Kumpulan Berita
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

AFR Sebut Fisik Titik Lemah Tim Davis Indonesia

REMAJA-TENIS,COM, JAKARTA-Pengamat dan pembina tenis August Ferry Raturandang (AFR) menyebut faktor utama penyebab kekalahan dua tunggal Indonesia Mohammad Rifqfy Fitriadi dan David Agung pada hari pertama laga tim Davis Indonesia lawan Selandia Baru di ajang Piala Davis Grup II Zona Asia-Oceania, Sabtu, (14/8) di Stadion Tenis Gelora Bung Karno Senayan Jakarta, adalah lemahnya fisik kedua pemain tersebut.Hasil gambar untuk foto Rifqy Fitriadi

”Ya lihat saja bagaimana Rifqy yang main di partai pertama lawan Ajeet Ray yang sempat unggul tiebreak 6-2 akhirnya kalah karena fisiknya tak siap bertarung dalam tekanan tinggi. Dan kondisi itu makin terlihat di set kedua, Rifqy tak berdaya lagi melayani determinasi permainan lawan,”kata Ferry saat dihubungi TribunOlahraga.com,

Opa Ferry begitu pria berdarah Kawanua itu disapa para petenis muda (RemajaTenis-red) juga menilai kondisi serupa terjadi pada penampilan David Agung yang turun di partai kedua. Unggul mudah di set pertama dan sempat memimpin 4-1 di set kedua dan sudah diambang kemenangan, malah berbalik kalah 4-6 sehingga membuatnya lunglai tak berdaya di set penentuan kalah telak 0-6.

Menurut Ferry, dirinya sebetulnya tak mau menyeroti persiapan tim Davis Indonesia ini terutama dari sisi fisik. Namun jika menilik penampilan dua tunggal kita di laga hari pertama ini jelas ada yang tak beres.berita

”Saya setuju keberanian PB.Pelti menurunkan pemain-pemain muda di ajang seperti Piala Davis ini. Namun tentu persiapannya bukan hanya teknis dan mental tapi fisik harus mendapat perhatian. Kebugaran para pemain sangat buruk,”tandas Promotor RemajaTenis ini.

Meski masih ada tiga partai lagi yang akan dimainkan Minggu, (15/9) besok, Ferry mengatakan sebaiknya kita tidak usah memikirkan hasil akhir apalagi sampai menyapu tiga angka kemenangan.

Dia lebih menginginkan para pemain ini tampil lepas anggaplah ini bagian dari latihan persiapan ke SEA Games 2019 di Filipina. Paling tidak atmosfir ketatnya persaingan bisa dijadikan modal oleh para pemain kita menuju pesta olahraga terbesar dua tahunan di kawasan Asia Tenggara itu.(tribunolahraga,com)

RemajaTenis Galakkan Tenis Ke Palembang

REMAJA-TENIS.COM, PALEMBANG. Tiada hari tampa Tenis, itulah yang sedang terjadi agar tenis yunor tetap berkembang di Palembang Dengan lolosnya tim tenis Pekan Olahraga Nasional ( PON ) Sumatera Selatan ke Papua memacu petenis yunor untuk makin giat berkompetissi. Hal itu seperti yang diamati olah August Ferry Raturandang selaku Promotor tenis.

Tercatat sejak tahun 2009 RemajaTenis sudah dua puluh kali diselenggarakan di Bummi Sriwijaya. ” Memang kami mendukung idea AFR agar tenis bertambah bergairah di Palembang ” ujar Bambang Harsono pelatih Semen Baturaja Palembang.

Dukunagn pelatih lainjuga sagat besar. ” Kami sedang membutuhkan turnamen bagi petenis muda usia ini,Ayo Tenis. ” ujar David Tarmuji pelatih dari ITTEC Palembang.

Kejuaraan nasional RemajaTenis Sumsel XXI bakal kembali mempertandingkan nomor tunggal kelompok umur 8 tahn , 10 tahun. 12 tahun , 14 tahun, 16 tahun, 18 tahun, baik sektor putra maupun putri.

Turnamen akan dihelat mulai 20 – 22 September 2019 di lapangan tenis Pemkot Palembang. AFR merangkul Pengkot Pelti Palembang agar dapat terlaksana dengan baik.

” Ini merupakan program Pelti, kami selalu mendukung bagi masyarakat tenis yang sangat peduli akan tenis” tutur Ketua Pengkot Pelti Palembang Ir Harrey Hadi mMS

Oleh Ketua Bidang Hubungan Daerah PP Pelti , Drs Johannes Susanto , dikatakan bahwa RemajaTenis masih kontinyu mengadakan Turnamen Diakui Pelti ( TDP ) Yunir didaerah daerah.
” Itu yang kita dukung, Opa AFR ini orang yang peduli akan tenis dan konsisten /. Bravo AFR. ” kata Jog=hannes Sisanti.

Diandra Kirana Juara RemajaTenis Bantul X

REMAJA-TENIS.COM, BANTUL, .Diwarnai adu reli dilakukan kedua petenis putri 14 tahun mewarnai duel final RemajaTenis Bantul X di GOR Sultan Agung Bantul sore hari ini (8/9). Ini pertama kali antara Rani Rahmasari andalan Salatiga melawan Diandra Kirana ( Blora) sehingga kedua pemain saling menunggu untuk menyerang antara unggulan satu dan dua tunggal putri 14 tahun sehingga tanpa terasa angka sudah menunjukkan 5-3 keunggulan Rani Rahmasari sebagai unggulan 1.

Dengan ketekunannya secara perlahan Diandra ditunjang fisik yang kuat sedangkan Rani Rahmasari sudah terkuras tenaganya di semifinal tadi pagi sehingga secara keyakinan yang tinggi Diandra secara perlahan megumpulkan angka demi angka sampai angka menujukkan 5-5 . Tetapi sebenarnya Rani tetap berjuang untuk mempertahankan keunggulannya, tetapi kelihatan sudah tidak ditunjang oleh stamina sehingga kendali ditangan Diandra Kirana sehingga set 1 menjadi miliknya 7-5
Set kedua kendali ditangan Diandra Kirana dan unggul lebih dahulu meninggalkan Rani Rahmasari 6-2 sehingga berhak untuk menggapai gelar juara.

Ketika Diandra Kirana diminta komentarnya, dia katakan cukup konsentrasi dan tidak berbuat salah. ” Saya hanya fokus dan bermain save dan sekali kali menyerang dan tidak berbuat salah. ” tutur Diandra Kirana Wulan Sari , kelahiran 4 Juni 2006

” Saya capek juga disemifinal terkuras tenaga saya. Dia bermain bagus. ” ujar Rani Rahmasari.

Hasil yang mengejutkan datang dari Samarinda dikelompok umur 10 tahun putra Al- Raffi Pratama berhasil menundukkan Faisal Adi P asal Magelang 83

Terjadi all Purworejo Finals untuk 10 tahun putri terjadi antara Gabrielle Seanna dan Chelsea Alexandra dimenangkan oleh Chelsea 2-8,

Untuk final kel umur 12 putra Diego Armando asal Pati mengalahkan Rangga Wisnu asal Semarang 8-4
Sedangkan final 12 putri Unza Syifa asal Bantul mengalahkan Adyba Ardelia asal Blora 8-4, begitu pula final 14 putra Andika Rizki asal Pati mengalahkan Jefry Ulinnuha asal Kudus 62 62 Ku
Final KU 16 tahun putra petenis Kudus M Akbar Aidil Fitri mengalahkan Leonard Sungkono asal Ourworejo 63 46 10/8

Final KU 16 putri Diah Ayu asal Pati berhasil mengalahkan petenis tuan rumah Talitha Ayudya 62 36 10/7

Final Ku 18 tahun putra petenis asal Kudus M Reza Falevi berhasil mengalahkan petenis Wonogiri Putra Rakha 60 60, sedangkan kelompok 18 tahun putri keluar sebagai juara adalah petenis Kudus Nadya Daneswara diikuti Aulia Risma asal Purwodadi

Selaku promotor RemajaTenis, August Ferry Raturandang melihat betapa semangat atlet usia muda sehingga menambah semangat agar tiada henti hentinya menggelar RemajaTenis didaerah daerah. ” Saya melihat semangat bertanding petenis usia muda ini. Mereka sadar betapa pentingnya turnamen. Dukungan klub Sukun Kudus, Blora dan Bantul dan orang tua menunjang prestasi atlet atlet muda ini datang dari berbagai daerah.. Untuk itu RemajaTenis selaku siap hadir mendampingi atlet2 kita” ujar August Ferry Raturandang.

Menurut pelatih dari Semarang, Terry Soegiyanti, kelihatannya piala Tugu Muda mengundurkan diri. Belum lagi info yang didapat KR Open mengundurkan diri menjelang HAORNAS.
” Kami selalu mendukung adanya TDP Junior di Jawa Tengah dan DIY” ujar Terry Soegiyanti.

” RemajaTenis akan kembali bulan November di Bantul dan Blora.” ujar August Ferry Raturandang yang dikenal dengan panggilan. Opa AFR.Diadra Kirana Juara

RemajaTenis Bantul X diikuti 139 peserta

REMAJA-tENIS, BANTUL . Tercatat 130 atlet yunior tenis ikut bertanding dalam TDP Re majaTenis Bantul X di lapangan tenis GOR Sultan Agung Bantul DIY yang sedang berlangsung hari ini (7/9) . Peserta paling jauh dari Jayapura Papua turut hadit mengadu nasib yaitu Sultan Danu Adisty dan juga dari Samarinda , Al Raffi Pratama.

Unggulan pertama tunggal 10 putri asal Temanggung , Qonito Nur Aini tumbang ditangan Gabrielle Seanna asal Purworejo 82 sehingga lolos ke semifinal. Sedangkan Nirwasita Ayu W lolos kesemifinal setelah mengalahkan Faras Aisyah Kholid asal Purwokerto 82.

Semifinalis lainnya adalah Shafa Yuna Farhana asal Bantul setelah berhasil singkirka n petenis Kebumen,Gheriya Rahima Andhini 83. Calon lawan diseminal adalah Chelsea Alexandra yang berhasil mengalahkan Dahayu Amira Widjajanto ssal Purwokerto 86

Sedangkan tunggal 12 tahun putri, lolos kesemifinal andalan tuan rumah Unza Syifa Adinda Novitasari setelah mengalahkan Mutiara Faida Faida Ramadhani 82. Begitu juga lolos kesemifinal petenis tuan rumah Nabila Khoiri Nukma Safitri setelah mengalahkan Salatiga , Tsabita Az-Zahra 81.

Disamping itu petenis Banyumas Steffi Intelova lolos kesemifinal setelah berhasil kalahkan Rara Ratih Daniswara asal tuan rumah 84. Lawannya disemifinal adalah petenis Blora Adyba Ardelia Bhanuwati setelah singkirkan Amelia Putri Tennizya Vesti asal Wonogiri, 81

Jessical Christa Targetkan Ke WTA Futures Finals Di Shenzen

REMAJA-TENIS.COM ,JAKARTA. Petenis asal Semarang, Jessica Christa Wirahadipoernomo mematok target sebagai juara KU 16 turnamen kualifikasi Indonesia WTA Future Stars 2019.

Namun, unggulan ketiga itu harus menghadapi tantangan Justmin Da Costa dari Tangerang Selatan pada babak perempat final di lapangan tenis The Sultan Hotel & Residence Jakarta, Kamis (29/8/2019).

“Kami belum pernah ketemu di lapangan, namun saya sudah tahu bagaimana cara lawan bermain. Pokoknya, jangan banyak membuat kesalahan sendiri dan berusaha membuat lama tidak berada dalam zona nyaman,” ungkap Jessica yang menyabet posisi runner up turnamen ITF J5 di Palembang ini, pekan lalu.

“Memang kondisi agak lelah karena ikut dua turnamen dalam dua minggu berturut-turut. Namun hadiah menjadi wakil Indonesia pada WTA Future Stars Final di China terlalu saying untuk dilewatkan,” jelasnya.

Sementara itu, persaingan juga bakal makin kencang pada KU 14. Seeded teratas, Kholisa Siti Maisaroh asal Kudus akan meladeni petenis kidal dari Surabaya, Bunga Nuraini. Sedangkan Nazwa Syamsabila (Ciamis) bakal menantang unggulan keempat asal Bandung, Joanne Lynn Hartono.

Turnamen WTA Future Stars kualifikasi Indonesia ini adalah ajang untuk memilih wakil tim Merah Putih untuk berlaga di putaran final seiring dengan perhelatan WTA Finals yang menampilkan delapan petenis putri peringkat tertinggi di dunia yang berlangsung di Shenzhen, China, Oktober 2019. Setiap negara akan mengirimkan seorang petenis di masing-masing KU, yakni 14 dan 16 tahun.

Selain Indonesia, ajang serupa ini juga digelar oleh lebih dari 20 negara kawasan Asia Pasifik. Bahkan, mulai tahun ini persaingan akan bertambah sengit karena tiga negara yang menjadi salah satu kekuatan tenis putri dunia, yakni Amerika Serikat, Kanada dan Inggris juga mulai terlibat.

“Sekarang, ajang ini bergerak menjadi event global dari semula sebagai ajang regional ketika WTA Finals bergulir di Singapura. Ini kesempatan bagi petenis putri KU 14 dan 16 dari Indonesia untuk mencicipi panggung dunia,” kata Direktur Turnamen, Susan Soebakti.


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media