TERBIT 1 FEBRUARI 2012.... ...,,,,....REMAJATENIS JAKARTA-81 14-16 JUNI 2019 DI LAPANGAN TENIS MARINIR CILANDAK JAKARTA........................
Foto Pilihan
foto-rt-intan-payakumbuh foto-rt-jaffery-w foto-rt-kenneth_0

Sayang Gagal Kawinkan Gelar, Beatrice Hanya Juara di Ganda Turnamen Singapore W25

REMAJA-TENIS.COM, SINGAPORE.. Langkah petenis Indonesia Beatrice Gumulya terhenti pada semifinal nomor tunggal. Namun Beatrice menjadi juara pada nomor ganda bersama rekan senegaranya Jessy Rompies pada turnamen Singapore W25.

Sayangkan Beatrice jadi gagal mengawinkan gelar tunggal dan ganda. Bertanding pada nomor tunggal terlebih dahulu di Kallang Tennis Centre, Singapura, Sabtu (18/5/2019), Beatrice kalah pada semifinal oleh petenis Rusia Valerie Savinykh 0-6, 3-6.

Namun pada final nomor ganda yang digelar berikutnya, Beatrice bersama Jessy yang menjadi unggulan teratas akhirnya membuktikan diri meraih gelar dengan menundukkan pasangan unggulan ketiga Rutuja Bhosale (India) dan Abigail Tere-Apisah (PNG) 6-4, 0-6, 10-6.

Jessy mengaku memaksa agar bisa memenangi set kedua, namun lawan lebih agresif sehingga lawan meraih kemenangan 6-0. “Yang penting bisa kembali fokus di super tie break. Meski sempat ketat sampai dengan 6-6, kami bisa tuntaskan,” ujarnya.

Mereka kalah set ke-2 dengan skor 6-0 dan ini sempet bikin down. “Tapi kunci kemenangannya di super tie break karena bisa fight dan stay positive. Take the risk and stay focus point by point,” ujar Jessy.

Setelah mengikuti turnamen tersebut, kedua petenis Indonesia itu pulang ke Tanah Air untuk mempersiapkan diri mengikuti turnamen WTA 125K di Kroasia. (indopost.com)

Jessy Rompies Berhasil Lolos Kebabak Kedua

REMAJA-TENIS.COM, SINGAPORE.- Petenis putri Indonesia Jessy Rompies menyusul Beatrice Gumulya ke babak 16 besar turnamen Singapore W25. Ini Jessy meraih kemenangan atas Eudice Chong, di Kallang Tennis Cetre Singapura, Rabu (15/5/2019) dengan skor 3-6, 6-4, 6-4.

Jessy berdasarkan data dari laman resmi kejuaraan, membutuhkan waktu 2 jam 19 menit untuk mengalahkan wakil Hong Kong itu. Salah satu petenis terbaik Indonesia itu sempat dikalahkan lawannya pada set pertama dengan skor 3-6.

Servisnya dipatahkan sebanyak tiga kali oleh Eunice Chang pada gim ketiga, ketujuh, dan kedelapan. Pada set kedua, Jessy melancarkan serangan- serangannya untuk menyamakan kedudukan.

Serangan berturut- turut yang dilakukan Jessy pada gim pertama membuatnya mendapatkan poin dengan mudah dalam waktu 8 menit. Servisnya pun semakin mumpuni, pada gim keempat di set kedua Jessy melakukan tiga kali As menghasilkan dua poin lebih unggul dari lawannya 3-1.

Eunice sempat mencoba mengejar poin yang tertinggal di gim kelima, namun Jessy berhasil mengalahkannya dan menyamakan kedudukan di set kedua dengan skor 6-4. Pada set ketiga, Jessy tetap bermain gemilang sehingga mampu menahan tekanan dari lawan.

Skor 6-4 kembali diraih dan kemenanganpun akhirnya mampu diraih wakil Indonesia itu. Kemenangan ini merupakan kedua kalinya bagi Jessy Rompies mengalahkan Eunice Chang. Pada 2016, Jessy pernah mengalahkan Eunice pada Turnamen Kao-Siung W10.

Jessy Rompies akan bertanding dengan Chompoothip Jundakate yang berasal dari Thailand untuk pertandingan selanjutnya menuju babak perempat final. Tidak hanya bermain dikategori single, Jessy Rompies juga akan bermain bersama Beatrice Gumulya pada kategori ganda pada turnamen Singapore W25 ini melawan Sowjanya Bavisetti dari India dan Zoe Kruger dari Rusia.

PELTI Targetkan Dua Emas Tenis Di SEA Games 2019

REMAJA-TENIS.COM, JAKARTAPengurus Pusat Persatuan Tenis seluruh Indonesia (PP.Pelti) menargetkan dua medali emas cabang olahraga tenis di SEA Games 2019, Filipina. Target itu realistis karena Pelti mengikuti arahan Kemenpora bahwa untuk SEA Games 2019 sebaiknya fokus pada pemain-pemain yunior.

Ketua Umum PP.Pelti Rildo Ananda Anwar dalam jumpa wartawan saat acara buka puasa bersama, di Seketariat PP Pelti Stadion Tenis Senayan, Jakartra, Rabu (15/5).pun memaklumi kebijakan Kemenpora tersebut.

“Kita menargetkan dua emas dari lima nomor yang dipertandingkan.Target itu ada di ganda campuran dan ganda putri,” kata Rildo.

Dijelakskan Rildo, meski sudah memasang target, hingga kini PP Pelti masih mencari skema dari kerangka tim yang akan berlaga di SEA Games 2019.

“Untuk komposisi tim yang akan berlaga di SEA Games 2019 itu kami akan memantau pemain-pemain yang sebelumnya sudah masuk skuat Piala Fed dan Piala Davis,” kata Rildo.

Oleh karenanya, lanjut Rildo pihaknya akan tetap memberangkatkan pemain yang punya potensi meraih medali. Ini untuk merespons instruksi Kemenpora di mana atlet yang berlaga di SEA Games 2019 harus dalam komposisi 60 persen atlet muda dan 40 persen atlet senior.

“Kalau 60 atlet muda dan 40 atlet senior, artinya ada pemain junior tiga orang dan senior dua orang untuk masing-masing sektor putra dan putri. Kalau senior masih diandalkan dan berpeluang raih emas, tetap kami pertahankan,” pungkasnya.

Untuk persiapan SEA Games 2019, Pelti akan memulai pelatnas 20 Mei di Wisma Sanita Pejompongan Jakarta. Di Wisma ini terdapat lapangan tenis yang memadai untuk dijadikan tempat latihan.

Terdapat 16 pemain yang dipersiapkan Pelti untuk menghadapi pesta olahraga antarbangsa se-Asia Tenggara (SEA Games) 2019 ini.

Ke-16 pemain itu adalah: Christopher Rungkat, David Agung Susanto, Ignatius Anthony Susanto, Muhammad Rifqi Fitriadi, Odeda Muhammad Arazza, Ari Fahresi, Muhammad Ali Akbar, Nauvaldo Jati Agatra, Beatrice Gumulya, Aldila Sutjiadi, Jessy Prisilia Rompies, Deria Nurhaliza, Priska Madelyn Nugroho, Janice Tjen, Fitriana Sabrina dan Fitriani Sabatini.

Ada beberapa even yang dijadikan ajang try out atau try in bagi pemain pelatnas SEA Games 2019 yakni, ITF World Tenis Men di Hongkong (3-9 Juni), ITF World Tenis Tour Men Hongkong di Hongkong (10-16 Juni), ITF Junior 15 Nonthaburi di Thailand (10-15 Juni), ITF Junior 15 Nonthaburi, Thailand (17-22 Juni), ITF Wolrd Tenis Tour Women 25K di Jepang (19-25 Agustus), ITF Junior 15 Nonthaburi, Thailand (12-17 Agustus), ITF Junior 14 Miki City, Jepang (28 Agustus-1 September). (www.tribunolahraga.com)

Petenis Tuan Rumah Gondol Juara

REMAJA-TENIS.COM, BANDUNG. Akhirnya ambisi Joshua Eldridge Jusuf asal Bandung berhasil keluar sebagai juara tunggal putra KU-14 Remaja Tenis Bandung 2019 yang berlangsung di Lapangan Tenis Caringin, Bandung .Joshua menjadi juara setelah dalam laga final berhasil menang dari petenis asal Kabupaten Bandung, Faikar Rafi 6-3 6-3 yang berasal dari Kabupaten Bandung.

” Saya layani main reli reli, dia tidak tahan dan mati sendiri. Asal fokus pasti bisa.” ujar Joshua setelah menerima hadiah pemenang.

Sementara lawannya Faikar mengaku staminanya terkuras karena memang latihan selama ini tak maksimal. ”Ya kekalahan ini membuat saya harus lebih serius berlatih,”kata Faikar yang menadari kekurangannya dalam persiapan menghadapi turnamen tenis.

Untuk KU 10, Raihan Somantri asal Karawang tampil sebagai juara setelah pada partai puncak mengalahkan Bixenta Adzkaa Feisal asal Jakarta, 8-2. ” Saya sudah yakin menang” ujar Raihan yang aktip ikuti turnamen RemajaTenis di Jakarta

Tidak luput pula petenis tuan rumah lainya, Kaycee Tjandradjaja berhasil menjadi juara untuk KU-12 setelah di final mengalahkan Bryan Wilson Purnama dari Bandung, 9-7. Setelah menang dengan adu pukulan dilapangan cukup ruwet dan keduanya tidak mau kalah sebagai atlet tenis dilapangan tenis,, Kaycee langsung mentraktir rekan-rekannya dengan makan ayam goreng.

”Terima kasih Tuhan yang bisa memberikan kesempatan untuk saya menjuarai turnamen ini,”ujar Kaycee.

Pada KU-12 putri, petenis asal Bandung,Anjali Kirana Junarto tampil sebagai juara setelah menaklukkan unggulan utama asal Jakarta, Clarinta Kyars Feisal 8-0.

Bintang tuan rumah Shinar Zahra keluar sebagai juara KU-14 setelah kalahkan rekannya sekota Sabrina Adia Putri 6-1 6-1. ” Memang Shinar lebih bagus dari saya. ” komentar Sabrina.

Laga final tunggal putra KU-16 dimenangkan oleh Fitra Yudha Aksa (Tangsel) setelah kalahkan Dzaky Assidi (Tangerang) 6-1 6-1. Shelma Revahia Dinia dari Cirebon menjadi juara untuk KU-16 putri. Revahia di final menekuk pemain asal Bandung, Fauziah Wahudin asal Bandung, 8-0, 6-1.

Untuk KU-18 putra, dimenangi Rifky Ananda Somantri asal Karawang setelah kalahkan Rio Rudiansyah asal Garut dalam laga akhir, 6-0 6-1.Pada KU-10 putri, gelar juara dipegang oleh Maula Sa’ya asal Banten yang di final kalahkan Sheika Adekyna Soares asal Banten.

Dengan berakhirnya Remaja Tenis di kota Bandung menutup kegiatan sebelum memasuki bulan Ramadan.

August Ferry Raturandang selaku promotor Remaja Tenis menyampaikan, RemajaTenis tetap konsisten digelar selama masih ada petenis yunior.

” Kami dukung program Pelti di Indonesia dengan menggelar turnamen yunior sebanyak mungkin .” ujar August Ferry Raturandang.

Satu satunya penyelenggara TDP Nasional yang telah memasuki tahun ke 10 dan telsh mencakuo ke 23 Provinsi di Indonesia. : Ini bentuk kepedulian kami terhadap pembinaan tenis di Indonesia. Harapan kami agar rekan rekan lainnya juga bisa terpicu ikuti kegiatan ini dengan menggelar turnamen tenis diseluruh Indonesia. Tidak perlu terpukau dan terlena dengan masa lampau, karena kita akan hadapi masa depan tenis.” ujar Opa AFR setelah selesai acara pemberian hadiah kepada pemenang dilapangan tenis Caringin. ” Manfaatkanlah fasilitas lapangan tenis Caringin ini dengan maksimal. Sayang jika minim kegiatan disini.” Dikatakan pula setelah Lebaran diselenggarakan kembali di Jakarta.

RemajaTenis Masuk ke Tahun Kesepuluh

REMAJA-TENIS,COM, JAKARTA. Tanpa disadari kegiatan RemajaTenis saat ini tepatnya bulan April telah memasuki tahun kesepuluh. Tanpa terasa kegiatan awal yang diragukan oleh penggagasnya sendiri tetapi bisa berkembang sebagai bentuk tanggung jawab pribadi terhadap visi dan misi dalam kehidupan didunia tenis selama ini telah diberikan sejak duduk dalam kepengurusan Pengurus Besar Persatuan Tenis lapangan Indonesia . Ini istilah yang muncul saat itu diera 1986-1990 dibawah kepemimpinan Drs Moerdiono (alm) Dimana akhirnya muncul perubahan nama PELTI menjadi Pengurus Pusat Persatuan Tenis seluruh Indonesia. Hal ini dikemukakan oleh August Ferry Raturandang menanggapi keberadaan RemajaTenis ditahun kesepuluhnya.

Masuknya August Ferry Raturandang kedalam anggota kepengurusan PB Pelti saat itu berkat permintaan dari rekan tenis Maesa, Dr Nico Lumenta yang saat itu sebagai Komite Pembinaan Senior sehingga August Ferry Raturandang ikut dalam Komite Pembinaan Senior PB Pelti 1986-1990. Komite ini yang akhirnya bisa menelurkan PNP (Peringkat Nasional Pelti)

Keluar masuknya dalam kepengurusan induk organisasi tenis yaitu Pelti mulai dai Pusat kemudian Daerah Jakarta dan akhirnya kembali 2002-2012 memberikan nuansa tersendiri dan kepedulian terhadap tenis cukup tingi baginya, sehingga kadangkala berikan koreksi yang seringkali tidak bisa diterima dengan sepenuh hati bagi yang kurang memahami kebiasaannya selama ini.

Sebagai mantan atlet tenis yunior , August Ferry Raturandang merasa kebutuhan atlet tenis adalah turnamen yang saat itu ” hanya ” ada di daratan Jawa saja. Ini kendala bagi atlet tenis diluar Jawa. Saat itu sebagai atlet tenis yunior yang belajar tenis di Singaraja Bali, August Ferry Raturandang sudah mulai mengikuti kejurnas tenis yunior dikota Malang setiap tahunnya. Kemudian saat pindah ke Lombok mengikuti orang tua yang sebagai PNS pindah karena provinsi Sunda Kecil atau Nusa Tenggara dibagi 3 provinsi yaitu Bali, Nusa Tenggara Barat, Nsa Tenggara Timur.

Diawali sebagai anggota Pengda Pelti DKI Jakarta yang saat itu mulai berkantor di Pusat Tenis Kemayoran ( Pusat Tenis Danamon, dengan 10 lapangan outdoor dan 10 lapangan indoor), dengan idea pengadaan turnamen akhir pekan yaitu Pertandingan Sabtu-Minggu (Persami), setelah memiliki pengalaman dalam turnamen nasional maupun internasional selama ini. Kegiatan Persami itu setelah berjalan sampai 2009 ditutup di Palangka Raya dengan judul Piala Ferry Raturandang ke 59.

Keberadan RemajaTenis sebagai konsep turnamen berbeaya rendah ( a low cost tournament), ternyata mendapatkan sambutan cukup besar akibat kesadaran dari pelaku tenis didaerah daerah. Semua itu perlu waktu untuk bisa meyakini pelaku tenis khususnya yang saat itu duduk dalam kepengurusan Pelti didaerah daerah. Maka tanpa terasa ditahun 2009 awalnya di Klub Rasuna Jakarta bulan April kemudian kedua kalinya di Jakarta di lapangan tenis GBK, Senayan, Dan tahun 2009 bisa diselenggarakan 9 (sembilan) kali . Selain di Jakarta diakhir tahun 2009, diadakan di Medan, Cirebon diakhir tahun. Kemudian berkembang ditahun 2010, memasuki keluar daerah lainya seperti ke Nusa Tenggara Barat (Mataram,dan Sumbawa Besar), Sulawesi Tengah dll.

” Tanpa terasa setelah dihitung hitung saat ini sudah memasuki 22 Provinsi.” ujarnya dengan senang karena bisa berbuat baiuk untuk tenis.

Ketika ditanyakan suka dukanya, August Ferry Raturandang katakan lebih banyak sukanya, karena bisa berjumpa dengan masyarakat tenis dihampir seluruh Indonesia.

” Jika kita jalankan dengan senang hati maka terasa sukanya dibandingkan dukanya. Dukanya sih ada. Tapi tidak perlu dikemukakan karena kuatir rekan rekan tidak berani menjalankan turnamen tenis seperti yang saya lakukan.” ujar August Ferry Raturandang. Dikatakan pula dengan kegiatan ini maka bisa travelling kemana mana. Dikatakan pual sangat bersyukur karena beberapa kota sudah mulai laksanakan kegiatan turnamen 3 hari ini. ” Ini menunjukkan sudah timbul kesadaran dari pelaku tenis baik ditingkat klub, Pengcab Pelti maupun Pengda Pelti.” ujarnya

Ketika ditanyakan sudah berapa banyak RemajaTenis diselenggarakan. ” Kira kira mendekati 200 kali sudah dicapai, tapi saya belum sempat menghitungnya. Jakarta saja sudah 80 kali, Sumsel 18 kali, Sulsel diatas sepuluh kali, Bantul sembilan kali, Solo dan Bandung juga sudah lupa. Harus pelan pelan buka file lama. Yang lebih dari sekali adalah Medan, Palu, Manado, Jayapura, Blora, Surabaya.”

22 Provinsi yang sudah digelar RemajaTenis adalah Sumatera Utara (Medan), Sumatera Barat ( Payakumbuh), Riau (Pekanbaru dan Pangkalan Kerinci), Jambi ( Muaro Buno), Sumatera Selatan ( Lahat, Palembang, Sekayu dan Tanjung Enim) , Lampung (Bandar Jaya), Bangka Belitung ( Sungailiat), Kalimantan Barat (Pontianak), Kaloimantan Selatan (Banjarmasin), Kalimantan Timur (Balikpapan), Kalimantan Tengah (Palangka Raya), Sulawesi Utara (Manado), Suawesi Tengah (Palu), Sulawesi Selatan (Makassar), Papua (Jayapura), Nusa Tenggara Barat (Mataram dan Subawa Besar), Jawa Timur (Banyuwangi, Surabaya), Jawa Tengah (Ambarawa, Blora, Kudus, Solo, Tegal), DIY (Joga dan Bantul), Jawa Barat ( Bandung, Bogor , Cibinong, Cirebon dan Sumedang), Banten (Cilegon) dan DKI Jakarta ( Kemayoran, Rawamangun, Kelapa Gading, Elite Club Rasuna dan Cilandak).

Perhatian PP Peltipun sudah ada sejak era kepengurusan Martina Widjaja ( 2002-2012) dimana diberikan keringanan bebas sanction fee yang merupakan keharsan setiap penyelenggara ke PP Pelti sebesar Rp 500.000 setiap turnamen 3 hari tersebut. Hal yang sama juga diberikan oleh Maman Wiryawan ( 2012-2017 ).

Acara Musyawarah Nasional Pelti tanggal 25 Nopember 20-12 dikota Manado, Martina Widjaja memberikan penghargaan kepada RemajaTenis atas peran serta dalam pertenisan Indonesia sejak 2009 sampai 2012.

Mantan Kabid Pertandingan PP Pelti , Johannes Susanto, diawal bulan Februari 2019 menyampaikan keterkejutannya kalau RemajaTenis ditahun 2018 telah mencapai diatas angka 20 kali dalam setahun.(keterangan foto; RemajaTenis Jakarta-2 tahun 2009 di GBK Senayan)


TOTAL VISITOR
Sponsor
banner-169x41-tennisicoach banner-169x41-playstay banner-169x41-itf banner-169x41-fedcup banner-169x41-daviscup
Marquee Content Powered By Know How Media