TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... JUARA .KEJURNAS AFR REMAJATENIS SULSEL-IX DI MAKASSAR .... FEBBYARO RIBY (DKI JAKARTA, KU 10 PI), M.RAISYA AZZAKI ( MAKASSAR 10 PA), ANNISA AZZAHRA (BALIKPAPAN 12 PI), MUH. ALIEF R (MAKASSAR 12 PA), NOVIA RAHMADHANI (BALIKPAPAN 16 PI), OSCARLINO HALIM ( MAKASSAR 16 PA), MUH RINALDY NB (PALOPO 18 PA).... ... ...KEJURNAS AFR REMAJATENIS JAKARTA-59 TGL 13-15 JANUARI 2017 DI GOR RAWAMANGUN JAKARTA ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) ............ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Tennis Anti-Doping Program untuk memperkenalkan langkah-langkah yang disempurnakan


REMAJA-TENIS. LONDON. Badan pengelola tenis telah menyetujui langkah-langkah yang disempurnakan untuk Program Anti-Doping Tenis untuk tahun 2017, termasuk peningkatan volume pengujian dan penguatan kebijakan penyimpanan sampel. Penyempurnaan Program ini, yang merupakan inisiatif bersama antara ATP, Dewan Grand Slam, ITF dan WTA, mulai berlaku pada tanggal 1 Mei.

Perubahan akan melihat peningkatan yang signifikan dalam volume pengujian sampai jumlah total 8.000 sampel tahunan (dari 4.899 pada tahun 2016). Ini akan mencakup pengumpulan lebih banyak contoh urin dan darah baik dalam kompetisi maupun di luar kompetisi di lebih banyak acara, sehingga memberikan cakupan tenis profesional yang lebih luas.

Jumlah pemain yang termasuk dalam International Registered Testing Pool (IRTP) akan meningkat menjadi sekitar 250, dengan semua pemain tunduk pada pengujian berdasarkan program Olahragawan Olahragawan.

Sampel yang lebih banyak (hingga 50 persen untuk pemain berperingkat teratas) akan ditempatkan dalam penyimpanan jangka panjang, sehingga memungkinkan dilakukannya reanalisis sampel tersebut, seperti saat metode deteksi baru atau yang lebih sensitif tersedia.

Untuk mendanai perubahan ini, anggaran tahunan untuk Program akan meningkat lebih dari 50 persen menjadi sekitar $ 4,5 juta pada tahun 2017 (tidak termasuk biaya administrasi).

Presiden ITF David Haggerty mengatakan: “Atas nama mitra dalam Program Anti-Doping Tenis, kami menyambut baik upaya penguatan upaya anti-doping ini. Melindungi integritas tenis merupakan prioritas berkelanjutan dari badan pemerintahan tenis untuk memastikan tenis dan olahraga tetap bersih, dan penyempurnaan ini akan memberikan kontribusi positif untuk mencapai prioritas tersebut “.

Program Anti-Doping Tenis berlaku untuk semua pemain yang bersaing di turnamen Grand Slam dan acara yang disetujui oleh ITF, ATP, dan WTA. Pemain diuji untuk bahan yang dilarang oleh Badan Anti-Doping Dunia dan, setelah ditemukan bahwa Pelanggaran Aturan Anti-Doping telah dilakukan, sanksi dikenakan berdasarkan Program yang sesuai dengan persyaratan dari Kode Anti-Doping Dunia. Informasi lebih lanjut mengenai Program, sanksi, statistik, dan hal-hal terkait dapat ditemukan di www.itftennis.com/antidoping (*)

Pelti Harus Fokus ke Peningkatan Kualitas SDM


REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA. Pertenisan Indonesia saat ini dianggap sangat memprihatinkan bagi masyarakat tenis Indonesia. Tetapi pengurus pusat Pelti tetap menjalankan tugasnya diakhir kepengurusannya ditahun 2017.

Beberapa kepengurusan Pelti ditingkat Pengda terlihat masih belum ada perubahan akibat masa berlakunya sudah habis bahkan ada yang sudah beberapa bulan belum lakukan tugasnya untuk Musyawarah Daerah memilih kepengurusan baru.
Bahkan tahun 2018 kota Palembang akan menjadi tuan rumah perhelatan besar yaitu Asian Games 2018. Kepengurusan Pengda Pelti Sumsel sendiri sudah habia masa berlakunya tahun lalu tetapi sampai saat ini belum ada tanda tanda Musyawarah Daerah sesuai dengan AD ART Pelti.

Beberapa Pengda sudah mulai terbentuk setelah jalankan amanat Musda sehingga sudah mulai bergerak menjalankan program kerja lima tahun kedepan. Pengda Pelti DKI Jakarta sendiri sudah selesai jalankan musyawarah daerah dan telah terpilih ketua yang baru. Pelantikan dijadwalkan 6 Mei 2017.

” Bagi Pengda Pelti yang baru terbentuk sudah bisa fokus dalam peningkatan kualitas SDM sehingga sudah bisa kerja memajukan tenis diwilayah masing masing.” ujar August Ferry Raturandang selaku pengamat tenis kepada Remaja-Tenis.com. ” Peningkatan kualitas SDM itu meliputi peningkatan kualitas atlet, peningkatan kualitas pelatih dan peningkatan kualitas ofisial.” ucapnya. August Ferry Raturandang juga menganjurkan ke Pengcab Pelti yang juga sebagai kelanjutan tangan Pengda Pelti, mulai lakukan pembenahan dan fokuskan saja ke peningkatan kualitas SDM tersebut. Dibutuhkan juga uluran tangan dari Pengurus Pusat jika Pengda maupun Pengcab yang belum bisa jalankan rodak organisasinya dengan baik. Pengamatan selama ini ditingkat Pengcab masih menunggu program datang dari Pengda maupun Pengurus Pusat Pelti.

Selama 5 tahun ini periode kepengurusan PP Pelti 2012-2017 yang menonjol adalah turnamen dengan makin banyaknya turnamen khususnya kelompok yunior dan tidak diimbangi dengan kelompok umumnya yang sangat dibutuhkan. Tragisnya makin banyak turnamen tidak diimbangi dengan peningkatan SDM perwasitannya. Belum ada peningkatan kuantitas maupun kualitas wasit internasional yang dimilikinya. Bahkan cenderung justru makin berkurangnya wasit ITF White Badgenya.

Ini PR (pekerjaan rumah) bagi kepengurusan baru nanti 2017-2021 mendatang yang sampai saat ini belum ada tanda tanda calon ketua umum yang berminat maju ke bursa ketua umum PP Pelti 2017-2022.

Hal yang sama juga terjadi di kualitas pelatih yang ada. Memang makin banyak seminar ataupun workshop pelatih di Indonesia tetapi masih menunggu hasil dari kepelatihan tersebut. Hasilnya tidak secepat yang diharapkan karena semua itu melalui proses yang panjang.

Kualitas SDM atlet masih memprihatinkan sekali. Setelah Christopher Rungkat sebagai jargon tenis Indonesia , sulit mendapatkan penggantinya saat ini. Sebenarnya masih banyak atlet yunior dibawah Christopher Rungkat. Yang jadi masalah adalah rekruitmen atlet nasional tidak dilakukan secara adil melalui sistem seleksi sehingga bisa mengangkat gairah atlet untuk bersaing ke tingkat nasional.

” Lakukan proses seleksi yang terbuka dalam pemilihan tim nasional jika ingin menghasilkan atlet nasional yang sebenarnya.” ujar August Ferry Raturandang. Dikatakan pula seluruh program kerja sudah ada sebagai hasil Musyawarah Nasional Pelti yaitu Pokok Pokok Program Kerja Pelti 5 tahun,(Foto Joleta Budiman)

Maria Sharapova Tampil di Porsche Grand Prix Langsung Diprotes Petenis Italia dan Polandia


REMAJA-TENIS.COM,STUTTGART – Petenis asal Italia, Roberta Vinci, mempertanyakan pemberian wildcard kepada petenis asal Rusia, Maria Sharapova.

Vinci merupakan lawan pertama Sharapova di babak pertama Porsche Grand Prix di Stuttgart, Rabu (26/4/2017).

“Saya tidak setuju dengan wildcard di turnamen ini,” ujar Vinci, elasa (25/4/2017).

Sharapova mendapat larangan bermain selama dua tahun namun dikurangi oleh pengadilan Arbitrase Olahraga menjadi 26 Januari 2016.

Petenis berusia 30 tahun itu dinyatakan positif menggunakan meldonium di Australia Open.

Pengadilan kemudian mengurangi hukuman Sharapova menjadi 15 bulan saja.

“Sharapova telah terbukti bersalah di pengadilan namun sepertinya dia membayar untuk bisa kembali bermain tanpa wildcard apa pun,” ujar petenis berusia 36 tahun itu.

Protes berikutnya datang dari petenis asal Polandia, Agnieszka Radwanska yang dijadwalkan akan bertemu di babak kedua.
Sedangkan mantan petenis nomor satu dunia, Caroline Wozniacki asal Denmark memberi judul kembalinya Sharapova dengan “Tidak Sopan”.

Maria Sharapova, dijadwalkan bertanding melawan petenis asal Italia, Roberta Vinci, pada turnamen tenis di Stuttgart, Jerman.
Sharapova mengaku siap beraksi kembali dan mengejar trofi juara di turnamen Stuttgart Terbuka 2017.

Sharapova merupakan satu dari sekian banyak petenis putri kelas dunia, yang mampu menorehkan catatan laga paling sukses pada turnamen ini.

Petenis yang akrab disapa Masha itu, tercatat telah menjuarai Stuttgart Terbuka sebanyak tiga kali, yaitu pada 2012, 2013, dan 2014.

“Saya sudah merasakan sesuatu yang baru dan bakal saya jalani semaksimal mungkin. saya sudah mendapatkan lawan, saya sudah berlatih bersama tim, saya sudah siap untuk mendapatkan gelar juara,” kata Sharapova, seperti dilansir ESPN.

Dalam wawancara dengan juru warta situs berita BBC Sport, petenis berparas ayu yang baru saja merayakan ulang tahunnya ke-30 itu, mengaku telah mendapatkan jadwal laga.

Dalam jadwal itu, jika mampu lolos babak pertama, Sharapova berpeluang bertemu dengan salah satu penentangnya asal Polandia, Agnieszka Radwanska, pada babak kedua.

Sharapova, yang akan menuntaskan hukuman 15 bulan pada 26 April mendatang, menerima wild card dari pihak penyelenggara turnamen Stuttgart Terbuka 2017.

Melalui fasilitas ini, Sharapova berhak mengikuti turnamen level premier tersebut.
Namun, tidak sedikit petenis yang menentang keputusan itu. Radwanska adalah salah satu petenis yang melontarkan
kritik

Petenis ini menyuarakan kritikannya terhadap Sharapova dalam sebuah sesi wawancara bersama India Times, akhir pekan lalu.
Petenis yang menduduki peringkat kedelapan dunia itu, menilai Sharapova bukanlah sosok petenis yang layak menerima wild card mengingat jenis hukuman yang diterimanya.

“Fasilitas wild card seperti ini seharusnya diberikan kepada petenis yang peringkatnya turun drastis karena cedera, sakit, atau hal-hal lain, bukan kepada mereka yang dihukum karena doping. Maria seharusnya memperbaiki peringkat dunianya melalui jalan lain,
mungkin dimulai dengan turnamen yang lebih kecil,” kata Radwanska.

Menanggapi kritikan dan peluangnya di turnamen kali ini, Sharapova merasa tidak perlu menggubris apa yang terjadi di luar.

Ia menegaskan bahwa selama ini telah melakukan banyak hal untuk membela apa yang menjadi haknya sebagai petenis profesional.

Soal memang atau kalah dalam turnamen, Sharapova tak ingin menjadikannya bebas. Karena, selama ini setiap pertandingan selalu dihadapinya dengan wajar dan santai.

“Tidak akan ada yang tahu saya menang atau kalah. Tetapi, saya memang ingin menang dan mengulang prestasi baik yang pernah saya buat di sana dahulu. Soal siap yang tidak suka atau mengkritik, itu bukan masalah. Saya akan tetap jalan, karena semua sudah sesuai aturan,” kata pemilik bisnis permen bermerek Sugarpova ini.(tribunnews.com)

Sharapova Tak Peduli Kritikan Rival


REMAJA-TENIS.COM, Petenis putri Rusia, Maria Sharapova menutup kuping atas kritik dari rival-rivalnya, menjelang kembalinya dia ke lapangan tenis di Stuttgart terbuka, pekan depan.

Sharapova segera menyelesaikan sanksi larangan bertanding selama 15 bulan usai positif meldonium — zat terlarang — di Australia Terbuka, Januari tahun lalu.

Kasus Sharapova ini mendapatkan reaksi dari sejumlah pemain WTA. Apalagi, petenis yang baru saja berulang tahun ke-30 ini dianggap mendapatkan jalan mudah untuk kembali ke panggung dunia menyusul berbagai wildcard yang diterimanya di turnemen-turnamen bergengsi.

Petenis nomor satu dunia Angelique Kerber menjadi salah satu pengkritik Sharapova karena tampil di Stuttgart. “Ini adalah turnamen Jerman dan kami memiliki begitu banyak petenis Jerman yang bagus. Jadi ini sedikit aneh,” kata petenis asal Jerman yang kini menempati peringkat satu satu WTA ini.

Kritik lain datang dari mantan petenis nomor satu, Caroline Wozniacki. Menurutnya keistimewaan yang diterima Sharapova adalah bentuk “penghinaan terhadap pemain lain, dan juta WTA.”

Apa tanggapan Masha, panggilan Sharapova? “Itu bukan kekhawatiranku. Sedikit pun aku tidak memikirkan kritik terhadapku,” ucap dia kepada majalah Stern, yang dilansir Sky Sports.

“Aku tahu bahwa aku dihormati di bidangku. Aku melihatnya dalam bagaimana cara lawan-lawanku bermain menghadapiku,” ujar petenis 30 tahun ini.

Sharapova bersikeras dirinya tidak sepenuhnya bersalah dalam kasus dopingnya. Menurut dia, ITF [Federasi Tenis Internasional] juga layak disalahkan karena tidak memberitahukan kepada para petenis tentang aturan doping yang baru.(tribunnews.com)

Petenis DIY berhasil gondol juara di Gunung Jati Cup I.


REMAJA-TENIS.COM, CIREBON, Petenis asal DIY Angela Stefani Nangin berhasil keluar sebagai juara diajang Turnamen tenis Gunung Jati Cup I yang berlangsung Minggu (16/4) di lapangan tenis Sukapura Cirebon.. Difinal tunggal putri kelompok umur 18 tahun, Angela berhasil mengalahkan petenis asal Bandung Jenifer Budiman 6-3 6-4. Awalnya Angela sedikit kewalahan menghadai si kidal Jenifer tetapi berkat ketekunannya berhasil mengatasinya diset pertama dengan unggul 6-3. Memasuki set kedua Jenifer tetap berikan perlawanan sesuai dengan permainan kidalnya, tetapi Angela berhasil menahan serangan Jenifer sehingga unggul 6-4.

Kelompok putra 18 tahun, petenis asal DIY lainnya, M. Filo Aji Wijaya berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan petenis asal Ciamis, M. Faturrohman 6-3 6-2. Kelompok 14 yahun milik petenis asal Tegal. Keluar sebagai juara adalah Satrio Sampurno yang berhasil mengalahkan rekannya sendiri asal Tegal Azmi Basyar 6-3 6-1.

Untuk kelompok 12 tahun, petenis Ciamis M.Hadi Al Buhori berhasil keluar sebagai juara setelah difinal mengalahkan rekannya sendiri Ahmad Bey Nurmultazam 8-4.

Kelompok putri 16 tahun milik tuan rumah dengan Natasya Imanuela berhasil keluar sebagai juara sedangkan peringkat dua menjadi milikYunizar Lusida asal Tegal. Kelompok 12 tahun putri keluar sebagai juara Naswa Syamsabila asal Ciamis dan peringkat dua milik Siti Laihatul asal Cirebon.

Ketua Panpel Dadang Surahman SE mengatakan turnamen ini akan berlanjut setiap tahunnya sehingga bisa mengangakt prestasi petenis dikota Cirebon. ” Kami akan usahakan setiap tahun digelar di Cirebon.” ujarnya setelah acara penyerahan hadiah di lapangan tenis Sukapura Cirebon


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media