TERBIT 1 FEBRUARI 2012......SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1435 H. MOHOM MAAF LAHIR BATHIN....JUARA REMAJATENIS SULSEL 2014 DI MAKASSAR ADALAH FIRNAS MUTTAQIN ASAL BERAU KALTIM (KU 10 PA), MFARHAN SIDDIK ABDILLAH ASAL BERAU KALTIM (KU 12 PA), WIDIA MUTIARA SARI ASAL BERAU KALTIM (KU 12 PI) ), DYVAC AKBAR FIQBILLAH ASAL BULUNGAN KALIMANTAN UTARA (KU 14 PA), RINI PUSPITASARI ASAL SINJAI SULSEL (KU 14 PI), ANDI MUH SHOLEH YUSUF ASAL KENDARI SULTARA (KU 16 PA), MUH RESKY JABIR ASAL MAKASSAR SULSEL (KU 18 PA), INDAH PERMATASARI ASAL SINJAI SULSEL (KU 18 PI) ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0812 8402 4970........................ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0812 8402 4970...............TURNAMEN NAS REMAJATENIS SUMSEL-2 TGL 5-7 SEPT DI SEKAYU MUBA.................... .. .......TURNAMEN NASIONAL REMAJA BANK PAPUA TGL 12 - 14 SEPT 2014 DI JAYAPURA...

Seteah 56 tahun, Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games lagi


REMAJA-TENIS.Com,JAKARTA – Terakhir kali Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games IV tahun 1962 di Senayan Jakarta. Oleh Komite Olimpiade Asia (Olympic Committee of Asia/OCA) DKI Jakarta ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games 2018 dalam pertemuan di Kuwait, Jumat. Ikut hadir mendampingi Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo adalah perwakilan Menpora Prof. Faisal Abdulah, Gubernur Sumatra selatan Alex Nurdin, Ketua Umum KONI Sumsel Muddai Madang dan Depputi Gubernur DKI mewakili Plt Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama.

Sedangkan Sumatera Selatan, yang sebelumnya juga menyatakan kesiapan menggelar perhelatan itu, akan menjadi kota pendukung.

“Selain karena ibu kota, hasil survei tim OCA menyatakan infrastruktur Jakarta sangat mendukung penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta. Selain sarana dan prasarana, aspek lainnya adalah akomodasi dan transportasi yang lengkap,” kata Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Rita Subowo.
Ia menuturkan, beberapa pihak dari kalangan swasta juga telah menyatakan kesiapannya menyambut hajatan olahraga empat tahunan itu.

” Kami mendapat dukungan dari pihak swasta, seperti Djarum, Pak Ciputra dan Pak Murdaya Po. Pak Ciputra memberikan tempatnya di kawasan Kuningan untuk gala pembukaan dan acara ekshibisi Asian Games.” katanya.

Rita yang baru saja kembali dari Kuwait dalam pertemuan dengan Presiden OCA Sheik Fahad Al-Sabah memang sengaja terbang ke negeri minyak tersebut untuk mengajukan diri dan menyatakan kesiapan Indonesia untuk menjadi tuan rumah Asian Games 2018.

Dalam waktu dekat, 3 Agustus mendatang, delegasi OCA rencananya akan menyambangi Jakarta untuk melihat lebih jauh infrastruktur yang akan digunakan dalam Asian Games.

Mereka juga akan meninjau Palembang yang dinilai memiliki fasilitas olahraga yang lengkap sebagai kota pendukung.

“Kami melihat kolam renang dan arena ski air sangat layak untuk menggelar Asian Games. Selain itu, Jakarta sendiri harus memiliki velodrome berstandar internasional,” tutur Rita.

Dikatakan Rita, peninjauan awal itu penting karena menjadi tuan rumah Asian Games, turnamen yang sekelas dengan olimpiade, tidaklah mudah.

“Itulah kenapa Jakarta ditetapkan sebagai kota untuk main event dan Sumatera Selatan sebagai pendukung,” katanya.

Rita mengatakan pada Asian Games 2018 akan mempertandingkan 33 cabang olahraga, dengan rincian 28 cabor olimpiade dan lima cabor tradisional yang ada di kawasan Asia.

“OCA juga memiliki hak untuk mengusulkan satu cabang olahraga ke Asian Games nantinya,” ujarnya.

Indonesia resmi diputuskan menjadi tuan rumah Asian Games 2018 setelah Vietnam mundur. Jadwal yang semula dijadwalkan 2019 dimajukan menjadi 2018 karena bersamaan dengan penyelenggaraan pemilu presiden di Indonesia.

“Kami mengajukan diri menjadi tuan rumah karena didukung penuh oleh Presiden, Menpora, dan Menko Kesra,” ungkapnya.

Atlet Indonesia Harus Tetap Sekolah


REMAJA-TENIS.Com,JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo, mengimbau para atlet Indonesia untuk mengenyam pendidikan formal. Menurut Roy, kehidupan para atlet akan lebih baik ketika mereka pensiun dari dunia olahraga.

Roy menilai banyaknya mantan atlet Indonesia yang hidup prasejahtera disebabkan oleh hal yang sederhana, yaitu pendidikan. Roy mengatakan standar gaji yang diperoleh mantan atlet tidak sesuai dengan standar hidup karena mereka tidak sempat menyelesaikan pendidikan selama berkarier.

“Ketika melewati golden age, mereka malu untuk kembali ke sekolah atau ambil kejar paket. Saya bisa memahami bagaimana para atlet sungkan karena dibandingkan dengan kelompok-kelompok masyarakat yang buta huruf dan tidak berprestasi,” tutur Roy kepada Tribunnews.com, Senin (28/7/2014).

Untuk menyikapi fenomena tersebut, Roy mengatakan Kemenpora menjalin nota kesepahaman dengan sejumlah perguruan tinggi, salah satunya Universitas Terbuka. Kemenpora juga menjalin nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan soal implementasi e-learning pada para atlet.

“Meskipun penerapannya tidak mudah karena harus berhubungan dengan jaringan teknologi dan informasi di Indonesia. Intinya atlet harus sekolah,” kata Roy.

“Masalahnya adalah yang kuratif. Meski pendidikan seorang atlet tidak memenuhi, kami juga tidak mau menabrak aturan dengan memberikan privilege kepada atlet yang tidak lulus SMA tapi masuk golongan III, kan tidak mungkin. Jadi harus sesuai dengan standar,” imbuh Roy.(tribunnews.com)

Awal Agustus Ditetapkan Cabor yang Dipertandingkan di Porprov Kaltim


REMAJA-TENIS.Com, SAMARINDA - Ketua KONI Kaltim Zuhdi Yahya mengatakan awal pekan bulan Agustus segera menetapkan jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2014. Rapat tersebut akan dibahas bersama Pengurus Besar (PB) Porprov.

“Setelah rapat sinskonisasi tim pengarah, pengawas dan keabsahan dengan PB Porprov, segera kami bahas penetapan cabor dan menerbitksn SKnya,” kata Zuhdi Yahya, Minggu (27/7/2014).

Menurut dia, setelah menetapkan cabang olahraga akan dilanjutkan penetapan jadwal Porprov.
“Untuk penetapan jadwal juga sangat penting. Karena berpengaruh dengan persiapan peserta Porprov seperti jadwal pemusatan atlet yang diselenggarakan di masing-masing kabupaten/kota,” ujarnya.

Setelah penetapan dan diterbitkan SK, lanjut Zuhdi, KONI Kaltim mengundang kabupaten/kota.
“Kami akan undang KONI Kabupaten/Kota untuk mensosialisasi SK penetapan itu,” tambahnya.(tribunnews.com)

4 Bulan Menepi, Del Potro Kembali Berlatih

REMAJA-TENIS.Com, TANDIL— Juara Grand Slam US Open 2009, Juan Martin del Potro, akhirnya kembali ke lapangan tenis setelah empat bulan menepi. Petenis Argentina ini terpaksa menjauh sementara dari lapangan tenis lantaran menjalani operasi pergelangan tangan.

Petenis 25 tahun itu harus berjuang di tiga bulan pertama di musim ini lantaran cedera. Meskipun ia sempat memenangi turnamen pemanasan Sydney International, Del Potro menderita setelahnya.

Dia berkutat dengan cedera di Grand Slam Australian Open 2014 di Melbourne. Petenis peringkat kedelapan dunia itu langsung kandas di babak kedua di tangan petenis Spanyol, Roberto Bautista Agut.
Ia sempat bermain di Rotterdam dan Dubai Open sebelum akhirnya naik meja operasi pada Maret lalu. Kini ia siap kembali meramaikan turnamen tenis dunia. Agenda terbesar dan terdekatnya adalah Grand Slam US Open 2014 dan membidik satu spot di ATP World Tour Finals.

“Saya memiliki berita bagus. Empat bulan setelah operasi saya mulai menjalani latihan dan dokter saya, Richard Berger ada di sana. Saya sedang bersiap untuk kembali ke lapangan tenis tanpa rasa sakit. Terima kasih untuk semua dukungan kalian,” tulisnya di Facebook, dilansir Sky Sports, Jumat (25/7/2014) WIB.

Sebenarnya ini bukan kali pertama Del Potro melakoni operasi serupa. Pada musim 2010 lalu petenis 25 tahun ini sempat operasi pergelangan tangan kanannya. Saat itu ia harus menepi selama delapan bulan. Prestasi terbaiknya adalah juara di Flushing Meadow 2009. Ketika itu Del Potro sukses menundukkan Roger Federer dalam laga lima set yang sekaligus menjadi gelar grand slam perdananya.(solopos)

PP Pelti harus evaluasi dan Kaji Ulang LTJN


REMAJA-TENIS.Com, JAKARTA. Masuk ke tahun 2014, dunia tenis Indonesia diramaikan dengan bergulirnya salah satu program PP Pelti. Tidak tanggung tanggung ada 20 seri turnamen baru di Tanah Air yang jelas mendapatkan dukungan dari sponsor PT Pertamina dan Bank Mayapada.

Salah satu program tersebut difokuskan di Jawa Timur khususnya dikota Surabaya dengan dukungan Pertamina, sedangkan yang satu lagi di Jakarta dan Bandung dengan dukungan Bank Mayapada. Program tersebut adalah turnamen 3 hari dengan label Liga Tenis Junior Nasional (LTJN) dengan 10 seri masing masing sponsor tersebut.

Pengda Pelti Jatim sebagai pelaksana Liga Tenis Junior Nasional (LTJN) 3 harian dengan 10 Seri yang semua di Surabaya sedangkan diwilayah Bandung diserahkan kepada pribadi bukan Pengda Pelti begitu juga yang di Jakarta dikerjakan sendiri oleh PP Pelti.
Nah, sekarang sudah bergulir 7 bulan dan perlu dievaluasi kembali, Bahkan perlu dikaji ulang. yang sebenarnya kurang tepat sasaran dan punya side effect yang tidak diperkirakan pelaksana.

Surabaya. merupakan salah satu kota di Jawa Timur ditempatkan sebagai tempat pelaksanaannya. Istilah yang saya gunakan dan ada ketersinggungan dari petinggi Pelti adalah akan mematikan turnamen lainnya.
Sebagai contoh bagi Jawa Timur sendiri sebenarnya sudah memiiki 26 turnamen junior sehingga jika ditambah 10 LTJN ini maka berarti setiap bulannya ada lebih dari 3 turnamen. Apa mungkin.? Ini satu pertanyaan yang tidak diperkirakan sebelumnya. Coba dihitung kembali ada berapa turnamen yunior di Jawa Timur di tahun 2014 setelah masuknya LTJN tersebut. Bagaimana nasib turnamen lainnya yang dikelola oleh Pengcab Pelti di Jawa Timur.

Dampaknya bisa dilihat selama 7 bulan ini yaitu peserta akan menurun yang awalnya membludak. Karena beberapa faktor salah satunya adalah beaya yang akan dikeluarkan orangtua.
Tahun lalu turnamen yunior di Jawa Timur itu tersebar di Pengcab Pengcab sehingga ada pemerataan turnamen. Hadirnya LTJN difokuskan di Surabaya ternyata menghentikan aktivitas turnamen yang difokuskan di Pengcab. Ini masalahnya. Apakah sudah disadari sehingga saya secara nyata katakan mematikan turnamen lainnya.
Hal yang sma juga terjadi di Jakarta dan Bandung.

Menurun nya peserta akan berdampak mundurnya sponsor ditahun mendatang. Tetapi sudah terlanjur non aktipnya turnamen turnamen lainnya yang kena dampak LTJN tersebut. Apakah turnamen lainnya itu akan mau kembai bergulir setelah kecewa dengan kebijakan Pelti sekarang.? Apa pendapat Anda ?(penulis August Ferry Raturandang)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media