumar Mukund (India) v Chan Yeong Oh (Korsel)
Francis Alcantara(Filipina) v Wei De Lin (Taipei)
Cing Yang Meng (Taipei) v Rio Noguchi (Jepang)
Ganda
Yusuke Takahashi/Renta Tokuda (Jepang) v Aditya Hari Sasongko/Sunu Wahyu Trijati
4-Jui Chen Hung/Wei De Lin (Taipei) v Makoto Ochi/Daisuke Sumizawa (Jepang)
Jake Delaney (Australia)/Chan Yeong Oh (Korsel) v Karol Drzewiecki (Polandia)/Sasi Kumar Mukund (India)
Rishab Agarwal/Sidharth Rawat (India) v Thien Nguyen Hoang (Vietnam)/Anthony Susanto

Anggap Bonus Tak Sesuai Janji, Atlet Protes


REMAJA-TENIS.COM,JAYAPURA. – Seratusan atlet dan pelatih asal Papua yang mengikuti ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat mempertanyakan besaran bonus yang tidak sesuai dengan perjanjian kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua di Halaman Kantor Gubernur, Jayapura pada Senin (5/12/2016).

Mereka menggelar aksinya dengan membawa medali yang diraih di ajang PON Jawa Barat lalu serta spanduk-spanduk berisi tuntutan kepada Pemprov Papua.

Alberth Isage salah satu atlet PON cabang olahraga dayung, di Jayapura, Senin, mengatakan pihaknya menggelar aksi protes tersebut untuk menagih janji Ketua Umum KONI Papua yang akan memberikan bonus untuk atlet peraih medali emas perorangan Rp600 juta, perak Rp400 juta dan perunggu Rp200 juta.

“Sementara pembayaran bonus untuk beregu, pemberian bonusnya per kepala sebesar Rp400 juta per orang, perak beregu Rp200 juta dan perunggu Rp100 juta,” katanya.

Menurut Alberth, cabang perahu dayung yang diperkuat 12 atlet dan berhasil mempersembahkan satu medali emas nomor beregu seharusnya mendapat bonus Rp400 juta per orang. “Pemberian bonus untuk perorangan dan beregu sudah berubah, tidak sesuai dengan janji kepada kami,” ujarnya seperti dikutip ANTARA.

Dia menjelaskan, pihaknya meminta kepada Ketua Umum KONI Papua agar memberikan bonus sesuai dengan janji, karena atlet Bumi Cenderawasih membawa nama baik Provinsi Papua. “Gubernur pernah memberikan janji di Sasana Krida, tetapi karena usulan terlalu banyak akhirnya diubah sebelum bertanding di PON Jawa Barat,” katanya lagi.(kompas.com)

Turnamen Tenis Bank Aceh Open 2016, Petenis Aditya dan Arief Bertemu di Final


REMAJA-TENIS.COM, BANDA ACEH - Petenis nasional, Aditya Hari Sasongko berjumpa dengan Arief Rahman melaju ke partai final Turnamen Tenis Bank Aceh Open 2016.
Keberhasilan mereka setelah menyingkirkan pesaingnya dalam duel semifinal di lapangan tenis Jasdam IM, Neusu, Banda Aceh, Sabtu (3/12/2016).

Partai final tunggal putra akan digelar, Minggu (4/12/2016) pukul 09.00 WIB dan dilanjutkan ganda putra. Arief Rahman dari Kalimantan Timur tak mudah merebut tiket ke babak final.

Meski berstatus petenis peringkat 4 nasional harus mengerahkan semua kekuatan yang ada. Karena Tio Juliandi dari Jawa Barat juga berambisi untuk merebut tiket final.

Apalagi, Tio yang berstatus petenis peringkat 7 nasional bekerja keras untuk menang. Duel sengit dan melelahkan ini berakhir dengan kemenangan Arief Rahman di set pertama, 6-4.

Kekalahan ini membuat Tio mulai mengincar kemenangan di set kedua. Sayangnya laju Arief tak terbendung hingga menang dengan skor skor, 7-5.

Sedangkan Aditya Hari Sasongko dari Yogyakarta tanpa beban menghancurkan ambisi Ekky Hamzah dalam perebutan tiket final.
Aditya yang memegang peringkat 5 nasional mengakhiri perlawanan Ekky (Jakarta) pada set pertama dengan skor 6-0.
Upaya Ekky Hamzah untuk bangkit tak berhasil. Petenis peringkat 22 nasional ini masih kewalahan menyaingi Aditya.
Hasilnya set kedua menjadi milik Aditya dengan skor 6-3.

Untuk ganda putra, pasangan Aditya Hari Sasongko/Irfandi Hendrawan akan melawan Arief Rahman/Hendrawan Susanto di final.
Tiket final diraih Aditya/Irfandi dengan acara yang tak mudah saat melawan pasangan Indra Adiguna Utama/Panji Untung.
Karena perlawanan yang diberikan Indra/Panji berhasil membungkam Aditya/Irfandi di set pertama, 7-5.
Tapi kubu Aditya/Irfandi mampu bangkit dengan menaklukkan lawannya lewat skor 6-1. Hanya saja, perebutan set ketiga dimenangkan Aditya/Irafndi (10-4).

Tiket lolos ke final juga diraih dengan mudah oleh pasangan Arief Rahman/Hendrawan Susanto yang mengalahkan Ekky Hamzah/Tio Juliandi.
Perlawanan di set pertama berhasil dimenangkan Arief/Hendrawan, 6-4. Upaya pasangan Ekky/Tio untuk membalas di set kedua tak berhasil. Karena mereka harus menyerah kepada lawannya dengan skor ketat, 6-7.(tribunews.com)

Jadwal final tenis:
-Arief Rahman vs Aditya Hari Sasongko
-Aditya Hari Sasongko/Irfandi Hendrawan vs Arief Rahman/Hendrawan Susanto


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media