TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...... .....BANK MAYAPADA JUNIOR NATIONAL CHAMPS 2018 DI BANDUNG. 16-22 JULI 2018... REMAJATENIS & VETERAN BLORA 24-29 JULI DI BLORA....... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0856 1900 943...........

Aldila Sutjiadi ke Final PT PP Women’s Circuit International Tennis 2018

REMAJA-TENIS.COM,SOLO - Petenis andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi (23 tahun) berhasil melangkah ke babak akhir PT PP Women’s Circuit International Tennis 2018.

Seeded keempat itu sukses memenangi laga semi final turnamen berhadiah total 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta yang berlangsung di Lapangan Tenis Gelora Manahan Solo, Jawa Tengah, Jumat (14/7).

Petenis yang saat ini menduduki peringkat tunggal ke-751 dunia itu menang atas unggulan kelima asal India, Mahak Jain.

Aldila unggul dalam pertarungan rubber set berdurasi dua jam 19 menit dengan kedudukan akhir 7-6(0) 2-6 6-3.

“Lawan bermain bagus, ulet dan tidak mudah dimatikan. Setelah menang set pertama, saya sempat kehilangan fokus dan tertinggal cepat hingga akhirnya kalah di set kedua,” tutur Aldila yang akan membela Merah Putih di ajang Asian Games 2018 ini.

“Titik baliknya saat ketinggalan 1-3 di set penentuan, saya hanya berpikir yang penting tidak memberi poin gratis untuk lawan. Ternyata berhasil dan justru lawan banyak membuat kesalahan sendiri,” imbuhnya.

Pada final kejuaraan yang disponsori PT PP (Persero) Tbk ini, Aldila bakal terlibat bentrok dengan wakil Tiongkok, Zhima Du yang berjaya menekuk Mana Ayukawa (Jepang) 6-3 6-4.

“Meski belum pernah berhadapan di lapangan, saya sudah mempunyai gambaran permainan lawan,” ucap Aldila menjelang pertarungan final turnamen ITF Pro Circuit pertama sepanjang karier tenisnya itu.

“Saya harus mengambil kesempatan untuk menekannya sedari awal agar permainan lawan tak berkembang,” tandasnya.

Sementara itu, duet beda negara Rifanty Kahfiani dan Ayaka Okuno sukses memboyong gelar juara ganda setelah menundukkan pasangan kembar tuan rumah, Fitriana Sabrina/Fitriani Sabatini, Jumat (13/7).

(tribunnews.com)Duo Indonesia-Jepang itu menang straight set dalam pertandingan yang berlangsung hanya dalam waktu 57 menit, 6-4 6-0.

“Kami gembira bisa menjadi juara di Solo, meski baru pertama kali bermain bersama,” tutur Rifa yang memutuskan berpasangan dengan Okuno pada saat-saat akhir menjelang penutupan sign-in doubles awal pekan ini. (tribunnews.com)

Delegasi Jepang Beri Masukan untuk Perbaikan Venue Asian Para Games 2018

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTAMenjelang pelaksanaan Asian Para Games 2018 yang kurang dari 100 hari lagi, Komite Paralimpik Jepang melakukan kunjungan ke Jakarta untuk melihat secara langsung arena kompetisi yang nantinya akan dipakai untuk perhelatan olahraga empat tahunan ini.

Delegasi Jepang mengunjungi arena kompetisi yang terletak di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, dan juga arena kompetisi yang terletak di luar GBK, seperti JIExpo, Jakarta International Velodrome, dan GOR Tanjung Priuk, pada Kamis (12/7).

Di kawasan Gelora Bung Karno, mereka mendatangi Istora, Stadion Akuatik, Hall Basket, Stadion Madya, Lapangan Hoki yang akan digunakan untuk lawn ball, dan Lapangan Panahan. Dari kunjungan tersebut, Delegasi Jepang membuat banyak catatan terkait arena kompetisi yang dikunjungi.

“Pertama, kami mengunjungi Istora dan kemudian Stadion Akuatik. Kami cukup terkesan karena kedua tempat itu sangat bersih dan teratur. Untuk bola basket kursi roda, catatan kami adalah tidak ada lapangan untuk pemanasan karena hanya ada satu lapangan. Hal itu mungkin akan menyulitkan pada saat kompetisi,” kata Direktur Pengembangan Prestasi Olahraga untuk Tokyo 2020, Kazumichi Sekiguchi.

Fasilitas landaian (ramp) dan toilet juga menjadi perhatian dari Sekiguchi. Menurutnya, landaian dan toilet yang ada sudah cukup memadai. Tapi, masalah mungkin timbul jika atlet dan penonton berkursi roda berkumpul pada saat yang bersamaan.

Untuk memperbaiki berbagai kekurangan, Sekiguchi mengusulkan agar Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games, INAPGOC, untuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan stakeholder lainnya, seperti NPC Indonesia, induk organisasi olahraga, dan juga atlet penyandang disabilitas.

“INAPGOC perlu mendengar pendapat para pelaku olahraga disabilitas untuk bisa memperbaiki fasilitas dan juga layanan lainnya. Saya pikir juga penting para atlet bisa menggunakan arena kompetisi secara reguler. Jika bisa berlatih di arena kompetisi, mereka bisa memberikan umpan balik untuk perbaikan fasilitas,” katanya.

Hal yang dianggap sangat positif oleh Sekiguchi adalah di mayoritas arena kompetisi cahaya matahari bisa masuk menerangi ruangan.

Delegasi Jepang masih akan melakukan pertemuan dengan INAPGOC pada Jumat (13/7) untuk membahas beberapa hal terkait penyelenggaraan Asian Para Games 2018 sebelum kembali ke negaranya.(asianparagames2018.id)

KPC Janji Promosikan Asian Games dan Asian Para Games 2018

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTA Komite Paralimpik Korea, KPC, berjanji akan mempromosikan pelaksanaan Asian Games yang digelar di Jakarta – Pelembang, 18 Agustus hingga 2 September dan Asian Para Games di Jakarta, 6-13 Oktober 2018. Hal tersebut disampaikan perwakilan KPC saat berkunjung ke kantor Panitia Pelaksana Indonesia 2018 Asian Para Games, INAPGOC di Jakarta.

“KPC akan membantu mempromosikan Asian Games dan Asian Para Games yang digelar di Indonesia,” kata Maeng Hee Suk, Manajer Sport Internasional KPC saat bertemu dengan Ketua INAPGOC, Raja Sapta Oktohari, Selasa (10/7).

Menurut Maeng Hee Suk, promosi Asian Games dan Asian Para Games 2018 bukan hanya akan dilakukan di Korea Selatan tetapi juga di Indonesia. “KPC akan menggelar berbagai konser khusus di Hotel Sultan mulai 26 September hingga 13 Oktober 2018,” katanya.

Selain membantu promosi, dia juga menyatakan KPC akan memberikan bantuan 5 unit hand cycling yang akan diberikan kepada PB ISSI.

Dalam pertemuan yang berlangsung selama dua jam itu, Delegasi KPC meminta penjelasan tentang masalah fasilitas dan perkampungan atlet yang disediakan INAPGOC dalam pelaksanaan Asian Para Games 2018. Mengenai jumlah kontingan Asian Para Games 2018, Maeng Hee Suk menyebut kontingen Korea Selatan akan mengirim 315 atlet.

Ketua INAPGOC , Raja Sapta Oktohari mengapresiasi dukungan KPC untuk mempromosikan Asian Games dan Asian Para Games 2018. Begitu juga dengan adanya bantuan 5 unit hand cycling.

“INAPGOC mengapresiasi niat KPC untuk mempromosikan Asian Games dan Asian Para Games 2018. Khusus bantuan 5 unit hand cycling akan diterima PB ISSI,” ujarnya.

Okto juga menjelaskan masalah fasilitas bus khusus dan jalur khusus bagi seluruh peserta. “INAPGOC telah bekerja sama dengan pihak Angkasa Pura di mana atlet Asian Para Games 2018 akan disediakan jalur khusus saat tiba di bandara Soekarno-Hatta dan bus khusus yang akan menjemput dan mengantar mereka ke para village,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut, Maeng Suk yang datang bersama Chun Youngpoung, Atase Media dan Kebudayaan Kedutaan Besar Korea Selatan. Mereka diterima oleh Okto yang didampingi Wakil Ketua INAPGOC, Adiati Noerdin dan pengurus lainnya.(asianparagames2018.id)

Aldila Sutjiadi ke Semifinal PT PP Women’s Circuit International Tennis 2018

REMAJA-TENIS.COM,SOLO - Petenis andalan Indonesia, Aldila Sutjiadi (23 tahun) berhasil melaju ke babak semi final tunggal putri PT PP Women’s Circuit International Tennis 2018.

Unggulan keempat turnamen berhadiah total 15.000 dollar AS atau sekitar Rp 210 juta itu sukses mengalahkan seeded keenam asal Tiongkok, Zhuoma Ni Ma.

Di atas Lapangan Tenis Gelora Manahan Solo, Jawa Tengah, Kamis (12/7), Aldila menang straight set dengan skor akhir 6-0 6-1.

“Ini adalah kemenangan perencanaan sebelum pertandingan,” tutur Aldila yang saat ini bertengger di peringkat tunggal ke-751 dunia usai laga berdurasi 53 menit.

Kendati belum pernah sekalipun berhadapan di lapangan, Aldila sempat mengamati pertandingan yang dilakoni lawannya itu selama beraksi di ajang yang disponsori oleh PT PP (Persero) Tbk di Solo ini.

“Saya banyak mencecar sisi backhand yang menjadi titik lemah lawan dan mendapatkan momentum untuk menekan lebih awal agar dia tak bisa mengembangkan permainannya,” papar petenis yang akan membela Merah Putih di Asian Games 2018 ini.

Pada babak empat besar, Jumat (13/7), Aldila akan meladeni seeded kelima asal India, Mahak Jain. Petenis berperingkat ke-772 itu membuat kejutan dengan menyingkirkan unggulan teratas, Ye Xin Ma (Tiongkok) 6-3 6-1.

Sayangnya, Aldila harus rela terhenti di sektor ganda. Sang partner, Mana Ayukawa dari Jepang mengalami cedera pergelangan tangan kanan setelah menjalani laga semi final tunggal.

Unggulan pertama ganda itu pun memberikan kemenangan tanpa tanding bagi pasangan Rifanty Kahfiani/Ayaka Okuno. Masuk final di nomor ganda menjadi berkah bagi kedua petenis karena telah kandas di perempat final tunggal.

Rifanty kalah dari Zhima Du (Tiongkok) 4-6 4-6, sedangkan Okuno yang merupakan unggulan ketiga tersingkir di tangan Mana Ayukawa0-6 6-4 3-6 (tribunennews.com)

Christopher Rungkat Pijakkan Kaki Di Perempat Final Nielsen Pro Tennis Championships 75K

REMAJA-TENIS.COM Petenis putra andalan Indonesia, Christopher Benjamin Rungkat, yang berduet dengan petenis Venezuela, Roberto Maytin, lolos ke babak perempat final turnamen Nielsen Pro Tennis Championships 75K.

Christopher Rungkat yang kini nangring di peringkat 102 ATP ganda dan pasangannya, Roberto Maytin yang saat ini bertengger di ranking 156 ATP ganda, di turnamen ini didapuk sebagai unggulan kedua.

Pasangan ganda gado-gado ini mengamankan tiket ke babak perempat final setelah di babak sebelumnya menggebuk pasangan ganda Tom Jomby (Prancis)/ Darian King (Barbados) dalam pertarungan yang berlangsung sengit dan ketat.

Christopher Rungkat/ Roberto Maytin memenangkan set yang pertama dengan skor 7-5. Namun di set yang kedua, giliran Tom Jomby/ Darian King berhasil unggul dengan skor kebalikan set pertama, 5-7. Berlanjut di super tie break, pertarungan berlangsung semakin ketat dan berimbang. Akhirnya Christo/ Roberto mampu mengunci babak super tie break dengan skor kemenangan 11-9.

Di perempat final, Christopher Rungkat/ Roberto Maytin bakal menghadapi pemenang antara sesama pasangan ganda tuan rumah, Donald Young/ Christopher Eubanks kontra Bjorn Fratangelo/ Thai Son Kwiatkowski.

Di turnamen Nielsen Pro Tennis Championships 75K ini, Christopher Rungkat adalah juara bertahan bersama petenis Thailand, bersama Sanchai Ratiwatana. Tahun lalu Christopher Rungkat/ Sanchai Ratiwatana merengkuh gelar juara setelah menghempaskan pasangan ganda tuan rumah, Kevin King/Bradley Klahn, dalam dua set langsung 7-6 dan 6-2. (arayana)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media