TERBIT 1 FEBRUARI 2012......SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA....JUARA REMAJATENIS SULSEL 2014 DI MAKASSAR ADALAH FIRNAS MUTTAQIN ASAL BERAU KALTIM (KU 10 PA), MFARHAN SIDDIK ABDILLAH ASAL BERAU KALTIM (KU 12 PA), WIDIA MUTIARA SARI ASAL BERAU KALTIM (KU 12 PI) ), DYVAC AKBAR FIQBILLAH ASAL BULUNGAN KALIMANTAN UTARA (KU 14 PA), RINI PUSPITASARI ASAL SINJAI SULSEL (KU 14 PI), ANDI MUH SHOLEH YUSUF ASAL KENDARI SULTARA (KU 16 PA), MUH RESKY JABIR ASAL MAKASSAR SULSEL (KU 18 PA), INDAH PERMATASARI ASAL SINJAI SULSEL (KU 18 PI) ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0812 8291 4247........................ MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0812 8261 4247................................... .. .......TURNAMEN NASIONAL REMAJA BANK PAPUA TGL 12 - 14 SEPT 2014 DI JAYAPURA...

Maria Sharapova Sabet EPSY Awards


REMAJA-TENIS.Com,LOS ANGELES.– Maria Sharapova menyabet predikat sebagai Best Female Tennis Player of The Year dalam ESPY (Excellence in Sports Performance Yearly) Awards. Penghargaan itu disabeynya, menyusul penampilannya yang terus meningkat di mana puncaknya, dia berhasil memenangkan satu Grand Slam, yaitu French Open.
Sementara itu Brianna Turner and Karl-Anthony Towns berhasil terpilih sebagai Gatorade Athletes of The Year. Keduanya adalah dua remaja yang memiliki prestasi paling menonjol di tingkat SMA dalam bidang olahraga basket.
ESPY Award adalah sebuah penghargaan yang diselenggarakan oleh salah satu media ternama Amerika yaitu ESPN untuk mengakui prestasi para atlet secara individu maupun tim dalam satu tahun belakangan. Tahun ini adalah pergelaran ESPY Awards ke-22 dan rapper asal Kanada, Drake didaulat sebagai host. Acara ini bertempat di Nokia Theatre, Los Angeles.
Acara di Los Angeles itu dihadiri nama-nama besar dunia olahraga. Selain Sharapova, striker Tim Nasional (Timnas) Amerika Serikat, Clint Dempsey menjadi sorotan kamera media yang hadir. Kemudian ada pula bintang NBA, Kevin Durant dan Danny Green yang turun menampakkan dirinya. Juga ada Damian Lillard serta anak dari Muhammad Ali, Laila Ali.(suaramerdeka)

Atlet AG Terancam Tanpa Peralatan Pertandingan

REMAJA-TENIS.Com,JAKARTA.- Para atlet proyeksi Asian Games terancam tampil di Incheon, Korea, 20 September-5 Oktober mendatang tanpa peralatan pertandingan. Hal ini mengingat proses lelang yang seharusnya berjalan sejak dua bulan lalu tidak berjalan dengan baik.

Setelah gagalnya proses lelang tahap pertama, kini lelang tahap kedua juga masih tersendat. Pasalnya, baru sekitar 50 peserta yang mendaftarkannya dan menunggu pengajuan penawaran.

Indikasi ini pun diakui oleh pihak Kemenpora akan menimbulkan kekhawatiran lama seperti saat SEA Games 2011 lalu, pasalnya waktu untuk melakukan lelang sendiri tidaklah sebentar.

Deputi IV Bidang Pembinaan dan Prestasi Kemenpora Djoko Pekik mengatakan kepada wartawan akhir pekan lalu, untuk bisa melakukan proses lelang minimal membutuhkan waktu 40 hari kerja.

Itu belum termasuk jika nantinya ada sanggahan dari peserta lelang jika hasil pengadaan dianggap tidak sesuai dengan aturan yang berlaku atau terjadi penyimpangan, serta proses verifikasi peralatan sebelum akhirnya tiba di tangan atlet dan dicoba.

“Keterlambatan itu terjadi karena gagalnya proses lelang yang pertama. Kita akan coba mempercepat tahapan penawaran untuk proses lelang yang kedua ini,” tuturnya.

Ada beberapa selentingan yang mengatakan jika ada beberapa oknum yang sengaja menahan proses pengajuan penawaran mereka untuk kemudian membidik penunjukan langsung.

Memang, dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, semakin minimnya waktu membuka peluang untuk melakukan penunjukan langsung, namun hal itu pun di tampik oleh Djoko. “Proses lelang ini akan tetap berjalan,” ucapnya.

Sebelumnya, diperkirakan proses lelang akan berlangsung cepat, mengingat waktu yang cukup sempit.

Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) pun sejak awal pengajuan keperluan lelang sudah membuka kemungkinan jika pendistribusian peralatan pertandingan untuk pelatnas Asian Games bisa dilakukan pada Juli ini.

Mengingat seluruh berkas keperluan lelang dari seluruh cabor yang masuk dalam proyeksi Asian Games, menurut Kepala Bagian Logistik dan Perlengkapan Satlak Prima Wisler Manalu sudah masuk ke Kemenpora sejak Mei lalu.

“Kita sudah ajukan rancangan kontrak, dokumen lelang, dan gambar spesifikasi peralatan pelatnas untuk mempercepat proses lelang,” katanya.

Tidak tersedianya peralatan pertandingan hingga dua bulan terakhir jelang Asian Games sempat membuat hembusan kabar jika hal tersebut menurunkan semangat atlet untuk bertanding. Namun hal itu dibantah oleh Ketua Satlak Prima, Suwarno.

Kendati diakuinya kendala memang ada bukan hanya di peralatan saja, namun juga suplemen untuk atlet, namun dia menampik jika hal tersebut membuat semangat para atlet turun.

Pihaknya mengaku hingga kini tetap mengusahakan agar segala keterlambatan bisa segera diatasi. “Saya memang mendengar keluhan itu dari pengaduan pengurus cabor proyeksi Asian Games. Tapi saya tidak mendengar jika hal itu lantas membuat semangat para atlet untuk terjun ke Asian Games mengecil hingga bisa menurunkan target medali,” ucap Suwarno.

Saat ini pihaknya mengaku masih terus melakukan pemantauan kepada 158 atlet yang masuk dalam pelatnas Asian Games, sebelum nantinya akan melakukan penentuan nama-nama terakhir skuad utama yang akan masuk dalam kontingen.

“Rapat terakhir untuk penentuan nama pada 5 dan 6 Agustus mendatang. Kita akan serahkan nama-nama tersebut pada batas akhir entry by name ke panitia Asian Games pada 15 Agustus nanti,” imbuhnya. (pikiranrakyat)

AKSI PETENIS Federer Main Tenis di Gletser


REMAJA-TENIS.Com, JUNGFRAUJOCH— Roger Federer memanfaatkan waktu luangnya dari jeda turnamen internasional dengan hal yang tak jauh dari dunianya, yakni tenis. Akan tetapi, pertandingan tenis yang dilakoni petenis ranking ketiga dunia ini di luar kebiasaan.

Dilansir foxsports.com, Jumat (18/7/2014) WIB, bagi sebagian besar para petenis mungkin telah akrab dengan lapangan tenis berbagai jenis permukaan. Mulai dari lapangan keras, tanah liat hingga rumput. Akan tetapi, bagaimana dengan es?

Hal aneh inilah yang dilakukan pengoleksi 17 gelar grand slam itu, yakni bermain tenis di atas gletser di Pegunungan Alpine, di Jungfraujoch, Swiss, Kamis (17/7) waktu setempat. Petenis Swiss ini tak sendiri. Ia bermain bersama juara dunia ski Amerika Serikat, Lindsey Vonn.

Aksi ekstrem ini bukan tanpa alasan. Bermain tenis dikelilingi pegunungan berselimut es ini sebagai bagian dari promosi pariwisata gletser Aletsch di Jungfraujoch yang memiliki ketinggian 11.401 kaki atau sekitar 3.457 meter di atas permukaan laut. Maka sebelum bermain, Federer mesti menaklukkan hawa dingin yang menusuk tulang tersebut dalam acara yang disponsori oleh perusahaan cokelat ternama Swiss, Lindt.

Ide unik ini bermula dari obrolan Vonn dengan Federer, Oktober lalu. Lewat media sosial twitter, Vonn pun menawari Federer untuk bermain tenis bersama atlet ski. Namun, pertandingan lintas bidang olahraga ini tentu dengan syarat khusus, yakni pemilihan tempat laga yang istimewa. Maka, keduanya setuju untuk bertanding di sebuah lapangan tenis dadakan yang dibuat di atas gletser.

Lantaran ini tak sesuai kebiasaan, Federer tak bisa tampil seperti ketika ia bermain di lapangan biasa. Saat bertanding, ia biasa memakai kaos dan celana pendek plus ikat kepala. Akan tetapi, di pegunungan berselimut salju itu kostum tersebut jelas tak mungkin dipakai. Gantinya, celana putih panjang dipadu dengan kaos lengan panjang warna biru. Begitu pula dengan Vonn yang mengenakan atasan dan bawahan panjang warna hitam.(solopos)

Ada Kejanggalan Pada Kasus Tami Grende


REMAJA-TENIS.Com,JAKARTA. – Komisi Olimpiade Indonesia (KOI) akan tetap berusaha mendaftarkan petenis asal Bali, Tami Grende untuk dapat mengikuti Youth Olympic Games (Olimpiade Remaja/YOG) di Nanjing, 16-28 Agustus mendatang.

Hal ini diungkapkan oleh penanggungjawab Komisi Sports for All KOI, Ade Lukman menanggap kisruh karena pihak PP Pelti menolak merekomendasi nama juara ganda puteri yunior Wimbledon tersebut.

Tami Grende keluar sebagai juara ganda puteri yunior Wimbledon berpasangan dengan pemain Tiongkok, Qiu Yu Ye setelah di final mengalahkan Marie Bouzkova (rep Ceko)/Dalma Galfi (Hungaria( 6-2, 7-6 (7/5).

“Sebenarnya batasan entry by name memang sudah habis, Jumat (18/07) malam lalu. Tetapi kami akan coba mendekati pihak panitia pelaksana tentang kemungkinan Tami masuk dalam kontingen Indonesia,” Ade Lukman saat dihubungi Kompas.com, Minggu (21/07/2014).

Sebenarnya nama Tami Grende masuk dalam nama-nama atlet remaja yang mengantongi tiket ke Nanjing. Namun hingga batas akhir penyerahan nama (entry by name), nama Tami tak diusulkan tampil pada ajang pesta olahraga empat tahunan remaja tersebut.

Ade Lukman sendiri mengaku tidak tahu pasti mengapa nama Tami Grende tidak diusulkan pihak PP Pelti. PP Pelti malah mengajukan beberapa nama atlet, selain Tami Grende, ke KOI untuk tampil di YOG.

Padahal secara rangking level junior di Federasi Tenis Internasional (ITF) ini, mereka tak punya. “PP Pelti ada opsi beberapa nama untuk menggantikan Tami. Tapi karena tidak ada yang memiliki rangking ITF junior, ya tidak bisa. Ini yang lolos Tami, eh yang diusulkan orang lain. Pantas kalau ITF menolak,” kata Ade seperti dikutip Indo Pos.

Menurut Ade yang kini tengah berada di Korea memantau persiapan para atlet taekwondo menghadapi Asian games di Incheon, September mendatang, KOI memang tak bisa melakukan campur tangan dengan induk organisasi, maka secara lisan Rita sudah menghubungi ketua umum PP Pelti Maman Wirjawan.

“Tentang kisruh yang meliputi Tami dan PP Pelti ini, KOI bersama pihak Kemenpora akan bertemu dengan kedua pihak untuk menyelesaikan masalah ini,” ungkap Ade.(kompas.com)

PP Pelti batal dukung Tami Grende atas undangan ITF


REMAJA-TENIS.Com, JAKARTA. Pengurus Pusat Persatuan Tenis seluruh Indonesia membatalkan meneruskan dukungan dari Federasi Tenis Internasional ,ITF, kepada petenis muda Indonesia, Tami Grende. Dukungan berupa paket untuk tampil di tiga turnamen, termasuk Grand slam Amerika Serikat Terbuka, itu dikembaikan kepada ITF.
Keputusan itu disampaikan Ketua Bidang Pembinaan Yunior PP Pelti Aga Soemarno, Jumat (18/7) tengah malam, bersamaan dengan batas waktu akhir pengiriman kembali surat dukungan kepada ITF.

ITF mengundang Tami untuk ikut dalam tiga turnamen dengan pembiayaan penuh dari mereka, termasuk fasiitas pelatih yang akan mendampingi. Dalam undangan , ITF mensyaratkan harus ada hubungan harmonis antara pemain yang diundang dan federasi tenis setempat. Pelti tidak langsung menjawab undangan itu karena ada ketidakcocokan dengan orangtua Tami.

Meski tidak jadi diberikan kepada Tami, menurut Aga, juara ganda putri Wimbledon Yunior 2014 itu masih bisa mengikuti seluruh turnamen. Namun, dengan syarat, Tami harus membiayai sendiri keberangkatannya.

Tami mengatakan belum menentukan langkah selanjutnya atas putusan Pelti. Namun, dia menyatakan keputusan itu sangat tidak adil bagimya. ” Setelah membela Indonesia di Piala Fed Cup, saya berharap PP Pelti menilai saya adalah aset negara ini. Saya ingin PP Pelti mendukung perkembangan tenis saya, tapi yang terjadi sebaliknya.” kata Tami. Demikian berita ini diambil dari Kompas (20/7).

Menanggapi masalah keputusan PP Pelti, pengamat tenis August Ferry Raturandang mengatakan kalau keputusan itu adalah hak PP Pelti. Yang perlu diketahui akar permasalahan itu yang sebenarnya sehingga tidak bersedia memberikan dukungan. ” Hal ini bertentangan dengan keinginan Ketua Umum PP Pelti sebelumnya yang berkoar koar katakan akan hasilkan juara Wimbledon. kok , sekarang berlainan.”katanya.

Awal permasalahan yang muncul adalah pertentangan antara Olivier Grende (ayahnya Tami) dengan klubnya yang sudah dilaporkan diawal tahun 2014 ke PP Pelti oleh Olivier Grende. Menurut Olivier Grende kalau pernah diundang oleh Ketua Umum PP Pelti tetapi yang tidak hadir justru klubnya diawal tahun.
“Seharusnya kedua belah pihak yang bertikai dipertemukan oleh PP Pelti, bukan dipanggil satu persatu seperti sekarang.” Selanjutnya timbul kesan kalau Pelti memihak ke klubnya bukan atlet. Dalam email Tami ke PP Pelti dianggap permasalahannya sudah selesai ketika ada teleconference dengan Ketua Umum PP Pelti sewaktu dia di Perancis Terbuka. “Peace” ujar Ketua Umum PP Pelti

Awal tahun 2014, penunjukan Tami sebagai anggota tim Fed Cup juga menimbulkan masalah. Demikian menurut Wakil Ketua Pengda Pelti Johannes Susanto. Karena sebelumnya nama Tami tidak tercantum dalan list anggota tim Fed Cup dan PP Pelti telah mengundang petenis Jawa Timur karena memiliki PNP lebih baik. Tetapi saat saat terakhir justru nama petenis Jatim tersebut diganti dengan nama Tami Grende.

“Saya sarankan PP Pelti harus lebih bijak dan masalah klub Tami dengan Olivier sebaiknya dipisahkan dengan masalah undangan ITF tersebut.” Demi karier Tami Grende sendiri. Dikatakan pula sebaiknya Tami tetap konsentrasi dengan ikut serta di 2 turnamen di Canada tersebut sebelum ke US Open 2014. “Semoga ini memacu prestasi Tami Grende. Dan saya yakin Tami akan menggantikan prestasi Angelique Widjaja yang juga pernah juara Wimbledon Junior” katanya


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media