TERBIT 1 FEBRUARI 2012...TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS RIAU TGL 1-3 NOPEMBER 2014 DI PEKANBARU ....JUARA TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS SULSEL-2 (24-26 OKT) ADALAH KU 10 PA HAIKAL (POLMAN), KU 10 PI NURHADANAH S RINWAR (MAKASSAR), KU 12 PA ANDRE SAPUTRA (PALU), KU 12 PI NAILA SAFINA (MAKASSAR), KU 14 PA M.NUZHUL PATOREAN (MAKASSAR0, RAHMANIAR RUSMAN (PINRANG), KU 16 PA AHMAD IKHWAN (BONE), , KU 18 PA M.AZWAR HASLIP (MAKASSAR) KU 18 PI YAUMIL KHAIRIYAH (MAKASSAR).. ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0812 8402 4970............. TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS JAKARTA TGL 14-16 NOPEMBER 2014 DI KEMAYORAN....TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS TEGAL TGL 28-30 NOPEMBER 2014 DI TEGAL... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0812 8402 4970.............

Menpora Imam Nahrawi Ajak KOI dan KONI Berdialog


REMAJA-TENIS.Com,JAKARTA. – Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Imam Nahrawi berinisiatif mengajak dialog bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Nahrawi ingin agar masalah di dalam olahraga Indonesia bisa segera diatasi.

“Saya belum tahu detail tentang itu (masalah KOI dan KONI). Sekilas saya maknai ada kebuntuan komunikasi,” ujar Imam Nahrawi seusai acara serah terima jabatan di Wisma Menpora, Jakarta, Rabu (29/10/2014).

Menurut Nahrawi, sebagai langkah awal dalam tugasnya sebagai Menpora, dia ingin masalah tersebut bisa segera diatasi demi kebaikan dan kemajuan olahraga Indonesia. Hal tersebut merupakan salah satu target di awal kepemimpinannya dalam Kementerian Pemudan dan Olahraga.

“Salah satu solusi yakni ngopi bareng, lepaskan yang terjadi sebelumnya dan tatap masa depan. Seperti kata Pak Presiden (Joko Widodo), kami harus duduk dan berdiskusi dan mengatasi permasalahan yang ada,” sambungnya.

Nahrawi belum bisa memastikan langkah ke depannya, apakah akan kembali menggabungkan kedua lembaga tersebut atau tidak. Keputusan akan diambil setelah berdialog bersama KOI dan KONI.

“Kita lihat nanti payung hukumnya bagaimana. Semua harus dilakukan sesuai payung hukum,” tegasnya.

Imam Nahrawi merupakan Menpora dalam Kabinet Kerja. Dia menggantikan Roy Suryo yang sebelumnya menjabat pada 2013-2014.(kompas.com)

Jokowi Pasang Target Peringkat V pada Asian Games 2018


REMAJA-TENIS.Com, YOGYAKARTA. — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi menyebutkan, pemerintah memasang target peringkat kelima dalam ajang Asian Games tahun 2018. Target ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk menjadikan pelaksanaan Asian Games 2018 di Indonesia sebagai program prioritas.

“Target setidaknya ada di peringkat ke-5, saya yakin bisa. Saya meminta doa semua masyarakat Indonesia untuk mencapai target itu,” kata Imam Nahrawi saat ditemui di Kompleks Taman Wijaya Brata, Selasa (28/10/2014).

“Kita punya program 5 tahun namanya. Untuk mencapai itu, kita langsung kerja turun ke lapangan,” kata Imam lagi.

Imam menjelaskan, seusai dilantik, dia langsung bekerja dengan turun ke lapangan. Tujuannya untuk berkomunikasi dengan para pemangku kepentingan dan mencari tahu persoalan yang ada saat ini di semua institusi.

Imam menegaskan, sesuai arahan Presiden, prioritas utama adalah menyukseskan pelaksanaan Asian Games 2018 di Indonesia, demi menjaga martabat serta nama baik bangsa di mata internasional. “Asian Games harus sukses, demi nama bangsa di dunia internasional,” ucap dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, Imam mengunjungi Yogyakarta. Kunjungannya ke Kota Gudeg dalam rangka berziarah, dan melakukan tabur bunga di makam salah satu tokoh Kongres Pemuda II tahun 1928, yakni Ki Soegondo Djojopoespito. Imam Nahrawi terlihat ditemani oleh mantan Menpora, Roy Suryo.

Nadal Akan Operasi Usus Buntu


Tiga November mendatang, petenis Spanyol, Rafael Nadal, akan menjalani operasi usus buntu. Artinya, Nadal harus absen dari turnamen Paris Masters yang berlangsung pekan ini, dan ATP Final, pertengahan November.

Nadal akhirnya memutuskan menutup musim ini lebih awal setelah kalah dari petenis muda Kroasia, Borna Coric, pada perempat final Swiss Indoors, Jumat (24/10/2014). Nadal kalah dua set langsung 2-6, 6-7(4).

“Saya tidak akan pergi ke Paris dan London (ATP Final), saya tidak cukup kompetitif,” kata Nadal usai pertandingan tersebut. “Saya akan menjalani operasi pada tiga November.”

Awalnya, Nadal memilih untuk menunda operasi dan tetap berencana bermain hingga ATP Final. Dengan memakai antibiotik dia tetap turun di Shanghai Masters dan Swiss Indoor. Hasilnya, Nadal tak bisa bermain di level biasanya.

Dengan mundurnya Nadal berarti pemain peringkat kesembilan ranking Race to London berhak ikut ATP Final. Turnamen ini hanya diikuti delapan petenis terbaik dalam satu musim.

Paris Masters merupakan event terakhir di mana para pemain bisa mengumpulkan poin sebelum ATP Final. Novak Djokovic, Roger Federer, Stan Wawrinka, dan Marin Cilic adalah para pemain yang sudah lolos ke ATP Final.(kompas.com)

Menpora Harus Bisa Buat Terobosan Baru di Olahraga

-REMAJA-TENIS.Com, MAKASSAR, Telah ditunjuknya figur Menpora baru di kabinet kerja Jokowi-Jusuf kalla, Imam Nahrawi semua pihak berharap mau belajar lebih cepat mengenal dunia olah raga nasional sehingga bisa menjawab target yang diberikan Presiden Jokowi.

Pengumumnan atau perkenalan yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo menitipkan pesan agar Menpora Imam Nahrawi bisa menyukseskan penyelenggaraan Asian Games 2018 yang akan berlangsung di Indonesia.

Pengamat tenis August Ferry Raturandang (AFR) di Makassar berharap Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Imam Nahrawi dapat mampu belajar dengan cepat mengenai visi olahraga.

“Kami berharap Menpora dapat mampu belajar dengan cepat mengenai perkembangan olahraga ke depan serta harus cepat bekerja,” katanya di Makassar, Minggu (26/10)

AFR sedikit pesimistis Menpora dapat mengangkat prestasi olahraga Indonesia, karena Menpora Imam Nahrowi itu awam terhadap olahraga . Tetapi diharapkan memiliki kemampuan membuat terobosan baru khususnya dikalangan internal Kemenpora, bisa mengikis segala kebobrokan di Kemenpora sendiri, seperti tekad dari Presiden Jokowi dikenal jujur dimata masyarakat.

“Sudah harus bisa memacu agar cabang cabang olahraga lakukan regenearsi atlet2nya. Jangan seperti sekarang ini. Atlet Olimpiade ataupun Asian Games masih turun di Pekan Olahraga Daerah/Provinsi) maupun PON. Ini pengalaman selama ini didunia olahraga nasional. Harus bisa lakukan terobosan terobosan baru.Disamping itu pula agar penerapan Undang Undang tentang Sistem Keolahragaan Nasional benar benar diterapkan.

” Beri waktu kepadanya untuk bekerja dan mengenal olahraga.”

Pesan Khusus Presiden Jokowi kepada Menpora


REMAJA-TENIS.Com, JAKARTA.- Politisi Partai Kebangkitan Bangsa Imam Nahrawi mendapat kepercayaan dari Presiden Joko Widodo untuk menjabat sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga dengan salah satu tugasnya adalah mengawal Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan di Indonesia.

“Saya meminta pak Imam Nahrawi bisa mengawal prestasi olahraga dan pemuda. Serta mengawal persiapan Asian Games 2018,” kata Presiden Jokowi saat mengumumkan susunan Kabinet Kerja di Istana Merdeka Jakarta, Minggu.

Presiden juga menyebut Imam Nahrawi sebagai orang muda, karena usianya yang relatif muda, yang akan mampu menunaikan tugas sebagai Menpora. Menurut Presiden, Imam Nahrawi adalah politisi profesional, aktivis sosial yang berpengalaman, serta punya jejaring yang kuat.

Imam Nahrawi yang lahir di Bangkalan, Jatim, 8 Juli 1973 itu adalah anggota DPR dari PKB dan juga sebagai Sekretaris Jenderal DPP PKB.

Ia juga pernah tercatat sebagai anggota DPR 2009-2014 serta menjabat sebagai direktur intervensi Surabaya dan CV. Alhidayah Surabaya.

Pendidikan formal dijalani di SDN Bandung Bangkalan tahun 1980-1986, SMPN Konang Bangkalan tahun 1986-1989, MAN Bangkalan tahun 1989-1991, dan IAIN Sunan Ampel Surabaya tahun 1998.

Suami dari Hj Shohibah Rahmah ini dikaruniai tujuh orang anak. Di organisasi kepemudaan, Imam pernah menjadi Ketua Umum PMII Jatim 1997, dan menjadi Ketum DKN Garda Bangsa 2002.

Dalam biografinya tidak banyak yang menyinggung mengenai aktivitas di bidang olahraga, namun ia dikenal cukup dekat dengan kalangan sepak bola, khususnya di Surabaya.

Jika tetap dipercaya sebagai Menpora hingga lima tahun ke depan (2019), sejumlah tugas menanti Imam Nahrawi. Ia harus menaikkan peringkat Indonesia di ajang SEA Games Singapura (2015) dan Malaysia (2017), Olimpiade Rio de Janeiro (2016) serta sukses di peringkat dan penyelenggaraan Asian Games 2018.(kompas.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media