TERBIT 1 FEBRUARI 2012...T.URNAMEN NASIONAL REMAJATENIS SULSEL-2 TGL 24-26 OKT 2014 DI MAKASSAR....JUARA TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS JAKARTA-5 (TGL 19-21 SEPT) ADALAH EMILIA MICHTA (KU 8TH), CLAUDIO LUMANAUW(KU 10 PA), ARIN VARAHSIMA (KU10 PI), JONES PRATAMA (KU 12 PA), NIKITA SALKAR (KU 12 PI), KAREEN ABDUL HAKIM (KU 14 PA), DANISA AMALIA ERRIAD(KU 16 PI), JUSTIN BARKI (KU 16 PA).. ................. UNTUK PETENIS INDONESIA, MENTAL YANG PALING PENTING, SERTA KELINCAHAN, MOBILITAS DAN DAYA TAHAN UNTUK MENEMBUS TINGKAT DUNIA (AFR) .............. . ..... . CARA DAFTAR REMAJATENIS TERMUDAH DGN SMS ..0812 8402 4970............. TURNAMEN NASIONAL REMAJATENIS TEGAL TGL 28-30 NOPEMBER 2014 DI TEGAL... MENUNGGU ULURAN TANGAN SEBAGAI SPONSOR KEGIATAN REMAJATENIS SILAHKAN HUBUNGI 0812 8402 4970.............

PB PON Akan Rampungkan Buku Pedoman


REMAJA-TENIS.Com, BANDUNG. Pengurus Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) XIX 2016 Jawa Barat berkomitmen untuk segera merampungkan Buku Pedoman Penyelenggaraan PON. Terlebih buku tersebut akan menjadi panduan pelaksanaan even nasional empat tahunan di Jabar, termasuk juga untuk penyelenggaraan PON berikut dan turnamen olahraga skala nasional lain.

“Selama ini untuk pelaksanaan PON tidak ada buku pedoman, padahal itu merupakan hal yang sangat penting,” jelas Ketua I PB PON XIX 2016 Jabar Ahmad Hadadi usai memimpin rapat koordinasi penyusunan buku pedoman penyelenggaraan PON XIX 2016 Jabar di Hotel Cipaku Indah, Kota Bandung, Selasa (21/10/2014).

Rapat Koordinasi Penyempurnaan dan Finalisasi Buku Pedoman Penyelenggaraan PON XIX 2016 Jabar tersebut diikuti para ketua 14 bidang PB PON. Rapat teknis dipimpin Wakil Ketua II KONI Jabar Ucup Yusup, yang juga ketua Bidang Pertandingan PB PON XIX 2016 Jabar.

Dikatakan Hadadi, penyelenggaraan PON selama ini tidak memiliki pedoman baku tentang seputar penyiapan venue hingga pelaksanaan pertandingan. Kondisi ini diketahui setelah PB PON XIX 2016 Jabar berkoordinasi dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat. Termasuk juga ketika pihaknya berkomunikasi langsung dengan pejabat berwenang di Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur selaku penyelenggara PON sebelumnya.

“Tidak ada panduan baku selama ini. Kami hanya memperoleh bahan tertulis sekadarnya dan keterangan lisan dari mereka. Kondisi ini tentu tidak sehat untuk penyelenggaraan even besar seperti PON,” jelasnya.

Dikatakannya, ketiadaan buku panduan detail disoroti pertama kali oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher), selaku Ketua Umum PB PON XIX 2016 Jabar. Menurutnya tanpa koridor baku penyelenggaraan, standar sukses pelaksanaan PON pun tidak ada.
“Tanpa standar berarti kita bergerak tanpa mengetahui target penyelenggaraan PON seperti apa yang akan dicapai,” tegas Hadadi.

Menurutnya Buku pedoman Penyelenggaraan Pon sangat penting, salah satu bagian penting buku pedoman yakni Standar Belanja Biaya (SBB) semua keperluan persiapan hingga pelaksanaan seluruh pertandingan, hingga penutupan. “Berapa sih sebenarnya honor wasit, misalnya. Selama ini tidak ada acuan. Dengan buku acuan, kita nantinya tidak melanggar apa-apa,” katanya.

Oleh karena itulah lanjutnya, PB PON berkomitment untuk segera merampungkan buku pedoman penyelenggaraan PON. Buku panduan tersebut ditargetkan rampung akhir Desember 2014. Selanjutnya diserahkan ke Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) KONI Pusat dan Kemenpora.(galamedia)

Tampil Maksimal, Serena Kalahkan Ivanovic


REMAJA-TENIS.Com,SINGAPURA – Petenis peringkat satu dunia, Serena Williams tampil maksimal untuk mengalahkan Ana Ivanovic dalam pertandingan pertama WTA Finals di Singapura, Senin (20/10/2014).

Serena samasekali tak memperlihatkan dirinya sempat mengalami cedera lutut yang membuatnya mundur dari turnamen China Terbuka bulan lalu. Ia mengalahkan petenis asal Serbia, Ivanovic 6-4, 6-4.

Petenis berusia 32 tahun ini tampil tanpa pembalut di lututnya. Ia bahkan sempat melakukan gerakan split yang menunjukkan kelenturan tubuhnya.

“Saya tiadk pernah melakukan hal itu (split) dalam latihan,”kata Serena. “Saya juga tidak pernah berlari sejauh itu dalam latihan. Saya memang melakukan gerakan kelenturan, tetapi bukan untuk tenis. Saya melakukannya karena saya menari.”

Serena mengaku tidak pusing dengan cedera lututnya. “Saya memang merasa ada sesuatu sedikit. Tetapi dibandingkan saat di Beijing, kondisinya jauh lebih baik.”

Dalam pertandingan lainnya, petenis Romania, Simona Halep mengalahkan petenis cantik Kanada, Eugenie Bouchard 6-2, 6-3.(kompas)

WTA FINALS 2014 Hadapi Ivanovic Jadi Ujian Pertama Serena


REMAJA-TENIS.Com, SINGAPURA— Ujian berat langsung diterima petenis nomor satu dunia, Serena Williams, di ajang WTA Finals 2014 di Singapore Indoor Stadium. Bagaimana tidak terhitung sulit jika lawan yang mesti dihadapinya di laga perdana, Senin (20/10) malam adalah unggulan ketujuh, Ana Ivanovic.

Tergabung di grup Merah, sang juara bertahan ini mesti menghadapi Simona Halep, Eugenie Bouchard, dan Ana Ivanovic, demi meloloskan diri ke babak semifinal. Serena dituntut untuk tampil prima jika ingin mencetak hat-trick trofi pamungkas WTA ini.

Namun demikian, rintangan pertama yang mesti ditundukkannya adalah mantan petenis ranking satu dunia, Ivanovic. Kedua petenis papan atas tersebut berjumpa sebanyak delapan kali, dengan Serena yang memegang keunggulan atas Ivanovic, 7-1 (menang-kalah).

Di musim 2014 ini keduanya berjumpa sebanyak empat kali. Satu-satunya kemenangan Ivanovic adalah di babak perdelapan final Australian Open 2014. Selebihnya menjadi milik Serena yang merupakan petenis dengan 18 gelar grand slam. Pertemuan terakhir mereka terjadi di final Cincinnati Masters 2014 dengan Serena sebagai pemenangnya.

Di musim ini Serena yang merupakan petenis Amerika Serikat itu sukses memboyong enam gelar juara yang sekaligus mengemas total 63 titel sepanjang kariernya. Enam gelar itu adalah WTA Brisbane, Miami Masters, Rome Masters, WTA Stanford, Cincinnati Masters, dan US Open 2014. Meski gagal di tiga ajang grand slam, petenis 33 tahun itu sukses merebut grand slam ke-18 dengan menjuarai US Open.

“Saya tak peduli dengan siapa saya bermain. Anda bisa menaruh saya untuk melawan siapa saja karena saya siap. Saya tak sabar untuk bertanding,” ungkap Serena, dilansir Daily Mail, Minggu (19/10).

Penampilan Ivanovic juga tak kalah impresif. Petenis Serbia ini mampu berjaya di empat ajang, yakni WTA Auckland, Monterrey, Birmingham, dan Tokyo. Sebanyak empat titel juara itu membawa petenis 26 tersebut kembali ke jajaran top 10 dunia hingga akhirnya menembus WTA Finals.

Sementara itu, di laga grup Merah lainnya menghadirkan pertarungan menarik antara petenis ranking ketiga dunia, Simona Halep, kontra petenis Kanada, Eugenie Bouchard. Boleh dibilang kehadiran Halep di Singapura ini merupakan mimpi yang menjadi kenyataan. Kariernya melesat tajam di musim ini. Ia mengakhiri musim 2013 dengan bertengger di peringkat ke-11. Ia tak butuh waktu lama untuk mendapati dirinya kini berada di jajaran tiga besar dunia.

“Tahun lalu saya hanya bermain di Sofia. Saya lalu bilang kepada orangtua saya jika mimpi saya adalah bermain di turnamen yang sangat besar. Saya berusaha mati-matian untuk bisa terkualifikasi di sini. Sekarang di sinilah saya berada sebagai delapan petenis terbaik dunia,” jelasnya, dilansir wtatennis.(solopos)

Michael Robert Tanoso Juara Liga Tenis Junior di Bandung


REMAJA-TENIS.Com, BANDUNG. Michael Robert Tanoso berhasil menjadi JUARA tunggal kelompok umur 14 tahun pada MAYAPADA LIGA TENIS JUNIOR NASIONAL 2014 yg berlangsung di Bandung pada 19 Oktober 2014, setelah difinal kalahkan M.Iqbal .

Sebelumnya di Semi Final berhasil menumbangkan Unggulan dua, petenis tuan rumah M Rizal Muzakir, dengan skor 6-2, 2-6, 10-5, dengan permainan Service Volley yg akurat dari Michael dan diladeni dengan permainan Baseline oleh M Rizal, sehingga menghasilkan Super Tie Break, yang akhirnya dimenangkan oleh Michael Robert Tanoso dengan 10-5.

Pada Semi Final lainnya, Unggulan satu, M Iqbal, berhasil mengalahkan Rohan Srivastava dengan skor 6-3, 6-4, dengan permainan alot dari Baseline oleh keduanya. Pertandingan sangat seru dengan adu kuat pukulan dari garis Baseline, namun akhirnya M Iqbal dapat mengatasi Rohan.

Pada Pertandingan Final antara M Iqbal melawan Michael Robert Tanoso terjadi pertandingan dengan dua Gaya permainan yang berbeda, Baseliner vs Serve Volley, pertandingan berjalan sangat ramai dan terlihat adanya adu mental yg sangat kuat. Dan akhirnya Michael Robert Tanoso berhasil menang 6-2 6-2.

Serangan M Iqbal dari Garis Baseline dapat diladeni Michael Tanoso dengan permainan Service Volley nya, sehingga ketika adu pukulan terjadi maka M Iqbal terlihat kewalahan dengan Serve dari Michael yg Kidal dengan diikuti permainan agresif volley di depan net yang mampu mendikte permainan pada Final tersebut.

Setelah Pensiun, Li Na Fokus Mengurus Keluarga


REMAJA-TENIS.Com, SINGAPURA. – Mantan petenis asal Tiongkok, Li Na, mengumumkan pensiun hanya beberapa bulan setelah meraih gelar Grand Slam keduanya di Australia Terbuka, Januari lalu. Satu bulan setelah pengumuman mengejutkan tersebut, Li Na yang saat ini berada di Singapura, mengaku fokus mengurus keluarganya.

“Tentu saja saya tidak akan kembali ke tenis. Saya sudah berusia 32 tahun, dan pada awal tahun depan akan 33 tahun. Sekarang saya harus mengurus keluarga karena saya sudah kehilangan 32 tahun,” ujar Li Na yang berada di Singapura berkaitan dengan penyelenggaraan turnamen WTA Final yang akan berlangsung 20-26 Oktober.

Dari sekian banyak prestasinya, pencapaian terbesar Li Na adalah ketika menjuarai Perancis Terbuka 2011 dan Australia Terbuka 2014.

Li Na merupakan satu-satunya petenis Asia yang menjuarai Grand Slam pada nomor tunggal. Li Na juga menjadi petenis Asia, putra maupun putri, yang pernah meraih ranking tertinggi di dunia, yaitu dua.(kompas.com)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media